Loading
21

1

30

Genre : Teenlite
Penulis : Aulia Muharram
Bab : 30
Dibuat : 06 Januari 2022
Pembaca : 10
Nama : Azzahra Aulia Muharram
Buku : 1

Semua Serba Daring

Sinopsis

kisah ini menceritakan kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan oleh seorang gadis berusia 18 tahun yang bernama Auqila Azzahra selama masa pandemi berlangsung. Masa pandemi membawa kita, kepada kebiasaan baru yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan sama sekali akan terjadi. Hampir semua masyarakat merasakan dampaknya. Begitupun yang dirasakan oleh Qila. Banyak rintangan dan hal baru yang harus dihadapi oleh Auqila. Apakah Auqila mampu melewatinya? Yuk simak kisah selanjutnya...!
Tags :
#masapandemi#serbadaring#bertahan

Prolog

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#JumlahKata368

#Day 1

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

Genre: Fiksi 

Pandemi membuat hampir seluruh individu di dunia ini menjalankan kebiasaan baru yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya. Kegiatan yang biasanya dilakukan langsung di lokasi, kini semuanya di tuntut hanya dilakukan dari rumah saja.

Awal-awal peraturan ini diterapkan oleh pemerintah cukup banyak yang merasakan dampaknya, sebagian bahkan seluruh masyarakat merasakan kebingungan dan kesusahan dalam melaksanakan peraturan. Ada yang langsung bisa beradaptasi dengan baik, ada yang tidak bisa beradaptasi dengan baik.

Hal ini pun sedang dirasakan oleh gadis cantik berusia 18 tahun yang kini sedang duduk di atas kursi belajarnya. Matanya yang menyorot ke depan, dengan bagian jidat yang berkerut, dan tangan yang mengetuk-ngetuk meja di hadapanya.

Menandakan ia sedang memikirkan sesuatu hal. Namanya Auqila Azzahra, gadis yang baru saja keluar dari pondok pesantren, setelah hampir 6 tahun lamanya mendekam di pondok yang biasa dikenal oleh orang banyak dengan sebutan penjara suci. Kini harus dihadapkan dengan situasi yang mencekam seperti sekarang ini.

Kemana-mana harus memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan setiap hari, bahkan semua kegiatan dilakukan secara daring atau dalam jaringan.

Qila yang biasanya hanya berkutit dengan kitab-kitab, hafalan-hafalan dan hal-hal yang bersangkut paut dengan pondok saja. Dengan kondisi ini cukup membingungkan terlebih dulu di pondoknya dilarang membawa handphone yang membuat Qila cukup gaptek dengan perkembangan teknologi sekarang.

“Harus mulai dari mana aku, bingung banget ini?” kata Qila sembari merekuh kedua tangan di kepalanya.

Banyak rintangan dan hambatan yang menyertai Qila di masa-masa pandemi ini, banyak hal yang harus di pelajari, banyak kebiasaan yang harus diubah dari kebiasaan sebelumnya, banyak mimpi yang harus ditunda karena pandemi ini, banyak peluang yang harus dilepas karena intensitas bertemu orang banyak yang dikurangi.

Walaupun dilanda kebingungan tapi tidak membuat semangat Qila untuk berjuang surut. Memang jika dipikir-pikir kembali akan agak sulit karena Qila harus memulai dari nol. Di pondok dulu tidak dikenalkan dengan teknologi yang membuat Qila harus berjuang dengan sendiri. Tetapi ini semua tidak membuat semangat Qila surut. Ia yakin bahwa Allah Swt tidak akan membebani seorang hamba di luar batas kemampuan hambanya.

Apakah Qila mampu melewatinya? Apakah bisa bertahan dengan kebiasaan baru yang baru saja di mulai ini? Atau akan tumbang di jalan dengan virus yang sedang merajalela ini? Qila hanya berharap semoga dia bisa bertahan sampai kondisi kembali berangsur-angsur kembali normal.

Perpulanga Mendadak

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#JumlahKata368

#Day2

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

Genre: Fiksi

Perpulangan Mendadak

Senin, 16 Maret 2020

Hari dimana seharusnya Qila bersama siswa kelas 3 Madrasah Aliyah lainnya sedang berpusing-ria melaksanakan Ujian Madrasah tepat di hari itu. Tetapi itu semua batal dilaksanakan ketika adanya berita mengenai pengunduran ujian, mulai terdengar. Ujian terpaksa diundur dikarenakan virus covid semakin menyebar di Indonesia.

Qila dan temannya yang lain, yang saat itu akan sowan ke rumah Kiyai bersama teman-teman yang lain untuk meminta doa restu agar ujianya di mudahkan dan dilancarkan, gagal sowan karena, sebelum berangkat ada salah satu teteh yang baru saja keluar dari rumah kiyai memberi kabar.

“Teteh sadayana henteu kedah ka bumi, langsung ke lapangan wae, ayah bade nyarios penting!” (Teteh semua tidak usah ke rumah langsung aja ke lapangan, ayah mau menyampaikan hal penting).

Semua santri dan seluruh staf pengajar pun berkumpul di lapangan. Banyak yang ayah sampaikan pada waktu itu kepada kami. Sampai ayah memberikan dua pilihan kepada kami.

“Ujian tidak jadi dilakukan dan di undur untuk waktunya menyusul, kalian mau tetap di pondok atau pulang? Kalau di pondok tidak boleh keluar pondok sama sekali, diam di pondok. Kalau kalian pilih pulang besok juga, kalian pulang tetapi syaratnya jangan ada yang tersisa di pondok sama sekali, kecuali pengurus. Jadi mau pulang atau di pondok?” Dengan serempak kita semua menjawab.

“Pulang ayah ... ”

Keesokan harinya kami semua benar-benar dipulangkan tanpa ada santri yang tersisa kecuali pengurus. Kami semua di kumpulkan di Aula menunggu nama kami di panggil satu persatu ketika orang tua sudah menjemput. Hari semakin siang kala itu, ketika akhirnya namaku di panggil melalui pengeras suara.

“Auqila Azzahra dari Bekasi, sudah di tunggu orangtuanya di depan gerbang.” Kata salah satu panitia yang mengurus perpulangan kali ini.

Pepulangan kalian ini sangat berbeda rasanya dengan pepulangan pada umumnya. Yang biasanya kami bisa langsung ketemu orang tua di depan aula dan sowan terlebih dahulu ke ayah. Saat itu kami ketemu orang tua langsung di depan gerbang keluar tanpa sowan terlebih dahulu ke Ayah pondok. Dan kami diperintahkan menggunakan masker sejak di dalam asrama. Suasana pada hari itu sangat riuh semua orang sibuk masing-masing ada yang senang karena bisa pulang, ada yang masih bingung kenapa tiba-tiba di pulangkan, dan orang tua yang pada khawatir terhadap anak-anaknya.

"Qila sini nak, pakai hand sanitizer dulu" kata abi ketika kami semua sudah di dalam mobil. Aku yang masih bingung pun nurut-nurut saja dengan semua yang abi perintahkan. Setelah sampai di rumah dan mencari tahu semuanya apa yang sebenarnya sedang terjadi aku jadi paham bahwa negeri kita ini enak tidak baik-baik saja.

Ujian Online

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata406

#Day3

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

Genre: Fiksi

 

Ujian online

 

Aku yang masih bingung pun nurut-nurut saja dengan semua yang abi perintahkan. Setelah sampai di rumah dan mencari tahu semuanya apa yang sebenarnya sedang terjadi aku jadi paham bahwa negeri kita ini sedang tidak baik-baik saja.

 

Ujian Madrasah akhirnya dilaksanakan dari rumah secara daring. Kami semua di masukan kedalam grup whatsApp dan diarahkan mengenai teknikal meeting ujian Madrasah yang biasa kami singkat UM.

 

“Download apk camscanner sama wps office, sudah, tinggal ujianya deh besok.” Kata Qila sembari memandang hp yang menampilkan tampilan awal hp digenggamannya.

 

Kami semua di perintahkan memiliki kedua aplikasi tersebut yang di sarankan oleh pihak sekolah. Awal-awal bingung banget, gak tau cara pakainya bagaimana. Setelah tanya-tanya ke abi akhirnya qila bisa juga mengoperasikan aplikasinya.

 

Banyak dari teman-temanku yang kebingungan. Ada yang belum ketemu malah sama sekali aplikasinya yang mana. Karena kami berada di rumah masing-masing, hanya melalui chat WA sajalah kami dapat berkomunikasi. Seperti temenku yang satu ini tiba tiba ngechat riweh sendiri.

 

Nisa si bawel

Qil, aplikasi wps office yang mana sih bingung aku itu.

Me

Itu loh yang iconnya warna merah logonya huruf W, tulis aja wps office nanti juga langsung nongol kok di bagian atas-atas.

Nisa si bawel

Oke oke aku cari dulu yah

Me

Iya cari aja dulu pasti ketemu ko

Nisa si bawel

Ahh qilaa makasihh banyak lohhh, hehe alhamdulillah udah ketemu

Me

Tuh kan ketemu, makanya pelan pelan aja gak udah riweh. Kalau camscanner udah ketemu belum?

Nisa si bawel

Hehe iya iya maaf deh. Alhamdulillah camscanner mah udah ketemu

Me

Oke kalau gitu

 

Hampir sepuluh hari kami menjalankan ujian Madrasah dari rumah. Dalam sehari guru mengirim dua mata pelajaran sekaligus. Di share setiap pagi dalam bentuk pdf di grup kelas, dan kami diberi waktu sampai sebelum dzuhur sudah harus mengumpulkan ya dalam bentuk pdf juga.

 

Pertama kali merubah tulisan tangan ke dalam dokumen berbentuk pdf, ribetnya Maa Syaa Allah, kita harus pinter-pinter mengatur cahaya kalau tidak nanti hasil fotonya akan berbayang dan gak bisa dibaca. Butuh perjuangan banget ujian Madrasah dari rumah tuhh, walaupun ada nilai plus nya sih kita bisa sambil searching di goggle kalau semisalnya gak tau jawabannya. Bahkan sambil chatingan satu sama lain.

 

Banyak teman-temanku yang seperti itu hanya saja qila berusaha untuk tidak searching ataupun tanya kesana kesini.

 

“Kalau aku nyontek gak ada yang tau sihh, kan di kamar sendirian tapi Allah kan Maha melihat. Aduh pusing deh jadinya”

 

Begitulah setiap mau nyontek selalu keingetan bahwa Allah itu Maha Melihat.

Daftar Kuliah

0 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata362

#Day4

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

Genre: Fiksi

 

Daftar Kuliah

Hampir sebulan lamanya liburan yang mendadak itu. Kami di beri jatah hanya sampai tanggal 12 April 2020 untuk liburnya. Hanya saja yang boleh pulang kembali kepondok yang memenuhi persyaratan, salah satunya yaitu daerah rumahnya bukan zona merah, yang berati daerahnya masih aman dari penyebaran virus corona.

 

Sangat disayangkan daerah tempat Qila tinggal yaitu disalah sati kecamatan yang berada di kota Bekasi Jawa Barat, Rawalumbu menjadi salah satu daerah yang sudah terdaftar sebagia daerah zona merah. Dengan berat hati Qila tak jadi pulang kembali ke pesantren.

 

Tak terasa momen lebaran pun sudah terlewat. Ramadhan di tahun 2020 sangatlah berbeda biasanya, stiap sore ramai orang pada ngabuburit, berburu makanan untuk berbuka di pinggir jalan, tahun ini sangat sepi, walaupun masih ada beberapa yang nekat tapi terhitung sepi. Lebaran pun tidak bisa kemana-mana pemerintah menetapkan peraturan yang melarang kami umat muslim untuk mengunjungi satu sama lain untuk bersalam-salaman kami dianjurkan untuk melakukan physical distancing. Selain itu juga kami semua dilarang mudik ke kampung halaman.

 

Sedih melihatnya seharusnya menjadi hari kemenangan tahun ini dilalui dengan banyak kesedihan. Ada keuntungannya sih sebenarnya lama-lama di rumah, di pondok susah sekali mendapatkan informasi mengani pendaftaran kuliah karena pondok tempat aku menimba ilmu itu dulunya pondok salafy, yang membangun sekolah dikarenakan banyaknya santri yang minta untuk sekolah formal juga dan membuat ayah panggilan kami kepada pengasuh pondok pesantren untuk mendirikan sekolah.

 

Selama di rumah Qila menggunakan kesempatan itu untuk mencari informasi mengenai pendaftaran kuliah. Banyak informasi yang sudah terlambat Qila dapat.

 

“Ikut SNMPTN sama SPAN PTKIN udah lewat waktunya, ikut SBMPTN kayanya gak mungkin sih, aku cuman lulusan pondok mana bisa bersaing sama yang sekelas lulusan negeri di luar sana. Yah harapan satu-satunya ikut UMPTKIN ini mumpung belum masih lama dibuatnya jadi masih ada peluang deh.” Seru qila seraya melihat catatan informasi yang ia dapatkan.

 

Bingung banget rasanya, gak ada pilihan lain selain lewat jalur UMPTKIN. Hanya itu jalur yang tersisa buat masuk ke perguruan tinggi. Sebenarnya ada jalur mandiri yang emang di buka dari universitas langsung tapi Qila mau berusaha sebisa mungkin lewat jalur dari pemerintah agar UKT yang di dapat tidak terlalu gede.

 

“Bismillah deh semoga ini jalannya” seru Qila sambil memandang lurus ke depan.

Daftar Kuliah (2)

0 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata639

#Day5

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

Genre: Fiksi

 

Daftar Kuliah (2)

“Bismillah deh semoga ini jalannya” seru Qila sambil memandang lurus ke depan.

 

Menjadi salah satu siswi kelas 3 di Madrasah Aliyah yang sebentar lagi akan lulus dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Sudah seharusnya bagi Auqila Azzahra mempersiapkan sejak dini apa saja yang akan dibutuhkan menuju perkuliahan. Salah satunya itu menentukan mau ke universitas mana dan mengambil jurusan apa nanti?

 

Qila dari awal memang berencana melanjutkan pendidikannya ke universitas negeri Islam atau yang biasa orang bilang dengan sebutan UIN. Dengan mengambil jurusan psikologi. Lagi-lagi manusia hanya bisa berencana, berusaha dan berdoa saja kepada Allah, tetapi jika Allah belum Kun Fayakun maka kita mau bisa apa? Itu semua hanya menjadi rencana saja.

 

Jalur UMPTKIN yang qila ambil ternyata hanya menyediakan jurusan yang berhubungan dengan keagamaan saja, sedangkan untuk yang umumnya itu bukan lewat jalur UMPTKIN tetapi lewat jalur yang lain seperti SNMPTN. Psikologi menjadi salah satu jurusan dengan rumpun umum tidak masuk ke keagamaan, jadi jika melalui jalur UMPTKIN tidak bisa mendaftar ke psikologi.

 

“Aku harus milih apa dong, ini tidak sesuai rencana awal, tapi gak ada lagi jalur ke Negeri selain ini yang dari pemerintah malah aku minim informasi lagi.” Keluh Qila setelah melihat-lihat jurusan apa saja yang disediakan melalui jalur UMPTKIN di laman resmi miliki Kementerian Keagamaan.

 

Setelah mempertimbangkan dengan baik dan menelusuri semua jurusan yang tersedia di sana. Dengan berat hati Qila memutuskan mengambil jurusan Bimbingan dan Konseling Islam dan Psikologi Islam. Dua program studi itu saja yang hampir sama dengan psikologi pada umumnya walaupun ke tiganya memiliki perbedaan masing-masing.

 

Dari awal Universitas daerah Jawa memang sudah menjadi pilihan Qila walaupun dia belum menentukan dengan pasti di bagian mana daerah yang dimaksud yang pasti bukan di daerah Jawa Barat. Karena Qila memang ingin merasakan bagaimana tinggal di daerah Jawa bagian lain.

 

“Abi aku mau masuk kuliahnya lewat jalur UMPTKIN yah, nanti aku jelasinya malam pas abi lagi selow aja,” kata Qila kepada abinya pagi itu, “Iyah nanti kita bicarakan malam saja yah abi mau siap-siap berangkat kerja dulu” mendengar jawaban tersebut membuat Qila merasa tenang sedikit abinya merespon baik.

 

“Oke siap abi.”

 

Setelah berdiskusi dengan abi semalam mengenai pendaftaran perkuliahan yang Qila inginkan dan alhamdulillahnya tidak ada bantahan dari abi. “Abi serahkan semuanya ke Qila, kalau kamu yakin dan mampu melewati semuanya dengan baik abi dukung kok yang penting kamu jalaninya nyaman aja, tenang deh abinya di rumah” begitulah perkataan yang abi ucapkan semalam setelah Qila menjelaskan rencana dia.

 

UIN di Jogjakarta dan IAIN di Salatiga dan Kediri menjadi pilihan Qila dengan jurusan Bimbingan dan konseling Islam serta Psikologi Islam yang di putuskan. Semua sudah matang diperhitungkan dengan baik dan mendapat restu dari mamah dan abi.

 

Ke esok harinya semua yang dibutuhkan untuk pendaftaran seperti nilai rapot, surat keterangan lulus dan foto dipersiapkan Qila dengan baik. Ia menghubungi guru-guru yang bersangkutan untuk meminta rapot dan surat kelulusan. Karena jarak dari rumah ke pondok jauh dan suasana yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh. Akhirnya Qila memberanikan diri menguhubi melalui chat. Mendapatkan respon baik dan dipermudah oleh gurunya membuat Qila seneng banget, dia berharap ini menjadi langkah awal yang baik untuk kedepannya.

 

Daftar Kuliah secara online itu tidak segampang yang dikira. Jaringan kita miliki harus bagus kalau tidak nanti akan susah masuk ke Webnya. Sangking banyaknya yang mendaftar jika kita tidak pintar memilih wkatu dan jaringan yang tidak kuat di saat mencoba membuka Web pasti akan eror dan bermasalah.

 

Nikmat sekali rasanya, udah campur aduk pokoknya selama melakukan pendaftaran salah sedikit pencet bakal fatal akibatnya, setelah dua hari berjuang hanya untuk melakukan pendaftaran saja, akhirnya Qila bisa bernapas dengan lega juga setelah web tersebut menampilkan.

 

“Selamat Anda Telah Berhasil Mendaftarkan Diri."

 

Kurang lebih itulah yang terpampang di layar laptop. Setelah semua tahapan telah dilalui.

 

“Semoga selanjutnya dilancarkan Ya Allah” hanya itu yang menjadi harapan Qila kedepannya karena pasti banyak yang harus di lalui.

Tes UMPTKIN (1)

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata459

#Day6

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

Genre: Fiksi

 

Tes UMPTKIN

 

“Semoga selanjutnya dilancarkan Ya Allah” hanya itu yang menjadi harapan Qila kedepannya karena pasti banyak yang harus di lalui.

 

Jam terus berputar, hari terus berlalu, tak terasa tes UMPTKIN sudah di depan mata. Hampir satu bulan selama bulan Ramadhan ini Qila setiap habis pulang shalat tarawih tiada henti terus belajar sampai larut terkadang subuh-subuh pun dia masih berkutit dengan buku pelajaran. Tak kenal ngantuk sebisa mungkin, Qila mempertahankan matanya agar tetap kebuka.

 

“Qila sayang, tidur aja kalau udah ngantuk mah, lanjut besok lagi aja yah, nak!” Kata mamah ketika melihat aku sudah menguap berkali-kali. “oke siap mah, sedikit lagi nanggung abis itu Qila tidur.”

 

Mamah pun membalas dengan tersenyum, sembari tangannya terus mengusap bagian kepala Qila. Kasih sayang seorang ibu itu tidak tertinggal, tak kenal lelah, walaupun dirinya sendiri juga sudah capai ingin istirahat pasti tidak akan tenang jika melihat anaknya masih ada yang berjuang tengah malam sendirian. Mamah sosok ibu yang sangat luar biasa yang tidak pernah menolak apa yang diinginkan anak-anaknya, jika itu mamah mampu wujudkan pasti dikabulkan, jika lagi tidak mampu dengan selembut mungkin mamah selalu menjelaskan kepada kami alasan mengapa apa yang kita inginkan belum terkabul. Itu lah mamah, ibu terhebat yang pernah Qila miliki.

 

Selama itu juga Qila tidak henti-hentinya mencari informasi seputar UMPTKIN. Sampai-sampai dia mengikuti beberapa rangkaian try out dan latihan-latihan lain dimulai dari yang berbayar sampai yang gratis yang disediakan platform di media-media online.

 

Lagi-lagi pandemi ini membuat semua kegiatan harus dilakukan secara online atau dalam jaringan. Awalnya ikut try out online itu bingung banget soalnya belum paham cara mengerjakannya itu seperti apa, kebanyakan mereka menyediakannya dalam bentuk link-link yang tersambung kepada Google formulir. Kita hanya cukup mengklik link tersebut nanti di arahkan langsung ke goggle formulir. Biasanya di halaman pertama kita di suruh mengisi identitas kita, bukan yang sifat formal seperti yang di dalam CV orang yang mau melamar pekerjaan. Rata-rata kami hanya disuruh mengisi nama, asal daerah, umur, dan universitas beserta program studi yang dituju.

 

Setelah itu akan diarahkan kepada halaman yang menampilkan soal-soal latihannya. Yang namanya baru pertama kali pasti bingung banget, semua orang pasti banyak yang merasakan paniknya ketika menghadapi pengalaman baru untuk pertama kali.

 

Hari ini jadwal Qila mengikuti ujian simulasi UMPTKIN, ujian uji coba sebelum lusa yang akan datang mengikuti ujian UMPTKIN sebenarnya. Keringat dingin memenuhi dahi Qila, tangan yang bergetar dan kaki yang tidak bisa diam sangking groginya.

 

“Yaa ... Allah semoga sinyalnya bersahabat, jangan ngeblang di tengah jalan Qila mohon ya Allah?” Doa Qila sebelum memulai ujian simulasinya.

 

Satu jam setengah sudah berlalu setelah mengklik selesai, terdengar hembusan nafas yang dihembuskan.

 

“Akhirnya selesai juga, terima kasih ya Allah.” Lega sekali rasanya dapat melewati ujian simulasi dengan lancar. Semoga lusa di berikan kemudahan. Hanya itu yang menjadi jadi harapan Qila sekarang.

Tes UMPTKIN (2)

0 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata635

#Day7

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

Genre: Fiksi

 

Tes UMPTKIN (2)

 

Lega sekali rasanya dapat melewati ujian simulasi dengan lancar. Semoga lusa di berikan kemudahan. Hanya itu yang menjadi harapan Qila sekarang.

 

Jam di dinding menunjukkan pukul 9 malam, sudah tak terhitung berapa kali Qila menutup mulutnya menggunakan tangan ketika kantuk tak tak kunjung hilang justru semakin menjadi-jadi, ditambah mata yang terus mengeluarkan air seperti sedang menangis.

 

Bukan mau menyiksa diri dengan terus-terusan belajar, tapi hanya ini yang bisa Qila lakukan untuk mewujudkan tujuannya, toh selama belajar gak terus-terusan membuka buku terkadang di selingi dengan membuka hp walaupun sebentar.

 

Tak lama setelah itu akhirnya Qila memutuskan untuk tidur, setelah membereskan buku yang habis digunakan untuk belajar tadi, Qila melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk berwudhu.

 

Sudah menjadi kebiasaan Qila sebelum tidur mengusahakan diri untuk berwudhu terlebih dahulu dan membaca surah Al-Kahfi, awalnya hanya sekadar mengikuti aturan di pondok saja dulu, lama kelamaan menjadi suatu kebiasaan yang sampai saat ini jika ditinggalkan sekali saja seperti ada sesuatu yang mengganjal. Dan semakin bertumbuh dan mulai memikirkan apa saja manfaat yang akan dilakukan, ternyata banyak sekali manfaat dari membaca surah al-kahfi sebelum tidur dan berwudhu sebelum tidur. Salah satunya kelak akan disinari di alam kuburnya.

 

Siapa yang tidak tahu sih, katanya di alam kubur nanti kita hanya sendirian dan dalam keadaan gelap guling tanpa ada satu titik cahaya sekalipun dengan membiasakan diri membaca surah al-kahfi sebelum tidur, In syaa Allah, Allah kelak akan menyinari alam kubur kita.

 

Qila sangat bersyukur memiliki orang tua seperti abi dan mamah. Yang sangat memperdulikan kebutuhan setiap anak-anaknya. Seperti sekarang ini abi bersama pekerja yang sedang memasang wifi di rumah Qila.

 

“Biar ngerjain ujian UMPTKINnya lancar, kan kalau pakai wifi enak tuh lebih kenceng sinyalnya” Kata abi ketika aku menanyakan mengapa mengambil keputusan untuk memasang wifi.

 

Makanya Qila berusaha sebaik mungkin karena tidak mau menyia-nyiakan kepercayaan abi dan mamah.

 

Ujian online itu yah enggak enaknya emang di sini sinyal, sinyal kita harus bagus dan yang paling utama kita harus memiliki kuota internet yang mencukupi kalau kedua hal tersebut sudah tidak memenuhi syarat kita enggak akan bisa mengikuti ujianya.

 

Qila kebagian ujian pukul 1 siang waktu Indonesia bagian Barat. “Kesel sebenarnya dapetnya siang, ngantuk lah di jam segitu mah, mau dibagaimanakan lagi, protes juga percuma kan sudah diatur sedemikian mungkin" keluh Qila sangat kemarin melakukan cetak kartu jadwal ujian.

 

Tak terasa tinggal beberapa jam lagi menuju ujian. Laptop, meja laptop, pulpen, kertas coret-coretan, baju yang sudah diperintahkan beserta perlengkapan lain sudah tertata rapih di pojok kamar, siap digunakan beberapa jam lagi.

 

Adzan dzuhur berkumandang bersahut-sahutan dengan yang lain, Qila segera melangkahkan kakinya ke kamar mandi mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat dzuhur.

 

Assalamualaikum warahmatullah”

 

Terdengar salam dilantunkan menandakan, shalat telat berakhir. Setelah selesai berdoa Qila makan siang terlebih dahulu, kita boleh tegang tapi jangan sampai melupakan hak perut kita untuk diisi. Setelah selesai, ia menghampiri mamah.

 

“Mah Qila mau ujian dulu yah, minta doanya semoga dilancarkan dan dimudahkan dalam menjawab soal-soalnya,” mamah menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengiyakan permintaanku, “Pasti mamah doakan yang terbaik buat Qila, gih sana siap-siap takut telat loginnya” aku pun meninggalkan mamah menuju kamar sebelumnya tak lupa kesempatan mencium kedua pipi mamah dan tersenyum sebelum melangsungkan kaki menuju kamarku.

 

Tenang rasanya kalau sudah meminta doa kepada orang tua, kemarin juga alhamdulillah diberi kesempatan oleh Allah meminta doa ke guru-guru, tanpa doa dari mereka kita tidak akan mungkin bisa sampai seperti ini. Meminta doa sebelum melakukan sesuatu itu menurut Qila perlu bahkan wajib agar kita memudahkan dalam melaksanakannya.

 

Laptop sudah terbuka dan sudah menampilkan halaman pertama aplikasi tes UMPTKIN tinggal nunggu waktu untuk log in 10 menit yang akan datang. Sambil menunggu tak hentinya sholawat Qila lantunkan agar hati bisa lebih tenang.

 

Waktu pun menunjukan pukul 13.15 setelah log in dan berdoa, Qila siap melaksanakan Ujian UMPTKIN.

 

Bismillahirrahmanirrahim, aku pasti bisa” seraya mengklik tombol ‘mulai ujian’.

Pengumuman UMPTKIN

0 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata614

#Day8

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

Genre: Fiksi

Pengumuman Tes UMPTKIN

“Bismillahirrahmanirrahim, aku pasti bisa” seraya mengklik tombol ‘mulai ujian’.

 

Tak terasa sudah 2 jam berlalu, Qila berhasil menyelesaikan tesnya dengan lancar, walaupun ada beberapa soal yang mampu membuat Qila kewalahan. Alhamdulillah tetapi bisa diatasi. Di setiap rumpun pelajaran berganti tidak lupa Qila selalu menyempatkan mengirim al Fatimah kepada gurunya yang telah mengajarkan pelajaran ini kepada Qila. Karena dia percaya bahwa kekuatan doa guru itu besar dampaknya bagi kehidupan Qila kedepannya.

 

Dalam tesnya setiap soal terbagi-bagi sesuai dengan rumpun pelajarannya. Karena sudah terbiasa mengikuti tes-tes online sebelumnya membuat Qila lebih mudah lagi dalam mengerjakan karena sudah tidak aneh lagi dengan model soal dan cara mengerjakannya.

 

Melakukan kegiatan secara online itu sebenarnya enggak mudah. Kita harus terbiasa dengan hal-hal baru dan sering berlatih jangan hanya pasrah dengan keadaan. Karena ini bukan kebiasaan kita sebelumnya jadi kita harus berlatih.

 

Selama menunggu pengumuman kelulusan UMPTKIN, Qila isi dengan mendekatkan diri kepada Allah, berusaha sekuat mungkin untuk bangun disepertiga malam untuk mendirikan sholat malam, menjaga shalat duhahnya, dan membaca doa dan sholawat, serta melakukan hal-hal lain yang berguna.

 

Hari ini akan menjadi hari yang bersejarah bagi Qila dan teman-teman lainnya yang mengikuti UMPTKIN, setelah hampir dua bulan mempersiapkan dengan matang. Hari ini akan menjadi hari penentuan apakah ia lulus atau tidak, sedikit banyak ia mengharapkan kelulusan yang akan di dengarnya tapi kita serahkan semuanya ke Allah, apapun hasilnya Qila siap menanggung risikinya.

 

Hari ini akan menjadi awal dari perjalanan Qila kedepannya, dia akan banyak mengalami pengalaman baru di dunia perkuliahan. Terlebih di masa pandemi, tidak menuntut kemungkinan kalau perkuliahan yang akan di jalankan Qila kedepannya pasti belum bisa dilakukan di kampus langsung.

 

Pengumuman kelulusan baru bisa dilihat pukul 13.00 siang WIB. “Aku mau buka setelah shalat ashar ajalah, setelah baca ratib aja semoga bisa tenang nanti dan lapang dada menerima apapun hasilnya, aku udah berusaha dan yakin pasti mendapatkan hasil yang terbaik yang aku butuhkan menurut Allah.”  Yah Qila memang berniat membuka hasilnya setelah ashar, sekarang dia mau menenangkan diri dulu sebelum menerima hasilnya.

 

Tidak lama terdengar bunyi hp berdenting menandakan ada pesan yang masuk. Qila pun buru-buru melihat takut ada informasi yang penting.

Ain UMPTKIN

Qil, kamu udah bukan hasil kelukusan belum?

Me

Belum ain, hehe mau nanti aja lah pasti sekarang juga agak susah soalnya banyak yang akses.

Ain UMPTKIN

Iya emang agak susah aku aja ini minta tolong sama temenku buat dilihatin soalnya penasaran hehe.

Me

Berarti udah tau doang hasilnya, gimana kabar baikan?

Ain UMPTKIN

Belum rezeki Qil mungkin di tempat lain

Me

Ya Allah maaf yah, jangan menyerah pokoknya tetap semangat yah masih banyak jalan kok menuju perkuliahan. Minta doanya yah semoga dapet kabar baik

Ain UMPTKIN

Aamiin, siap siap makasih yah

Me

Iya sama sama

 

Setelah mengakhiri pesan dengan Ain, Qila melanjutkan kegiatannya yang tertunda tadi. Sore pun tiba Qila yang sudah selesai mengerjakan shalat ashar langsung menuju rootoof rumahnya, tempat dimana dia suka menghabiskan waktu sorenya setiap hari menjelang maghrib tiba.

 

Di atas sana setelah menyelesaikan bacaan Qurannya Qila mencoba buka web UMPTKIN, dengan tangan yang gemetar Qila mengklik log in, setelah terbuka sebelum dia mengklik lihat hasil kelulusan, matanya ia tutup, tangannya sudah ia letakan di bagian atas sejajar lulus dengan tulisan tersebut sehingga ketika matanya di tutup dia sudah tau letaknya.

 

“Bismillahirrahmanirrahim, apapun itu hasilnya aku udah siap kok”  sembari mengucapkan itu tangan Qila ikut memencet. Setelah ia rasa sudah tenang barulah sedikit-sedikit memberanukan diri membuka mata. Tanpa bisa dibendung lagi air mata Qila bercuxuran sedikit demi sedikit betapa kagetnya dia melihat hasil yang terpampang jelas di layar hp yang menampilkan tulisan.

 

“SELAMAT ANDA DITERIMA DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA”

 

Saat itu juga Qila langsung sujud syukur dan berlari ke bawah menemui mamah memberitahu kabar baik ini.

Konseling pilihan Allah

0 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata438

#Day9

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

Genre: Fiksi

Konselinh pilihan Allah

 

“SELAMAT ANDA DITERIMA DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA”

 

Saat itu juga Qila langsung sujud syukur dan berlari kebahagiaan menemui mamah memberitahu kabar baik ini.

 

“Assalamualaikum, mamah” sambil senyum-senyum ketika sudah berhadapan dengan mamah. Mamah yang sudah tau hari ini adalah pengumuman UMPTKIN pun membalas senyuman Qila, “Kabar baik yah Qila, sampai senyum-senyum gitu hehe.”

 

“Hehe, iya mah, alhamdulillahirabbilalamiin, kita jadi dong jalan-jalan ke Yogyakartanya,” kata Qila, “syukur deh kalau gitu, ke dalam sanah.” Bukan tidak ada sebuah pelukan, karena mamah sedang memasak di dapur dan tangannya kotor.

 

Keterima di Universitas Negeri itu merupakan salah satu cita-cita Qila terlebih masuknya itu melalui jalur yang disediakan oleh pemerintah. Selain karena mencari UKT yang tidak terlalu besar, Qila juga mau membuktikan bahwa lulusan pondok juga bisa masuk ke universitas negeri mereka mampu bersaing dengan lulusan dari sekolah umum pada biasanya.

 

Qila senang bukan main lagi ketika mendapatkan kabar baik ini dia pun langsung memberikan kabar gembira ini ke grup waktu SMA.

MARMORATION

Me

Assalamualaikum, minta doanya Ya Alhamdulillah aku keterima di UIN Yogya

Zakiah Marmor

Wah selamat Qila

Dini Marmor

Selamat teh Qila

Putri Marmor

Ahhh terharuu, selamat yah Qila

Novi Marmor

Qila, selamat yah wah bisa met up nih kapan-kapan pas aku pulkam

Me

Terima kasih semuanya, atas ucapannya minta doanya yah semoga di lancarkan

Putri Marmor

Aamiin-aamiin

 

Masih banyak lagi ucapan yang Qila dapatkan melalui aplikasi chat berlogo hijau itu, ketika tidak lama dari pengumuman Qila mengunggah potongan foto yang menunjukkan kalau Qila lolos tes UMPTKIN. Selain itu juga Qila tak lupa memberi kabar baik ini kepada para guru tak lupa juga ucapan terima kasih disematkan, para guru juga berkontribusi atas keberhasilan yang Qila peroleh, senang rasanya melihat orang lain itu bangsa atas apa yang kita hasilkan dari usaha selama ini.

 

Sebenarnya dari hasil yang di dapatkan, tidak semuanya membuat Qila senang bukan tidak bersyukur keinginan yang sudah di rencanakan dari dulu tidak bisa di capai.

 

“Mungkin psikologi memang bukan pilihan yang terbaik buat aku, jadi Allah pilihkan konseling untuk masa depanku”

 

Qila dari dulu menginginkan menjadi seorang psikologi, tetapi hasil kemarin membawa Qila kepada jurusan konseling walaupun Kota yang di tuju merupakan Kota yang ia inginkan.

 

Yogyakarta Kota yang Qila harapkan bisa melanjutkan pendidikanya di sana, selain karena dia sudah terdaftar menjadi slaah satu mahasantri di pondok pesantren yang sangat terkenal di Yogyakarta, di sana jugalah asal muasal dia bertekad ingin melanjutkan pendidikannya.

 

Memang berat sih menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan, walaupun tidak semua keinginan tidak menjadi nyata.

 

“Bismillahirrahmanirrahim, aku yakin BKI pilihan Allah.” Tidak ada yang harus disesalkan karena apa yang terjadi kepada kita itu semua merupakan takdir terbaik dari Allah.

Langkah awal

0 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata392

#Day10

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

Genre: Fiksi

 

Langkah Awal

 

“Bismillahirrahmanirrahim, aku yakin BKI pilihan Allah.” Tidak ada yang harus disesalkan karena apa yang terjadi kepada kita itu semua merupakan takdir terbaik dari Allah.

 

Sampai detik ini pun Qila masih bimbang, di satu sisi Qila sangat bersyukur akhirnya dia keterima di Universitas Negeri dan di kota yang memang dia tuju. Tetapi di satu sisi lagi sedih rasanya ketika jurusan yang kita inginkan dan persiapkan dari jauh tidak bisa di raih. Sebenarnya sembari menunggu hasil UMPTKIN bisa di lihat , Qila di sarankan abi untuk daftar di universitas lain siapa tau ada rezeki.

 

“Mau di psikologikan coba daftar di Jakarta aja dulu siapa tau rezeki Qila, masalah biaya pendaftaran nggak usah di pikirin in syaa Allah ada rezekinya kok,” kata Abi wkatu itu, “Iya abi nanti Qila coba cari informasinya juga yah.”

 

Tetapi sangat di sayangkan ketika waktunya melihat hasil dari tes tersebut, Qila belum berjodoh dengan Jakarta. Awalnya kecewa banget sih tapi yah mau bagaimana lagi belum jalannya kali.

 

Akhirnya Qila mencoba untuk menerima semuanya pelan-pelan, dengan harapan suatu hari nanti dia menemukan hikmah di balik ini semua.

 

Setelah Qila mengetahui menjadi salah satu yang lulus, awalnya bingung ini harus bagaimana lagi apa yang harus di lakukan setelah ini. Ditambah pada masa pandemi ini jadi bingung harus bagaimana kalau dalam kondisi normal Qila pasti lagi mempersiapkan diri untuk menuju kota Yogyakarta, tapi sekarang yang semuanya serba daring langkah tersebut bukan langkah yang bisa di ambil sekarang.

 

“Ahh kenapa nggak cari informasinya aja di IG BKI UIN Suka nya aja, pasti ada tuh infonya” seru Qila di saat baru menemukan solusi sari permasalahan.

 

Banyak sekali akun IG yang mengatasnamakan BKI, setelah di telusuri lebih teliti ketemu juga akunya. Mencari postingan mengenai informasi pendaftaran ulang di beberapa postingan lain tidak terlalu memakan banyak waktu, setelah dapat nomor WA yang bisa di hubungi, Qila pun memutuskan menghubungi nomor tersebut agar mendapatkan informasi yang jelas.

 

Bingung sebenarnya mau chat bagaimana, takut salah kata nggak gak sopan. “Bismillahirrahmanirrahim, coba aja dulu deh, kalau gak coba dulukan bingung sendiri juga” Setelah menyusun kata dengan baik Qila Pun memberanikan diri.

 

Me

Assalamualaikum wr wb, perkenalkan kaka sebelumnya saya Auqila Azzahra, mahasiswa baru yang keterima dari jalur UMPTKIN asal dari Kota Bekasi Jawa Barat. Izin bertanya untuk langkah selanjutnya seperti apa yah kaka?

Terima kasih

 

Setelah mengklik kirim, tanda ceklis dua pun muncul langsung. Tidak lama muncul

Mengetik ...

Daftar Ulang

0 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata364

#Day11

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

Genre: Fiksi

 

Daftar Ulang

 

Me

Assalamualaikum wr wb, perkenalkan kaka sebelumnya saya Auqila Azzahra, mahasiswa baru yang keterima dari jalur UMPTKIN asal dari Kota Bekasi Jawa Barat. Izin bertanya untuk langkah selanjutnya seperti apa yah kaka?

Terima kasih

 

Setelah mengklik kirim, tanda ceklis dua pun muncul langsung. Tidak lama muncul

Mengetik ...

08796×××××

Wa’alaikumsalam dek bisa kirim bukti adek keterima dan isi format berikut, nanti kaka akan invite adek ke grup besar yah untuk informasi lebih lanjut akan di sampaikan di dalam grup.

 

Tidak lama ketika mendapatkan balasan dari kaka tingkatnya, Qila mengirim bukti bahwa dia keterima dan mengisi format yang sudah di kirim juga. Isi formatnya ada nama, Ttl, asal daerah, asal sekolah dan yang terakhir nomor pendaftaran UMPTKIN.

 

Setelah itu juga Qila langsung di masukan ke dalam grup besar. Belum banyak yang masuk ke dalam grup besar perkumpulan Mahasiswa baru di program studi bimbingan konseling. Mungkin masih banyak yang belum tahu kalau ada grup besar kaya gini.

 

“Untung aja kemarin aku nyari-nyari informasi kalau gak ketinggalan informasi lebih lanjut kali yah” seru Qila setelah masuk ke dalam grup besar.

 

Besoknya Qila mendapatkan informasi mengenai daftar ulang di laman Web yabg sudah di kirim di dalam grup. Malamnya setelah abi pulang baru di kerjakan, awal-awal mengurus semua Qila masih di bantu abinya karena yah emang dia sama sekali belum paham apa yah harus dilakukan, di pondok dulu itu sama sekali tidak di perbolehkan memegang alat elektronik.

 

“Nggak papa sekarang belum bisa, nanti juga bisa kok kalau kita mau usaha, semangat Qila jangan menderita sama yang lain yah” kurang lebih itulah yang abi ucapkan di kala Qila sudah ingin menyerah. Seandainya tidak pandemi semua ini di urus langsung ke kantor sekretariatnya, karena pandemi ini jadi yah secara daring lagi.

 

Pendaftaran ulang tidak terlalu banyak drama, sebelum ini Qila sudah melakukan pembayaran UKT untuk yang pertama kali dan langsung mendapatkan nomor induk. Jadi ketika pendaftaran ulang kita juga sekalian cetak brackodde, kartu mahasiswa sementara, Wan kode etika yang harus di tanda tangani.

 

Semua berkas fisik itu nanti harus dikirim ke kantor sekretariat melalui Ekspedisi, mungkin kalau nggak pandemi Qila lagi ribet bolak-balik mengatur surat-surat tersebut.

 

“Suad selesai deh tinggal kirim besok” seru Qila ketika semua berkas sudah rapih dia susun.

Teman Baru

0 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata339

#Day12

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

Genre: Fiksi

 

Teman Baru

 

“Sudah selesai deh tinggal kirim besok” seru Qila ketika semua berkas sudah rapih dia susun.

 

Selesai di tahap ini bukan berarti semuanya selesai masih banyak yang harus di persiapkan Qila, tapi ini sudah terselesaikan satu-persatu.

 

Menjadi angkatan pertama yang mengalami perubahan sistem belajar di dunia perkuliahan memang enak nggak enak. Kaka tingkat mereka juga yang menjadi panitia untuk mengurus kegiatan di awal penerimaan mahasiswa baru juga belum memiliki persiapan yang matang, belum ada konsep yang pas untuk melaksanakan kegiatan yang biasanya di lakukan secara langsung di tempat dengan meriah dan banyak kegiatan kecil lainnya seperti perlombaan, ini harus dilakukan dari jarak yang jauh,di rumah aja, dan dalam jaring atau online.

 

Semua itu membutuhkan persiapan yang matang mengerjakan kegiatan secara online itu banyak yang harus dipersiapkan apalagi ini untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia.

 

“Seharusnya sekarang tuh lagi sibuk-sibuknya packing persiapan ke Jogja” keluhan tadi pagi yang Qila serukan setelah melaksanakan ibadah shalat subuh.

 

Tapi walaupun semuanya harus dilaksanakan secara online tidak semua sisi negatif kok, ada hal positif yang bisa di dapatkan. Salah satunya Qila yang sudah lama hidup di pondok pesantren jarang bertemu keluarga kini bisa berkumpul bersama keluarga setiap harinya. Suatu hal yang jarang didapatkan dulu ketika marah di pondok pesantren.

 

Bunyi notifikasi di hp saling bersamaan menjadikan banyak pesan yang masuk ketika Qila baru saja mengaktifkan kembali data seluler setelah semalam dimatikan.

Maba BKI 2020

0812789××××

Assalamualaikum semuanya yuk yuk kenalan yuk diem diem aja

0879467××××

Waalaikumsalam kuy kenalan

Perkenalkan gue Muhammad Faizin asal dari pati

 

Itulah pesan pertama yang Qila lihat di panel notifikasi, ternyata mereka sedang saling memperkenalkan dirinya masing-masing. Sebenarnya bukan nggak mau ikut nimbrung kedlaam obrolan hanya saja Qila memenangkan tipe orang yang males ikut nimvrung jika tidak di perlukan.

 

“Kalau aku gak ikut nimbrung nanti nggak enak terus nggak ada yang tahu aku lagi hehe” akhirnya Qila ikut nimbrung memperkenalkan diri dan asal daerah. Setelah itu Qila mulai menyimpan satu persatu nomor teman-teman barunya agar nanti kedepannya dia ngga ketuker dan bingung jika ada yang menchat terlebih dahulu.

Teman Baru (2)

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata405

#Day13

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

Genre: Fiksi

 

Teman Baru (2)

 

“Kalau aku gak ikut nimbrung nanti nggak enak terus nggak ada yang tahu aku lagi hehe” akhirnya Qila ikut nimbrung memperkenalkan diri dan asal daerah. Setelah itu Qila mulai menyimpan satu persatu nomor teman-teman barunya agar nanti kedepannya dia ngga ketuker dan bingung jika ada yang mencay terlebih dahulu.

 

Tidak lama setelah nimbrung percakapan di dalam, Qila mendapatkan chat dari nomor yang tidak dikenal entah itu dari teman barunya yang belum sempat di save atau dari nomor asking lain.

 

“Siapa yah ini yang chat, bismillah deh semoga bukan orang jahil,” ternyata isi pesanya menanyakan Qila tinggalnya di Bekasi sebelah mana, karena takut salah langkah sebelum membalas pesan tersebut Qila mengecek terlebih dahulu apakah nomor ini masih satu grup dengannya di grup Maba BKI atau tidak jika tidak mau diabaikan saja.

 

Di masa pandemi ini yang semuanya hampir sudah mulai dilakukan secara daring kita harus sellau waspada karena sekarang kejahatan bukan melalui fisik langsung seperti yang sudah banyak kejadian, tetapi sekarang kejahatan itu sudah mulai melekat ke dunia maya. Seperti penipuan-penipuan pinjaman online, dan penipuan lain melalui link-link yang di sebarkan, kita juga harus pandai dalam menjaga dokumen dokumen pribadi dan data yang penting seperti nomor hp yang memang sudah terdaftar dimana-mana, nomor KTP dan data penting lainnya.

 

Makanya ketika mendapatkan pesan dari nomor asing Qila langsung waspada takut salah langkah dan ujung-ujungnya terkena penipuan.

 

0897567×××

Assalamualaikum Auqila, perkenalkan aku Audina Ria panggil Ria aja hehe. Kita sama sama dari Bekasi loh aku di daerah perbatasan Karawangnya, kalau Qila dimana nya nih siapa tau bisa meetup hehe Setelah melihat isi pesan yang lengkapnya dan mengecek apakah dia berada dalam satu grup yang sama, Qila pun bisa bernapas dengan tenang dan membalasnya

Me

Waalaikumsalam ka Ria Haii salam kenal juga aku Auqila Azzahra, wah kita sama sama dari Bekasi yah ternyata tapi sayang dari rumahku jauh sekali ka aku di Kotanya kecamatan Rawalumbu.

0897567×××

Wah jauh banget yah ternyata gak bisa meet up dong, kamu masuk BKI lewat jalur apa nih aku lewat UMPTKIN

Me

Hehe sama dong ka aku juga UMPTKIN

 

Dari sana lah Qila dan ka Ria mulai sering saling kirim pesan dan menjalin pertemanan. Begitulah cara kami mencari teman di masa pandemi ini yang serba Daring jika tidak mulai duluan menchat yah kita tidak akan memiliki teman dekat. Walaupun hanya sebatas teman online tapi rasa persaudaraan kita alhamdulillah tetap terjalin. Wah betapa indahnya pertemanan online kalau kita bisa mensyukurinya hehe ...

Nge-Zoom Pertama kali

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata447

#Day14

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

QAbang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

Genre: Fiksi

 

Nge-Zoom Pertama kali

 

Menghadapi kondisi yang sebelumnya tidak pernah kita jalani bahkan tidak pernah terbayangkan seperti apa kondisinya, memang berat di awal karena tidak semua orang memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik. Ada beberapa orang yang memiliki kemampuan beradaptasinya lambat karena sangking nyaman nya dengan kondisi sebelumnya atau bahkan orang tersebut sulit keluar dari zona nyaman nya, ada juga yang cepat beradaptasi ketika di harapkan dengan kondisi baru, mereka yang memiliki kemampuan beradaptasi yang baik akan cepat menyesuaikan diri dengan kondisi barunya dan tidak akan diam saja mereka akan melakukan sesuatu hal agar lebih nyaman lagi.

 

Kondisi baru juga akan merubah semua kegiatan di dalamnya seperti sekarang ini, Qila harus berusaha sebaik mungkin menggali informasi mengenai cara-cara menggunakan aplikasi yang akan diselenggarakan dipakai dalam proses belajar mengajar ke depannya dan juga kegiatan lainnya.

 

Kemarin kakak tingkat Qila menginformasikan di dalam grup besar bahwa hari ini akan diadakan technical meetings untuk acara yang akan dilalui selama ospek nanti. Acaranya dilaksanakan pukul 8 pagi. Setelah semalam mendownload aplikasi zoom di laptop abi yang sekarang dipakai untuk sementara oleh Qila.

 

Kata abi, “ Pakai laptop yang ini dulu aja yah ka, nanti sebelum Qila berangkat ke Jogja abi usahakan Qila udah pegang laptop sendiri” lagipula Qila nggak menuntut harus ada sekarang laptopnya toh laptop abi yang sekarang aku pakai juga masih bagus dan cukup mendukung device nya.

 

Di masa pandemi ini banyak keluarga yang mengalami penurunan ekonomi keluarga mereka, bahkan ada yang terpaksa di phk dari pekerjaan karena perusahaan yang juga terkena dampak. Ketika abi belum bisa memberikan Qila laptop baru, Qila paham memang kondisi sekarang Serba bingung hehe.

 

Balik lagi ke technical meeting. Megoperasikan zoom sedikit susah juga ternyata, apalagi yang tidak bisa bahasa Inggris sama sekali karena hampir semua tulisannya menggunakan bahasa Inggris, untung aja Qila bisa sedikit-sedikit mah.

 

Tepat pukul 08.00 Qila log in ke aplikasi zoom menggunakan link zoom yang sudah di sebar kakak panitia setengah jam sebelum acara tadi. Kami di minta untuk mengganti nama kami di pengguna aplikasi sesuai dengan hang diperintahkan panitia. Awalnya bingung ini bagaimana cara gantinya karena tidak ada tulisan ganti nama. Setelah searching di Google cara mengganti nama di zoom akhirnya terganti juga namanya. Lagi-lagi kita yang harus usaha untuk bisa menyesuaikan diri karena ini bukan hal lama yang biasa kita lakukan tapi ini kebiasaan baru yang akan menjadi hal yang Alan kita lakukan setiap hari.

 

Technical meeting selesai pukul 12.00 cukup pegal juga duduk diam menghadap laptop selama hampir 4 jam lamanya. Banyak yang disampaikan oleh kakak panitia mengenai acara ospek yang akan di laksankan lusa, apa saja yang harus kami persiapkan.

 

“Tidak sabar menunggu esok lusa, semoga kedepannya di beri kemudahan,” seru Qila seraya merapihkan alat-alat yang tadi digunakan.

Ospek Online

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata333

#Day15

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

 

Ospek Online

 

“Tidak sabar menunggu esok lusa, semoga kedepannya di beri kemudahan,” seru Qila seraya merapihkan alat-alat yang tadi digunakan.

 

30 september 2020

 

Hari di mana seharusnya, Qila dan mahasiswa baru di universitas lainnya mengunjungi kampus untuk melaksanakan kegiatan ospek atau istilah yang biasa di gunakan di kampus Qila dengan sebutan PBAK (Pengenalan Budaya dan Akaremik Kampus), hari di mana seharusnya menjadi Pertemuan pertama dengan teman-temannya, melakukan kegiatan bersama-sama, mendengar teriakan kakak tingkat yang menjadi panitia, dan tertawa bersama-sama menjalankan ospek.

 

Semua itu sekarang hanya menjadi bayangan saja buat Qila, kenyataan nya sekarang dia sedang duduk rapih di depan laptop semenjak pukul 7 pagi tadi. Setelah semalam mempersiapkan keperluan ospek seperti memasang background warna cokelat muda sebagai background nanti di zoom, mencari pita merah putih, dan menyetrika baju yang akan digunakan.

 

Qila sudah melewatinya selama 1 jam pertama, memang agak bosen sih apalagi ini posisinya di kamar sendirian lagi, tidak ada yang bisa di ajak ngobrol. Selama ospek berlangsung kami mendapatkan tugas untuk mencatat apa saja yang di sampaikan oleh setiap pemateri yang nanti resume nya atau ringkasanya akan di kumpulkan melalui kakak penanggung jawab setelah ospeknya selesai sampai batas waktu jam 12 malam.

 

“Mau di tinggal sambil makan, nanti tugasnya gimana kalau aku nggak dengerin, tapi dengerin mulu juga kan bosen mabtengin laptop muku dari pagi” keluh Qila di saat sudah merasakan pegal di daerah pantatnya, bagaimana tidak pegal jika kita duduk terus.

 

Bukan hanya pegal badan saja tetapi juga peristiwa mata. Qila yang dari awal sudah menggunakan kacamata pun lumayan terganggu karena mungkin baru pertama kali melihat terus terus laptop selama berjam-jam.

 

Selama ospek berlangsung mamah tidak henti-hentinya bolak-balik ke kamar Qial sekedar menanyakan, “kurang nggak Qil makanya, sambil nyemil aja atuh nanti perutnya laper,” terharu sebenarnya melihat mamah yang snagat memperhatikan kondisiku selama ospek.

 

Sekitar pukul satu siang akhirnya ospek selesai, Qila memutuskan istirahat terlebih dahulu. Malam nya baru mengerjakan tugas. Ospek hari pertama selesai masih ada tugas hari lagi yang akan datang setelah itu Qila baru melaksanakan perkuliahan nya.

Sospem Online

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata366

#Day16  

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah    

 

Sospem Online  

 

Setelah dua hari melaksanakan pbak secara online hari ini Qila melaksanakan sospem atau sosialisasi pembelajaran yang dilaksanakan selama dua hari juga seperti pbak, hanya saja sekarang sistemnya di bagi perkelompok setiap prodi nya. Qila kebagian kelompok pertama dengan fasilitator atau guru pendamping ketua prodi dan dosen mata kuliah.

 

Ketika melaksanakan pbak kemarin kami diperintahkan menggunakan aplikasi video conference nya zoom, pada sospem kali ini kami juga diperintahkan memiliki aplikasi goggle meet sebagai media video conference nya sedangkan untuk pembelajarannya yang akan di gunakan untuk mengumpulkan tugas menggunakan goggle classroom.

 

Dua aplikasi yang baru Qila dengar ini sedikit membingungkan awal-awal menggunakannya bahkan teman teman yang lain juga ada yang kebingungan ketika masuk ke goggle classroom.

 

“Ini bagaimana cara masuk nya sihh, gagal mulu aku gak masuk-masuk”

 

“Itu loh tinggal klik aja link nya nanti juga langsung masuk ke aplikasinya tinggal pilih sebagai pelajar nanati juga bisa”

 

Begitulah, selama online gini kalau kita gak bawel dan nggak usaha yah bakal kebingungan. Dan kami hanya bisa mengandalkan media chat aja seperti tadi jika tidak tahu yah harus nanya ke temen temen yang lain. Sospem kali ini juga sama seperti pbak hanya saja kalau sekarang lebih menjelaskan pembelajaran yang meliput program studi saja tidak keseluruhan universitas. Lagi-lagi kami dituntut untuk duduk di depan laptop selama berjam-jam memperhatikan apa yang di sampaikan, cukup membuat bad mood juga apalagi jika semakin siang mata sudah lelah dan perut laper.

 

Ditambah semalam Qila baru selesai mengerjakan tugas pbak sekitar pukul 11 malam, acara yang dilakukan online membuat tugas yang biasanya diberikan panitia  lebih ringan karena dilakukan di tempat langsung yang sifatnya masih bisa ketawa ketawa walaupun capek, online ini panitia memberikan tugasnya selalu berhubungan dengan resume dan resume materi yang di sampaikan yang menuntut kami harus memperhatikan dan mengetik banyak kata yang harus dikumpulkan hati itu juga. Cukup lelah sebenarnya apalagi Qila jarang banget duduk di depan laptop berjam-jam jadi belum terbiasa aja dan kurang nyaman badanya.

 

Tapi alhamdulillah sedikit demi sedikit bisa dilalui jika dikerjakan tanpa mengeluarkan terus menerus semuanya akan terasa enteng dikerjakannya. Tak terasa sekarang saja sudah sospem besok terakhir dan lusanya, Qial sudah mulai perkuliahan untuk pertama kali.

 

“Sudah nggak sabar ihh mau kuliah hehe, bismillah semoga lancar.”      

Kuliah pertamanya online

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata350

#Day17

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

 

Kuliah pertamanya online Tidak terasa waktu terus berganti, hari silih berganti, bulan demi bulan terlewati. Perkuliahan di depan mata, perasaan baru kemarin Qila mengurus dokumen-dokumen yang di butuhkan ketika mendaftar UMPTKIN kala itu, belajar setiap malam, bahkan nangis-nangis karena memikirkan hasil akhir dari perjuangan untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

 

Perkuliahan untuk pertama kali tinggal menghitung menit, begitu antusiasnya Qila ketika mempersiapkan kebutuhannya, di mulai dari kertas yangbakan ia gunakan untuk mencatat, alat tulis yang akan di butuhkan, bahkan alat elektronik penunjang perkuliahannya seperti mouse laptop baru karena abi tidak menyediakan dan kurang leluasa jika harus menggunakan mouse di laptop langsung, flash disk, earphone, dan meja belajar.

 

Walaupun perkuliahan akan dilaksanakan secara online tetapi tidak menyurutkan semangat Qila dalam mempersiapkan keperluannya, bahkan sangking semangatnya Qila sampai sudah memiliki satu buah tas yang akan dia pakai nanti di saat perkuliahan sudah dilaksanakan secara normal kembali yaitu tatap muka langsung di kampus tercinta.

 

Senin, 5 oktober 2020

 

Menjadi hari dimana seorang Auqila Azzahra memulai perjuangan kembali dari awal di dalam dunia perkuliahan, ketika di nyatakan lulus menjadi salah satu mahasiswa di UIN Yogya itu bukanlah akhir dari semua perjuangan Alan tetapi menjadi awal dari perjuangan yang akan Qila hadapi.

 

Dunia perkuliahan memang tidak sekejam yang dipikirkan Qila diawal-awal, jika kita melewati nya dengan sungguh-sungguh mengerjakan semua tugas yang diberikan dosen, ikut serta aktif dalam ketika perkuliahan berlangsung dan mengasah kemampuan diri di luar perkuliahan, sehingga akan mendapatkan ilmu yang lebih luas lagi itu semua akan mudah di lewat.

 

Seminggu pertama di awal perkuliahan kami hanya membuat kontrak belajar saja dengan para dosen. Melalui online seperti ini membuat Qila bahkan teman yang lainnya tidak ada yang repot-repot harus dandan mempersiapkan diri, yang penting alasan rapih dan sopan untuk bawahannya tidak terlalu di penulisan karena yang akan nampak di layar zoom hanya kepala dan sedikit badan kita saja.

 

Akan tetapi itu semua tidak membuat Qila abai begitu saja dengan penampilannya, ia tetap berpakain rapih walaupun dnegan menggunakan kain sarung sebagai bawahannya.

 

Tidak apa yang penting sopan kan. Yang sekarang harus di persiapkan adalah mental dan semangat untuk kuliah karena kuliahnya online.

Mahasiswa plus mahasantri juga

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata363

#Day18

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

 

Mahasiswa plus Mahasantri juga

 

Tidak hanya berstatus sebagai seorang mahasiswa saja Qila juga berstatus sebagai seorang santri di salah satu pondok pesantren di Yogyakarta. Dulu saat mendaftar kuliah Qila sengaja meletakkan UIN Yogya dipilihan pertama bukan tanpa sebab karena pada saat itu keinginan melanjutkan pendidikan terutama Pendidikan agama di Yogyakarta menjadi pilihan yang Qila harapkan.

 

Sebelum hasil tes UMPTKIN di umumkan, Qila sudah resmi di terima di pondok pesantren Al-Munawwir, krapyak, Yogyakarta. Setelah mendapatkan kabar bahwa ia keterima, hari-hari selanjutnya dijalankan dengan kegalauan yang sangat, di satu sisi Qila sangat semangat dna bersyukur akhirnya bisa keterima di pondok pesantren yang di inginkan tetapi di satu sisi lain Qila bingung dan takut jika nanti hasil UMPTKIN nya bukan di Jogja melainkan di Kediri atau Salatiga.

 

Setelah pengumuman UMPTKIN dan mengetahui hasilnya betapa senangnya Qila akhirnya kegalauan terobati dan doa selama ini di kabulkan Allah. Walaupun harus merelakan jurusan yang diinginkan. Tetapi tidak apa-apa walaupun saat ini belum tahu apa hikmah di balik ini semoga secepatnya Qila bisa menemukannya.

 

Hanya berbeda beberapa hari saja dengan perkuliahan di mulai, kegiatan belajar mengajar di Madrasah juga di mulai, lagi-lagi karena pandemi Qila belum bisa pergi ke pondok karena harus ada beberapa persyaratan yang harus di penuhi jika ingin ke pondok dan Qila waktu itu belum bisa melengkapi semua persyaratan, sekalinya bisa memenuhi persyaratan kehabisan kuota pemberangkatan. Waktu itu baru barunya di terapkan PSBB oleh pemerintah ruang lingkungan kegiatan sosial yang di batas membuat setiap orang tidak bisa bebas keluar kemana-mana ada beberapa Kota dan jalan yang lockdown sehingga tidak bisa dilewati.

 

Akhirnya semua pembelajaran dilaksanakan secara online, rasanya aneh yang biasanya jika ngaji langsung berhadapan dengan ustadz atau ustadzah, ini menggunakan platform zoom atau g meet bahkan ada yang hanya menggunakan via WA saja, awal-awal Qila mengalami kesulitan ngaji secara online selain karena sinyal, keterbatasan pemahaman bahasa juga menjadi faktornya, Qila yang merupakan keturunan sunda dan besar di lingkungan sunda tidak paham dengan bahasa yang digunakan staf pengajar yaitu bahasa jawa kromo, mau bertanya juga susah karena di rumah juga tidak ada yang paham sedangkan nanya ke teman belum akrab, kita hanya sebatas teman online saja karena belum bertemu yang menyebabkan belum terjalin rasa Pertemanan pada umumnya.

Santri Online

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata352

#Day19

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

 

Santri Online

 

Lima hari setelah hari pertama pelaksanaan perkuliahan, pembelajaran di pondok pesantren juga sudah mulai aktif. Qila masuk ke dalam pondok disaat pendaftaran gelombang ke tiga menyebabkan ia belum melaksanakan Ujian untuk menentukan penentuan kelas Madrasah yang dilihat dari kemampuan masing-masing pribadi. Untuk sementara waktu sampai jadwal Ujian ada Qila dimasukan ke dalam kelas Idad atau kelas dasar terlebih dahulu.

 

Banyak sekali kitab kuning yang dikaji dimulai dari kitab yang membahas fiqih, tauhid, akhlak, nahwu, shorof, dan tajwid. Dikarenakan Qila untuk sementara waktu ditempatkan di kelas dasar terlebih dahulu, kitab yang dikajinya pun kitab yang tingkatannya masih dasar belum terlalu tinggi.

 

Waktu itu tanggal 10 oktober 2020 hari dimana Qila memulai pengajiannya di pondok pesantren. Pembelajarannya dilakukan setiap jam setengah delapan malam via goggle meet. Setengah jam sebelumnya kami sudah di berikan link goggle meet yabg akan di gunakan untuk pembelajaran. Tidak boleh sampai telat maksimal sebelum ustadz atau ustadzah nya sebelum masuk ruang meet kita sudah harus masuk jika sampai gurunya sudah masuk ruang meet kita belum masuk maka di hitungnya alfa.

 

Peraturan di pondok pesantren yang sekarang Qila tempati lebih ketat dibanding pesantren sebelumnya. Kita di tuntut untuk disiplin mematuhi semua peraturan jika tidak maka siap siap saja di kenakan denda. Rata-rata dendanya itu bukan hafalan atau bersih-bersih melainkan menggunakan uang, denger-denger dari mbak mbak yang sudah duluan mondok di sana katanya supaya jera dan supaya lebih simple aja menggunakan uang.

 

Setelah ustadz nya masuk kami memulai pembelajaran biasanya dengan terlebih dahulu membaca doa terua dilanjutkan dengan memaknai isi kitab. Qila uang biasanya memaknai kitab menggunakan bahasa sunda agak sedikit kesulitan ketika memaknainya menggunakan bahasa Jawa. Setelah itu baru dijelaskan isi kandungannya.

 

Berbeda sekali suasana ketika ngaji secara langsung di tempat dengan ngaji secara online ini. Kita bener-bener diuji kesabarannya karena tidak setiap hari sinyal bagus dan kuota yang memadai. Selain itu ngaji secara online juga kurang paham dalam menangkap apa yang dijelaskan karena fokus kita terkadang bukan hanya ke suara ustadz nya saja tapi kadang-kadang suka membuka aplikasi lain.

 

Tidak kepikiran dan terbayangkan sebelumnya akan ngaji secara online seperti ini, tetapi Qila harus menghadapinya karena ini sudah pilihannya.

Ada aja gangguanya

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata328

#Day20

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

 

Ada aja gangguannya

 

Tidak kepikiran dan terbayangkan sebelumnya akan ngaji secara online seperti ini, tetapi Qila harus menghadapinya karena ini sudah pilihannya. Walaupun di awal tidak mengira akan seperti ini, tetapi ini pilihan Qila untuk melanjutkan pendidikanya di tahun sekarang. Apapun kondisinya yah harus di terima.

 

Tidak terasa sudah sebulan lebih lamanya Qila melakukan perkuliahan dari rumah saja secara online. Selama itu banyak sekali gangguan yang di terima ketika melaksanakan perkuliahan secara daring.

 

Perkuliahan secara daring ini membutuhkan perhatian lebih dari kita sebagai mahasiswa, abai saja sedikit, tidak mau berusaha atau bahkan pasrah kepada bantuan teman. Kita akan mengalami kesulitan, dan menghadai beberapa gangguan lainnya.

 

Qila juga sudah mengalami beberapa kendala ketika perkuliahan, ada yang sampe mmebuat Qila kuwalahan menggadapinya. Waktu itu mata jawal mata Kuliah pengantar psikologi, mata kuliah yang mempelajari mengenai dasar dasar psikologi umum itu. Di awal perkuliahan tidak ada tanda-tanda akan mengalami ganguan sama sekali karena dari awal masuk ke dalam ruang meet semua lancar.

 

Sampai di pertengahan ketika dosen sedang menanyakan satu persatu mahasiswanya mengenai moto hidup, dan ketika bagian Qila yang ditujukan. “Silahkan Auqila Azzahra, apa moto hidup kamu?” Qila yang saat itu sudah siap pun mengklik tombol voice untuk menyalahkan audio nya, tetapi ketika mengklik tombol tersebut tidak berfungsi suara Qula tidak keluar, karena sangking paniknya tanpa di sengaja Qila bukannya mengklik audio lagi tetapi ia mengklik mengakhirkan meet yang otomatis langsung meninggalkan ruang meet.

 

Saat itu juga Qila langsung buru-buru masuk kembali kedalam ruang meet. “Aduh kenapa sampai salah klik sih, nanti kalau dikira kabur gara gara nggak mau jawab gimana nih sama dosenya.”

 

Sudah menjadi hal yang tidak aneh di perkuliahan Daring mereka yang takut dengan pertanyaan dosen menggunakan seribu alasan ketika dosen mengajukan pertanyaan salah satunya yang di alami Qila itu, yang tiba-tiba keluar ruang dengan alasan susah sinyal atau sinyal jelek.

 

Jika sudah menyangkut sinyal dosen juga bingung tidak bisa menyalahkan karena memang tidak semua orang memiliki sinyal dalam keadaan baik dan lancar. Ada aja yah gangguanyaa.

Gangguan lainnya

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata370

#Day21

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

 

Gangguan lainnya

 

Jika sudah menyangkut sinyal dosen juga bingung tidak bisa menyalahkan karena memang tidak semua orang memiliki sinyal dalam keadaan baik dan lancar. Ada aja gangguannya.

 

Begitulah kuliah online, itu baru satu dari salah satu gangguan lainnya. Qila pernah mengalami gangguan yang lain. Waktu itu mata kuliah psikologi dakwah, mata kuliah yang mempelajari dinamika perilaku atau tingkah laku seseorang setelah mendapatkan dakwah dari seorang pendakwah. Mata Kuliah ini diampu langsung oleh Ketua program studi.

 

Pada pertemuan ke lima materi yang disampaikan itu sangat penting dan di akhir nanti akan diadakan semacam kuis. Seperti biasa di awal awal perkuliahan berjalan dengan baik, tiba-tiba di pertengahan di rumah mati kampus yang menyebabkan hubungan wifi juga terputus yang membuat secara langsung aku terlempar dari ruang zoom, karena tidak adanya internet yang terhubung. Selama di rumah Qila menggunakan wifi yang abi pasang semenjak semua kegiatan dilakukan secara daring yang membutuhkan kuota internet.

 

Semenjak itu hp Qila jarang memiliki kuota internet hanya pulsa biasa saja. Setelah terlempar dari ruang zoom dna baru sadar kalau tidak memiliki kuota di hp, Qila diserang rasa panik.

“Lupa Kan nggak punya kuota gimana mau log in lagi,” Setelah bertanya ke mamah apakah mati lampunya akan lama atau tidak, mamah hanya menjawab, “Nggak tau Qil mamah juga, Hotspot aja make hp kamu.”

 

Dirasa tidak memiliki harapan dari wifi dan hp, akhirnya Qila meminta Hotspot ke kaka, “kaka Qila minta hotspot yah ini lagi ngezoom malah kelempar nggak punya punya paket data” teriaknya yang diakhirir kekehen ringan karena malu ketahuan ngga punya kuota internet.

 

“Iya sok aja sambungin udah aku nyalahin hotspotnya” seru kaka Qila dari kamar sebelah.

 

“oke ka terima kasih, udah kesambung kok” Qila pun langsung buru-buru log in kembali kedalam zoom, dan Qial pun berhasil log in setelah hampir lima belas menit mencari jalan keluar dari permasalahan mati dan tidak memiliki paketan data.

 

Tetapi sayangnya setelah berhasil log in, perkuliahan sudah mau selesai dan kuis akan segera di mulai Qila yang kelabakan karena tidak mengikuti materi yang terakhir pun hanya bisa pasrah di saat mengerjakan kuisnya.

 

Setelah kejadian tersebut Qila selalu mengisi hp nya kuota internet walaupun tidak banyak seperti biasanya untuk berjaga-jaga saja jika mati lampu lagi tidak mau kejadian seperti sekarang terulang kembali, soalnya merugikan.

Teman virtual vs teman nyata

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata319

#Day22

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

 

Teman virtual vs Teman nyata

 

Sudah berbulan-bulan lamanya Qila menjalankan aktivitasnya yang hampir semuanya dilakukan secara online selama pandemi ini. Walaupun berat diawal-awal melakukannya kesini-sini karena sudah terbiasa menjadi sedikit ringan walaupun beberapa masih mengalami kendala di saat melaksanakannya.

 

Di mulai ngaji sampai kuliah dilaksanakan secara online. Qila yang pada dasarnya jarang berinteraksi dengan orang lain di lingkungan rumahnya semenjak mondok di tambah kondisi sekarang yang melarang masyarakat untuk berbaur dulu dengan orang banyak membuat Qila yang sedikit punya temen di lingkungan rumah semakin sedikit saja tidak ada perubahan samaa sekali dari sisi sosialnya. Hampir semua temannya berada di daerah yang jauh dari daerah rumah Qila, teman yang dirumah hanya teman semata SD saja yang sudah jarang sekali berkomunikasi dan berinterkasi satu sama lain.

 

Selama perkuliahan baik itu di awal sampai sekarang juga Qila belum memiliki teman yang bisa dikatakan teman dekat atau sahabat sekalian. Interaksi yang dilakukan secara online membuat Qila kesusahan menjalin tali pertemanan diantara teman-temannya dibangku perkuliahan. Secara langsung saja terkadang kita kesulitan untuk membangun hubungan pertemanan yang sehat seberapa lama kita mengenal temna kita terkadang masih ada beberapa hal yang kita nggak tau tentang teman kita.

 

Apalagi dengan menjalin pertemanan secara virtual ini kami hanya bertemu secara tetap muka di saat perkuliahan atau pengajian saja melalui zoom selain itu hanya melalui chat saja ketika mengobrol. Qila sendiri jarang melakukan video call atau telepon biasa untuk sekedar mengobrol biasa saja biasanya hanya karena tugas saja agar lebih jelas apa yang disampaikan.

 

Berinterkasi yang hanya menggunakan chat saja membuat orang lain gampang untuk tidak menonjolkan sifat aslinya, mereka hanya bersikap yang baik saja dan mengusahakan yang terbaik walaupun nggak sedikit yang menunjukkan sikap jeleknya. Teman nyata saja bisa menipu kita dan kita juga belum tentu yang sering bertemu bisa mengenal secara dalam, apalagi yang secara virtual. Ini yang membuat Qila sedikit kesusahan untuk berinteraksi karena kami hanya bisa melakukannya secara online saja dna bingung harus bersikap bagaimana.

Seharusnya seru sih

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata363

#Day23

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis

 

Seharusnya seru sih

 

Teman memiliki andil dalam kehidupan temannya, teman yang baik dan membawa kebaikan akan menular kepada temannya yang lain, sedangkan teman yang kurang baik akan mengiring temannya kepada jalan yang tidak baik juga. Biasanya ketika teman kita memiliki perangai kurang baik kita lebih mudah mengikuti jalan mereka, karena yang tidak baik itu biasanya akan lebih ringan diikutinya sebaliknya teman yang membawa kebaikan akan terasa berat untuk kita mengikuti kebiasaan mereka.

 

Dari sanalah Qila mulai memikirkan jalannya agar dalam kondisi seperti ini ia mampu menjalin komunikasi dengan teman-temannya, dan membangun relasi lebih jauh lagi. Qila pun memutuskan untuk mengikuti salah satu organisasi di kampusnya, walaupun hanya lingkup fakultas saja. Qila berharap dengan mengikuti organisasi menjadi perantara Qila memiliki teman yang mendukung dalam proses dan memiliki relasi lagi. Pandemi sekarang ini yang semua Serba dibatasi dalam bersosialisasi, membuta Qila harus keluar dari zona nyaman, karena jika mengharapkan saja dari teman dilingkup kelas tidak akan ada perubahan setidaknya itulah yang Qila rasakan selama awal-awal pandemi.

 

Pilihan Qila jatuh kepada BOM F atau Badan Otonom Mahasiswa dilingkup Fakuktas Mitra Ummah, organisasi yang bergerak di bidang sosial dan konseling yang menjadi pilihan Qila. Dirasa mitra ummah organisasi yang pas untuk mengasah kemampuan konseling Qila yang notabenya mahasiswa konseling selain itu juga dapat menambah relasi.

 

Setelah melakukan pendaftaran dan memenuhi semua persyaratan, hari ini Qila akan melaksanakan kegiatan PKTD atau pelatihan konselor tingkat dasar dalam rangka memutuskan apakah diterima atau tidak di Mitra Ummah. Acaranya akan dilaksanakan selama dua hari dari pagi sampai sore, seperti biasa kegiatannya akan dilaksanakan secara daring karena kondisi sekarang semakin parah penyebaran Covid 19 lagi banyak-banyaknya membuat panitia memilih untuk melaksanakannya secara online saja, hanya panitia saja yang melaksanakannya secara offline.

 

Sebenarnya Qila sangat berharap kegiatan kali ini diadakan secara offline saja bukan online. Dipikirin Qila nanti kalau acaranya diadakan offline pasti akan seru banget akan banyak game dan kegiatan lainnya yang seru. Kalau dilaksanakan secara online sudah ketebak akan seperti apa nanti kegiatannya berlangsung paling juga tidak akan jauh dari duduk di depan laptop selama berjam-jam dan dikasih tugas yang tidak jauh juga dari meresume materi. Kita lihat saja nanti bagaimana kegiatannya, Qila jamin bakal sedikit bosen, yah hanya sedikit huh.

Di balik layar

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata476

#Day24

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis

 

Di balik layar

 

Acara PKTD kemarin berhasil Qila lalui, kemarin sore tepat pukul 16.00 Semua kegiatan telah usia dilaksanakan. Selama kegiatan berlangsung di mulai dari pembukaan, sambutan, pemaparan materi yang lumayan banyak, sampai kepada penutupan Qila lalui dengan mempertahankan semangat yang terus turun seiring berjalannya waktu.

 

Bagaimana tidak merosot semangatnya selama kegiatan. Kegiatan yang dilakukan di balik layar laptop, membuat Qila bosen setengah mati, terlebih di saat penyampaian materi yang membutuhkan fokus yang sangat agar apa yang di sampaikan penateri dapat dipahami hanya di jam pertama saja semangatnya masih full karena baik fisik maupun psikis nya masih seger, ketika menjelang siang semuanya ambyar. Sudah tidak sesemangat di awal kegiatan, menatap layar laptop terlalu lama dapat membuat mata lebih cepat lelah dan badan pegal-pegal karena duduk terlalu lalama. Itulah yang dirasakan Qila kemarin selama dua hari kemarin hanya di awal saja semangat sisanya hanya mendengarkan saja tanpa benar benar fokus.

 

Sebenarnya bukan hanya di kegiatan PKTD kemarin saja, hampir semua kegiatan yang dilakukan Qila secara online baik itu di saat perkuliahan, mengikuti seminar ataupun webinar, kegiatan organisasi lainnya, bahkan di saat mengaji juga untuk mempertahankan semangat itu agak susah. Rasa semangat hanya di awal-awal saja jika sudah lelah dan merasa sangat capek semua itu hanya di dengarkan saja, kamera yang tidak dinyalakan bahkan sampai rebahan mendengarkan, waktu itu sampai pernah di tinggal tidur sangking bosenya.

 

Inilah sisi negatifnya kegiatan yang diadakan secara daring tidak semua orang serius melaksanakan kegiatan tersebut ada yang hanya karena paksaan saja ikut dan hanya karena kewajiban saja. Padahal di saat kegiatan berlangsung tidak sedikit yang suka meninggalkan laptop atau handphone nya ketika zoom atau g meet sedang berlangsung. Ketika tiba-tiba di tunjuk atau di tanya oleh dosen di saat perkuliahan atau oleh pemateri disaat kegiatan lain dan tidak mampu menjawab karena tidak paham dari awal langsung pura pura susah sinyal atau dengan alasan baru memiliki kuota.

 

“Maaf bapak sinyal saya jelek dari tadi disini suara bapak tidak jelas”

 

“Maaf pak saya baru join tadi soalnya batu beli kuota”

 

Dan masih banyak alasan lain yang biasanya dilakukan ketika keadaan seperti di atas. Qila juga pernah mengalaminya, waktu itu di saat mengaji tiba-tiba Qila di tunjuk untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan ustadzah, saat itu posisi Qila sedang tidak mendengarkan dikarenakan tidak paham dari awal membuat males dan bingung juga jadinya lebih memiliki mengobrol dengan temna bahkan memainkan hp. Saat itu juga Qila kelabakan dan memilih berdalih

 

“Maaf ibu tadi agak kurang jelas bisa di sebutkan lagi pertanyaanya?” Padahal itu hanya sebagai alasan untuk menanyakan apa yang tadi ibunya tanya karena tadi tidak mendengarkan. Di saat itu juga setelah mendapatkan jawaban dari ibunya Qila langsung beraksi mencari jawabnya ke mbah google.

 

“Aduh apalagi ini jawabnya cari ajalah di mbah goggle nanti di tambahain pakai kata kata sendiri” begitulah jadinya tetapi tetap saja Qila pernah meraskanya kembali karena seperti itu dibalik layar ketika kegiatan online berlangsung.

UAS online

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata329

#Day25

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

 

UAS online

 

“Aduh apalagi ini jawabnya cari ajalah di mbah goggle nanti di tambahain pakai kata kata sendiri” begitulah jadinya tetapi tetap saja Qila pernah meraskanya kembali karena seperti itu dibalik layar ketika kegiatan online berlangsung.

 

Begitulah kami ketika kuliah ataupun ngaji online pasti ketika ditanya oleh dosen ataupun ustadzah jika tidak tahu yah pelarianyya ke mbah goggle, mau tanya temen juga kelamaan nunggu di bales chatnya karena kami tidak satu ruang beda hal jika kuliah di tempat kami bisa langsung bertanya ke teman yang duduk disebelah. Kalau online kaya gini yah ke mbah goggle.

 

Bukan hanya ketika kuliah berlangsung saja, kegiatan yang dilaksanakan secara online membuat kami tidak mendapatkan pengawasan yang ketat dalam belajar karena di tempat hanya ada kami saja, Qila juga jika sedang kuliah hanya sendiri di kamar tanpa ada siapapun. Sehingga membuat Qila ketika sedang ujian baik itu tengah semester atau akhir semester dengan bebas membuka file atau melihat buku untuk melihat jawaban atau mencari jawaban lain yang tidak ada di catatan ke mbah goggle tinggal kata katanya di ganti menggunakan kata kata sendiri yang lebih santai jadi tidak kelihatan boleh copy paste dari goggle.

 

Semenjak online juga dosen dalam memberikan tugas juga tidak nanggung-nanggung kami selalu diberi tugas yang bisa dikatakan cukup menyita waktu, seperti sekarang Qila harus berjuang membuat video presentasi menjelaskan salah satu tekhnik yang biasa di gunakan dalam proses konseling yang sebelumnya itu sudah di bentuk menjadi makalah.

 

Betapa susahnya membuat video presentasi, Qila harus mencari tempat yang tidak berisik karena jika berisik sediki saja akan masuk kedalam rekaman. Betapa kesalnya Qila di saat sednaga mereka dan sudah banyak kata kata yang terekam, suara tukang es lewat ikut serta masuk kedalam video tidak hanya itu di akhir video juga masuk suara orang yang sedang bekerja memotong kayu untuk membetulkan rumahnya.

 

“Ya Allah greget banget sama tukang esnya jadi kaya backsound ini suaranya nggak estetika banget deh ahh" keluh Qila di saat memutar ulang video yang entah sudah berapa kali mencoba merekam.

Tugas Video

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata371

#Day26

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabilah

Tugas video

 

“Ya Allah greget banget sama tukang esnya jadi kaya backsound ini suaranya nggak estetika banget deh ahh" keluh Qila di saat memutar ulang video yang entah sudah berapa kali mencoba merekam. Karena merasa tempat dan kondisi yang belum mendukung untuk merekam suara, akhirnya Qila memutuskan untuk merecord nya nanti malam saja siapa tau nanti bisa berdamai.

 

Tapi apa daya kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan saja dan berandai-andai. Sedangkan takdir sendiri sudah Allah tentukan sekuat-kuat dan sehebat apapun kita merencanakan jika Allah belum menakdirkan kita untuk mendapatkan apa yang di rencanakan yah tetap saja itu semua hanya akan menjadi sebuah rencana dan ekspestasi belaka.

 

Seperti sekarang ini setelah Qila selesai melaksanakan ngaji online dan makan malam niatnya yang mau melanjutkan merekam untuk video dengan suasana yang tenang dan damai ternyata hanya sekedar andaian semata saja. Realitanya gang di kampung Qila yang menjadi tempat masuk dna keluar seseorang yang awalnya terdapat dua gang, malam ini entah karena apa salah satu gangnya di tutup dan yang menjadi salah satu akses yang hanya bisa di pakai masuk kedalam perkampungan hanya gang yang deket dengan rumah Qila, membuat malam itu yang biasanya sunlight di sekitar jam 10 malam ke atas kini sangat berisik lalu lalang motor yang di dominasi mereka yang baru pulang kerja.

 

Betapa kesalnya Qila malam itu di tambah mata yang semakin mengantuk membuat Qila tanpa sadar meneteskan air mata, yang lama kelamaan semakin deras mengalir dari pipinya yang sudah merah menahan kesal.

 

“Kesel banget kenapa bisa pas Qila bikin video sih berisiknya biasanya juga sepi sepi aja, kapan beresnya ya Allah besok udah deadline” keluh Qila di saat sedikit demi sedikit merasakan kelegaan setelah menangis. Besok pukul 10 pagi videonya sudah harus dikirim sedangkan sampai jam segini belum beres juga itulah yang membuat Qila sangat kesal.

 

Setelah tenang Qila pun melanjutkan membuat video walaupun dengan kondisi masih banyak motor yang lalu lalang dan menimbulkan bunyi dari deru deru motor tersebut. Tidak ada pilihan lain yang penting apa yang Qila sampaikan bisa didengar dengan baik dan jelas.

 

Tepat pukul 1 dini hari videonya sudah jadi walaupun belum di edit. Qila pun memutuskan untuk mengeditnya setelah melaksanakan shalat subuh dan saat itu juga Qila memberatkan perlengkapan yang di pakai dan segera terlelap.

Akhirnya ke Jogja

0 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata328

#Day27

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

 

Akhirnya ke Jogja

 

Tidak terasa sudah hampir satu tahun lamanya Qila menjalani kehidupan sehari-hari nya selama pandemi ini hanya dari rumah saja. Sudah dua semester di lalui yang hanya di laksanakan melalui daring saja.

 

Di pondok juga sekarang Qila sudah menaiki kelas ke jenjang berikutnya. Tidak terasa sekali sebenarnya dalam arti apa yang di dapatkan, belum terbiasa melakukan pembelajaran tanpa tetap muka sehingga sampai sekarang belum menemukan strategi yang tepat dalam proses pembelajaran belum nemu yang klop dengan diri ini menyesuaikan keadaan. Kalau yang di tanya kondisi yah pasti jawabnya kerasa banget, kerasa sudah mulai jenuhnya.

 

Setelah menunggu hampir satu tahun akhirnya Qila mendapatkan jatah keberangkatan ke pondok juga. Kemarin tidak lama setelah melewati masa masa lebaran. Qila mendapatkan informasi jadwal pemberangkatan dan nama Qila menjadi salah satu nama di antara nama nama lain yang terdaftar di dalam jadwal keberangkatan di kloter pertama.

 

Betapa senangnya Qila di saat melihat informasi tersebut, akhirnya yang di inginkan sedari lama tercapai juga. “Abi, Qila ada informasi buat abi,” kata Qila saat itu ketika sedang menonron TV bersama yang lain, “Kabar apa Qil serius amat kayanya.” Qila pun dengan hati setengah gembira dan setengah khawatir pun menjelaskan kepada abinya yang sedang asyik menonton acara kesukaannya yang sedang tayang di televisi.

 

“Ini Qila dapet informasi di grup dari pengurus pondok bi, jadwal pemberangkatan ke pondok masih lumayan lama sih, semingguan lagi tapi kalau mau di undur juga oleh konfirmasi lagi aja cuman harus jelas alasanya apa, jadi gimana bi?” Qila menanyakan hal itu di akhir kalimatnya karena memikirkan masalah biaya yang pasti akan membutuhkan biaya yang besar untuk ke Jogjakarta.

 

“Ya sudah atuh alhamdulillah kan katanya mau ke Jogja Qila, siapin dari sekarang apa saja yang di butuhkan nanati bilang ke mamah biar abi kasih uangnya jangan sampai ada yang kurang tapi dari sekarang yah biar abi bisa mempersiapkan” Jawaban yang abi berikan membuat Qila bisa merasakan lega luar biasa. Akhirnya ke Jogja juga.

 

“Jogja tunggu Qila yahh” ahh rasanya sudah tidak sabar

Akhirnya ke Jogja (2)

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata418

#Day28

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

 

Akhirnya ke Jogja (2)

 

“Jogja tunggu Qila yahh” ahh rasanya sudah tidak sabar. Sabtu, 5 Juni 2021 Malam minggu pada tanggal tersebut menjadi langkah awal Qila menuju kota yang akan menjadi Saksi bisu Qila dalam menempuh dunia pendidikanya. Setelah isya tadi Qila sekeluarga berangkat menuju kota Yogyakarta, dimana sebelim nyari ini Qila sudah mengunjungi satu persatu paman dan bibi dari garis keturunan kelurahan abi.

 

Menjadi salah satu keponakan dan cucu yang memutuskan melanjutkan pendidikan ke luar Jawa membuat beberapa saudara Qila semangat sekali ingin ikut serta mengantarkan Qila ke pondok. Tapi sayang karena kondisi dan peraturan dari pondok yang tidak mengizinkan selain keluarga inti saja yang mengantarkan. Lagi pula hanya diberi waktu tidak lebih dari 10 menit ketika sudah sampai di pondok, orang tua sudah harus meninggalkan lingkungan pondok pesantren.

 

Di kondisi seperti ini hampir semua pondok pesantren mengketatkan peraturan yang sebelum memang sudah ketat. Qila juga nanti belum di perbolehkan untuk keluar wilayah pondok jika sudah di sana. Perjalanan antara Bekasi ke Jogjakarta cukup menghabiskan waktu yang lama. Walaupun hanya menjadi penumpang saja duduk manis duduk di bangku bagian belakang karena di depan di isi oleh Abi dan adik Qila sedangkan posisi di samping adik abi yang pada saat itu menjadi super di isi oleh kakek Qila yang menginginkan ikut mengantarkan cucunya berangkat pondok pesantren.

 

Perjalanan malam memang agak terasa lebih dingin dibanding berangkat pagi atau siang ditambah susu dari ac membuat Qila merasakan dingin yang sangat bukan karena norak atau apa, tapi karena Qila yang memang tidak terlalu cocok dengan dingin ac. Badan pun terasa sangat pegal di tambah kondisi yang harus menggunakan masker walaupun di dalam mobil semakin membuat Qila tidak nyaman selama di perjalanan.

 

Sekitar pukul 3 pagi Qila dan sekeluarga sampai ke penginapan. Mereka sengaja memilih menginap terlebih dahulu dikarenakan jadwal pemberangkatan Qila sekitar pukul 10.30 dan sekalian mengistirahatkan tubuh setelah menempuh perjalanan yang cukup sangat melelahkan terlebih paman yang menyebar mobil dari Bekasi ke Jogja non stop pasti sangat lelah. Pukul 10.30 setelah selesai membersihkan diri Qila sekeluarga berangkat menuju pondok pesantren yang ternyata letaknya tidak jauh dari posisi hotel tempat Qila menginap semalam.

 

Hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai ke titik tujuan setelah abi menyelesaikan data data yang dibutuhkan dan menemui pengurus untuk berbincang beberapa hal yang Qila sendiri kurang tahu. Abi dan mamah di persilahkan untuk meninggalkan kawasan pondok sedangkan Qula sendiri menuju kamar mandi untuk mengganti baju.

 

Setelah itu Qila tidak langsung ke kamar gang akan menjadi kamar nya kelak tetapi Qila harus menjalankan karantina selma kurang lebih 2 mingguan.

Karantina day

1 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata328

#Day29

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

 

Karantina days

 

Setelah itu Qila tidak langsung ke kamar yang akan menjadi kamar nya kelak tetapi Qila harus menjalankan karantina selama kurang lebih 2 mingguan.

 

Sesampainya di lantai tiga gedung asrama yang tadi telah di tunjukkan oleh pengurus letaknya dimana. Qila memandang sekitarnya, pikirannya menerawang kemana-mana membayangkan kehidupannya kedepan akan seperti apa.

 

“ahh bismillah deh semoga bisa, aduh ini kamarnya yang mana yah pintunya ada dua mana capek banget lagi ngangkat barang sendirian sebanyak ini.” Suara nafas yang masih belum teratur itu menandakan Qila masih berusaha menetralkan degup jantungnya setelah mengangkat barangnya  dari lantai satu sendirian. Setelah mandi dan sampai ke gedung barang barang Qila sudah selesai di netralisasikan, tinggal di angkut sendiri.

 

Qila pun memutuskan untuk menanyakan kabarnya di Sebelah mana ke pengurus. Setelah mendapatkan balasan Qila pun membuka salah satu pintunya, kata pengurus kamar itu yang di lantai tiga satu bangunan hanya saja memiliki dua pintu.

 

Benar pasti di buka kamarnya besar dan ada dua pintu masuk yang sama sama menuju kamar tersebut. Kamarnya masih kosong Qila orang pertama yang datang di kamar tersebut setelah membersihkan kamarnya yang agak sedikit berdebu Qila memilih kasur dan batal yang sudah disediakan di dalam beserta sarung bantalnya. Karena ini masih karantina bukan di kamar aslinya Qila belum mendapatkan lemari jadinya barang barangnya masih di dalam kerdus dan di tas.

 

Karena bosen dan bingung mau mengerjakan apa Qila memutuskan untuk tidur mengistirahatkan badanya, tadi di saat di hotel Qila hanya tidur tiduran saja. Mau terlelap ada rasa tidak rela melewati melihat wajah mamah dan abi.

 

Setengah jam mengistirahatkan badan cukup membuat Qila sedikit fresh dari sebelumnya. Setelah Qila mengecek hp ternyata ada pengumuman bahwa karantina hanya akan dilaksanakan selama 3 hari setelah melakukan genouse jika hasil nya negatif akan diperbolehkan ke kamar jika hasilnya positif maka akan di tambah selama 14 hari atau dua minggu.

 

Mendengar kabar itu Qila mengucapkan syukur semoga aja bisa cepet cepet selesai karantinanya. Sambil menunggu yang lain datang Qila memutuskan untuk memainkan ponselnya membangun jenuh.

Setelah tiga hari

0 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch41

#Kelompok3

#PenaImajinasi

#JumlahKata369

#Day30

 

Judul: Semua Serba Daring

Penulis: Azzahra Aulia Muharram

PJ: Ardianto Putra

Abang Jaga: M Jazuli

Ketua Kelompok: Balqis Nabillah

 

Setelah tiga hari

 

Mendengar kabar itu Qila mengucapkan syukur semoga aja bisa cepet cepet selesai karantinanya. Sambil menunggu yang lain datang Qila memutuskan untuk memainkan ponselnya membangun jenuh.

 

Setelah bosen menscroall hp melihat postingan orang lain di media sosial Qila memutuskan kebawa mengambil Pesanan makanan yang tadi di pesankan pengurus. Maklum masih baru belum tahu alam persis daerah pondok untuk memesan makanan jadinya di pesankan.

 

Di saat menuruni tangga Qila berpapasan dengan seseorang yang sepertinya baru datang juga. Qila hanya tersenyum saja ketika berpapasan dan melanjutkan menuruni tangga ke bawah mengambil makanan. Setelah kembali ke atas ternyata orang yang tadi berpapasan dengannya salah satu orang yang menjadi penghuni lantai tiga bersama Qila.

 

Di lantai tiga memang sudah terdapat 4 buah kasur baru yang kemungkinan akan di isi oleh empat orang. Satu sudah di isi oleh Qila dan satunya oleh orang yang baru datang berarti ada dua orang lagi yang akan datang.

 

“Halo, Assalamu’alaikum salam kenal aku Ria dari Bekasi” Sapa orang yang tadi aku tempi di tangga ketika Qila baru menapaki kakinya di depan pintu yang memang kebetulan sedang berpapasan. “ Hai, Wa’alaikumsalam salam kenal juga aku Qila, kita sama hehe dari Bekasi.” balasku ke kakak Ria. Setelah berkenalan lebih jauh, aku memutuskan memanggil dengan sebutan kakak ternyata dia lebih tuda 2 tahun dari Qila, dan karena sama-sama dari Bekasi membuat kita dengan mudah beradaptasi karena merasa ada teman satu daerah.

 

Ketika kita merantau dan menemukan orang yang sama sama satu daerah itu rasanya seneng karena kita merasa punya temen. Dari situ mengalir obrolan kemana-mana membahas apa saja sembari menikmati makan siang. Menjelang sore bertambah lagi anggotanya sebanyak 2 orang kami di kamar jadi berempat, dan ternyata kami semua sama sama berasal dari Jawa Barat membuat Qila menjadi langsung akrab dengan teman barunya.

 

Sangking cepat akrabnya membuat tiga hari karantina tidak terasa, kami semua yang berada di gedung baik lantai 1, 2 dan 3 melakukan tes genouse. Tetapi yang namanya Pertemuan pasti ada perpisahan, qodarullah yang lulus dan hasil nya bagus hanya aku dan Ka Ria saja sedangkan dua teman Qila yang lain harus menjalankan karantina selama 14 hari dikarenakan hasilnya kurang bagus.

 

Siang itu juga Qila dan ka Ria membereskan barang dan pergi ke kamar yang sudah diinformasikan pengurus.

Mungkin saja kamu suka

Annisa Putri Ze...
Hallo Gema
Zihan Fardha
Cedrica
Dimas Ardiansya...
lumba-lumba
Ar_Nanta
.
Bety Herlin
Rindu itu masih ada
Riska Mawarni
TOGETHER FOREVER

Home

Baca Yuk

Tulis

Beli Yuk

Profil