Loading
2

0

14

Genre : Lain-lain
Penulis : Queen Alphabet
Bab : 12
Dibuat : 17 April 2022
Pembaca : 2
Nama : Queen Alphabet
Buku : 1

Ulah Cinta Buta

Sinopsis

Welcome to my story
Tags :
#SarapanKata #KMOClubIndonesia #KMOBatch44 #Kelompok14_PeramuKata

Tiga Sejoli

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 44

- Kelompok 14

- Day 1

- Jumlah Kata 682

??????

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, ujian sudah kembali di depan mata tinggal menanti waktu untuk memasuki ruang ujian. Dan hal yang paling menjengkelkan saat seperti ini adalah nasihat yang berkepanjangan dan menimbulkan dongeng dadakan.
"Beib, ngantuk, euy," bisik Lara pada Rei di sampingnya. Oh, ayolah, itu sudah hal biasa bukan? Ya, walau tetap saja melelahkan.
Rei hanya mengangguk sambil menggerakkan bukunya sebagai kipas dadakan agar matanya tetap bisa terjaga. Ucapan guru memang terdengar, sangat jelas. Ya, hanya terdengar, namun tidak diperhatikan. Termasuk murid tidak tahu diri bukan? Sangat benar.
Ning nang ning nong ... dung dung dung dung ... waktunya istirahat, waktunya istirahat.
Uhuy, jeng jeng jeng! Seluruh mata ngantuk menjadi terang. Guru didepan yang sedang menjelaskan tentang pantangan ujian menghela nafasnya kasar.
"Baiklah, sampai disini pertemuan kita, bapak akhiri wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tetap semangat dan ingat pesan bapak."
"Iya, pak. Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh."
Setelah bapak tersayang keluar akhirnya kita bernafas dengan lega.
Waktunya perkumpulan para perumpi ngumpul-ngumpul comel, nich. Haha, murid kelas 11 MIA 3 membubarkan barisannya dan berkumpul bersama para teman-teman se-gank nya. Termasuk 3 sejoli itu, Lara, Rei, dan Via.
Mereka berkumpul di meja milik Lara dan Rei. Seperti kebanyakan dari kesukaan ciwi-ciwi cans, selfie, video, dan kawan-kawan nya menjadi sasaran, semua gaya digunakan untuk foto cantiknya. Sangat-sangat extrem guys. Sampai bel masuk berbunyi saja mereka masih asik menggosip ria.
Barulah saat guru masuk mereka kocar-kacir balik di tempat masing-masing. Sangat non-sopan bukan? Yap, itu sudah biasa bagi mereka. Murid legends of MIA 3. Haha.
??????
Ning nang ning nong ... Dung dung dung dung... Waktunya pulang, waktunya pulang.
Inilah waktu favorit warga MIA 3 selain waktu istirahat, pulang. Nah, kocar kacir lah abis guru keluar kelas, udah macam angin ngamuk, berantakan meja kursinya cuy. Ampun deh.
Abis udah drama pulang sekolah, tinggal tiga sejoli si akar kelas santuy manis, duduk, tidur, kayang, dengan bebas. Mantap tuh.
Kalau jam istirahat tadi yang mereka omongin orang lain, ini lebih deket nih. Ngomongin diri sendiri. Pakai jadwal dong gosipnya, haha. Tapi bener loh, kalau masalah pribadi mereka nyaman ceritanya pas pulang sekolah, lebih keluasa gitu loh maksudnya, nggak malu nangis.
Dan mereka termasuk murid paling betah di sekolah, kenapa? Karena, yang seharusnya pulang itu jam 2, tapi mereka pulangnya jam 3. Dan karena itu juga yang jadi korban adalah kelasnya, jadi nggak dikunci pintunya sampai besok. Haha.
"Rei, La, gue pengen cerita, soal cowo yang gue taksir. Menurut lo gimana?"
"Hah? Siapa? Cie, Via udah gede. Siapa cowonya? Buruan cerita,"
"Iya ih, siapa sih, cerita dong,"
"Sony."
Jeder! Gludug gludug, terkejut terkaget-kaget dong mereka. Waduh, kayanya bakal terjadi sesuatu nih, Lara terkejut dengan perasaan yang oh aja.
"Udah tau banyak tentang dia?" tanya Lara
"Belum sih, tapi masih nyari tau dari teman-temannya, sekalian pdkt sama dia."
"Udah bener-bener dipikirin baik-baik kan?"
"Iya,"
"Kita dukung kok selagi itu baik buat kamu,"
"Makasih ya, kalian udah dukung aku,"
"Sama-sama,"
Dan, mengalunlah obrolan mereka kemana-mana, dari timur ke darat, utara ke santan, semua ada, hingga satu jam kemudian dengan posisi yang awalnya duduk manis bertiga menjadi Via yang masih duduk santuy di kursi sambil ongkang-ongkang, Lara yang tiduran di atas meja, dan Rei telungkup di lantai, tenang bersih aman higenis kok.
"Kak, maaf mau dikunci," Suara anak OSIS itu mengagetkan mereka, membuat tegang sejenak.
"Buka aja kuncinya, nanti kita kunci sendiri."
"Oke," Anak OSIS itu mengerjakan apa yang Lara minta tadi dan pergi meninggalkan mereka.
"Healah, bocah, ganggu orang tiduran aja,"
"Hooh,"
"Besok nyeblak yok, guys?"
"Waduh, ada duit nggak, ya, gue,"
"Pengen juga, kayanya gue ada uang deh,"
"Oke, besok pulang sekolah nyeblak,"
"Yakin, La?"
"Yakin. Kan bisa pinjem duit dulu gue, hehe,"
"Lu kan nggak suka ngutang,"
"Nggak papa lah, sesekali, santuy,"
"Oke, deh, udah sore, pulang yok,"
"Gas,"
"Via, udahan game nya, dirumah lagi aja,"
"Iya, yok ah pulang,"
Nah, kan, kalau udah sadar sore tiba, baru deh mereka angkat kaki dari sekolahan, hahaha. Cari apaan sih, neng-neng geulis, heran saya. Eh.
Merekapun memutuskan untuk pulang setelah puas menghabiskan cukup waktu bersama, ya, walaupun kadang main HP sendiri-sendiri, tapi komunikasi mereka nggak putus, jadi, seru-seru dong walaupun cuma bertiga.
??????

Perasaan Rei

0 0

#SarapanKata

#KMOClubIndonesia

#KMOBatch44

#Kelompok14_PeramuKata

#Day2

#JumlahKata431

??????

Ning nang ning nong ... Dung dung dung dung... Waktunya pulang, waktunya pulang.
Inilah waktu favorit warga MIA 3 selain waktu istirahat, pulang. Nah, kocar kacir lah abis guru keluar kelas, udah macam angin ngamuk, berantakan meja kursinya cuy. Ampun deh.
Abis udah drama pulang sekolah, tinggal tiga sejoli si akar kelas santuy manis, duduk, tidur, kayang, dengan bebas. Mantap tuh.
Kalau jam istirahat tadi yang mereka omongin orang lain, ini lebih deket nih. Ngomongin diri sendiri. Pakai jadwal dong gosipnya, haha. Tapi bener loh, kalau masalah pribadi mereka nyaman ceritanya pas pulang sekolah, lebih keluasa gitu loh maksudnya, nggak malu nangis.
Dan mereka termasuk murid paling betah di sekolah, kenapa? Karena, yang seharusnya pulang itu jam 2, tapi mereka pulangnya jam 3. Dan karena itu juga yang jadi korban adalah kelasnya, jadi nggak dikunci pintunya sampai besok. Haha.
"Rei, La, gue pengen cerita, soal cowo yang gue taksir. Menurut lo gimana?"
"Hah? Siapa? Cie, Via udah gede. Siapa cowonya? Buruan cerita,"
"Iya ih, siapa sih, cerita dong,"
"Sony."
Jeder! Gludug gludug, terkejut terkaget-kaget dong mereka. Waduh, kayanya bakal terjadi sesuatu nih, Lara terkejut dengan perasaan yang oh aja.
"Udah tau banyak tentang dia?" tanya Lara
"Belum sih, tapi masih nyari tau dari teman-temannya, sekalian pdkt sama dia."
"Udah bener-bener dipikirin baik-baik kan?"
"Iya,"
"Kita dukung kok selagi itu baik buat kamu,"
"Makasih ya, kalian udah dukung aku,"
"Sama-sama,"
Dan, mengalunlah obrolan mereka kemana-mana, dari timur ke darat, utara ke santan, semua ada, hingga satu jam kemudian dengan posisi yang awalnya duduk manis bertiga menjadi Via yang masih duduk santuy di kursi sambil ongkang-ongkang, Lara yang tiduran di atas meja, dan Rei telungkup di lantai, tenang bersih aman higenis kok.
"Kak, maaf mau dikunci," Suara anak OSIS itu mengagetkan mereka, membuat tegang sejenak.
"Buka aja kuncinya, nanti kita kunci sendiri."
"Oke," Anak OSIS itu mengerjakan apa yang Lara minta tadi dan pergi meninggalkan mereka.
"Healah, bocah, ganggu orang tiduran aja,"
"Hooh,"
"Besok nyeblak yok, guys?"
"Waduh, ada duit nggak, ya, gue,"
"Pengen juga, kayanya gue ada uang deh,"
"Oke, besok pulang sekolah nyeblak,"
"Yakin, La?"
"Yakin. Kan bisa pinjem duit dulu gue, hehe,"
"Lu kan nggak suka ngutang,"
"Nggak papa lah, sesekali, santuy,"
"Oke, deh, udah sore, pulang yok,"
"Gas,"
"Via, udahan game nya, dirumah lagi aja,"
"Iya, yok ah pulang,"
Nah, kan, kalau udah sadar sore tiba, baru deh mereka angkat kaki dari sekolahan, hahaha. Cari apaan sih, neng-neng geulis, heran saya. Eh.
Merekapun memutuskan untuk pulang setelah puas menghabiskan cukup waktu bersama, ya, walaupun kadang main HP sendiri-sendiri, tapi komunikasi mereka nggak putus, jadi, seru-seru dong walaupun cuma bertiga.

Kamu

0 0

#SarapanKata
#KMOClubIndonesia
#KMOBatch44
#Kelompok14_PeramuKata
#Day3
#JumlahKata463

??????

Hari telah berganti, hari ini adalah hari terakhir sebelum ujian kenaikan kelas di mulai. Tugas-tugas yang menumpuk membuat tiga sejoli itu akhir-akhir ini lebih sering lembur mengerjakan tugas di sekolah. Membuat mereka juga melupakan agenda makan seblak yang mereka rencanakan.
"Via, nih, tugas gue, makasih ya, gue duluan."
"Iya, taruh meja aja, nanti biar gue yang kumpulin bareng ini."
"Oke,"
Murid yang sudah selesai memang dibolehkan pulang terlebih dahulu, dan yang ditugaskan untuk mengumpulkan tugas ke kantor adalah pentolan kelas alias tiga sejoli itu. Yap, siapa lagi kalau bukan Lara, Rei, dan Via.
"La, Rei, nanti langsung pulang aja ya, capek soalnya, gue juga belom nyuci lagi,"
"Iya, gue juga capek,"
"Ya udah, gue ngikut aja."
Selesai mengerjakan tugas, mereka langsung ke kantor mengumpulkan tugas yang mereka kerjakan tadi.
"Assalamu'alaikum, permisi, mau ngumpul tugas."
"Iya, ndok, silakan masuk." Mereka pun masuk dan meletakkan buku tugas di meja guru yang mengajar.
"Terimakasih pak, permisi,"
"Iya, ndok."
Merekapun langsung keluar dan berpisah untuk mengambil motor mereka.
"Duluan, ya, Vi," ucap Lara lalu melakukan motornya menuju luar sekolah. Rei? Ada, dibelakang Lara, lagi duduk manis sambil mainan HP dia.
??????
"Yuhu, ulangan, gimana, kita satu kelas kan?" tanya Lara
"Gue di belakang," ucap Rei lesu
"Gue satu kelas sama lo, La," timpal Via.
"Oke, nggak papa, semangat! Yuk masuk," Lara memang seperti itu, sangat suka memberi semangat, padahal yang diberi nggak ada semangat-semangatnya.
Mereka pun masuk ke kelas mereka masing-masing dan mulai mengerjakan tugas mereka masing-masing. Contekan ala kerja sama by tiga sejoli. Mereka sudah rembukan di grup whatsapp yang hanya ada mereka bertiga di dalamnya, membagi tugas dan membagi hasil tugasnya.
Selesai sudah bergelut dengan soal-soal ujian, waktunya penyegaran mata. Bukan, bukan, hanya Via saja yang menyegarkan matanya, Lara dan Rei hanya pendamping saja, bahkan seperti suporter transparan. Tidak di anggap.
Kalau sudah lelah ia memberi kode-kode monyet pada tambatan hati yang belum juga kecantol itu, barulah mereka nongkrong di tempat lain. Kalian mau tau dimana? Serambi masjid. Ha? Jangan terkejut, selain kelas, itulah tempat favorit mereka untuk nongki-nongki. Tenang aja, dijamin sepi.
Setelah sekian abad berjalan dari lantai dua, ah lebay. Setelah turun dari lantai dua, mereka langsung menuju serambi masjid, karena sudah tidak sabar mereka ingin berbagi banyak cerita. Seperti tentang dia, atau dia, ya dia, haduh, bosen nggak sih mereka cerita dia mulu deh.
"La, gue kangen dia, kenapa sih, dia jahat sama gue? Nyebelin tau, udah nyakitin masih aja bikin kangen," Rei sedang melihat kenangan-kenangannya bersama dengan tambatan hatinya.
"Maaf, ya, sabar, mungkin ada maksud lain. Dia kan bukan orang yang asal tindak tanpa tujuan."
"Iya, gue tau, tapi tetap aja, rasanya sakit." Lara menepuk punggung Rei menguatkan. Sangat merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Rei. Maafin gue Rei.
"Semangat, ya, Rei, kita bakal selalu dukung lo kok, jangan nyerah ya,"
"Iya,"

Pelampiasan

0 0

#SarapanKata
#KMOClubIndonesia
#KMOBatch44
#Kelompok14_PeramuKata
#Day4
#JumlahKata479
??????
"La, gue kangen dia, kenapa sih, dia jahat sama gue? Nyebelin tau, udah nyakitin masih aja bikin kangen," Rei sedang melihat kenangan-kenangannya bersama dengan tambatan hatinya.
"Maaf, ya, sabar, mungkin ada maksud lain. Dia kan bukan orang yang asal tindak tanpa tujuan."
"Iya, gue tau, tapi tetap aja, rasanya sakit." Lara menepuk punggung Rei menguatkan. Sangat merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Rei. Maafin gue Rei.
"Semangat, ya, Rei, kita bakal selalu dukung lo kok, jangan nyerah ya,"
"Iya,"
"Oh, iya, tau nggak sih, tadi Sony senyum sama gue, agh seneng banget deh,"
"Hahaha, cie, yang lagi kasmaran mah beda, ya,"
"Hehehe, senyumnya manis banget sih,"
"Udah, Rei, jangan di godain gitu, merah, tuh, mukanya,"
Hari mereka jika bersama memang penuh dengan tawa, sesakit apapun di antara mereka, kalau sudah bersama pasti kembali bahagia. Ah, persahabatan yang paling indah memang. Jadi baper.
"Udah sore, yok, pulang,"
"Yok." Merekapun membubarkan diri dan pulang bersama sebelum berpisah di pertigaan.
Bagi mereka, kebersamaan adalah momen yang harus selalu di nikmati dengan bahagia, agar kedepannya mereka bisa selalu merasakan indahnya saat bersama.
Jalan sudah berpisah, arah sudah berbeda, sekarang Rei akan lebih terbuka.
"La, kenapa ya, selama ini gue kan ngejekin si Via sama Sony, tapi kok gue yang ngerasa nyaman ya pas liat Sony? Ya kali gue suka sama tu anak? Kan dia gebetan Via,"
"Mumpung belum terlanjur, maumu gimana buruan selesaiin."
"Nanti gue pikir-pikir dulu, deh,"
"Iya."
Perasaan memang siapa yang tau, entah itu untuk pelampiasan atau mainan semata, ataulah memang benar hatinya beralih seketika, tapi akal memanglah yang harus diutamakan jika hati telah resah dengan keputusan.
Ingatlah, keputusan harus mempertimbangkan keduanya, hati dan pikiran harus bekerja sama dengan baik, jangan sampai memberatkan sebelah pihak antara hati dan pikiran.
??????
Tin tin tin ....
"Rei, buruan, keburu telat!"
"Iya, bentar," Rei dengan tergesa-gesa lari keluar dari rumah menuju motor Lara terparkir. "yok!"
Merekapun berangkat dengan Lara yang melajukan motornya dengan kecepatan sedang. 17 menit berlalu, merekapun sampai didepan gerbang sekolah mereka.
"Alhamdulillah, untung aja nggak di tutup,"
Dengan begitu, mereka masuk dengan hati yang lega. Tidak lama setelah mereka masuk, dari belakang mereka ada yang memanggil. Kalian pasti tau siapa dia, yap, Via. Dengan senyum cerianya ia melambai sebentar lalu menuntun motornya kearah area parkir bersamabersama-sama.
Setelah itu, merekapun masuk kedalam kelas dan mengerjakan soal seperti biasa. Karena kelas mereka berbeda, dan yang sudah selesai lebih dulu Rei dan Lara, mereka memutuskan menunggu Via di depan kelas saja.
"Gue udah mutusin, selama beberapa hari ini, gue bakal kasih dia surat dan setelah itu gue bakal lupain perasaan iseng ini. Semoga aja Via nggak akan marah."
"Bismillah, gue dukung, semangat."
"Gue udah bawa satu surat hari ini, nanti tahan Via dulu ya, gue kasih ini ke Sony."
"Oke."
Rencana, malapetaka, atau suatu bencana, yang pasti tidak semua bisa disalahkan. Karena yang hati pikir benar bisa jadi salah dari akal. Pun sebaliknya.

Suka

1 0

#SarapanKata
#KMOClubIndonesia
#KMOBatch44
#Kelompok14_PeramuKata
#Day5
#JumlahKata430

??????

"Gue udah bawa satu surat hari ini, nanti tahan Via dulu ya, gue kasih ini ke Sony."
"Oke."
Rencana, malapetaka, atau suatu bencana, yang pasti tidak semua bisa disalahkan. Karena yang hati pikir benar bisa jadi salah dari akal. Pun sebaliknya.
??????
Tiga hari berlalu, dan semua masih seperti biasa, pdkt ala Via, pelampiasan Rei, bucinnya Lara. Dih, Lara bucin sama pacarnya ya, bukan sama Sony, tidak tertarik sama sekali dia.
"La, kayaknya sampai sini aja deh, gue nggak enak sama Via. Gue udah buatin ini sama surat terakhirnya." Rei menunjukkan sebuah kerajinan tangan berbentuk love dengan lukisan inisial diatasnya dan surat yang bertuliskan "terakhir" di atasnya.
"Alhamdulillah, semangat, lo pasti bisa." Merekapun masuk kelas masing-masing dan menjalankan tugasnya masing-masing.
Waktu mengerjakan selesai, mereka berkumpul di kelas kosong gedung sebelah yang berada di lantai dua. Tidak jauh, tidak sampai 1km kok.
"Rei, akhir-akhir ini, gue sering chat sama Sony, agh senangnya! Kayaknya dia juga suka sama gue. Gue juga cari-cari informasi tentang dia dari teman-temannya, katanya sejak dia di tinggal pacarnya meninggal, dia belum pernah pacaran lagi."
"Trus, trus, udah makin dekat dong berarti?"
"Iya, udah sering chat juga,"
"Bilang aja langsung kalau lo suka sama dia,"
"Tapi takut, La,"
"Daripada lo ngode tapi dianya nggak peka? Malah si Malih teman Sony itu yang peka kalau lo suka sama Sony,"
"Iya, secepatnya gue bakal bilang kok,"
"Semangat, gue dukung apa yang bikin lo bahagia,"
"Gue juga,"
"Makasih ya, Rei, Lara."
Obrolan tidak berhenti sampai disitu, mereka membicarakan banyak hal yang menyenangkan, juga kegiatan berselfie, foto, dan video mereka lakukan untuk kesenangan.
Seperti biasa, mereka lupa waktu. Jam sudah menunjukkan pukul dua, dan mereka sudah di sana selama 4 jam lamanya. Mereka pun memutuskan untuk pulang saja. Sebelum gerbang depan ditutup dan kita harus memutar melewati gerbang Mts.
"Dadah, Via, hati-hati di jalan ya," Lambaian tangan diberikan Rei untuk Via yang sudah mnjauh dari area parkir.
"Yok, naik." Merekapun menyusul keluar dari area parkir untuk pulang.
"Ah, capek juga, ya, hehe,"
"Nggak apa-apa, yang penting seru."
"Iya."
Dibawah awan mendung, tiga sejoli itu--dengan Via yang berbelok ke arah lain saat di pertigaan tadi-- menikmati angin sepoi-sepoi pertanda hujan akan turun. Sangking bahagianya kala sudah lega saling bercerita dan menghabiskan waktu bersama.
??????
Malam sudah tiba, tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Jam sudah menunjukkan pukul 22.12. Tiga sejoli itu masih asik bercerita via chat di grup khusus yang mereka buat hanya untuk bertiga.
Best Friend's Forever <3
Rei Cantik
Udah, guys, besok kita lanjut lagi,
Via Cantik
Oke, besok juga gue pengen cerita banyak,
Anda
Good night my best friends <3

Masih sama

1 0

#SarapanKata

#KMOClubIndonesia

#KMOBatch44

#Kelompok14_PeramuKata

#Day6

#JumlahKata485

??????

Pagi ini burung-burung sangat semangat bersenandung, dengan cuaca pagi yang sudah terik menambah keindahan ciptaan Tuhan. Sudah pukul 07.15 wib, tetapi manusia penghuni sekolah swasta itu belum juga banyak terlihat. 

Gerbang sudah di tutup lima menit yang lalu, Anak-anak yang terlambat dibiarkan terlantar begitu saja. Ada yang berteduh di rumah tetangga, menunggu di motor mereka, hingga duduk di depan gerbang dengan wajah lusuhnya. Termasuk juga Lara dan Via, sudah hampir satu jam mereka bersama anak yang lain terkunci dari luar. 

"Pak--"

"Makanya, sudah dibilangin jangan telat kok masih aja telat!" Omel satpam sekolah sembari membukakan kunci pintu gerbang. 

Greek... 

"Masuk! Besok jangan di ulangi!"

"Baik, pak."

"Untung bukan kepala sekolah atau guru yang lain, bisa berjemur seharian kalian." gerutu Pak Min meninggalkan gerbang terbuka. 

"Hei, langsung ke masjid, jangan keluyuran!" Lanjutnya saat anak-anak sudah menyebar di sekitar lapangan. 

"Iya, pak!" Sahut mereka.

Via dan Lara pun demikian, mereka masuk bergiringan dengan mendorong motor mereka menuju tempat parkir. 

Setelah memarkirkan motor mereka langsung menuju masjid sesuai intruksi dan melaksanakan sholat duha berjama'ah. 

Sholat duha sudah selesai, mereka duduk disebelah Rei, jadi sembari menunggu bel masuk kelas merekapun mengobrol seperti biasa. 

"Rei, La, semalam gue chating sama dia, agh, seneng banget!"

"Alhamdulillah, ada kemajuan dong, hahaha, semangat ya!"

"Iya, gercep banget Vi, suka gue!"

"Hehe, katanya suruh cepetan,"

"Iya, semangat! Semoga dia bisa luluh,"

"Aamiin."

??????

Tidak terasa waktu berjalan semakin cepat, hubungan Via dan gebetannya--Sony. 

"Vi, jajan yok, pengen bakso nih,"

"Iya, ayok."

Tiga sejoli itu berjalan beritingan sambil sesekali bercanda. Hingga sampai di kantin depan tempat penjual bakso berada. 

"Mang, bakso dua ribu, lengkap, tiga bungkus."

"Iya, neng, tunggu."

"Kuah nya yang banyak ya mang,"

"Siap."

Bakso langganan mereka memang yang paling enak, apalagi kuahnya yang khas membuat mereka ketagihan. Dan paling nikmat lagi jika memakannya dengan di bungkus, itu sangat nikmat. 

"Nih, neng, bakso nya, jadi enam ribu, ya."

"Waah, Terima kasih mang. Nih, uangnya."

"Iya, neng." jawab mang bakso itu sambil berlalu. 

"Nah, beli minum nya apa? Es doger, es tebu, pop ice, minuman dingin, atau aqua?"

"Opsi terakhir aja deh gue,"

"Gue juga, lagi males minum es,"

"Oke, gas, beli minum!"

"Haha, yoklah, semangat banget La,"

"Hahaha,"

Mereka pun pindah tempat ke penjual minuman, karena pedagang di kantin itu sangat banyak jadi, mereka harus berjalan kesana kemari untuk mendapatkan apa yang mereka mau. 

"Finish! Yok pulang, nggak sabar pengen makan, hihihi,"

"Ayok lah, udah kan, cuma beli ini?"

"Iya, udah." Mereka pun melanjutkan perjalanan untuk pulang ke kelas. Bukan pulang ke rumah ya, haha. 

"Yuhuuu, assalamu'alaikum!"

"Wa'alaikumussalam,"

"Yok, guys, makan!"

"Hahaha, sukanya loh. Nih, punya lo, nih punya Via, nah, ini punya gue."

"Waah, Terima kasih Rei cantik! Via, minumku mana?"

"Ini, dua, dua kan?"

"Iya,"

"Udah, selamat makan! Jangan lupa baca doa,"

"Oiya, hampir lupa, haha,"

Mereka sangat senang jika sudah menghabiskan waktu bersama, seakan masalah yang mereka hadapi sirna seketika. Itulah mereka, penguat, pendukung dan pelengkap? Ya, sangat akrab.

Lucu sekali haha

0 0

Masa sih? 

Luka

0 0

#SarapanKata

#KMOClubIndonesia

#KMOBatch44

#Kelompok14_PeramuKata

#Day8

#JumlahKata404

??????

"Pak--"
"Makanya, sudah dibilangin jangan telat kok masih aja telat!" Omel satpam sekolah sembari membukakan kunci pintu gerbang.
Greek...
"Masuk! Besok jangan di ulangi!"
"Baik, pak."
"Untung bukan kepala sekolah atau guru yang lain, bisa berjemur seharian kalian." gerutu Pak Min meninggalkan gerbang terbuka.
"Hei, langsung ke masjid, jangan keluyuran!" Lanjutnya saat anak-anak sudah menyebar di sekitar lapangan.
"Iya, pak!" Sahut mereka.
Via dan Lara pun demikian, mereka masuk bergiringan dengan mendorong motor mereka menuju tempat parkir.
Setelah memarkirkan motor mereka langsung menuju masjid sesuai intruksi dan melaksanakan sholat duha berjama'ah.
Sholat duha sudah selesai, mereka duduk disebelah Rei, jadi sembari menunggu bel masuk kelas merekapun mengobrol seperti biasa.
"Rei, La, semalam gue chating sama dia, agh, seneng banget!"
"Alhamdulillah, ada kemajuan dong, hahaha, semangat ya!"
"Iya, gercep banget Vi, suka gue!"
"Hehe, katanya suruh cepetan,"
"Iya, semangat! Semoga dia bisa luluh,"
"Aamiin."
??????
Tidak terasa waktu berjalan semakin cepat, hubungan Via dan gebetannya--Sony.
"Vi, jajan yok, pengen bakso nih,"
"Iya, ayok."
Tiga sejoli itu berjalan beritingan sambil sesekali bercanda. Hingga sampai di kantin depan tempat penjual bakso berada.
"Mang, bakso dua ribu, lengkap, tiga bungkus."
"Iya, neng, tunggu."
"Kuah nya yang banyak ya mang,"
"Siap."
Bakso langganan mereka memang yang paling enak, apalagi kuahnya yang khas membuat mereka ketagihan. Dan paling nikmat lagi jika memakannya dengan di bungkus, itu sangat nikmat.
"Nih, neng, bakso nya, jadi enam ribu, ya."
"Waah, Terima kasih mang. Nih, uangnya."
"Iya, neng." jawab mang bakso itu sambil berlalu.
"Nah, beli minum nya apa? Es doger, es tebu, pop ice, minuman dingin, atau aqua?"
"Opsi terakhir aja deh gue,"
"Gue juga, lagi males minum es,"
"Oke, gas, beli minum!"
"Haha, yoklah, semangat banget La,"
"Hahaha,"
Mereka pun pindah tempat ke penjual minuman, karena pedagang di kantin itu sangat banyak jadi, mereka harus berjalan kesana kemari untuk mendapatkan apa yang mereka mau.
"Finish! Yok pulang, nggak sabar pengen makan, hihihi,"
"Ayok lah, udah kan, cuma beli ini?"
"Iya, udah." Mereka pun melanjutkan perjalanan untuk pulang ke kelas. Bukan pulang ke rumah ya, haha.
"Yuhuuu, assalamu'alaikum!"
"Wa'alaikumussalam,"
"Yok, guys, makan!"
"Hahaha, sukanya loh. Nih, punya lo, nih punya Via, nah, ini punya gue."
"Waah, Terima kasih Rei cantik! Via, minumku mana?"
"Ini, dua, dua kan?"
"Iya,"
"Udah, selamat makan! Jangan lupa baca doa,"
"Oiya, hampir lupa, haha,"
Mereka sangat senang jika sudah menghabiskan waktu bersama, seakan masalah yang mereka hadapi sirna seketika. Itulah mereka, penguat, pendukung dan pelengkap? Ya, sangat akrab.

Ada

0 0

#SarapanKata
#KMOClubIndonesia
#KMOBatch44
#Kelompok14_PeramuKata
#Day9
#JumlahKata431

??????

Ning nang ning nong ... Dung dung dung dung... Waktunya pulang, waktunya pulang. 

Inilah waktu favorit warga MIA 3 selain waktu istirahat, pulang. Nah, kocar kacir lah abis guru keluar kelas, udah macam angin ngamuk, berantakan meja kursinya cuy. Ampun deh. 

Abis udah drama pulang sekolah, tinggal tiga sejoli si akar kelas santuy manis, duduk, tidur, kayang, dengan bebas. Mantap tuh. 

Kalau jam istirahat tadi yang mereka omongin orang lain, ini lebih deket nih. Ngomongin diri sendiri. Pakai jadwal dong gosipnya, haha. Tapi bener loh, kalau masalah pribadi mereka nyaman ceritanya pas pulang sekolah, lebih keluasa gitu loh maksudnya, nggak malu nangis. 

Dan mereka termasuk murid paling betah di sekolah, kenapa? Karena, yang seharusnya pulang itu jam 2, tapi mereka pulangnya jam 3. Dan karena itu juga yang jadi korban adalah kelasnya, jadi nggak dikunci pintunya sampai besok. Haha. 

"Rei, La, gue pengen cerita, soal cowo yang gue taksir. Menurut lo gimana?"

"Hah? Siapa? Cie, Via udah gede. Siapa cowonya? Buruan cerita,"

"Iya ih, siapa sih, cerita dong,"

"Sony."

Jeder! Gludug gludug, terkejut terkaget-kaget dong mereka. Waduh, kayanya bakal terjadi sesuatu nih, Lara terkejut dengan perasaan yang oh aja. 

"Udah tau banyak tentang dia?" tanya Lara

"Belum sih, tapi masih nyari tau dari teman-temannya, sekalian pdkt sama dia."

"Udah bener-bener dipikirin baik-baik kan?"

"Iya,"

"Kita dukung kok selagi itu baik buat kamu,"

"Makasih ya, kalian udah dukung aku,"

"Sama-sama,"

Dan, mengalunlah obrolan mereka kemana-mana, dari timur ke darat, utara ke santan, semua ada, hingga satu jam kemudian dengan posisi yang awalnya duduk manis bertiga menjadi Via yang masih duduk santuy di kursi sambil ongkang-ongkang, Lara yang tiduran di atas meja, dan Rei telungkup di lantai, tenang bersih aman higenis kok. 

"Kak, maaf mau dikunci," Suara anak OSIS itu mengagetkan mereka, membuat tegang sejenak. 

"Buka aja kuncinya, nanti kita kunci sendiri."

"Oke," Anak OSIS itu mengerjakan apa yang Lara minta tadi dan pergi meninggalkan mereka. 

"Healah, bocah, ganggu orang tiduran aja,"

"Hooh,"

"Besok nyeblak yok, guys?"

"Waduh, ada duit nggak, ya, gue,"

"Pengen juga, kayanya gue ada uang deh,"

"Oke, besok pulang sekolah nyeblak,"

"Yakin, La?"

"Yakin. Kan bisa pinjem duit dulu gue, hehe,"

"Lu kan nggak suka ngutang,"

"Nggak papa lah, sesekali, santuy,"

"Oke, deh, udah sore, pulang yok,"

"Gas,"

"Via, udahan game nya, dirumah lagi aja,"

"Iya, yok ah pulang,"

Nah, kan, kalau udah sadar sore tiba, baru deh mereka angkat kaki dari sekolahan, hahaha. Cari apaan sih, neng-neng geulis, heran saya. Eh. 

Merekapun memutuskan untuk pulang setelah puas menghabiskan cukup waktu bersama, ya, walaupun kadang main HP sendiri-sendiri, tapi komunikasi mereka nggak putus, jadi, seru-seru dong walaupun cuma bertiga. 

Bersama

0 0

#SarapanKata
#KMOClubIndonesia
#KMOBatch44
#Kelompok14_PeramuKata
#Day10
#JumlahKata435

??????

"Oke, besok pulang sekolah nyeblak,"
"Yakin, La?"
"Yakin. Kan bisa pinjem duit dulu gue, hehe,"
"Lu kan nggak suka ngutang,"
"Nggak papa lah, sesekali, santuy,"
"Oke, deh, udah sore, pulang yok,"
"Gas,"
"Via, udahan game nya, dirumah lagi aja,"
"Iya, yok ah pulang,"
Nah, kan, kalau udah sadar sore tiba, baru deh mereka angkat kaki dari sekolahan, hahaha. Cari apaan sih, neng-neng geulis, heran saya. Eh.
Merekapun memutuskan untuk pulang setelah puas menghabiskan cukup waktu bersama, ya, walaupun kadang main HP sendiri-sendiri, tapi komunikasi mereka nggak putus, jadi, seru-seru dong walaupun cuma bertiga.
??????
Hari telah berganti, hari ini adalah hari terakhir sebelum ujian kenaikan kelas di mulai. Tugas-tugas yang menumpuk membuat tiga sejoli itu akhir-akhir ini lebih sering lembur mengerjakan tugas di sekolah. Membuat mereka juga melupakan agenda makan seblak yang mereka rencanakan.
"Via, nih, tugas gue, makasih ya, gue duluan."
"Iya, taruh meja aja, nanti biar gue yang kumpulin bareng ini."
"Oke,"
Murid yang sudah selesai memang dibolehkan pulang terlebih dahulu, dan yang ditugaskan untuk mengumpulkan tugas ke kantor adalah pentolan kelas alias tiga sejoli itu. Yap, siapa lagi kalau bukan Lara, Rei, dan Via.
"La, Rei, nanti langsung pulang aja ya, capek soalnya, gue juga belom nyuci lagi,"
"Iya, gue juga capek,"
"Ya udah, gue ngikut aja."
Selesai mengerjakan tugas, mereka langsung ke kantor mengumpulkan tugas yang mereka kerjakan tadi.
"Assalamu'alaikum, permisi, mau ngumpul tugas."
"Iya, ndok, silakan masuk." Mereka pun masuk dan meletakkan buku tugas di meja guru yang mengajar.
"Terimakasih pak, permisi,"
"Iya, ndok."
Merekapun langsung keluar dan berpisah untuk mengambil motor mereka.
"Duluan, ya, Vi," ucap Lara lalu melakukan motornya menuju luar sekolah. Rei? Ada, dibelakang Lara, lagi duduk manis sambil mainan HP dia.
??????
"Yuhu, ulangan, gimana, kita satu kelas kan?" tanya Lara
"Gue di belakang," ucap Rei lesu
"Gue satu kelas sama lo, La," timpal Via.
"Oke, nggak papa, semangat! Yuk masuk," Lara memang seperti itu, sangat suka memberi semangat, padahal yang diberi nggak ada semangat-semangatnya.
Mereka pun masuk ke kelas mereka masing-masing dan mulai mengerjakan tugas mereka masing-masing. Contekan ala kerja sama by tiga sejoli. Mereka sudah rembukan di grup whatsapp yang hanya ada mereka bertiga di dalamnya, membagi tugas dan membagi hasil tugasnya.
Selesai sudah bergelut dengan soal-soal ujian, waktunya penyegaran mata. Bukan, bukan, hanya Via saja yang menyegarkan matanya, Lara dan Rei hanya pendamping saja, bahkan seperti suporter transparan. Tidak di anggap.
Kalau sudah lelah ia memberi kode-kode monyet pada tambatan hati yang belum juga kecantol itu, barulah mereka nongkrong di tempat lain. Kalian mau tau dimana? Serambi masjid. Ha? Jangan terkejut, selain kelas, itulah tempat favorit mereka untuk nongki-nongki. Tenang aja, dijamin sepi.

Sudah kuduga

0 0

#SarapanKata
#KMOClubIndonesia
#KMOBatch44
#Kelompok14_PeramuKata
#Day12
#JumlahKata435

??????
"Yuhu, ulangan, gimana, kita satu kelas kan?" tanya Lara
"Gue di belakang," ucap Rei lesu
"Gue satu kelas sama lo, La," timpal Via.
"Oke, nggak papa, semangat! Yuk masuk," Lara memang seperti itu, sangat suka memberi semangat, padahal yang diberi nggak ada semangat-semangatnya.
Mereka pun masuk ke kelas mereka masing-masing dan mulai mengerjakan tugas mereka masing-masing. Contekan ala kerja sama by tiga sejoli. Mereka sudah rembukan di grup whatsapp yang hanya ada mereka bertiga di dalamnya, membagi tugas dan membagi hasil tugasnya.
Selesai sudah bergelut dengan soal-soal ujian, waktunya penyegaran mata. Bukan, bukan, hanya Via saja yang menyegarkan matanya, Lara dan Rei hanya pendamping saja, bahkan seperti suporter transparan. Tidak di anggap.
Kalau sudah lelah ia memberi kode-kode monyet pada tambatan hati yang belum juga kecantol itu, barulah mereka nongkrong di tempat lain. Kalian mau tau dimana? Serambi masjid. Ha? Jangan terkejut, selain kelas, itulah tempat favorit mereka untuk nongki-nongki. Tenang aja, dijamin sepi.
Setelah sekian abad berjalan dari lantai dua, ah lebay. Setelah turun dari lantai dua, mereka langsung menuju serambi masjid, karena sudah tidak sabar mereka ingin berbagi banyak cerita. Seperti tentang dia, atau dia, ya dia, haduh, bosen nggak sih mereka cerita dia mulu deh.
"La, gue kangen dia, kenapa sih, dia jahat sama gue? Nyebelin tau, udah nyakitin masih aja bikin kangen," Rei sedang melihat kenangan-kenangannya bersama dengan tambatan hatinya.
"Maaf, ya, sabar, mungkin ada maksud lain. Dia kan bukan orang yang asal tindak tanpa tujuan."
"Iya, gue tau, tapi tetap aja, rasanya sakit." Lara menepuk punggung Rei menguatkan. Sangat merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Rei. Maafin gue Rei.
"Semangat, ya, Rei, kita bakal selalu dukung lo kok, jangan nyerah ya,"
"Iya,"
"Oh, iya, tau nggak sih, tadi Sony senyum sama gue, agh seneng banget deh,"
"Hahaha, cie, yang lagi kasmaran mah beda, ya,"
"Hehehe, senyumnya manis banget sih,"
"Udah, Rei, jangan di godain gitu, merah, tuh, mukanya,"
Hari mereka jika bersama memang penuh dengan tawa, sesakit apapun di antara mereka, kalau sudah bersama pasti kembali bahagia. Ah, persahabatan yang paling indah memang. Jadi baper.
"Udah sore, yok, pulang,"
"Yok." Merekapun membubarkan diri dan pulang bersama sebelum berpisah di pertigaan.
Bagi mereka, kebersamaan adalah momen yang harus selalu di nikmati dengan bahagia, agar kedepannya mereka bisa selalu merasakan indahnya saat bersama.
Jalan sudah berpisah, arah sudah berbeda, sekarang Rei akan lebih terbuka.
"La, kenapa ya, selama ini gue kan ngejekin si Via sama Sony, tapi kok gue yang ngerasa nyaman ya pas liat Sony? Ya kali gue suka sama tu anak? Kan dia gebetan Via,"
"Mumpung belum terlanjur, maumu gimana buruan selesaiin."
"Nanti gue pikir-pikir dulu, deh,"
"Iya."

Hehe

0 0

#SarapanKata
#KMOClubIndonesia
#KMOBatch44
#Kelompok14_PeramuKata
#Day13
#JumlahKata486

??????

"Yuhu, ulangan, gimana, kita satu kelas kan?" tanya Lara
"Gue di belakang," ucap Rei lesu
"Gue satu kelas sama lo, La," timpal Via.
"Oke, nggak papa, semangat! Yuk masuk," Lara memang seperti itu, sangat suka memberi semangat, padahal yang diberi nggak ada semangat-semangatnya.
Mereka pun masuk ke kelas mereka masing-masing dan mulai mengerjakan tugas mereka masing-masing. Contekan ala kerja sama by tiga sejoli. Mereka sudah rembukan di grup whatsapp yang hanya ada mereka bertiga di dalamnya, membagi tugas dan membagi hasil tugasnya.
Selesai sudah bergelut dengan soal-soal ujian, waktunya penyegaran mata. Bukan, bukan, hanya Via saja yang menyegarkan matanya, Lara dan Rei hanya pendamping saja, bahkan seperti suporter transparan. Tidak di anggap.
Kalau sudah lelah ia memberi kode-kode monyet pada tambatan hati yang belum juga kecantol itu, barulah mereka nongkrong di tempat lain. Kalian mau tau dimana? Serambi masjid. Ha? Jangan terkejut, selain kelas, itulah tempat favorit mereka untuk nongki-nongki. Tenang aja, dijamin sepi.
Setelah sekian abad berjalan dari lantai dua, ah lebay. Setelah turun dari lantai dua, mereka langsung menuju serambi masjid, karena sudah tidak sabar mereka ingin berbagi banyak cerita. Seperti tentang dia, atau dia, ya dia, haduh, bosen nggak sih mereka cerita dia mulu deh.
"La, gue kangen dia, kenapa sih, dia jahat sama gue? Nyebelin tau, udah nyakitin masih aja bikin kangen," Rei sedang melihat kenangan-kenangannya bersama dengan tambatan hatinya.
"Maaf, ya, sabar, mungkin ada maksud lain. Dia kan bukan orang yang asal tindak tanpa tujuan."
"Iya, gue tau, tapi tetap aja, rasanya sakit." Lara menepuk punggung Rei menguatkan. Sangat merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Rei. Maafin gue Rei.
"Semangat, ya, Rei, kita bakal selalu dukung lo kok, jangan nyerah ya,"
"Iya,"
"Oh, iya, tau nggak sih, tadi Sony senyum sama gue, agh seneng banget deh,"
"Hahaha, cie, yang lagi kasmaran mah beda, ya,"
"Hehehe, senyumnya manis banget sih,"
"Udah, Rei, jangan di godain gitu, merah, tuh, mukanya,"
Hari mereka jika bersama memang penuh dengan tawa, sesakit apapun di antara mereka, kalau sudah bersama pasti kembali bahagia. Ah, persahabatan yang paling indah memang. Jadi baper.
"Udah sore, yok, pulang,"
"Yok." Merekapun membubarkan diri dan pulang bersama sebelum berpisah di pertigaan.
Bagi mereka, kebersamaan adalah momen yang harus selalu di nikmati dengan bahagia, agar kedepannya mereka bisa selalu merasakan indahnya saat bersama.
Jalan sudah berpisah, arah sudah berbeda, sekarang Rei akan lebih terbuka.
"La, kenapa ya, selama ini gue kan ngejekin si Via sama Sony, tapi kok gue yang ngerasa nyaman ya pas liat Sony? Ya kali gue suka sama tu anak? Kan dia gebetan Via,"
"Mumpung belum terlanjur, maumu gimana buruan selesaiin."
"Nanti gue pikir-pikir dulu, deh,"
"Iya."
Perasaan memang siapa yang tau, entah itu untuk pelampiasan atau mainan semata, ataulah memang benar hatinya beralih seketika, tapi akal memanglah yang harus diutamakan jika hati telah resah dengan keputusan.
Ingatlah, keputusan harus mempertimbangkan keduanya, hati dan pikiran harus bekerja sama dengan baik, jangan sampai memberatkan sebelah pihak antara hati dan pikiran.

Mungkin saja kamu suka

Faqihah Nur Zah...
Dalam Hidup
Stefanus Rio Ma...
Bisakah Kita Bersama Kembali?
Gita Purnamasar...
Jannati
Jamilatus Sholi...
Love In Pain
Nurhidayati Sur...
Kisahku

Home

Baca Yuk

Tulis

Beli Yuk

Profil