Loading
20

0

30

Genre : Keluarga
Penulis : Aldhiyya
Bab : 31
Dibuat : 17 Juli 2022
Pembaca : 20
Nama : Aldhiyya
Buku : 1

Cahaya Surga

Sinopsis

Kata Ibu, Ia percaya aku adalah cahaya surga untuknya. Kehadiranku sejak di alam rahim memberi cahaya bagi hati Ibu. Bagaimana ibu menjalani nya?
Tags :
SarapanKata

Cerita Ibu

4 1

Sarapan Kata KMO Club Batch 47
- Kelompok 7 Laskar Pena 
- Day 1 
- Jumlah Kata 437 

-Ibu..
Terimakasih telah memeluk ku hangat ketika duniaku runtuh. Pelukan ibu menghangatkan ku. -

Hmm.. suara apa itu ?
Riuh sekali diluar sana, mengganggu tidur ku saja.
Terang sekali, apakah ini sudah pagi ?

Mataku membuka dan merasakan aroma lezat di indra perasa ku. Pagi ini Ibu sarapan nasi goreng ya, enak sekali. Apakah ini nasi goreng lezat di ujung bangunan itu ?

"Aduh, ngilu. Eh, bergerak ya.. Anak Ibu sudah bangun ya? Assalamualaikum sayang, baca doa bangun tidur dulu ya nak. Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur artinya Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan. Terimakasih sudah bangun dengan bahagia hari ini. Tidurnya nyenyak, nak?" Sapa ibu.

Suara favoritku setiap waktu, suara Ibu. Setiap pagi ibu selalu memberi sapaan hangat seperti ini jika aku bergerak di dalam perut ibu. Disertai elusan lembut yang entah bagaimana selalu membuat ku nyaman. Aku tidak sabar bertemu Ibu.

Kehidupanku di Surga sebenarnya sangat nyaman, hingga suatu hari Allah memerintahkan aku untuk hadir di dunia. Allah berkata ada seseorang yang sangat menantikan kehadiranku. Menyebutku selalu di dalam doa nya. Merintih dengan tangisan tanpa suara.

Pernikahan Ayah dan Ibu memasuki tahun kelima di bulan ini. Suara sumbang dari orang-orang disekitar ibu sering sekali terdengar. Menambah goresan luka di hatinya yang lembut.

Ibu pernah bercerita selama masa penantian kehadiranku, berulang kali ia menata hati, meyakinkan diri, mengatur isi kepalanya agar hanya hal positif dan baik saja yang berhak hadir. Ibu yakin suatu saat Allah pasti akan percaya untuk menghadirkan aku dikehidupan ibu.

Penyakit bawaan yang dideritanya terkadang mengecilkan harapan nya. Namun, hey penyakit. Ibuku ini cerdas. Dia cari segala referensi yang ada untuk menanamkan kepercayaan pada dirinya bahwa dengan kondisi nya saat ini pun dia pasti memiliki peluang untuk mengusahakan hadirnya aku. Beruntung, ibu menemukannya. Keyakinannya aku akan hadir di waktu yang tepat.

Karib kerabat ibu menyarankan berbagai cara, mulai dari tes torch terapi refleksi, mendatangi bapak ini, pijat ditempat itu, periksa kadar hormon dan hal lainnya. Tapi ibu tidak menggubrisnya. Ibu ku keras pendirian juga sepertinya. Ibu berpegang teguh hanya ingin berikhtiar dengan jalan yang ia yakini berpahala dan murah. Wah, ibu .. ibu tidak mau berkorban banyak nih untuk mendapatkan aku?

Hmm tapi,
Tidakkah kau merasa aneh?
Ibu pernah bercerita tentang ini?
Bercerita dengan siapa?
Hahahaa benar.
Ibu bercerita denganku!

Sejak hari pertama ibu mengetahui bahwa ada aku didalam tubuhnya, ibu selalu mengajakku bercerita. Hingga ia pun pernah dinilai tidak wajar oleh kerabat nya karena mengajakku bercerita. Padahal aku belum lahir di dunia. Aneh ya, tapi menurutku tidak. Aku merasakan sebaliknya, aku senang sekali. Aku begitu senang mendengar suara ibu. Aku tidak sabar bertemu ibu !

>> bersambung.

user

23 July 2022 20:34 Ai salwa MashaAllah, baca bab pertama udah menyentuh????????

Cerita Ibu - 2

3 2

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 2

Jumlah Kata 447


POV Mazaya

"Sayang, aku pergi kerja dulu ya. Baik-baik dirumah, hari ini mau ngapain?" Tanya suamiku lembut dipagi ini.


"Nanti mau ambil pesenan tas dari toko, terus mau packing terus langsung kirim, gitu aja mulu tiap hari, kaya kaga tau aja deh yang." Jawabku meledek.


"Ya kan, kali aja ada yang baru hari ini terus aku ga tau, aku berangkat ya kamu hati-hati dirumah, nanti bawa mobil juga hati-hati. Kabarin ya kalau mau kemana-mana." Pesan wajib pria tampan ini setiap hari. Perhatiannya ini yang selalu membuatku jatuh cinta setiap hari.


"Iya sayang..." Jawabku sembari melepas keberangkatannya dipagi ini.


Rutinitas ini sudah berlangsung empat tahun terakhir. Ya, ini tahun keempat pernikahan kami, dan belum dikaruniai anak. Sebenarnya kami bahagia saja seperti ini, aku yang bahagia lebih tepatnya.


Perkenalan singkat dengan Kak Rizhan ternyata bermuara ke pelaminan. Dia melamarku tepat dihari ketujuh kami kenal. Dan aku menjawab dengan menyodorkan Curriculum Vitae Taaruf ku untuk ia baca. Jika ia pun tertarik kuberi pesan untuk meneruskan dokumen itu kepada keluarganya.


Aku tidak ingin ambil resiko dengan menikah dengan lelaki asing bukan?

Namun, berpacaran juga bukan hal yang diperbolehkan agama kami jika didapatkan dua insan yang saling tertarik.


Menikah adalah hal terbaik yang bisa dilakukan ketika dimabuk cinta. Menikah memiliki banyak keutamaan, seperti akan membuat seseorang lebih merasakan ketenangan.


“Mereka akan begitu tenang ketika berada di samping pendamping mereka karena Allah memberikan pada nikah tersebut

ketentraman yang tidak didapati pada yang lainnya". Ucap seorang Ustad dalam seminar pranikah yang pernah aku ikuti.


Pendapat lain pun mengatakan “Umumnya yang merusak agama seseorang ada dua hal yaitu kemaluan dan perutnya. Menikah berarti telah menjaga diri dari salah satunya. Dengan nikah berarti seseorang membentengi diri dari godaan syaithon, membentengi diri dari syahwat (yang

menggejolak) dan lebih menundukkan pandangan". Begitu besarnya keutamaan menikah hingga keutamaan nya adalah menyempurnakan separuh agama.


Tapi ada syarat dan ketentuan tentu saja, tidak asal jatuh cinta kemudian menikah. No ! Bagiku harus dengan jalan yang benar, pasanganku nanti sudah harus berpenghasilan, dan agamanya baik. Bukan lelaki yang enggan shalat lima waktu. Aku harus memilihkan pria terbaik untuk menjadi Ayah dari anak-anakku.



Ah ya, satu lagi. Bukan pria perokok. Aku benci sekali asap rokok. Mencium asap rokok dari jarak 3 meter saja sukses membuatku bersin-bersin satu hari penuh. Apalagi menjadikan perokok pasangan hidupku. Tidak, aku tidak ingin meninggal sia-sia.


Dan menurutku, Kak Rizhan memenuhi semua kriteria awal ini. Maka, Melakukan Taaruf adalah jalan tengahnya.


Bismillah..

Setelah ku lihat respon Kak Rizhan dan keluarga nya menunjukkan lampu hijau, kemudian ia membalas dengan  Curriculum Vitae Taaruf miliknya.


Akhirnya keberadaan Kak Rizhan mulai ku ceritakan kepada Ayah dan Bunda.

Mengejutkannya Ayah dan Bunda menerima dengan baik.


Apaaaa..

Usia ku baru 22 tahun dan sudah diberi izin menikah?

>> bersambung


user

23 July 2022 20:42 Ai salwa Taaruf... MasyaAllah, jarang sekali menemukan laki-laki seperti Rizhan

user

23 July 2022 20:51 Naely Almuna setiap rumah tangga pasti ada cobaannya kak.. Aku sendiri juga udah hampir 6 tahun belum di karunia anak, aku juga yakin suatu saat pasti ada. di saat yang tepat dan indah pada waktunya.

Cerita Ibu - 3

4 1

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 3

Jumlah Kata 535


"Bunda tidak mau menghalangi jodoh Mazaya, tidak ada salahnya berkenalan bukan? Apalagi dengan cara yang terhormat seperti ini, Bunda senang Mazaya punya pemikiran seperti ini."


Apresiasi Bunda ketika ku tanya mengapa diperbolehkan berkenalan.


"Tapi Ayah rasanya tidak menyangka, anak Ayah sudah ada yang tertarik, nanti ga sayang Ayah lagi.."


"Ah.. Ayah jangan gitu bilangnya.." rengekku manja. Dan pergi meninggalkan kedua orangtuaku.


Keridhoan kedua orangtuaku, persetujuan keluarga Kak Rizhan, serta takdir Allah yang memudahkan semua peristiwa telah mengantarkan kami hingga tidak terasa sudah menjalani pernikahan ini sampai tahun keempat.


Berarti sudah empat tahun pula aku berhenti bekerja. Aku bertemu kak Rizhan di tempat kerja, dan tepat habis masa kontrakku sebulan sebelum menikah. Setelah menikah hanya mencoba berjualan daring, hasilnya lumayan juga tapi uh bosan tidak ada kawan bicara. Hanya jemariku yang tiada putus bergerak membalas pesan yang masuk di gawai.


Aku butuh suasana baru.

Nanti ketika Kak Rizhan pulang aku akan sampaikan hal penting ini.

---


Mentari telah memancarkan pesona indahnya, cahaya jingga teduh menciptakan ketenangan memberi tanda seakan ini waktunya ia pulang. Bertukar peran dengan rembulan yang setia menemani istirahat malam penghuni Bumi.


Suamiku baru saja kembali dari perjuangannya diluar sana. Berkorban tenaga, pikiran dan seluruh kemampuan yang ia punya untuk menafkahi keluarga.


Kebiasaannya, segera mandi kemudian merebahkan diri. Namun, harus aku temani. Rona wajah nya akan berubah seperti anak kecil yang tidak diberikan mainan kesukaan jika aku sibuk hilir mudik tidak menemannya di waktu berharganya ini.


"Makan, yuk.." ajakku lembut seperti yakin bahwa energi beliau harus diisi kembali.


"Mau, tapi suapin.."


"Eh, gimana? Hahaha. Oke sebentar ya."


Aku kembali membawakan sepiring nasi lengkap dengan lauk pauknya. Hari ini aku memasak ayam kluyuk dan cah kangkung. Makanan kesukaanku bukan Kak Rizhan, tapi ia tidak pernah protes atas masakan yang aku suguhkan.


Padahal, ibu mertua pernah cerita anak sulungnya ini suka pilih-pilih makanan. Duh Allah, terimakasih..

Bahagiakan suamiku selalu ya, selayaknya ia yang senantiasa berusaha membahagiakan aku.


Kami makan sepiring berdua, bergantian sesuap untukku sesuap untuk Kak Rizhan. Tidak mungkin aku tidak ikut makan karena ini kesukaanku, hehe. Tepat ketika kami selesai makan sudah waktunya shalat maghrib,


"Adek, ayo sholat jamaah. Kakak tunggu dikamar ya."


"Kakak ga shalat di masjid ?"


"Hari ini ingin shalat dirumah sama kamu boleh ya?"


"Oke, aku wudhu dulu ya."


Aku mempelajari bahwa bagi shalat seorang laki-laki bersama seorang laki-laki lebih baik daripada shalatnya seorang diri. Shalat seorang laki-laki bersama dua orang laki-laki lebih baik daripada shalat berdua saja. Jika jumlah jamaah lebih banyak, itu lebih disukai oleh Allah ‘azza wa jalla. Dari HR. An-Nasai, no. 844. Makanya aku selalu meminta Kak Rizhan untuk shalat di mesjid, mesjid pun tidak terlalu jauh dari rumah kami.


Sedangkan bagi wanita, Shalat jamaah wanita di rumah lebih utama daripada shalat jamaah wanita di masjid karena shalat wanita terbaik adalah di rumahnya. Shalat wanita di rumah lebih aman bagi wanita karena luar biasanya godaan wanita jika berada di luar rumah. Begitu pula tempat shalat wanita yang semakin tertutup itu lebih baik.


Tetapi Ketika seorang laki-laki shalat di rumah bersama temannya, atau istrinya, atau anaknya, maka ia tetap memperolah keutamaan berjamaah. Akan tetapi, jika dilakukan di masjid, itu lebih utama.


Aku  mengizinkan Kak Rizhan shalat dirumah bersamaku hari ini. Nanti setelah shalat aku akan utarakan keinginanku..

>> bersambung ...


user

23 July 2022 20:41 Ai salwa Banyak ilmu yang didapattt

Cerita Ibu - 4

3 1

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 4

Jumlah Kata 427


"Yang, kalau sampai bulan Desember nanti belum hamil juga, boleh ga aku kembali bekerja ?" Tanyaku ketika kami sudah selesai dengan rutinitas mengaji setelah shalat maghrib.


"Eh, kenapa nih tiba-tiba? Ayangku bosen ya sendirian dirumah?" Jawab Kak Rizhan menghampiriku yang sedang duduk di sofa.


"Iya, suntuk. Sibuk sih sibuk tapi kayanya aku ga fresh aja gitu ga ketemu langsung sama orang-orang. Ga ada temen ngobrol."


"Tapi kalau kamu kerja jualan tasnya gimana? Katanya lagi rame banyak yang pesan?"


"Kan bisa minta titip kirim sama pihak supplier, biasanya mereka mau kok bantu kirimkan atas nama kita. Jadi ga harus ambil  dan kirim sendiri kalau dihari kerja."


"Gimana ya, aku agak keberatan kalo kamu kerja lagi. Takut kamu kecapekan dikejar target atau lingkungannya bahaya kayak tempat kerja yang dulu."


"Jadi ga boleh ya?"


"Boleh, aku dukung kok. Tapi dengan syarat coba cari yang perusahaan non profit. Jadi kamu ga terlalu dibebani. Coba cari tahu dulu ada atau engga disini. Kalau ada silahkan melamar. Aku dukung."


"Wah, serius ? Asik! Aku coba cari-cari ya." Aku melompat girang bergegas menuju kamar mengambil gawaiku. Mencari lowongan pekerjaan di laman pencari daring. Sambil berharap ada rezeki untukku. Sepertinya malam ini aku akan begadang karena semangat mencari informasi.


"Ada nih ada ada yang, lamaran di NPO itu. Wah, ini juga lembaga terkenal. Aku baru tau sudah buka juga di kota kita. Coba lihat."


"Hmm iya, tu ada lowongan Customer Relation Officer. Cocok sih sama kamu, cobain aja." Kak Rizhan memberi tanggapan walau kulihat tidak begitu semangat. Sepertinya khawatir atau mungkin cemburu.


Suamiku tipe yang sangat pencemburu, menurutku. Dibalik sejuta perhatiannya tapi jika melihat pria lain menatapku 'berbeda' ia akan mengeluarkan pesona "apa lo ini istri gue". Uniknya, aku tetap menganggap itu pesonanya.


---

Satu bulan kemudian.

Kring kring kring kring.

Kring kring kring kring.

"Halo, Assalamualaikum."


"Halo, wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Benar dengan Mbak Mazaya?"


"Iya benar, maaf dengan siapa ya?"


"Saya Desi dari Aksi Cepat Tanggap mbak. Saya ingin mengabarkan bahwa Mbak Mazaya telah lulus seleksi dan diterima sebagai CRO. Selamat ya mbak."


"Yang benar mba? Wah, terimakasih banyak Mbak Desi, Alhamdulillah."


"Apa hari senin Mbak Mazaya bisa datang ke kantor pukul delapan pagi?"


"Ada ketentuan pakaiannya mbak?"


"Pakaian yang sopan dan menutup aurat dengan benar saja yang penting ya mbak. Pastikan menggunakan hijab yang menutup dada, pakaian tidak ketat dan menggunakan kaus kaki."


"Baik mbak"


"Saya tutup dulu mbak, Assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh"


Tut. Telepon ditutup.


MaasyaAllah walhamdulillah aku senang sekali ! Setelah sekian lama tidak bekerja, dan kini diterima menjadi karyawan dalam satu kali coba adalah kebahagiaan. Aku bergegas menghubungi Kak Rizhan.


"Sayaaaang.. aku diterima bekerja!" 


user

23 July 2022 20:44 Ai salwa Rizhannnnn idaamaaan?(?-?)?

Cerita Ibu - 5

1 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 5

Jumlah Kata 409


Ini hari ke 14 aku memulai hari sebagai seorang pekerja lagi. Rutinitas ku berubah tapi aku menyukainya.


Bangun di subuh hari, persiapkan sarapan untuk aku dan Kak Rizhan. Kemudian, pukul 7 pagi aku akan berangkat kerja, Kak Rizhan sudah berangkat setengah jam lebih cepat.

Dan biasanya aku sudah berada dirumah pukul 6 sore. Yang sangat aku sukai adalah, aku bisa sampai dirumah lebih dulu daripada suamiku. Karena saat ini loading pekerjaan sedang tidak ramai, toh baru masuk kerja dua minggu. Hehe


Tapi pagi ini kenapa ya badanku terasa aneh. Sejak sampai dikantor rasanya ada bau kurang sedap juga disekitar. Level kenyamananku terganggu.


Karena hidungku ini sensitif, aroma tidak sedap bisa tercium dan mengganggu produktivitas kerjaku.


"Yuk, morning briefing gaes!" Panggil Ibu Kepala Cabang kantor ku yang ternyata asik banget orangnya.

Kami berkumpul di ruang rapat, aku dan tujuh rekan lainnya. Kami hanya berdelapan menjadi ujung tombak penggerak lembaga kemanusiaan ini di kota. 


Euh, bau nya semakin tidak nyaman, ada apa ini. Perutku mulai mual. Bagaikan roller coaster yang terus berputar tanpa henti. Sepertinya ini karena aroma parfum teman-teman lelaki ini. Harus kutahan sampai rapat selesai. Sedikit lagi.


"Oke ya kawan-kawan. Segitu dulu hari ini. Ditunggu laporan nya hari ini sip."


Akhirnya selesai.


Kami pun bubar dan aku segera menuju toilet. Surprise ! Masuk kamar mandi dan jackpot. Isi perutku seakan enggan bersemayam lebih lama didalamnya. Tanpa permisi mereka keluar begitu saja. Aduh, mana temen-temen masih diluar. Aku khawatir terdengar suara muntah nya keluar toiket. Malu euy, kali aja ada yang geli juga. Ya Allah kuatkan aku. Ada apa ini.


"Mazaya, ngga apa-apa? Sakit? Abis muntah ya?" Tanya Hafiz, rekan kerjaku tampak khawatir.


"Ngga tau nih, mual aja gitu. Ga enak nyium bau apa-apa. Baik-baik aja sih awalnya, tiba-tiba aja gini"


"Eh, tapi maaf sebelumnya nih ya. Jangan-jangan kamu hamil lagi? Gini-gini pas Lina hamil aku loh bisa tau lihat sekilas aja, pake feeling."


Pertanyaan Hafiz membuatku terdiam, berpikir, sekaligus penasaran. Masa iya aku hamil? Mungkinkah? Tapi penuturan Hafiz tidak boleh disepelekan, bisa saja seorang pria beranak tiga ini benar. Karena ia lebih berpengalaman. Apalagi, teman-teman juga sudah tau, kalau aku belum dikaruniai momongan.


Isu yang beredar dikantor pun, posisi yang aku tempati saat ini adalah kursi panas. Setiap tahun posisi nya berganti karena orang yang menduduki kursi tersebut hamil. Hahaha ada ada saja. Berarti posisi itu berkah dong ya, yang menempati nya selalu bahagia dan dikasih hadiah tidak terbatas nilainya dari Allah.


Tapi..

"Hah, masa sih? Apa iya aku hamil?"






Cerita Ibu -  6

1 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 6

Jumlah Kata 471


Bangun pagi kali ini badanku sakit sekali, pegal, lemas. Apa keletihan ya? Atau tubuhku kaget karena selama 4 tahun tidak beraktivitas padat seperti ini lagi.


Yuk mandi yuk kita siap siap berangkat kerja lagi.


"Eh, pasta gigi nya tinggal sedikit, nanti beli ah."


Ada minimarket halal disebelah kantorku, berbelanja disana jadi kegiatan favorit terbaru saat ini.


Disekitarnya pun banyak makanan lezat yang dijual. Aku sangat bahagia akhir-akhir ini, terasa seperti hidup kembali. Perasaan diri ini menjadi orang yang berguna karena menghasilkan sesuatu dan dipakai banyak orang menjadi energi positif membahagiakan bagiku.


Merasa diri ini bermanfaat bagi orang lain adalah hal yang seringkali dilupakan karena aku dirumah saja. Padahal jika aku mensyukuri lebih banyak kasih sayang Allah didalamnya, justru aku dirumah saja mungkin bermanfaat bagi orang-orang yang menyayangiku.


Suami dan orang tua tidak perlu khawatir dan cemas memikirkan keamanan ku selama dikantor. Hemat waktu dan uang karena tidak dihabiskan untuk perjalanan dan biaya selama diluar rumah. Para reseller toko daring tas ku pun mungkin berkesempatan mendapatkan penghasilan lebih jika aku fokus mengurusi produk tas saja.


Tapi itulah aku, manusia biasa, yang egoisnya masih tinggi. Aku tidak puas dengan keadaan tersebut. Aku ingin mencoba yang lain. Ingin merasakan pengalaman baru.


Beruntungnya aku, ridha Allah, suami dan orangtua ku dapatkan atas keinginanku ini. Jika aku menjalankan sesuatu tanpa ridho suami, aku sudah termasuk istri yang tidak taat. Istri yang tidak taat pada suami tidak akan masuk surga. 


Tentu saja, ini menunjukkan kewajiban besar istri pada suami adalah mentaati perintahnya.


Agama kami memuji istri yang taat pada suaminya. Istri yang taat kepada suami dianggap sebagai wanita terbaik. Sungguh itulah cita-citaku. Menjadi seorang wanita terbaik dimata suamiku, menjadi yang ia sayangi, ia banggakan, ia perhatikan dengan lemah lembut. Menjadi bidadari nya di surga kelak. Kenapa harus surga?

Karena kehidupan di dunia tak lain hanyalah sandiwara, senda gurau.


Setiap hal yang kita lakukan hanyalah bekal kita menuju kehidupan yang sebenarnya. Ibaratnya dunia hanya wadah pengumpulan amal kebaikan, kita hadir di dunia ini sebagai Hamba Allah, karyawannya Allah yang akan melakukan semua tugas yang Allah berikan. Jika berhasil, maka mendapatkan pahala. Sebagai bekal kembali.


Aku bersemangat sekali, apalagi tempat bekerjaku saat ini adalah lembaga kemanusiaan. Terimakasih ya Allah,

---


"Sayang, mau berangkat bareng ga ? Aku hari ini berangkat ga sepagi biasanya kok."


"Beneran? Mauuu!" Pekikku girang dari dalam kamar mandi.


"Okey"


"Hoek. Hoek."


"Yang, kenapa yang? Buka pintunya."


Ceklek.


"Pucat sekali, kenapa? Kok tiba-tiba?"


"Ngga tau, lagi sikat gigi tiba-tiba aja, kecolok kedaleman kali sikat giginya hahaha"


"Ada ada aja sih, bikin panik aja tau. Tapi, bulan ini belum haid kan?"


"Hmm eh iya sih, ini tanggal berapa ya"

"Tanggal 20"


"Ohiya, bulan lalu haid kan tanggal 5."


"Coba tes aja sayang."


"Ha? Hmmm baik.."


Aku menyetujui saran suamiku, namun cemas.. khawatir jika ini bukan tanda kehamilan. Apa aku harus tes sekarang atau menunggu satu bulan lagi dulu saja?


Masa itu datang

1 1

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 7

Jumlah Kata 536


"Mbak, beli testpack nya satu ya."


"Mau merk apa bu?"


"Apa aja yang paling murah mbak."


"Silahkan, totalnya dua puluh ribu rupiah."


"Ini mbak"


"Terimakasih bu."


Karena rasa penasaran akhirnya aku mampir ke apotik untuk membeli alat tes kehamilan. Aku menguatkan hatiku. Lebih baik mengetahui hasilnya sedini mungkin daripada ku biarkan ternyata hamil namun janin tidak mendapat nutrisi optimal. Aku tidak mau hal itu terjadi. Besok subuh akan kucoba.

---


04.45 wib

Bismillah, mari kita coba alat ini.

Petunjuk pemakaian menyatakan bahwa hasil tes akan segera muncul dalam waktu 30 detik.


"Hmm.. sudah lewat 30 detik. Okay baik."


"Hah? Ini serius?"


Tidak dapat kujabarkan perasaan saat itu, bercampur antara tidak percaya, bahagia, dan cemas. Segera aku berwudhu, keluar kamar mandi, dan shalat subuh.


"Yang, yang, bangun.. shalat subuh"


Ayolah sayang cepat bangun, kamu harus lihat ini.


"Hmm..  ntar lagi,"


"Yang, bangun.. coba liat ini. Ini artinya apa ya?"


"Hm? Apa?"


"Sepertinya aku hamil..."


Sontak Kak Rizhan segera duduk dan membuka matanya. Kuberikan hasil tes kehamilan tersebut.


"Dua garis samar, ini artinya positif kah?"


"Tapi masih samar sekali, belum kuat warnanya.."


"Tapi bisa jadi memang hamil kan?"


"Iya bisa jadi"


"Dua hari lagi tes ulang saja yang, nanti aku belikan lagi testpack nya."


"Terus aku gimana?"


"Jangan terlalu lelah ya, makanan yang sehat saja yang dicemilin. Hari ini kuat kerja?"


"Lemes sih, tapi kuat insyaAllah.."


"Aku antar aja ya, ngga usah bawa mobil."


Rasa tanggung jawab nya sebagai suami ditambah akan menjadi seorang ayah seketika bertambah, menurutku.


Suamiku semakin sigap. Berusaha memberi aku kenyamanan yang lebih.

Jikalau bisa ia berkata jujur, mungkin ia akan membujukku untuk berhenti bekerja saat ini juga. Hahaha

Tapi kami tidak boleh gegabah, perlahan dan pasti dipertimbangkan dahulu.


Apalagi aku memiliki riwayat gangguan hormon yang mungkin berpengaruh pada kehamilan ini. Jika gangguan hormon ini tidak dikontrol dan diawasi dokter, bukan tidak mungkin mempengaruhi janinku.


Kondisiku saat ini belum merasakan ciri-ciri hamil yang umum secara spesifik. Hanya mual yang lebih kerap datang, dan rasa lelah tidak bertenaga, inginku hanya rebahan saja.


Kondisi ini bisa menjadi tanda awal kehamilan, apalagi disertai gejala fisik lain, seperti perubahan suasana hati, kram di bawah perut, sering buang air kecil, perubahan payudara, sakit kepala, sembelit, dan perdarahan.


Tiga bulan pertama kehamilan disebut juga trimester 1, pada masa ini tubuhku akan memerlukan banyak sekali nutrisi penting.


Seperti asam folat untuk pembentukan otak dan sumsum tulang bayi, protein untuk pembentukan sel tubuh janin,  vitamin A untuk pertumbuhan mata dan kekebalan tubuh janin, kalsium dan vitamin D untuk tulang dan gigi janin, serta zat besi untuk membangun hemoglobin yang akan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh janin. 


Oleh karena itu, sangat diwajibkan dimasa ini kehamilan harus diperiksakan kepada tenaga kesehatan yang ahli.


Mengapa aku sudah paham hal ini sejak awal kehamilan? Masa penantian empat tahun ini kuhabiskan dengan membeli dan membaca berbagai buku untuk segera hamil. Aku tidak mematokkan harus segera punya anak ketika menikah, namun aku membuat target bagi diriku agar ketika saatnya aku diberi kepercayaan oleh Allah untuk memilikinya, anakku akan kujaga sebaik mungkin, termasuk sejak masa kehamilan.


Lagi lagi ku menyadari sesuatu. Mungkin Allah mengizinkan aku bekerja kembali dengan penghasilan yang cukup, agar aku memiliki bekal lebih dalam mempersiapkan kehadiran bayi ini. Karena membesarkan seorang anak butuh biaya, tentu saja bukan?


user

23 July 2022 20:49 Ai salwa Subhanallah

Masa itu datang -2

1 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 8

Jumlah Kata 456


"Mazaya, gimana kondisinya? Udah tes? Kok keliatan lemes amat ?"


"Udah bu, sudah tes tadi pagi.."


"Gimana hasilnya?"


"Kaya gini bu, ada dua garis tapi samar." Kujawab dengan mata berkaca-kaca.


"Alhamdulillah, selamat Mazayaa, ini artinya hamil. Kamu jaga kesehatan ya."


"Belum tentu kali bu, kan masih samar, bisa aja malah semakin pudar kan?" Jawabku mencoba menahan diri.


"Positif aja dulu, kamu ih negatif amat. Berdoa sama Allah biar diberikan yang terbaik ya!"


"Takut kecewa bu.."


Tidak terhitung jumlah alat tes kehamilan yang sudah kucoba. Tanda garis satu selama ini ternyata cukup menyisakan rasa takut untuk berharap ya. Memberi ruang negatif dalam tubuhku. Tapi aku kan tidak boleh seperti itu. Allah Maha Mengabulkan sesuatu, pada waktu yang tepat menurut Nya. Benar saran Bu Jasmine, aku harus positif thinking dulu.


---


Sudah dua minggu sejak pertama kali tes dan hari ini aku beranikan diri melakukan tes lagi. Semakin jelas dua garis itu muncul. Ternyata ini sejalan dengan semakin banyak tanda kehamilan yang terjadi pada diriku.


"Anak Ibu.. kamu tu ada ada ya maunya..

Masa ibu ga bisa nyium bau lain selain bau Ayah mu siihhh"

Celetuk ku kepada janin dikandunganku.


Iya benar, aku tidak tahan mencium aroma parfum selain parfum Kak Rizhan. Auto muntah muntah kalo kata anak sekarang. Kenapa gitu ya? Unik sekali morning sickness ini.


Hal baru lain yang kualami adalah setiap sikat gigi pasti ditutup dengan muntah setelahnya. Perasaan tidak dalam sekali disikat giginya, kenapa bisa mancing muntah juga ya? Sungguh aneh sekali.


Hal-hal diluar kebiasaan yang terjadi ini terjadi karena perubahan hormon didalam tubuh ibu hamil. Tapi, benar kah aku hamil? Apakah janin ku berkembang? Sebaiknya ajak Kak Rizhan periksa dalam waktu dekat.


"Ayang, aku udah bikin reservasi di dokter Yanti, nanti malam kita kesana ya." Kukirimkan pesan teks pada Kak Rizhan.


"Pulang kerja ya sayang? Kita kerumah dulu atau langsung saja?"


"Terserah Kakak, aku ngikut aja maunya gimana."


"Langsung aja dari kantor ya, biar ga bulak balik."


"Oke love." Tutupku mengakhiri pesan chat itu.


Anakku.. sebentar lagi ibu akan memeriksamu !


---


Kami tiba di klinik kesehatan ibu dan anak ini sudah pukul delapan malam. Kukira, hanya dengan reservasi via telepon sudah mengamankan antrian kami. Ternyata tidak, antrian pemeriksaan ditentukan dengan urutan kedatangan pasien.


Saat kami tiba belum ada pasien yang diperiksa karena Dokter sedang membantu persalinan.


"Ya Ampun dek.. masih seramai ini, kamu gapapa ini nunggu lama banget nanti?"


"Kita dapat antrian berapa, Kak?"


"Pasien terakhir katanya, mungkin jam 12 atau jam 1 malam." Jawab suamiku dengan tatapan penuh iba melihatku.


"Gapapa sayang, udah kepalang sampai disini, biar ga bulak balik. Tapi Kakak capek? Apa mau kita tunda aja periksanya?" 


"Aku gapapa sayang, kan besok jadwal off kerja. Kamu ini loh kasian.. besok pagi kerja, lemes gitu juga.. apa baik untuk bayi kita kalau kamu kelelahan ?"


Masa itu datang -3

1 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 9

Jumlah Kata 420


"As long as i know she is there and safe. I'm sure we'll be okay.. kan tau sendiri sayang, yang menghancurkan seseorang itu adalah pikiran negatif, prasangka. Kalau aku tau dia baik-baik saja didalam. Aku juga akan tenang, iya kan?" Jawabku meyakinkan Kak Rizhan.


"Mazaya, do you know you are truly stubborn when you want something?"


"I don't. But you love me because of that, right?"


"I love you every single time just because who you are. Di antara sekian banyak wanita yang bisa aku pilih. Aku pilih kamu."


"Gila, sekian banyak yang bisa dipilih. OMG. Are you kind of a player ? Hahaha"


"Well, with this handsome face ya ada kali sekitar dua atau tiga wanita yang mengantri pasti."


"Oh snap," aku mulai cemberut.


"Hahaha bercanda sayang, gemes ih bisa becandain kamu. Allah kirim kamu untuk aku adalah jawaban doaku. Mungkin benar aku bertualang selama ini. Well ya, aku sudah pernah ceritakan ke kamu tentang semuanya kan. Tapi kamu labuhan terakhirku."


"No, kamu ga cerita semuanya tuh. Hahahah. Ngakunya sama aku backpacker ke Thailand. But for sure, aku tau kamu kesana sama pacar kamu kan? Hahaha. Kok ga sekalian ngikut aja ke Eropa? Kan keluarga juga udah pada kenal, pasti pada seneng si kamu nya Go International, punya mantu kerja di luar negeri. Hahaha"


"Oh wow, how could you know that? Hahaha. Iya, aku ga ceritain part yang itu."


"Iya tau kok, banyak yang ga kamu ceritain juga aku tau. Karena kasih sayang Allah kali ya ada aja yang kasih info hahahaha. It is okay sayang. Kamu kan tau prinsipku. The past, semua sudah berlalu. Ga akan bisa dihapus dan sebaiknya jangan diulang. Note that mister right."


"I know, that's one of my reason to choose you. You're heart. Penerimaan kamu, kesabaran kamu atas segala sesuatu itu aku kagum akan itu.

Setelah menjalani rumah tangga kita pun, aku semakin mengenal hatimu. Wajar kan aku sangat pencemburu? Aku takut sekali posisiku dihatimu diambil orang lain."


"Dear, aku tu ga masalah sebenernya kamu mau gimana juga. Asalkan hal-hal ini kamu inget nih, apa-apa itu mbok ya dikomunikasiin gitu, kan kamu tau nih aku yang tipe nya mendem, diem aja kalo ngadepin yang aku rasa ga nyaman atau ga suka. Nah, kalau kamu ngeh, aku harap kamu tu mau tanya sama aku, dengerin dulu akunya kenapa, pahamin masalah dari sudut pandang aku. Bukan cuma diem aja, bertingkah kaya ga ada apa-apa, kaya semua baik-baik aja walau kamu tau aku ga baik-baik aja."


"Jadi ga suka ya kalo aku ga tanya gitu ke kamu?"


Masa itu datang -4

1 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 10

Jumlah Kata 513


"Ya enggalah! Mana ada orang yang suka perasaan nya ga dianggap sayang.  Aku malah berasa dicuekin, ga diperhatiin, ga punya sahabat temen curhat. Malah nih ya, coba kamu flashback. Selama ini kalau kita ribut, pernah ga abis itu kamu minta maaf? Big no kan sayang? Ga pernah kan?"


"Iya sih, karena aku rasa pendapat aku itu suatu keputusan yang baik buat kita."


"Itu tadi, kan aku udah bilang tadi aku tu mau aja ngikut, tapi.. ada kalanya kamu juga harus mau menurunkan ego kamu untuk mendengarkan orang lain dengan ikhlas.. perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan, kamu emangnya terima misalnya ada orang kantor buat salah, terus ga minta maaf, eh ternyata malah kamu yang harus minta maaf? Engga suka kan? Sama, aku juga gitu. Kan ga selamanya kamu selalu benar, dan ga selalu sudut pandang aku salah."


"Tapi, bukannya di agama suami itu pemimpin, harus selalu ditaati. Istri kan harus manut suami."


"Ya bener, ga salah. Tapi menjadi salah jika suami ga mikirin posisinya si istri, bedanya perempuan sama laki-laki itu kan laki-laki mikir logika aja, kalo perempuan hatinya yang lebih dulu bereaksi. Aku sangat bersyukur sekali kamu mau bantuin beresin kerjaan rumah, aku anggap itu bahasa cinta kamu, permohonan maaf kamu. Tapi buat aku sebagai wanita kadang ga cukup sayang. Kata-kata tulus dari mulut kamu mengucapkan terimakasih, maaf, minta tolong, aku mencintaimu, bagaimana hari ini sayang, hal kaya gitu, itu udah manis banget buat aku."


"Ternyata seperti itu ya?"


"Misalnya, aku bilang gini. Terimakasih ya sayang, sudah mau mengantar aku pergi ke kantor hari ini. Hati kamu gimana dengernya?"


"Hangat sih, bahagia."


"Senang kan? Hal itu yang masih jarang kamu ucapin kan? Padahal, satu kalimat itu aja, bahkan cuma dari pesan teks, udah jadi energi seribu kali lipat untuk aku.."


"Ah.. Mazaya ternyata aku masih menyia-nyiakan kamu.."


"Don't mention that sayaang. Wallahi aku ridha, walau aku bermimpi ingin diperlakukan lembut sama kamu. Kan ga perlu sampai aku harus cari orang lain yang bisa berkata-kata lembut untuk aku to make me feel happy, buat aku merasa berarti dan berharga untuk dia kan?"


"Kenapa ga pernah cerita selama ini?"


"How could i?" Jawabku singkat.


"Maksudnya?"


"Remember the last time we talk about this and sebagai balasannya kita malah ribut? Mungkin aku yang salah timing kali ya, tapi jujur aja setelah itu aku enggan utarakan ini sama kamu."


"Kenapa gitu? Jangan dong.."


"Buat aku, itu traumatik sih ya. Membayangkan aku salah timing lagi ajak kamu ngobrol, yang ujungnya aku yang dimarahin, mah mending engga. Mending aku diem aja gitu. Ga nyakitin siapa-siapa, ga disakitin juga. Mending aku memandirikan diri aku sendiri kan, ga bergantung sama kamu."


"Ow.. aku beneran sedih dengernya. Sampai segitunya di hati kamu? Aku kira istriku ini sangat keras kepala ingin mandiri supaya ga ngebebanin aku. Ternyata awal mulanya malah karena sakit hati sama aku ya?"


"Hahaha, iya. Aku sampe berikrar ga mau repotin kamu. Aku bisa kok di kaki ku sendiri. Bodo amat kamu ga perhatian, ga penyayang ga lembut. Selama kamu ga selingkuh, yaudah aku berusaha sekuat mungkin ngehadapin diri aku sendiri."


"Aku merasa seperti orang paling jahat didunia.."




Masa itu datang - 5

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 11

Jumlah Kata 417


"So can you imagine how could i face this alone, all the time?" Cecarku padanya.


Perbincangan kami terputus karena namaku dipanggil oleh perawat untuk diperiksa. Seketika keinginanku untuk mengutarakan seluruh perasaanku kepada Kak Rizhan berganti menjadi rasa gelisah yang luar biasa.


Seseorang tolong ada jutaan kupu-kupu didalam perutku! Ya Tuhan, akankah hasilnya baik, atau sebaliknya. Bagaimana aku menghadapi hal ini jika ternyata bukan hasil pemeriksaan yang baik.


"Jangan overthink again my dear. Keliatan jelas di wajah kamu. Semua akan baik-baik saja."


"Ih, hal beginian aja peka. Kemana selama ini Bapak yang suka nyuekin aku hahaha." Jawabku sambil bercanda.


Terimakasih Tuhan, terimakasih dia yang kau jadikan suamiku. Walau sering tidak memahami aku, dia tetap lelaki yang paling bertanggung jawab menurutku. Doa orangtuaku pasti Engkau kabulkan dengan menjadikan dia jodohku.


Bismillah, kami akan memasuki ruang pemeriksaan.


"Ibu Mazaya?" Sapa dokter Yantu dengan nada rendah.


"Selamat malam dokter, iya benar saya Mazaya "


Kesan pertamaku terhadap dokter Yanti adalah beliau terlihat luar biasa menyejukkan. Padahal baru mengucapkan sepatah kata. Rasa deg-deganku perlahan memudar berganti menjadi ketenangan.


"Iya, gimana bu? Ada keluhan apa?"


"Saya sudah telat haid kurang lebih dua minggu dokter. Rasanya juga tubuh saya sakit sekali, pinggang dan rahim sering sakit, keputihan ada sedikit, dan payudara pun sakit bila tersentuh. Saya coba tes dengan alat tes kehamilan, hasilnya garis dua namun samar."


"Hmm baik, sebelumnya sudah pernah hamil?"


"Belum dokter, jika ini benar hamil. Ini kehamilan pertama dalam empat tahun."


"Hari pertama haid terakhirnya masih ingat tanggal berapa?"


"Kurang lebih tanggal 5 dokter"


"Oke kalau begitu, yuk saya USG ya. Mari silahkan berbaring. Dibuka area perutnya sedikit ya. Mbak perawat akan membantu."


Aku dituntun perawat untuk naik ke atas kasur. Perawat mempersiapkan alat USG. Apa itu USG ? Singkatan dari Ultra Sonografi, yaitu pemeriksaan yang menghasilkan citra bentuk organ dalam beserta isinya ditubuh kita melalui suara ultra. Hebatkan aku masih mengingat detail apa itu USG. Mantan mahasiswa kesehatan masyarakat yang tidak menggunakan ilmunya di masyarakat ini ternyata masih cukup pintar.


Setelah persiapan selesai, dokter Yanti mulai melakukan pemeriksaan USG kepadaku. Cairan seperti gel disemprotkan diatas area rahim dan alat USG mulai diletakkan. Hasilnya terlihat pada layar kecil didepanku.


Mengulang pemeriksaan beberapa kali, dokter Yanti mulai berbicara,


"Baik bu, seperti yang kita lihat. Ini area rahim ibu, dan ada kanting seperti balon didalamnya. Area disekitar rahim pun menebal. Ini artinya kemungkinan akan terjadi kehamilan. Mengapa saya sebut kemungkinan, karena didalam balon ini masih kosong. Belum terlihat adanya tanda keberadaan janin."


Ya Allah, rasa degdegan itu muncul kembali. Akankah kehamilan ini menjadi rezekiku?




Masa itu datang -6

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 12

Jumlah Kata 447


Pukul 24,00 kami baru  sampai dirumah sepulang dari klinik. What a day...

Everyday is a blessing.


Aku masih memikirkan hasil pemeriksaan dokter tadi. Bergumul kembali dengan segala pikiran berlebihan dikepalaku. Bagaimana jika ini dan itu.


Namun, pertimbangan Kak Rizhan ada benarnya.


"Aku ajak kamu balik kesini dua minggu lagi aja gapapa ya. Tadi aku bikin keputusan seperti itu karena hari sudah cukup malam, kamu juga sudah lelah. Dokter juga susah menyampaikan kalo diusia kandungan semuda ini kadang belum terlihat janinnya, dan juga kamu perlu banyak istirahat. Dua minggu lagi semoga saja kita sudah bisa melihat perkembangan yang baik ya. Bisakah kamu memahami tujuanku, Sayang?"

Aku ingin mandi air hangat, segelas susu hangat dan tidur.

---


Rasanya aku baru saja menutup mata dan ternyata hari telah pagi. Berarti aku malam tadi tidur dengan nyenyak, sebuah hal yang sulit dirasakan beberapa hari terakhir. Lelah yang kurasakan cukup mengganggu tidur malamku. Kabarnya hal ini biasa dirasakan oleh ibu hamil.


Tunggu, aku benar-benar hamil.

Kuusap perlahan perutku.


Sayang, ada kamu didalam tubuh ibu. Ibu yakin kamu akan tumbuh dengan sehat dan bahagia. Dua minggu lagi kita bertemu lagi ya, berikan ibu kabar bahagia dengan menunjukkan kehadiranmu. Pagi ini kita mau sarapan apa? Jangan dimuntahkan lagi ya nak..


Aku  bersiap untuk berangkat bekerja. Sarapan dengan jagung dan telur rebus sepertinya enak. Sesampainya didapur ternyata Kak Rizhan sudah menyiapkan susu dan roti bakar untuk ku.


"Good morning beauty, how is your night? Maafin aku tepar banget tadi malem yang, langsung tidur ga pake babibu."


"Hello my love, udah sibuk aja didapur. Bikin apa sayang?"


"Roti Bakar isi kacang nih, kamu mau kan?"


"Iya mau,"


Roti bakar dan susu adalah kesukaanku. Dan jalan ninja agar kebutuhan proteinku tetap terpenuhi adalah memakai selai kacang. Hidup denganku selama lima tahun ternyata membuat Kak Rizhan mengetahui apa yang aku suka.


"Sayang, bagaimana menurutmu kalau keluarga besar kita kasih tau berita ini? Hitung-hitung minta doa sekalian supaya kamu dan anak kita sehat selalu."


"Iya juga ya, aku juga udah ga sabar pengen kasih tau mama papa, Kakak tadi malam jadi foto hasil usg nya ?"


"Iya jadi, nanti kamu kirimkan juga ya foto hasil testpack nya."


"Iya.."


"Aku siap-siap berangkat ya hon. Kamu kuat nyetir hari ini?"


"Kuat insyaAllah.."


"Nanti mau telepon mama jam berapa?"


"Siang kayanya ya.."


"Oke"


Hmm, tapi pagi ini juga kayanya gapapa ya. Masih ada waktu 30 menit sebelum aku berangkat kerja.


"Bismillah..." tulisku pada grup keluarga di aplikasi Whatsapp. Kemudian kukirimkan foto hasil tes kehamilan beberapa hari yang lalu. Ayah pasti sedang memegang gawai jam segini.


Benar saja, Ayah langsung merespon pesanku.


"Foto apa ini nak?"


"Ayah, beberapa hari lalu Mazaya tes kehamilan. Dan hasilnya positif."

Pesan terkirim.


Tririririiiiriing.

Ponselku berdering. Ternyata panggilan dari Ayah,



Penerimaan

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 13

Jumlah Kata 426


"Alhamdulillah iya Ayah, Aya sudah tes dua minggu yang lalu namun hasilnya masih samar. Aya belum beritahu Ayah tentang berita baik ini karena belum periksa ke dokter. Nah kemarin Aya dan Kak Rizhan sudah cek ke dokter."

"Apa kata dokter nak?"


"Alhamdulillah hasilnya dinyatakan ada proses kehamilan yang sedang terjadi di dalam tubuh Aya namun janin belum terlihat Ayah.. Baru kantung kehamilan saja yang terlihat,  jadi Aya harus kembali periksa ke dokter dua minggu lagi. Ayah mohon bantu doakan ya. Semoga janin yang sedang tumbuh ini bisa lahir dengan sehat dan selamat tanpa kurang suatu apapun"


Ceritaku panjang lebar kepada Ayah yang tanpa disadari membuatku meneteskan airmata. Menahan sesak didada karena takut kehamilan ini gagal, ternyata tumpah juga ketika bercerita pada Ayah.


Ayah selalu menjadi orang yang memanjakan aku. Aku bisa merasakan kasih sayang tiada batasnya untukku, walau pada kondisi baik atau burukku sekalipun.


Belum bisa memberikan Ayah cucu selama empat tahun ini sesungguhnya membuat hatiku sedih.


"Alhamdulillah sekali nak, Alhamdulillah ya Allah, terima kasih ya Allah akhirnya doa-doa ayah dan bunda dikabulkan Allah. Aya Selamat ya nak, terima kasih. Ayah pasti akan doakan, ayah pasti akan meminta kepada Allah untuk menjaga cucu ayah. Sudah nak, jangan menangis. Bagaimana kondisi Mazaya? Aya sehat? Apa perlu Ayah dan Bunda datang ke sana menemani Mazaya selama kehamilan ini?"


"Alhamdulillah sehat Ayah, ini sebentar lagi Aya udah mau berangkat kerja. masih kuat untuk aktivitas seperti biasa cuman ia mual-mual aja sedikit tapi masih bisa ditahan, masih kuat kok Ayah. Kemarin juga sama dokter udah dikasih obat untuk penguat kandungan."


"Alhamdulillah ayah senang mendengarnya. Nanti ya Ayah sampaikan kepada Bunda. Bunda masih shalat nak."


"Ya tidak apa-apa Ayah, nanti Aya telepon lagi ya Yah.."


"Hati-hati ya, nak. Jika perlu naik kendaraan umum saja. Pesan saja itu taksi online."


"Aya masih kuat. Ayah tenang saja.  sudah ya Ayah, Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam."


Sudah menyampaikan berita ini kepada Ayah telah membuatku cukup lega. Pasti Ayah akan meneruskan berita ini kepada saudara-saudaranya, sembari meminta didoakan. Sebuah hal yang sudah menjadi tradisi dikeluarga kami meminta doa kepada keluarga besar untuk hal-hal yang kami rasa penting.


Penerimaan Ayah sangat baik sekali terhadap berita ini. Karena Ayah termasuk orang yang tidak pernah menanyakan kepada kami kapan  Ayah memiliki cucu. Ayah tidak pernah memaksa  atau merongrong kami untuk periksa atau  mencoba pengobatan ini dan itu.


Ayah hanya memantau kami dari jauh.  Ayah hanya mendukung setiap langkah yang kami lakukan tanpa pernah memaksakan kehendaknya kepada kami.


Ayah sangat menghormati kami. ayah berkata bahwa rumah tangga ini adalah rumah tangga yang kami jalani berdua jadi ayah tidak banyak interupsi.


Lain halnya dengan Bunda..




Penerimaan -2

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 14

Jumlah Kata 462


Karena kasih sayangnya, Bunda aktif menyarankan kepada kami untuk berobat ini  dan ikhtiar apa saja. Kami dengan senang menerima saran yang Bunda berikan, namun tetap memilih apa saja yang akan kami lakukan.


Walaupun jika suatu hari Bunda mengetahui saran yang diberikan tidak kami kerjakan, Bunda tidak lantas ngambek atau marah namun berusaha memahami di pikirannya sendiri bahwa ini adalah rumah tangga anaknya, tidak sepatutnya Bunda ikut campur lebih jauh. 

---


Ini sudah saatnya makan siang. Makan apa ya enaknya hari ini ? sepertinya soto mie bogor di komplek sebelah cukup menggoda. Ketika tubuh tidak nyaman makanan berkuah adalah Jalan Ninja untuk mendapatkan kenyamanan, menurutku.


Setelah meminta izin kepada pimpinan bawah aku akan makan siang di luar, aku pun berjalan menyusuri kompleks perkantoran.  Kompleks perkantoranku ini unik sekali, lengkap dengan masjid, pondok pesantren tahfidz, pasar basah, pasar kering, toko pakaian dan wisata kuliner yang lengkap. Mungkin karena letaknya didepan komplek perumahan elit.


Belum selesai  aku menikmati lingkungan sekitar ponselku berdering, ternyata panggilan dari Bunda.


"Assalamualaikum Bunda.."


"Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh anak gadis Bunda.. lagi apa nak? Bunda mengganggu tidak?"


"Lagi jalan-jalan sambil mau beli soto mie bun, Bunda sudah makan siang?"


"Kamu sama siapa?"


"Sendirian aja"


"Loh, hati-hati toh.. Bunda sudah lihat foto yang kamu kirim di grup. Itu benar nak?"


"Iya Bunda, Aya sudah kontrol kemarin ke dokter. Ayah sudah cerita?"


"Belum, Ayah bilang Bunda telepon Aya langsung saja katanya."


"Hihihi duh Ayah,"


"Gimana gimana? Apa ceritanya nak? Bunda udah ga sabar dengar ceritanya ini."


"Iya Bun.. Alhamdulillah Aya hamil bun. Tapi karena masih muda sekali, sekitar enam minggu jadi janinnya belum terlihat. Baru kantongnya saja."


"Tapi, janinnya sehat?"


"Hmm lah piye to Bun, janinnya belum kelihatan.. didoakan saja semoga selalu sehat ya Bun. Disuruh periksa 2 minggu lagi."


"Nduk, apa karena Hipertiroidmu ta janinnya belum kelihatan?"


Aku terdiam mendengar pertanyaan Bunda. Hal ini sempat aku lupakan. Penyakit Hipertiroid ini.


"Hmm.. Bun, Aya ngga tau sih bun.. kemarin juga tidak Aya tanyakan ke dokter.."


"Kalau perkembangannya lambat karena itu gimana nak?"


"Hmm.."


Penyakit ini sudah kuderita sejak tahun 2010. Awal mulanya karena aku mencurigai jari tanganku yang sering bergerak sendiri tanpa bisa ku kontrol.


Semasa kuliah, jika harus presentasi didepan dan memegang microphone, pasti secara samar terlihat mic itu bergetar. Dosenku sering mengira aku gemetar karena grogi. Padahal tidak seratus persen benar. Hipertiroid menjadi penyebabnya.


Penyakit ini  akibat kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh. Hormon ini berfungsi untuk mengendalikan proses metabolisme, seperti mengubah makanan menjadi energi, mengatur suhu tubuh, dan mengatur denyut jantung.


Bahasa awam nya, penyakit hipertiroid menyebabkan tubuhku selalu dalam kondisi seperti sehabis berolahraga. Denyut jantungku sangat cepat, keringat yang diproduksi juga banyak. Dan sulit untuk naik berat badan.


Terakhir kali aku memeriksakan tubuhku. Kondisi hormon tiroidku dalam kadar yang normal. Apa mungkin kini ia aktif kembali?

Apakah ini mempengaruhi kehamilanku?


Penerimaan -3

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 15

Jumlah Kata 405


Pertanyaan Bunda membuatku ingin mencari referensi keilmuan tentang hubungan penyakit hipertiroid dengan kehamilan.


Kutemukan tulisan dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney (NIDKK)  Amerika Serikat di laman website Merck Grup, menjelaskan gangguan tiroid pada masa kehamilan dapat mempengaruhi perkembangan janin. Ini karena pada masa awal kehamilan, calon anak akan sangat tergantung pada suplai hormon tiroid dari ibunya.


Ya Allah, seketika jantungku berdegup semakin kencang. Pikiranku terasa penuh, aku tidak sanggup membayangkan aku akan mendzalimi janin ini bahkan sebelum ia lahir karena tubuh ibunya sendiri.


Sesak perlahan menggerogoti dadaku. Perasaan apa ini, bahkan sebelum ia terlihat mengapa aku sudah begitu mencintainya. Apakah ini yang orang-orang bilang kasih sayang Ibu tiada batas?


Kuteruskan membaca artikel tersebut.

Menurut NIDKK gejala hipertiroid pada masa kehamilan dapat meliputi detak jantung yang cepat serta tak beraturan, sensitif terhadap panas, tangan gemetar, hingga penurunan atau kesulitan naik berat badan yang umum saat hamil.


Gejala satu sampai tiga akhir-akhir ini kerap kualami, namun naik turun berat badan belum terjadi.


Penyebab hipertiroid pada masa kehamilan bisa karena penyakit Graves, suatu kondisi autoimun yang membuat kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon.


Ini hal yang tidak kuketahui secara pasti. Sejak dulu, dokter internis ku tidak dapat memastikan penyebab keadaan spesial ini kualami. Dokter bilang mungkin genetik. Namun, kata Bunda ada salah seorang nenekku yang mengalami kondisi ini. 


Ini bagian yang paling mengerikan, dampaknya pada janin. Tertulis disitu dampak gangguan hipertiroid pada masa kehamilan meliputi keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, hipertensi berbahaya pada wanita hamil,

badai tiroid gejala gangguan tiroid yang mendadak semakin parah, dan gagal jantung kongestif.


Tidak dapat kutahan airmataku membaca ini semua. Kondisi ini tidak menguntungkan bagi janin ataupun bagi diriku. Kuletakkan gawaiku. Dan bersandar dikursi sembari memejamkan mata. Kesunyian di kantor siang ini memberi ruang bagiku melepaskan sesak dihati.


Kubiarkan pikiran mengerikan berlalu lalang untuk sesaat. Sampai tibatiba entah energi dari mana hangat menyusup pikiranku berkata, Allah sesuai prasangka hamba Nya. La Tahzan, Innalaha Ma'ana.


Kubuka mataku. Rasa sesak itu masih ada, namun secercah cahaya pun seperti menerangi hatiku. Iya benar, Allah sesuai prasangkaku. Jika aku meyakinkan diri bahwa semua baik-baik saja. Allah pasti akan mengabulkannya untukku.


Tugasku adalah berpikiran positif, melakukan ikhtiar yang terbaik, berdoa dengan penuh kesungguhan. Berpikiran negatif hanya akan membuang energi positif yang aku miliki.


"Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi, no. 3479. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).


Penerimaan -4

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 16

Jumlah Kata 419


Hari ini hari Sabtu,

Salah satu hari favoritku dalam satu minggu. Hari ini aku dan Kak Rizhan tidak bekerja dan dapat menghabiskan waktu bersama. 


Termasuk hari yang paling kutunggu karena terasa lelah sekali, hari ini tidak perlu terlalu tergesa membersihkan rumah. Tapi rasanya ingin masak setelah satu minggu tidak makan siang dirumah.


"Mau dimasakin apa hari ini, Sayang?" Tanyaku pada Kak Rizhan yang sejak pagi sudah berkutat di depan laptop.


"Hmm.. apa ya, Kamu mau masak? Ga beli aja dek?"


"Pengen makan sup sayur gitu rasanya, ingin yang berkuah segeer. Kakak ada request menu?"


"Aku ikut aja deh apa yang mau kamu masak. Tapi masak nya nanti siang aja, Sayang. Pagi ini main ke taman yuk." Ajak Kak Rizhan.


"Taman mana?"


"Taman Rusa mau? Disana banyak pohon kan."


"Boleh deh yuk. Aku siap-siap dulu ya."

"Oke, aku juga dikit lagi kelar nih"


Alam bebas selalu menjadi kesukaan Kak Rizhan, ketika kepalanya penuh dengan benang kusut yang tidak mampu ia urai. Mengajakku mengeksplorasi alam bebas selalu ia jadikan jalan keluar. Entah bagaimana setelahnya ia selalu terlihat lebih bahagia.


Dari yang kuperhatikan sepertinya bermain di alam bebas membawa kebaikan bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. Kami bisa menghabiskan waktu menikmati alam walau hanya duduk di taman. Kadang satu sampai dua jam kami duduk saja disana. Mengamati sekitar.

---


Pagi ini taman rusa tidak terlalu ramai. Suasana yang paling aku suka. Laman parkir masih banyak yang kosong, dan belum ada pedagang kaki lima yang menjajakan jualannya. Mungkin karena ini masih cukup pagi, baru saja pukul 07.00.


Kami mengambil parkiran yang paling dekat dengan pintu masuk, kata Kak Rizhan mengantisipasi supaya aku tidak kelelahan karena berjalan jauh. Sebelum kesini, kami sudah mampir membeli sarapan dan akan memakannya disini.


Kutelusuri pintu masuk taman rusa ini, disekitarnya dikelilingi pohon-pohon besar nan rindang, kami disambut angin semilir yang sejuk namun juga menghangatkan.


Sinar mentari pun menyapa kami dengan bersahabat, panasnya terasa pas. Menyegarkan tubuhku. Rasa pegal yang selama ini menyerang perlahan digantikan rasa nyaman seiring melebarnya pembuluh darah terkena hangatnya sinar sang surya.


"Duduk disini aja yuk dek." Kak Rizhan memilih kursi persis didepan kandang rusa. Diatas nya ada pohon besar dan tempat ini teduh, tempat yang pas untuk duduk dan mengamati hewan cantik ini.


"Mau makan apa? Yang nasi uduk atau bubur ayam hon?"


"Bubur ayam aja kak, lagi males ngunyah ni."


"Du.. kesian istriku. Capek banget rasanya ya sayang? Kamu tu muntah terus kayanya kalo dirumah aku liat."


Frekuensi mual dan muntahku memang sangat tinggi beberapa hari ini. Tapi, aku bahagia. Semoga ini pertanda baik.


Penerimaan -5

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 17

Jumlah Kata 406


"Iya nih, rasanya kaya kelelahan yang ga ada ujung gitu kak. Biasanya kalo kecapekan kan kita bisa istirahat tidur terus pas bangun segar ya. Ini tu engga, kayak ga kelar-kelar. Hahaha"


"Sabar ya, sabar ya.. kata temen kantorku semakin sering mual muntah itu katanya bagus loh, hormon kehamilannya berarti tinggi."


"Oh gitu ya? Hahaha"


Rusa-rusa berlarian memperebutkan makanan yang diberikan penjaganya.  Pertarungan sengit memperebutkan makanan terjadi disini juga, tidak hanya di kehidupan manusia. Rusa bertanduk selalu menyeruduk rusa lainnya jika makanan datang, dia menghabiskan makanan itu sendirian. Mungkin karena takut, jadilah kawanan rusa yang lain menjauh dari pagar hanya memandang dengan rasa lapar.


Pengunjung pun turut bisa memberi makan wortel yang dijual disini. Ternyata bukan cuma aku yang melihat fenomena itu. Keluarga kecil didepan kami juga.


"Abi, beli wortel nya abi. Kasih makan rusa. Kasian. Lapar" Anak perempuan dikeluarga itu membujuk abinya memberi makan rusa.


"Iya nak, sebentar abi belikan wortelnya."


"Kenapa Alisha pengen kasih makan rusa? Nggak takut?" Sepertinya wanita ini ibunya.


"Nggak, kan kata Ummi memberi makanan orang lain itu sedekah.  Kalau banyak bersedekah bisa jadi pahala, pahala nya bisa ditabung untuk jadi tiket masuk surga." Jawaban gadis kecil usia 4 tahun itu membuatku tercengang.


Anak sekecil itu bisa memahami konsep kebaikan akan dibalas dengan pahala. Sungguh sesuatu yang langka menurutku.


Ibunya pasti mencurahkan seluruh kekuatannya untuk menanamkan nilai kebaikan pada anaknya.  Aku ingin menjadi ibu yang bisa mengajari anaknya kebaikan juga.


Tiba-tiba pasangan muda melewati kami. Didekapan wanita itu terlihat seorang bayi perempuan cantik. Sepertinya berusia 4 bulan. Mataku tidak dapat mengalihkan pandangan dari mereka sampai mereka jauh melewati kami.


"Adek sabar ya.. insyaAllah sembilan bulan lagi kita punya yang seperti itu juga, lebih cantik malah. Karena kamu lebih cantik." Tiba-tiba Kak Rizhan menggodaku.


Aku tertawa.


"Hahaha, bisa aja sih. Ini tumben banget ini muji gitu. Ada maunya jangan-jangan ya?"


"Enak aja, aku jujur kok hahaha"


Tidak lama kemudian, Ayah gadis tadi kembali. Membawa wortel ditangannya.


"Alisha, ini nak wortelnya."


"Lempar ayah, lempar aja wortelnya," saran Ibu Alisha.


"Kenapa mi?"


"Itu kasihan yang rusa kecil belum dapat makanan. Kayaknya dia ga berani mendekat karena diseruduk yang bertanduk."


"Alisha mau coba pegang untuk suapi rusa yang didepan?"


"Mau, abi."


Mengamati keluarga ini hatiku menjadi tenang, amalan apa saja yang dilakukan sang ibu hingga mampu menciptakan keluarga serukun ini. Usaha apa saja yang dilakukan sang ayah untuk menjadikan keluarganya bahagia.


"Yang, yang.. kamu merhatiin keluarga yang didepan kita ini engga?"


"Iya merhatiin."


"Pendapat kamu apa?"


Penerimaan -6

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 18

Jumlah Kata 424


Akhirnya kami sampai dirumah pukul 10.00,

Sesampainya dirumah, aku segera mandi dan mengganti pakaianku dengan baju kebangsaan seluruh ibu di Indonesia. Daster is my life. Yeah.


Kuhidupkan kipas angin, dan merebahkan diri dikasur, masih ada waktu 1 jam untuk beristirahat sebelum memasak makan siang.


Kupejamkan mataku sembari mengingat semua nikmat Allah yang diberikan kepadaku hari ini.


Alhamdulillah, Pagi ini masih bisa menghirup udara secara gratis.

Alhamdulillah, hari ini masih memiliki nikmat islam.

Alhamdulillah, hari ini masih tinggal di bumi yang nyaman untuk beribadah dan bekerja.

Alhamdulillah, hari ini masih diberi kecukupan rezeki untuk memenuhi kebutuhan pokokku.

Alhamdulillah, hari ini masih diberi kesempatan melihat, menyentuh, memeluk suamiku..

Alhamdulillah, hari ini langit dinegara ku dihiasi awan indah yang berjalan beriringan, tanpa bunyi bom atau kendaraan perang berlalu lalang.


Alhamdulillah, hari ini aku sudah sarapan walaupun tidak lama kemudian disusul rasa mual atau muntah yang terjadi begitu saja tanpa permisi, tanpa aba-aba, tok tok hai ini perut aku ingin mengeluarkan kembali semua isi didalamku.

Alhamdulillah, masih bisa meminum air yang bersih, jernih dan matang.

Alhamdulillah, masih ada air bersih untuk mandi dan mencuci.

Alhamdulillah, masih ada kuota untuk membuka laman sosial media dan bersilaturahmi dengan teman-teman maya walaupun kami berjauhan di dunia nyata.


Alhamdulillah, masih banyak sekali bertebaran ilmu agama, ilmu kehidupan yang mudah diakses untuk menjadi sesuatu hal yang berguna bagi diri kita.

Alhamdulillah, akhirnya setelah menanti empat tahun, aku bisa merasakan kesempatan melihat garis dua merah yang muncul dari alat tes kehamilan.


Keasyikan memanggil memori semua nikmat yang Tuhan berikan padaku, akupun tertidur.



Nada dering ponsel membangunkanku.


"Astagfirullah, jam berapa ini?"


Kulihat jam menunjukkan pukul 13.00. Kuabaikan bunyi dering itu dan segera bergegas melaksanakan shalat dzuhur. Bagaimana bisa aku tertidur dua jam lebih. Sebuah keajaiban.  Setelah selesai shalat kucari Kak Rizhan. Beruntungnya aku diberi suami yang pengertian ternyata ia telah memesankan makan siang untuk kami dari  aplikasi Go-Jek.


"Udah bangun sayang? Tadi aku intip kamu ketiduran, ga tega mau bangunin."


"Ga boleh kayak gitu, ga suka ah. Kalo waktunya shalat, walaupun aku ketiduran, tetep bangunin ya sayang. Biar dapat pahala shalat di awal waktu."


Dari kajian yang ku dengar, Dari Ummu Farwah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, amalan apakah yang paling afdhol. Beliau pun menjawab, “Shalat di awal waktunya.” (HR. Abu Daud no. 426. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)


"MaasyaAllah sayangku. Duh iya, maafkan aku ya. Lain kali ga gitu lagi. Kakak pesankan sup ikan untuk kamu. Suka?"


"Suka bangeeet."


"Gih makan yang, aku udah makan duluan hahahaha laper. Maafin ya."


"Iya gapapa. Masih kerja?"


"Iya masih nih"



Penjagaan

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 19

Jumlah Kata 480


Tak lama kemudian ponselku berdering lagi.

Ehiya, siapa ya tadi yang telepon ?


Kuambil ponselku dan melihat nama Tania muncul dilayar. Tania adalah saudara sepupu suamiku. Tania pun sama seperti kami, belum memiliki momongan setelah menikah lebih dari 5 tahun.


"Halo Assalamualaikum.."


"Waalaikumusalam bumiiil, diteleponin dari tadi ngga diangket hihh" suara renyah dan bersemangat Tania terdengar di ujung sana.


Tania selalu menjadi sosok yang periang, aku menyayanginya seperti kakakku sendiri.


"Ihh maafin kak hihi aku tu ketiduran tadi, Kakak apa kabar udah lama ga denger kabarnya?"


"Aku dalam kabar yang sangat bahagia sekali. Tadi pagi ketemu bude, terus bude cerita katanya kamu hamil. Aku seneng bangeeet pengen denger ceritanya."


Oh, dia bertemu Ibu rupanya. Ibu yang membagikan kabar bahagia ini, Alhamdulillah.


"Hihi mau diceritain apa siih?"


"Kamu beneran hamil dek? Udah periksa?"


"Bener kak, Alhamdulillah Alhamdulillah akhirnya bisa lihay dua garis di testpack. Semoga Kak Tania segera menyusul yaa."


"Aamiin Allahumma Aamiin, kabulkan doa adikku yang mustajab ini ya Allah. Bener kan ya dek, doa ibu hamil itu termasuk doa yang mustajab?"


"Oalah, aku malah kurang tau kak. Hahaha yang aku tau siapa saja yang berdoa di waktu mustajab insyaAllah dikabulkan Allah. Salah satunya setelah shalat ashar di hari jumat."


"Eh gitu to, salah aku berarti. Dah la gapapa ya, kan belajar hahaha"


"Nggih kak. Kak Tania dimana ini?"


"Dirumah dek, dek udah USG ke dokter?"


"Udah kak, tapi masih terlalu muda kandungannya, belum terlihat janinnya, baru 6 minggu."


"Oalah, harus banyak istirahat kan ya. Jadi kamu ikhtiar apa aja dek? Program sama dokter ya?"


"Engga kak, aku sama Kak Rizhan dari awal memang tidak berniat program hormonini itu. Maksudnya, kita coba yang alami tapi dengan bantuan herbal yang sudah dipercaya gitu kan kak. Karena faktor biaya sih hehe sama rasanya pasti bisa dengan yang alami. Gitu mikirnya."


"Jadi, kamu konsumsi apa aja ?"


"Yang sudah reguler dikonsumsi itu Habbatussauda, karena aku kan ada hipertiroid ya kak. Biasanya minum itu untuk netralin hormonku. Terus dulu banget udah pernah rutin makan kurma muda, dibawain serbuk yang dari arab itu juga apa ya namanya itu. Yang terbaru banget ini, pas ketauan hamil pun kami baru minum ini sekitar 2 minggu pakai buah zuriat kak."


"Wah, buah apa itu? Baru dengar."


"Kadang orang sebutnya buah adam hawa, tapi memang dipercaya baik untuk kesuburan. Rasanya tawar saja, kami jadikan pengganti teh kak. Cuma minum itu saja pagi sore ditambah madu."


"Aku mau coba cari juga ah."


"Monggo, tapi satu hal yang aku yakini Kak.. kehamilan adalah hak privilege Allah. Aku hamil bukan karena buah zuriatnya, tapi karena Allah yang menghendakinya. Jadi tidak menganggap ini karena ini, ini karena itu. Sesungguhnya semuanya karena izin Allah. Gitu ya kaak."


"Duh, makin kangen sama adikku ini. Iya ya dek gitu ya konsepnya berarti, pakai ikhtiar apapun boleh, karena ga tau dari jalan mana akan dikabulkan Allah, tapi ketika dikabulkan, jangan lupa bahwa semua ini karena izin Allah."


"Cakeeeep. Hahaha"


Penjagaan -2

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 20

Jumlah Kata 420


"Terus dikasih obat sama dokter dek?"


"Dikasih vitamin sama penguat sih kak, tapi overall aku oke."


"Tiroidmu gimana ta?"


"Iya nih, aku cek kali ya. Biar ga degdegan."


"Iya sana, besok periksa dek."


"Kakak sama abang sehat kan?"


"Sehaaaat, kemarin abis periksa lagi. Kami mau coba inseminasi buatan dek."


"Bismillah, semoga dilancarkan Allah kak. Aku sangat mendoakan semoga semuanya lancar ya."


Inseminasi buatan merupakan salah satu metode mempercepat proses kehamilan. Proses pembuahan terjadi di dalam rahim ibu, dengan cara disuntikkan sperma sang ayah. Metode ini banyak dipilih daripada  program bayi tabung.


Kak Tania telah melalui operasi laparoskopi tahun lalu untuk membersihkan endometriosis yang ternyata ia miliki. Namun, setahun mencoba kehamilan secara alami belum berhasil, kini dokter menyarankan Inseminasi buatan.


Tulus teriring doa dari dalam hatiku semoga Allah mengabulkan pinta Kak Tania akan kehadiran buah hati.

Memiliki saudara dekat yang mengalami masalah yang mirip dengan kami cukup membuatku merasa tidak sendirian.


Aku merasa didukung penuh. Tidak ada keluarga yang terang-terangan memberikan cemooh dan bullying lainnya. Mungkin ini juga salah satu doa orangtua kami yang dikabulkan Allah. Supaya bisa melalui masa penantian dulu dengan tenang, kini sang calon janin sudah hadir saatnya aku menerima dengan tulus ikhlas semua prosesnya. Dengan cara memberikan penjagaan sebaik-baiknya.


---


Hari senin sore. Dan disinilah aku.

Duduk mengantri didepan poli penyakit dalam. Setelah berkonsultasi di fasilitas kesehatan langgananku, aku disarankan langsung memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam akan kondisi ini.


Alurnya sudah dapat aku tebak, masuk menemui dokter, dokter akan beri rekomendasi untuk cek darah dengan spesifikasi pemeriksaan hormon tiroid. Kemudian aku harus membawa hasil tersebut untuk kembali dibaca oleh dokter. Hal ini tidak akan selesai dalam satu hari.


Pengalaman lebih dari 5 tahun sebagai pasien hipertiroid membuatku perlahan mengerti alur kerja jaminan kesehatan yang kuikuti.


Keberadaan jaminan kesehatan ini sangat membantuku. Pernah kucoba menjalani hal ini sebagai pasien umum, tidak kurang dari dua juta rupiah isi dompet kami harus terkuras.


Kini, dengan keberadaan jaminan kesehatan ini, dapat dinyatakan hampir tidak ada biaya sama sekali kami keluarkan. Selain kewajiban kami membayar preminya setiap bulan.


Tapi banyak waktu yang harus dikorbankan. Tidak mengapa, disela-sela waktu menunggu ini kadang menjadi sarana me-time bagi aku dan Kak Rizhan.


Mukjizat dari Allah, waktu seperti ini banyak kami habiskan untuk saling berbincang dari hati ke hati. Dan kini setelah kehadiran calon cahaya surgaku, Kak Rizhan pun semakin terbuka.


Lagi-lagi Allah menunjukkan bahwa doa hambaKu pasti Kukabulkan. Allah amat sangat malu jika doa kita sebagai hambaNya tidak Ia kabulkan. Tinggal masalah waktu atau akan Ia kabulkan dalam bentuk yang lebih baik. Allah tidak pernah sia-sia.



Penjagaan -3

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 21

Jumlah Kata 489


Hasil cek darah ku telah keluar dan ternyata benar. Hipertiroid ini aktif kembali. Namun, dokter memberi penjelasan yang cukup menenangkan hatiku.


"Hipertiroid insyaAllah tidak mengganggu kehamilan, selama tiroid nya terkontrol bu. Rutin minum obat dan periksa setiap bulan selama kehamilan ya bu. Semoga kita beruntung hormon nya bisa kembali normal sebelum waktunya melahirkan."


Kugenggam plastik obat ini. Obat untuk 30 hari, diminum pagi dan malam setelah makan. Ada 60 pcs obat disini. Ditambah 5 suplemen harian dari dokter kandungan yang harus diminum, total ada 7 pcs obat perhari yg harus aku minum.


"Banyak sekali.." desahku.


Aku teringat kembali alasanku berhenti mengunjungi dokter penyakit dalam karena ini. Kemalasanku meminum obat kimia. Dan beralih ke Habbatussauda yang atas izin Allah memang memberi manfaat.

Aku meyakini selain berpahala, herbal yang disebut didalam Hadis ini pasti akan membawa kebaikan untukku.


"Sesungguhnya di dalam Habbatussauda (jintan hitam) terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit, kecuali kematian." (HR Bukhori dan Muslim).


"Ya Allah, Engkau sebaik-baik penjagaan. Jagalah diriku dan janinku dari segala bahaya. Semoga semua zat kimia ini tidak mengganggu tumbuh kembangnya, malah sebaliknya. Bolehkah kuminta jadikan semua hal yang kumasukkan kedalam tubuhku menjadi kebaikan bagi kami?"


---


Hari ini dikantor tidak begitu banyak hal yang harus dikerjakan. Tugasku di pagi ini selesai lebih cepat dari yang kuduga. Kondisiku cukup stabil pagi ini, tidak ada mual dan muntah sejak pagi. Alhamdulillah.


"Kak, aku mau shalat dzuhur di masjid sebelah, Kakak mau ikut?" Ajakku kepada rekan kerjaku.


"Duluan aja dek, kakak masih ada yang dikerjain ini."


"Okee sip. Kalau dicariin aku ke masjid ya kak."


"Hati-hati bumil."


Sapaan yang akrab didengar beberapa hari ini. Teman-teman di kantor telah mendengar berita baik ini. Dan secara alami, pimpinan cabang mengurangi porsi pekerjaanku.


Sungguh nikmat Allah yang tidak dapat aku dustakan. Allah menempatkanku bekerja disini, diberi pimpinan yang hanya Allah yang mampu membalas segala kebaikannya. Hanya Allah pula yang tahu betapa aku menyayangi beliau. Dan rekan kerja yang secara alami entah bagaimana sudah terasa seperti keluarga dalam waktu yang singkat ini.


Mengingat-ingat ini sepanjang perjalanan ke masjid hatiku terasa hangat.


"Nak.. sungguh kehadiranmu menjadi cahaya surga bagi Ibu.. bahkan belum hadir di dunia pun, telah membawa banyak kebaikan untuk Ibu.. Nak, terimakasih telah memilih rahim ibu untuk kamu tinggali.." ucapku sambil mengusap lembut perut yang masih datar ini.


Ternyata ucapanku terdengar oleh Ibu disampingku, paras nya teduh sekali namun familiar. Sepertinya beliau seorang Ustadzah atau mungkin orang terkenal di kota ini.


"Lagi hamil mbak?"


"Alhamdulillah akhirnya bu, diberi nikmat sama Allah.." jawabku sembari tersenyum.


"Sudah berapa bulan mba? Muda ya?"


"Baru enam minggu bu.."


"Wah.. masih muda sekali, ini saat yang tepat untuk banyak belajar mbak.."


"Belajar apa saja bu?"


"Saya cerita yaa, mumpung belum adzan."


"Iya, mau bu.."


"Saya punya anak 4, Alhamdulillah izin Allah saat ini semuanya sedang belajar menghafal Alquran. Disini, pondok pesantren tahfidz disini."


"Wah, MaasyaAllah bu.. terus bu?" Ibu ini pasti orang yang hebat, anak-anak nya bisa menghafal Alquran.. apakah aku bisa seperti itu? Bagaimana caranya?





Penjagaan -4

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47
Kelompok 7 Laskar Pena
Day 22
Jumlah Kata 420

"Sejak mereka dalam kandungan, saya fokus pada tumbuh kembang emosionalnya. Maksudnya, saya cari tahu bagaimana cara membuat mereka menjadi bahagia."

"Apa yang ibu temukan?"

"Awalnya saya bingung mau gimana, tapi saya kembalikan kepada Alquran dan Hadis, karena jalan hidup yang ditinggalkan Rasulullah hanya dua itu. Tidak ada yang lain kan?"

"Iya bu,"

"Saya mulai memaksa diri saya rutin menjalankan kewajiban dan sunnah nabi. Bangun sebelum subuh, dzikir pagi dan petang, sedekah subuh, shalat dhuha, shalat tahajud. Sangat berat pada awalnya. Tapi setelah saya coba jalanin terus, hati saya menjadi tenang."

Aku terkesima mendengarkan penuturan Ibu yang tidak mau menyebutkan namanya ini sejak pertama berjumpa tadi.

"Sejujurnya, setelah berumah tangga, rahasia terbesar yang saya temukan itu bagaimana kita sebagai ibu bisa menemukan ketenangan hati. Kalau hati ga tenang itu modyar mbak. Hahaha"

Aku setuju dengan pendapat Ibu ini.

"Dengan hati yang tenang, saya lebih mudah mengatur emosi, mengatur rencana, berpikir jernih untuk semua hal dihidup saya. Walaupun berat sekali masalah yang saya hadapi ketika itu. Tidak ada siapa-siapa yang menguatkan saya, melainkan Allah. Sosok suami pun tidak bisa membendung kegelisahan hati saya waktu itu. Sungguh kembali pada Allah yang menguatkan saya."

Ahh.. ternyata kehidupan Ibu ini pun mungkin sama seperti orang lainnya, ada pasang surut tapi kembali pada Allah yang menolongnya.

"Lalu, bu?"

"Saya mulai ikut belajar bagaimana mendidik anak sejak dalam kandungan itu tadi mbak, setelah hati saya tenang, saya banyak membaca buku parenting ala nabi. Hal-hal penting yang saya temukan itu banyak sekali sampai bingung mau mulai darimana."

"Tapi suami dukung untuk semua rencana ibu?"

"Awalnya menolak, tapi akhirnya mendukung karena melihat anak-anak memang tumbuh baik dengan rencana saya."

"Saya selalu mengusahakan fokus untuk anak-anak, walau hanya 5 menit membersamai atau bermain mbak. Tidak ada televisi dirumah kami, kalaupun ada anak-anak jarang meminta dihidupkan. Mereka sibuk bermain sendiri."

Apa saja yang ibu ini terapkan pada anaknya?

"Menjadi orang tua adalah tugas yang sulit mbak, butuh banyak ilmu dalam menjalankannya. Tidak bisa serta merta mendadak begitu saja dijalanu ketika bayinya lahir."

Benar juga.. membesarkan seorang anak manusia, yang tanggung jawabnya kepada Allah..

"Tips saya.. nanti jika sudah lahir, orangtua harus benar-benar ada untuk anak. Terutama ayahnya, teman saya pernah melakukan riset, anak yang tidak dekat dengan ayahnya emosi nya akan terganggu, anak laki-laki yang kurang kasih sayang Ayah akan mudah terjerumus pada kenakalan, seks bebas dan narkoba. Sedangkan bagi anak perempuan, akan lebih mudah depresi dan tidak malu menjual diri."

Ya Allah, bagaimana jika si ibu dan ayah nya saja tidak harmonis, tidak bisa berkomunikasi, mengerikan sekali dampaknya untuk anak..

Penjagaan -5

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47
Kelompok 7 Laskar Pena
Day 23
Jumlah Kata 427

"Terus mbak, nanti tu usahakan banget berusaha deket kaya sahabat sama anak. Hal ini yang ga ada di parenting jaman dulu kan ya, kalo jaman dulu kan seakan orang tua itu ditakuti, mungkin ga semua orang tua, tapi yang saya rasa seperti itu. Rasulullah itu penuh kasih sayang kan, lembut, jadilah seperti itu. Ciptakan kedekatan jiwa dengan anak."

Ah iya.. Rasulullah adalah sebaik-baik manusia,

"Sebaiknya sebelum bayi lahir, mbak dan suami sudah merumuskan tujuan pengasuhan anak. Bicarakan bersama, disusun, rumuskan pola pengasuhan yang ingin dicapai, lalu sepakati bersama. Nanti evaluasi bersama."

Seperti menyusun sebuah program kerja ya berarti ini, ternyata membesarkan anak sangat kompleks. Pantas saja pernah ada istilah butuh sebuah kampung untuk membesarkan seorang anak.

"Ada hal yang suka dilupakan orang tua mbak, tanpa disadari karena anak adalah anggota yang paling tidak berdaya dalam keluarga, anak kecil kadang diperlakukan semena oleh orang dewasa. Hal yang paling sederhana adalah dari cara bicara. Banyak yang saya temui berbicara kepada anak secara kasar. Padahal, dari usia 0-3 tahun anak adalah peniru yang ulung. Kemudian ketika anaknya bertumbuh menjadi anak yang bahasanya tidak sopan, anak yang dimarahi. Padahal mereka hanya meniru dari lingkungannya."

"Oh, iya bu benar. Berarti kalau berbicara di sekitar anak-anak harus lembut ya bu?"

"Betul mbak, bicara pada anak itu harus baik, benar dan tidak berbohong. Dan tolong sekali tidak membanding-bandingkan anak, menyalahkan tanpa mendengar dulu penjelasan anak. Hal seperti ini yang membuat anak menutup diri dari orangtua. Karena tanpa disadari, orang tuanya yang menorehkan luka di hati anak."

Teringat memori masa kecilku, keluarga besar senang membandingkan kami para saudara sepupu, si anu lebih cantik, si itu lebih tinggi, si x lebih pintar dan segala lebih lainnya yang memang efeknya aku merasa enggan mendekati om atau tante yang sering seperti itu. Sesama kami para sepupu pun akhirnya ada rasa kecil hati, minder. Aku tidak menyangka ternyata luka hati karena hal itu bisa berefek begitu panjang.

"Iya bu, saya baru sadar. Rasanya tidak enak dibanding-bandingkan. Apalagi jika orangtua sendiri yang melakukannya ya bu."

"Benar mbak, kadang kita orangtua juga ga mau belajar untuk menghargai hati anak kecil. Merasa kita selalu superior. Padahal jika kita mau menurunkan ego dan menjadi pendengar yang baik, anak-anak itu kadang lebih bijaksana dari kita orang dewasa."

Aku merasa pertemuan dengan ibu ini adalah kasih sayang Allah yang amat besar. Pembicaraan seperti ini kecil kemungkinan terjadi jika Allah tidak menggerakkan hatiku untuk datang ke masjid siang ini.

Fabiayyialairabbikumatukadziban, makan nikmat Tuhanku yang manakah yang aku dustakan? Satu persatu kasih sayangnya nyata ditunjukkan untukku. Sungguh aku manusia yang kufur nikmat jika tidak bersyukur atas ini semua.

Penjagaan -6

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47
Kelompok 7 Laskar Pena
Day 24
Jumlah Kata 414

Mendambakan kehadiran buah hati setelah sekian tahun lamanya tanpa persiapan ilmu adalah sesuatu yang aku sayangkan. Ternyata aku hanya mempersiapkan fisikku saja. Tapi, ilmu membesarkan anak ku anggap remeh.

Ku anggap, ah nanti saja bisa sambil berjalan. Ternyata itu anggapan yang salah besar.

"Mbak, menjadi orang tua yang baik itu dimulai dari memilihkan pasangan yang baik untuk diri kita. Mengapa? Karena jika sembarang pilih, tugas pengasuhan akan sangat berat jika anak tidak mendapatkan contoh yang baik dari orangtuanya."

"Kenapa begitu bu? Pasangan yang baik seperti apa yang ibu maksud? Baik wajah, dompet atau apanya bu? Hehehe"

"Wah dua itu bonus hahaha, yang terpenting baik agamanya mbak, Pendidikan agama menjadi tanggung jawab dan kewajiban orangtua terhadap anak. Apapun agama orangtuanya ya. Bagi kota yang beragama islam, mengajari anak ketauhidan Allah, Keesaan Allah, bahwa hanya Allah Tuhan yang berhak disembah adalah tugas orang tua."

"Oh iya, anak adalah peniru yang ulung, maka anak akan mencontoh dari orangtua ya bu,"

"Benar mbak, anak akan sering melihat ayah ibu nya shalat, anak akan meniru shalat, dan menjadi suka dengan shalat. Karena shalat adalah berkomunikasi dengan Allah kan, sejatinya kita yang sangat butuh shalat, kita yang sangat butuh Allah. Tugas kita menanamkan kepada anak akan hal itu."

Ingin kupeluk erat Ibu ini, perbincangan sebentar seperti ini saja telah memberi warna pada hatiku. Semua emosi bercampur. Rasa senang, cemas, takut, bahagia. Campur aduk.

"Tantangan besar lagi nanti ketika mereka beranjak remaja mbak, pola pengasuhan ketika mereka mulai puber, orangtua juga harus lebih pandai. Ketika mereka mengenal internet, pornografi menjadi ancaman. Ajari anak untuk menahan pandangan menjadi tugas utama kita saat itu."

Ya Allah, seketika jantungku berdegub semakin kencang. Benar, ini ancaman nyata. Banyak sudah terjadi di sekelilingku. Pornografi ini adalah penghancur generasi bangsa.

Aku tidak boleh memandang remeh pola pengasuhan ini. Waktuku hanya 9 bulan untuk mempelajari banyak hal demi menpersiapkan kehadirannya. Mampukah aku?

Kemudian adzan dzuhur pun berkumandang, pemutus pikiranku yang mendadak sibuk sendiri.

"Mbak, sudah adzan ibu izin shalat sunnah dulu ya?"

"Bu, nama ibu siapa?"

"Sstt.. udah ah rahasia aja, nanti mbak tau sendiri." Ujarnya sambil berlalu meninggalkanku. 

Aku pun berlalu dan bersiap-siap melakukan shalat dzuhur. Baru ku sadari masjid ini sangat nyaman. Karpet nya tebal, pendingin ruangannya sejuk, mukena yang disediakan pun wangi.

"Memang, rumah Allah itu tempat yang sangat nyaman."

Ada energi positif di dalam masjid ini yang membuat siapa saja pasti betah berlama-lama. Tempat yang penuh kebaikan dimana asma Allah sering dikumandangkan. Aku sangat bersyukur atas nikmat Allah yang menggiring langkahku kesini hari ini.

Sukacita

0 0
Sarapan Kata KMO Club Batch 47 
Kelompok 7 Laskar Pena 
Day 25
Jumlah Kata 463

Sudah pukul 08.00 pagi, namun sang mentari belum menunjukkan kegagahannya. Terdengar suara nyanyian burung disekelilingku. Rerumputan dan pepohonan masih memiliki butiran air di daunnya, menandakan petugas taman akan berkurang kewajibannya di pagi ini karena hujan subuh tadi. Suhu kota ini cukup sejuk, 26 derajat celsius kata aplikasi penunjuk cuaca di gawaiku.

Pertemuan dengan dokter kandungan tadi malam sangat meneduhkan hatiku. Membuatku tak berhenti berucap syukur.
"Alhamdulillah, mbak semuanya terbentuk dengan sangat baik insyaAllah .. saat ini usia kandungan nya sudah 15 minggu. Ruh akan ditiupkan oleh Allah kedalam tubuh anak dalam waktu dekat, atas izin Allah. InsyaAllah, anak ini akan tumbuh dengan baik dan sehat. Ingat pesan saya selalu ya mbak, kita jadikan anak ini adalah anak yang mencintai Alquran, senantiasa bacakan Alquran ya, supaya tenang hati ibu dan anaknya.."

Percaya ga kalau ada dokter kandungan yang kasih pesan kaya gitu ke pasiennya?
Harus percaya karena real benar-benar terjadi.

Dokter Yanti memberi pesan yang sedemikian indahnya untuk kami, betapa seorang dokter yang sangat paham proses pembentukan tubuh manusia, dari mulai setitik mani yang bertemu sel telur dan akhirnya setelah 40 minggu menjadi anak manusia yang utuh dan siap dilahirkan ke dunia. Sungguh para pelaku profesi dokter adalah orang yang paling mengerti keEsaan Allah. Kekuatan Allah dalam menciptakan mahkluk. Sungguh tiada yang berhak disembah selain Allah.

Aku tidak dapat menahan tangisku mendengar pesan dokter Yanti, hormon kehamilan membuatku semakin mudah menitikkan airmata. Merasa diri ini lemah selemah-lemah manusia. Mudah mual, muntah, cepat lelah, semuanya campur aduk. Hanya Allah tempat memohon segala permohonan untuk memohon kekuatan.

Nak..
Perjalanan kita akan sudah dimulai, doakan Ibu bisa menjagamu dengan baik..

---

Penasaran. Aku buka kembali buku tentang kehamilan yang pernah kubeli waktu lalu.
Apa ya perkembangan janin usia 15 minggu? Apakah ia sudah bisa mendengar kata-kataku?

Aku bahagia sekaligus bersemangat melihat jawabannya. Ternyata pada usia ini janin sudah mulai mendengar suara, seperti suara sistem pencernaan, detak jantung, dan suara Ibunya. Aku sudah bisa mulai berbincang dengan anakku ! Hari yang paling aku tunggu telah tiba. Horee.

"Assalamualaikum nak.. ini suara Ibu.. Kakak lagi apa didalam?"

Kuputuskan memanggil dia Kakak. Terlepas nanti perempuan atau laki-laki. Yang pasti, anak ini akan menjadi keturunan pertama dari aku dan Kak Rizhan. Lagipula, panggilan Kakak bisa digunakan untuk kedua jenis kelamin.

Tertulis pula telinga janin terus berkembang dan mulai tampak seperti telinga manusia dewasa, waah.. seperti bayi yang sangat kecil.

Mata janin perlahan-lahan mulai berpindah, dari sebelah kanan dan kiri kepala jadi mendekat ke atas hidung. Sudah tidak terlihat seperti makhluk asing lagi berarti ya hihihi maafkan ibu nak.

Mata janin masih tertutup tapi mulai sensitif terhadap cahaya dari luar perut. Mulai mengenali cahaya juga ya nak.

Janin sering kali cegukan, tapi tidak akan mengeluarkan suara karena tenggorokannya penuh dengan cairan. Wah, kenapa bisa cegukan?

Sayaang, ibu akan selalu sukarela belajar mengenai semua hal tentangmu.

Sukacita -2

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 26

Jumlah Kata   "Jadi, nanti persiapan makan bersama ini nanti Pak Ramzy siapin barang-barang,  bro Hafiz koordinasi dengan pemilik tempat dan rundown acaranya, kak Sani siapin laporan bareng saya ya. Nah, Bumil... kamu bebas tugas, terserah mau ngapain."


Tercengang mendengar penuturan Ibu Kacab. Aku tertawa kecil dan menjawab.


"Apa kek gitu bu, kasih kerjaan.. masa bebas tugas."


"Ih, itu kandungannya baru empat bulan masih masa kritis. Datang boleh, tapi ga boleh capek-capek."


"Baik bu.."


Kantor kami akan mengadakan acara makan bersama sajian Qurban bekerja sama dengan masjid setempat, karena kondisi khusus ku, aku dibebastugaskan.


"Kak, kita kali ini ga ada tugas nih. Nanti kita tetep dateng yuk nak, ajak ayah yuk" ucapku pada janinku. Entah anaknya sudah mendengar atau belum.


---


POV Kakak.


Nggg? Suara? Suara Ibu? Ibu?

Suara siapa tadi itu, menenangkan sekali..


Suara rendah dengan irama teratur itu seperti sedang membaca sesuatu?

Aku yakin ini pasti suara Ibu. Ibu sedang apa ya?


"Kak, ayo ngaji dulu nak.. sehabis maghrib dan setelah subuh bagus untuk menjadi Alquran loh nak."


Wah, benar.. itu suara Ibu. Ibu berbicara padaku.

Aku dimana ini? Kucoba perlahan membuka mataku. Pun kucoba membuka tutup mulutku. Hmm ini di dalam tubuh ibu..


Detak jantung ibu bagaikan musik teratur yang menemaniku. Bahkan aku mulai hapal kapan saja musik ini akan berganti.


Kalau Ibu lagi tidur, musik ini akan sangat pelan sehingga akupun ikut tertidur. Jika tiba-tiba musik ini menjadi cepat berarti Ibu sedang semangat melakukan sesuatu. Aku pun ikut bersemangat.


Ahh, senang sekali bisa ikut Ibu kemana-mana.


"Sayang, makan yuk. Laper nih." Wah, ada suara lain. Hmm ini pasti suara Ayah.

Iya Ayah, ayuk makan aku juga lapar, cepat ajak Ibu makan.


"Iya oke, sebentar ya disiapkan. Menu cateringnya hari ini ayam kecap sama sayur lodeh tadi yang, mau ditambahin sama lauk lain? Aku bikin telur mau?"

"Telur tahu pake cabe rawit nya satu bu, minta tolong."

"Your wish is my command."

"Bagaimana hari ini kerjaannya sayang?"

"Alhamdulillah all is well, tapi tadi kan udah rapat di kantor tentang event bulan ini, full banget loh sayang. Mulai dari event kota mengaji, bazar jamsostek, sampai closing di akhir bulan ada makan bersama sajian qurban. Di event kota mengaji aku tugasnya jaga stand, bazar jaga stand juga, eh tapi di makan bersama ga dikasih tugas, dikasi sih, tugas makan doang kata Ibu Kacab. Hahaha. Gimana dong sayang?"

Wah, detak jantung Ibu kencang sekali, menandakan Ibu bersemangat menceritakan hari ini, tapi uniknya rasanya aku ikut bahagia. Sampai ternyata aku ikut tersenyum didalam sini loh ibu.


"



Sukacita -3

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47

Kelompok 7 Laskar Pena

Day 27

Jumlah Kata 434


Kenapa ya aku bisa merasakan emosi yang dirasakan Ibu? Apakah karena aku saat ini sangat terhubung dengan Ibu ya?


Pernah suatu ketika Ibu menangis terisak-isak setelah melihat sebuah foto. Aku begitu penasaran, foto apa yang Ibu lihat. Ternyata ketika dilihat Ayah, Ibu sedang melihat fotonya di masa kecil. Ibu melihat ketika dirinya dipeluk dan digendong Kakek dan Nenek, ada juga foto-foto Buyut.


Ayah bertanya kepada Ibu kenapa Ibu menangis, jawabannya katanya karena rindu. Rindu ingin bertemu. Ibu bilang, ibu menyadari masa kehamilan ini berat, seluruh tubuhnya sakit, apalagi aku juga semakin aktif bergerak karena sebentar lagi aku lahir. Ibu jadi teringat ketika ia kecil. Betapa pasti Nenek begitu penuh air mata dalam membesarkan Ibu.


"Aku yang baru ngerasain sampai tahap hamil delapan bulan aja rasanya udah lelah banget kemana-mana. Jalan susah, tidur susah, mana ga bisa masak lagi karena masuk dapur cium bau minyak goreng aja udah mual terus muntah, gimana Bunda selama ini ngebesarin aku, Yang. Pasti Bunda sama Ayah lelah banget. Jutaan airmata, tenaga, materi udah dikeluarin Ayah sama Bunda pasti untuk aku. Tapi aku belum bisa balas apa-apa" tangis Ibu malam itu.


"Sorry to say honey, kalau untuk balas pakai matero juga itu very big impossibility. Ga qakan bisa kita balas sama sekali. Tapi kamu punya banyak cara untuk membahagiakan mereka. Ingatkah kamu ada hadis shahih yang berbunyi Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh?"


'Iya ingat, tapi ga inget hadis siapa"


"Hadis riwayat  Muslim no 1631 hahaha ini aku abis cari tau online. Nah, Anak yang sholeh karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, agama kita amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia."


"Tapi kan Ayah Bunda masih hidup, belum meninggal."


"Disitu poinnya, suatu saat setelah Ayah Bunda meninggal pun masih bisa mendapat kebaikan dari kamu untuk menerangkan kuburnya, meluaskan alam kuburnya, meringankan siksa kubur dan kehidupan di alam kubur dengan doa anak yang sholeh. Apalagi ketika masih ada Ayah dan Bunda didunia, bayangkan banyaknya kebaikan yang bisa Ayah dan Bunda rasakan jika dari sekarang tiada putus kamu mendoakan beliau?  Bonusnya, semoga dengan keteguhan hati kamu senantiasa mendoakan Ayah dan Bunda, menjadi catatan baik di sisi Allah sehingga nanti dimudahkan bagi Allah untuk anak kita mendoakan kita." Jawab Ayah sambil mengelusku dari luar perut Ibu. Kemudian aku dicium oleh Ayah.



Sukacita -4

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47
Kelompok 7 Laskar Pena
Day 28
Jumlah Kata 414

Ayah, aku sayang Ayah! Duh, mood ibu yang tadinya sedih banget kayanya perlahan mulai membaik, malah jadi kaya banyak bunga-bunga sepertinya di hati ibu. Ibu sedang di fase hati yang penuh kedamaian.

"Terimakasih sayang, mau peluk..."

"Sini sini ibu paus, eh eh ga bisa ini kepentok perut. Hahaha sini peluk nya dari samping aja ya."

"Alhamdulillah karena si cinta ini udah naik 15 kilo beratku"

"Iya ya, kan bulan depan udah mau ketemu Ayah ya nak, sehat dan bahagia didalam perut Ibu dulu sampai bulan depan ya, sebentar lagi kita ketemu. Sabar dulu kalau didalam semakin sempit ya nak."

"Iya Ayah, gitu jawaban anaknya dari dalam perut pasti. Karena ini anaknya nendang ni. Wah, lagi ga bobo ya nak. Dari tadi kebangun ya karena Ibu nangis?"

Ibu kok bisa tau ya aku lagi bangun? Memang naluri seorang ibu itu tidak bisa dikalahkan, padahal aku belum lahir tapi perasaan ibu sudah mulai terasah sepertinya. Keren.

"Adek mau foto prenatal yang bagus ga buat kenang-kenangan pas hamil si Kakak ini?"

"Mau banget. Kakak mau sponsorin?"

"Iya mau, mau kayak orang-orang juga punya kenangan kalau aku ada membersamai kamu selama kamu hamil. Ingin kasih hadiah buat kamu juga kalau kamu sudah sampai di fase ini."

"Beneran? Serius boleh maternity shoot? Waaahh, super happy. Makasih sayang!"

"Tapi ada syarat dan ketentuan ya, engga boleh foto yang menampakkan aurat. Pakaian yang dipakai tetap yang longgar dan hijab nya tetap menutupi dada ya sayang. Jangan membuka auratnya di depan umum ya, apalagi untuk difoto. Terus nanti fotonya ga boleh di posting dimana-mana. Cukup kita lihat berdua, kita yang simpan ya."

"Kalo foto yang ga nampakin auratnya boleh dikasi liat? Misal foto hasil usg aja atau foto kita pegangan tangan gitu."

"Sebaiknya sih ga usah juga kali ya, selain menjaga perasaan orang lain yang mungkin belum dikasih kenikmatan yang sama dari Allah, untuk menjaga supaya kita terhindar dari 'ain juga sayang."

"'Ain?"

"Iya, sebuah penyakit atau gangguan yang disebabkan pandangan mata."

"Masa' sih pandangan mata aja bisa bikin penyakit ? Bahkan cuma foto ?"

"Serius, Oleh karena itulah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa dari hadis riwayat Muslim no. 2188. Jangan main-main ya sama 'ain. Siapa aja bisa kena 'ain. Bahkan benda. Misalnya mobil, kamu suka banget sama mobil kamu nih, dipandangin terus diliatin, terus misal nyeletuk dalam hati ataupu disuarakan wah bagus banget memang mobil aku, cantik, canggih. Banyak loh yang setelah itu mobilnya jadi rusak."

Sukacita -5

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47
Kelompok 7 Laskar Pena
Day 29
Jumlah Kata 428

"Anak ibu.. hari ini kita mau foto ya, foto sama Ayah dan Ibu untuk kenangan ibu, bahwa Kakak sebesar ini diperut Ibu." Sapa ibu pagi ini.

Kata ibu, dalam waktu kurang lebih 30 hari lagi aku siap dilahirkan ke dunia secara ilmu kedokteran. Tapi ibu memasrahkan semua prosesnya kepada Allah Yang Maha Cinta. Katanya, Allah paling tau saat yang tepat kapan aku lahir.

Dari hasil tes USG terbaru, aku sudah punya tangan, kaki, mulut, hidung, pipiku katanya gembul. Beratku sudah mencapai tiga kilo, alhamdulillah.. semoga nanti ketika aku lahir, tubuhku sehat tidak kurang suatu apapun, dan otakku cerdas.

Hari ini pula secara resmi Ibu tidak lagi bekerja, pembicaraan ibu dan ayah sebulam yang lalu membahas hal ini, dan aku senang dengan keputusan ibu.

"Kak, dari kantor nanya katanya mau mulai ambil cuti hamil kapan ?"

"Kalau langsung ajukan pengunduran diri aja gimana dek? Kamu rencananya mau lanjut kerja setelah Kakak lahir?"

"Mau sih mau, enak ada pegangan uang sendiri. Tapi, ragu mau ninggalin Kakak dirumah sama orang lain. Aku takut juga sih liat berita seliweran sana-sini."

"Sayang, ingatkan nanti di akhirat yang ditanya Allah tentang pengasuhan anak adalah orangtuanya? Kewajiban kita 100% untuk membersamai bukan di delegasikan lagi ke oranglain. Allah beri kita kepercayaan menitipkan amanahnya setelah lima tahun. Apakah kita harus menitipkan lagi ke orang lain? Jatuhnya kita yang ngga amanah dong sayang.."

"Tapi, nanti kebutuhan bayi dan sebagainya kan besar. Kesian Kakak nyari rezeki uang sendirian.."

"Loh loh, siapa sih dulu yang ingetin aku kalo rezeki suami bekerja 50% ditambah istri bekerja 50?alah 100%, dan ketika suami bekerja 50% ditambah istri tidak bekerja 50% hasilnya tetap 100%? Rezeki kan sudah diatur porsi nya sama Allah, setiap orang membawa rezekinya masing-masing. Tinggal ikhtiarnya aja. Nah, ikhtiar kamu adalah nurut. Cuma perlu nurut sama aku, oke?"

"Iya baik, nurut aja pokoknya gitu ya. InsyaAllah juga mulia karena mengikuti perintah suami dan Allah ridho dengan istri yang taat pada suaminya dalam kebaikan. Baik bosku."

Dan inilah harinya. Ibu bilang ibu akan membersamai aku. Semoga Allah mudahkan rezeki Ibu selalu.
Ibu sudah mempersiapkan semua kebutuhan pentingku, baik untuk dirumah maupun dirumah sakit.

Lemari pakaianku dimodifikasi sendiri oleh ibu, berkah dari lemari pakaian ibu ketika kecil yang diabaikan, tapi masih bagus dan kokoh kayunya. Ibu lapisi dengan kertas wallpaper putih dengan motif bunga, karena aku akan dilahirkan sebagai perempuan. Lumayan penghematan daripada membeli lemari baru.

Didalamnya sudah tersusun rapi pakaianku.
Ada popok kain, kain bedong, baju lengan panjang, baju lengan pendek, kaus kaki, celemek, topi, jilbab dan banyak juga baju kaos lucu-lucu.

"Hari terasa berjalan sangat lambat ketika menanti kehadiranmu,nak.."

Sukacita -6

0 0

Sarapan Kata KMO Club Batch 47
Kelompok 7 Laskar Pena
Day 30
Jumlah Kata 460

Jika aku ingat-ingat kembali begitu menyenangkan selama tumbuh besar bersama ibu.

Ibu yang sering membaca buku, setelah membaca ibu selalu menceritakan kembali isinya kepadaku.

Ibu yang sering bercanda gurau bersama rekan kerjanya di kantor, berbagi tawa, berbagi ilmu. Sepertinya yang berperan sangat besar membersamai ibu dalam masa mengandungku adalah lingkungan yang membuat ibu sangat nyaman.

Allah, Allah terimakasih ya sudah memilihkan lingkungan yang baik untukku sebelum aku lahir.

Setiap pagi di kantornya, Ibu melakukan rapat kecil bersama, dan selalu dimulai dengan membaca Alquran. Setiap hari jumat, ibu dan rekan kerjanya selalu menyiapkan sedekah jumat untuk dibagikan di daerah yang membutuhkan, setiap hari kamis setiap sore  ada pembelajaran keagaman dari ustadz setempat, dan di waktu-waktu tertentu Ibu turut serta di event kebaikan yang kantor ibu turut menjadi pendukung acara tersebut.

Dan yang aku tau, ibu bahagia selama menjalani itu semua. Hmm seingatku ibu jarang terdengar mengeluh karena lelahnya.
Yang paling sering ku dengar adalah..
"Anak ibu sayang, lagi apa naak?" Sambil ibu mengetuk-ketuk lembut perutnya.

"Kakak, kita mau pergi kerja ya. Yuk, ibu mau nyetir. Kakak bobo dulu. Baca bismillah yuk!"
"Kakak, makan apa ya kita hari ini nak?"
"Kakak, masak apa ya kita hari ini?"
"Nak, telepon nenek yuuk?"
"Kakak, sebentar ya nak. Kita tunggu Ayah dulu. Ayah belum jemput."
"Kakak, Ibu sama Ayah lagi mau lihat Kakak ya di dokter. Nanti kasih lihat ibu ya mukanya."
"Kakak, temenin Ibu yah ke internis, kita cek tiroid Ibu yuk. Nanti ada ambil darah lagi nak, semoga tiroid ibu udah normal ya."
dan segudang cerita lainnya.
Banyak hal yang belum kupahami, tapi aku senang. Yang penting ibu cerita!

Karena ada masanya ibu hanya diam saja, sepertinya begitu lelah, tidak bersemangat. Kalau ibu seperti itu, aku pun entah kenaoa turut sedih, aku jadi tidak banyak menendang ibu dan memilih diam.

Ada satu kalimat yang sering ibu ucap. "Terimakasih ya nak, sudah memilih ibu. Kehadiran kakak adalah cahaya surga bagi ibu. Cahaya surga yang menjadi penerang bagi ibu dan ayah. Ibu dan ayah jadi bisa lebih terbuka, banyak ilmu baru yang ibu dapat. Ibu pun entah mengapa menjadi lebih tenang menjalani hal-hal yang terjadi. Terimakasih ya nak, sudah hadir di waktu yang tepat.."

Jika mengatakan kalimat ini pasti detak jantung ibu sangat melambat, aku pun semakin nyaman. Ibu, sebentar lagi aku akan bertemu ibu..

***

Ini sudah minggu ke 39.
Kata dokter, aku bisa dilahirkan di minggu-minggu ini. Air ketubanku masih cukup dan jernih. Berat badan cukup. Dan kondisi ibu pun cukup baik, tiroid ibu sudah membaik. Jika sudah waktunya, aku bisa dilahirkan secara normal. Ibu pun melakukan pemeriksaan dua hari sekali.
Kata dokter, jika tiba-tiba pecah ketuban atau ada lendir darah harus langsung periksa.

Setelah dua hari ini mengalami rasa sakit di perut yang cukup teratur, tadi pagi ada lendir darah yang keluar. Darah apa ?

Cahaya Surga

0 0

"Bu, ini udah ada pembukaan 1. Kalau beruntung besok pagi bisa lahir.  Pesan dokter yanti, katanya sekarang ibu boleh pulang dulu, siapkan pakaiannya. Nanti malam datang lagi kesini ya, semoga pas balik lagi pembukaan nya udah nambah. Perutnya semakin sakit?"

"Iya, nanti tiba-tiba keram gitu keras semua perutnya. Sakit sampe bawah."

"Itu namanya kontraksi, tandanya anaknya sedang berusaha mencari jalan lahir bu. Bantu didoakan ya anaknya, supaya mudah keluarnya.." pesan bidan yang memeriksa ibu.

Aku memang sibuk mendorong dengan kepalaku agar bisa menemukan jalan lahirku. Ternyata sakit ya bu? Aku akan melakukan dengan sekuat tenagaku agar ibu tidak lama lama merasa kesakitan.

***

Hari menunjukkan pukul 07.00 malam, kami baru saja sampai dirumah untuk mengambil keperluan persalinan dan menjemput Bunda. Bunda sudah tiba disini sejak seminggu yang lalu untuk menemaniku menjalani masa akhir kehamilan ini.

"Rizhan, gimana?"

"Bun, kata dokternya disuruh rawat inap, semoga bisa lahir besok."

"Oh, yaudah. Kamu siap-siap. Bunda juga mau siapkan baju bunda."

Ayah belum sampai disini. Besok sepulang kerja Ayah akan datang.

Pukul 08.00 malam kami sudah siap dan akan segera berangkat. Tapi hatiku ingin sekali mampir ke masjid indah didekat rumah sakit dahulu.

"Mampir ke Jabal Arafah dulu ya sayang."

"Mau ngapain?"

"Mau jalan-jalan di dekat kolam ikannya."

Sesampai dimesjid, aku berjalan mengelilingi kolam ikan. Kata dokter supaya cepat lahir harus banyak jalan. Banyak gerak. Hal ini membantu bayi menemukan jalan keluarnya. Aku banyak berpikir bagaimana jika ini dan jika itu. Namun akhirnya hanya berharap Allah memudahkan semuanya. Memberi kekuatan untuk kami berdua.

Bagaimana jika dia kelelahan dan tidak kuat mencari jalan lahirnya...

Mungkin saja kamu suka

Agustina Waty
SEBUTIR RINDU
Putri Ayu Agust...
PAEDAGOGY
Mayra Agnes Gon...
OPEN!
Maryam Milenial
Aster
Wiki Safran
Satu Dalam Satu

Home

Baca Yuk

Tulis

Beli Yuk

Profil