Loading
2

0

1

Genre : Romance
Penulis : Norma Irnawati
Bab : 2
Pembaca : 1
Nama : Norma Irnawati
Buku : 1

Langit Mentari

Sinopsis

Mentari Maida Heryawan seorang gadis sederhana yang mandiri dan pantang menyerah. Dengan prsestasi yang ia miliki mampu membawanya pada kesuksesan yang sangat luar biasa. sahabat adalah segalanya untuknya. Rela menepis rasa yang dimiliki demi atas nama persahabatan yang ia jaga bertahun lamanya. Langit Virendra Adinata adalah pria yang mendapat gelar terbaik didalam hidup Mentari yaitu sahabat. Meski rasa yang dimiliki Langit lebih dari seorang sahabat, namun langit memilih memilikinya dalam diam. Hingga pada suatu hari keadaan itu berubah. seharusnya Langit adalah orang pertama yang menjadi penolongnya, namun ternyata tidak demikian. Langit hanya terlambat datang, tetapi takdir telah merubah semunya. Penyesalan sudah pasti ada, namun apakah semua akan berhenti dititik ini? Bagaimana Mentari dan Langit mempertahankan nama Persahabatan yang telah mereka pertahankan sekian tahun lamanya? Apakah ternyata takdir dapat mengalahkan dinding pertahanan mereka? Kita ikuti kisah perjalanan cinta Langit dan Mentari.......
Tags :
#cinta #Rumah Tangga #Persahabatan

Mentari dan Langit

1 0

-Sarapan Kata KMO Club Batch 38

-Kelompok 31 Pelangi Aksara

-Jumlah Kata 574 

 

Bab 1 Mentari dan Langit

 

Ternyata akan lebih menyakitkan ketika melihatmu menangis karena terluka akibat pria yang kamu cintai, dari pada meyaksikanmu bersanding dipelaminan dengan pria lain.

Sungguh aku tidak bisa melihatmu lebih dari ini. Ingin merengkuhmu namun aku tau seperti apa batasanya. Menggenggam tanganmu hanya untuk menyakinkan ada aku untukmu, aku tidak bisa lakukan. Apalagi menawarkan bahuku untuk tempatmu bersandar.

 

Ketika ijab qobulmu bersama pria lain, disaat itu pula telah runtuh segala pertahannku. Aku sudah mencoba untuk lari darimu. Namun seolah takdir terus berusaha mempertemukan kita. Sejauh kakiku ini melangkah namun tetap kamu tujuanku.

Bagaimana bisa seperti itu?

Itulah nyata, realita, juga takdir yang aku sendiri sangat sulit untuk mengerti apalagi menghindar. Aku lelah.......

Ingin mengabaikan, namun aku tetap saja tidak bisa.Airmatamu menyakitkan untukku, terlebih aku tidak bisa bertindak terlalu jauh. Aku merasa tidak berguna untukmu. Tapi aku juga tidak bisa mengabaikanmu.

 

Mentari Maida Heryawan.....

Seindah itu namamu untuk ku hapus dari hatiku.

 

“Aku sedang tidak baik-baik saja”  ucap seorang wanita dengan segala keputus asaannya. Menunduk juga deraian airmata telah memupuk diujung mata indah miliknya.

 

“Jangan katakan jika dirimu tidak baik-baik saja. Aku sudah cukup merasa bersalah dengan airmata yang mengalir dimata indah itu.”

 

”Langit......”

Pria bernama Langit Virendra Adinata hanya diam dan menatap dalam manik mata yang kini telah sembab oleh cairan bening.

Yang bisa aku lakukan hanya menemanimu, membuang segala resah dihatimu. Hanya menemani dan tidak lebih dari itu dan memang tidak boleh lebih. Aku dan kamu kini telah memiliki jarak, memiliki pembatas yang akan sangat sulit untuk ditembus.

 

“Apa ini dosaku karena telah mengabaikanmu selama ini?”

Ucapnya penuh penyesalan atau lebih tepatnya putus asa. Tidak bisa lagi memendam rasa yang sudah terlalu lama dipendam.

 

“Aku tidak pernah menaruh dendam apapun padamu Tari” Ucap pria tampan dengan lirih. Meski terkejut dengan pernyataan Tari, Langit berusaha untuk tidak terusik dan lebih memilih bersikap normal.

 

“Aku tahu kamu memiliki perasaan yang berbeda terhadapku. Aku tahu kamu terluka karena pernikahanku. Bibirmu ini mungkin bisa tersenyum padaku saat itu. Tapi aku tahu jika hatimu menangis.”

 

Tidak ada sedikitpun jawaban yang keluar dari Langit. Ia hanya menatap dalam wanita yang kini telah beruarai air mata. Mau menyangkal juga rasanya tidak bisa karena ini benar adanya. Namun untuk membenarkan juga  Langit merasa dirinya telah menghianati nama persahabatan yang ia jaga selama ini.

 

“Lang......”

 

Langit bergeming memandang paras ayu yang penuh dengan luka. Entah luka sebab apa, Langit tidak bisa mendeskripsikan dengan jelas saat ini. Luka itu terlalu banyak tergambar disana.  Keheningan yang kini menjadi teman diantara keduanya. Mentari masih menunggu sanggahan dari Langit. Dan Langit yang seolah memilih enggan untuk sekedar berkata “Semua Benar”

 

“Maaf.....’

Menunggu bukanlah hal yang menyenangkan bukan?

Kata maaf yang keluar dari bibir Tari menjadi pemecah keheningan.

“Untuk apa?” Ucap Langit masih belum beranjak dari tatapannya.

 

“Aku sendiri tidak tahu apa aku salah atau tidak. Tapi aku merasa harus meminta maaf padamu. Mungkin aku memang terlalu percaya diri jika perasaan yang kita miliki sama. Aku yang terlalu yakin jika kamu adalah lelaki yang memang aku tunggu. Tapi ternyata.....”

 

“Perasaan kita memang sama, tapi takdir kita yang memaksa kita untuk tidak memilikinya” Pangkas Langit untuk menyambung kalimat Tari.

 

Terlalu rumit memang, dua orang yang saling memiliki rasa yang sama. Tetapi harus dipisahkan oleh Takdir. Ternyata untuk menjadi satu tidak hanya cukup dengan memiliki rasa yang sama. Meski disetiap sujud selalu namanya yang disebut dalam doanya. Tetapi jika bukan namanya yang tertulis di Lauhul Mahfudz, maka kita tidak bisa berbuat apa-apa.

 

*************

Mentari dan Langit 2

1 0

-Sarapan Kata KMO Club Batch 38

-Kelompok 31 Pelangi Aksara

-Jumlah Kata 662

 

Bab 1 Mentari dan Langit 2

 

“Aku menunggumu, aku mencarimu, bahkan aku tetap menjaga kamu didalam hatiku ketika Ayah memaksaku untuk menikah dengannya. Aku mencoba lari dari semua ini. Tetapi ternyata aku memang tidak bisa menghindarinya. Aku tetap menikah dan bertahan hingga hari ini. Lang, aku hanya mampu bertahan sampai hari ini. Bawa aku pergi kemanapun yang kamu mau”

Ucap Tari dengan luka yang terus bertahan didalam hatinya.

 

“ Aku akan membantumu sebisaku. Tapi maaf.....”

 

“Enggak!!!!!

Jangan katakan apapun yang nantinya hanya akan membuatku kembali pada lelaki itu. Aku mohon.....”

 

“Kita punya batasan yang tidak bisa ditembus begitu saja. Aku dan Kamu bukanlah hal yang pantas untuk bertindak lebih dari ini Tari. Sampai detik ini kamu masih istri sah dari Davin Aryasena. Aku akan bantu kamu, tapi dengan caraku”

 

 

“Kamu jahat!!!!

Kamu bilang kamu memiliki rasa yang sama denganku. Kamu bilang siap kapanpun membantuku. Kamu Bilang kamu adalah orang nomor satu yang akan membantuku ketika aku butuh. Tapi........”

 

“Aku akan bantu dengan caraku.”

 

“Lang......”

Suara Tari meninggi menandakan bahwa ia tidak terima dengan keputusan yang dibuat Langit.

 

Jika memang Langit Egois, mungkin sudah dari dulu dia membawa Tari pergi. Namun hal itu tidak ia lakukan, sebab Langit tahu bagaimana akan resikonya. Bukan hanya akan menimbulkan masalah untuknya. Tapi Nama baik keluarganya dan Nama baik keluarga Tari juga dipertaruhkan. Langit lebih memilih untuk menjadi penolong, meski luka selalu menjadi teman untuknya. Ini akan lebih baik bukan?

 

“Aku antar kamu pulang?” Suara Langit rendah juga lembut ditelinga Tari.  Namun bukan ini yang Tari inginkan. Tari ingin Langit membawanya pergi jauh,  sejauh mungkin jika bisa Davin tidak akan bisa menemukannya.

 

“Aku ingin kamu bawa aku pergi Lang..... “

 

“Kamu Tahu itu tidak mungkin kan?”

 

“Kalau aku bukan lagi istri dari Davin Aryasena apa kamu mau bawa aku pergi Lang?”

 

“Bukan itu cara yang terbaik Tari..... “

 

“Lalu, kamu pikir cara yang baik adalah dengan aku kembali pada Davin dan terus tersiksa dengan keadaan ini. Apa kamu tahu bagaimana aku mencoba untuk bertahan padahal aku lemah.  Apa kamu tahu bagaimana aku mencoba bahagia padahal aku terluka. Apa kamu tahu bagaimana aku harus tertawa padahap aku menangis.  Apa kamu tahu Lang????”

 

“Aku akan tetap membantumu dengan caraku. Aku tidak bisa membawamu pergi,  maaf!!”

 

“Aku akan pergi sendiri” Tari ingin beranjak namun Langit dengan segera menarik tangan dan langkah Tari terhenti.

 

“Kamu tahu aku tidak bisa menahanmu lebih dari ini. Tolong Tar,  tenang dulu,  aku akan bantu selesaikan. Oke?

Sementara ini kamu bisa tinggal di Apartment ku.  Aku akan antar kamu kesana”

 

Langit telah melepaskan genggamannya dan melangkah lebih dulu. Tari masih bergeming, ingin mengikuti namun Tari bukan menginginkan hal itu.  Tapi jika ia tidak ikut dengan Langit maka dia akan kemana?

 

“Masih mau disitu? “ Teriak Langit ketika ia telah sampai ke mobil sementara Tari masih berdiri bergeming ditempatnya.

 

“Iya aku ikut” Tari berlari kecil menuju mobil Langit dan langsung masuk ke mobil tanpa menunggu sang empunya.

 

“Kamu masih sama aja dengan Tari ku yang dulu” Guman Langit lirih namun masih bisa didengar oleh Tari. Bukan meladeni Langit, Tari lebih memilih diam dan masih dengan suasana hati yang kacau.

 

Sekacau ini kamu Tari, ingin rasanya aku merengkuhmu dalam dekapanku.  Namun aku tahu kamu bukan halal untukku.  Lama aku menyimpan rasa ini, tapi ternyata kamu memilih dia.  Aku ingin marah saat itu,  aku ingin menyalahkan takdir yangseakan mempermainkanku. Dan aku sadar siapa aku ini yang berani menuntut banyak hal.  Mungkin selama ini aku terlalu sombong,  hanya karena Tari dekat denganku aku mengabaikan siapa pemilik rasa yang sesungguhnya. Aku lupa bahwa sedekat apa kitapadaseseorang jika Allah tidak menjodohkan maka ia akan pergi. Namun sejauh apa kita pada seseornag jika Allah menjodohkan keduanya maka akan ada jalannya untuk bertemu. 

 

Kamu lupa atau kamu memang mengabaikannya Lang?

Kamu terlalu yakin Tari akan memilihmu dan menunggumu.  Tapi kenyataannya Tari menjadi milik orang lain. Bahkan kamu sendiri tidak bisa berbuat apapun kecuali ucapan selamat dan senyum yangkamu paksakansaat itu.

 

“Kamu kemana Lang saat aku benar-benar butuh kamu?” Suara Tari memecah keheningan dan menyentak lamunan Langit.

 

**********

Mungkin saja kamu suka

Mahdania Afria
Dandelion’s
Imelda Rizki
ELIMINASI
Sri Wahyuningsi...
Arlina CS
Noor Hayati
Tree Of Love
Evi Rachmawati
Jendela Yang Berbeda
Ami Puji lestar...
Sebuah Takdir

Home

Baca Yuk

Tulis

Beli Yuk

Profil