Loading
0

0

0

Genre : Inspirasi
Penulis : Syarifah Habibah, M.Ag.
Bab : 1
Dibuat : 01 Januari 2022
Pembaca : 3
Nama : Habibah Syarifah
Buku : 3

Inspirasi Qur'ani Juz 30

Sinopsis

Terinspirasi dari ayat-ayat Al-Qur'an, mengapa tidak? Apalagi pada surah-surah yang biasa kita dengar. Nah, buku ini mengajak pembaca untuk memahami ayat-ayat dalam juz 30 agar tergerak hatinya untuk mengamalkan sebagian kecil pesan yang tersirat. Bukan tafsir. Namun, buku inspirasi yang pijakannya adalah 37 surah di juz 30.
Tags :
#ArisanJadiBuku #BukuSolo #Nonfiksi #IQ30

INSPIRASI UMUM SURAH AN-NABA’ (Berita Besar)

0 0

“Alam dan isinya adalah tanda bahwa Allah memang Tuhan semesta alam. Dialah yang telah menciptakan, lalu kelak akan menghancurkan. Dia memberi banyak kesempatan, lalu disusul dengan dua macam pembalasan. Manusia tinggal memilih; hendak sengsara atau bahagia.”

 

An-Naba’ adalah surah ke-78 dalam Al-Qur’an. Posisinya sebagai surat pertama pada juz ‘amma. Dikategorikan sebagai surah  makkiyah, yaitu surah yang diturunkan pada periode sebelum hijrah ke Madinah. Terdiri dari 40 ayat. Dalam standar mushaf Utsmani, panjangnya 20 baris dan dapat ditemukan di halaman 582-583.

Surah ini bisa dihafalkan dalam waktu 20 hari apabila menggunakan target satu hari satu baris. Jika targetnya dua baris, maka dapat selesai dalam 10 hari. Apabila hendak menyelesaikannya dalam waktu lima hari, maka bisa memakai target empat baris. Namun, alangkah lebih baiknya, menggunakan target sesuai tema kelompok ayat.

Contohnya, dalam surah ini, ada enam kelompok ayat dengan tema berbeda. Kelompok pertama, terdiri dari lima ayat tentang pertanyaan sekelompok orang yang saling mempertanyakan berita besar. Kedua, terdiri sebelas ayat kauniyah tentang tanda-tanda dan keajaiban alam semesta yang Allah ciptakan. Ketiga, terdiri dari empat ayat tentang peristiwa hari kiamat (yaum al-fashl).

Keempat, terdiri dari sepuluh ayat tentang neraka Jahanam dan pembalasan bagi orang-orang yang melampaui batas. Kelima, terdiri dari enam ayat tentang surga dan pembalasan bagi orang-orang bertakwa. Keenam, terdiri dari empat ayat tentang hari yang Allah janjikan dan penyesalan bagi orang-orang yang ingkar.

Apabila memakai target ayat sesuai kelompok tema, maka surah ini paling lama bisa diselesaikan dalam waktu enam hari. Kelebihannya, para penghafal menjadi paham kerangka isi surah yang memiliki arti, “Berita besar”. Jadi, hafalannya akan bermanfaat untuk diri sendiri dan dapat dijadikan bahan untuk memberikan siraman rohani pada orang lain.

***

Surah An-Naba’ memiliki banyak inspirasi perenungan dan keimanan tentang keberadaan Tuhan. Saat orang yang menuhankan akal ragu dengan sang Pencipta, maka ajaklah ia memikirkan tentang segala tanda-tanda kuasa-Nya. Bumi yang terhampar, gunung, waktu tidur, malam dan siang, tujuh lapis langit, matahari, proses terjadinya hujan, serta proses tumbuhnya biji dan tanaman. Semua itu dapat menjadi tanda bahwa Allah itu memang ADA, menciptakan dan mengatur alam ini.

Lalu, setelah Dia paparkan segala bukti tentang kekuasaan ciptaan-Nya, dijelaskan pula kehancuran alam setelah dibiarkan lama dinikmati oleh manusia. Hari kehancuran itu adalah suatu tanda kebangkitan dan dimulainya segala pembalasan. Tentu saja usai memberikan kesempatan pada makhluk yang telah Ia ciptakan.

Neraka Jahanam yang Allah cantumkan di surah ini bukanlah sebagai ancaman. Hanya sebuah fakta bahwa orang yang melampaui batas, tak mengharapkan hisab, dan mendustakan tanda-tanda kuasa-Nya akan mendapatkan pembalasan setimpal berupa Jahanam. Tidak ada rasa sejuk di sana. Tidak pula ada minuman kecuali air mendidih dan nanah. Mengerikan, bukan?

Setelah menampilkan isi neraka, Allah ceritakan pula tentang surga bagi orang bertakwa. Kata-Nya, surga adalah kemenangan dan keberuntungan. Tak bisa dibayangkan. Namun, ada hal-hal yang serupa seperti di dunia, berupa kebun, anggur, pasangan, dan minuman. Bedanya, apa yang ada dalam surga bukanlah hal yang penuh dusta atau pun sia-sia.

Barulah di akhir surah, ada inspirasi tentang hari yang Allah janjikan dan penyesalan. Ketika hari itu terjadi, tak ada yang mampu berbicara kecuali telah diizinkan oleh Allah Yang Maha Pengasih. Maka, kemudian orang-orang kafir (ingkar) akan menyesal dan berharap andai mereka dahulu menjadi tanah.

Ada inspirasi penting di sini. Tentang berita besar dan kebebasan memilih. Ya, setelah Allah beri segala peringatan, kabar hari kiamat, neraka, dan surga yang membahagiakan, maka kemudian manusia diberikan sebuah pilihan: barang siapa yang menghendaki, maka ia pasti akan mengambil jalan pada Tuhannya.

Artinya apa? Hidayah itu bukan semata-mata berasal dari Tuhan Sang Maha Pemberi Petunjuk. Akan tetapi, diperlukan juga usaha manusia untuk menjemputnya. Bukan hanya sekadar iman dan berdoa. Namun, juga berikhtiar dengan cara melakukan segala perintah Allah dan menjauhi berbagai larangan-Nya.

***

Mungkin saja kamu suka

Wina Wahyuni
Diary Wulan
Tias Windi Alvi...
Perempuan Tanpa Resign
Via Rinzeani
Mengayuh Biduk Cinta
Bunga Septiani
Aku Seorang OCD

Home

Baca Yuk

Tulis

Beli Yuk

Profil