Loading
7

0

3

Genre : Romance
Penulis : Anonymous
Bab : 30
Pembaca : 4
Nama : Anonymous
Buku : 1

Secret-Life (Petarung-Tangguh!)

Sinopsis

Novel ini adalah karya fiksi. Tidak ada kaitan sama sekali dengan tempat. Organisasi, Peristiwa Atau Tempat mana pun. David Wijaya adalah seorang anak berusia tujuh tahun yang hidup dengan kasih sayang penuh dari sang Ayah. Berbeda dengan Ibunya yang justru tega menjual-nya hanya demi mengejar ambisinya menjadi orang kaya. Sedangkan Ayahnya selalu berjuang bekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi David yang sudah mulai bersekolah. Hingga akhirnya dimana David dibawa pergi oleh Rita si pembeli saat Harry sedang pergi membeli makanan. Na'as nya perjalanan pesawat yang ditumpangi David mengalami kecelakaan akibat kerusakan sistem, membuat pesawat mengalami ledakan yang tak terhindari. Akibatnya seluruh penumpang serta seluruh awak di pesawat dinyatakan tewas akibat ledakan itu. Ternyata, selama 10 tahun David dengan ajaibnya bisa selamat dari insiden mengerikan tersebut. Akan tetapi David yang telah kehilangan ingatannya malah terjebak dalam pertikaian di suatu negeri membuat dirinya harus bertahan hidup. Identitas David dirahasiakan dan ia telah kembali pulang ke Negara asalnya dengan bantuan Pemerintah. Akankah David bisa hidup normal sebagai warga sipil biasa sambil melindungi keluarga yang bahkan tidak sedarah dengannya?
Tags :
#Kehidupan #Rahasia

DAY 1

2 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 475

 

Di dalam sebuah rumah kecil, terlihat dua orang wanita yang tengah duduk saling berhadapan satu sama lain. Satu orang wanita muda yang menggunakan pakaian lusuh dan satu orang lagi seorang wanita paruh baya dengan pakaian modis yang tergolong mahal.

"Saya datang kesini ingin memberitahukan bahwa paspor anak itu sudah selesai seminggu yang lalu," Rita menjelaskan, seorang wanita modis berumur empat puluh tiga tahun kepada seorang Ibu muda berumur dua puluh dua tahun.

Wanita paruh baya dengan angkuh duduk disebuah kursi usang dengan melipat kedua tangan didada. Ia berprofesi sebagai makelar untuk Human Trafficking 

"Berkat berkas-berkas pendukung yang kau berikan padaku beberapa waktu lalu, mempermudah proses pembuatan paspornya," sambung Rita.

"Dan sekali lagi untuk yang terakhir kalinya aku bertanya padamu, apakah kamu telah mempertimbangkan sekali lagi tawaran yang telah aku berikan?" tanyanya.

Di dalam sebuah rumah kecil, terlihat dua orang wanita yang tengah duduk saling berhadapan satu sama lain. Satu orang wanita muda yang menggunakan pakaian lusuh dan satu orang lagi seorang wanita paruh baya dengan pakaian modis yang tergolong mahal.

"Saya datang kesini ingin memberitahukan bahwa paspor anak itu sudah selesai seminggu yang lalu," Rita menjelaskan, seorang wanita modis berumur empat puluh tiga tahun kepada seorang Ibu muda berumur dua puluh dua tahun.

Wanita paruh baya dengan angkuh duduk disebuah kursi usang dengan melipat kedua tangan didada. Ia berprofesi sebagai makelar untuk Human Trafficking 

"Berkat berkas-berkas pendukung yang kau berikan padaku beberapa waktu lalu, mempermudah proses pembuatan paspornya," sambung Rita.

"Dan sekali lagi untuk yang terakhir kalinya aku bertanya padamu, apakah kamu telah mempertimbangkan sekali lagi tawaran yang telah aku berikan?" tanyanya.

"Saya yakin, Sist,” lirih Ibu Muda dengan mata berbinar. Senyum menyeringai di wajah menandakan kepuasan di dalam batinnya. Ia berpikir akan mendapatkan banyak uang dengan cara instan. 

Ibu muda itu bertemu Rita karena dikenalkan oleh seorang tunawisma misterius, singkatnya ketika Yulianna berpergian ke salah satu sebuah minimarket untuk berbelanja bersama David. Tunawisma tersebut memberikan sebuah nomor ponsel dan mengatakan sesuatu pada Yulianna jika ingin mendapatkan uang banyak tanpa susah payah.

Yulianna yang tergoda dan tergiur akan dengan namanya uang, sesampainya di rumah segera Ia menghubungi nomor yang telah didapatnya dengan cuma-cuma. Apa salah mencoba bertanya terlebih dahulu pikirnya.

Setelah menghubungi Rita, Yulianna sempat terkejut bahwa ia harus menjual anaknya sendiri, ternyata Ia memang sudah diincar. Rita sangat tertarik dengan anaknya Yulianna.

Banyak kaki tangan Rita atau human traficking lainnya yang berhamburan di segala penjuru. Ada yang menyamar sebagai tunawisma salah satunya. Memfoto dan memberikan hasil pengamatan kepada Rita. Jika Rita setuju ia akan memberikan sejumlah uang yang telah disepakatin kedua belah pihak.

mereka bermain bersih tanpa paksaan ataupun melakukan kekerasan karena berdampak kecil jika dilaporkan kepihak berwajib.

"Aku ingin cepat kaya, untung saja aku bertemu dengan tunawisma waktu itu dan dapat mengenal Wanita ini." Yulianna bergumam dalam batin merasa kegirangan.

"Setidaknya Anak itu harus berbakti kepada Aku ibunya ini," sambung Yulianna dalam batin.

DAY 2

2 0

Sarapan Kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 388

 


"Besok saya akan jemput anak itu, dan ini sebagai uang muka untukmu."  Wanita paruh baya itu menyerahkan sebuah amplop kecil berwarna coklat diatas meja. Ia kemudian bangkit berdiri sambil tersenyum melihat ibu muda yang telah ia bayar dengan sebuah cek seharga seratus juta rupiah sebagai uang jaminan.  Wanita itu sudah tidak tahan dengan rumah kumuh yang sedang ia kunjungi, sekarang rasanya ia ingin cepat-cepat keluar dari rumah itu. 

Tepat di depan pintu berdiri dua penjaga memakai jas berwarna hitam telah menunggunya. Wanita tersebut berhenti didepan pintu memandang lurus kedepan mengeluarkan kacamata hitam di balik mantel kemudian memakainya. Menjentikan jarinya mengisyaratkan agar pengawal mengikuti dirinya meninggalkan lokasi dan segera memasuki mobil mewah maybach exelero terparkir di halaman rumah kumuh itu. 

Yuliana, Ibu Muda itu menatap amplop coklat diatas meja dengan girangnya. Dengan cepat ia mengambil dan membuka amplop. Benar saja isi cek didalam amplop membuatnya semakin girang. Ia melihat nominal yang tertulis senilai seratus juta. "Selama ini aku sudah muak hidup dalam kemiskinan, dan sekarang waktunya aku menikmati uang yang banyak seperti teman-temanku yang lainnya," ucap Yuliana bahagia. Matanya memancarkan binar yang sangat indah saat melihat cek di dalam amplop coklat itu. 

Kemiskinan membuat Yuliana menjadi buta. Ia melupakan makna dari kehidupan dan membuatnya haus akan harta. Ambisinya untuk memiliki uang yang banyak mendorongnya melakukan hal keji terhadap anak kandungnya sendiri dengan menjualnya pada sindikat perdagangan manusia. 

 


Perasaan bahagia karena menerima sebuah cek membuatnya tidak menyadari ada seorang anak manis yang menarik ujung pakaiannya dengan mengusap matanya. "Ibu…Aku lapar." lirih terucap dari bibir mungil seorang anak laki-laki. 

 


Yuliana lalu mengubah pandangannya, Ia melihat seorang anak berusia tujuh tahun dengan paras yang tampan, manis dan juga penurut. Seharusnya sebagai seorang Ibu memiliki rasa tidak tega dalam hatinya tapi, sebaliknya tidak untuk dirinya, kemiskinan dan keserakahan membuatnya buta akan putranya sendiri. "Kamu sudah bangun David? Makanan ada di atas meja dapur buka tudungnya, ambil sendiri dan makan sendiri, piringnya jangan lupa dicuci, sisakan untuk ayahmu." tutur Yuliana meninggalkan anaknya memasuki sebuah kamar. 

 


"Ya Ibu..." lirihnya memperhatikan Ibunya yang terlihat girang tanpa sebab yang David ketahui. Anak itu berjalan ke dapur, membuka tudung penutup makanan diatas meja, ia melihat hanya ada sisa lauk tempe satu potong saja. Seperti perintah Ibunya ia membagi tempe menjadi dua bagian. Ia menyisihkan sebagian tempe untuk ayahnya. David makan dengan lahapnYa walau hanya dengan lauk seadanya.

DAY 3

2 0

Sarapan Kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 518

 

Keadaan langit yang mulai gelap, Harry Wicaksono pria berusia tiga puluh satu tahun memasuki kediamannya, dilihat anaknya yang sedang belajar dengan buku berhamburan di lantai. Rasa lelahnya terobati dengan melihat putra kesayangannya. "David...Ayah pulang." Harry tersenyum melihat putra semata wayangnya. 

"Ayah ...!" David berlari menghampiri dan memeluk Ayahnya yang telah pulang dari bekerja. 

"Pakaian Ayah kotor, Nak!" Harry melepas pelukan anaknya, Ia berdiri mensejajarkan dirinya dengan David. Mengelus kepala anak kesayangannya sambil tersenyum. "Lanjutkan belajarmu! Ayah bersihkan badan dulu." Bisik Harry dengan lembut. 

Harry menghirup aroma rambut putranya yang tidak terlalu harum bahkan terbubuhi bau matahari, namun ia sangat menyukainya. 

"Baik Ayah." David berlari dengan riang tapi tanpa sengaja menabrak sesuatu. 

"Kalau jalan pakai mata! Dasar anak bandel." bentak Yuliana kepada anaknya. 

"Maaf Bu, aku tidak sengaja…." Ucap David menyesal, ia menundukkan kepalanya. 

"Ah, malas meladeni kamu! Tidak penting," ucap Yuliana ketus kepada David.  

"Sudah Bu, jangan memarahi David lagi," ucap Harry menenangkan Yuliana. Ia tidak tega anak semata wayangnya selalu dimarahi oleh ibu kandungnya sendiri. 

"Kamu juga! Ayah dan anak sama saja tidak berguna,” hina Yuliana pada Harry, “Mana uang untuk belanja besok? Awas! Jangan sampai kurang dan harus lebih! Besok aku mau pergi jalan-jalan bersama temanku …" Sergah Yuliana pada Suaminya. Tangannya sudah menengadah meminta uang kepada Harry.

Harry seorang suami yang sangat sabar menghadapi kelakuan Istrinya berinisiatif agar David tidak mendengar dan melihat pertengkaran yang dimulai Yulianna.

Harry lalu berbicara kepada David terlebih dahulu, "David masuk kamar … Nanti ayah panggil lagi." Titah Harry sambil tersenyum tipis yang tampak dari wajah Harry. 

"....." David berjalan ke kamar diantara rasa takut dan patuh kepada kedua orang tuanya. Di dalam kamar David mendengar perkelahian kedua orang tuanya dan ia merasa sangat terpukul. Ibunya selalu memaki Ayahnya dengan segala hinaan dan makian tiada henti seakan tidak menghormati ayahnya sama sekali.

 "Apa ini cuma seratus ribu rupiah?" Yuliana tidak percaya dengan nominal uang Harry berikan. 

"Aku hanya punya segitu, Yul,” ucap Harry pasrah.

“Bohong!” Yuliana memeriksa seluruh saku di pakaian Harry dan tas Harry. Ia tidak percaya dengan suaminya sendiri.

“Kamu tahu sendiri pekerjaanku hanya sebagai buruh bangunan. Aku hanya menerima gaji harian sebesar seratus tiga puluh ribu saja."

"Di sakumu hanya sisa lima belas ribu saja? Cih!” hina Yuliana setelah ia mendapatkan uang tiga puluh ribu dari tas yang dibawa oleh Harry.

“Aku sudah membelikan makanan untuk anak kita, sisanya hanya lima belas ribu untuk ongkos aku pergi kerja besok," jelas Harry sambil memperlihatkan sebuah kantong berisi makanan. 

"Seratus ribu sehari kau kira cukup untuk kebutuhan sehari-hari hah?" Yuliana sangat kesal. Ia mengepalkan tangannya dan melempar uang lima belas ribu itu ke wajah Harry.  Yuliana kemudian mengambil paksa bungkusan makanan yang dipegang Harry dan membuang ke lantai. 

Plak! 

"Kamu …." Harry sangat kesal melihat perlakuan Yuliana yang ia anggap sangat keterlaluan. Untuk pertama kalinya selama pernikahan, Harry mendaratkan tamparan ke pipi Yuliana. 

"Tampar! Ayo tampar lagi!" ucap Yuliana menantang Harry sambil memegang pipinya yang perih karena tamparan Harry. 

“Ma-maaf, aku khilaf, Yul,” ucap Harry menyesal. 

“Maaf? Kamu pikir dengan maaf, kita bisa kaya? Dengan maaf, kamu bisa membalikan semua keadaan? Aku menyesal menikah dengan pria miskin sepertimu!” teriak Yuliana tambah menghina Harry.

DAY 4

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 500

 


“Yul, jangan berbicara seperti itu. Aku mohon,” ujar Harry memohon ampun. Ia menyadari kesalahannya yang tidak terlalu berpendidikan sehingga ia hanya bisa menjadi buruh bangunan saja.

“Brengsek! Pria tidak berguna. Pria miskin. Seratus ribu yang kamu berikan itu kurang, bahkan tidak cukup untukku,” ucap Yuliana semakin menghina Harry.

"Cukup! Kau bilang seratus ribu kurang? Tiap hari aku pulang hanya dengan nasi dan sepotong dua potong tempe atau tahu dengan uang belanja seratus ribu.” Emosi Harry seketika naik. Ia mulai kehabisan kesabaran menghadapi istrinya itu.  “Bahkan sekarang kamu melempar makanan yang akan kuberikan untuk anak kita, aku bahkan berpura-pura tidak tahu mengenai perbuatanmu yang selalu bersenang-senang dengan teman-teman mu itu hah!" bentak Harry yang terbawa emosi. 

"Jadi begitu?" Yuliana berkacak pinggang. "Aku malu dengan semua temanku, hidup mereka enak tanpa kekurangan apapun, pakaian mereka bagus, bisa makan dimanapun bahkan makanan mewah. Aku mau semua itu! Aku benci jadi orang miskin! Aku benci saat aku malu bertemu temanku dan menanyakan pekerjaan suamiku! Aku malu menjadi istrimu!” ucap Yuliana meluapkan segala rasa malunya selama ini. 

“Dari mana kamu tahu bahwa mereka hidup dengan enak seperti itu?” lirih Harry.

“Aku melihat semua itu di status ponsel mereka. Mereka sangat bahagia dengan keluarga mereka, tidak sepertiku. Lusuh dan kumuh.” Yuliana menitikkan air matanya. Di dalam hatinya, ia sangat menyesal menikah dengan Harry yang saat itu menikahinya atas dasar cinta saja bukan atas dasar materi. Ia terlalu lugu menomorsatukan cinta di atas segalanya. Saat realita di depan mata, cinta bukanlah sesuatu yang bisa membahagiakannya terutama tanpa materi.

“Apakah karena semua itu sampai kamu tega menelantarkan anak kita sendiri," tanya Harry pelan. Ia sudah meredakan emosinya terhadap Yuliana. Ia pun merasa bersalah tidak bisa memberikan materi yang cukup untuk istrinya. Janjinya saat pernikahan untuk membahagiakan istrinya selamanya menjadi omong kosong belaka.

"Berisik! Aku ingin kita cerai!" teriak Yuliana sekuat tenaga. Ia mengepal lurus kedua tangannya di samping. Yuliana lalu masuk ke dalam kamar dan keluar membawa sebuah koper besar. Dengan isak tangis, Yuliana meninggalkan rumah itu sementara Harry hanya bisa terdiam menunduk membiarkan Yuliana pergi begitu saja. 

Bruuak! 

Suara pintu dibanting begitu keras. 

Harry menangkupkan tangan di wajahnya, ia mengusap-usap rambutnya dan kemudian memukul dinding, merasa kesal karena Yuliana yang keras kepala selalu mementingkan dirinya sendiri. Seringkali Yuliana bepergian setelah ribut dengan dirinya, dan lalu kembali lagi kerumah setelah beberapa hari. 

Kriiiiiet…. 

Suara pintu terbuka terlihat David keluar dari kamarnya mengambil kantong kresek yang sedikit robek terlantar di lantai, David melihat kantong plastik di lantai dengan nasi yang berhamburan. 

"Ibu kemana Ayah? Kenapa tadi kalian bertengkar? Apa karena David yah?" lirih David dengan polos bertanya. 

Harry menatap putra tunggal dan memberikan senyuman. "Kamu sudah makan Nak?" Mengalihkan pertanyaan David.

"Sudah, dan aku menyisakan untuk Ayah juga."

"Ayah mau mandi dulu, kamu buang saja makanan itu, nanti Ayah pergi belikan yang baru." Harry mengelus kepala anaknya sambil berjalan ke belakang berencana mandi terlebih dahulu.

"Lanjutkan belajarmu, Nak! Ayah akan menyusul mengawasimu setelah selesai membersihkan diri," ucap Harry

"Iya Ayah" jawab David penuh dengan semangat mendengar titah dari Ayahnya

DAY 5

1 0

Sarapan kata KMO Batch 40

 

Kelompok 25

 

Jumlah kata 419

 

 

 

"Besok cek itu akan aku cairkan, kali ini aku benar-benar akan meninggalkanmu Harry bersama anak itu, untung saja selama ini masih menyimpan uang yang kau berikan. Tentu saja itu adalah kewajibanmu sebagai suami memberi nafkah kepadaku dan terserah aku mau masak apa untuk kalian…" gerutu Yuliana disepanjang jalan dengan bahagia bercampur kesal karena mulai besok dia akan menjadi kaya raya, belum lagi dengan sisa pembayaran yang akan dilunasi oleh Rita.

 

"Tapi malam ini aku harus menginap dimana?" Mengingat ia sering terkena marah orang tuanya jika bermalam disana, apalagi dengan situasi seperti ini. 

 

Yuliana mengeluarkan ponsel menghubungi seseorang yang bisa dimintai tolong, semua orang termasuk temannya dihubungi agar dia bisa menginap malam ini di salah satu tempat temannya.

 

Akan tetapi semua temannya tidak ada yang bisa membantu, alasan demi alasan ada saja dari ucapan teman-teman yang dihubungi Yuliana.

 

"Maaf Yul, kau tahu sendiri rumahku tidak memiliki kamar kosong untuk kamu tempati."

 

"Ayolah Rika, kan aku bisa tidur dikamar berdua denganmu." Yuliana merengek kepada temannya.

 

"Apa kau sudah gila! Suami dan Anakku mau bagaimana? Apalagi Hendra anakku masih bayi dan harus diawasi. Tidak tidak, kau cari penginapan saja!" Rika menutup percakapan secara tiba-tiba.

 

"Dasar! semuanya sama saja, susah sekali dimintai tolong, apa salahnya Suami dan Anaknya tidur di ruangan tamu untuk semalam." disepanjang jalan Yuliana mengumpat dengan ekspresi wajah kesal.

 

Yuliana berinisiatif menelpon Rita, Wanita paruh baya yang akan membeli anaknya.

 

"Nyonya, apa aku bisa meminta sisa uangnya malam ini? Dan aku ingin ketemuan denganmu malam ini, Tolong kamu persiapkan hotel untukku menginap malam ini, kalau tidak perjanjian kita batal!" ancam Yuliana kepada Rita melalui telepon

 

"Kau sekarang dimana? Apa kau bersama anak itu?"

 

"Aku tunggu anda di minimarket Indimariet di jalan Yos Sudarso, kita bicarakan ini nanti."

 

"Baiklah, kau tunggu disana" percakapan berakhir.

 

Yuliana tersenyum dan bergumam "kira-kira berapa uang yang akan diberikan Nyonya itu kepadaku nanti?" Sambil mengusap kedua telapak tangan.

 

Di sebuah apartemen Rita yang sedang duduk bersandar di sofa, Ia kemudian langsung beranjak berdiri setelah mendapat telepon dari Yulianna. "Siapkan mobil!" Perintah Rita yang duduk dengan santainya.

 

"...." Pengawal hanya membungkukan badan.

 

"Tunggu!" Tiba-tiba Rita bersuara.

 

"Kenapa Nyonya?" Tanya salah satu pengawal setianya.

 

"Sepertinya kau butuh sedikit hiburan, bagaimana jika ku tawarkan hal yang menyenangkan untukmu."

 

"Maaf Nyonya, Saya tidak mengerti maksud anda"

 

"Bersenang-senanglah nanti di Hotel, dan setelah itu! Kau tau maksudku bukan." Dengusnya dengan menunjukan foto Yuliana.

 

"Baik Nyonya."  pengawal itu sudah paham dengan maksud Rita.

 

"Dan seperti biasa jangan meninggalkan jejak." Titahnya.

 

Rita berencana melenyapkan Yuliana karena merasa terhina oleh sikap Yuliana yang dianggap mengancamnya.

 

 

DAY 6

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 384

 


"Lama sekali j*lang itu."Yuliana merasa sedikit bosan telah lama menunggu Rita selama empat puluh tujuh menit. Dan kemudian kebosananan itu hilang karena Rita telah tiba di seberang jalan.

 Rita yang membuka kaca mobil mengisyaratkan Yuliana agar menghampirinya. 

"Masuk!" Perintah Rita ketika Yuli sudah didekatnya.

"Bagaimana apakah kau sudah membawa cek nya?" Tanya Yuliana girang.

"Ini cek sisa pembayaran…" Rita dengan santai memberikan melalui sela dua jarinya.

"Mana anak itu?" Tanya Rita.

"Kau bisa membawanya...dia ada dirumah." Jawab Yuliana dengan senyum lebar melihat cek itu tertulis satu milyar rupiah, membuat Yuliana kalut dan tidak sadar bahwa sebenarnya telah ditipu oleh Rita.

"Jalan…!" Perintah Rita kepada sopir pribadi sekaligus pengawalnya.

Sampailah mereka di Hotel berbintang lima yang megah dan sangat terkenal di kota itu. Rita yang tersenyum berkata 

"Ini kunci hotel dan kau bisa langsung masuk." Jelasnya kepada Yuli sekaligus memberikan KeyCard.

Tanpa kecurigaan, Yuliana turun dari mobil. Ia bergegas masuk ke dalam Hotel dan segera ingin melihat dan mencari kamar hotel yang telah disewa untuknya. Ia sangat bahagia karena selama ini dirinya tidak pernah merasakan menginap di Hotel apalagi berbintang lima.

Yuliana sangat takjub dengan apa yang dilihatnya. Sungguh sebuah bangunan yang mewah. Melihat bangunan yang megah dan kokoh tersebut membuat dirinya berdesir kagum.

Rita tersenyum kecut memperhatikan Yuliana dan segera meninggalkan Wanita itu. "Kalian berdua silahkan menikmati hidangannya, jangan sampai membuat kecerobohan!" Tegas Rita kepada dua pengawalnya.

Dengan persiapan yang matang, Rita berencana akan naik taksi untuk menjemput David, sedangkan pengawalnya harus memarkirkan mobil mereka tanpa tertangkap kamera CCTV di sekitar.

"Manager Gin! Satu jam lagi CCTV hotel harus kau matikan! khusus untuk koridor kamar nomor 2077 jangan kau hidupkan jika anak buahku melewatinya, untuk arahan selanjutnya kau tunggu anak buahku yang menghubungimu nanti…" Rita berbicara di telepon dan kemudian mematikannya.

Jelas saja Rita ingin melenyapkan Yuliana tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.

"Turunkan Aku disini! Dan kau Hon berhentikan satu taksi untukku!" Rita berbicara kepada salah satu pengawalnya.

"Nyonya tidak masalah bepergian ke rumah wanita itu sendirian?" Tanya pengawalnya.

"Tidak masalah, biar aku urus untuk urusan begini. Kalian nanti akan aku hubungi setelah aku membereskan anak itu." Jawab Rita 

"Anak itu sedang di rumah itu sendirian, tidaklah sulit membujuk dan membawanya. Dan segera pesan tiket pesawat untuk mengantarkan anak itu ... klien sudah menyewa orang untuk membawa anak itu nanti" Rita melanjutkan pembicaraannya.

DAY 7

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 506

 


"Sampai kapan kamu terus begini ...?" lirih Harry merasa sedih mengingat istrinya.

Harry berjalan sembari mengeringkan rambutnya dengan sehelai handuk kecil. Ia melihat meja makan hanya bersisa tempe dengan potongan kecil. Dirinya hanya dapat menghelakan nafas atas tingkah laku istrinya. Rasa heran selalu muncul acap kali melihat putranya harus makan dengan lauk yang tak layak dengan uang seratus ribu yang setiap hari ia berikan.

Seorang Ayah yang memandangi Anaknya selalu tidak pernah mengeluh, walaupun terkadang sedikit cengeng. Harry hanya bisa tersenyum kecil ketika melihat kepolosan anak satu-satunya itu.

"Anak Ayah sedang belajar apa?" Tanya Harry sambil mencium pipi putranya.

"Ini Yah, Matematika…."

"Coba Ayah lihat." Harry memperhatikan buku tulis milik anak kesayangannya.

"Ini kenapa tiga ditambah satu hasilnya lima sayang?" 

David mengangkat wajahnya "Itu angka empat Ayah." David mengerucutkan bibirnya. 

Harry tertawa melihat tingkah laku anaknya "Angka empat bukan begitu, David." 

David yang baru saja seminggu duduk dibangku Sekolah Dasar memang belum memiliki banyak pengetahuan cara tulis menulis. David tidak melewati tahap sekolah Taman Kanak-kanak karena minimnya ekonomi Harry. Untung saja sekolah disana mau membantu pendaftaran David karena dapat berhitung melalui lisan tetapi lemah melalui tulisan.

Beberapa minggu yang lalu sebelum pendaftaran Sekolah, seorang kepala sekolah bertanya langsung kepada David karena ingin mengujinya. "Bapak akan coba tes kamu, Nak!. Pertama, mulai berhitung. Kedua, mengucapkan huruf Abjad. Ketiga, membaca dan menulis."

Setelah melewati tes yang telah diberikan, betapa terkejutnya Kepala Sekolah David bisa berhitung bahkan sampai puluhan angka dengan penyebutan secara sempurna. Serta pelafalan Abjad yang baik dan benar. Hanya saja David tidak menguasai membaca dan tulis menulis secara benar.

Akan tetapi dalam hatinya Kepala Sekolah tetap membiarkan dan mengizinkan David segera mengikuti pendidikan.

"Dari mana kau bisa berhitung dan melafalkan Abjad secara sempurna begitu, Nak?" Tanya kepala Sekolah

"Saya sering mendengar Guru ketika mengajar." Ucapnya. 

"Kau sudah pernah sekolah sebelumnya?" Tanya nya penasaran. 

"Belum, tapi aku mendengarkannya dari balik kaca." Tawanya tersipu.

"Balik kaca? Dimana?" Tanyanya lagi.

"Kelas yang disana Om." Tunjuknya mengarah kelas di luar.

"David, jangan panggil Om tapi Pak ya!" bisik Harry dengan hati-hati. 

Kepala sekolah hanya tersenyum dan membiarkan. "Sudah berapa lama kamu melakukan hal itu, Nak?"

"Sudah lama Om, eh Pak, maaf…." David menunduk malu karena merasa dirinya tidak sopan salah mengucapkan panggilan untuk Kepala Sekolah itu. 

Harry bersama Kepala Sekolah yang mendengarkan ucapan David hanya tercengang dan berdecak kagum. 

"Anak anda sungguh cerdas Pak Harry, dia harus segera disekolahkan disini agar mendapatkan pendidikan yang layak. Saya yakin anak anda menjadi siswa terpintar di sekolah ini." Ungkap Kepala Sekolah dengan senyum memuaskan tampak di wajahnya.

Harry yang mendengar persetujuan dari mulut Kepala Sekolah merasa senang dan memberikan hormat dengan membungkukan badannya.

"Pak Harry jangan berlebihan begitu, saya ingin anak-anak seperti David mendapatkan pendidikan yang layak. Dan anda bisa mengajukan beasiswa dengan syarat-syarat hitam diatas putih yang akan saya jelaskan nanti kepada anda." Jelasnya. 

Harry yang mengingat kejadian tersebut mengambil pensil "Nih, Ayah tuliskan semua angka deret nol sampai sembilan, David kan belum bisa mengenal angka. Jadi Ayah menulis semua bilangan angka dasar dan kamu bisa perhatikan semua itu dengan berkonsentrasi mengingat semuanya."

DAY 8

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 508

Setelah mengajarkan beberapa cara dengan singkat, bunyi suara perut keroncongan terdengar dari kedua belah pihak. Harry sebelumnya melupakan akan membelikan makanan menjadi teringat kembali dengan Alarm perut mereka berdua.

"Wah perut kita berbunyi bersamaan Ayah." Ucap David dengan polosnya sambil tertawa menutup mulutnya.

Harry tertawa diikuti dengan ia langsung berdiri dan berkata "Ayah keluar sebentar membelikan makanan untuk kita makan, Nak" Sambil mengelus kepala David dengan kasih sayang

"Kamu tunggu dirumah dan lanjutkan belajarnya." Sambungnya.

"......" David hanya mengangguk dan tersenyum kemudian melanjutkan aktifitas.

Harry perlahan menutup pintu rumah melihat sosok anaknya dengan tatapan hangat serta membuat senyuman tipis di garis wajahnya. 

Harry berjalan keluar rumah melangkahkan kaki sambil melihat langit-langit malam dan sesampainya di persimpangan secara tidak sengaja menabrak seorang Wanita, Wanita sedang melirik sebuah pesan di ponsel dan sedikit kehilangan keseimbangan akibat benturan dari tubuh bidang Harry.

Harry segera menangkap Wanita itu, secara respon ia melingkarkan tangan pada pinggang Wanita paruh baya itu. 

Mereka saling menatap, tanpa sadar Wanita itu terhanyut dalam lamunan karena tatapan hangat sang Pria. 

Wanita itu adalah Rita, ia memang tidak tampak seperti berusia empat puluh tiga tahunan dimata semua orang. Karena rutinitas perawatan kecantikan yang ia jalani sehari-hari.

"Hemm...Nyonya, apa anda baik-baik saja?" Harry mencoba menghentikan momen yang menciptakan kecanggungan. 

Rita yang tersentak berusaha berdiri dengan normal kembali.

Dan Harry yang telah melepas tangannya berkata "Maafkan saya, saya tidak menggunakan mata saya secara benar ketika berjalan tadi…" Harry membungkukan badan memohon permintaan maaf. Dan ia segera melanjutkan perjalanan meninggalkan Rita

Rita hanya bisa terdiam dan tersenyum kecil, perasaan berkecamuk membuat dirinya kagum pada sosok pria rendah hati, tersentak tersadar dari lamunan melanjutkan untuk menjemput David 

Dirinya hanya mengetahui Yuliana dari seorang yang bekerja untuk dirinya. Informasi yang diberitahukan sangat minim. Sehingga Rita tidak mengetahui tentang Harry. 

Rita telah sampai di gubuk reyot sebelumnya pernah ia singgahi, Rita telah berdiri di depan pintu "Dasar j*alang egois, sangat bodoh dan mudah tertipu, bahkan Ia tidak tahu memberikan cek palsu" membicarakan Yuliana sambil tersenyum licik.

"Tok! Tok! Tok!" Suara ketukan pintu.

David mengira Ayahnya telah kembali segera berlarian membukakan pintu. Tapi ternyata seorang Wanita paruh baya telah ia dapati berdiri di balik pintu rumahnya. 

Dirinya memperhatikan sekitar. Kepalanya celingak celinguk kenanan dan kekiri memastikan, bertanya-tanya seorang Wanita sendirian bertamu malam-malam ke rumahnya "Tante siapa?" Tanya David kebingungan. Dengan ciri khas mata membulat menggemaskan dan pipi sedikit tembem.

"Apa kamu David?" Tanya Rita meletakkan jari telunjuk di bawah bibirnya. 

"Umm...iya Tante." Dengan tangan masih bergelantungan di gagang pintu.

"Ikut Tante yuk, Mama mu menyuruh tante untuk menjemputmu."

"Ayah bagaimana? Tadi Ayah keluar katanya mau membelikan aku makanan Tante…"

"Oh gitu...Ayah juga ada bersama Ibu kamu, kebetulan tadi Ayahmu ketika di jalan bertemu sama Tante dan Ibumu, dan Tante disuruh menjemputmu karena mereka lagi membicarakan sesuatu dan tidak bisa diganggu." Rita berbicara dengan tenang agar ucapan bohongnya tidak ketahuan.

"Gitu ya." David mengetuk bibirnya dengan telunjuknya.

"Mau ikut nggak? Nanti makanannya habis loh." cibir Rita kepada David.

"iiih...nggak mau, tunggu David sebentar Tante! David mau membereskan buku dulu."Rengek David karena ia begitu polos

DAY 9

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 521

 


"Udah nggak usah, nanti Ayah dan Ibumu terlalu lama menunggunya." Tegas Rita.

"Iya deh Tante." Tanpa kecurigaan David hanya menuruti apa kata Rita. Lalu menutup pintu rumahnya mengikuti Rita berjalan.

Sampai akhirnya di dalam taksi, Rita mulai membius David dan segera membawanya.

Ketika Harry kembali dirinya melihat bahwa David tidak ada lagi didalam rumah. Hanya menyisakan buku yang masih berhamburan di lantai.

"David…..David…."

"Anak Ayah kemana? Jangan main petak umpet malam-malam begini..." 

"Viiiiiid ….?" Teriak Harry mulai panik.

"Nak jangan bersembunyi seperti itu, cepat lah." Serunya dengan nada cemas.

Harry yang mencari David di sekitar rumah tidak menemukan hasil. Dirinya panik dan putus asa. Dan ketika sampai di gang rumahnya, seseorang memanggilnya dengan keras.

"Pak Harry kenapa teriak-teriak?" Tanya seorang Ibu yang merupakan tetangganya sendiri kebetulan melintas melewatinya.

"Saya mencari David Bu..."

"Loh...tadi saya lihat dia berjalan sama seorang perempuan dan naik taksi."

"Perempuan?"

"Iya...dari sangat jauh saya melihat seperti David dan seorang wanita." Ungkapnya.

[Mungkinkah Yuli?] Gumam Harry dalam hati.

"Terima kasih, Bu .…" Harry bergegas meninggalkan tetangganya melanjutkan pencarian. Kemudian merogoh saku mengambil ponsel jadul dan segera menghubungi Yuliana istrinya.

Dalam kamar mandi hotel memperlihatkan Yuliana sedang berendam dalam bathtub. Ia sangat merasakan ketenangan akan manjaan pelayanan diberikan oleh benda itu, karena baru saat ini ia bisa menikmati hidup mewah seumur hidupnya.

Yuliana sempat berpikir betapa malunya ia saat petugas memandu sampai kedepan kamar Hotel.

Ketika sedang asyik berendam dirinya seperti melihat bayangan melintas dari balik pintu kamar mandi. 

Tersentak Yuliana segera keluar dari dalam Bathtub membilas dirinya dan memakai handuk untuk segera memeriksa keadaan dikamarnya.

Merasa heran dan tidak mungkin ada orang lain yang bisa masuk kedalam kamar tersebut selain dirinya. 

Pandangan Yuliana menyapu sesisi ruangan kamar hotel yang sangat luas itu, cukup sangat luas karena semua perabotan yang lengkap di kamar Exclusive VVIP.

Merasa mungkin Yuliana salah melihat dan hanya pikirannya saja ia memutuskan untuk melanjutkan menonton TV sambil menikmati semua makanan yang terdapat di kulkas serta beberapa Bir.

Kemudian ponselnya berdering, mengetahui bahwa Harry Suaminya menelpon, dia segera mengangkatnya.

[Ya kenapa kau menghubungiku?] Tanya Yuliana.]

[Apa David bersamamu?]

[Tidak]

[Aku dengar ada Wanita yang membawanya barusan] 

[Oh...mungkin dia yang mengambilnya]

[Apa maksudmu Yuli?]

[Aku menjualnya!]

[Bicara apa kau? Bagaimana mungkin kau tega melakukan itu?] 

[Aku membuat anak itu agar bermanfaat buat aku sebagai Ibu yang sudah membesarkannya]

[Kau sudah tidak waras Yuli….]

[Kemana mereka membawa David, cepat katakan!]

Bola mata Yuliana berputar dan segera mengakhiri panggilan tersebut. "Lelaki bodoh...dasar tidak berguna." Yuliana mengumpat Harry.

Tiba-tiba sebuah tusukan jarum suntik menembus kulit leher Yuliana. 

Dirinya terkejut dan kini melihat dua orang berjas hitam terasa familiar batinnya. "Sedang apa kalian dan kenapa bisa masuk seenaknya di kamarku?"

"Tenanglah...kami berdua hanya menjalankan tugas"

"Tugas?" Yuliana mengernyitkan alis. 

"Ya...tugasnya sederhana."

"Bersenang-senang denganmu." Ucap mereka dengan lirikan meremehkan.

"Apa maksud pembicaraan kalian?"

"Apa kalian sudah gila? Pergi sana kalau tidak, aku akan menghubungi polisi! Ancamnya.

Ketika hendak menghubungi polisi dengan cepat salah satu pengawal itu meraih ponsel yang berada di tangan Yuli dan menghancurkannya. Yuliana pun tersentak dan kemudian berlari menuju pintu untuk keluar menyelamatkan diri. Akan tetapi salah satu pengawal dengan cepat menangkap tubuh Yuli.

DAY 10

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

 

Kelompok 25

 

Jumlah kata 530

 

Yuliana memberikan pukulan tetapi ditangkis oleh pengawal itu. Pukulan Yuli sangat lambat dan tidak bertenaga jadi mudah saja bagi Hon menangkis serangan itu.

 

"Lepaskan…" Teriak Yuliana hendak melepaskan pergelangan tangannya yang sudah berada di genggaman laki-laki bertubuh kekar itu. 

 

Melihat ada sebuah vas bunga Yuli pun meraih dan melemparkannya kearah Hon, dan dengan mudah juga Hon mengelak. Hon kini meraih kedua tangan Yuli.

 

Dengan perlawanan Yuli melancarkan sebuah tendangan tepat ke selangkangan Hon. Hampir saja mengenai Hon refleks menghindar dan hanya mengenai pahanya.

 

Plakkk!

 

Geram Hon melayangkan sebuah tamparan hingga akhirnya Yuli terjatuh.

 

Sebuah tamparan keras yang telah mendarat di pipi Yuli kini membuat sebuah memar dan pendarahan di sudut bibirnya.

 

Yuli yang mengusap darah tersebut menangis. Meringis bersedih dirinya meminta ampun karena tidak berdaya menghadapi dua pria berbadan kekar sedang mengintimidasi dirinya.

 

"Aku mohon lepaskan aku, apapun yang kalian inginkan aku akan menurutinya" pinta Yuliana diantara ketakutan

 

Senyum kecut tampak dari kedua pria itu, salah satu dari mereka mengangkat tubuh Yuliana dan melemparkannya ke atas ranjang.

 

"Diam! Kami akan mengajakmu bersenang-senang dan kemudian membuatmu tertidur selamanya." Ujarnya tertawa dengan nada yang menakutkan.

 

Yuliana mendengar perkataan itu pun langsung mendapati dirinya ketakutan yang sangat getir. Bibirnya gemetar dan kini dia diantara penyesalan telah berhubungan dengan Rita.

 

"Kumohon jangan bunuh aku, apapun silahkan kalian lakukan tapi jangan bunuh aku…." lirihnya dengan suara hampir yang tak bisa terdengar.

 

Hon yang sudah tidak sabar langsung melepas bathrobe dari tubuh Yuliana dan membuangnya ke lantai. Kini yang terlihat hanya tubuh polos Yuliana di hadapan Hon dan rekannya membuat mereka semakin bergairah.

 

Yuli mencoba menutupi tubuh dengan kedua tangannya. Ia merasa harga dirinya sudah terkoyak oleh kedua pria di hadapannya. Ia kesal tapi tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain pasrah. Tubuhnya sudah mati rasa.

 

"Dasar b*natang kalian!" Teriak Yuliana dengan geram.

 

Mereka tertawa mendengar ucapan Yuliana 

 

"Bin*tang? Bukankah kau juga sama yang menjual anaknya sendiri demi untuk sebuah cek palsu." sambil menjalajahi jari ke bagian tubuh yang tidak berbalut benang sehelaipun.

 

"B*debah, kalian telah menipuku selama ini, Wanita licik! Wanita si*lan! Wanita j*lang!" Umpat Yuliana geram dengan perlakuan Rita yang ternyata telah menipunya.

 

Plakk! Yuliana melampiaskan kekesalan menampar Hon yang berada di dekatnya. Dan juga memukul dada Hon membabi buta.

 

Hon pun membalas menampar Yuliana dan menendang perut Wanita itu. Dirinya terkulai lemas akibat menerima tendangan diperut. Dan seketika tubuh Yuliana seperti merasakan panas yang menjalar dari peredaran darahnya sampai ke kepala, nafasnya tidak beraturan, kewanitaannya yang berkedut, serta tubuhnya gemetar hebat seperti menginginkan sentuhan seorang pria.

 

Wajah Yuliana memerah dan terkulai seperti daging tanpa tulang dengan tatapan kosong. Kedua pengawal yang mengetahui bahwa efek obatnya mulai bekerja segera mereka melancarkan nafsu bejatnya. Yuliana digilir oleh kedua Pria itu berkali-kali.

 

Yuliana hanya bisa pasrah karena efek obat yang telah disuntikan pada lehernya. Dalam batin Yuliana menyesali semua perbuatan buruknya selama ini, dia membayangkan kedua Wajah yang telah ia perlakukan dengan buruk semasa hidupnya, yaitu wajah Harry suaminya dan David putranya.

 

Air mata pun keluar dari tempatnya. Kini penyesalan datang terlambat. Itulah yang ada dibenak Yuliana ketika dirinya tak berdaya telah digilir secara kasar oleh kedua pria bertubuh kekar di dalam kamar mewah tempat menyaksikan akhir hidup yang tragis dialami dirinya.

 

 

DAY 11

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 540

 


Yuliana hanya bisa pasrah karena efek obat yang telah disuntikan pada lehernya. Dalam batin Yuliana menyesali semua perbuatan buruknya selama ini, dia membayangkan kedua Wajah yang telah ia perlakukan dengan buruk semasa hidupnya, yaitu wajah Harry suaminya dan David putranya.

 


Air mata pun keluar dari tempatnya. Kini penyesalan datang terlambat. Itulah yang ada dibenak Yuliana ketika dirinya tak berdaya telah digilir secara kasar oleh kedua pria bertubuh kekar di dalam kamar mewah tempat menyaksikan akhir hidup yang tragis dialami dirinya.

 


'Maafkan aku Harry, selama ini telah memperlakukanmu secara buruk, Maafkan ibumu ini,Nak.' lirih Yuliana dalam batin dan kemudian tak sadarkan diri.

 


Setelah puas melancarkan aksi bejatnya kedua pengawal itu memakaikan pakaian pada Yuliana dan membawa tubuh itu. secara hati-hati mereka berdua membawa tubuh itu agar tidak satupun orang melihat. Dengan melewati lift khusus mereka akhirnya sampai ke dalam mobil dan segera meninggalkan kediaman hotel itu untuk segera menyingkirkan Yuliana selamanya.

 


*****

 


Harry tidak tahu harus kemana. Di Dalam rumah Ia menunggu, terpikirkan ingin melapor polisi harus 1 x 24 jam baru dinyatakan menghilang. Apalagi keberadaan Yuliana sama sekali tidak Ia ketahui.

 


Dirinya hanya bisa menunggu dan berdoa. duduk di sofa usang hanya melihat bungkusan makanan yang hendak diberikan kepada David anak semata wayang.

 


Kepedihan yang amat mendalam dirasakan Harry. Teringat akan terakhir kalinya ucapan anaknya ketika perut mereka berdua berbunyi secara bersamaan dan menatap siluet David terakhir kalinya ketika meninggalkan rumah. Harry tidak mengira bahwa itu adalah pemandangan terakhir kalinya pertemuan antara seorang ayah dan anak.

 


"Yuli kenapa kau tega menjual David?" Harry yang teringat akan istrinya. Dan langsung membuat keputusan mencoba menghampiri rumah Orang Tua Yuli.

 


Harry berencana mencari Yuliana istrinya ke rumah mertuanya. Segera Harry berlari untuk beranjak ke tujuan yang ada di dalam pikirannya.

 


*****

 


Di Dalam mobil dua pengawal melapor kepada Rita majikan mereka bahwa sebentar lagi mereka berdua akan ke kediaman setelah menyelesaikan melenyapkan Yuliana.

 


Tepat di sebuah pembuangan barang rongsokan mobil bekas, mereka berdua memutuskan berhenti disana. Diperhatikan tubuh tak berdaya Yuliana masih terkulai lemas tak sadarkan diri. Rencananya tubuh Yuliana akan mereka hancurkan dengan mesin penghancur mobil bekas disitu.

 


Mereka yang telah berdua turun dari mobil segera membopong tubuh Yuliana. Seperti sedang membawa sebuah karung di atas pundak, begitulah pemandangan yang Hon perhatikan. Libido Hon kembali naik melihat tubuh sintal dan kulit mulus Yuliana. Masih terngiang-ngiang bentuk tubuh dinikmati ketika di hotel

 


Hon pun berencana ingin menikmati dan memuaskan kesempatan ini, karena baginya momen seperti itu adalah hal langka terjadi pada dirinya mengabdi pada Rita.

 


"Biarkan aku membawanya!" Pinta Hon kepada rekannya.

 


"Ini ambil!"

 


"Aku mau menikmatinya lagi, apa kau mau ikut?"

 


"Tidak perlu, kau saja. Aku menyarankan kamu bisa menikmatinya di dalam ruangan tertutup itu." tunjuk rekannya ke suatu ruangan yang agak tertutup. Sebuah ruangan pekerja berbentuk segiempat kecil.

 


"Ide bagus."

 


Dengan semangat dirinya menuju tempat itu untuk melakukan tindakan asusilanya kepada Yuliana kesekian kalinya.

 


Sampai di dalam ruangan ia melihat dua bilik pintu. "Ruangan kecil memiliki dua pintu" Hon sedikit terkekeh dengan desain bangunan tersebut.

 


Ditemukannya setengah bagian atas tubuh Yuliana yang tak sadarkan diri itu diatas meja. Kaki tergantung menyentuh lantai. Merobek sedikit bagian atas pakaian Yuliana sehingga memperlihatkan belahan dada Wanita itu. Dengan nafsu yang sangat membara Hon mulai melakukan aksinya secara liar sampai berkali-kali yang membuat Yuliana tersadar kembali.

 

DAY 12

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 530

 


Dengan sigap Hon menekan kedua tangan Yuliana "Ternyata kau sudah sadar kembali…."

Wanita itu yang mengingat dirinya yang telah dilecehkan hanya bisa pasrah dan kenapa dirinya masih hidup dan mendapatkan pelecehan sampai saat ini. Yuliana menyadari bahwa tempat kali ini juga berbeda dan bukan dikamar hotel. 

"Ah...Sialan" Ketika Hon ingin merasakan puncak kenikmatan dirinya, tanpa tidak sengaja dia melepas pegangan tangan Yuliana dan memegang pinggul Wanita itu agar bisa mempercepat gerakannya.

Yuliana yang merasakan guncangan hebat tanpa sengaja melihat sebuah cutter diatas meja itu bersamaan guncangan yang semakin cepat pada dirinya.

Hon yang terlena dan terpejam matanya menikmati detik-detik kepuasan menghampiri tubuhnya. Tanpa ia sadari sebuah benda tajam menembus dada sebelah kiri, dengan cepat Yuliana mencabut cutter itu dan secara tidak sengaja menyayat pembuluh di leher Hon. Geram Yuliana meludahi tubuh Hon yang meregang nyawa.

Dengan panik Yuliana melihat tangan yang berlumuran darah, untung saja ada sebuah dispenser dan galon di lantai masih berisikan air. Dengan sigap Wanita itu memanfaatkannya. Mengetahui ada kesempatan ia pun segera kabur dari tempat laknat yang telah merenggut harga dirinya. 

Namun, di luar dugaan Yuliana melihat ada satu lagi sosok pengawal berdiri membelakangi dirinya di kejauhan.

'Dasar kalian berdua b*adab' geramnya dan mengurungkan niatnya membalas dendam, karena ia pasti tidak dapat mengalahkan pria bertubuh kekar telah merebut secara paksa kewanitaannya yang lalu terjadi. dengan cepat ia mencari jalan keluar lainnya.

Yuliana yang sampai di pinggir jalan dengan penampilan berantakan memberhentikan sebuah taksi dan berencana ke kediaman orang tuanya.

Rekan Hon yang menunggu lama akhirnya tidak sabaran dan segera menghampiri dan setelah membuka ruangan itu betapa terkejut dirinya melihat Hon sudah tergeletak tak bernyawa.

"Nyonya...gawat, Hon telah tewas dan Wanita itu melarikan diri" Suara dari sebuah percakapan antara Rita dan pengawal yang menghubunginya.

"Bodoh kalian, cepat kau singkirkan mayatnya dan lekas kita pergi dari sini, segera kau carikan tempat sampai kita berangkat ke luar Negeri esok pagi" geram Rita mengetahui kabar buruk atas kebodohan dua pengawalnya.

Rita menghela nafas atas kegagalan anak buahnya. Dan berencana meninggalkan tempat itu agar menghindari kepolisian yang akan memburu mereka jika Yuliana berhasil kabur.

Bagi Rita terpenting adalah anak kecil yang sudah diamankan bersama dirinya. Setiap dua jam sekali Rita menyuntikan obat bius agar David tidak sadarkan diri dan membuat masalah.

*****

"Ma … Pa, apa Yuli ada dirumah?" tanya Harry dengan tergopoh-gopoh.

Kedua mertua Harry terkejut melihat gelagat menantunya tersebut mereka bertanya-tanya kenapa pria tersebut datang pada larut malam dengan wajah tampak dipenuhi kecemasan.

"Ada apa,Nak Harry? Duduk dulu." Ayah dari Yuliana mencoba menenangkan menantunya itu.

Setelah mereka berdua duduk, "Ma...tolong siapkan minuman untuk Harry menantu kesayanganku ini."

Kedua mertua itu sangat perhatian dan menyayangi Harry, bagi mereka walaupun Harry saat ini hanya sebagai buruh bangunan tetapi laki-laki itu tetap mengemban rasa tanggung jawab serta selalu sabar menghadapi tingkah laku putri kandung mereka sendiri.

"Coba kamu bicara secara pelan-pelan, kenapa kamu teriak begitu sebelumnya,Nak Harry?" Tanya Ayah mertuanya

Harry mencoba menenangkan diri menghelakan nafas dan kemudian ia meneteskan air mata "David Pa...David…" lirih Harry

"Kenapa dengan cucuku?" Tanya Ayah mertuanya kembali

"Yuliana telah menjualnya…"

"Praaang…" suara gelas jatuh, lepas dari tangan Masayu Ibu mertua Harry.

Membuat tubuh yang telah rentan itu terkulai lemas dan jatuh.

DAY 13

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 669

 

Sontak membuat kedua pria dewasa tersebut meninggalkan tempat duduknya. Dengan cepat Harry menggendong Ibu mertuanya masuk ke dalam kamar dan meletakkan secara lembut di atas ranjang.

"Biarkan Ibumu beristirahat di kamar, sebaiknya kita membicarakan masalah ini diluar…" Ucap Ayah mertua Harry

Setelah mereka kembali duduk Pria paruh baya itu bertanya "Apa benar yang kamu katakan, Nak Harry?" Tampak kerutan di seluruh wajah Raden Ayah mertua Harry.

"Iya Ayah, aku juga sebenarnya masih tidak percaya dan ingin menanyakan langsung dari mulut Istriku…" 

"Jika memang benar, Yuliana sungguh keterlaluan" Geram Raden menghentakan tongkat ke lantai sangat keras

"Ini juga kelalaianku Ayah, seharusnya aku membawa David bersamaku ketika hendak membeli makanan malam ini" imbuh Harry

"Dan ketika aku telah kembali, David tidak ada lagi di rumah, dan ketika aku mencarinya ada kesaksian dari tetangga sekitar bahwa David dibawa seorang Wanita, dan aku kira itu Yuli. Ketika aku menghubungi Yuliana, dia bicara padaku bahwa David telah dijualnya." Harry menjelaskan kepada Mertuanya.

Lama mereka berdua membicarakan masalah David yang dijual dan atas sangat keterlaluannya kelakuan Yuliana selama ini, perbuatannya yang terakhir itu tak dapat ditolerir oleh Ayah Yuliana sendiri.

Berbeda dengan apa yang ada dipikiran Harry, dirinya yakin bahwa suatu saat Yuliana akan berubah menjadi lebih baik.

Tepat ketika mereka berbicara tentang Yuliana, sosok itu datang dan sudah berada didepan pintu rumah. Harry yang melihat Yuliana langsung menghampirinya, khawatir dengan keadaan Yuliana dan bertanya dimana diri David berada.

"Apa yang telah terjadi? Kenapa dirimu kotor begini, dan pakaianmu robek begini, ceritakan! Dan dimana David berada" Harry bertanya secara terus-menerus kepada diri Yuliana

"Maafkan aku yang kotor dan hina ini Suamiku…" Hanya tangisan yang terdengar dari mulut Yuliana, ia secara terus menerus mengumpat dirinya dan meminta maaf karena selama ini dirinya sangat kejam kepada Harry dan David.

Harry memeluk tubuh istrinya dan menutupi tubuh Istrinya dengan jaket miliknya bertujuan agar dapat menenangkan hati dan perasaan sedih yang dialami Yuliana.

Dan setelah lama berbicara Yuliana menceritakan semuanya kepada Harry dan Ayahnya. Berbicara dengan penyesalan Yuliana sering berkata meminta maaf di setiap perkataannya.

Tentu saja semua anggota keluarganya kecewa karena ulah dan tingkah laku Yuliana, karena rela menukarkan seorang anak menjadi uang dan lebih parahnya lagi ditipu.

Setelah mengalami penyesalan atau perselisihan besar pada malam itu. Mereka melaporkan kejadian perkara atas dasar penculikan. Tentu laporan kasus tersebut bertujuan untuk melindungi Yuliana.

Usaha pencarian bersama tim kepolisian pun mereka lakukan, akan tetapi Rita dengan cepat menyingkirkan semua barang bukti, mayat dan noda darah Hon tidak ditemukan ditempat kejadian.

Semua petunjuk tidak ditemukan, kecuali keganjilan di hotel tersebut tetapi kesaksian dengan cepat dibungkam oleh Manajer pihak hotel.

Demi keamanan Rita menunda keberangkatan dan mencoba semua cara untuk lolos dari kejaran polisi. Untungnya kesaksian Yuliana tidak dapat banyak membantu tim petugas kepolisian. Sampai akhirnya polisi tidak menindaklanjuti laporan.

Seperti mencari jarum didalam tumpukan jerami, kesaksian samar tidak dapat memperkuat bukti. Itulah alasan polisi berhenti melakukan penyelidikan 

Semenjak kejadian itu membuat Yuliana terpukul, batinnya terguncang. Semenjak di hari kedua dirinya dirawat dirumah sakit akibat trauma dan gangguan psikis.

Satu bulan kemudian, Mertua Harry mengizinkan mereka berdua untuk tinggal bersama daripada mereka hidup dirumah kontrakan.

Harry tidak dapat menceraikan atau meninggalkan istrinya, dirinya sudah terlanjur mencintai Istrinya, merasa kasihan dan bagaimanapun mereka sudah lama hidup bersama.

Berharap David dapat ditemukan suatu saat nanti, karena Yuliana dan Harry tidak tahu bahwa tujuan sebenarnya Rita akan menjual organ tubuh David keluar Negeri.

Sampai dimana kemarahan,kesedihan, kekecewaan, menghampiri mereka sekeluarga. Terdengar kabar bahwa terjadinya kecelakaan yang menimpa maskapai penerbangan dan salah satu korbannya adalah seorang anak berusia tujuh tahun yang tidak lain adalah David

Ternyata berita itu bukan isapan jempol belaka, mereka mengetahui kabar tersebut karena pihak kepolisian dan pihak maskapai penerbangan menghubungi Harry untuk mengkonfirmasi data valid David secara langsung. Dan pihak maskapai penerbangan memberikan santunan berupa uang asuransi atas nama David Wijaya yang diberikan kepada Harry sebagai Orang Tua kandung.

Ditambahnya berita kematian David tersebut membuat Yuliana selalu dalam penyesalan seumur hidupnya. Berhari-hari bahkan berbulan-bulan dirinya selalu mengurung diri dikamar.

 

Mengutuk dirinya setiap hari akan semua hal buruk yang terjadi pada putranya .

DAY 14

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 354

 


10 tahun kemudian,

Misi Utama David diberikan sebelumnya yaitu memberantas dan menyelidiki kasus meresahkan hukum dan pemerintahan dilakukan gembong besar penjahat yang beraliansi.

Kasus mereka semua berkaitan dengan pemerasan, perdagangan, pemalsuan, pengelolaan limbah,  pembunuhan, kecurangan tender,  pemerasan, penyerangan, penyelundupan, perj*dian ilegal, ter*risme, lintah darat, pr*stitusi, pencucian uang, perampokan, penculikan, pencurian seni, korupsi 

Pihak merupakan anggota sekutu penjahat terbesar telah ditemukan siapa kepala pemimpinnya.

Davinchi bertujuan membuat perseteruan antara semua belah pihak dan menghancurkan.

“Ke rumah Immanuel.” Davinchi berbicara dengan ekspresi datar.

David mengubah identitas menjadi Davinchi adalah pemuda yang berhasil menjadi Consigliere Penasehat Hukum atau yang santer disebut sebagai Pengacara penjahat di salah satu Negara Italia. Hanya butuh waktu satu bulan dirinya berhasil menyusup dan mendapatkan gelar Consigliere.

“Baik.” sahut sopir memakai kacamata berwarna hitam.

Sepanjang jalan melewati pemandangan  indah perbukitan alam Negara. 

Davinchi memainkan Tablet berlayar 8 Inch nya dengan kasar. Sesekali ia memandang keindahan dari balik kaca mobil. Dan saat itu beberapa helikopter melintas tepat diatas mobil mereka.

Tiba di Manor Immanuel, suasana istana dengan kemegahan yang terkesan sombong, dengan setiap sudutnya penuh dengan ukiran.

“Tunggu disini!” Tukas Davinchi keluar dari dalam mobil.

“Apa kau gila akan melakukan sendirian?” Gumam supir melihat Davinchi dari balik kaca yang setengah terbuka. Ia merupakan salah satu anggota pasukan khusus yang ditugaskan untuk mendampingi Davinchi. 

“Tujuanku…adalah menghancurkan Organisasi itu.” Tukasnya tanpa menoleh kebelakang.

“Itu sangat beresiko, kau bisa terbunuh…”

“Percayakan saja padaku!” Angkuhnya melangkahkan kaki.

Davinchi tiba didepan pintu gerbang yang dijaga 4 pengawal. Dengan lincah ia bergerak melewati penghalang dan sekejap mampu melumpuhkan mereka.

“Mau apa kemari? Kamu masih tetap berbisnis di hari upacara pemakaman bosmu?” Seorang pemimpin menikmati santapan makan siang di atas lantai dua.

“Ini tawaran terakhir dari Bos Pablo!” Davinchi merapihkan jas nya.

“Tawaran dari orang mati? Aku tak tertarik , bawa pergi saja!” Mengabaikan Davinchi.

“Kau bunuh Ketua Serikat Carlos untuk menguasai kekuasaan dan serikatnya. Itu kesalahanmu, Carlos itu bak saudara kandung bagi Pablo.” Jelasnya.

“Aku tak akan menerima tawaran apa pun.” Tetap bermain dengan kedua sendok melahap perlahan makanan.

“Ini terdengar seperti tawaran? Ini pengampunan terakhir dari bosku untuk pria yang sudah membunuh temannya.” Davinchi tersenyum kecut

DAY 15

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 383

 

 

 

"Jadi, kau kesini untuk bernegosiasi, atau mengancamku?” Memutar kedua bola mata tetap mengganyang pangan lezat itu.

“Jika kau tandatangani ini, maka tak akan ada masalah.” Menyodorkan lembaran merangkum dokumen.

“Enyah kau! Kembalilah ke negaramu, dasar orang asing angkuh.” Berhenti sejenak dari suapan, melihat dengan tatapan kemarahan.” 

“Aku mengambil alih semuanya secara adil. Tak ada hubungannya sama sekali dengan keluarga Pablo.” Sambungnya lagi, Davinchi tak bergeming dari tempatnya.

“Pergi kau dari sini!” Nada bicara naik satu oktaf

Kau yakin tak akan menyesal?” 

“Menyesal? Ada keluarga Luchio yang melindungiku. Aku bahkan tak takut untuk berperang…” Berhenti menyantap, minum, dan mengelap mulut memakai serbet.

“Penyesalan adalah neraka terjahanam saat masih hidup.” Sinisnya.

“Immanuel… Aku kesini untuk memberi kesempatan bertobat, bukan berperang!” 

“Ya. Terserah…” Roman muka berang tampak dari Immanuel karena kehadiran Davinchi sangat mengusik acara santap makan siangnya.

“Arigatou… Dasar orang Asing biadab…” Immanuel mencibir, amarahnya memuncak membalikan meja, berdiri bersiap menghajar Davinchi.

“Hei, Imanuel… Kau akan mendapatkan balasan karena menghina orang Asing. Dasar makhluk dungu.” Seringai senyuman terlihat dari wajah Davinchi.

“Hei, Bocah! Kau mengataiku? Kau bicara apa tadi?” Geram Immanuel, memainkan mata memerintahkan kedua bodyguard berada di sebelahnya dari tadi.

Dua pengawal bersiap dengan senjata api, tetapi sekejap Davinchi dengan teknik pisaunya bersamaan telah melempar dua pisau, menancap tepat di kepala, dalam sekejap mencabut nyawa kedua tubuh besar kekar berdiri angkuh.

“Sial! Apa… kau, ternyata kau bukan consigliere biasa” Terbelalak menyaksikan hal mustahil orang biasa lakukan.

“Sialan…” Sebuah pukulan mendarat ke perut Imannuel. Menyusul pukulan ke leher,tulang rusuk, terakhir tendangan berputar Davinchi melesat ke paras Imanuel.

Terdorong mundur ke belakang mengakibatkan Immanuel terbujur dan memuntahkan seteguk darah.

“Sebelumnya Aku sudah menawarkan hal baik agar kau bertobat dan segera menyerahkan diri ke pihak berwajib” Davinchi berucap meninggalkan raga Imanuel dengan santai.

“Kau mata-mata?! Dokumen tadi ternyata…” Melihat punggung Davinchi yang perlahan menjauh meninggalkan kediamannya.

Helikopter melintas menyebarkan sebuah cairan ternyata adalah bahan bakar. Davinchi telah keluar dari kediaman Immanuel melemparkan zippo lidah api pun terbentuk dan menyulut manor Immanuel hingga semuanya terbakar.

“Gawat! Semuanya terbakar! Semuanya terbakar! Jangan hanya diam saja! Cepat bergerak!” Teriak Imanuel dalam keadaan sekarat

“Br*ngsek kau, Davinchi!” Mengetahui tidak ada satupun anak buahnya memberikan tanda kehidupan mendengar teriakannya.

“Dendamku akan dibalas!” lirih Immanuel meregang nyawa. “Luchio akan membalaskan dendamku padamu dan keluarga Pablo!” Suara perlahan hilang ditelan lautan api.

DAy 16

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 331

 


“Dasar dungu, Luchio tidak akan membalaskan dendam, hanya untuk cecunguk sepertimu” Gumam Davinchi seolah-olah tahu apa dikatakan Imanuel.

??????????????????

“Dendam Ayah sudah kubalaskan...” Davinchi bersandiwara dalam rumah duka pemakaman Anaknya Pablo.

Alex penerus dari kepemimpinan Pablo mendengar ucapan Davinchi menghampirinya 

“Kau bisa saja melakukannya usai upacara pemakaman.” Memegang pundak orang kepercayaan Ayahnya.

“Itu perintah terakhir sebelum kematiannya. Dia mau aku menyelesaikannya dengan cepat.” Davinchi berdalih

“Namun, membunuh semua orang pengikutnya dan membakar manor Imanuel adalah pilihan bodoh. Kau bisa saja memancing amarah Luchio” Alex mengingatkan Davinchi atas konsekuensi dari perbuatannya.

“Pablo mengizinkanku memakai cara apa pun.” Membalikan tubuh lebih mendekatkan wajahnya.

“Ya. Ayahku selalu mempercayai Apapun keputusanmu” Alex mencibir. 

“Bahkan ia mempercayai ku, putranya.” Mendorong tubuh Davinchi dengan jari telunjuk agar menjauh. 

“Itu karena kau selalu gegabah.” Membalikan tubuh melangkahkan kaki secara perlahan meninggalkan Alex. “Bos melarang organisasi mengedar narkoba secara terang-terangan, melukai wanita dan anak-anak apapun keadaannya.Namun, kau melanggar itu.” Dengan nada rendah berbicara

“Davinchi temanku, saudaraku. Sekarang aku bos di sini. Bisakah kau lebih menghormatiku?” Tukas Alex karena dirinya merasa terhina atas perlakuan Davinchi.

Davinci menghentikan langkahnya. “Alex. Saudaraku. Aku selalu siap menghormatimu kapanpun… selama kau sudah pantas.” Lalu dia menghilang dari hadapan Alex

Alex geram atas sifat angkuh Davinchi, Alex mencurigai Davinchi berencana mengirim orang kepercayaannya untuk mengawasi dan  membunuhnya.

Malam hari empat orang bermodalkan senjata api sejenis desert eagle dilengkapi suppressor berhasil menyusup ke apartemen Davinchi.

Dengan tangkas mereka mengendap dan langsung memasuki kamar pribadi Davinchi melepaskan semua tembakan di kasur tampak seperti gundukan orang lagi tidur di atasnya.

Merasa curiga mereka berhenti menembak, membuka selimut tidak berjejakan darah.

Keempat orang itu kebingungan. Karena merasa dikelabui Davinchi.

“Kalian mencariku?” Terdengar suara berada di belakangnya.

Suara tembakan kemudian melumpuhkan keempat orang itu. Davinchi mendekati mereka, “pasti kalian diperintahkan Alex?”

“...” Pria botak tidak bersuara, meringis kesakitan.

Davinchi tersenyum kecut “tidak perlu dijawab” peluru menembus kepala lelaki botak.

Alex menerima panggilan dari salah satu nomor pesuruh melaksanakan perintahnya.

DAY 17

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

kelompok 25

Jumlah kata 372

 


“Apa pestanya menyenangkan?” Terdengar suara dari ponsel

“Davinchi?” Alex refleks karena tersentak kemudian tersadar membalas pertanyaan dalam ponsel.

“Miauuuuuw” seekor kucing menggosokkan kepala menyambut kedatangan Alex

“Aku bisa dengar meongan Karil. Kau pasti sudah berjalan melewati pintu masuk.”

“Bagaimana kau bisa…” bertanya penuh kecemasan.

“Aku hampir lupa. Biarkan aku Meminta maaf sebelumnya. Aku tahu itu mobil kesayanganmu.” Perasaan dingin tanpa belas kasihan Davinchi.

“DUAAAR” Suara ledakan lamborghini sport berasal dari halaman rumah Alex.

“...” keringat Alex mulai bercucuran

“Aku tidak membunuhmu, karena empat orang suruhanmu menghalangiku sebelumnya, dan ini akan menjadi kali terakhir. Aku akan meninggalkan Italia, dan tak akan pernah kembali. Jangan mencariku.”

“Karena kau tidak akan bisa lakukan itu, dirimu akan meledak Selagi kau masih di dalam sana. Hei, Alex. Kau memang tak pantas menjadi bos.”

Alex tercenung mendengar ucapan Davinchi, seketika semua balai milik Alex hancur karena ledakan bom.

Davinchi yang ternyata menelpon sudah didalam pesawat exclusive,menghancurkan simcard keluar dari smartphonenya agar tidak bisa dilacak.

“...” Membuka topeng silikon. Ternyata selama misi berlangsung Davinchi selalu mengenakannya. Terlihat wajah asli yang tampan nan rupawan masih terlihat muda 
Davinchi dijuluki Code D. Nama asli David Wijaya, Berusia 16 tahun, sangat berbakat segi hal pertarungan jarak dekat maupun jarak jauh. Cerdik dalam menggunakan semua senjata tajam dan benda tumpul.

Misi memberantas tiga penjahat dipimpin oleh Carlos, Pablo, dan Imanuel selesai.
Untuk Luchio, Davinchi membiarkan tim lainnya menyelesaikannya.

Cukup mudah bagi Davinchi membuat perseteruan empat pilar penjahat besar tersebut, dengan membeberkan rahasia dibalik mereka satu sama lain agar terjadi konflik dan perpecahan kerjasama perdamaian diantar empat kelompok besar penjahat itu.

——————————————————–——–—————

"Mayday, Mayday, CGK Transit dari Bandara SIN menuju Bandara JFK Mengalami kerusakan sistem ...." Pilot melapor dari sebuah kokpit pesawat komersil. 

BIP! BIP! BIP! BIP! BIP!
Suara emergency dari ruang pesawat, lampu tanda seat belt menyala, di ikuti lampu penerangan di lantai kabin berkelap kelip.

BRUKK!
Guncangan pesawat menggoyahkan ketentraman menjelma pelik kecemasan semua penumpang karena tekanan udara dalam pesawat bergejolak.

SRAAK!
Masker sistem oksigen darurat menyembul dari dalam kompartemen.

Apabila tekanan udara berkurang secara tiba-tiba, barulah masker oksigen akan keluar dari kompartemen di atas penumpang. Hal-hal yang dapat menyebabkan berkurangnya tekanan udara kabin diantaranya adalah kebocoran pesawat, kerusakan badan pesawat, dan hal teknis lainnya

BRUKK!
Kembali pesawat mengalami turbulensi dan mengguncang penumpang di dalamnya.

DAY 18

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 309

 

SYUUUT!

pesawat menukik membuat tekanan suasana para penumpang pesawat diambang bahaya

Teriakan-teriakan sebagian penumpang antara hidup dan mati menjelang.

WUUUUUUUSH! Tampak pesawat komersial di udara terbang arah dengan kepala dibawah, seperti roket menghujam sasaran.

SRAK!

David terkejut bangun dari tidurnya.

"UGH! Hosh ... Hosh ...." terasa nyeri bagian kepala diiringi nafas sesak.

"Haah ... hhh … hhh ... Mimpi!" nafas pria itu tersengal-sengal saat mengetahui hanya mimpi menerpa di tidurnya.

Mimpi dengan kilas potongan kecil memenuhi ingatan David. Secara berskala menghampiri ingatan yang telah pudar itu berkali-kali menghantuinya.

Helai poni rambut menyembul di sela jari David karena telapak tangan menangkup di wajah. 

Hanya termangu duduk di kasur setelah mimpi baru saja memarani dirinya.

Tik Tok Tik Tok Tik Tok

Keadaan tenang hanya renyut jarum jam bergerak diatas meja yang berdiri kokoh. Menunjukkan waktu 06.37 pagi hari.

Srek! Srek!

Menoleh terhantar berasal luar pintu kamar apartemennya

Ckrek!

David keluar dari kamar sambil memegang kepala yang masih terasa nyeri. Efek mimpi buruk sekaligus ingatan.

"Heh ... sudah bangun Vid? Keburu belum menyiapkan surprise semuanya dong." Mayor Sean terkejut ketika pintu kamar sudah terbuka.

"Happy Birthday brother!" Teriak salah satu perwira diantara mereka berjumlahkan sepuluh orang.

"Wah kau sekarang berusia delapan belas tahun."

"Ya kalau saja ingatanmu tak kembali, mungkin tidak bisa merayakan pesta ini deh ...."

"Lihat ini!"

"Makan ini agar bersemangat. HIDUP HANYA SEKALI maka jangan di sia-siakan." Ledeknya.

"Aku membelinya di toko terpopuler Negara sini." 

Suara suara mengisi keriuhan pesta ulang tahun yang digelar mendadak.

"Tak usah begini. Kalian repot-repot bangun sepagi ini karena aku." David tersenyum agar tidak mengecewakan rekan rekannya.

"Saat kau lelah bekerja, pesta adalah penghiburnya."

"makan kue bisa menjadi sumber kebahagiaan."

Suara suara dari perwira menimpali ucapan David

"Aku sudah cukup bahagia." Ungkap David.

"Kau bahagia?" Tanya Mayor Sean mengulas senyuman.

"Ya ... karena kalian mau menganggapku sebagai adik sekaligus keluarga kalian."

Semua terhenti sejenak mendengar lisan terlontar dari David. Sean pun tersenyum

DAY 19

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah Kata 303

 

"Semua ini kami persiapkan menyambut kembalinya ingatanmu."

“Terima kasih telah menyelamatkan kami disaat kami semua tersudut oleh teroris di perbatasan Negara hampir satu dekade lalu." Kapten Jimmy angkat bicara

"kami semua berhutang budi padamu."

"Kalau kami semua tidak bertemu denganmu, saat ini kami tidak bisa berdiri disini dan menjumpai semua keluarga dan kerabat kami." Ujarnya.

Semuanya, satu persatu ambil andil bersuara karena suka duka mereka telah diselamatkan oleh David delapan bulan lalu ketika ia berusaha mencari tempat pelarian meninggalkan markas besarnya.

Pelarian berangsur selama tiga bulan ia lewati, berbagai rintangan, kelaparan, kehausan, kelelahan, bahkan sampai menyebrangi lautan melewati perbatasan demi perbatasan antar Negara mengantarkannya sampai ke Negara Adikuasa AS.

"kau jadi objek uji coba perusahaan farmasi ilegal dan berhasil melarikan diri waktu itu?"

"Jangan bilang kau alien, David?" Candanya.

"Hahahahaha." Suara tawa semua orang memenuhi ruangan itu.

"Tidak menyangka waktu dimana kami mengalami masa kritis, kau bisa berpihak pada kami dan mengetahui mereka adalah teroris." Tanya penasaran sersan George.

"Oh itu, membedakan dari seragam kalian pakai, sebenarnya aku juga tidak mau terlibat ...." jawab David

"Hah begitu ya ." Diantara mereka memotong pembicaraan David.

"Pertanyaan bodoh kawan." Memukul pelan bahu rekannya.

Mereka pun tertawa melepaskan kebahagiaan.

David mengulas senyum "Bergurau, Awalnya aku ingin meminta bantuan kepada salah satu tim mereka. Tetapi niatku untuk menghampiri mereka terhenti ketika tidak sengaja mendengar percakapan aksi terorisme dua petugas penjaga base camp teroris itu." Sambung David menjelaskan. 

"David ... ?!" Panggil Mayor Sean.

"Ya." 

"Ini hadiah untukmu."menyerahkan semua berkas data identitas kepemilikan David khusus untuknya.

"Apa ini?" 

"Kau ini ya! Walaupun bertanya seperti itu wajahmu pun tak bergeming, kau bisa pulang" 

"Pulang?" David tidak percaya.

"Ya, ke Indonesia, kamu bisa menginap di rumahku disana?"

"Kau mempunyai rumah di Indonesia Mayor?"

"Ada, nanti kau tinggal bersama kakek dan adik perempuan-ku"

"Wah ... Mayor punya saudara perempuan ya?" Kapten Jimmy memotong ucapan Sean.

DAY 20

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 344

 


"Ada," jawab Sean

"Kau jangan mencoba coba berniat jadi besan ya David." mencekik ringan leher David menggunakan llengan .

"Eh." David mengulas tersenyum.

"Kalaupun iya tidak menjadi masalah sih, haha." Oceh Sean dan tertawa.

"Tolong jaga mereka seperti keluargamu sendiri, itu permohonan dariku, David." Ucap Sean.

"Aku akan menjaga mereka, seperti keluargaku sendiri. Kalian semua adalah keluargaku."

"Semoga kau bisa bahagia hidup begitu? Aku yakin perbuatanku itu bermakna. Kau tak kenal takut. Namun ... apa kau bisa menanganinya." Ujar Sean.

"Apa?"

"Kini, mereka murka. Luchio ? misimu kemarin menyebabkan hal itu. Markas pusat meminta kami untuk menghancurkan Luchio besok, Tak ada yang peduli apa kami semua hidup atau mati."

"Kenapa? Karena cerita sedihmu tidak menyedihkan." David mencibir pembicaraan Sean.

"Dasar kau ini ya. Tidak sama sekali. Saat ini, kami mencemaskan hidupmu hanya itu, David."

"Aku bergurau Mayor." 

"Cabutlah hiasannya!" Menunjuk kue ulang tahun masih berdiri memberikan kemegahan.

"HIDUP HANYA SEKALI, Tolong berbahagialah. Kami semua bisa menghadapi Luchio. Karenamu 3 pilar itu telah lenyap dan kau membuat sedikit kedamaian di Negara Italia, itu ucapan terima kasih dari pemerintah sana. Dan Presiden Italia menyampaikan itu ketika mengadakan pertemuan dengan Presiden AS kemarin, bahkan Presiden dari Indonesia ikut ambil andil memberikan banyak hadiah untukmu." Ucapnya bangga.

David pun mencabut lilin tertancap kokoh diatas kue itu. Terasa aneh baginya melihat lembaran demi lembaran terbungkus plastik,lembaran uang kertas dan berupa cek, mencabutnya tiada habis-habisnya masih menjulur.

"Berapa jumlahnya?"

"Astaga. Dia berantakan sekali, haha."

Semua orang memberikan hadiah, termasuk juga pemerintah AS dan Italia untuk kepulangan David. Dan pemerintahan Indonesia diwajibkan menjaga rahasia identitas David setibanya pulang nanti.

"Uang? Sebanyak ini?" David bertanya heran.

"Iya, semua itu dari kami. Dan pemerintah memberikan kartu Debit, ATM, dan lainnya termasuk rumah dan mobil sport terbaru untuk aset kau disana." Sean menerangkan.

"Sebanyak itu?" David bertanya dengan kepolosannya.

"Markas pusat, dan tim FBI, CIA serta lainnya berterima kasih atas dedikasi yang kau berikan. Kalau tidak ada kau kami semua pasti sudah mati, serta pemerintahan dan seluruh perusahaan di Negara ini dan Italia pernah tertindas atas ulah 4 pilar itu memberikan ucapan terimakasih kepadamu." Celoteh Sean

DAY 21

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 319

 

"Oh ya satu lagi Letnan memohon maaf karena tidak bisa ikut serta dalam perayaan ini, kau tau kan beliau sedang sibuk menjalankan tugasnya."

"Inilah yang dinamakan keluarga itu?" David bertanya.

"Tentu saja, kau ini memang cerdik, tapi aku lupa kau tetap lah anak remaja yang masih polos." Sean menepuk jidatnya tertawa.

"ingat kami semua adalah keluargamu, David". Jimmy ikut menyela.."Jasamu selama ini sangat besar dan berarti bagi kami semua."

Tak hanya Jimmy,  semua orang ikut berbicara kepada David.

"Oh iya David hubungi kami sesampainya disana, jangan lupakan kami." Ledeknya.

"Iya, benar."

"Beritahu kami apakah saudari Mayor Sean itu cantik atau tidak ?" Dengan mengedipkan matanya.

"Hey, kau mau mencoba jadi besanku perwira, Wright? Jessica adik-ku pasti sangat cantik, bukan saja cantik dia terkenal karena kecerdasan-nya di dunia pendidikan." Ujar Sean.

"Wah, sepertinya aku berminat menjadi besan mu Mayor." 

"Aku juga Mayor"

"Aku ... aku"

Semua ikut mengisi candaan obrolan itu.

"Haha, kalian ini mau kupukul ya. Kalian sudah beristri." Tawanya menunjukkan kepalan tangannya.

Ruangan kembali dipenuhi tawa dan canda merayakan kembali pesta ulang tahun untuk David. Mereka berpesta hingga sampai larut.

Seminggu kemudian paginya David ditemani Sean menuju ke Bandara. Sean berpesan kepada David agar berhati-hati menjaga identitasnya agar tidak sampai terendus publik.

"Semua sekutu dari Negara Asal-mu sudah duluan berangkat, ini demi kamu agar tidak kelihatan mencolok." 

"Terima kasih, Mayor"

"Jangan sungkan, kau sudah seperti adik-ku sendiri, semua tim beranggapan sama." Menepuk pundak David.

"Jangan sampai setiba kami disana kau terlibat perkelahian dengan anak seumuran mu." Pesannya.

"Tenang saja Mayor, jangan terlalu memikirkan aku." Tukas David.

"Dasar bocah bodoh." Sean menyikut perut David."

David hanya meringis.

"Aku bukan, mengkhawatirkan mu, tetapi mereka ...." raut wajah Sean berubah murung.

"Oh itu, kau tenang saja." Angkuhnya.

"Haha ... kau ini." 

Banyak pembicaraan yang diperbincangkan Sean dan David ketika menunggu Boarding. Mereka berdua mengobrol sambil menikmati sarapan pagi.

Keakraban mereka terlihat seperti seorang saudara. Tanpa ada yang tau mereka adalah seorang atasan dan bawahannya.

DAY 22

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 331

 

Setelah keesokan pagi hari, tepatnya di Ibukota Negara, terlihat bangunan berjajar dan memiliki banyak pintu di setiap lantai gedung.
Jakarta international Highschool merupakan sekolahan bergengsi cukup elite dan terkenal di kalangan masyarakat akan kredibilitas dan akreditasinya. Ditambah lagi kepopuleran sekolah menjadikan wadah bagi murid yang mampu dan berkelas yang bisa masuk menempuh pendidikan di sana.

Drap! Drap! suara langkah kaki dengan cepat dan kasar menghentak lantai sekolah.

"Sungguh Gila!!" Seorang siswi sekolah menengah berteriak dengan gaduh depan pintu sampai menarik perhatian semua orang dalam sebuah kelas.

"Tadi aku lihat kakak kelas sangat ganteng di kantor Guru! Kabarnya dia adalah anak pindahan yang masuk ke kelas 3!" Lanjutnya berbicara.

"?Kyaaa" sahut gadis SMA memekikan telinga para siswa dan siswi sekelas.

"Dari pembicaraan di kantor Guru aku juga mendengar dia pindahan dari luar Negeri"

"Apa luar negeri? Bule ya?" Terka lainnya.

"Kau tidak sedang bercanda kan?"

"Tidak tidak, aku tidak sedang bercanda."

"Ah tercium akan banyak yang rajin masuk sekolah."

"Uwah! Membayangkannya. Sepertinya aku gak bakal bisa tidur hari ini"

"Anak pindahan di kelas 3? Itu pasti dia!" Jessica hanya mendengarkan dan dapat menyimpulkan sesuatu – saat beberapa teman sekelasnya sedang asyik bergosip.
Jessica mendengar celotehan siswi perempuan sambil menggambar sesuatu di buku tulis mengingat suatu peristiwa saat ia bersama Kakek-nya menunggu David di Bandara.

"Kak David pasti sudah masuk kelas sekarang"

"Gate 2 ya Kek?"

"Mungkin saja, kakek lupa, Jess" jawab Victor pikun–sebuah penyakit menyerang manusia dikala seiring bertambahnya usia.

"Kebiasaan deh Kakek, kita menunggunya disini saja!?" Menutup wajahnya karena ulah Kakek-nya

"Sean berpesan pada kakek harus menjaganya, kasihan anak itu di Negeri paman sam dia seorang yatim piatu selama bertahun-tahun" ujar lelaki paruh baya berusia 65 tahun merupakan kakek kandung Sean.

Victor memang agak pikun akan tetapi, ia masih dibilang cukup memiliki kondisi prima seusianya. Rambut dipenuhi uban, kulit keriput, dan memiliki fisik tubuh terlihat rentan diluar tetapi memiliki daya tahan luar biasa. Seperti tidak cocok di usianya sekarang. Ia juga merupakan pensiunan anggota tentara pasukan khusus sewaktu masa muda-nya.

DAY 23

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 309

"Kak Sean berhutang budi dengannya, selama sepuluh tahun mereka bersama disana, lagipula Kakak bilang anak itu tidak ada tempat tinggal dan hanya sebatang kara." Gumam Jessica yang tidak mengetahui kebenaran sesungguhnya bahwa Sean hanya mengenal David hampir satu dekade.

"Bagaimana mungkin? aku tak dapat menyangkanya, laki-laki yang memiliki paras yang tampan dan memiliki kulit putih bersih itu yatim piatu…"

Jessica larut dalam lamunan keheranan, ia juga tak memungkiri bahwa tertarik ketika melihat siluet David pertama kali. David memang memiliki daya tarik yang luar biasa apalagi dikalangan wanita pasti menggilai paras tampan dan memiliki tubuh yang atletis. 
Bel sekolah berbunyi, menandakan jam pelajaran pertama akan dimulai. Jessica yang hanyut dalam lamunan pun tersadar.

"Ah mikir apa aku ini? Tidak tidak bagaimana mungkin aku terlena seperti ini."memukul kepalanya dengan ringan tertawa kecil.
Sedangkan David memulai memasuki ruang kelas 3.B bersama Wali kelas membimbing dirinya.

"hari ini kalian kedatangan teman baru. Namanya adalah David Wijaya. Selama ini dia mengenyam pendidikan lewat Homeschooling. Dimohon kalian membantu dia beradaptasi di sini dan mohon dimaklumi saat ia berbicara belum menguasai seluruhnya  bahasa dan kebudayaan kita karena David berasal dari luar negeri" Sang Guru menjelaskan kepada semua muridnya yang sebagian besar murid wanita yang hanya terdiam terkesima dengan paras David.

'Wah dia benar-benar tampan." Murid wanita dengan menggigit bolpoint nya.

"Dia bahkan lebih tampan dari bayangan ku."Lirih murid wanita yang lain.

"Apa kau masih jomblo?" Tanya seorang gadis secara tiba-tiba.

"Apa itu Jomblo?" David kebingungan mendengar kata yang belum dikenalnya.

"Hey kau makhluk planet asing, jomblo saja tidak tahu." Ledek yang lain.

"Hey bung, dia itu ternyata bodoh." tertawa terbahak-bahak.

"Tampan saja tidak cukup." Serunya.
Dua orang anak bermaksud memojokkan David. Mereka bernama Angga dan Yohanes. Duo berandalan tukang ribut dan membuat onar.

"Ehem." suara Guru bermaksud memberitahu agar mereka bisa tenang sedikit.

"Jomblo itu Tidak memiliki pasangan." seorang gadis berbicara membantu David.

DAY 24

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 309

"Tenang saja, besok kau akan memiliki pasangan." Seorang murid wanita dengan percaya diri berpendapat dengan menyibakkan rambutnya ke belakang dengan mengedipkan sebelah matanya pada David.

"Apa kau tinggal disini karena ikut keluargamu pindah?"

"Oh, maaf! Aku masih lajang dan tinggal bersama Kakek dan Adik-ku yang kebetulan bersekolah disini juga"

"Adik?!"

"Bersekolah disini?"

"Adikmu pria atau wanita?"

"Hey kawan, Kelas berapa adikmu"

"Kalau pria pasti tampan seperti kau kan?"

"Membayangkannya kalau adiknya wanita pasti cantik"

Para siswa siswi membuat banyak pertanyaan yang bisa David jawab semua secara satu persatu.

'S*alan anak itu bahkan tidak terpojok dengan hinaan tadi' gerutu Angga dalam hati
Akhir perkenalan yang menyenangkan bagi David karena ia merasa sudah memiliki banyak teman. Berbeda dengan kehidupan kelam pernah ia lalui sewaktu kecil. Dunia dimana saling waspada antar anak kecil seusianya tidak ada tawa dan canda.

"Salam kenal semua." David belum dengan fasih berbicara menyapa terakhir kali semua murid.

"Kau bisa duduk disana, David." menunjuk pada bangku kosong di sebelahnya ada murid laki-laki lain.

"Baiklah, terima kasih Bu Guru."David berjalan.

"Hey, anak baru itu kampungan sekali. Bagaimana nanti kita beri pelajaran?" Bisik Angga pada Yohanes.

"Jangan! Santai aja dulu, masih banyak mesti aku kerjakan daripada mengganggu dia. Biarkan saja dulu anak itu menikmati kesenangan sebagai murid baru."

"Begitu? Okay Bro!" Cemberut mengerucutkan bibir dan mengepalkan tangan.

"Adi?! Tolong dibantu jika David mengalami masalah dalam mata pelajaran." Guru meminta Adi untuk membantu David.

"Baik Bu, dengan senang hati." tentu Adi sangat menyukai hal tersebut, dikarenakan Adi yang seorang kutu buku dan anti sosial justru merasa senang bisa membantu dan berteman dengan murid keren seperti David.

"Baiklah anak-anak Ibu permisi, jangan berisik tunggu Guru mata pelajaran datang." Wali kelas meninggalkan kelas dengan sekilas memperhatikan para murid yang sibuk memperhatikan dan membicarakan David. Ia keluar dengan menggelengkan kepalanya.

"Ha.. haii David, salam kenal." Adi berbicara dengan terbata-bata canggung mengulurkan tangannya.

DAY 25

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 342

Sembari Adi berbisik kepada David sesekali ia melirik pada orang yang dimaksud. David dengan tenang dan memberikan senyuman.

"Oh iya pelajaran pertama kita adalah Biologi dan nanti disusul jam kedua Kimia."

"terima kasih." David tersenyum tipis.

"Tidak usah berterima kasih, kalau ada yang tidak kau pahami tanyakan saja ya!" Adi sedikit malu memegangi tengkuk belakang lehernya.

"Aku akan jawab sebisanya, nasibmu sangat mujur aku termasuk siswa terbaik disini." mengusap hidung bagian bawah saat berbicara.

"Hey hey Adi apa kau berusaha sok akrab dengannya? Tumben sekali kau banyak berbicara dengan orang lain." celetuk Vara dengan bibir sedikit miring ke samping.
Vara duduk didepan mereka berdua sembari terus menguping karena penasaran akan sosok David.

"Nama kamu David kan?" Vara menjaga image.

"Ya." Tersenyum mencoba bersikap ramah.

"Aku Vara, salam kenal." Vara tersipu.

"Dan orang itu semester awal kemarin hanya peringkat dua di kelas ini. Aku mengalahkannya." dengan angkuh menunjuk arah pada dirinya memakai ibu jari.

"Hey Vara, sejak kapan kau mau berbicara dan memutar tubuhmu kebelakang mejaku?" Adi tersenyum kecut membalas ucapan Vara dengan membetulkan posisi kacamatanya.
Perdebatan ringan diantara kedua murid terjadi. Karena mereka berdua murid yang terbilang sangat dingin satu sama lain. Dikarenakan kehadiran David merubah atmosfer hubungan keduanya.

Kriiiiet! Pintu terbuka dan meredam perdebatan mereka karena seorang Guru paruh baya memasuki kelas.

"Selamat pagi anak-anak! Silahkan buka buku kalian halaman tujuh puluh delapan." Titahnya.
Pelajaran dimulai, beberapa siswa ada memperhatikan dengan seksama, dan ada pula yang tidak memperhatikan karena sibuk sendiri.

Tidak sedikit pula yang hanya fokus memperhatikan murid baru.
David memperhatikan satu persatu siluet teman sekelasnya, dan ia memperhatikan dari balik jendela beberapa siswa dan siswi lainnya sedang berolahraga dengan tawa dan canda. ia seperti merindukan dan sangat menikmati suasana itu. Suasana dimana ia tidak melewatinya di masa kecilnya. Suasana dimana seharusnya ia masih bermain dan belajar justru membuatnya harus hidup bertahan hidup dengan segala ancaman rintangan yang ada.

'Negara ini damai' David teringat akan dirinya semasa kecil harus bertahan hidup terjebak mengikuti pelatihan sebuah organisasi rahasia. Dengan senjata sungguhan serta melewati genangan air merendam tubuh lemahnya diiringi deras hujan.

DAY 26

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 438

 

Karena terbawa suasana, David tak sadar memejamkan mata menghirup udara bebas polusi oleh asap peperangan. Tenang tanpa suara gaduh peluru yang lepas.

"David.. vid.." Adi membuyarkan lamunannya.

"Ya." David tersadar dengan gugup.

"Apa kau sudah mengantuk sepagi ini?" Adi menatap nya serius.

"Bukan begitu, aku hanya.. emm.." David menggaruk pipi memakai jari telunjuk bahkan tidak gatal sama sekali.

"Pelajarannya sangat membosankan ya, jangan begitu kau harus semangat belajar agar kau pandai seperti ku." Adi mengingatkan.

"Maaf." David tersenyum.

Sementara dari pojok bangku belakang, seorang murid perempuan sedari tadi hanya memperhatikan David sambil tersenyum sendiri.

"Dia begitu tampan seperti aktor Hollywood ya." Ucapnya dengan teman sebangkunya.

"Jangan bermimpi, tidak mungkin dia mau denganmu." Temannya mengingatkan.

"Kau mengejekku?" Ketusnya.

"Bukan begitu, dia itu sangat tampan tidak mungkin kan dia belum memiliki kekasih." Jelasnya menenangkan.

"Kau benar juga." lirihnya dengan raut sedikit kecewa.

Jelas saja paras David mampu menghipnotis kaum hawa yang melihatnya, bahkan bukan hanya sekedar remaja wanita. Bahkan laki-laki pun banyak yang mengagumi parasnya yang rupawan.

 

?????

 

Tiba bel waktu usai pelajaran sudah berbunyi, murid berlarian keluar kelas, sebagian berjalan lemas, ada juga seakan merasa bahagia dari penat seperti seolah ikatan rantai terlepas dari belenggu bersiap pulang ke rumah.

“Hei ayo pulang kau bisa tidur sesukamu, besok jangan melamun di kelas lagi atau kau tidak akan pandai.” Adi mengingatkan David.

“Terimakasih Adi.” David hanya tersenyum karena Adi salah menilai arti dari memejamkan mata dilakukannya.

Dua bocah tengil berjalan gontai menghampiri David dengan gaya angkuhnya. dua anak lelaki yang berpakaian sangat tidak rapi. Tapi dihentikan oleh Vara sebelum sampai ke meja David.

“Bisakah kalian tidak mengganggu orang.” Sinis Vara.

“Hei apa urusanmu? Ohh kau tertarik pada nya ya.” Ledek Angga sambil tertawa.

“Lihat wajahnya merah seperti terbakar.” Sambung Yohanes dengan tawa meremehkan.

“Kalian benar-benar tidak berguna! Pergi sana!” Ketus Vara dan Keduanya mendekati Vara dengan tatapan tajam, wajah menunjukan sedikit ekspresi masam.

“Jangan dekati aku.” Vara menutup hidungnya memasang wajah hendak muntah.

“Heii kau menghinaku! Dasar kau!” Bentak Angga dengan menunjuk wajah Vara.

“Ayo pulang apa kalian tidak penat setelah belajar seharian.” David dengan santai menurunkan tangan Angga dari hadapan wajah Vara. Dengan santai ia berjalan melewati keduanya dengan disusul oleh Adi.

“Hei kau!” Yohanes menyikut Angga.

“Huft.” Dengus Vara menjulurkan lidahnya pada kedua anak yang terlihat kesal itu.

“Ada apa denganmu, apa kau benar-benar lelah?” Heran Yohan.

“Sebenarnya aku sedang tidak berselera.” Lirihnya. 

KRUYUK! KRUYUK! Angga meringis mengelus perutnya yang kelaparan.

“Kau benar-benar lapar?” Tanya Yohan dengan bingung.

“Tidak! Aku kekenyangan hingga mau muntah diwajahmu.” Angga menjawabnya dengan berjalan meninggalkan Yohan.

“Bukankah Jam istirahat tadi dia sudah makan banyak sekali.” Yohan menggelengkan kepalanya menyusul Angga.

DAY 27

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 317

 

David berencana untuk pulang bersama Jessica menunggu duduk dibangku taman dekat gerbang sekolah sambil membaca buku. Sedangkan Adi sudah pulang terlebih dahulu. Namun sudah hampir setengah jam Jessica belum juga terlihat, padahal jam pelajaran sudah sedari tadi usai.

Sementara itu banyak murid perempuan yang berjalan sembari memandangi David. Banyak juga dari mereka yang berjalan sambil membicarakan David.

“Murid kelas berapa dia? Tampan sekali.” 

“Kudengar dia dari luar negeri.” 

“Seperti malaikat yang turun ke bumi.” 

Bahkan seorang murid perempuan sampai menabrak murid yang lain karena fokus memandangi David.

Dari kejauhan David melihat Jessica berjalan dengan menunduk. Ia bangkit berjalan kearah Jessica. Jessica berjalan dibelakang dan siluetnya tertutup oleh murid lain. beberapa dari siswi menjadi salah tingkah melihat David berjalan ke arah mereka. Bahkan ada merapihkan tatanan rambutnya.

David yang hanya tertuju pada Jessica tidak menghiraukan dan berjalan melewati  para murid yang sibuk menyapanya.

“Kau bisa terjatuh jika berjalan seperti itu.” David berdiri tepat di depan Jessica.

Jessica yang terkejut melihat seseorang berada di hadapannya. Ia melihat dari arah kaki dan mendongak sampai tertuju wajah David terlihat

“Apa yang kau lakukan disini?” Lirihnya.

“Menunggumu, ayo pulang.” Jawab David.

“Menungguku? Tidak perlu repot-repot.” Jessica melirik sekelilingnya memegang erat tali tas nya dengan erat.

“Ayo pulang.” Ajak David.

Mereka berjalan berdampingan dengan menjadi pusat perhatian para murid. Ditambah dengan beberapa murid perempuan yang mencibir Jessica. Tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa Jessica sangat beruntung karena bisa berinteraksi dengan David.

Mereka berjalan ke arah halte bis bersama, keduanya hanya terdiam canggung. 

“Kak..”

“Ya” jawab David hanya bola mata bergeser tertuju pada Jessica.

“Emm-ma-maaf...” Jessica gugup.

Belum juga David berbicara kembali, sebuah seruan memanggil Jessica dari arah gang kecil. Mereka adalah Nichole, Jhon dan Evelyn. Sangat dikenal sebagai salah satu anggota gangster yang paling ditakuti suka menindas. Mereka lah yang berkuasa di sekolah, beberapa dari murid mengalami masalah bahkan hingga sampai dikeluarkan dari sekolah karena berurusan dengan mereka. 

“Heii Jessi cupu!” Seru Evelyn.

DAY 28

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 301

 

David dan Jessi melihat kearah suara kelompok perusuh yang sedang duduk diatas mobil dengan santainya. Seperti sedang menunggu mangsa.

“Ada apa?” jawab Jessica dengan perasaan gugup

Jessica merasa gelisah mengetahui suara Evelyn memanggil. Jantung berdegup kencang seperti melihat sosok dianggap menakutkan

“Siapa dia? Kekasihmu?” ketus Evelyn

“Tak kusangka wajah lugumu bisa menggoda laki-laki.“ cibir Evelyn meremehkan. Diikuti tawa mereka bersamaan.

“Seharusnya kau mentraktir kami karena sudah berhasil berkencan.” Ledeknya lagi.

“Ini kakak ku.” Jawab Jessica dengan takut.

Sedangkan David hanya terdiam bak patung manekin yang tampan.

“Sejak kapan kau punya kakak!” Jhon mendekati Jessica dengan tatapan tajamnya.

“Dia memang kakakku.” Lirih Jessica.

“Kau pikir aku akan percaya dengan wajah lugu mu!” Jhon semakin mendekat seolah siap menerkam.

“Aku tau dia berasal dari luar negeri?” Sambungnya lagi mengepalkan tangannya tersenyum.

“Jangan dekati dia.” David melayangkan tangannya menutupi Jessica.

“Oh rupanya kau ingin berkenalan dengan ku hah!” Jhon semakin terlihat bringas.

David memperhatikan Jhon dari bawah hingga atas yang menurutnya bukanlah seorang yang tangguh. Bahkan menurutnya Jhon terlihat sangatlah lemah. 

“Lelaki tidak dianjurkan mengganggu wanita.” Ucap David.

“Perbaiki cara bicaramu dulu baru kau mengajariku!” Jhon mencibir.

“Aku tidak perlu belajar sesuatu yang tidak merugikan ku.” Ucapnya masih dalam kesopanan.

“Hei kau!” Jhon mendekati David menarik jaketnya.

“Jangan, aku mohon maafkan kami.” Jessica menunduk berusaha mencegah Jhon, ia tahu bahwa geng ini sangat suka kekerasan. 

Tapi Jhon justru mendorong Jessica hingga terjatuh. 

David menepis dengan kasar tangan yang menggenggam kerah bajunya, kemudian membantu Jessica berdiri kemudian melirik Jhon dan gengnya dengan tajam.

'Sialan tanganku sakit' lirih Jhon dalam hati akibat tepisan David ternyata memberikan efek samping. Jhon yang tidak mau kehilangan muka di depan teman-temannya berusaha menutupi nyeri pada lengan tangan

“Apa kau lihat-lihat? Mau cari mati ya kau? Kalian hanyalah tikus got kecil yang tidak berguna!” Ucap Jhon dengan disambut gelak tawa gengnya.

DAY 29

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 302

 

David ingin sekali memberi sedikit pelajaran karena sudah bersikap tidak sopan terlebih kepada Jessica. 

Namun ia teringat ucapan Sean yang berpesan agar ia tidak terlibat perkelahian. Tapi semua diurungkan kembali saat ia melihat wajah Jessica yang ketakutan. Hati David tergerak ingin melindungi adik kandung Sean

“Tunggu disini jangan berbalik badan.” David membuka jaketnya menutupi kepala Jessica menghadapkannya ke tembok pembatas. Jessica tidak mengerti namun ia menurutinya.

“Liat Jhon ia tak mau si cupu itu melihat nya babak belur karenamu.” Ucap Nichole tertawa.

“Jhon beri dia sedikit hadiah untuk merasakan rasanya rumah sakit!” Evelyn menambahkan.

Tanpa ragu dan yakin Jhon melayangkan pukulannya pada David, dengan mudahnya David hanya menghindar.

“lelaki itu tidak menghindar boy.” Cibir nya.

Sekali lagi ia melayangkan tinjunya berharap mengenai wajah tampan David namun berhasil ditangkis oleh David.

“Apa kau sudah merasa keren dengan menghindar dariku?” Kesalnya.

David dengan tenang dan pasti melayangkan pukulan tepat di wajah Jhon bahkan hingga membuatnya tersungkur hanya dengan satu pukulan.

“Aku sudah tidak menghindar kan.” Ucapnya dengan datar.

“Sialan kau!” Jhon bangkit hendak membalas David namun dengan sigap David mengunci kaki Jhon dan memukul perutnya hingga memuncratkan darah dari mulutnya. David melepaskan Jhon dan tersungkur.

Nichole dan Evelyn terkejut bukan kepalang karena selama ini tidak ada yang berani bahkan sanggup melawan mereka.

Nichole berlari kearah David membawa sebuah balok kayu yang ada di sudut jalan berniat memukul David. Namun lagi-lagi hanyalah hal kecil untuk David tangani.

Evelyn membantu Jhon berdiri berjalan ke arah mobil.

Dengan mudah David menjatuhkan Nichole dan bergantian David lah yang memegang balok kayu dan diarahkan di didepan wajah Nichole.

“Pergi dan bawa temanmu ke rumah sakit atau kau hanya bisa melihat namanya di nisan besok.” David berbicara dengan wajah tenang dan datar.

Ia melempar balok kayu dan menghampiri Jessica yang masih dengan kepalanya yang tertutup jaket.

“Hei kau!” Ketus Nichole.

DAY 30

0 0

Sarapan kata KMO Batch 40

Kelompok 25

Jumlah kata 594

 

“Nich sudah, ayo.” Evelyn memapah Jhon yang terluka.

David melihat kepergian mereka dengan tersenyum tipis.

“kenapa disini orang mau berkelahi hanya karena hal tidak penting.” Ujarnya.

“Hei..” David membuka jaket yang menutupi kepala Jessica.

“Apa mereka sudah pergi?” Jessica melihat sekeliling.

“Sudah.”

“Lain kali tidak boleh berkelahi, apalagi dengan mereka?” Ucap Jesi.

“Mereka yang mulai.” 

“Tapi mereka terluka kau tidak? Kau bisa masuk penjara karena menyakiti orang.” Jelas Jessica.

“Dipenjara karena hal kecil seperti tadi?” David tidak percaya. Karena sebelumnya bahkan ia sampai melenyapkan begitu banyak orang.

David paham akan hukum hanya bisa merahasiakannya. diluar sana ada anak lebih parah daripada mereka, tetapi hanya mendapat hukuman menulis oleh petugas. Introspeksi diri mengakui kesalahan karena masih di bawah umur.

“Tentu saja apalagi mereka itu bukan orang sembarangan, lain kali jangan berurusan dengan mereka lagi.” Saran Jessica.

“Apa itu bus nya?” David mengalihkan pembicaraan.

“Benar, ayo.” Jessica mempercepat jalannya.

Jessica adalah seorang remaja yang sederhana, ia tidak terlahir dalam keluarga miskin namun sifatnya yang sederhana. Bahkan ia sering kali naik bus daripada harus naik mobil pribadi.

David juga diberikan fasilitas mobil namun ia tidak ingin menggunakan-nya karena tidak mau mencolok.

Di Dalam bus sangat berdesak-desakkan. Bahkan mereka harus berdiri karena kursi penumpang sudah penuh. David yang tidak terbiasa sedikit pusing karena bisa mencium aroma-aroma tidak sedap dari mesin bus sendiri. Ditambah dari aroma tubuh para penumpang yang tidak semuanya harum. 

“Kenapa? tidak terbiasa naik bus?” Jessica mendongak ke arah David yang memang berdiri dihadapannya.

“Bus disana tidak seperti ini.” Ungkapnya.

“Benarkah? Wah aku melihat di televisi kalau di luar negeri bus nya bagus-bagus dan juga tertib.” Ucapnya.

“Iya karena disana bus tidak akan menerima penumpang lagi jika kursi nya sudah terisi semua.” Jelas David.

“Wah keren jadi aman ya, kalau disini terkadang banyak copet.” Lirih Jessica.

“Copet? Apa itu?” David tidak mengerti.

“Copet itu orang yang suka mengambil dompet atau barang ketika sedang di dalam kendaraan, apalagi jika berdesak-desakkan seperti ini.” Lirihnya.

“Pencuri?” 

“Ya pencuri.” Jessica memandang David heran.

David sontak melihat  sekelilingnya dan dengan cepat menarik Jessica memeluknya.

“Apa yang kau lakukan, lepaskan.” Lirihnya.

“Aku melindungimu dari pencuri, agar kau tidak diambil pencuri.” David masih memperhatikan sekelilingnya.

Penumpang bus pun langsung tertuju pada sepasang remaja yang dikiranya adalah sepasang kekasih. 

“Bukan itu maksudku, ini berlebihan.” Lirih Jessica yang merasa malu. 

Namun David hanya terdiam masih memeluk dengan merangkulkan tangannya di pundak Jessica.

David bisa merasakan aroma harum dari rambut Jessica yang menebarkan aroma buah yang begitu manis baunya.

Tidak lain dengan Jessica yang juga bisa menghirup aroma tubuh David yang segar menurutnya.

“Dimana kita turun?” David bertanya tiba-tiba.

“Tepat didepan rumah.” Jessica buru-buru menjawab.

“Apa masih jauh?” Tanyanya.

Jessica melihat dari balik kaca dan melepas pelukan David dan berseru kepada supir agar berhenti.

“Stop stop, kami kelewatan.” Seru nya.

“Benarkah?” David tidak percaya.

“Kalian turun disini, bus ini tidak bisa putar balik mengantarkan kalian.”. Jelas Supirnya.

“Tidak apa, terima kasih.” Ucap Jessica ramah.

“Lain kali kalau sama pasangannya jangan terlalu fokus dek.” Ledek Ibu-ibu sambil tersenyum.

Jessica hanya terdiam, wajahnya memerah menahan malu dan turun.

“Apa terlewat sangat jauh?” David menyipitkan matanya karena terik panas matahari.

“Tidak Kak, hanya berjalan seratus meter kira-kira sampai kerumah.” Jelasnya.

“Baiklah, atau tidak naik bus lagi?” David menawarkan.

“Apa sangat lelah?” Jessica mencemaskan David.

“Tidak, aku hanya cemas padamu.” Ujarnya.

“Tidak juga, aku terbiasa berjalan setiap hari.” Ucapnya tersenyum.

Mereka melanjutkan berjalan kaki agar segera sampai di rumah. Jessica melihat David yang tetap santai berjalan. Ia berpikir David adalah laki-laki yang suka dengan olahraga maka ia tidak terlihat seperti kelelahan ketika berjalan cukup jauh.

Mungkin saja kamu suka

Neli Karmila
Who am I?
Catur Untari
MENITI RINDU
Mas laelasari
Secercah Cahaya Impian
Mella Aisyah
Mella Cantik dan Gemoy
Irba Tsabita
Kandas
Prasetyaningsih
Slice of Life

Home

Baca Yuk

Tulis

Beli Yuk

Profil