Loading
2

0

33

Genre : Religi
Penulis : SRI NURSIAH
Bab : 30
Dibuat : 17 Agustus 2022
Pembaca : 3
Nama : Sri Nursiah
Buku : 1

NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

Sinopsis

Dalam diri manusia ada raksasa yang sedang nyaman dan terlena. Tetapi ada seseorang yang mampu mengusik nya bukan orang lain, akan tetapi dirinya sendiri. Ketika raksasa tersebut terusik semua kekuatan kita akan terarah. Semua potensi dan kemampuan kita akan tersalurkan dan semua yang kita inginkan dapat tercapai. Itulah kekuatan pemikiran yang di kendalikan dengan hati. Raksasa yang sedang terlena nyaman di dalam diri itulah dirimu yang sebenarnya, yang di bimbing oleh kebersihan dan kemurnian hati serta kekuatan doa dari orang-orang yang menyayangimu. Hidup itu ibarat permainan. Sebuah game yang menyenangkan yang setiap levelnya terdapat tantangan ada tantangan yang harus di perjuangkan, atau jika tidak ya game over. Jiwa yang sukses adalah jiwa tangguh dan siap menghadapi tantangan kehidupan. Tumorrow must be better or tomorrow must be difficult.
Tags :
Jiwa yang sukses adalah jiwa tangguh ?dan siap menghadapi tantangan kehidupan. ? ?Tumorrow must be better ?or tomorrow must be difficult

NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

1 0

#Sarapankata
#KMOIndonesia
#KMOBatch
#Kelompok6
#SarkatJadiBuku
#Day1

 

kegagalan, kebahagiaan atau kesedihan, kemiskinan atau kekayaan semua itu adalah pilihan. Bagaimana kamu memilih, itulah yang harus kamu persiapkan dan perjuangkan.

Kalua ingin sukses maka harus berusaha. Siapapun kamu, kamu harus berusaha. Setiap manusia ingin hidupnya bahagia, keluarganya bahagia bahkan sampai Ijroil menjemputnya pun ingin bahagia, tapi semuanya kembali kepada keyakinan kita. Allah berfirman bahwa allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mau mengubah nasibnya sendiri?
Tidak ada manusia yang di lahirkan untuk jadi orang yang salah dan juga orang yang gagal. Kita harus ingat, manusia siapapun dia akan mengalami proses yang sama. Dari mulai di dalam rahim, lahir, belajar berbicara, belajar berjalan, belajar mengetahui segala ilmu sampai ahirnya ia di jemput oleh kematianya. Bahkan waktu yang Allah berikan pun sama yaitu 24 jam sehari semalam.
Kuncinya adalah fokus dan semangat pada setiap pilihan. Fokus berjalan kedepan, fokus menjalani setiap konsekuensi dari pilihan, yang terkadang menyenangkan dan juga terkadang menyulitkan. Tapi kita harus tetap fokus melangkah. Igat orang-orang hebat disana mereka sukses karena mereka fokus pada pekerjaanya, pada pilihanya, fokus meraih aya yang di inginkan adalah satu langkah yang harus dipersiapkan agar kita mampu menghadapi setiap rintangan yang kita jalani.
KEBERANIAN HIDUP
Untuk menghadapi segala hal di muka bumi ini saya membutuhkan keberanian bahkan kamu, kita, membutuhkan itu …. Berani mengejar impian berani pula untuk terjatuh dan gagal. Belaj ar dari bayi yang baru bisa berjalan , itulah yang harus kita renungi.
Yok ! kita ingat kembali, waktu kita kecil dan mulai belajar berjalan, kita ngga pernah terfikir kalua kita mulai berjalan, kita tidak pernah terfikir kalua kita akan terjatuh dan ketika kita jatuh pasti sakit dan bahkan akan menangis? Kita bisa memperhatikan anak anak ataupun adik kita sendiri bagaimana adik kita berjalan? Biasanya nih, kalua anak kecil berjalan, dia akan mencoba bertumpu pada kedua kaki dan tanganya, dan yang pertama di dekatinya adalah dinding.
Perlahan tapi pasti tangan kecilnya mulai menggapai dinding pada satu tangan kemudian tangan yang lain akan menyusul, lalu keduanya berpegang kepada dinding, barulah kaki satunya berpijak sebagai tumpuan hingga dia merasa sudah kuat dan tak lama kaki yang satu lagi akan mendorong hingga kedua tungkainya tegak.
Waaahhh hebatnya … !!! Satu tahap telah di lewatinya, dia mampu berdiri, kemudian ia akan tersenyum. Pertanyaanya, apakah ia pernah berjalan secara teori untuk berdiri? ooo tentu tidak … !!!
Lanjut kita ingat kembali masa TK dan SD. Sering kali Gurumu bertanya, “ Kalau sudah besar cita-citamu mau jadi apa, Nak?” dan tanpa di komando sepontan anak anak lainya akan ada yang menjawab; “Jadi Dokter”, yang lainya juga ikut menjawab lagi jadi Guru, bahkan ada yang akan menjawab jadi Presiden, bahkan aka nada juga yang nekat menjawab, “Mau jadi Pengantin Bu. Luar biasa bukan jawaban dari anak anak seusia mereka!
Ketika kalian menjawab pertanyaan itu, apakah terfikirkan oleh kalian terlebih dahulu? Apakah kalian merasa bahwa itu adalah sebuah janji yang harus ditepati? Tidak kan! Kalian menjawabnya secara spontan dan kamu merasa menjadi Dokter, Guru bahkan Presiden sekalipun itu semua karena cita-cita yang ingin kalian wujudkan. Padahal dulu kalian tidak tahu bagaimana susahnya menjadi Dokter. Bagaimana susahnya menjadi Guru yang baik, dan bagaimana susahnya menjadi Presiden. (kalua nggak percaya Tanya saja sama Pak Joko Widodo, Presiden Indonesia yang sebentar lagi habis masa pengabdianya).

PENGABDIAN DAN PILIHAN

Berbagi cerita, ketika saya tertarik untuk bisa menulis sebuah kisah yang terinspirasi dari seseorang , di situpun waktu menuntut diri ini untuk dapat berbagi kesibukan dengan dengan pengabdian … yang mana pengabdian itu adalah tugas utama ku dalam dakwah dan mencari rido ilahi. Sulit sih ... tapi lagi lagi itu tentang ilmu, jadi saya ingin pengabdian dan pilihan ku bisa bergandengan, berjalan bersama.

Tersadar diri ini, saatnya saya memilih. Ahirnya keputusan saya ambil untuk bergabung di sebuah komunitas menulis, belajar dan sekolah lagi biarpun itu online, tidak kalah serunya dengan belajar di sekolah seperti jaman dulu, jaman duduk di bangku sekolah pagi berangkat siang pulang.

Dengan pengabdian dan pilihan ini saya harus semangat harus semangat belajar, semangat mengerjakan tugas demi tugas sampai ahir pertemuan. Saya yakin ketika saya semangat dan bersungguh sungguh saya bisa mencapai pilihan itu dengan tidak mengesampingkan pengabdian saya.

Sebenarnya dalam hidup ini kita di hadapkan dalam dua pilihan , yaitu memilih antara “iya” atau “tidak”.

Kesuksesan atau kegagalan, kebahagiaan atau kesedihan, kemiskinan atau kekayaan semua itu adalah pilihan. Bagaimana kamu memilih, itulah yang harus kamu persiapkan dan perjuangkan.  

Kalua ingin sukses maka harus berusaha. Siapapun kamu, kamu harus berusaha. Setiap manusia ingin hidupnya bahagia, keluarganya bahagia bahkan sampai Ijroil menjemputnya pun ingin bahagia, tapi semuanya kembali kepada keyakinan kita. Allah berfirman bahwa allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mau mengubah nasibnya sendiri?

Tidak ada manusia yang di lahirkan untuk jadi orang yang salah dan juga orang yang gagal. Kita harus ingat, manusia siapapun dia akan mengalami proses yang sama. Dari mulai di dalam rahim, lahir, belajar berbicara, belajar berjalan, belajar mengetahui segala ilmu sampai ahirnya ia di jemput oleh kematianya. Bahkan waktu yang Allah berikan pun sama yaitu 24 jam sehari semalam.

Kuncinya adalah fokus dan semangat pada setiap pilihan. Fokus berjalan kedepan, fokus menjalani setiap konsekuensi dari pilihan, yang terkadang menyenangkan dan juga terkadang menyulitkan. Tapi kita harus tetap fokus melangkah. Igat orang-orang hebat disana mereka sukses karena mereka fokus pada pekerjaanya, pada pilihanya, fokus meraih aya yang di inginkan adalah satu langkah yang harus dipersiapkan agar kita mampu menghadapi setiap rintangan yang kita jalani.

KEBERANIAN HIDUP

Untuk menghadapi segala hal di muka bumi ini saya membutuhkan keberanian bahkan kamu, kita, membutuhkan itu …. Berani mengejar impian berani pula untuk terjatuh dan gagal. Belaj ar dari bayi yang baru bisa berjalan , itulah yang harus kita renungi.

Yok ! kita ingat kembali, waktu kita kecil dan mulai belajar berjalan, kita ngga pernah terfikir kalua kita mulai berjalan, kita tidak pernah terfikir kalua kita akan terjatuh dan ketika kita jatuh pasti sakit dan bahkan akan menangis? Kita bisa memperhatikan anak anak ataupun adik kita sendiri bagaimana adik kita berjalan? Biasanya nih, kalua anak kecil berjalan, dia akan mencoba bertumpu pada kedua kaki dan tanganya, dan yang pertama di dekatinya adalah dinding.

Perlahan tapi pasti tangan kecilnya mulai menggapai dinding pada satu tangan kemudian tangan yang lain akan menyusul, lalu keduanya berpegang kepada dinding, barulah kaki satunya berpijak sebagai tumpuan hingga dia merasa sudah kuat dan tak lama kaki yang satu lagi akan mendorong hingga kedua tungkainya tegak.

Waaahhh hebatnya … !!! Satu tahap telah di lewatinya, dia mampu berdiri, kemudian ia akan tersenyum. Pertanyaanya, apakah ia pernah berjalan secara teori untuk berdiri? ooo tentu tidak … !!!

Lanjut kita ingat kembali masa TK dan SD. Sering kali Gurumu bertanya, “ Kalau sudah besar cita-citamu mau jadi apa, Nak?” dan tanpa di komando sepontan anak anak lainya akan ada yang menjawab; “Jadi Dokter”, yang lainya juga ikut menjawab lagi jadi Guru, bahkan ada yang akan menjawab jadi Presiden, bahkan aka nada juga yang nekat menjawab, “Mau jadi Pengantin Bu. Luar biasa bukan jawaban dari anak anak seusia mereka!

Ketika kalian menjawab pertanyaan itu, apakah terfikirkan oleh kalian terlebih dahulu? Apakah kalian merasa bahwa itu adalah sebuah janji yang harus ditepati? Tidak kan! Kalian menjawabnya secara spontan dan kamu merasa menjadi Dokter, Guru bahkan Presiden sekalipun itu semua karena cita-cita yang ingin kalian wujudkan. Padahal dulu kalian tidak tahu bagaimana susahnya menjadi Dokter. Bagaimana susahnya menjadi Guru yang baik, dan bagaimana susahnya menjadi Presiden. (kalua nggak percaya Tanya saja sama Pak Joko Widodo, Presiden Indonesia yang sebentar lagi habis masa pengabdianya).

kegagalan, kebahagiaan atau kesedihan, kemiskinan atau kekayaan semua itu adalah pilihan. Bagaimana kamu memilih, itulah yang harus kamu persiapkan dan perjuangkan.

Kalua ingin sukses maka harus berusaha. Siapapun kamu, kamu harus berusaha. Setiap manusia ingin hidupnya bahagia, keluarganya bahagia bahkan sampai Ijroil menjemputnya pun ingin bahagia, tapi semuanya kembali kepada keyakinan kita. Allah berfirman bahwa allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mau mengubah nasibnya sendiri?
Tidak ada manusia yang di lahirkan untuk jadi orang yang salah dan juga orang yang gagal. Kita harus ingat, manusia siapapun dia akan mengalami proses yang sama. Dari mulai di dalam rahim, lahir, belajar berbicara, belajar berjalan, belajar mengetahui segala ilmu sampai ahirnya ia di jemput oleh kematianya. Bahkan waktu yang Allah berikan pun sama yaitu 24 jam sehari semalam.
Kuncinya adalah fokus dan semangat pada setiap pilihan. Fokus berjalan kedepan, fokus menjalani setiap konsekuensi dari pilihan, yang terkadang menyenangkan dan juga terkadang menyulitkan. Tapi kita harus tetap fokus melangkah. Igat orang-orang hebat disana mereka sukses karena mereka fokus pada pekerjaanya, pada pilihanya, fokus meraih aya yang di inginkan adalah satu langkah yang harus dipersiapkan agar kita mampu menghadapi setiap rintangan yang kita jalani.
KEBERANIAN HIDUP
Untuk menghadapi segala hal di muka bumi ini saya membutuhkan keberanian bahkan kamu, kita, membutuhkan itu …. Berani mengejar impian berani pula untuk terjatuh dan gagal. Belaj ar dari bayi yang baru bisa berjalan , itulah yang harus kita renungi.
Yok ! kita ingat kembali, waktu kita kecil dan mulai belajar berjalan, kita ngga pernah terfikir kalua kita mulai berjalan, kita tidak pernah terfikir kalua kita akan terjatuh dan ketika kita jatuh pasti sakit dan bahkan akan menangis? Kita bisa memperhatikan anak anak ataupun adik kita sendiri bagaimana adik kita berjalan? Biasanya nih, kalua anak kecil berjalan, dia akan mencoba bertumpu pada kedua kaki dan tanganya, dan yang pertama di dekatinya adalah dinding.
Perlahan tapi pasti tangan kecilnya mulai menggapai dinding pada satu tangan kemudian tangan yang lain akan menyusul, lalu keduanya berpegang kepada dinding, barulah kaki satunya berpijak sebagai tumpuan hingga dia merasa sudah kuat dan tak lama kaki yang satu lagi akan mendorong hingga kedua tungkainya tegak.
Waaahhh hebatnya … !!! Satu tahap telah di lewatinya, dia mampu berdiri, kemudian ia akan tersenyum. Pertanyaanya, apakah ia pernah berjalan secara teori untuk berdiri? ooo tentu tidak … !!!
Lanjut kita ingat kembali masa TK dan SD. Sering kali Gurumu bertanya, “ Kalau sudah besar cita-citamu mau jadi apa, Nak?” dan tanpa di komando sepontan anak anak lainya akan ada yang menjawab; “Jadi Dokter”, yang lainya juga ikut menjawab lagi jadi Guru, bahkan ada yang akan menjawab jadi Presiden, bahkan aka nada juga yang nekat menjawab, “Mau jadi Pengantin Bu. Luar biasa bukan jawaban dari anak anak seusia mereka!
Ketika kalian menjawab pertanyaan itu, apakah terfikirkan oleh kalian terlebih dahulu? Apakah kalian merasa bahwa itu adalah sebuah janji yang harus ditepati? Tidak kan! Kalian menjawabnya secara spontan dan kamu merasa menjadi Dokter, Guru bahkan Presiden sekalipun itu semua karena cita-cita yang ingin kalian wujudkan. Padahal dulu kalian tidak tahu bagaimana susahnya menjadi Dokter. Bagaimana susahnya menjadi Guru yang baik, dan bagaimana susahnya menjadi Presiden. (kalua nggak percaya Tanya saja sama Pak Joko Widodo, Presiden Indonesia yang sebentar lagi habis masa pengabdianya).

PENGABDIAN DAN PILIHAN 

Berbagi cerita, ketika saya tertarik untuk bisa menulis sebuah kisah yang terinspirasi dari seseorang , di situpun waktu menuntut diri ini untuk dapat berbagi kesibukan dengan dengan pengabdian … yang mana pengabdian itu adalah tugas utama ku dalam dakwah dan mencari rido ilahi. Sulit sih ... tapi lagi lagi itu tentang ilmu, jadi saya ingin pengabdian dan pilihan ku bisa bergandengan, berjalan bersama.

Tersadar diri ini, saatnya saya memilih. Ahirnya keputusan saya ambil untuk bergabung di sebuah komunitas menulis, belajar dan sekolah lagi biarpun itu online, tidak kalah serunya dengan belajar di sekolah seperti jaman dulu, jaman duduk di bangku sekolah pagi berangkat siang pulang. 

Dengan pengabdian dan pilihan ini saya harus semangat harus semangat belajar, semangat mengerjakan tugas demi tugas sampai ahir pertemuan. Saya yakin ketika saya semangat dan bersungguh sungguh saya bisa mencapai pilihan itu dengan tidak mengesampingkan pengabdian saya. 

Sebenarnya dalam hidup ini kita di hadapkan dalam dua pilihan , yaitu memilih antara “iya” atau “tidak”. 

Kesuksesan atau kegagalan, kebahagiaan atau kesedihan, kemiskinan atau kekayaan semua itu adalah pilihan. Bagaimana kamu memilih, itulah yang harus kamu persiapkan dan perjuangkan.   

Kalua ingin sukses maka harus berusaha. Siapapun kamu, kamu harus berusaha. Setiap manusia ingin hidupnya bahagia, keluarganya bahagia bahkan sampai Ijroil menjemputnya pun ingin bahagia, tapi semuanya kembali kepada keyakinan kita. Allah berfirman bahwa allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mau mengubah nasibnya sendiri? 

Tidak ada manusia yang di lahirkan untuk jadi orang yang salah dan juga orang yang gagal. Kita harus ingat, manusia siapapun dia akan mengalami proses yang sama. Dari mulai di dalam rahim, lahir, belajar berbicara, belajar berjalan, belajar mengetahui segala ilmu sampai ahirnya ia di jemput oleh kematianya. Bahkan waktu yang Allah berikan pun sama yaitu 24 jam sehari semalam. 

Kuncinya adalah fokus dan semangat pada setiap pilihan. Fokus berjalan kedepan, fokus menjalani setiap konsekuensi dari pilihan, yang terkadang menyenangkan dan juga terkadang menyulitkan. Tapi kita harus tetap fokus melangkah. Igat orang-orang hebat disana mereka sukses karena mereka fokus pada pekerjaanya, pada pilihanya, fokus meraih aya yang di inginkan adalah satu langkah yang harus dipersiapkan agar kita mampu menghadapi setiap rintangan yang kita jalani. 

KEBERANIAN HIDUP

Untuk menghadapi segala hal di muka bumi ini saya membutuhkan keberanian bahkan kamu, kita, membutuhkan itu …. Berani mengejar impian berani pula untuk terjatuh dan gagal. Belaj ar dari bayi yang baru bisa berjalan , itulah yang harus kita renungi.

Yok ! kita ingat kembali, waktu kita kecil dan mulai belajar berjalan, kita ngga pernah terfikir kalua kita mulai berjalan, kita tidak pernah terfikir kalua kita akan terjatuh dan ketika kita jatuh pasti sakit dan bahkan akan menangis? Kita bisa memperhatikan anak anak ataupun adik kita sendiri bagaimana adik kita berjalan? Biasanya nih, kalua anak kecil berjalan, dia akan mencoba bertumpu pada kedua kaki dan tanganya, dan yang pertama di dekatinya adalah dinding. 

Perlahan tapi pasti tangan kecilnya mulai menggapai dinding pada satu tangan kemudian tangan yang lain akan menyusul, lalu keduanya berpegang kepada dinding, barulah kaki satunya berpijak sebagai tumpuan hingga dia merasa sudah kuat dan tak lama kaki yang satu lagi akan mendorong hingga kedua tungkainya tegak. 

Waaahhh hebatnya … !!! Satu tahap telah di lewatinya, dia mampu berdiri, kemudian ia akan tersenyum. Pertanyaanya, apakah ia pernah berjalan secara teori untuk berdiri?  ooo tentu tidak … !!! 

Lanjut kita ingat kembali masa TK dan SD. Sering kali Gurumu bertanya, “ Kalau sudah besar cita-citamu mau jadi apa,  Nak?” dan tanpa di komando sepontan anak anak lainya akan ada yang menjawab; “Jadi Dokter”, yang lainya juga ikut menjawab lagi jadi Guru, bahkan ada yang akan menjawab jadi Presiden, bahkan aka nada juga yang nekat menjawab, “Mau jadi Pengantin Bu. Luar biasa bukan jawaban dari anak anak seusia mereka!

Ketika kalian menjawab pertanyaan itu, apakah terfikirkan oleh kalian terlebih dahulu? Apakah kalian merasa bahwa itu adalah sebuah janji yang harus ditepati? Tidak kan! Kalian menjawabnya secara spontan dan kamu merasa menjadi Dokter, Guru bahkan Presiden sekalipun itu semua karena cita-cita yang ingin kalian wujudkan. Padahal dulu kalian tidak tahu bagaimana susahnya menjadi Dokter. Bagaimana susahnya menjadi Guru yang baik, dan bagaimana susahnya menjadi Presiden.  (kalua nggak percaya Tanya saja sama Pak Joko Widodo, Presiden Indonesia yang sebentar lagi habis masa pengabdianya). 


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

1 0

#Sarapankata
#KMOIndonesia
#KMOBatch
#Kelompok6
#SarkatJadiBuku
#Day3#Sarapankata

#KMOIndonesia

#KMOBatch

#Kelompok6

#SarkatJadiBuku

#Day2

Saya coba beri satu contoh lagi. Misalnya kamu mau naik Sepeda Motor, tapi eh … tiba tiba tu Motor tidak mau jalan, pastinya kalian was-was bakal di tilang sama pak Polisi berperut buncit itu, atau kalian akan ketakutan bakalan keserempet truk oleng, atau kalian takut akan di seruduk banteng, eh angkot gitu he he he. Nah, kira-kira kalian bakal sampai atau tidak ketempat tujuan? Hayo jujur??? Oohhh … tidak bisa!!!
Jika begitu apa yang kurang dari hidup kalian sekarang? Allah sudah memberikan kalian segala hal bahkan Allah telah memberikan segala kenikmatan kalian semenjak di dalam kandungan sampai nanti kalian kembali ke sisi-Nya. Semua sudah di rencanakan dan tercatat di Lauhul Mahfudz jauh sebelum manusia di ciptakan. Pertanyaanya, apakah rencana-Nya salah, atau kita yang salah? Anak yang lahir dari keluarga yang bermasalah harus selalu memiliki masadepan yang suram? Yang seolah-olah kehilangan kasih sayang dari orang tuanya, lantas membuatnya merasa “boleh” dekat dengan obat-obatan terlarang, berteman akrab dengan tawuran, dan hal-hal negative lainya yang sebenarnya semua itu hanyalah pelarian?
Apakah anak dari keluarga pas-pasan dan serba kekurangan tidak bisa menjadi pengusaha sukses yang mempunyai bisnis sendiri? Apakah anak seorang petani tidak bisa menjadi Kolongmerat? Apakah anak seorang tukang cuci tidak bisa menjadi Pilot? Apakah anak Direktur akan selalu merasakan kebahagiaan dalam hudupnya? Belum tentu!.
Dunia ini berputar seperti roda sepeda, kawan! Terkadang kalian di bawah dan terkadang kalian di atas, hari ini kalian makan tahu tembe besok lusa kalian makan daging. Hari ini jalan kaki besok lusa kalian naik Jaguar. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, sobat! SEMUA HAL MUNGKIN DAN SEMUA HAL DAPAT KITA RAIH. Maka tanamkanlah dalam diri kita bahba AKU BISA.
Ucapkan kata kata itu sesering mungkin setelah kita bangun dan berdo, karena tanpa kita sadari, kata-kata yang baik yang kita tanamkan dalam diri kita, setiap hari setiap pagi bahkan setiap saat adalah doa yang mampu mengubah semangat kita untuk menjadi manusia yang lebih baik.
Kenapa bisa begitu? Ya tentu lah … secara, Allah saja mengatakan dalam hadis , “Aku sebagaimana prasangkaan hamba-Ku” jadi apa yang kalian pikirkan tanpa sadar ia akan masuk alam bawah sadar kalian dan seluruh potensi kalian akan terbuka sehingga semua energi yang ada di alam akan masuk ke dalam tubuh dan menjadi rangsangan yang paling jitu agar kita bisa meraih apa yang diinginkan. Pikiran positif akan membuat jiwa terasa bebas, sementara pikiran negative selalu akan memandang diri sebagai jiwa yang lemah bahkan tak mampu berbuat apa-apa. Itu semua akan menjadi energi buruk yang dapat mengubur dalam semua potensi yang kalian miliki.
Kalo kalian saja tidak yakin dengan kemapuan kalian sendiri, mana orang lain akan yakin dengan kemampuanmu? Kalo kalian sendiri tidak sayang pada diri sendiri, maka mana bisa orang lain akan percaya bahwa kalian menyayanginya?
Presiden RI Joko Widodo adalah anak seorang penjual bambu dan kayu yang kerap setiap pagi buta ayahnya sudah pergi ke pasar, tetapi ia mampu menjadi seorang Presiden RI. Ini bukti bahwa untuk menjadi sesuatu kalian tidak harus punya modal lebih dulu. Atau Andri Wongso, yang tidak tamat SD tapi bisa menjadi motivator ulung, atau orang-orang hebat lainya, kira-kira apa yang membuat mereka hebat seperti itu?
Mereka punya tekat yang kuat dalam diri untuk mengubah kehidupan ke arah yang lebih baik. Dan itu bukan kesalahan dan tidak pula menyalahi takdir. Jadi jangan terus-menerus menyalahi takdir, tapi cobalah intropeksi. Dan untuk mengintropeksi diri pun kamu membutuhkan keberanian dalam diri.
N.Y.A.L.I. Yes … nyali! Atau keberanian! Atau mental! Jangankan untuk mengejar cita-cita untuk mengejar impian pun kita butuh yang namanya nyali. Nyali untuk gagal, nyali untuk jatuh dan nyali untuk tersungkur.
Nyali yang kuat mental baja sebagai pejuang lah yang akan dapat terbangun, bangkit dan bertahan. Karena apa? Banyak orang yang terpuruk dan gila karena mereka tidak punya nyali. Tidak punya nyali untuk jatuh dan tidak punya nyali untuk bersaing, tidak punya nyali untuk terus berusaha padahal mereka punya modal dan potensi yang luar biasa.

PERJUANGAN HIDUP
Ketika kalian memasuki sebuah tantangan, seperti itu pulalah hidup kalian. Ketika kita mendaki maka yang kita rasakan adalah lelah, tenanga yang tidak sedikit yang kita perlukan dalam tantangan. Bagaimana tidak, tantangan yang memerlukan kekuatan, tenaga dan nyali besar yang mampu menerobos aral melintang bahkan harus merapat pada dinding dan tanah agar tidak terperosok.

Saya coba beri satu contoh lagi. Misalnya kamu mau naik Sepeda Motor, tapi eh … tiba tiba tu Motor tidak mau jalan, pastinya kalian was-was bakal di tilang sama pak Polisi berperut buncit itu, atau kalian akan ketakutan bakalan keserempet truk oleng, atau kalian takut akan di seruduk banteng, eh angkot gitu he he he. Nah, kira-kira kalian bakal sampai atau tidak ketempat tujuan? Hayo jujur??? Oohhh … tidak bisa!!! 

Jika begitu apa yang kurang dari hidup kalian sekarang? Allah sudah memberikan kalian segala hal bahkan Allah telah memberikan segala kenikmatan kalian semenjak di dalam kandungan sampai nanti kalian kembali ke sisi-Nya. Semua sudah di rencanakan dan tercatat di Lauhul Mahfudz jauh sebelum manusia di ciptakan. Pertanyaanya, apakah rencana-Nya salah, atau kita yang salah? Anak yang lahir dari keluarga yang bermasalah harus selalu memiliki masadepan yang suram? Yang seolah-olah kehilangan kasih sayang dari orang tuanya, lantas membuatnya merasa “boleh” dekat dengan obat-obatan terlarang, berteman akrab dengan tawuran, dan hal-hal negative lainya yang sebenarnya semua itu hanyalah pelarian?

Apakah anak dari keluarga pas-pasan dan serba kekurangan tidak bisa menjadi pengusaha sukses yang mempunyai bisnis sendiri? Apakah anak seorang petani tidak bisa menjadi Kolongmerat? Apakah anak seorang tukang cuci tidak bisa menjadi Pilot? Apakah anak Direktur akan selalu merasakan kebahagiaan dalam hudupnya? Belum tentu!.

Dunia ini berputar seperti roda sepeda, kawan! Terkadang kalian di bawah dan terkadang kalian di atas, hari ini kalian makan tahu tembe besok lusa kalian makan daging. Hari ini jalan kaki besok lusa kalian naik Jaguar. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, sobat! SEMUA HAL MUNGKIN DAN SEMUA HAL DAPAT KITA RAIH. Maka tanamkanlah dalam diri kita bahba AKU BISA.

Ucapkan kata kata itu sesering mungkin setelah kita bangun dan berdo, karena tanpa kita sadari, kata-kata yang baik yang kita tanamkan dalam diri kita, setiap hari setiap pagi bahkan setiap saat adalah doa yang mampu mengubah semangat kita untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Kenapa bisa begitu? Ya tentu lah … secara, Allah saja mengatakan dalam hadis , “Aku sebagaimana prasangkaan hamba-Ku” jadi apa yang kalian pikirkan tanpa sadar ia akan masuk alam bawah sadar kalian dan seluruh potensi kalian akan terbuka sehingga semua energi yang ada di alam akan masuk ke dalam tubuh dan menjadi rangsangan yang paling jitu agar kita bisa meraih apa yang diinginkan. Pikiran positif akan membuat jiwa terasa bebas, sementara pikiran negative selalu akan memandang diri sebagai jiwa yang lemah bahkan tak mampu berbuat apa-apa. Itu semua akan menjadi energi buruk yang dapat mengubur dalam semua potensi yang kalian miliki. 

Kalo kalian saja tidak yakin dengan kemapuan kalian sendiri, mana orang lain akan yakin dengan kemampuanmu? Kalo kalian sendiri tidak sayang pada diri sendiri, maka mana bisa orang lain akan percaya bahwa kalian menyayanginya? 

Presiden RI Joko Widodo adalah anak seorang penjual bambu dan kayu yang kerap setiap pagi buta ayahnya sudah pergi ke pasar, tetapi ia mampu menjadi seorang Presiden RI. Ini bukti bahwa untuk menjadi sesuatu kalian tidak harus punya modal lebih dulu. Atau Andri Wongso, yang tidak tamat SD tapi bisa menjadi motivator ulung, atau orang-orang hebat lainya, kira-kira apa yang membuat mereka hebat seperti itu?

Mereka punya tekat yang kuat dalam diri untuk mengubah kehidupan ke arah yang lebih baik. Dan itu bukan kesalahan dan tidak pula menyalahi takdir. Jadi jangan terus-menerus menyalahi takdir, tapi cobalah intropeksi. Dan untuk mengintropeksi diri pun kamu membutuhkan keberanian dalam diri. 

N.Y.A.L.I. Yes … nyali! Atau keberanian! Atau mental! Jangankan untuk mengejar cita-cita untuk mengejar impian pun kita butuh yang namanya nyali. Nyali untuk gagal, nyali untuk jatuh dan nyali untuk tersungkur.

Nyali yang kuat mental baja sebagai pejuang lah yang akan dapat terbangun, bangkit dan bertahan. Karena apa? Banyak orang yang terpuruk dan gila karena mereka tidak punya nyali. Tidak punya nyali untuk jatuh dan tidak punya nyali untuk bersaing, tidak punya nyali untuk terus berusaha padahal mereka punya modal dan potensi yang luar biasa.


PERJUANGAN HIDUP 

Ketika kalian memasuki sebuah tantangan, seperti itu pulalah hidup kalian. Ketika kita mendaki maka yang kita rasakan adalah lelah, tenanga yang tidak sedikit yang kita perlukan dalam tantangan. Bagaimana tidak, tantangan yang memerlukan kekuatan, tenaga dan nyali besar yang mampu menerobos aral melintang bahkan harus merapat pada dinding dan tanah agar tidak terperosok.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#Sarapankata
#KMOIndonesia
#KMOBatch
#Kelompok6
#SarkatJadiBuku
#Day3#Sarapankata

#KMOIndonesia

#KMOBatch

#Kelompok6

#SarkatJadiBuku

#Day3

Usaha panjang yang kita lakukan, usaha keras dan perjuangan tak mudah, akan membawa kalian tersenyum lebar penuh kemenangan ketika kita sampai di puncak kemenangan. Yakin … kalian akan merasakan kepuasan dan kemenangan yang tak tertandingi, lebih dari kalian menang undian.
Pertanyaanya, apa yang membuatmu senang dan membuat kalian seolah-olah menjadi seorang yang hebat? Jawabanya bukan kalian ada di puncak kejayaan tapi karena kalian dapat melewati semua petualangan seru dari tantangan-tantangan yang mengorbankan energi dan mempertaruhkan hidupmu untuk dapat bertahan pada perjuangan.

Jiwa yang sukses adalah jiwa yang tangguh dan siap
menghadapi tantangan kehidupan

life is never flet! Hidup itu tidak pernah datar, sebagaimana artis cantic pernah berkata secara gitu loh! Coba aja kalian dating ke rumah sakitdan perhatikan bagaimana pasien yang sedang mengalami koma di kamar ICU, dari alat-alat yang di pasan di badan si pasien detak jantung bisa terdengar bahkan terlihat pada grafik datanya pasti naik turun, tapi ketika lurus dan datar pasien sudah tidak bernyawa lagi. Innalillahi wa innailaihi roji’uun.itulah gambaran kehidupan. Seperti layaknya roda yang berputar. Terkadang kita merasakan kebahagiaan terkadang juga dalam waktu yang tidak berselang lama kita akan merasakan kesedihan yang teramat sangat.
Terkadang untuk orang yang bernyali tipis dan tidak memiliki mental pemberani apalagi tidak berani dalam mengarungi tantangan hidup yang naik turun dan selalu berputar bisa menyebabkan depresi bahkan gangguan jiwa.
Satu hal yang harus selalu di ingat, bahwa hidup ini akan selalu berputar. Dan inilah suatu bentuk keadilan Allah yang sesungguhnya. Tidak ada yang abadi di dunia in, termasuk kekayaan, kemiskinan, kesusahan, kebahagiaan, semuanya akan Allah pergilirkan sesuai dengan waktu yang sudah di tetapkan oleh Allah. Kebanyakan manusia ketika ia senang mereka tidak pernah protes kepada Allah tetapi ketika ia sedih dan saat tertimpa musibah, kenapa si manusia tersebut harus protes kepada Allah. Berarti manusia itulah yang tidak adil pada diri sendiri dalam hidupnya.
Yang enak itu adalah makanan yang kalian perjuangkan dan di dapat dengan susah payah, hasil dari cucuran keringat atas perjuangan. Kemenangan akan terasa indah ketika kita mampu meraihnya dengan segala usaha yang telah kalian kerahkan.
Kemerdekaan di negeri ini pun berkat perjuangan para pahlawan. Bukan karena pemberian penjajah apalagi karena belas kasihan. Para pahlawan pejuang kemerdekaan telah mengorbankan jiwa raganya, dan semua harta benda demi untuk kemerdekaan negaranya.
Perjuangan belum berahir sampai disini! Jika kalian ingin sukses, maka kalian harus berani bersaing dengan segala tantangan dan rintangan. Terkadang harus bersaing dengan teman, bahkan kerabat sendiri. Perjuangan yang sukses adalah perjuangan yang di berkahi Allah dan cara yang baik dalam berjuang adalah tidak menghalalkan segala cara kotor yang dapat mengotori otak dan fikiran kita. Simple sih! Untuk jadi seorang pejuang kalian harus punya nyali pejuang.
Inilah perjuangan yang butuh keberanian. Berani mengatakan tidak pada hal-hal yang salah, berani mengajak orang yang salah kepada jalan yang benar dan berani mengambil sikap ketika kalian tidak dapat mengubah suatu keadaan yang dapat membahayakan diri sendiri. Masa depan kalian, orang tua, tanggung jawab, dan ingat Tuhan.
Semua itu adalah ujian yang harus di lewati, yang pilihanya ada dua, menjadi pemenang atau menjadi pecundang.
Misteri perjuangan dalam kehidupan penuh dengan kejutan yang terkadang menyenangkan ibarat mendapatkan hadiah dan mendali emas atau pun sangat menyedihkan Ibarat terkena bencana dasyat yang tak pernah di rencanakan sebelumnya oleh manusia.
Bagai mana caranya kalian menyikapi kejutan ini? Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi di masa depanya. Tidak seorang pun, karena tidak ada satu manusia pun yang ada di bumi ini yang mengetahui rahasia langit.
Inilah rahasia langit, jodoh, maut dan rezeki hanya Allah yang maha mengetahui, bahkan utusan-utusanya pun tidak satupun mengetahui.
Allah SWT sudah mengatur kehidupan manusia dalam sebuah menejemen yang bebas dari campur aduk tangan manusia. Tidak pula malaikat bahkan jin. Tetapi setiap hal yang terjadi dalam kehidupan ini selalu di pantau oleh malaikat utusan-utusan Nya. Masalah yang terkadang selalu hadir dalam kehidupan banyak kejutan yang kita temui di dalamnya. Namun mengapa? Ketika di kalian di berikan kesenangan tidak adanya protes yang terucap, sementara jika kalian di berikan kesusahan kalian selalu protes dan bahkan menyalahkan dan selalu mengeluh. Menyalahkan Allah berkata kalaulah Allah itu tidak adil tetapi sebenarnya kitalah yang tidak adil.
Kado yang kita terima dalam kehidupan ini isinya bisa bermacam-macam ada kado yang kita sukai bahkan ada kado yang sangat menakutkan. Kuncinya ada pada diri kalian jika kalian suka dengan kado tersebut maka kalian harus menjaganya dengan baik.

Usaha panjang yang kita lakukan, usaha keras dan perjuangan tak mudah, akan membawa kalian tersenyum lebar penuh kemenangan ketika kita sampai di puncak kemenangan. Yakin … kalian akan merasakan kepuasan dan kemenangan yang tak tertandingi, lebih dari kalian menang undian.

Pertanyaanya, apa yang membuatmu senang dan membuat kalian seolah-olah menjadi seorang yang hebat?  Jawabanya bukan kalian ada di puncak kejayaan tapi karena kalian dapat melewati semua petualangan seru dari tantangan-tantangan yang mengorbankan energi dan mempertaruhkan hidupmu untuk dapat bertahan pada perjuangan.


Jiwa yang sukses adalah jiwa yang tangguh dan siap

menghadapi tantangan kehidupan

 

life is never flet! Hidup itu tidak pernah datar, sebagaimana artis cantic pernah berkata secara gitu loh! Coba aja kalian dating ke rumah sakitdan perhatikan bagaimana pasien yang sedang mengalami koma di kamar ICU, dari alat-alat yang di pasan di badan si pasien detak jantung bisa terdengar bahkan terlihat pada grafik datanya pasti naik turun, tapi ketika lurus dan datar pasien sudah tidak bernyawa lagi. Innalillahi wa innailaihi roji’uun.itulah gambaran kehidupan. Seperti layaknya roda yang berputar. Terkadang kita merasakan kebahagiaan terkadang juga dalam waktu yang tidak berselang lama kita akan merasakan kesedihan yang teramat sangat. 

Terkadang untuk orang yang bernyali tipis dan tidak memiliki mental pemberani apalagi tidak berani dalam mengarungi tantangan hidup yang naik turun dan selalu berputar bisa menyebabkan depresi bahkan gangguan jiwa.

Satu hal yang harus selalu di ingat, bahwa hidup ini akan selalu berputar. Dan inilah suatu bentuk keadilan Allah yang sesungguhnya. Tidak ada yang abadi di dunia in, termasuk kekayaan, kemiskinan, kesusahan, kebahagiaan, semuanya akan Allah pergilirkan sesuai dengan waktu yang sudah di tetapkan oleh Allah. Kebanyakan manusia ketika ia senang mereka tidak pernah protes kepada Allah tetapi ketika ia sedih dan saat tertimpa musibah, kenapa si manusia tersebut harus protes kepada Allah. Berarti manusia itulah yang tidak adil pada diri sendiri dalam hidupnya. 

Yang enak itu adalah makanan yang kalian perjuangkan dan di dapat dengan susah payah, hasil dari cucuran keringat atas perjuangan. Kemenangan akan terasa indah ketika kita mampu meraihnya dengan segala usaha yang telah kalian kerahkan.

Kemerdekaan di negeri ini pun berkat perjuangan para pahlawan. Bukan karena pemberian penjajah apalagi karena belas kasihan. Para pahlawan pejuang kemerdekaan telah mengorbankan jiwa raganya, dan semua harta benda demi untuk kemerdekaan negaranya.

Perjuangan belum berahir sampai disini! Jika kalian ingin sukses, maka kalian harus berani bersaing dengan segala tantangan dan rintangan. Terkadang harus bersaing dengan teman, bahkan kerabat sendiri. Perjuangan yang sukses adalah perjuangan yang di berkahi Allah dan cara yang baik dalam berjuang adalah tidak menghalalkan segala cara kotor yang dapat mengotori otak dan fikiran kita. Simple sih! Untuk jadi seorang pejuang kalian harus punya nyali pejuang.

Inilah perjuangan yang butuh keberanian. Berani mengatakan tidak pada hal-hal yang salah, berani mengajak orang yang salah kepada jalan yang benar dan berani mengambil sikap ketika kalian tidak dapat mengubah suatu keadaan yang dapat membahayakan diri sendiri. Masa depan kalian, orang tua, tanggung jawab, dan ingat Tuhan.

Semua itu adalah ujian yang harus di lewati, yang pilihanya ada dua, menjadi pemenang atau menjadi pecundang.

Misteri perjuangan dalam kehidupan penuh dengan kejutan yang terkadang menyenangkan ibarat mendapatkan hadiah dan mendali emas atau pun sangat menyedihkan Ibarat terkena bencana dasyat yang tak pernah di rencanakan sebelumnya oleh manusia. 

Bagai mana caranya kalian menyikapi kejutan ini? Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi di masa depanya. Tidak seorang pun, karena tidak ada satu manusia pun yang ada di bumi ini yang mengetahui rahasia langit. 

Inilah rahasia langit, jodoh, maut dan rezeki hanya Allah yang maha mengetahui, bahkan utusan-utusanya pun tidak satupun mengetahui.

Allah SWT sudah mengatur kehidupan manusia dalam sebuah menejemen yang bebas dari campur aduk tangan manusia. Tidak pula malaikat bahkan jin. Tetapi setiap hal yang terjadi dalam kehidupan ini selalu di pantau oleh malaikat utusan-utusan Nya. Masalah yang terkadang selalu hadir dalam kehidupan banyak kejutan yang kita temui di dalamnya. Namun mengapa? Ketika di kalian di berikan kesenangan tidak adanya protes yang terucap, sementara jika kalian di berikan kesusahan kalian selalu protes dan bahkan menyalahkan dan selalu mengeluh. Menyalahkan Allah berkata kalaulah Allah itu tidak adil tetapi sebenarnya kitalah yang tidak adil.

Kado yang kita terima dalam kehidupan ini isinya bisa bermacam-macam ada kado yang kita sukai bahkan ada kado yang sangat menakutkan. Kuncinya ada pada diri kalian jika kalian suka dengan kado tersebut maka kalian harus menjaganya dengan baik. 


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#Sarapankata
#KMOIndonesia
#KMOBatch
#Kelompok6
#SarkatJadiBuku
#Day4

Namun jika kalian tidak suka dengan kado yang kalian peroleh maka ada dua pilihan, menerimanya atau mengembalikan kado tersebut.
Kita tidak pernah tahu akan terjadi apa pada diri kita, inilah misteri kehidupan manusi. Hidup tak ubahnya seperti penantian. Seperti siang menanti malam, matahari menanti rembulan, hari menanti minggu, panas menanti hujan, inilah siklus dari kehidupan. Percayalah! Semua sudah ada yang mengaturnya. Terkadang kita sering memaksakan sesuatu, yang di dapat bukanlah kebahagiaan tapi justru penyesalan yang sangat membekas di dalam hati.

Yup! Hari esok bisa lebih baik bahkan esok pun bisa lebih sulit, dari itu kalian membutuhkan persiapan yang matang untuk menjalani kehidupan.

Tomorrow must be better or tomorrow must be difficult.

NYALI DALAM HIDUP
Dunia Ladang Beramal
Apa yang kita tanam maka itu yang akan kita tuai. Terkadang dalam menanam kebaikan ada keburukan yang akan kita dapatkan, menanam padi pun ilalang akan tumbuh namu jika ilalang yang akan di tanam padi tidak akan ikut tumbuh.
Siapa yang menanam keburukan maka dia akan menuai kehancuran. Sadar atau tidak, kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Ibarat sebuah perjalanan, kehidupan di dunia ini ibarat sebuah stasiun di mana kita sedang mencari kereta yang tepat untuk membawa kita pulang ke kampong halaman yaitu kampong akhirat.
Setiap pertemuan ada perpisahan. Setiap awal ada ahirnya. Setiap yang bernyawa akan mati. Itu sudah ketentuan Allah Swt., dalam kehidupan ini hanyalah allah yang kekal dan abadi. Kontrak hidup manusia di dunia hanyalah 60 tahun, sementara kehidupan akhirat itu kekal dan abadi. Semua yang kita punya di dunia ini harta, anak istri atau suami maupun yang lainya yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan, semuanya tidak akan kita bawa mati dan semuanya akan kembali oleh sang maha pemilik.
Perumpamaan tukang parker apabila kendaraan yang di parker oleh sang pemiliknya apakah tukang parker tersebut marah? Tentu tidak kan! Nah begitulah kehidupan kit ajika apa yang kita miliki di ambil oleh sang pemiliknya.
Kehidupan di dunia telah Allah pasangkan. Ada malam asiang, ada bulan dan juga ada bintang, ada senang dan juga ada susah, ada tawa ada tangis, ada baik dan jahat, ada penulis ada pembaca, dan ada juga yang lainya.
Kontrak kehidupan di dunia hanyalah sebentar sementara di akhirat waktu penantian perhitungan amal sangat panjang.
Kita perhatikan orang yang begitu mencintai dunia hingga seolah-olah dia takut mati. Seluruh waktunya ia habiskan untuk bekerja, seluruh tenaganya ia habiskan untuk mencari kesenangan dunia sementara ia tidak tahu kematian mengintainya! Apa coba yang sudah ia persiapkan untuk pulang ke kampong halamanya? Yaitu kampong akhirat! Sering kita dengar perkataan orang, saya ingin berubah? Tapi nanti kalo saya sudah berusia 40 tahun. Apakah ada yang dapat menjamin bahwa ia akan hidup sampai usia tersebut?
Di dunia yang fana ini banyak orang yang telah melupakan sang pencipta kehidupan. Hingga mereka merasa bahwa semua yang telah didapatnya hanyalah karena usahanya sendiri. Dia lupa ada yang membantunya. Ada kedua orang tuanya, ada doa-doa saudaranya dan merekapun lupa bahwa ada campur tangan Allah di dalamnya. Jangan sampei deh kalian punya pemikiran yang seperti itu. Karena pemikiran yang seperti itu adalah pemikiran yang di miliki qorun, seorang hartawan yang cinta dunia terkaya namun kikir sehingga Allah murka dan di tenggelamkanya dia bersama hartanya ke dasar bumi.
Kebaikan yang kita tanam walaupun sebiji sawi akan Allah balas berlipat-lipat. Dan kejahatan sebesar apapun akan Allah balas sesuai dengan apa yang di perbuat. Inilah kehidupan.

Persiapan Nyali
Wah, pembahasan semakin mendidih ya???
Banyak orang yang berubah ketika menghadapi sebuah masalah dan tantangan. Hidup untuk berjuang, hidup butuh persiapan, hidup butuh nyali yang besar dan hidup akan meghadapi kematian. Bukankah semua mahluk hidup itu akan mati? Jangankan manusia, hewan dan tanaman pun akan menemui kematian, alat elektronik pun jug ajika dayanya sudah habis dia akan mati. Dan takjarang … manusia yang mengalami ujian bahkan yang akan menghadapi kematian akan berubah menjadi baik.
Segala sesuatu yang Allah ciptakan di dunia ini sudah seimbang, sudah sesuai dengan kebutuhan ciptaanya. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Sesuatu yang terlalu mnispun tidak enak bahkan bisa menjadi pahit. Intinya semuanya harus proposional, yaitu sesuai dengan porsinya.
Manusia membutuhkan makanan untuk hidu, bukan hidup untuk makan. Awas! Jangan di balik ya …. Begitupun dengan hal yang lainya, manusia membutuhkan uang namun uang bukan lah segala-galanya. Ia pun membutuhkan cinta dan kasih sayang, bukan berarti cinta harus menjadi yang di agungkanya apalagi menjadikan kita budak cinta. Yang terpenting adalah bukan bagaimana kita hidup, tapi bagaimana kita hidup.

Namun jika kalian tidak suka dengan kado yang kalian peroleh maka ada dua pilihan, menerimanya atau mengembalikan kado tersebut.

Kita tidak pernah tahu akan terjadi apa pada diri kita, inilah misteri kehidupan manusi. Hidup tak ubahnya seperti penantian. Seperti siang menanti malam, matahari menanti rembulan, hari menanti minggu, panas menanti hujan, inilah siklus dari kehidupan. Percayalah! Semua sudah ada yang mengaturnya. Terkadang kita sering memaksakan sesuatu, yang di dapat bukanlah kebahagiaan tapi justru penyesalan yang sangat membekas di dalam hati.


Yup! Hari esok bisa lebih baik bahkan esok pun bisa lebih sulit, dari itu kalian membutuhkan persiapan yang matang untuk menjalani kehidupan. 


Tomorrow must be better or tomorrow must be difficult.


NYALI DALAM HIDUP 

Dunia Ladang Beramal

Apa yang kita tanam maka itu yang akan kita tuai. Terkadang dalam menanam kebaikan ada keburukan yang akan kita dapatkan, menanam padi pun ilalang akan tumbuh namu jika ilalang yang akan di tanam padi tidak akan ikut tumbuh. 

Siapa yang menanam keburukan maka dia akan menuai kehancuran. Sadar atau tidak, kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Ibarat sebuah perjalanan, kehidupan di dunia ini ibarat sebuah stasiun di mana kita sedang mencari kereta yang tepat untuk membawa kita pulang ke kampong halaman yaitu kampong akhirat.

Setiap pertemuan ada perpisahan. Setiap awal ada ahirnya. Setiap yang bernyawa akan mati. Itu sudah ketentuan Allah Swt., dalam kehidupan ini hanyalah allah yang kekal dan abadi. Kontrak hidup manusia di dunia hanyalah 60 tahun, sementara kehidupan akhirat itu kekal dan abadi. Semua yang kita punya di dunia ini harta, anak istri atau suami maupun yang lainya yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan, semuanya tidak akan kita bawa mati dan semuanya akan kembali oleh sang maha pemilik. 

Perumpamaan tukang parker apabila kendaraan yang di parker oleh sang pemiliknya apakah tukang parker tersebut marah? Tentu tidak kan! Nah begitulah kehidupan kit ajika apa yang kita miliki di ambil oleh sang pemiliknya.

Kehidupan di dunia telah Allah pasangkan. Ada malam asiang, ada bulan dan juga ada bintang, ada senang dan juga ada susah, ada tawa ada tangis, ada baik dan jahat, ada penulis ada pembaca, dan ada juga yang lainya. 

Kontrak kehidupan di dunia hanyalah sebentar sementara di akhirat waktu penantian perhitungan amal sangat panjang.

Kita perhatikan orang yang begitu mencintai dunia hingga seolah-olah dia takut mati. Seluruh waktunya ia habiskan untuk bekerja, seluruh tenaganya ia habiskan untuk mencari kesenangan dunia sementara ia tidak tahu kematian mengintainya! Apa coba yang sudah ia persiapkan untuk pulang ke kampong halamanya? Yaitu kampong akhirat! Sering kita dengar perkataan orang, saya ingin berubah? Tapi nanti kalo saya sudah berusia 40 tahun. Apakah ada yang dapat menjamin bahwa ia akan hidup sampai usia tersebut? 

Di dunia yang fana ini banyak orang yang telah melupakan sang pencipta kehidupan. Hingga mereka merasa bahwa semua yang telah didapatnya hanyalah karena usahanya sendiri. Dia lupa ada yang membantunya. Ada kedua orang tuanya, ada doa-doa saudaranya dan merekapun lupa bahwa ada campur tangan Allah di dalamnya. Jangan sampei deh kalian punya pemikiran yang seperti itu. Karena pemikiran yang seperti itu adalah pemikiran yang di miliki qorun, seorang hartawan yang cinta dunia terkaya namun kikir sehingga Allah murka dan di tenggelamkanya dia bersama hartanya ke dasar bumi.

Kebaikan yang kita tanam walaupun sebiji sawi akan Allah balas berlipat-lipat. Dan kejahatan sebesar apapun akan Allah balas sesuai dengan apa yang di perbuat. Inilah kehidupan.  


Persiapan Nyali 

Wah, pembahasan semakin mendidih ya???

Banyak orang yang berubah ketika menghadapi sebuah masalah dan tantangan. Hidup untuk berjuang, hidup butuh persiapan, hidup butuh nyali yang besar dan hidup akan meghadapi kematian. Bukankah semua mahluk hidup itu akan mati? Jangankan manusia, hewan dan tanaman pun akan menemui kematian, alat elektronik pun jug ajika dayanya sudah habis dia akan mati. Dan takjarang … manusia yang mengalami ujian bahkan yang akan menghadapi kematian akan berubah menjadi baik. 

Segala sesuatu yang Allah ciptakan di dunia ini sudah seimbang, sudah sesuai dengan kebutuhan ciptaanya. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Sesuatu yang terlalu mnispun tidak enak bahkan bisa menjadi pahit. Intinya semuanya harus proposional, yaitu sesuai dengan porsinya.

Manusia membutuhkan makanan untuk hidu, bukan hidup untuk makan. Awas! Jangan di balik ya …. Begitupun dengan hal yang lainya, manusia membutuhkan uang namun uang bukan lah segala-galanya. Ia pun membutuhkan cinta dan kasih sayang, bukan berarti cinta harus menjadi yang di agungkanya apalagi menjadikan kita budak cinta. Yang terpenting adalah bukan bagaimana kita hidup, tapi bagaimana kita hidup.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#Sarapankata

#KMOIndone

#KMOBatch

#Kelompok6

#SarkatJadiBuku

#Day5

Ada manusia yang hidup puluhan tahun bahkan ada beberapa yang mampu hidup sampai serratus tahun, namun apakah kehidupan itu memberikan keberkahan bagi si pemilim usia?
Orang selalu fokus akan kesuksesan dunia yang di raihnya, padahal itu hanyalah sementara, namun alangkah mengerikanya apabila kesuksesan tersebut merupakan kegagalan akhirat. Orang-orang seperti qorun lah yang diberikan kesuksesan di dunia namun ia lupa akan kekuasaan sang pencipta nya. Tentu lah mereka orang-orang yang merugi. Hidup itu adalah masalah. Seperti yang sudah di bahas di awal, Allah memberikan masalah dalam kehidupan agar semata-mata kita selalu mendekatkan diri kepada Allah? Kalian pasti sudah sadar kalua yang namanya kehidupan itu adalah ujian. Dan setiap manusia akanmengalaminya. Manusia akan di uji sampai titik yang terlemh sesuai batas kemampuanya masing-masing.
Yup! Cobalah kita perhatikan lagi manusia yang tidak menyukai hal-hal yang buruk pastilah ia tidak akan melakukan keburukan begitupun sebaliknya jika manusia tersebut menyukai keburukan maka manusia tersebut akan dengan senang tanpa bersalah akan melakukan keburukan tersebut.
Tanpa kita sadari, apa yang menjadi kesenangan dan hobi kita itulah yang akan kita lakukan. Apa yang akan menjadi kekuatan saat itu pulalah akan menjadi kelemahan bagi kita. Maka jangan pernah bersandar pada sesuatu yang membutuhkan sandaran, jangan berpegang pada sesuatu yang juga membutuhkan pegangan tetapi berpegang teguhlah kepada Tuhan yang menciptakan. Karena sesuangguhnya, kunci ketidak bahagiaan adalah apabila kita selalu menggantungkan diri kepada selain dari sang maha kholik. Maka kejarlah duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya, tapi jangan lupa akhiratmu seolah-olah kamu akan mati esok.
Kita ulas lagi … kampong halaman kita adalah akhirat yang abadi. Coba perhatikan orang yang akan melakukan mudik atau pulang kampong, amat sangat ribetnya mereka mempersiapkan segala sesuatu yang akan di bawanya, dari mulai pakaian, perhiasan, makanan, bahkan uang jajan semuanya sudah di fikirkan dan di persiapkan dengan matang. Sekarang coba persiapkan bagaimana cara kalian untuk pulang kampung ke akhirat? Sudahkah kalian mempersiapkan dengan matang apa yang harus kalian bawa ke kampung yang kekal itu? Tidak ada yang pernah kembali jika sudah ada yang pulang kampong akhirat. Karena kampong akhirat adalah kekal.
Jika kita mengejar dunia, biasanya kita akan terlena dibuatnya sampai-sampai kita melupakan akhirat. Sementara jika kita mengejar akhirat, insya Allah dunia akan mengikutinya. Karena apa? Kasih sayang Allah sangat Besar dan dekat dengan hambanya. Kita butuh Allah di setiap langkah kehidupan kita. Jangan bingung ya! Dalam melangkah kita selalu sertakan bahwa Allah selalu ada dan dekat. Jika kita kebingungan dalam melangkah, sebenarnya kita itu tidak jujur pada diri sendiri. Apa yang kita inginkan dalam hidup? Terkadang manusia sulit untuk jujur pada dirinya sendiri bahkan orang lain, kalaulah sudah seperti itu maka satu-satunya tempat mengadu adalah melalui untaian doa karena kita tidak akan pernah bisa menipu diri kita apa lagi menipu Allah.
Untuk dapat berubah menjadi baik, kita harus mempersiapkan nyali yang besar. Sebab apa? Terkadang penghalang perubahan dalam diri kita adalah orang terdekat, saudara, sahabat bahkan keluarga. Cara menghalanginya bermacam-macam, dari mulai cara yang kasar sampai dengan cara yang halus seperti bom yang dapat memporak porandakan “ hai sudah bejat ya bejat saja.” Yakin kamu mau berubah ntar kalo di jauhi temanmu bagaimana? Tas sedih lagi” atau ada kata-kata “jangan sok alim ah” kalimat itu sering kita dengar ketika kita mau berubah dan punya nyali besar untuk menghadapinya maka kita akan dapat berubah menjadi lebih baik. Namun jika tidak maka itu akan menjadi bom yang siap menghancurkan nyali yang sudah kita miliki. Percayalah, jika kita memiliki teman yang baik, pasti ia akan mendukung perubahan kea rah yang baik.
Renungkanlah!
“lebih baik pernah jadi orang jahat dari pada pernah jadi orang baok”
Kita tidak tahu kapan batas waktu kita akan tinggal di dunia. Semestinya kita renungi semua perjalanan hidup kita. Bukan berpesta poya merayakan hari ulang tahun seperti menghitung batas umur. Sudahkan kita memberikan manfaat kepada orang lain? Atau jangan-jangan kita termasuk orang yang tidak di harapkan? Dan kepergianya di nanti-nanti? Atau kedatangan kita sama sekali tidak menggenapkan bahkan tidak mengganjilkan, karena keberadaan kita yang tidak berpengaruh sama sekali dalam kehidupan mereka. Itu yang sering di sebut derita lo sendiri ya!
Kalua kita tidak mau di anggap seperti apa yang di sebutkan di atas, maka ayolah berubah. Tanamkan prinsip dalam hati bahwa dunia di tanganku, akhirat dihatiku. Artinya potensi diri yang kita miliki bukan hanya untuk diri sendiri, tapi bagai mana potendi itu dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Kita harus kaya! Agar kita bisa membantu yang lain. Jika kita tidak kaya kita pastinya tidak akan dapat membantu orang lain. Selalin kita bisa menyenangkan orang lain, kita bisa memberikan manfaat lebih dari waktu yang kita miliki, baik tenaga maupun fikiran kita bisa kita manfaatkan untuk lingkungan maupun bermanfaat bagi yang lainya.
Kalo punya kesempata masuk surha VIP kenapa berharap yang di emperanya ( ngak ada kali syurga yang ada emperanya …) emang amparan pasar apa he he . Ini hanya pribahasa ya. Kalua mempunyai kesempatan masuk surge firdaus kenapa tidak? Jangan sampai hanya sampai depan pintunya saja ya? kalo ada kesempatan yang bagus kenapa berharap yang setandar. Betul ngak???

Ada manusia yang hidup puluhan tahun bahkan ada beberapa yang mampu hidup sampai serratus tahun, namun apakah kehidupan itu memberikan keberkahan bagi si pemilim usia? 

Orang selalu fokus akan kesuksesan dunia yang di raihnya, padahal itu hanyalah sementara, namun alangkah mengerikanya apabila kesuksesan tersebut merupakan kegagalan akhirat. Orang-orang seperti qorun lah yang diberikan kesuksesan di dunia namun ia lupa akan kekuasaan sang pencipta nya. Tentu lah mereka orang-orang yang merugi. Hidup itu adalah masalah. Seperti yang sudah di bahas di awal, Allah memberikan masalah dalam kehidupan agar semata-mata kita selalu mendekatkan diri kepada Allah? Kalian pasti sudah sadar kalua yang namanya kehidupan itu adalah ujian. Dan setiap manusia akanmengalaminya. Manusia akan di uji sampai titik yang terlemh sesuai batas kemampuanya masing-masing. 

Yup! Cobalah kita perhatikan lagi manusia yang tidak menyukai hal-hal yang buruk pastilah ia tidak akan melakukan keburukan begitupun sebaliknya jika manusia tersebut menyukai keburukan maka manusia tersebut akan dengan senang tanpa bersalah akan melakukan keburukan tersebut. 

Tanpa kita sadari, apa yang menjadi kesenangan dan hobi kita itulah yang akan kita lakukan. Apa yang akan menjadi kekuatan saat itu pulalah akan menjadi kelemahan bagi kita. Maka jangan pernah bersandar pada sesuatu yang membutuhkan sandaran, jangan berpegang pada sesuatu yang juga membutuhkan pegangan tetapi berpegang teguhlah kepada Tuhan yang menciptakan. Karena sesuangguhnya, kunci ketidak bahagiaan adalah apabila kita selalu menggantungkan diri kepada selain dari sang maha kholik. Maka kejarlah duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya, tapi jangan lupa akhiratmu seolah-olah kamu akan mati esok. 

Kita ulas lagi … kampong halaman kita adalah akhirat yang abadi. Coba perhatikan orang yang akan melakukan mudik atau pulang kampong, amat sangat ribetnya mereka mempersiapkan segala sesuatu yang akan di bawanya, dari mulai pakaian, perhiasan, makanan, bahkan uang jajan semuanya sudah di fikirkan dan di persiapkan dengan matang. Sekarang coba persiapkan bagaimana cara kalian untuk pulang kampung ke akhirat? Sudahkah kalian mempersiapkan dengan matang apa yang harus kalian bawa ke kampung yang kekal itu? Tidak ada yang pernah kembali jika sudah ada yang pulang kampong akhirat. Karena kampong akhirat adalah kekal.

Jika kita mengejar dunia, biasanya kita akan terlena dibuatnya sampai-sampai kita melupakan akhirat. Sementara jika kita mengejar akhirat, insya Allah dunia akan mengikutinya. Karena apa? Kasih sayang Allah sangat Besar dan dekat dengan hambanya. Kita butuh Allah di setiap langkah kehidupan kita. Jangan bingung ya! Dalam melangkah kita selalu sertakan bahwa Allah selalu ada dan dekat. Jika kita kebingungan dalam melangkah, sebenarnya kita itu tidak jujur pada diri sendiri. Apa yang kita inginkan dalam hidup? Terkadang manusia sulit untuk jujur pada dirinya sendiri bahkan orang lain, kalaulah sudah seperti itu maka satu-satunya tempat mengadu adalah melalui untaian doa karena kita tidak akan pernah bisa menipu diri kita apa lagi menipu Allah. 

Untuk dapat berubah menjadi baik, kita harus mempersiapkan nyali yang besar. Sebab apa? Terkadang penghalang perubahan dalam diri kita adalah orang terdekat, saudara, sahabat bahkan keluarga. Cara menghalanginya bermacam-macam, dari mulai cara yang kasar sampai dengan cara yang halus seperti bom yang dapat memporak porandakan  “ hai sudah bejat ya bejat saja.” Yakin kamu mau berubah ntar kalo di jauhi temanmu bagaimana? Tas sedih lagi” atau ada kata-kata “jangan sok alim ah” kalimat itu sering kita dengar ketika kita mau berubah dan punya nyali besar untuk menghadapinya maka kita akan dapat berubah menjadi lebih baik. Namun jika tidak maka itu akan menjadi bom yang siap menghancurkan nyali yang sudah kita miliki. Percayalah, jika kita memiliki teman yang baik, pasti ia akan mendukung perubahan kea rah yang baik.

Renungkanlah!

“lebih baik pernah jadi orang jahat dari pada pernah jadi orang baok”

Kita tidak tahu kapan batas waktu kita akan tinggal di dunia. Semestinya kita renungi semua perjalanan hidup kita. Bukan berpesta poya merayakan hari ulang tahun seperti menghitung batas umur. Sudahkan kita memberikan manfaat kepada orang lain? Atau jangan-jangan kita termasuk orang yang tidak di harapkan? Dan kepergianya di nanti-nanti? Atau kedatangan kita sama sekali tidak menggenapkan bahkan tidak mengganjilkan, karena keberadaan kita yang tidak berpengaruh sama sekali dalam kehidupan mereka. Itu yang sering di sebut derita lo sendiri ya!

Kalua kita tidak mau di anggap seperti apa yang di sebutkan di atas, maka ayolah berubah. Tanamkan prinsip dalam hati bahwa dunia di tanganku, akhirat dihatiku. Artinya potensi diri yang kita miliki bukan hanya untuk diri sendiri, tapi bagai mana potendi itu dapat memberikan manfaat bagi orang lain. 

Kita harus kaya! Agar kita bisa membantu yang lain. Jika kita tidak kaya kita pastinya tidak akan dapat membantu orang lain. Selalin kita bisa menyenangkan orang lain, kita bisa memberikan manfaat lebih dari waktu yang kita miliki, baik tenaga maupun fikiran kita bisa kita manfaatkan untuk lingkungan maupun bermanfaat bagi yang lainya. 

Kalo punya kesempata masuk surha VIP kenapa berharap yang di emperanya ( ngak ada kali syurga yang ada emperanya …) emang amparan pasar apa he he . Ini hanya pribahasa ya. Kalua mempunyai kesempatan masuk surge firdaus kenapa tidak? Jangan sampai hanya sampai depan pintunya saja ya? kalo ada kesempatan yang bagus kenapa berharap yang setandar. Betul ngak??? 


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#Sarapankata
#KMOIndonesia
#KMOBatch
#Kelompok6
#SarkatJadiBuku
#Day6

MANUSIA BERNYALI ITU BUKAN DEWA
Yang bernyali Itu Bukan Dewa Apalagi Malaikat
Allah menciptakan mahluknya dari berbagai macam, iblis di ciptakan dari api sedangkan malaikat Allah ciptakan dari cahaya dan manusia Allah ciptakan dari saripati tanah. Sejak Adam as. Manusia pertama yang Allah ciptakan dan Allah telah memberikan kepadanya keistimewaan. Allah mengajarkan kepadanya nama-nama benda yang mana beliau dengan cepat menghafalnya. Sejak saat itulah Allah memerintahkan para malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Adam.
Ketika semua malaikat bersujud kepada Adam as si iblis dengan kepongahanya tetap tegak. Satu hal perlu di cermati di sini, ketika para malaikat bersujud kepada Adam as, bukan berarti perintah itu dimaknai sebagai ibadah sebagaimana sujudnya para mahluk kepada allah Swt. Melainkan sebagai bukti penghormatan mereka kepada Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah Swt. Barulah setelah itu Allah Swt menciptakan hawa untuk menemani sang Adam.
Nah, sejak itulak si iblis tidak menyukai Adam karena menganggap dia lebih tinggi derajatnya dari manusia. Dengan segala tipi daya si iblis mengajak Adam untuk melanggar setiap perintah Allah dan mendekati seluruh yang di larang Allah. Adam tidak tergoda oleh bujuk rayuan si iblis, sehingga iblis menggoda Siti Hawa dan tergodalah Siti Hawa. Ahirnya mereka diturunkan ke bumi.
Sejak peristiwa yang menyedihkan itu, mulailah Adam dan Siti Hawa menerima perintah untuk hidup di bumi, dimana kehidupanya sangat jauh sekali dengan kehidupan di surge. Di bumi mereka harus dapat bertahan hidup dengan mencari makanan dengan cara berburu, beternak dan harus menjaga dirinya dari marabahaya yang mengancam.
Tapi dimana kita berbuat salah pastilah ada konsekuensinya. Begitupun yang terjadi pada Adam dan Siti Hawa konsekuensi yang mereka terima adalah akibat kesalahan mereka. Namun bukan berarti Allah tidak menerima tobat mereka. Allah maha pengampun dan memang manusia tempatnya salah dan dosa. Allah tetap memberikan kesempatan kepada Adam dan anak cucunya untuk kembali menjadi penghuni surge selama mereka masih mau bertaubatatas segala kesalahanya dan mampu menjalankan tugas-tugas ibadahnya dengan baik.
Dari peristiwa tersebut di kutuklah iblis secara permanen oleh Allah Swt. Dan sejak itu pulalah iblis selalu menaburkan benih-benih kebencianya serta bersumpah untuk selalu menggoda manusia agar tersesat seperti mereka.
Dan Allah tetaplah adil kepada iblis yang telah ingkar kepada Allah, salah satunya allah memberikan tenggat waktu kepada iblis atas tekat buruknya untuk menggoda manusia hingga ahir zaman. Itu semua bukan karena Allah tidak sayang sama manusia, justru karena Allah sangat sayang kepada manusia maka Allah berikan potensi kepada manusia yang tidak di miliki oleh mahluk lainya yaitu akal. Karena dengan akal manusia mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang baik dan mana yang buruk.
Potensi keimanan pun Allah berikan untuk berfikir. Allah pun memberikan dua jalan kepada manusia, yaitu jalan kebenaran dan keburukan yaitu jalan kesesatan. Jalan kanan atau jalan kiri, dan semuanya itu kembali kepada manusianya itu sendiri, apakan ia mampu menjadi manusia yang diberikan rahmat atau malah menjadi manusia yang di laknat Allah Swt.
Nah, terbuktilah bahwa manusia diciptakan dengan segala potensi dan kasih sayang-Nya, hanya tinggal bagaiman manusianya. Adam diciptakan dari saripati tanah sedang generasi selanjutnya mengalami proses dari air mani yang hina yang di simpan dalam tempat yang kokoh dalam Rahim, yang kemudian menjadi segumpal daging dan selanjutnya menjadi tulang belulang yang kemudian terbungkus daging menjadi makhluk yang berbentuk.
Proses penciptaan manusia semuanya sama, namun tidak ada seorangpun yang sama di dunia ini. Semua tak sama bahkan anak kembarpun tidak ada yang sama pasti mereka memiliki perbedaan pada salah satu fisiknya dan memiliki hanya salah satu persamaan fisiknya saja. Sama seperti halnya tanaman. Coba kita perhatikan pohon di hutan yang satu jenis, mereka sejenis namun mereka tidak sama pasti terdapat perbedaan pada yang lainya baik itu tinggi, besar maupun cabang dan rantingnya, warnanya pun berbeda-beda ada yang hijau, coklat, kuning dan warna lainya. Jika saja semua makhluk di ciptakan sama, maka manusia akan jenuh. Itu sebuah bukti bahwa Allah juga menyukai keindahan Allah pun mempunyai seni dalam penciptaanya.
Kalua suatu yang tabu di perlihatkan dan di anggap sebagai nilai seni, apakah keindahan tersebut membuat manusia semakin denkat dengan sang penciptanya? Karena iblispun mempunyai berbagai akal untuk membuat manusia tergiur untuk selalu memilih keindahan yang salah, tetapi manusiapun tak kalah sempurna Allah menciptakanya, manusia memiliki akal tentang bagaimana seharusnya menempatkan sebuah nilai seni agar tidak terjerumus dalam lembah nista.
Kembali lagi kepada manusia, manusia bukanlah dewa apalagi malaikat, manusia itu tempatnya salah namun Allah sebagai sang pencipta maha pengampun. Kalua malaikat memiliki kecenderungan untuk selalu bertakwa kepada Allah Swt, maka iblispun memiliki kecenderungan untuk membangkang kepada Allah. Iblis saja yang tidak taat pada satu perintah yang di berikan Allah di anggap durhaka kepada allah apalagi manusia yang sudah membangkang pada ayat-ayat-Nya?
Jangan marah dengan buku yang saya buat, boleh marah tapi rennungkanlah beberapa saat saja. Semoga saja ketika marahmu sudah reda kamu kembali dapat membacanya. Itu artinya kamu masih dalam proses memilih mau jadi manusia atau join dengan iblis? Tetapi jika kamu membacanya kemudian kamu marah, ngomel tak jelas boleh lah kita sama sama makan durian sambal berbagi cerita melalui kehidupan. He he he
Percayalah Allah menciptakan manusia dan jin sesungguhnya untuk beribadah kepada-Nya. Hanya untuk menyembah-Nya. Dalam Al-Quran surah Adz-Dzariyat sudah di jelaskan bahwa;
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

MANUSIA BERNYALI ITU BUKAN DEWA

Yang bernyali Itu Bukan Dewa Apalagi Malaikat

Allah menciptakan mahluknya dari berbagai macam, iblis di ciptakan dari api sedangkan malaikat Allah ciptakan dari cahaya dan manusia Allah ciptakan dari saripati tanah. Sejak Adam as. Manusia pertama yang Allah ciptakan dan Allah telah memberikan kepadanya keistimewaan. Allah mengajarkan kepadanya nama-nama benda yang mana beliau dengan cepat menghafalnya. Sejak saat itulah Allah memerintahkan para malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Adam. 

Ketika semua malaikat bersujud kepada Adam as si iblis dengan kepongahanya tetap tegak. Satu hal perlu di cermati di sini, ketika para malaikat bersujud kepada Adam as, bukan berarti perintah itu dimaknai sebagai ibadah sebagaimana sujudnya para mahluk kepada allah Swt. Melainkan sebagai bukti penghormatan mereka kepada Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah Swt. Barulah setelah itu Allah Swt  menciptakan hawa untuk menemani sang Adam.

Nah, sejak itulak si iblis tidak menyukai Adam karena menganggap dia lebih tinggi derajatnya dari manusia. Dengan segala tipi daya si iblis mengajak Adam untuk melanggar setiap perintah Allah dan mendekati seluruh yang di larang Allah. Adam tidak tergoda oleh bujuk rayuan si iblis, sehingga iblis menggoda Siti Hawa dan tergodalah Siti Hawa. Ahirnya mereka diturunkan ke bumi.

Sejak peristiwa yang menyedihkan itu, mulailah Adam dan Siti Hawa menerima perintah untuk hidup di bumi, dimana kehidupanya sangat jauh sekali dengan kehidupan di surge. Di bumi mereka harus dapat bertahan hidup dengan mencari makanan dengan cara berburu, beternak dan harus menjaga dirinya dari marabahaya yang mengancam.

Tapi dimana kita berbuat salah pastilah ada konsekuensinya. Begitupun yang terjadi pada Adam dan Siti Hawa konsekuensi yang mereka terima adalah akibat kesalahan mereka. Namun bukan berarti Allah tidak menerima tobat mereka. Allah maha pengampun dan memang manusia tempatnya salah dan dosa. Allah tetap memberikan kesempatan kepada Adam dan anak cucunya untuk kembali menjadi penghuni surge selama mereka masih mau bertaubatatas segala kesalahanya dan mampu menjalankan tugas-tugas ibadahnya dengan baik. 

Dari peristiwa tersebut di kutuklah iblis secara permanen oleh Allah Swt. Dan sejak itu pulalah iblis selalu menaburkan benih-benih kebencianya serta bersumpah untuk selalu menggoda manusia agar tersesat seperti mereka. 

Dan Allah tetaplah adil kepada iblis yang telah ingkar kepada Allah, salah satunya allah memberikan tenggat waktu kepada iblis atas tekat  buruknya untuk menggoda manusia hingga ahir zaman. Itu semua bukan karena Allah tidak sayang sama manusia, justru karena Allah sangat sayang kepada manusia maka  Allah berikan potensi kepada manusia yang tidak di miliki oleh mahluk lainya yaitu akal. Karena dengan akal manusia mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang baik dan mana yang buruk.

Potensi keimanan pun Allah berikan untuk berfikir. Allah pun memberikan dua jalan kepada manusia, yaitu jalan kebenaran dan keburukan yaitu jalan kesesatan. Jalan kanan atau jalan kiri, dan semuanya itu kembali kepada manusianya itu sendiri, apakan ia mampu menjadi manusia yang diberikan rahmat atau malah menjadi manusia yang di laknat Allah Swt.

Nah, terbuktilah bahwa manusia diciptakan dengan segala potensi dan kasih sayang-Nya, hanya tinggal bagaiman manusianya. Adam diciptakan dari saripati tanah sedang generasi selanjutnya mengalami proses dari air mani yang hina yang di simpan dalam tempat yang kokoh dalam Rahim, yang kemudian menjadi segumpal daging dan selanjutnya menjadi tulang belulang yang kemudian terbungkus daging menjadi makhluk yang berbentuk. 

Proses penciptaan manusia semuanya sama, namun tidak ada seorangpun yang sama di dunia ini. Semua tak sama bahkan anak kembarpun tidak ada yang sama pasti mereka memiliki perbedaan pada salah satu fisiknya dan memiliki hanya salah satu persamaan fisiknya saja. Sama seperti halnya tanaman. Coba kita perhatikan pohon di hutan yang satu jenis, mereka sejenis namun mereka tidak sama pasti terdapat perbedaan pada yang lainya baik itu tinggi, besar maupun cabang dan rantingnya, warnanya pun berbeda-beda ada yang hijau, coklat, kuning dan warna lainya. Jika saja semua makhluk di ciptakan sama, maka manusia akan jenuh. Itu sebuah bukti bahwa Allah juga menyukai keindahan Allah pun mempunyai seni dalam penciptaanya.

Kalua suatu yang tabu di perlihatkan dan di anggap sebagai nilai seni, apakah keindahan tersebut membuat manusia semakin denkat dengan sang penciptanya? Karena iblispun mempunyai berbagai akal untuk membuat manusia tergiur untuk selalu memilih keindahan yang salah, tetapi manusiapun tak kalah sempurna Allah menciptakanya, manusia memiliki akal tentang bagaimana seharusnya menempatkan sebuah nilai seni agar tidak terjerumus dalam lembah nista.

Kembali lagi kepada manusia, manusia bukanlah dewa apalagi malaikat, manusia itu tempatnya salah namun Allah sebagai sang pencipta maha pengampun. Kalua malaikat memiliki kecenderungan untuk selalu bertakwa kepada Allah Swt, maka iblispun memiliki kecenderungan untuk membangkang kepada Allah. Iblis saja yang tidak taat pada satu perintah yang di berikan Allah di anggap durhaka kepada allah apalagi manusia yang sudah membangkang pada ayat-ayat-Nya?

Jangan marah dengan buku yang saya buat, boleh marah tapi rennungkanlah beberapa saat saja. Semoga saja ketika marahmu sudah reda kamu kembali dapat membacanya. Itu artinya kamu masih dalam proses memilih mau jadi manusia atau join dengan iblis? Tetapi jika kamu membacanya kemudian kamu marah, ngomel tak jelas boleh lah kita sama sama makan durian sambal berbagi cerita melalui kehidupan. He he he

Percayalah Allah menciptakan manusia dan jin sesungguhnya untuk beribadah kepada-Nya. Hanya untuk menyembah-Nya. Dalam Al-Quran surah Adz-Dzariyat sudah di jelaskan bahwa;

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#Sarapankata
#KMOIndonesia
#KMOBatch
#Kelompok6
#SarkatJadiBuku
#Day7

Siapakah Pemempin Itu
Manusia itu seorang pemimpin. Pemimpin untuk dirinya sendiri. Ketika Allah Swt menciptakan Adam, ia akan di jadikan pemimpin atau Bahasa lainya yaitu Kholifah di muka bumi. Nah … dari itu manusia bertugas untuk memimpin, mengelola, menjaga agar bumi ini tetap terjaga. Bumi yang kita pijak ini telah Allah wariskan kepada hamba-hambanya yang saleh, bukn pada hambanya yang salah.
Yok … kita merenung bersama, ketika orang tua kita memberikan warisan sebidang tanah kepadamu dimana di atasnya di tanami padi yang menguning. Jika kamu merawatnya pasti orang tuamu akan senang karena kamu telah menjalankan amanah yang di berikan orang tua dengan baik. Tetapi jika tanah itu tidak kamu rawat dengan baik maka tidak akan ada hasil yang membuat orangtuamu menjadi senang. Tanah tersebut akan di tubuhi ilalang yang membuat tanah tersebut menjadi tanah yang tidak bermanfaat dan tidak membuahkan hasil.
Nah, begitupun dengan tugas pemimpin. Anggap saja dirimu sebagai pemimpin. Dan anggaplah dirimu sebagai sebuah perusahaan yang menjadi direktur utamanya adalah akalmu dan sementara hatinuranimu adalah wakilnya. Dan semua anggota tubuhmu adalah anak buahnya. Semua anggota tubuhmu berkerja masing-masing. Mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk bernafas, mulut untuk berbicara, tangan dan kaki untuk bergerak mereka memiliki tugas masing-masing sesuai dengan tugas yang di berikan oleh atasanya. Semua anggota tubuh itu berjalan mengerjakan tugasnya dengan normal menyelesaikan perintah pimpinanya dengan menjalankan apa yang di perintahkan. Coba jika salah satu anggotanya tidak berfungsi, pasti perusahaan tersebut tidak akan berjalan dengan normal. Oh pastilah perusahaan tersebut akan tidak berkembang dengan normal alias cacat.
Coba kita contohkan antara akal dan hati, apabila antara keduanya tersebut tidak seimbang? Apa yang akan terjadi pada dirimu? Kamu pasti akan dipandang gila oleh sebagian orang bahkan semua orang akan melihatmu aneh. Suka senyum-senyum sendiri, suka tertawa sendiri, bahkan suka menangis sendiri.
Siapa yang berhak mengatur dirimu? Jawabanya adalah dirimu sendiri, dan kamulah yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur dan menentukan akan menjadi apa dirimu kelak. Mau menjadi orang yang sukses atau mau menjadi orang yang setres itu semua kamulah yang menentukan. Apabila kamu merasa yakin dengan apa yang kamu jalani, maka jalanilah itu semua. Keyakinan yang kamu jalani itu bukanlah keyakinan yang tanpa dasar lho, keyakinan yang di maksud disini adalah keyakinan yang dapat kamu pertanggung jawabkan di hadapan orang maupun Allah. Itulah yang di sebut keyakinan.
Kita renungkan baik-baik, mengapa Allah memberikan kita kedua tangan, dua kaki, dua telinga, dua mata tapi hanya satu mulut? Dalam hal penciptaan-Nya alah mengajarkan kita untuk banyak bekerja dari pada berbicara. Mengapa akal berada pada bagian tubuh yang paling atas yaitu kepala, sementara hati berada pada bagian dada dan nafsu berada pada bagian bawah? Karena Allah mengajarkan kita untuk lebih mengandalkan akal dan di seimbangkan dengan hati, barulah nafsu akan dapat di kendalikan. Orang-orang yang hanya sering mementingkan akal dan dan mengabaikan nurani ia akan menjadi sombong karena merasa ia sudah mampu melakukan semuanya, yang merusak negeri ini adalah orang-orang yang pintar ahirnya mereka bisa “memintari” orang.
Sering kali kita berharap dapat seperti kekelawar yang bisa menangkap gelombang suara yang ada, jujur kalo saya sih ngak mau deh, karena apa? Kalo kita dapat mendengar suara dari jarak yang tak terhingga, maka suara gaduh dimana mana yang jaraknya tidak bisa kita hingga akan membisingkan telinga kita dan bahkan dapat mengganggu aktifitas kita sehari-hari. Kita tidak bisa titur, tidak bisa nyaman dan tidak bisa mengerjakan pekerjaan kita dengan nikmat, bagaimana kita mau istirahat kalo kita bisa seperti kekelawar yang mana si kekelawar tersebut siang menjadi malam malam di jadikan siang olehnya. Maka bersyukurlah atas segala hal yang Allah berikan kepada kita semua sudah di atus berdasarkan ukuran dan kebutuhanya.
Ingatlah … manusia adalah pemimpin dan setiap pemimpin itu akan dimintai pertanggungjawabanya atas apa yang di pimpinya. Untuk menjadi seorang pemimpin dibutuhkan keberanian dan nyali pada jiwa pemimpin tersebut. Keberanian untuk gagal, nyali untuk menuju kesuksesan. Keberanian untuk bereksperimen dan nyali untuk mengeksplorasi segala bentuk positif yang di milikinya. Nah kita mulai dari sekarang untuk jadi pemimpin yang baik.
Pemimpin itu berdiri di dua pilihan yaitu berdiri di antara surge dan neraka, maksudnya di saat kamu melangkah pada kebaikan maka surgalah tempatnya tapi di saat kamu melangkah pada keburukan maka nerakalah tempat bersarangnya.
Didalam Al-Quran telah Allah jelaskan bahwa penciptaan manusia tak lain adalah untuk menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, pemimpin untuk keluarga, dan pemimpin untuk kehidupanya.
Dalam surat Al-Baqoroh ayat ke 30 yang artinya:
“Ingatlah ketika rabb-mu berfirman kepada para Malaikat: ‘sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang kholifah di muka bumi’. Mereka berkata: mengapa Engkau hendak menjadikan (Kholifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau .’ Rabb berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
“Sesungguhnya Rosulillah SAW berkata: “kaian adalah pemimpin, yang akan dimintai pertanggungjawaban. Penguasa adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanya. Suami adalah pemimpin keluarganya, dan akan dimintai tanggungjawab atas kepemimpinanya. Istri adalah pemimpin dirumah suaminya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanya. Pelayan adalah pemimpin dalam mengelola harta tuanya, dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinanya. Oleh karena itu kalian sebagai pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanya.”

Siapakah Pemempin Itu

 Manusia itu seorang pemimpin. Pemimpin untuk dirinya sendiri. Ketika Allah Swt menciptakan Adam, ia akan di jadikan pemimpin atau Bahasa lainya yaitu Kholifah di muka bumi. Nah … dari itu manusia bertugas untuk memimpin, mengelola, menjaga agar bumi ini tetap terjaga. Bumi yang kita pijak ini telah Allah wariskan kepada hamba-hambanya yang saleh, bukn pada hambanya yang salah.

Yok … kita merenung bersama, ketika orang tua kita memberikan warisan sebidang tanah kepadamu dimana di atasnya di tanami padi yang menguning. Jika kamu merawatnya pasti orang tuamu akan senang karena kamu telah menjalankan amanah yang di berikan orang tua dengan baik. Tetapi jika tanah itu tidak kamu rawat dengan baik maka tidak akan ada hasil yang membuat orangtuamu menjadi senang. Tanah tersebut akan di tubuhi ilalang yang membuat tanah tersebut menjadi tanah yang tidak bermanfaat dan tidak membuahkan hasil. 

Nah, begitupun dengan tugas pemimpin. Anggap saja dirimu sebagai pemimpin. Dan anggaplah dirimu sebagai sebuah perusahaan yang menjadi direktur utamanya adalah akalmu dan sementara hatinuranimu adalah wakilnya. Dan semua anggota tubuhmu adalah anak buahnya. Semua anggota tubuhmu berkerja masing-masing. Mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk bernafas, mulut untuk berbicara, tangan dan kaki untuk bergerak mereka memiliki tugas masing-masing sesuai dengan tugas yang di berikan oleh atasanya. Semua anggota tubuh itu berjalan mengerjakan tugasnya dengan normal menyelesaikan perintah pimpinanya dengan menjalankan apa yang di perintahkan. Coba jika salah satu anggotanya tidak berfungsi, pasti perusahaan tersebut tidak akan berjalan dengan normal. Oh pastilah perusahaan tersebut akan tidak berkembang dengan normal alias cacat.

Coba kita contohkan antara akal dan hati, apabila antara keduanya tersebut tidak seimbang? Apa yang akan terjadi pada dirimu? Kamu pasti akan dipandang gila oleh sebagian orang bahkan semua orang akan melihatmu aneh. Suka senyum-senyum sendiri, suka tertawa sendiri, bahkan suka menangis sendiri.

Siapa yang berhak mengatur dirimu? Jawabanya adalah dirimu sendiri, dan kamulah yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur dan menentukan akan menjadi apa dirimu kelak. Mau menjadi orang yang sukses atau mau menjadi orang yang setres itu semua kamulah yang menentukan. Apabila kamu merasa yakin dengan apa yang kamu jalani, maka jalanilah itu semua. Keyakinan yang kamu jalani itu bukanlah keyakinan yang tanpa dasar lho, keyakinan yang di maksud disini adalah keyakinan yang dapat kamu pertanggung jawabkan di hadapan orang maupun Allah. Itulah yang di sebut keyakinan.

Kita renungkan baik-baik, mengapa Allah memberikan kita kedua tangan, dua kaki, dua telinga, dua mata tapi hanya satu mulut? Dalam hal penciptaan-Nya alah mengajarkan kita untuk banyak bekerja dari pada berbicara. Mengapa akal berada pada bagian tubuh yang paling atas yaitu kepala, sementara hati berada pada bagian dada dan nafsu berada pada bagian bawah? Karena Allah mengajarkan kita untuk lebih mengandalkan akal dan di seimbangkan dengan hati, barulah nafsu akan dapat di kendalikan. Orang-orang yang hanya sering mementingkan akal dan dan mengabaikan nurani ia akan menjadi sombong karena merasa ia sudah mampu melakukan semuanya, yang merusak negeri ini adalah orang-orang yang pintar ahirnya mereka bisa “memintari” orang.

Sering kali kita berharap dapat seperti kekelawar yang bisa menangkap gelombang suara yang ada, jujur kalo saya sih ngak mau deh, karena apa? Kalo kita dapat mendengar suara dari jarak yang tak terhingga, maka suara gaduh dimana mana yang jaraknya tidak bisa kita hingga akan membisingkan telinga kita dan bahkan dapat mengganggu aktifitas kita sehari-hari. Kita tidak bisa titur, tidak bisa nyaman dan tidak bisa mengerjakan pekerjaan kita dengan nikmat, bagaimana kita mau istirahat kalo kita bisa seperti kekelawar yang mana si kekelawar tersebut siang menjadi malam malam di jadikan siang olehnya. Maka bersyukurlah atas segala hal yang Allah berikan kepada kita semua sudah di atus berdasarkan ukuran dan kebutuhanya.

Ingatlah … manusia adalah pemimpin dan setiap pemimpin itu akan dimintai pertanggungjawabanya atas apa yang di pimpinya. Untuk menjadi seorang pemimpin dibutuhkan keberanian dan nyali pada jiwa pemimpin tersebut. Keberanian untuk gagal, nyali untuk menuju kesuksesan. Keberanian untuk bereksperimen dan nyali untuk mengeksplorasi segala bentuk positif yang di milikinya. Nah kita mulai dari sekarang untuk jadi pemimpin yang baik. 

Pemimpin itu berdiri di dua pilihan yaitu berdiri di antara surge dan neraka, maksudnya di saat kamu melangkah pada kebaikan maka surgalah tempatnya tapi di saat kamu melangkah pada keburukan maka nerakalah tempat bersarangnya.

Didalam Al-Quran telah Allah jelaskan bahwa penciptaan manusia tak lain adalah untuk menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, pemimpin untuk keluarga, dan pemimpin untuk kehidupanya. 

Dalam surat Al-Baqoroh ayat ke 30 yang artinya: 

“Ingatlah ketika rabb-mu berfirman kepada para Malaikat: ‘sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang kholifah di muka bumi’. Mereka berkata: mengapa Engkau hendak menjadikan (Kholifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau .’ Rabb berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”  

“Sesungguhnya Rosulillah SAW berkata: “kaian adalah pemimpin, yang akan dimintai pertanggungjawaban. Penguasa adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanya. Suami adalah pemimpin keluarganya, dan akan dimintai tanggungjawab atas kepemimpinanya. Istri adalah pemimpin dirumah suaminya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanya. Pelayan adalah pemimpin dalam mengelola harta tuanya, dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinanya. Oleh karena itu kalian sebagai pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanya.”


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#Sarapankata
#KMOIndonesia
#KMOBatch
#Kelompok6
#SarkatJadiBuku
#Day8

Mahluk Yang Paling Baik
Allah menciptakan manusia sebagai makluk yang paling baik dan sempurna di antara makluk lainya. Dengan penuh kasih sayang Allah memberikan potensi kepada manusia untuk menjalankan tugasnya di muka bumi. Manusia akan berperan sebagai seorang kholifah atau secara pemimin dengan lebih baik apabila ia mampu menggunakan segala daya kreatifitas yang dimilikinya.
Dalam literature psikologi, kreatifitas termasuk kualitas mental, yang artinya kreatifitas itu bukanlah kecerdasan atau bakat yang di berikan oleh Allah secara berbeda-beda. Kualitas mental itu adalah kapasitas yang melekat pada semua orang dari sejak lahir dan diberikan kepada semua orang. Ada yang meningkatkan kualitas dari kapasitas itu dan ada juga yang tidak mau meningkatkanya, mandek hanya jalan di tempat. He he he
Jurnalis asal Bulgeria mengatakan bahwa setiap tindakan kreatif itu selalu berawal dari pembahasan diri dari belenggu persepsi dan kepercayaan lama yang telah mengakar.
Terkadang untuk dapat melesatkan semua yang kita miliki, maka kita membutuhkan kekuatan dan nyali yang begitu besar untuk berfikir yang hebat, karena kekuatan yang paling menakutkan itu adalah apa yang kita pikirkan. Kekuatan pikiran itu membutuhkan keberanian untuk dapat mewujudkanya.
Kalua kita Cuma berfikir saja namun tidak disertai keberanian, bagaimana kita bisa meraih kesuksesan yang kita inginkan, jika Cuma berfikir bukanya sukses kita malah setres ahirnya. Tu semua karena kita hanya mempunyai kekuatan pemikiran yang tidak diimbangi oleh kemampuan dan keberanian melangkah. Yang ada kita malah hanya berhayal dan biasanya orang yang di anggap gila adalah karena mereka hanya mampu berhayal tanpa mampu mewujudkan di dunia nyata.
Kamu adalah kebanggaan orangtuamu, kebanggaan dalam keluargamu. Mereka sudah bekerja keras membanting tulang hanya untuk membesarkanmu menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Apakah tidak terbesit sedikit pun di hatimu untuk dapat membahagiakan orang tua yang telah berkorban untukmu.
Ciri-ciri orang yang kreatif
• tidak mudah ikut-ikutan.
• Spontanitas (tidak terlalu berhati-hati tapi juga tidak sembrono).
• Suka hal-hal yang fun.
• Punya kepekaan yang tinggi terhadap dirinya.
• Bisa melihat sesuatu yang tidak bisa di lihat kebanyakan orang.
• Punya orientasi hidup pada tindakan.
• Punya perbedaan sendiri.
• Punya semangat hidup tinggi.
• Punya pengalaman hidup yang beragam.
• Punya pengalaman kerja yang lebih lama.
• Punya pengetahuan yang luas.
• Punya daya tahan terhadap keputusan.
Suka atau bisa di artikan dia bersedia menjadi yang berbeda. Ia mampu mengenyampingkan rasa malu untuk dapat berjalan menentang arus. Contoh, disaat semua berfikir bahwa perempuan itu hanyalah bertugas di dapur dan bergelut hanya di dalam rumahnya, kemudian mereka berfikir bahwa perempuan itu harus lebih cepat untuk menikah, sekalipun mereka tidak menyelesaikan pendidikan tingkat dasar. Saya lebih memilih meninggalkan kampong halaman memilih tinggal bersama saudara yang mana saudara saya tersebut mampu dan bersedia menyekolahkan saya hingga saya dapat menyelesaikan pendidikan ahir dari perjuangan. Dari situlah saya dapat merubah mainset berfikir yang lemah terhadap perempuan. Bahwa perempuan pun mampu memiliki keberanian dan nyali untuk terus dapat mengejar apa yang mereka impikan. Bukan hanya berhayal dan berfikir kosong hingga dapat merusak jaringan saraf yang bisa membuatnya tidak waras.
Satu hal yang dapat kita cermati bersama, modal yang kita butuhkan itu adanya pada diri kita sendiri. Bodoh adalah modal untuk menjadi pintar, miskin adalah modal untuk menjadi kaya, dan malas adalah modal untuk menjadi rajin. Permasalahan di sini adalah mau atau tidak kita mengelola kemalasan, kebodohan, dan kemiskinan tersebut agar kita dapat memiliki dan menggapai apa yang kita inginkan?
Percayalah orang sukses adalah orang yang mampu mengubah ketidak beruntungan yang di milikinya. Potensi tidak akan berubah menjadi prestasi kalua kita sendiri tidak mau merubah potensi tersebut.
Isi pikiran melahirkan sikap. Sikap melahirkan tindakan. Tindakan melahirkan kebiasaan. Kebiasaan melahirkan karakter. Dan karakter melahirkan nasib. (filusuf Yunani).
Manusia adalah mahluk yang baik yang memiliki segala potensi. Jika kita mau potensi tersebut berkembang dan dapat berubah sampai menjadi kesuksesan mari kita kembali pada diri kita kuatkan keberanian munculkan nyali yang tinggi singkirkan berhayal pada pemikiran. Siapa yang berani dan memiliki nyali maka dialah yang akan dapat meraih segala apa yang dia inginkan.
Dalam firman Allah yang jelas di katakana bahwa
“sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga merekan keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.
Tidak ada usaha yang sia-sia, karena sesungguhnya kebaikan itu datangnya dari Allah sementara keburukan datangnya dari manusia itu sendiri.
Nah dari beberapa cerita dan penjelasan yang sudah tertilis dan di baca apakah kalian sudah punya nyali untuk berubah menjadi lebih baik?.
Nyali bukan hanya di butuhkan untuk melawati rimbunan pepohonan atau untuk bisa lolos ujian. Tapi nyali juga dibutuhkan untuk bisa menaklukkan keangkuhan diri.

Mahluk Yang Paling Baik

 Allah menciptakan manusia sebagai makluk yang paling baik dan sempurna di antara makluk lainya. Dengan penuh kasih sayang Allah memberikan potensi kepada manusia untuk menjalankan tugasnya di muka bumi. Manusia akan berperan sebagai seorang kholifah atau secara pemimin dengan lebih baik apabila ia mampu menggunakan segala daya kreatifitas yang dimilikinya.

Dalam literature psikologi, kreatifitas termasuk kualitas mental, yang artinya kreatifitas itu bukanlah kecerdasan atau bakat yang di berikan oleh Allah secara berbeda-beda. Kualitas mental itu adalah kapasitas yang melekat pada semua orang dari sejak lahir dan diberikan kepada semua orang. Ada yang meningkatkan kualitas dari kapasitas itu dan ada juga yang tidak mau meningkatkanya, mandek hanya jalan di tempat. He he he

Jurnalis asal Bulgeria mengatakan bahwa setiap tindakan kreatif itu selalu berawal dari pembahasan diri dari belenggu persepsi dan kepercayaan lama yang telah mengakar.

Terkadang untuk dapat melesatkan semua yang kita miliki, maka kita membutuhkan kekuatan dan nyali yang begitu besar untuk berfikir yang hebat, karena kekuatan yang paling menakutkan itu  adalah apa yang kita pikirkan. Kekuatan pikiran itu membutuhkan keberanian untuk dapat mewujudkanya. 

Kalua kita Cuma berfikir saja namun tidak disertai keberanian, bagaimana kita bisa meraih kesuksesan yang kita inginkan, jika Cuma berfikir bukanya sukses kita malah setres ahirnya. Tu semua karena kita hanya mempunyai kekuatan pemikiran yang tidak diimbangi oleh kemampuan dan keberanian melangkah. Yang ada kita malah hanya berhayal dan biasanya orang yang di anggap gila adalah karena mereka hanya mampu berhayal tanpa mampu mewujudkan di dunia nyata. 

Kamu adalah kebanggaan orangtuamu, kebanggaan dalam keluargamu. Mereka sudah bekerja keras membanting tulang hanya untuk membesarkanmu menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Apakah tidak terbesit sedikit pun di hatimu untuk dapat membahagiakan orang tua yang telah berkorban untukmu. 

Ciri-ciri orang yang kreatif

tidak mudah ikut-ikutan.

Spontanitas (tidak terlalu berhati-hati tapi juga tidak sembrono).

Suka hal-hal yang fun.

Punya kepekaan yang tinggi terhadap dirinya.

Bisa melihat sesuatu yang tidak bisa di lihat kebanyakan orang.

Punya orientasi hidup pada tindakan.

Punya perbedaan sendiri.

Punya semangat hidup tinggi.

Punya pengalaman hidup yang beragam.

Punya pengalaman kerja yang lebih lama.

Punya pengetahuan yang luas.

Punya daya tahan terhadap keputusan.

Suka atau bisa di artikan dia bersedia menjadi yang berbeda. Ia mampu mengenyampingkan rasa malu untuk dapat berjalan menentang arus. Contoh, disaat semua berfikir bahwa perempuan itu hanyalah bertugas di dapur dan bergelut hanya di dalam rumahnya, kemudian mereka berfikir bahwa perempuan itu harus lebih cepat untuk menikah, sekalipun mereka tidak menyelesaikan pendidikan tingkat dasar. Saya lebih memilih meninggalkan kampong halaman memilih tinggal bersama saudara yang mana saudara saya tersebut mampu dan bersedia menyekolahkan saya hingga saya dapat menyelesaikan pendidikan ahir dari perjuangan. Dari situlah saya dapat merubah mainset berfikir yang lemah terhadap perempuan. Bahwa perempuan pun mampu memiliki keberanian dan nyali untuk terus dapat mengejar apa yang mereka impikan. Bukan hanya berhayal dan berfikir kosong hingga dapat merusak jaringan saraf yang bisa membuatnya tidak waras.

Satu hal yang dapat kita cermati bersama, modal yang kita butuhkan itu adanya pada diri kita sendiri. Bodoh adalah modal untuk menjadi pintar, miskin adalah modal untuk menjadi kaya, dan malas adalah modal untuk menjadi rajin. Permasalahan di sini adalah mau atau tidak kita mengelola kemalasan, kebodohan, dan kemiskinan tersebut agar kita dapat memiliki dan menggapai apa yang kita inginkan? 

Percayalah orang sukses adalah orang yang mampu mengubah ketidak beruntungan yang di milikinya. Potensi tidak akan berubah menjadi prestasi kalua kita sendiri tidak mau merubah potensi tersebut.

Isi pikiran melahirkan sikap. Sikap melahirkan tindakan. Tindakan melahirkan kebiasaan. Kebiasaan melahirkan karakter. Dan karakter melahirkan nasib. (filusuf Yunani).

Manusia adalah mahluk yang baik yang memiliki segala potensi. Jika kita mau potensi tersebut berkembang dan dapat berubah sampai menjadi kesuksesan mari kita kembali pada diri kita kuatkan keberanian munculkan nyali yang tinggi singkirkan berhayal pada pemikiran. Siapa yang berani dan memiliki nyali maka dialah yang akan dapat meraih segala apa yang dia inginkan. 

Dalam firman Allah yang jelas di katakana bahwa 

“sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum  sehingga merekan keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.

Tidak ada usaha yang sia-sia, karena sesungguhnya kebaikan itu datangnya dari Allah sementara keburukan datangnya dari manusia itu sendiri. 

Nah dari beberapa cerita dan penjelasan yang sudah tertilis dan di baca apakah kalian sudah punya nyali untuk berubah menjadi lebih baik?.

Nyali bukan hanya di butuhkan untuk melawati rimbunan pepohonan atau untuk bisa lolos ujian. Tapi nyali juga dibutuhkan untuk bisa menaklukkan keangkuhan diri.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#Sarapankata
#KMOIndonesia
#KMOBatch
#Kelompok6
#SarkatJadiBuku
#Day9

FITRAH MANUSIA
Allah memuliakan manusia dengan segala kelebihan dan kelemahanya dan Allah menciptakanya dengan derajat yang lebih tinggi dari makhluk mana pun.
Jika manusia diciptakan dengan derajat yang lebih tinggi dari makhluk manapun maka ia dibekali akal, dan hati. Ia bukan dewa dan malaikat yang tak pernah punya salah, karena manusia adalah tempatnya salah. Maka ia harus mampu belajar dari setiap kesalahanya.
Manusia diciptakan sesuai dengan fitrahnya, fitrah manusia yang di tuangkan melalui teori maslow yang menyatakan bahwa manusia mempunyai hal-hal yang di butuhkan seperti:
• Kebutuhan fisikologis, seperti makanan, pakaian, memuaskan kebutuhan biologis dan lainya.
• Kebutuhan akan keamanan dan keselamatan, dimana ia menginginkan kebebasan dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, dan bebas dari berbagai terror yang dapat mengancam jiwanya.
• Kebutuhan social, yaitu mempunyai teman, keluarga, cinta dari lawan jenisnya.
• Kebutuhan penghargaan seperti menerima pujian atas kesuksesan, menerima hadiah, dan lain sebagainya.
• Kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuai dengan bakat dan minatnya.
(sumber. Komunitas dan perpustakaan online)

Ini adalah kebutuhan-kebutuhan dasar yang pastinya ingin selalu diwujudkan oleh setiap manusia, termasuk kalian-kalian yang yang juga mempunyai cita dan cinta. Terkadang untuk dapat mewujudkanya semua kebutuhan dan keinginan tersebut, setiap orang harus memperjuangkanya, termasuk kalian yang menginginkan masa muda yang bahagia, waktu tua kaya raya, dan ketika mati masuk surge. Aminnn ….
Selain memenuhi kebutuhanya, manusia juga mempunyai fitrah dimana ia mempunyai ketakutan, kecintaan dan mempunyai cita-cita atau harapan. Yuk!!! Kita bahas satu persatu:
1. Punya ketakutan
Manusia mempunyai ketakutan dari takut sama setan sampai takut sama kegagalan. Itulah manusiawi manusia. Namun persoalanya apakah ketakutan itu akan menjadikan kalian semakin termotivasi atau justru malah membuat kamu menjadi melempem kayak kerupuk yang tersiram air.
Setiap manusia punya rasa takut, tapi bagaimana ia menempatkan ketakutan itu secara proporsional, inilah yang membuat setiap orang berbeda satu sama lain. Orang yang imanya dangkal, biasanya ia memiliki ketakutan yang tidak proposional. Ia takut kepada sesuatu yang tidak seharusnya ia takutkan, justru ia tidak takut pada sesuatu yang seharusnya ditakutkan.
Sering kita dengar berita criminal, banyak orang yang nekat menjadi orang-orang yang buruk di pandang orang bahkan sampai buruk sekali yang mereka tersebut mempunyai keinginan tinggi dan kaya raya dengan menjadi seorang perampok. Naudzubillah ….
Ini adalah bentuk ketakutan yang tidak pada tempatnya. Ia takut di tinggalkan orang-orang yang ia cintai dan sayangi. Tetapi mereka lupa bahewa Allah lah yang maha kuasa atas kehendaknya. Manusia kebanyakan tidak takut akan kesalahan-kesalahan yang mereka buat kesalahan yang kecil sampai dengan kesalahan yang besar. Mereka tidak takut dengan dosa, tidak takut dengan laknat Allah, dunia telah menjadi tuhan yang lebih ia takuti kehilanganya.
Ada hal yang harus kita cermati disini, jangankan dosa-dosa besar, dosa kecil seperti itulah yang membuat mata hati kita tertutup sehingga membuat keberkahan Allah tidak ada lagi dalam kehidupan kita. Sehingga kehidupan kita seringkali mengalami kebingungan, hidup kita seolah tanpa arah dan pegangan bahkan akan mengubur semua potensi yang ada pada diri kita.
Ketakutan itu hanya pantas ditunjukan kepada Allah Swt, takut akan siksanya, takut pada bencana yang akan diturunkan-Nya, takut akan azabNya yang maha dasyat.
Kalaulah orang tua rajin pergi ke masjid tempat ibadah itu bukanlah hal yang luar biasa.
Memang sudah waktunya, yang harus kita heran kalo sudah tua tapi tetap tidak tau jalan ke masjid??? Nah, kalo ada anak muda yang cinta dengan masjid dan rumah ibadahnya, barulah ia yang disebut luar biasa, karena biasanya pada usia mudadimana gejolak darah mudanya sedang naik, tapi ia mampu nenempatkan di mana dan seperti apa seharusnya ia bersikap. Dan inilah yang dinamakan kecerdasan sepiritual.
Kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah pada setiap perilaku dan kegiatan, melaluai langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fittah, menuju manusia yang seutuhnya dan memiliki pola pemikiran tauhid serta berprinsip hanya kepada Allah.
Kecerdasan ini lah yang akan membuat kalian menjadi berbeda dari orang-orang di sekitarmu. Setidaknya kamu tidak akan berpikiran sempit dalam menyikapi segala masalah hidup. Kamu juga tidak akan bersikap egois yang hanya memikirkan dirimu sendiri. Bahkan kamu akan menjadi orang yang visioner dalam berpikir, bukan hany untuk bertindak pada saat ini tapi berpikir jauh pada masa yang akan datang?.
Kita dapat perhatikan anak-anak yang memiliki kecerdasan spiritual, dia tidak hanya dapat menjadikan dirinya sendiri bermanfaat tapi dia juga akan menjadikan dirinya menjadi orang yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Kamu akan dapat menyeimbangkan antara hubungan horizontal maupun hubungan frtikal, hubungan terhadap orang tua dan keluargamu maupun hubungan terhadap orang lain dan hubungan pada lingkungan sekitarmu.

FITRAH MANUSIA

Allah memuliakan manusia dengan segala kelebihan dan kelemahanya dan Allah menciptakanya dengan derajat yang lebih tinggi dari makhluk mana pun.

Jika manusia diciptakan dengan derajat yang lebih tinggi dari makhluk manapun maka ia dibekali akal, dan hati. Ia bukan dewa dan malaikat yang tak pernah punya salah, karena manusia adalah tempatnya salah. Maka ia harus mampu belajar dari setiap kesalahanya. 

Manusia diciptakan sesuai dengan fitrahnya, fitrah manusia yang di tuangkan melalui teori maslow yang menyatakan bahwa manusia mempunyai hal-hal yang di butuhkan seperti:

Kebutuhan fisikologis, seperti makanan, pakaian, memuaskan kebutuhan biologis dan lainya.

Kebutuhan akan keamanan dan keselamatan, dimana ia menginginkan kebebasan dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, dan bebas dari berbagai terror yang dapat mengancam jiwanya. 

Kebutuhan social, yaitu mempunyai teman, keluarga, cinta dari lawan jenisnya. 

Kebutuhan penghargaan seperti menerima pujian atas kesuksesan, menerima hadiah, dan lain sebagainya.

Kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuai dengan bakat dan minatnya.

(sumber. Komunitas dan perpustakaan online)


 Ini adalah kebutuhan-kebutuhan dasar yang pastinya ingin selalu diwujudkan oleh setiap manusia, termasuk kalian-kalian yang yang juga mempunyai cita dan cinta. Terkadang untuk dapat mewujudkanya semua kebutuhan dan keinginan tersebut, setiap orang harus memperjuangkanya, termasuk kalian yang menginginkan masa muda yang bahagia, waktu  tua kaya raya, dan ketika mati masuk surge. Aminnn ….

Selain memenuhi kebutuhanya, manusia juga mempunyai fitrah dimana ia mempunyai ketakutan, kecintaan dan mempunyai cita-cita atau harapan. Yuk!!! Kita bahas satu persatu:

1. Punya ketakutan

Manusia mempunyai ketakutan dari takut sama setan sampai takut sama kegagalan. Itulah manusiawi  manusia. Namun persoalanya apakah ketakutan itu akan menjadikan kalian semakin termotivasi atau justru malah membuat kamu menjadi melempem kayak kerupuk yang tersiram air.

Setiap manusia punya rasa takut, tapi bagaimana ia menempatkan ketakutan itu secara proporsional, inilah yang membuat setiap orang berbeda satu sama lain. Orang yang imanya dangkal, biasanya ia memiliki ketakutan yang tidak proposional. Ia takut kepada sesuatu yang tidak seharusnya ia takutkan, justru ia tidak takut pada sesuatu yang seharusnya ditakutkan.

Sering kita dengar berita criminal, banyak orang yang nekat menjadi orang-orang yang buruk di pandang orang bahkan sampai buruk sekali yang mereka tersebut mempunyai keinginan tinggi dan kaya raya dengan menjadi seorang perampok. Naudzubillah ….

Ini adalah bentuk ketakutan yang tidak pada tempatnya. Ia takut di tinggalkan orang-orang yang ia cintai dan sayangi. Tetapi mereka lupa bahewa Allah lah yang maha kuasa atas kehendaknya. Manusia kebanyakan tidak takut akan kesalahan-kesalahan yang mereka buat kesalahan yang kecil sampai dengan kesalahan yang besar. Mereka tidak takut dengan dosa, tidak takut dengan laknat Allah, dunia telah menjadi tuhan yang lebih ia takuti kehilanganya. 

Ada hal yang harus kita cermati disini, jangankan dosa-dosa besar, dosa kecil seperti itulah yang membuat mata hati kita tertutup sehingga membuat keberkahan Allah tidak ada lagi dalam kehidupan kita. Sehingga kehidupan kita seringkali mengalami kebingungan, hidup kita seolah tanpa arah dan pegangan bahkan akan mengubur semua potensi yang ada pada diri kita.

Ketakutan itu hanya pantas ditunjukan kepada Allah Swt, takut akan siksanya, takut pada bencana yang akan diturunkan-Nya, takut akan azabNya yang maha dasyat.

Kalaulah orang tua rajin pergi ke masjid tempat ibadah itu bukanlah hal yang luar biasa.

Memang sudah waktunya, yang harus kita heran kalo sudah tua tapi tetap tidak tau jalan ke masjid??? Nah, kalo ada anak muda yang cinta dengan masjid dan rumah ibadahnya, barulah ia yang disebut luar biasa, karena biasanya pada usia mudadimana gejolak darah mudanya sedang naik, tapi ia mampu nenempatkan di mana dan seperti apa seharusnya ia bersikap. Dan inilah yang dinamakan kecerdasan sepiritual.

Kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah pada setiap perilaku dan kegiatan, melaluai langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fittah, menuju manusia yang seutuhnya dan memiliki pola pemikiran tauhid serta berprinsip hanya kepada Allah.

Kecerdasan ini lah yang akan membuat kalian menjadi berbeda dari orang-orang di sekitarmu. Setidaknya kamu tidak akan berpikiran sempit dalam menyikapi segala masalah hidup. Kamu juga tidak akan bersikap egois yang hanya memikirkan dirimu sendiri. Bahkan kamu akan menjadi orang yang visioner dalam berpikir, bukan hany untuk bertindak pada saat ini tapi berpikir jauh pada masa yang akan datang?.

Kita dapat perhatikan anak-anak yang memiliki kecerdasan spiritual, dia tidak hanya dapat menjadikan dirinya sendiri bermanfaat tapi dia juga akan menjadikan dirinya menjadi orang yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Kamu akan dapat menyeimbangkan antara hubungan horizontal maupun hubungan frtikal, hubungan terhadap orang tua dan keluargamu maupun hubungan terhadap orang lain dan hubungan pada lingkungan sekitarmu.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#Sarapankata
#KMOIndonesia
#KMOBatch
#Kelompok6
#SarkatJadiBuku
#Day10

Selain itu kamu juga harus menjaga hubunganmu kepada sang pencipta yaitu Tuhan Yang maha Esa., karena kamu selalu berfikiran positif atas apa yang terjadi dalam hidupmu. Jika kita selalu berfikir positif terhadap allah itu adalah suatu etika yang harus senantiasa kita jaga. Karena apa, selain dapat menguatkan kehendak kita dengan-Nya, Dia pun akan selalu mengikuti prasangka hamba-Nya.
Jadi, ketika kita takut akan kegagalan, maka kamu akan gagal. Ketika kamu sakit dan merasa takut bahwa kematian akan menjemputmu melalui sakit itu, maka kamu akan mati disebabkan ketakutanmu itu.
Kecerdasan sepiritual adalah fitrah yang diberikan oleh Allah sebagai solusi atas ketakutan yang kalian miliki dalam hidup, karena ia akan membimbingmu untuk selalu berfikir positif dan akan membimbing setiap langkahmu dalam beribadah kepadanya. Ibadah yang dimaksud disini adalah bukan hanya menjauhkan diri dari yang di larang dan menjalankan yang di perintahnya saja seperti salat, puasa, zakat, berbuat baik kepada orangtua dan lainya ya … tetapi ibadah yang di maksud disini yaitu segala hal yang kita lakukan yang tujuanya untuk meraih keridaan allah Saw, itu adalah ibadah.
Banyak sekali ketakutan dalam hidup ini, takut gagal, takut miskin, takut mati, takut kehilangan dan berbagai macam ketakutan lainya, dan ketika kamu mampu mengelola ketakutanmu dengan baik, maka kamu akan semakin pasrah kepada Allah Swt, tapi bukan pasrah kepada keadaan.
Laa haulaa wala quwwata illa billah … (tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah Swt).
1. Punya Cinta
“dan apabila aku berdiri, tegak sampai hari ini …
Bukan karena kuat dan hebatku.
Semua karena cinta … semua karena kasih sayang …
Tak mampu diriku berdiri tegak, terimakasih cinta … terimakasih sayang ….
Merdunya terasa pujian diri sendiri apalagi itu diucapkan oleh sang kekasih, ini adalah ungkapan nyata bahwa begitu besarnya kekuatan sebuah cinta hingga mampu membuat seorang penakut menjadi pemberani, seorang yang kasar menjadi lemah lembut, seorang yang kikir menjadi dermawan, seorang yang berantakan menjadi rapi, itulah kekuatan cinta.
Adanya kita di dunia ini adalah karena cinta, cinta sang maha cintalah yang dikirimkan-Nya kedalam hati krdua orangtua kita, hingga mereka mau bersusah payah untuk melakukan yang terbaik untuk kita. Karena cinta seorang ayahlah hingga ia mau membanting tulang hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Berangkat saat matahari belum terbit pulang ketika bulan sudah muncul.
Cintanya seorang ibu kepada anaknya dan ketika beliau mengandung sang buah hati tercinta, dijaganya kita dengan rasa penuh cinta di dalam rahimnya. Sembilan bulan sepuluh hari di dalam kandungan, terkadang di dengarkanya ke telinga kita bisikan-bisikan doa atau lantunan ayat-ayat suci Al-Quran agar ketika anaknya lahir kelak ia setampan nabi yusuf as, atau secantik siti Maryam, ibunda nabi isa as.
Tidak pernah ibu mengeluh dengan beratnya kandungan? Dengan penuh cinta kemana-mana kita selalu dibawanya, kekantor, krpasar, kewarung, kerumah sakit. Bahkan ketika tidurpun ia tidak bebas, miring kekanan salah miring kekiri juga salah, tengkurap apalagi malah salaf fatal nanti.
Begitu lahirpun kedua orangtua kita semakin mencurahkan limpahan kasih sayangnya kepada kita. Cinta ini lah yang terkadang tidak pernah kita rasakan bahkan selalu kita abaikan! Cinta kita terlalu kaku, hanya melihat bahwa cinta adalah hanya sebatas hubungan antara dua lawan jenis saja, antara laki-laki dan perempuan.
Jika kita lahir dari batu, kemungkin tidak ada yang memarahi kamu ketika kamu menyalahkan kedua orangtuamu ketika kamu merasa kekurangan kasih sayang karena mereka selalu sibuk dengan pekerjaanya. Sebagai anak kamu harus tetap mempunyai etika untuk menegurnya.
ETIKA atau cara yang tepat. Bukan dengan protes memaki mereka. Kita harus senantiasa ingat pengorbanan dan jasa orangtua kita. Sebanyak apapun harta yang kita punya dan kita berikan kepada orang tua kita itu tidak akan mampu membayar semua kasih sayang orang tua yang telah diberikan kepada kita.
Bayangkan ketika ibumu bertaruh nyawa ketika melahirkanmu, sanggupkah kamu membayarnya? Bagaimana waktu-waktu kantuk mereka mengurusmu waktu kecil. Dapatkah kamu membalasnya? Itulah pengorbanan cinta sesungguhnya.
“dan kami perintahkan kepadamu manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada aku kembalimu” (QS. Luqman [31]:14).
Cinta butuh pengorbanan. Itu yang harus di ingat dan di garis bawahi. Ketika kita mencintai lawan jenis maka kita akan berusaha menjaga cinta itu dengan sebaik mungkin. Agar cinta yang kita miliki tidak salah melangkah. Karena apa? Karena kita diajarkan menjadi lebih dewasa. Kita di ajarkan untuk mengagumi, dan kita diajarkan untuk berbagi. Berbagi semua hal yang kita miliki, harta, kesedihan, kebahagiaan. Itulah cinta.
Maka ketika kita jatuh cinta, kita dituntut untuk semakin bijak dalam menapaki hidup. Ingatlah … ketika kita mencintai penduduk langit yaitu malaikat akan mencintaimu. Cinta itu fitrah, maka kembalikanlah kepada fitrahmu.

Selain itu kamu juga harus menjaga hubunganmu kepada sang pencipta yaitu Tuhan Yang maha Esa., karena kamu selalu berfikiran positif atas apa yang terjadi dalam hidupmu. Jika kita selalu berfikir positif terhadap allah itu adalah suatu etika yang harus senantiasa kita jaga. Karena apa, selain dapat menguatkan kehendak kita dengan-Nya, Dia pun akan selalu mengikuti prasangka hamba-Nya. 

Jadi, ketika kita takut akan kegagalan, maka kamu akan gagal. Ketika kamu sakit dan merasa takut bahwa kematian akan menjemputmu melalui sakit itu, maka kamu akan mati disebabkan ketakutanmu itu.

Kecerdasan sepiritual adalah fitrah yang diberikan oleh Allah sebagai solusi atas ketakutan yang kalian miliki dalam hidup, karena ia akan membimbingmu untuk selalu berfikir positif dan akan membimbing setiap langkahmu dalam beribadah kepadanya. Ibadah yang dimaksud disini adalah bukan hanya menjauhkan diri dari yang di larang dan menjalankan yang di perintahnya saja seperti salat, puasa, zakat, berbuat baik kepada orangtua dan lainya ya … tetapi ibadah yang di maksud disini yaitu segala hal yang kita lakukan yang tujuanya untuk meraih keridaan allah Saw, itu adalah ibadah.

Banyak sekali ketakutan dalam hidup ini, takut gagal, takut miskin, takut mati, takut kehilangan dan berbagai macam ketakutan lainya, dan ketika kamu mampu mengelola ketakutanmu dengan baik, maka kamu akan semakin pasrah kepada Allah Swt, tapi bukan pasrah kepada keadaan. 

Laa haulaa wala quwwata illa billah … (tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah Swt).

1. Punya Cinta

“dan apabila aku berdiri, tegak sampai hari ini …

Bukan karena kuat dan hebatku.

Semua karena cinta … semua karena kasih sayang …

Tak mampu diriku berdiri tegak, terimakasih cinta … terimakasih sayang ….

Merdunya terasa pujian diri sendiri apalagi itu diucapkan oleh sang kekasih, ini adalah ungkapan nyata bahwa begitu besarnya kekuatan sebuah cinta hingga mampu membuat seorang penakut menjadi pemberani, seorang yang kasar menjadi lemah lembut, seorang yang kikir menjadi dermawan, seorang yang berantakan menjadi rapi, itulah kekuatan cinta.

Adanya kita di dunia ini adalah karena cinta, cinta sang maha cintalah yang dikirimkan-Nya kedalam hati krdua orangtua kita, hingga mereka mau bersusah payah untuk melakukan yang terbaik untuk kita. Karena cinta seorang ayahlah hingga ia mau membanting tulang hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Berangkat saat matahari belum terbit pulang ketika bulan sudah muncul. 

Cintanya seorang ibu kepada anaknya dan ketika beliau mengandung sang buah hati tercinta, dijaganya kita dengan rasa penuh cinta di dalam rahimnya. Sembilan bulan sepuluh hari di dalam kandungan, terkadang di dengarkanya ke telinga kita bisikan-bisikan doa atau lantunan ayat-ayat suci Al-Quran agar ketika anaknya lahir kelak ia setampan nabi yusuf as, atau secantik siti Maryam, ibunda nabi isa as.

Tidak pernah ibu mengeluh dengan beratnya kandungan? Dengan penuh cinta kemana-mana kita selalu dibawanya, kekantor, krpasar, kewarung, kerumah sakit. Bahkan ketika tidurpun ia tidak bebas, miring kekanan salah miring kekiri juga salah, tengkurap apalagi malah salaf fatal nanti. 

Begitu lahirpun kedua orangtua kita semakin mencurahkan limpahan kasih sayangnya kepada kita. Cinta ini lah yang terkadang tidak pernah kita rasakan bahkan selalu kita abaikan! Cinta kita terlalu kaku, hanya melihat bahwa cinta adalah hanya sebatas hubungan antara dua lawan jenis saja, antara laki-laki dan perempuan.

Jika kita lahir dari batu, kemungkin tidak ada yang memarahi kamu ketika kamu menyalahkan kedua orangtuamu ketika kamu merasa kekurangan kasih sayang karena mereka selalu sibuk dengan pekerjaanya. Sebagai anak kamu harus tetap mempunyai etika untuk menegurnya.

ETIKA atau cara yang tepat. Bukan dengan protes memaki mereka. Kita harus senantiasa ingat pengorbanan dan jasa orangtua kita. Sebanyak apapun harta yang kita punya dan kita berikan kepada orang tua kita itu tidak akan mampu membayar semua kasih sayang orang tua yang telah diberikan kepada kita. 

Bayangkan ketika ibumu bertaruh nyawa ketika melahirkanmu, sanggupkah kamu membayarnya? Bagaimana waktu-waktu kantuk mereka mengurusmu waktu kecil. Dapatkah kamu membalasnya? Itulah pengorbanan cinta sesungguhnya.

“dan kami perintahkan kepadamu manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada aku kembalimu” (QS. Luqman [31]:14).

Cinta butuh pengorbanan. Itu yang harus di ingat dan di garis bawahi. Ketika kita mencintai lawan jenis maka kita akan berusaha menjaga cinta itu dengan sebaik mungkin. Agar cinta yang kita miliki tidak salah melangkah. Karena apa? Karena kita diajarkan menjadi lebih dewasa. Kita di ajarkan untuk mengagumi, dan kita diajarkan untuk berbagi. Berbagi semua hal yang kita miliki, harta, kesedihan, kebahagiaan. Itulah cinta.

Maka ketika kita jatuh cinta, kita dituntut untuk semakin bijak dalam menapaki hidup. Ingatlah … ketika kita mencintai penduduk langit yaitu malaikat akan mencintaimu. Cinta itu fitrah, maka kembalikanlah kepada fitrahmu.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#Sarapankata
#KMOIndonesia
#KMOBatch
#Kelompok6
#SarkatJadiBuku
#Day11

Yup … jangan lupa ketika kalian jatuh cinta berarti kalian harus siap nyali untuk patah hati lho … yah inilah yang namanya konsekuensi. Kamu harus punya nyali tinggi siap di tolak atau kami harus punya nyali ketika kamu diterima. Jika ditolak yah seperti di jongkrokin kedalam kubangan air comberan lho he he he tapi ketika di terima anggap saja kamu sedang ketiban rembulan yang indah.
Ketika kamu bermain api maka kamu harus siap terbakar. Dan jika kamu main air, kamupun harus siap basah kuyup. Percuma saja berlayar, jika kamu takut gelombang. Kayak lahu yah ….
1. Punya Cita-Cita
Cita-cita ini yang seringkali membuat berdebar hati seseorang, artinya bakalan sukses atau gagal.
Saya memiliki teman (deman SKSD si mulanya) teman dekat jadinya he he he, dia pintar dan dia memiliki cita-cita dan ambisi yang tinggi kita berteman saat di bangku kuliah dia aktifis pintar dan cerdas juga berani, cita-citanya amat lah bagus bagi dia yang cerdas, beda dengan saya. Sayamah apa gitu loh, punya sih cita-cita tapi tak berani begitu muluknya cita-cita itu tertanam di hati karena saya salah satu orang yang takut dengan kegagalan.
Lama kita tak berjumpa ternyata terdengar kabar dia tidak menyelesaikan kuliahnya, begitupun juga denganku. Namun dengan iringan keberanian aku mencoba untuk terus berusaha mencari cara bagaimana agar cita-cita yang sekian lama berhenti tanpa gerak untuk diraih, dengan keberanian itu selesailah dan aku bisa mewujudkan mimpiku itu.
Tidak sampai disitu saja, kucari kabar lagi tentang dia ternyata diapun tidak melanjutkan impianya. Sungguh disayangkan ya …
Jalan yang berputar. Inilah kisah yang tepat untuk menceritakan perjalanan cerita itu. Terkadang kita harus memulai jalan seperti apa yang tidak pernah kita inginkan. Inilah yang namanya perjuangan. Inilah kehidupan yang sesungguhnya, penuh ujian, penuh tantangan, dan juga penuh kejutan dalam kehidupan.
Mungkin banyak yang pernah bercita-cita menjadi dokter saat masih kecil, tetapi ketika besar mulailah menemukan bakat lain yang ada pada dirinya. Namun tak hjarang itupun bertentangan dengan kemauan orangtua.
Pernahkah kalian di Tanya oleh ayah dan bunda kalian “kamu mau jadi apa nak?” ualngilah itu berkali-kali sampai kamu menemukan sepirit dari kata-kata itu. Orangtuamu kan hanya bertanya, sebenarnya kehawatiran itu karena ketakutan nya akan takut kamu tidak jadi apa-apa.
Kamu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan, asalkan kamu berani memilih. Asalkan kamu berani menjalani, dan tidak menyesali apa yang kamu lakukan. Inilah yang dinamakan kedewasaan. Berani menentukan hidup sendiri. Percayalah kalua kalian yakin, orang tuamu pasti akan mendukung dan senantiasa mendoakanmu untuk meraih apa yang kamu inginkan.
Jika masih kurang jelas, simak contoh berikut, sering kali saya menemukan orang yang bertanya “mana yang harus saya pilih, mengajar atau menjadi penulis? Atau ada seorang remaja yang selalu bimbang untuk memilih sekolah lanjutanya “takut salah jurusan” karena keinginanya berbeda dengan keinginan orangtuanya sebut saja cita-cita yang diinginkan berbeda dengan orang tua yang melahirkanya. Mana yang harus saya pilih?
Saya merasa tidak ada yang salah dalam setiap pilihan, dan kedua hal itupun dapat berjalan beriringan.
Sebenarnya yang membuat sulit adalah diri kita sendiri. Kita yang terlalu cepat mengambil sebuah keputusan “ini tidak bisa” atau apalah jawaban dari cepatnya keputusan kita itu.
Jadi jangan pernah merasa salah langkah dalam meraih cita-cita, karena apa? Semua hal yang terjadi dalam kehidupan kita adalah baik sekalipun kita tidak menyadari di awalnya.
Percayalah, semuanya yang terjadi dalam kehidupan kita ini sudah tercatah di lauh mahfudz, dan saat ini tintanya sudah mongering dan kita hanya tinggal menjalaninya saja. Maka bersyukurlah atas apa yang terjadi pada hidup kita, karena sesungguhnya kasih sayang allah sangan sempurna dalam mengasuh kehidupanmu.
Yang penting punya nyali untuk mewujudkan cita-citamu, selama kamu yakin maka orangtua akan mendukung semua yang kamu pilih. Tapi bagaimana kalua ternyata cita-cita kita bertentangan dengan orangtua? Kalo mau tau jawabanya jangan kemana-mana ya ….
APA ITU MASALAH
Apa sih masalah itu? Kok yang di bahas dari tadi itu maslah melulu ya … masalah dapat diartikan sebagai kesenjangan antara realitas (kenyataan) dengan idealitas (harapan). Bagi seorang muslim, masalah dapat mengukur kadar keimanan seseorang. Ketika masalah berdatangan, setidaknya kekuatan imanya akan terlihat.
Sesungguhnya Allah menguji keikhlasan dalam kesedihan Allah juga akan memberi kedewasaan saat masalah berdatangan, dan Allah melatih ketegaran dalam kesakitan. Bukan karena allah membenci dan bertindak tidak adil pada manusia, tapi karena Allah ingin membersihkan dirinya dari dosa-dosa masa lalunya dan untuk mengangkat derajatnya.

Yup … jangan lupa ketika kalian jatuh cinta berarti kalian harus siap nyali untuk patah hati lho … yah inilah yang namanya konsekuensi. Kamu harus punya nyali tinggi siap di tolak atau kami harus punya nyali ketika kamu diterima. Jika ditolak yah seperti di jongkrokin kedalam kubangan air comberan lho he he he tapi ketika di terima anggap saja kamu sedang ketiban rembulan yang indah.

Ketika kamu bermain api maka kamu harus siap terbakar. Dan jika kamu main air, kamupun harus siap basah kuyup. Percuma saja berlayar, jika kamu takut gelombang. Kayak lahu yah ….

1. Punya Cita-Cita

Cita-cita ini yang seringkali membuat berdebar hati seseorang, artinya bakalan sukses atau gagal. 

Saya memiliki teman (deman SKSD si mulanya) teman dekat jadinya he he he, dia pintar dan dia memiliki cita-cita dan ambisi yang tinggi kita berteman saat di bangku kuliah dia aktifis pintar dan cerdas juga berani, cita-citanya amat lah bagus bagi dia yang cerdas, beda dengan saya. Sayamah apa gitu loh, punya sih cita-cita tapi tak berani begitu muluknya cita-cita itu tertanam di hati karena saya salah satu orang yang takut dengan kegagalan.

Lama kita tak berjumpa ternyata terdengar kabar dia tidak menyelesaikan kuliahnya, begitupun juga denganku. Namun dengan iringan keberanian aku mencoba untuk terus berusaha mencari cara bagaimana agar cita-cita yang sekian lama berhenti tanpa gerak untuk diraih, dengan keberanian itu selesailah dan aku bisa mewujudkan mimpiku itu.

Tidak sampai disitu saja, kucari kabar lagi tentang dia ternyata diapun tidak melanjutkan impianya. Sungguh disayangkan ya … 

Jalan yang berputar. Inilah kisah yang tepat untuk menceritakan perjalanan cerita itu. Terkadang kita harus memulai jalan seperti apa yang tidak pernah kita inginkan. Inilah yang namanya perjuangan. Inilah kehidupan yang sesungguhnya, penuh ujian, penuh tantangan, dan juga penuh kejutan dalam kehidupan.

Mungkin banyak yang pernah bercita-cita menjadi dokter saat masih kecil, tetapi ketika besar mulailah menemukan bakat lain yang ada pada dirinya. Namun tak hjarang itupun bertentangan dengan kemauan orangtua.

Pernahkah kalian di Tanya oleh ayah dan bunda kalian “kamu mau jadi apa nak?” ualngilah itu berkali-kali sampai kamu menemukan sepirit dari kata-kata itu. Orangtuamu kan hanya bertanya, sebenarnya kehawatiran itu karena ketakutan nya akan takut kamu tidak jadi apa-apa.

Kamu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan, asalkan kamu berani memilih. Asalkan kamu berani menjalani, dan tidak menyesali apa yang kamu lakukan. Inilah yang dinamakan kedewasaan. Berani menentukan hidup sendiri. Percayalah kalua kalian yakin, orang tuamu pasti akan mendukung dan senantiasa mendoakanmu untuk meraih apa yang kamu inginkan.

Jika masih kurang jelas, simak contoh berikut, sering kali saya menemukan orang yang bertanya “mana yang harus saya pilih, mengajar atau menjadi penulis? Atau ada seorang remaja yang selalu bimbang untuk memilih sekolah lanjutanya “takut salah jurusan” karena keinginanya berbeda dengan keinginan orangtuanya sebut saja cita-cita yang diinginkan berbeda dengan orang tua yang melahirkanya. Mana yang harus saya pilih? 

Saya merasa tidak ada yang salah dalam setiap pilihan, dan kedua hal itupun dapat berjalan beriringan. 

Sebenarnya yang membuat sulit adalah diri kita sendiri. Kita yang terlalu cepat mengambil sebuah keputusan “ini tidak bisa” atau apalah jawaban dari cepatnya keputusan kita itu. 

Jadi jangan pernah merasa salah langkah dalam meraih cita-cita, karena apa? Semua hal yang terjadi dalam kehidupan kita adalah baik sekalipun kita tidak menyadari di awalnya. 

Percayalah, semuanya yang terjadi dalam kehidupan kita ini sudah tercatah di lauh mahfudz, dan saat ini tintanya sudah mongering dan kita hanya tinggal menjalaninya saja. Maka bersyukurlah atas apa yang terjadi pada hidup kita, karena sesungguhnya kasih sayang allah sangan sempurna dalam mengasuh kehidupanmu. 

Yang penting punya nyali untuk mewujudkan cita-citamu, selama kamu yakin maka orangtua akan mendukung semua yang kamu pilih. Tapi bagaimana kalua ternyata cita-cita kita bertentangan dengan orangtua? Kalo mau tau jawabanya jangan kemana-mana ya ….

APA ITU MASALAH

Apa sih masalah itu? Kok yang di bahas dari tadi itu maslah melulu ya … masalah dapat diartikan sebagai kesenjangan antara realitas (kenyataan) dengan idealitas (harapan). Bagi seorang muslim, masalah dapat mengukur kadar keimanan seseorang. Ketika masalah berdatangan, setidaknya kekuatan imanya akan terlihat.

Sesungguhnya Allah menguji keikhlasan dalam kesedihan Allah juga akan memberi kedewasaan saat masalah berdatangan, dan Allah melatih ketegaran dalam kesakitan. Bukan karena allah membenci dan bertindak tidak adil pada manusia, tapi karena Allah ingin membersihkan dirinya dari dosa-dosa masa lalunya dan untuk mengangkat derajatnya. 


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#Sarapankata
#KMOIndonesia
#KMOBatch
#Kelompok6
#SarkatJadiBuku
#Day12

Allah tidak sayang kepada kita, akan tetapi itu adalah salah besar. Allah menguji kita karena Allah sayang sangat menyayangi kita.
Yang harus selalu kita ingat, bahwa kesenangan dapat menjadi masalah. Bila saja Allah memberikan kesenangan tapi dengan kesenangan tersebut kita malah melupakan Allah, dan tidak menutup kemungkinan ketika kita sedih sebenarnya Allah sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih baik untuk kita. Jangan sampai ya kita sudah susah di dunia, susah pun kita di akhirat. Naudzubillahi minzalik.
Segala kesulitan yang Allah berikan mudai dari kelelahan, kesakitan, kedudukan, kesulitan, hingga dari yang mengenai dirinya semua itu akan menjadi sarana allah untuk melebur segala kesalahanya, jadi … jangan sedih ya ketika kita di uji oleh Allah.

YANG PENTING NYALINYA
Kebahagiaan itu bukan dari orang orang lain, bukan karena kekayaan yang kita miliki, bukan pula karena kekasih hati yang cantic seperti putri Indonesia pujaan bangsa yang memiliki kecerdasan tinggi. Tetapi kebahagiaan itu adalah ketika kita mampu memilih jalan hidup yang terbaik untuk diri kita. Kebahagiaan itu adalah sebuah pilihan. Ada orang yang patah semangat dan tidak dapat melanjutkan hidupnya dengan baik. Ada pengusha sukses yang mulanya selalu dihadapkan oleh kegagalan. Ada pula anak pengusaha yang mati kutu tidak bisa berbuat apa-apa ketika di tinggal mati kedua orangtuanya. Saya ulas lagi, kebahagiaan hidup yang kita inginkan adalah tujuan, dan untuk meraihnya kita harus memiliki sarana, alat untuk mendapatkanya, salah satunya yaitu N .Y . A . L . I lagi-lagi nyali ya ….
Nyali adalah sebuah modal besar untuk kita dalam melangkah dan bergerak untuk menjadi lebih baik. Untuk menjadikan hidup kita penuh makna dan dapat meraih apa yang kita inginkan, kita harus mempunyai keberanian yang besar untuk mengatur, mengelola dan berani untuk melangkah maju agar hidupnya lebih baik. Tentunya nyali yang di maksud disini adalah nyali yang punya perencanaan yang matang, bukan layaknya tentara bodoh yang pergi kemedan perang tanpa persiapan.
Dunia telah membuktikan bagaimana keberanian seseorang yang awalnya bukan apa-apa sampai mampu menjadi apa-apa. Berani punya nyali untuk mengerahkan segala potensi diri, berani punya nyali untuk berkorban dan berani punya nyali untuk mengakui segala kelemahan adalah kunci sukses yang harus kita miliki. \
Semua orang yang Allah hadirkan di muka bumi ini adalah sarana kita untuk belajar. Belajar untuk menelusuri hidup dengan menggunakan nyali dan mengerahkan keberanian untuk menggapai apa yang kita inginkan dalam hidup ini.
Kita beralih pada cerita sang pelawak kondang di masanya. Siapa yang tidak kenal dengan mas tukul arwana? Tapi tidak semua orang mengetahui proses yang beliau lewati hingga menjadi terkenal dan sukses. Hijrahnya dari Semarang ke Jakarta, mempunyai andil besar dalam karirnya.

Allah tidak sayang kepada kita, akan tetapi itu adalah salah besar. Allah menguji kita karena Allah sayang sangat menyayangi kita. 

Yang harus selalu kita ingat, bahwa kesenangan dapat menjadi masalah. Bila saja Allah memberikan kesenangan tapi dengan kesenangan tersebut kita malah melupakan Allah, dan tidak menutup kemungkinan ketika kita sedih sebenarnya Allah sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih baik untuk kita. Jangan sampai ya kita sudah susah di dunia, susah pun kita di akhirat. Naudzubillahi minzalik.

Segala kesulitan yang Allah berikan mudai dari kelelahan, kesakitan, kedudukan, kesulitan, hingga dari yang mengenai dirinya semua itu akan menjadi sarana allah untuk melebur segala kesalahanya, jadi … jangan sedih ya ketika kita di uji oleh Allah. 


YANG PENTING NYALINYA

Kebahagiaan itu bukan dari orang orang lain, bukan karena kekayaan yang kita miliki, bukan pula karena kekasih hati yang cantic seperti putri Indonesia pujaan bangsa yang memiliki kecerdasan tinggi. Tetapi kebahagiaan itu adalah ketika kita mampu memilih jalan hidup yang terbaik untuk diri kita. Kebahagiaan itu adalah sebuah pilihan. Ada orang yang patah semangat dan tidak dapat melanjutkan hidupnya dengan baik. Ada pengusha sukses yang mulanya selalu dihadapkan oleh kegagalan. Ada pula anak pengusaha yang mati kutu tidak bisa berbuat apa-apa ketika di tinggal mati kedua orangtuanya. Saya ulas lagi, kebahagiaan hidup yang kita inginkan adalah tujuan, dan untuk meraihnya kita harus memiliki sarana, alat untuk mendapatkanya, salah satunya yaitu  N .Y . A . L . I  lagi-lagi nyali ya …. 

Nyali adalah sebuah modal besar untuk kita dalam melangkah dan bergerak untuk menjadi lebih baik. Untuk menjadikan hidup kita penuh makna dan dapat meraih apa yang kita inginkan, kita harus mempunyai keberanian yang besar untuk mengatur, mengelola dan berani untuk melangkah maju agar hidupnya lebih baik. Tentunya nyali yang di maksud disini adalah nyali yang punya perencanaan yang matang, bukan layaknya tentara bodoh yang pergi kemedan perang tanpa persiapan. 

Dunia telah membuktikan bagaimana keberanian seseorang yang awalnya bukan apa-apa sampai mampu menjadi apa-apa. Berani punya nyali untuk mengerahkan segala potensi diri, berani punya nyali untuk berkorban dan berani punya nyali untuk mengakui segala kelemahan adalah kunci sukses yang harus kita miliki. \

Semua orang yang Allah hadirkan di muka bumi ini adalah sarana kita untuk belajar. Belajar untuk menelusuri hidup dengan menggunakan nyali dan mengerahkan keberanian untuk menggapai apa yang kita inginkan dalam hidup ini. 

Kita beralih pada cerita sang pelawak kondang di masanya. Siapa yang tidak kenal dengan mas tukul arwana? Tapi tidak semua orang mengetahui proses yang beliau lewati hingga menjadi terkenal dan sukses. Hijrahnya dari Semarang ke Jakarta, mempunyai andil besar dalam karirnya.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#Sarapankata
#KMOIndonesia
#KMOBatch
#Kelompok6
#SarkatJadiBuku
#Day13

Sejak SD mas tukul sudah mengikuti berbagai perlombaan melawak dari tingkat Kota Madya Semarang sampai pada tingkat Nasional. Semua di lakukan untuk mengasah bakat melawaknya. Pada saat di jenjang SMP keluarga mas tukul mulai mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan rumahnya sampai harus terjual. Nah ketika melanjutkan di jenjang SMA-nya, beliau harus mencari pekerjaan untuk bisa melanjutkan sekolahnya.
Kemudian setelah pendidikan SMA untuk melanjutkan hidupnya mas tukul harus bekerja sebagai sopir angkut jurusan johar panggung, dan pernah pula mastukul menjadi sopir gas elpiji dan kembali lagi menjadi sopir angkutan. Keberanian hijrahnya ke Jakarta membuat karir mastukul mulai terlihat ketika beliau bergabung di radio humor SK.
Hal tersebut membuktikan, perjuangan itu tidak mudah. Ketika kalian melihat mas tukul sudah sukses, siapa juga yang tidak mau seperti dia? Tapi kalua kita melihat bagaimana perjuanganya menuju kesuksesannya itu kita harus dapat mencermati dalam-dalam.
Semua hal membutuhkan proses, jangan pernah menganggap kesuksesan itu mudah. Jangan pernah berfikir bahwa menjadi sukses itu mudah, itulah yang di sebut perjuangan. Hanya orang yang mempunyai keberanian, kemampuan dan kecerdasan yang akan mampu memenangkanya.

Mengatur Rasa Takut
Kita lihat dan bayangkan ketika ada seotang anak yang berangkat ke sebuah sekolah yang membawa rasa takut pada dirinya karena sekolahan tersebut lumayan jauh dari rumah yang dia tinggali, dalam perjalanan menuju sekolah si anak tersebut akan melewati sebuah rumah yang penjaganya adalah anjing besar yang memiliki taring panjang dan buas. Apakah anak itu akan tetap melewatinya?
Jika saja itu saya yang mengalaminya, pastinya saya akan mempertimbangkan langkah kaki saya untuk tetap maju dan sampai kesekolah. Saya tetap akan melewati atau tidak, melewati dengan cara lari terbirit agar tidak terkejar oleh anjing itu atau malah diam di tempat mendengar gonggongan si anjing itu. Biasanya jika kita menempatkan ketakutan itu sebagai pemicu, maka kita akan semakin termotivasi untuk dapat melewati ketakutan tersebut agar cepatlah sampai ketempat tujuan. Akan tetapi jika karena ketakutan itu lantas saya harus mencari jalan lain yang dirasa lebih aman justru akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Nah … dalam hidup pastinya kita akan mengalami banyak hal yang tak terduga, karena itu kita selalu membutuhkan banyak persiapan.
Allah tak pernah menjanjikan langit selalu biru dan cerah, jalan hidup tanpa masalah jalan mulus tanpa kerikil, matahari tanpa hujan. Tetapi Allah janjikan kekuatan dari kelemahan, dia berikan cahayanya untuk menerangi kegelapan, dia berikan rahmat-Nya dari segala ujian, dia berikan pertolongan dari segala kesusahan, dan Dia berikan jawaban atas doa-doa yang di panjatkan.
Ketakutan adalah ujian terbesar setiap diri manusia. Takut untuk gagal, takut untuk salah, takut untuk berkarya, takut miskin, takut patah hati, dan takut berbagai ketakutan lainya. Ibarat sebuah dua mata pisau yang satu titik bermanfaat untuk memacu, dan disisi lainya juga dapat melemahkan. Bagaimana kita dapat mengerahkan segala potensi keberanian untuk menaklukan semua ketakutan itu menjadi sebuah kemenangan, bukan pecundang.

Menejemen Cinta
Cinta dapat melemahkan dan juga cinta dapat menjadi kekuatan yang dasyat. Terkadang kita mau merubah diri sendiri itu sangat sulit di bandingkan kita merubah diri kita demi orang lain sebut saja demi orang yang kita cintai. Namun cinta harus dikelola dengan baik, agar cinta tersebut dapat menjadi energy maha dasyat yang mampu menjadikan manusia lebih baik kedepanya.
Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Dalam pendidikanya pun tidak hanya mengandalkan pada suatu aspek saja tapi menyeluruh kepada semua hal yang masing-masingnya saling terkait dengan cinta tersebut. Islam pun mengatur agar cinya yang bersemi dalam hati semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam Quran surat AT-Taubah ayat 24 yang artinya
‘Katakanlah: jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kamu keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahkan perniagaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri merugi. Dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihat di jalan-Nya’ dan AAllah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasyik.
Inilah yang di sebut delapan tarikan bumi dan tiga tarikan langit. Derkadang demi itu semua manusia masih banyak sekali perhitunga. Manusia selalu dalam ketakutanya, takut menjadi miskin, takut tidak terpandang, takut tidak punya masa depanpadahal sesungguhnya ketika kalian memilih bersama Allah. Maka Allah sendiri yang akan membukakan semua keberkahan yang ada di langit dan di bumi. Bukankah Allah SWT akan menolong hamba-Nya yang bersedia menolong hambanya inilah yang dimaksud transaksi bersama Allah SWT.
Setiap kisah yang di peringati sebagai penghormatan untuk seorang yang mendapatkan .kesuksesan, islam justru memiliki tokoh yang begitu fenomenal sebagai pejuang cinta sesungguhnya.

Sejak SD mas tukul sudah mengikuti berbagai perlombaan melawak dari tingkat Kota Madya Semarang sampai pada tingkat Nasional. Semua di lakukan untuk mengasah bakat melawaknya. Pada saat di jenjang SMP keluarga mas tukul mulai mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan rumahnya sampai harus terjual. Nah ketika melanjutkan di jenjang SMA-nya, beliau harus mencari pekerjaan untuk bisa melanjutkan sekolahnya.

Kemudian setelah pendidikan SMA untuk melanjutkan hidupnya mas tukul harus bekerja sebagai sopir angkut jurusan johar panggung, dan pernah pula mastukul menjadi sopir gas elpiji dan kembali lagi menjadi sopir angkutan. Keberanian hijrahnya ke Jakarta membuat karir mastukul mulai terlihat ketika beliau bergabung di radio humor SK.

Hal tersebut membuktikan, perjuangan itu tidak mudah. Ketika kalian melihat mas tukul sudah sukses, siapa juga yang tidak mau seperti dia? Tapi kalua kita melihat bagaimana perjuanganya menuju kesuksesannya itu kita harus dapat mencermati dalam-dalam.

Semua hal membutuhkan proses, jangan pernah menganggap kesuksesan itu mudah. Jangan pernah berfikir bahwa menjadi sukses itu mudah, itulah yang di sebut perjuangan. Hanya orang yang mempunyai keberanian, kemampuan dan kecerdasan yang akan mampu memenangkanya. 


Mengatur Rasa Takut

Kita lihat dan bayangkan ketika ada seotang anak yang berangkat ke sebuah sekolah yang membawa rasa takut pada dirinya karena sekolahan tersebut lumayan jauh dari rumah yang dia tinggali, dalam perjalanan menuju sekolah si anak tersebut akan melewati sebuah rumah yang penjaganya adalah anjing besar yang memiliki taring panjang dan buas. Apakah anak itu akan tetap melewatinya?

Jika saja itu saya yang mengalaminya, pastinya saya akan mempertimbangkan langkah kaki saya untuk tetap maju dan sampai kesekolah. Saya tetap akan melewati atau tidak, melewati dengan cara lari terbirit agar tidak terkejar oleh anjing itu atau malah diam di tempat mendengar gonggongan si anjing itu. Biasanya jika kita menempatkan ketakutan itu sebagai pemicu, maka kita akan semakin termotivasi untuk dapat melewati ketakutan tersebut agar cepatlah sampai ketempat tujuan. Akan tetapi jika karena ketakutan itu lantas saya harus mencari jalan lain yang dirasa lebih aman justru akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Nah … dalam hidup pastinya kita akan mengalami banyak hal yang tak terduga, karena itu kita selalu membutuhkan banyak persiapan.

Allah tak pernah menjanjikan langit selalu biru dan cerah, jalan hidup tanpa masalah jalan mulus tanpa kerikil, matahari tanpa hujan. Tetapi Allah janjikan kekuatan dari kelemahan, dia berikan cahayanya untuk menerangi kegelapan, dia berikan rahmat-Nya dari segala ujian, dia berikan pertolongan dari segala kesusahan, dan Dia berikan jawaban atas doa-doa yang di panjatkan.

Ketakutan adalah ujian terbesar setiap diri manusia. Takut untuk gagal, takut untuk salah, takut untuk berkarya, takut miskin, takut patah hati, dan takut berbagai ketakutan lainya. Ibarat sebuah dua mata pisau yang satu titik bermanfaat untuk memacu, dan disisi lainya juga dapat melemahkan. Bagaimana kita dapat mengerahkan segala potensi keberanian untuk menaklukan semua ketakutan itu menjadi sebuah kemenangan, bukan pecundang.


Menejemen Cinta

Cinta dapat melemahkan dan juga cinta dapat menjadi kekuatan yang dasyat. Terkadang kita mau merubah diri sendiri itu sangat sulit di bandingkan kita merubah diri kita demi orang lain sebut saja demi orang yang kita cintai. Namun cinta harus dikelola dengan baik, agar cinta tersebut dapat menjadi energy maha dasyat yang mampu menjadikan manusia lebih baik kedepanya.

Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Dalam pendidikanya pun tidak hanya mengandalkan pada suatu aspek saja tapi menyeluruh kepada semua hal yang masing-masingnya saling terkait dengan cinta tersebut. Islam pun mengatur agar cinya yang bersemi dalam hati semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam Quran surat AT-Taubah ayat 24 yang artinya

‘Katakanlah: jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kamu keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahkan perniagaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri merugi. Dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihat di jalan-Nya’ dan AAllah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasyik.

Inilah yang di sebut delapan tarikan bumi dan tiga tarikan langit. Derkadang demi itu semua manusia masih banyak sekali perhitunga. Manusia selalu dalam ketakutanya, takut menjadi miskin, takut tidak terpandang, takut tidak punya masa  depanpadahal sesungguhnya ketika kalian memilih bersama Allah. Maka Allah sendiri yang akan membukakan semua keberkahan yang ada di langit dan di bumi. Bukankah Allah SWT akan menolong hamba-Nya yang bersedia menolong hambanya inilah yang dimaksud transaksi bersama Allah SWT. 

Setiap kisah yang di peringati sebagai penghormatan untuk seorang yang mendapatkan .kesuksesan, islam justru memiliki tokoh yang begitu fenomenal sebagai pejuang cinta sesungguhnya.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

?#Sarapankata
#KMOIndonesia
#KMOBatch
#Kelompok6
#SarkatJadiBuku
#Day14

Yang hidupnya bukan untuk dirinya sendiri tapi lebih kepada kebaikan dan keselamatan umat.
Dialah Rosulullah Saw. Yang demi mempertahankan cintanya kepada umatnya beliau rela hidup dalam kelaparankarena di baikot oleh kaum kafir selama tiga tahun. Bahkan beliaupunrela kehilangan wanita yang sangat di cintainya Khadijatul Kubro dalam situasi itu. Belum juga hilang sedihnya, Allah kembali mengujinya dengan di panggilnya pamanya yang selalu membelanya dalam perjuangan islam. Kesedihanya tidak sampai disitu, dakwahnya di ta’if pun menuai kebencian, bukanya di sambut tapi justru cambukan yang di terimanya. Itulah sang pejuang cinta yang sesungguhnya, bahkan ketika malaikat izroil menjemputnya kata-kata terakhir yang di ucapkan adalah “ummati, ummati, ummati.” Sebegitu besarnya kecintanya kepada agamanya, dan umatnya hingga ia merelakan semua kesengsaraan itu hinggap di bahunya.
Islam bukan agama yang sempit dan ketinggalan zaman. Islam adalah agama yang mengajarkan bagaimana seorang hamba untuk selalu membersihkan diri dan hatinya agar selalu dilindungi oleh allah Swt. Islam pun mengatur tentang cinta, dengan tujuan cinta yang hadir di dalam diri adalah cinta yang Allah restui, yang halal ketika ijab qobul sudah di ucapkan.
Cinta sejati adalah cinta seorang hamba kepada tuhanya, sementara cinta yang palsu penuh dengan kepura-puraan adalah cinta yang dibalut dengan nafsu dan di bumbuioleh berbagai macam rayuan yang melenakan. Dan juga di ragukan tanggungjawabnya.
Kita lihat pemuda pemudi yang masih terlena dengan masa masa cintanya, semuanya terlihat manis tak bercela, ketika mereka berjalan, seketika tersandung dengan lembutnya sepontan bibir manisnya mengeluarkan jurus sayangnya kepada pasanganya, hati hadi dong sayang! … namun ketika mereka sudah berumah tangga kebanyakan dari mereka kata-kata itu berubah berbalik Sembilan puluh derajat. “mata lo tuh di mana” kasar bukan … kayak mantan preman yang sedang berucap.
Islam mengatur bagaimana hubungan lawan jenis, yang diridoi Allah dan selalu mendapat petunjuk keberkahan dari-Nya. Yaitu melakukan proses ta’aruf. Jika kalian merasa sudah menjadi pasangan hidup kalian. Jangan lagi berpacaran, toh lamanya pacaran tidak menjamin kebahagiaan dalam berumah tangga. Jika sudah mantap hati, segeralah menikah, yang menikah tersebut membutuhkan persiapan, persiapan moril maupun materil dan tentu saja membutuhkan nyali. Benar begitu kan ….

YUK KITA BERUBAH
Kuatkan Niat Siapkan Keberanian Bulatkan Tekat
“Ayo maju pantang mundur” jika kata kata yang penuh motivasi selalu di jadikan sebagai semboyan dalam sebuah penanaman tekad dalam diri, pasti orang-orang itu akan selalu bergerk dan berbuat hal-hal yang terbaik untuknya dan dapat dijadikan senjata dalam meraih tujuan hidupnya.
Kata-kata tersebut juga yang membuat para pejuang kita mampu meraih kemerdekaan dan mengembalikan ibu pertiwi kwpada kehormatanya. Padahal kalua dalam sejarah perjuangan kita hanya berjuang dengan bambu runcing, tapi tak pernah gentar menghadapi tentara asing yang merusak dan memperbudak negeri ini.
Kata-kata tersebut seharusnya menjadi spirit untuk kita para pemuda yang memperjuangkan masa muda dan cita-citanya. Tidak usahbicra jauh tentang negara deh …, yok, kita bicarakan tentang diri kita sendiri. Coba kita renungi lagi, jika kamu tidak bisa membuat dirimu sendiri bangga, bagaimana kamu bisa membuat bangga negeri ini?
Jika usiamu masih muda, kamu masih sehat dan kuat, tetapi jika setiap jam belajar selalu tertidur karena kelelahan yang di akibatkan ulah sendiri, yang tidak dapat menggunakan waktunya dengan baik, waktu selalu dihabiskan untuk bermain hal-hal yang didak berguna sehingga lelahlah badan tersebut yang membuat ketika akan melaksanakan hal baik tidak bisalah kosentrasi bahkan karena kelelahan tersebut tertidurlah ketika kamu belajar.
Meskinya sebagai pemuda yang mempunyai tanggung jawab sebagai pemuda yang hebat, semestinya kamu fokus pada masa depan, bukanya selalu di pusingkan pada hal-hal yang tidak penting dan tidak bermanfaat.
Mengingat kembali kata-kata Bung Karno (Presiden RI pertama) beliau pernah mengatakan “Beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia!” bayangkan Bung Karno hanya meminta 10 pemuda, padahal waktu itu banyak sekali kaum tua yang akan mensuport beliau dalam perjuangan. Kenapa hanya 10 pemuda yang di minta?
Karena dari pemudalah akan lahir pemikiran yang brilliant, dari pemudalah akan lahir ide-ide hebat yang belum pernah ada, dari pemuda jugalah segala potensi dan tenaga akan tercurahkan. Tenaganya masih kuat, fisiknya masih oke, dan pemikiranya masih segar, tak memikirkan anak keluarga, hutang dan semua harga sembako yang semakin hari semakin melonjak tinggi.
Yok kita bicara bisa dan tidak bisa, atau wajar dan tidak eajar, kalo seorang kakek-kakek pergi kemasjid untuk shalat itu biasa. Tetapi kalu anak muda yang meramaikan masjid dan setiap waktunya langkahkan kaki pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat dan berbagai macam kegiatan keagamaan maka hal tersebut baru luar biasa. Karena apa? Karena di usianya yang sedang labil tetapi ia mempunyai benteng diri yang kuat, maka ia akan mampu menjadi manusia yang lebih terarah dan punya arah, bukan menjadi ababil yang seperti kebanyakan remaja masakini.

Yang hidupnya bukan untuk dirinya sendiri tapi lebih kepada kebaikan dan keselamatan umat.

Dialah Rosulullah Saw. Yang demi mempertahankan cintanya kepada umatnya beliau rela hidup dalam kelaparankarena di baikot oleh kaum kafir selama tiga tahun. Bahkan beliaupunrela kehilangan wanita yang sangat di cintainya Khadijatul Kubro dalam situasi itu. Belum juga hilang sedihnya, Allah kembali mengujinya dengan di panggilnya pamanya yang selalu membelanya dalam perjuangan islam. Kesedihanya tidak sampai disitu, dakwahnya di ta’if pun menuai kebencian, bukanya di sambut tapi justru cambukan yang di terimanya. Itulah sang pejuang cinta yang sesungguhnya, bahkan ketika malaikat izroil menjemputnya kata-kata terakhir yang di ucapkan adalah “ummati, ummati, ummati.” Sebegitu besarnya  kecintanya kepada agamanya, dan umatnya hingga ia merelakan semua kesengsaraan itu hinggap di bahunya.

Islam bukan agama yang sempit dan ketinggalan zaman. Islam adalah agama yang mengajarkan bagaimana seorang hamba untuk selalu membersihkan diri dan hatinya agar selalu dilindungi oleh allah Swt. Islam pun mengatur tentang cinta, dengan tujuan cinta yang hadir di dalam diri adalah cinta yang Allah restui, yang halal ketika ijab qobul sudah di ucapkan.

Cinta sejati adalah cinta seorang hamba kepada tuhanya, sementara cinta yang palsu penuh dengan kepura-puraan adalah cinta yang dibalut dengan nafsu dan di bumbuioleh berbagai macam rayuan yang melenakan. Dan juga di ragukan tanggungjawabnya.

Kita lihat pemuda pemudi yang masih terlena dengan masa masa cintanya, semuanya terlihat manis tak bercela, ketika mereka berjalan, seketika tersandung dengan lembutnya sepontan bibir manisnya mengeluarkan jurus sayangnya kepada pasanganya, hati hadi dong sayang! … namun ketika mereka sudah berumah tangga kebanyakan dari mereka kata-kata itu berubah berbalik Sembilan puluh derajat. “mata lo tuh di mana” kasar bukan … kayak mantan preman yang sedang berucap.

Islam mengatur bagaimana hubungan lawan jenis, yang diridoi Allah dan selalu mendapat petunjuk keberkahan dari-Nya. Yaitu melakukan proses ta’aruf. Jika kalian merasa sudah menjadi pasangan hidup kalian. Jangan lagi berpacaran, toh lamanya pacaran tidak menjamin kebahagiaan dalam berumah tangga. Jika sudah mantap hati, segeralah menikah, yang menikah tersebut membutuhkan persiapan, persiapan moril maupun materil dan tentu saja membutuhkan nyali. Benar begitu kan ….


YUK KITA BERUBAH

Kuatkan Niat Siapkan Keberanian Bulatkan Tekat

“Ayo maju pantang mundur” jika kata kata yang penuh motivasi selalu di jadikan sebagai semboyan dalam sebuah penanaman tekad dalam diri, pasti orang-orang itu akan selalu bergerk dan berbuat hal-hal yang terbaik untuknya dan dapat dijadikan senjata dalam meraih tujuan hidupnya.

Kata-kata tersebut juga yang membuat para pejuang kita mampu meraih kemerdekaan dan mengembalikan ibu pertiwi kwpada kehormatanya. Padahal kalua dalam sejarah perjuangan kita hanya berjuang dengan bambu runcing, tapi tak pernah gentar menghadapi tentara asing yang merusak dan memperbudak negeri ini. 

Kata-kata tersebut seharusnya menjadi spirit untuk kita para pemuda yang memperjuangkan masa muda dan cita-citanya. Tidak usahbicra jauh tentang negara deh …, yok, kita bicarakan tentang diri kita sendiri. Coba kita renungi lagi, jika kamu tidak bisa membuat dirimu sendiri bangga, bagaimana kamu bisa membuat bangga negeri ini?

Jika usiamu masih muda, kamu masih sehat dan kuat, tetapi jika setiap jam belajar selalu tertidur karena kelelahan yang di akibatkan ulah sendiri, yang tidak dapat menggunakan waktunya dengan baik, waktu selalu dihabiskan untuk bermain hal-hal yang didak berguna sehingga lelahlah badan tersebut yang membuat ketika akan melaksanakan hal baik tidak bisalah kosentrasi bahkan karena kelelahan tersebut tertidurlah ketika kamu belajar. 

Meskinya sebagai pemuda yang mempunyai tanggung jawab sebagai pemuda yang hebat, semestinya kamu fokus pada masa depan, bukanya selalu di pusingkan pada hal-hal yang tidak penting dan tidak bermanfaat. 

Mengingat kembali kata-kata Bung Karno (Presiden RI pertama) beliau pernah mengatakan “Beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia!” bayangkan Bung Karno hanya meminta 10 pemuda, padahal waktu itu banyak sekali kaum tua yang akan mensuport beliau dalam perjuangan. Kenapa hanya 10 pemuda yang di minta?

Karena dari pemudalah akan lahir pemikiran yang brilliant, dari pemudalah akan lahir ide-ide hebat yang belum pernah ada, dari pemuda jugalah segala potensi dan tenaga akan tercurahkan. Tenaganya masih kuat, fisiknya masih oke, dan pemikiranya masih segar, tak memikirkan anak keluarga, hutang dan semua harga sembako yang semakin hari semakin melonjak tinggi.

Yok kita bicara bisa dan tidak bisa, atau wajar dan tidak eajar, kalo seorang kakek-kakek pergi kemasjid untuk shalat itu biasa. Tetapi kalu anak muda yang meramaikan masjid dan setiap waktunya langkahkan kaki pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat dan berbagai macam kegiatan keagamaan maka hal tersebut baru luar biasa. Karena apa? Karena di usianya yang sedang labil tetapi ia mempunyai benteng diri yang kuat, maka ia akan mampu menjadi manusia yang lebih terarah dan punya arah, bukan menjadi ababil yang seperti kebanyakan remaja masakini.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#Sarapankata
#KMOIndonesia
#KMOBatch
#Kelompok6
#SarkatJadiBuku
#Day15

Kata bang haji si rajanya dangdut, “Darah muda darahnya para remaja.” Dimana para remaja masih bergejilak sementara ia sendiri masih banyak ingin mencona banyak hal. Disinilah peran orang tua semakin dominan. Selain itu dia sendiri harus pandai menilai segala sesuatunya dengan sangan matang. Jangan sampai, karena sesuatu yang hanya membuatnya penasaran menjadikan ia harus menyesali seluruh kehidupanya.
Banyak kasus remaja yang mengahiri hidupnya karena patah hati, dan banyak pula remaja yang menjadi ayam kampus atau gigolo hanya untuk mencukupi kebutuhan materi yang tak pernah berhenti. Mulai dari baju, HP, mobil dan segala macam yang Cuma membuat orangtuanya banyak geleng kepala. Banyak bayi yang tidak bersalah tak dilahirkan oleh ibunya, banyak orangtua masuk penjara karena ingin mencukupi segala kebutuhan anaknya yang tak pernah merasa tercukupi. Cukup ya menjadi remaja ababil alias remaja labil.
Kawan, orang sukses terkadang bukan dari orang yang beruntung tetapi bagaimana ia mengubah ketidak bahagiannya untuk mencari kebahagiaan yang sebenarnya. Itu yang harus kita ingat.
Masa lalu hanya batu pijakan, tetapi masa depan ditentukan oleh usaha kita yang sekarang. Kalo kamu mau melihat masalalu, lihatlah dirimu yang sekarang. Tapi kalo kamu melihat masa depan lihatlah dirimu masa kini.
Jika saat ini kalian merasa bawa diri kalian adalah orang-orang yang gagal, cobalah ingat apa saja yang dulu menjadi kebiasaanmu? Karena pastinya kegagalanmu dikarenakan usahamu yang tidak maksimal. Dan jika kalian ingin sukses, berkacalah apa yang saat ini kamu lakukan untuk menjemput kesuksesan.
Sang penemu telepon (Alexander Graham Bell) orang hebat yang juga pernah mengalami kegagalan, bahkan ia pernah disuruh pulang dan penemuanya itu di lempar oleh karyawan sebuah perusahaan yang menganggap benda itu hanyalah sebuah mainan anak-anak.
Tak ada hal yang tidak mungkin ketika kita mau mencoba dan tak pernah merasa takut dengan kegagalan . Remember That!

Kekuatan Berserah Diri
Kekuatan berserah diri dalam teori psikologi behaviorisme, Aristoteles dalam teorinya mengatakan yang di sebut dengan teori tabularasa, dimana manusia diumpamakan seperti selembar kertas putih di mana ia akan berubah menjadi warna yang lain karena adanya factor dari lingkungan.
Jika lingkunganya baik maka ia pun akan menjadi baik, begitupun sebaliknya.
Kekuatan berserah diri adalah mengenalkan kembali, bukanlah mengosongkan, tetapi mengembalikan kepada fitrahnya seperti yang di sebutkan dalam hadis yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah ra. “setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (tidak mempersekutukan Allah) tetapi orangtuanyalah yang menjadikan dia seorang Yahudi atau Nasrani atau Majusi sebagaimana seekor hewan yang sempurna. Apakah kamu melihatnya tanpa buntung?” kemudia Abu Hurairah ra membacakan ayat-ayat ini “(Tetaplah atas) fitrah Allah yang menciptakan manusia menurut fitrah itu . (Hukum-hukum) ciptaan Allah tidak dapat diubah. Itulah agama yang benar. Tapi sebagian besar manusia mengetahui.” (QS. Ar-Rum [30]:30)
Melalui proses ini kita akan melihat,siapa diri kita? Dari mana kita? sedang apa kita? dan mau kemana kita?
Cerita banyak orang, dunia ini adalah hanya panggung sandiwara, jika seperti itu! Memang benar karena setiap orang mempunyai peranya masing-masing. Kita bayingkan bersama, Allah menciptakan kita semata-mata untuk menjadi abdi atau hamba. Kita bisa lihat bagaimana para abdi dalem keratin atau kerajaan begitu tunduknya mereka kepada rajanya sampai-sampai di depan raja dia harus berjalan menggunakan lututnya, jika sama manusia saja kita seperti itu patuhnya, mengapa sama Allah justru membangkang?
Kita lihat khadimah atau yang biasa membantu kamu di rumah. Tugasnya pasti membereskan rumah dan mengikuti apa yang diperintahkan majikan. Tapi jika misalnya kamu mempunyai pembantu yang bukanya membantu tetapi malah berbalik menyuruh kamu, bagaimana perasaan kamu? Wah luar biasa bukan bagaimana dongkolnya hati kamu.
Identifikasi diri adalah suatu langkah yang sangat jarang dilakukan oleh para remaja saat ini. Padahal ketika saat kita remaja identifikasi diri itulah yang bisa menjadikan kita mengenal siapa diri kita, apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan kita, apa yang bisa kita lakukan dana pa yang menjadi ketakutan kita.
Cara mudah untuk melakukan proses identifikasi adalah ketika kita sendirian setelah kiyamullail (tahajud). Jangan protes ya … “jangankan melakukan identifikasi diri pada tengan malam bangunya saja malas labar huingga faja.”
Kiyamullail itu itu adalah waktu yang paling tepat untuk bisa jujur kepada Allah dan diri kita sendiri, bahwa kita tak ubahnya hanya makhluk yang semuanya hanya dipinjami oleh Allah Swt. Selain itu kiyamullail itu pun diyakini sebagai cara manusia meminta pertolongan Allah agar Allah menaikan derajatnya.
Nah kekuatan berserah diri inilah langkah untuk jujur, dan mengosongkan pikiran kita bahkan sejenak memutuskan hubungan kita dengan dunia luat. Jadi yang ada hanya hubungan vertical yaitu kita dan Allah. Saat itulah saat yang paling tepat untuk mengakui kelemahan diri, mengucapkan doa, dan mengharapkan segala pertolongan dari Allah Swt. Ingat … terkadang pengharapan kita bukan kepada Allah tapi kebanyakan kepada manusia, itulah yang membuat kita menjadi begitu berk=gantung kepada masusia, buka kepada Allah Swt.

Kata bang haji si rajanya dangdut, “Darah muda darahnya para remaja.” Dimana para remaja masih bergejilak sementara ia sendiri masih banyak ingin mencona banyak hal. Disinilah peran orang tua semakin dominan. Selain itu dia sendiri harus pandai menilai segala sesuatunya dengan sangan matang. Jangan sampai, karena sesuatu yang hanya membuatnya penasaran menjadikan ia harus menyesali seluruh kehidupanya.

Banyak kasus remaja yang mengahiri hidupnya karena patah hati, dan banyak pula remaja yang menjadi ayam kampus atau gigolo hanya untuk mencukupi kebutuhan materi yang tak pernah berhenti. Mulai dari baju, HP, mobil dan segala macam yang Cuma membuat orangtuanya banyak geleng kepala. Banyak bayi yang tidak bersalah tak dilahirkan oleh ibunya, banyak orangtua masuk penjara karena ingin mencukupi segala kebutuhan anaknya yang tak pernah merasa tercukupi. Cukup ya menjadi remaja ababil alias remaja labil. 

Kawan, orang sukses terkadang bukan dari orang yang beruntung tetapi bagaimana ia mengubah ketidak bahagiannya untuk mencari kebahagiaan yang sebenarnya. Itu yang harus kita ingat. 

Masa lalu hanya batu pijakan, tetapi masa depan ditentukan oleh usaha kita yang sekarang. Kalo kamu mau melihat masalalu, lihatlah dirimu yang sekarang. Tapi kalo kamu melihat masa depan lihatlah dirimu masa kini.

Jika saat ini kalian merasa bawa diri kalian adalah orang-orang yang gagal, cobalah ingat apa saja yang dulu menjadi kebiasaanmu? Karena pastinya kegagalanmu dikarenakan usahamu yang tidak maksimal. Dan jika kalian ingin sukses, berkacalah apa yang saat ini kamu lakukan untuk menjemput kesuksesan.

Sang penemu telepon (Alexander Graham Bell) orang hebat yang juga pernah mengalami kegagalan, bahkan ia pernah disuruh pulang dan penemuanya itu di lempar oleh karyawan sebuah perusahaan yang menganggap benda itu hanyalah sebuah mainan anak-anak. 

Tak ada hal yang tidak mungkin ketika kita mau mencoba dan tak pernah merasa takut dengan kegagalan . Remember That!


Kekuatan Berserah Diri

Kekuatan berserah diri dalam teori psikologi behaviorisme, Aristoteles dalam teorinya mengatakan yang di sebut dengan teori tabularasa, dimana manusia diumpamakan seperti selembar kertas putih di mana ia akan berubah menjadi warna yang lain karena adanya factor dari lingkungan.

Jika lingkunganya baik maka ia pun akan menjadi baik, begitupun sebaliknya.

Kekuatan berserah diri adalah mengenalkan kembali, bukanlah mengosongkan, tetapi mengembalikan kepada fitrahnya seperti yang di sebutkan dalam hadis yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah ra. “setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (tidak mempersekutukan Allah) tetapi orangtuanyalah yang menjadikan dia seorang Yahudi atau Nasrani atau Majusi sebagaimana seekor hewan yang sempurna. Apakah kamu melihatnya tanpa buntung?” kemudia Abu Hurairah ra membacakan ayat-ayat ini “(Tetaplah atas) fitrah Allah yang menciptakan manusia menurut fitrah itu . (Hukum-hukum) ciptaan Allah tidak dapat diubah. Itulah agama yang benar. Tapi sebagian besar manusia mengetahui.” (QS. Ar-Rum [30]:30)

Melalui proses ini kita akan melihat,siapa diri kita? Dari mana kita? sedang apa kita? dan mau kemana kita?

Cerita banyak orang, dunia ini adalah hanya panggung sandiwara, jika seperti itu! Memang benar karena setiap orang mempunyai peranya masing-masing. Kita bayingkan bersama, Allah menciptakan kita semata-mata untuk menjadi abdi atau hamba. Kita bisa lihat bagaimana para abdi dalem keratin atau kerajaan begitu tunduknya mereka kepada rajanya sampai-sampai di depan raja dia harus berjalan menggunakan lututnya, jika sama manusia saja kita seperti itu patuhnya, mengapa sama Allah justru membangkang?

Kita lihat khadimah atau yang biasa membantu kamu di rumah. Tugasnya pasti membereskan rumah dan mengikuti apa yang diperintahkan majikan. Tapi jika misalnya kamu mempunyai pembantu yang bukanya membantu tetapi malah berbalik menyuruh kamu, bagaimana perasaan kamu? Wah luar biasa bukan bagaimana dongkolnya hati kamu.

Identifikasi diri adalah suatu langkah yang sangat jarang dilakukan oleh para remaja saat ini. Padahal ketika saat kita remaja identifikasi diri itulah yang bisa menjadikan kita mengenal siapa diri kita, apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan kita, apa yang bisa kita lakukan dana pa yang menjadi ketakutan kita.

Cara mudah untuk melakukan proses identifikasi adalah ketika kita sendirian setelah kiyamullail (tahajud). Jangan protes ya … “jangankan melakukan identifikasi diri pada tengan malam bangunya saja malas labar huingga faja.” 

Kiyamullail itu itu adalah waktu yang paling tepat untuk bisa jujur kepada Allah dan diri kita sendiri, bahwa kita tak ubahnya hanya makhluk yang semuanya hanya dipinjami oleh Allah Swt. Selain itu kiyamullail itu pun diyakini sebagai cara manusia meminta pertolongan Allah agar Allah menaikan derajatnya. 

Nah kekuatan berserah diri inilah langkah untuk jujur, dan mengosongkan pikiran kita bahkan sejenak memutuskan hubungan kita dengan dunia luat. Jadi yang ada hanya hubungan vertical yaitu kita dan Allah. Saat itulah saat yang paling tepat untuk mengakui kelemahan diri, mengucapkan doa, dan mengharapkan segala pertolongan dari Allah Swt. Ingat … terkadang pengharapan kita bukan kepada Allah tapi kebanyakan kepada manusia, itulah yang membuat kita menjadi begitu berk=gantung kepada masusia, buka kepada Allah Swt. 


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#Sarapankata
#KMOIndonesia
#KMOBatch48
#Kelompok6
#SarkatJadiBuku
#Day16

Nah, untuk tahajud di tengah malam pun kita membutuhkan nyali kan? Jadi, persiapkan semua nyalimu untuk memulai sesuatu yang lebih baik dalam meraih masa depanmu.

Jangan Terlena Pada Kenyamanan
Kisah dari seekor cacing yang begitu santai beristirahat, berlelah dan bersantai di sebuah lubang yang tenang dan nyaman, akan tetapi sic acing tidak tahu kalua lubang tersebut adalah lubang permainan golf, jadi ketika sic acing sedang beristirahat dengan nyamanya, sebuah bola golf menggelinding memasuki lubang tersebut yang kemudian menindih tubuh kecilnya. Itulah ibarat orang yang merasa sudah nyaman dengan hidupnya, sementara ia tidak menyadari bahaya yang akan menghampirinya.
Nah, masih ingat di pembahasan sebelumnya kan! Pastinya kalian telah mengidentifikasi diri, kemudian segeralah membuat list apa saja yang harus kalian kerjakan. Dan bagaimana memulainya. Saran dari saya, harus di tulis! Kenapa harus di tulis? Karena dengan menulis kalian akan memiliki catatan apa saja yang sudah dilakukan, dana pa yang harus kalian kerjakan dana pa saja yang masih harus di persiapkan.
Igat lah para geberasi penerus ku yang sholih dan sholihah (he sok punya generasi hebat nih), kehidupan kita adalah ibarat sebuah tangga, dimana jika kita mau berada diposisi paling atas maka kita harus memulai menghitung tangga dari anak tangga yang terendah sampai kepada anak tangga yang paling puncak. Karena itu, kalian harus menulis setiap undukan tangga yang kamu hadapi, supaya kamu tidak lupa dan tersesat. Saingan ya kita he he saingan dengan generasi muda dan hebat.
Seorang bijak pernah berkta, “Jika kamu ingin menjadi orang yang sukses, maka keluarlah dari kehidupanmu yang nyaman”
Kesuksesan hanya bisa dirasakan ketika kita telah mengalami banyak sekali rintangan. Kesuksesan hanya bisa dirasakan ketika kita mampu melewati segala hambatan. Dan kemenangan hanya pantas di rayakan oleh orang-orang yang berjuang. Jika kalian mau jaya, maka bersiaplah mengalami berbagai rintangan. Dan jika kalian ingin menjadi pemenang, maka bersiaplah menghadapi perjuangan.
Jangan pernah merasa bahwa hidup kalian sudah nyaman dana man, dalam artian kamu aman ketika sudah menyelesaikan sebuah pendidikan dengan nilai yang komelout, karena setelah itu lah kamu akan mengalami banyak sekali tuntutan dan tanggung jawab.
Jangan merasa aman ketika bergantung kepada orang tua, karena kalian juga harus ingat kalian akan menjadi orang tua yang juga harus bertanggungjawab terhadap anak dan isteri serta keluargamu kelak. Jangan pernah merasa aman sudah menjadi Bos, kerena tugas Bo situ bukan hanya sekedar memerintah bawahan akan tetapi Bo situ harus menjadi contoh dan teladan untuknya. Jadi jangan pada salah menilai ya … rasa aman akan membuatmu terlena dalam berkarya.
Banyak di kalangan artis yang hit pada masanya dan masa kini, mereka sudah merasa aman dengan berbagai job dan honor yang mereka terima, tetapi mereka masih ambisi dengan membuka segala macam bisnis yang memang menghasilkan cuan yang akan disimpan untuk asset keluarganya mendatang.
Jadi, jika kalian ingin menjadi orang sukses, persiapkan nyali dan mentalmu untuk keluar dari zona aman. Keluar dari ketiak orangtua dan mulai berdiri sendiri, dan berani mengatakan “Inilah saya, bukan inilah bapak saya.” Jika kamu harus hidup “merih” dalam artian hisup seba kekurangan, miskin dan kelaparan, jangan cengeng, karena disitulah mental dan nyalimu diuji. Bahkan dari situ pulalah kemurnian imanmu keyakinan terhadap Tuhanmu yaitu Allah akan semakin dirasa.

Don’t Blame Others
Dalam sebuah novel “Rembulan Tenggelam Di wajahmu” (mas dariwis tereliye) yang mengisahkan tentang kehidupan anak jalanan yang mampu meraih kesuksesanya dengan menjadi pengusaha yang mempunyai perusahaan yang menggurita. Saya belajar banya, bahwa hidup ini juga layaknya hubungan sebab akibat. Sebabnya kamu mencuru maka maka akibatnya kamu akan dihukum. Sebabnya ada rasa cinta di antara kedua orangtuamu maka akibatnya ada pada dirimu. Inilah bagian dari rantai kehidupan. Kita mempunyai hubungan dengan orang lain, dan sebenarnya itu semua pun bukanlah sebuah kebetulan. Karena Allah lah yang telah merencanakan.
Saya suka kesal dan dongkol ketika saya melihat anak muda yang kecanduan narkoba lantas menyalahkan orangtuanya yang dianggap tidak memperhatikan sehingga merasa kurang kasih sayang. Coba kalian berfikir dewasa. Jika orangtuamu dirumah, lantas siapa yang akan mencari nafkah? Jika orangtuamu terus-terusan memantau aktivitasmu, lantas kapan kamu akan menjadi dewasa dan berani bertanggungjawab atas dirimu sendiri? Dewasalah mengartikan perhatian orangtuamu. Kamu butuh materi, kamupun butuh pengertian. Tetapi jika kamu bisa mengomunikasikan dengan cara yang tepat, pasti semua hal bisa diselesaikan. Jangan mau kalah dengan penggadaian yang mampu menyelesaikan masalah tanpa masalah.
Kamu bisa menjadi menejer keuangan di sebuah perusahaan besar, itu semuapun ada sebabnya. Karena usahamu, karena doa orang-orang yang mencintaimu, dank arena orang lain pula yang men-support dan membukakan jalan untukmu, dan pastinya karena Allah yang mengatur rezekimu.

Nah, untuk tahajud di tengah malam pun kita membutuhkan nyali kan? Jadi, persiapkan semua nyalimu untuk memulai sesuatu yang lebih baik dalam meraih masa depanmu.


Jangan Terlena Pada Kenyamanan

Kisah dari seekor cacing yang begitu santai beristirahat, berlelah dan bersantai di sebuah lubang yang tenang dan nyaman, akan tetapi sic acing tidak tahu kalua lubang tersebut adalah lubang permainan golf, jadi ketika sic acing sedang beristirahat dengan nyamanya, sebuah bola golf menggelinding memasuki lubang tersebut yang kemudian menindih tubuh kecilnya. Itulah ibarat orang yang merasa sudah nyaman dengan hidupnya, sementara ia tidak menyadari bahaya yang akan menghampirinya. 

Nah, masih ingat di pembahasan sebelumnya kan! Pastinya kalian telah mengidentifikasi diri, kemudian segeralah membuat list apa saja yang harus kalian kerjakan. Dan bagaimana memulainya. Saran dari saya, harus di tulis! Kenapa harus di tulis? Karena dengan menulis kalian akan memiliki catatan apa saja yang sudah dilakukan, dana pa yang harus kalian kerjakan dana pa saja yang masih harus di persiapkan.

Igat lah para geberasi penerus ku yang sholih dan sholihah (he sok punya generasi hebat nih), kehidupan kita adalah ibarat sebuah tangga, dimana jika kita mau berada diposisi paling atas maka kita harus memulai menghitung tangga dari anak tangga yang terendah sampai kepada anak tangga yang paling puncak. Karena itu, kalian harus menulis setiap undukan tangga yang kamu hadapi, supaya kamu tidak lupa dan tersesat. Saingan ya kita he he saingan dengan generasi muda dan hebat. 

Seorang bijak pernah berkta, “Jika kamu ingin menjadi orang yang sukses, maka keluarlah dari kehidupanmu yang nyaman”

Kesuksesan hanya bisa dirasakan ketika kita telah mengalami banyak sekali rintangan. Kesuksesan hanya bisa dirasakan ketika kita mampu melewati segala hambatan. Dan kemenangan hanya pantas di rayakan oleh orang-orang yang berjuang. Jika kalian mau jaya, maka bersiaplah mengalami berbagai rintangan. Dan jika kalian ingin menjadi pemenang, maka bersiaplah menghadapi perjuangan.

Jangan pernah merasa bahwa hidup kalian sudah nyaman dana man, dalam artian kamu aman ketika sudah menyelesaikan sebuah pendidikan dengan nilai yang komelout, karena setelah itu lah kamu akan mengalami banyak sekali tuntutan dan tanggung jawab. 

Jangan merasa aman ketika bergantung kepada orang tua, karena kalian juga harus ingat kalian akan menjadi orang tua yang juga harus bertanggungjawab terhadap anak dan isteri serta keluargamu kelak. Jangan pernah merasa aman sudah menjadi Bos, kerena tugas Bo situ bukan hanya sekedar memerintah bawahan akan tetapi Bo situ harus menjadi contoh dan teladan untuknya. Jadi jangan pada salah menilai ya … rasa aman akan membuatmu terlena dalam berkarya.

Banyak di kalangan artis yang hit pada masanya dan masa kini, mereka sudah merasa aman dengan berbagai job dan honor yang mereka terima, tetapi mereka masih ambisi dengan membuka segala macam bisnis yang memang menghasilkan cuan yang akan disimpan untuk asset keluarganya mendatang.

Jadi, jika kalian ingin menjadi orang sukses, persiapkan nyali dan mentalmu untuk keluar dari zona aman. Keluar dari ketiak orangtua dan mulai berdiri sendiri, dan berani mengatakan “Inilah saya, bukan inilah bapak saya.” Jika kamu harus hidup “merih” dalam artian hisup seba kekurangan, miskin dan kelaparan, jangan cengeng, karena disitulah mental dan nyalimu diuji. Bahkan dari situ pulalah kemurnian imanmu keyakinan terhadap Tuhanmu yaitu Allah akan semakin dirasa.


 Don’t Blame Others

Dalam sebuah novel “Rembulan Tenggelam Di wajahmu” (mas dariwis tereliye) yang mengisahkan tentang kehidupan anak jalanan yang mampu meraih kesuksesanya dengan menjadi pengusaha yang mempunyai perusahaan yang menggurita. Saya belajar banya, bahwa hidup ini juga layaknya hubungan sebab akibat. Sebabnya kamu mencuru maka maka akibatnya kamu akan dihukum. Sebabnya ada rasa cinta di antara kedua orangtuamu maka akibatnya ada pada dirimu. Inilah bagian dari rantai kehidupan. Kita mempunyai hubungan dengan orang lain, dan sebenarnya itu semua pun bukanlah sebuah kebetulan. Karena Allah lah yang telah merencanakan. 

Saya suka kesal dan dongkol ketika saya melihat anak muda yang kecanduan narkoba lantas menyalahkan orangtuanya yang dianggap tidak memperhatikan sehingga merasa kurang kasih sayang. Coba kalian berfikir dewasa. Jika orangtuamu dirumah, lantas siapa yang akan mencari nafkah? Jika orangtuamu terus-terusan memantau aktivitasmu, lantas kapan kamu akan menjadi dewasa dan berani bertanggungjawab atas dirimu sendiri? Dewasalah mengartikan perhatian orangtuamu. Kamu butuh materi, kamupun butuh pengertian. Tetapi jika kamu bisa mengomunikasikan dengan cara yang tepat, pasti semua hal bisa diselesaikan. Jangan mau kalah dengan penggadaian yang mampu menyelesaikan masalah tanpa masalah. 

Kamu bisa menjadi menejer keuangan di sebuah perusahaan besar, itu semuapun ada sebabnya. Karena usahamu, karena doa orang-orang yang mencintaimu, dank arena orang lain pula yang men-support dan membukakan jalan untukmu, dan pastinya karena Allah yang mengatur rezekimu.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#SARAPANKATA
#KMOINDONESIA
#KMOBATCH48
#KELOMPOK6
#BASWARAAKSA
#DAY-17

Namun terkadang kalian mengalami kegagalan dalam bekerjasama membangun sebuah usaha dengan rekan kerjamu, jangan selalu menyalahkan orang lain. Karena kamu juga mempunyai andil dalam kesalahan itu. Mungkin saja kamu slah langkah dan perkiraan, atau mungkin saja kamu belum mengetahui cara usaha yang baik, atau bahkan mungkin juga kamu salah dalam memilih patner kerja.
Seperti yang dilakukan kawan-kawan kita saat ini yang hanya bisa menyalahkan pemerintah atas kemiskinan yang membelit negeri ini, bukan juga membenarkan pemerintah sih! Karena memang sudah tugasnya pemerintah untuk memikirkan masyarakatnya. Akan tetapi jika kita terus menerus menyalahkan dan mengenang masalalu yang katanya negeri ini kaya dan tidak akan pernah habis kekayaanya sampai tujuh turunan, mungkin benar tetapi mungkin saja kita ini keturunan yang kedelapan jadi semua harta yang ada sudah habis. Berarti sudah waktunya kita bangkit dan mulai kembali membangun negeri, jangan sampai kekayaan yang memang sudahsedikit ini justru kita habiskan sampai kedasar perut buminya. Jika sudah seperti ini apalagi yang bisa kita banggakan di negeri kita sendiri, selain membangga-banggakan kenangan bahwa “Dulu negeri kita kaya” jangan khawatir … negeri kita sekarangpun masih kaya loh, tapi yah kalua kita sendiri tidak meraihnya dengan perjuangan yang di sertai dengan nyali maka kekayaan tersebut tidak akan pernah kita dapatkan.
Saran saya sih, sudahi menyalahkan orang lain. Karena, tidak ada gunanya juga. Apakah jika kamu memakai bahkan sampai memukuli orang itu, lalu hartamu akan kembali? Tidak. Maka yang terbaik adalah menjadikan hal tersebut sebagai pelajaran berharga jangan terus meratapi apa yang sudah tertutup, karena sikap yang seperti itu justru akan membuat kita tidak menyadari ketika ada pintu yang lain terbuka. Dikarenakan kita terlalu larut dalam kesedihan dan kegagalan.

Mencoba Bijak Menyikapi Masa Lalu
Yok … kita mulai berdiri dengan tegar di atas puing-puing kehancuran. Memang terasa berat, tetapi inilah sebuah pilihan yang paling tepat. Bangkit dari lamuunan dan keterpurukan bukanlah hal yang mudah, amatlah sangat sulitnya untuk membangun keberanian dan nyali pada diri untuk membangun keberanian berdiri dengan tegak, terkadang untuk itu kita sampai bercucuran keringat bahkan sampai bercucuran air mata untuk bisa membuktikan bawawa kita mampu berdiri kembali. Tapi percayalah, dengat bangkit dari semua masalah yang menghimpit, maka kamu akan lebih dewasa dan lebih matang dalam menjalani kehidupan.
Siapa yang ingin terlahir dari keluarga yang berantakan, keluarga yang mengalami broken home? Siapa pula yang mengiginkan kehilangan orangtua yang di cintai? Tapi inilah suratan takdir. Apakah itu semua menjadi pembenaran ketika kita melakukan kejahatan? Masak sih, kamu harus selamanya membenci orangtuamu? Terus masa sih seumur hidupmu akan menyimpan denda kepada orang-orang yang membuatmu tidak bahagia?
Hatimu itu terlalu sempit untuk menyimpan dendam, dan hidupmu terlalu berharga untuk memikirkan hal-hal yang tidak berguna! Setiap manusia memiliki masa lalu, baik itu kenangan indah maupun kenangan yang menyakitkan tentang cerita dalam kehidupanmu baik dengan kawan, istri, maupun keluarga.
Masa lalu biarlah saja menjadi kenangan dan pelajaran yang berharga . maka dari itu bijaklah dalam menyikapinya. Masa lalu tetap menjadi pijakan dalam langkah-langkah kehidupan bukan di jadikan penghambat dalam melangkah.
Diibaratkan dirimu adalah seorang pengendara sepeda motor, ketika kamu berada di jalan raya, kamu menggunakan kaca sepion untuk panduan melihat kebelakang dan gunanya untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan yang dating dari belakang. Tetapi bukan berarti kamu terus-menerus melihat ke kaca sepion tersebut bukan? Yang ada justru kamu akan mendapatkan masalah lain yang mungkin akan dating dari arah depanmu.
Masa lalu biarkanlah masa lalu, yang terpenting adalah fokus menata masa depan. Dan untuk bisa bijak menyikapi masa lalu kamupun harus berani, karena kamu harus belajar untuk melupakan, memaafkan, dan memperbaiki keadaan. Jangan pernah biarkan masa depanmu terhalang bahkan rusak hanya karena masa lalu yang sudah terlewatkan di belakangmu.
Siindah-indahnya masa lalu, itu tetaplah masa lalu. Sadar sobat, kita sekarang hidup di masa kini bukan di masa khayalan seperti di filem kartun doraemon yang bisa pulang dan pergi ke masa lalu lewat kantong ajaibnya. Sekarang kita hidup di dunia nyata dimana masa lalu hanyalah tinggal kenangan. Jadi tanamkanlah dalam diri, “No way to back!”
Kata kunci untuk tidak menyesali apa yang sudah terjadi. Percayalah, terjadi atau tidak segala sesuatunya ada campur tangan Allah Swt di dalam kehidupan kita.
Tidak ada jalan untuk kembali. Jadi, keep move on, tetaplah berlari mengejar impian sekalipun dalam perjalanan kamu merasakan banyak rintangan dan penderitaan. Yakinla Allah selalu bersamamu.

Namun terkadang kalian mengalami kegagalan dalam bekerjasama membangun sebuah usaha dengan rekan kerjamu, jangan selalu menyalahkan orang lain. Karena kamu juga mempunyai andil dalam kesalahan itu. Mungkin saja kamu slah langkah dan perkiraan, atau mungkin saja kamu belum mengetahui cara usaha yang baik, atau bahkan mungkin juga kamu salah dalam memilih patner kerja.

Seperti yang dilakukan kawan-kawan kita saat ini yang hanya bisa menyalahkan pemerintah atas kemiskinan yang membelit negeri ini, bukan juga membenarkan pemerintah sih! Karena memang sudah tugasnya pemerintah untuk memikirkan masyarakatnya. Akan tetapi jika kita terus menerus menyalahkan dan mengenang masalalu yang katanya negeri ini kaya dan tidak akan pernah habis kekayaanya sampai tujuh turunan, mungkin benar tetapi mungkin saja kita ini keturunan yang kedelapan jadi semua harta yang ada sudah habis. Berarti sudah waktunya kita bangkit dan mulai kembali membangun negeri, jangan sampai kekayaan yang memang sudahsedikit ini justru kita habiskan sampai kedasar perut buminya. Jika sudah seperti ini apalagi yang bisa kita banggakan di negeri kita sendiri, selain membangga-banggakan kenangan bahwa “Dulu negeri kita kaya” jangan khawatir … negeri kita sekarangpun masih kaya loh, tapi yah kalua kita sendiri tidak meraihnya dengan perjuangan yang di sertai dengan nyali maka kekayaan tersebut tidak akan pernah kita dapatkan.

Saran saya sih, sudahi menyalahkan orang lain. Karena, tidak ada gunanya juga. Apakah jika kamu memakai bahkan sampai memukuli orang itu, lalu hartamu akan kembali? Tidak. Maka yang terbaik adalah menjadikan hal tersebut sebagai pelajaran berharga jangan terus meratapi apa yang sudah tertutup, karena sikap yang seperti itu justru akan membuat kita tidak menyadari ketika ada pintu yang lain terbuka. Dikarenakan kita terlalu larut dalam kesedihan dan kegagalan.


Mencoba Bijak Menyikapi Masa Lalu

Yok … kita mulai berdiri dengan tegar di atas puing-puing kehancuran. Memang terasa berat, tetapi inilah sebuah pilihan yang paling tepat. Bangkit dari lamuunan dan keterpurukan bukanlah hal yang mudah, amatlah sangat sulitnya untuk membangun keberanian dan nyali pada diri untuk membangun keberanian berdiri dengan tegak, terkadang untuk itu kita sampai bercucuran keringat bahkan sampai bercucuran air mata untuk bisa membuktikan bawawa kita mampu berdiri kembali. Tapi percayalah, dengat bangkit dari semua masalah yang menghimpit, maka kamu akan lebih dewasa dan lebih matang dalam menjalani kehidupan. 

Siapa yang ingin terlahir dari keluarga yang berantakan, keluarga yang mengalami broken home? Siapa pula yang mengiginkan kehilangan orangtua yang di cintai? Tapi inilah suratan takdir. Apakah itu semua menjadi pembenaran ketika kita melakukan kejahatan? Masak sih, kamu harus selamanya membenci orangtuamu? Terus masa sih seumur hidupmu akan menyimpan denda kepada orang-orang yang membuatmu tidak bahagia?

Hatimu itu terlalu sempit untuk menyimpan dendam, dan hidupmu terlalu berharga untuk memikirkan hal-hal yang tidak berguna! Setiap manusia memiliki masa lalu, baik itu kenangan indah maupun kenangan yang menyakitkan tentang cerita dalam kehidupanmu baik dengan kawan, istri, maupun keluarga.

Masa lalu biarlah saja menjadi kenangan dan pelajaran yang berharga . maka dari itu bijaklah dalam menyikapinya. Masa lalu tetap menjadi pijakan dalam langkah-langkah kehidupan bukan di jadikan penghambat dalam melangkah.

Diibaratkan dirimu adalah seorang pengendara sepeda motor, ketika kamu berada di jalan raya, kamu menggunakan kaca sepion untuk panduan melihat kebelakang dan gunanya untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan yang dating dari belakang. Tetapi bukan berarti kamu terus-menerus melihat ke kaca sepion tersebut bukan? Yang ada justru kamu akan mendapatkan masalah lain yang mungkin akan dating dari arah depanmu.

Masa lalu biarkanlah masa lalu, yang terpenting adalah fokus menata masa depan. Dan untuk bisa bijak menyikapi masa lalu kamupun harus berani, karena kamu harus belajar untuk melupakan, memaafkan, dan memperbaiki keadaan. Jangan pernah biarkan masa depanmu terhalang bahkan rusak hanya karena masa lalu yang sudah terlewatkan di belakangmu.

Siindah-indahnya masa lalu, itu tetaplah masa lalu. Sadar sobat, kita sekarang hidup di masa kini bukan di masa khayalan seperti di filem kartun doraemon yang bisa pulang dan pergi ke masa lalu lewat kantong ajaibnya. Sekarang kita hidup di dunia nyata dimana masa lalu hanyalah tinggal kenangan. Jadi tanamkanlah dalam diri, “No way to back!”

Kata kunci untuk tidak menyesali apa yang sudah terjadi. Percayalah, terjadi atau tidak segala sesuatunya ada campur tangan Allah Swt di dalam kehidupan kita. 

Tidak ada jalan untuk kembali. Jadi, keep move on, tetaplah berlari mengejar impian sekalipun dalam perjalanan kamu merasakan banyak rintangan dan penderitaan. Yakinla Allah selalu bersamamu.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#SARAPANKATA
#KMOINDONESIA
#KMOBATCH48
#KELOMPOK6
#BASWARAAKSA
#SARKATJADIBUKU
#DAY-18

Alam Yang Kaya
Allah Swt, mengajarkan manusia dengan banyak cara. Ketika manusia belajar dari mahluk allah yang kecil seperti cacing, ia bisa menggali tanah dan dapat mengambil berbagai kekayaan yang ada di perut bumi. Ketika ia belajar dari ikan, maka ia pun dapat berenang. Ketika ia belajar dari burung, maka ia pun bisa membuat pesawat terbang. Bahkan pengusaha kecil bisa kaya raya karena seekor hewan yang kecil yaitu nyamuk. Manusia mampu terinspirasi kemudian membuat obat nyamuk sehingga ia dapat menghasilkan berjuta juta uang karena ciptaan Allah yang kecil itu.
Pembelajaran yang kita dapat dari alam atau yang sering kita kenal dengan tafakur alam, adalah cara yang peling jitu ketika kita hidup seolah tak berarti dan terpuruk.
Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Nah, ini sering kali menjadi persoalan dalam diri kita. Ketika kita sedang di hadapkan masalah yang sangat serius kita merasa seperti berada dalam ujung tombak. Baru gagal sekali sudah merasa hidup tak berguna. Please deh, belajarlah berfikir dengan lebih jauh lagi kenapa ya? Yakinlah saja, Allah sudah mengatur segala rezeki, jodoh, bahkan maut sekalipun. Jadi tidak usah bersedih!
Yuk kita sama-sama sadar dari bahwa kita pun masih berarti, sekarang mari kita mulai petualangan diri.
Yok, kita bayangkan, ketika kita sedang camping di tengah hutan. Nah kira-kira, apa saja yang akan kita temukan, mari kita bahas satu persatu …!

Batu
Bisakah kamu rasakan bagaimana kerasnya batu tersebut, kalo tidak percaya dengan kerasnya batu cobalah adu batu tersebut dengan kepalamu. Mana yang akan pecah? Jangan pernah lakukan ya … jika kamu masih ingin melanjutkan petualanganmu.
Sekalipun batu itu keras, tetapi ia tetap bisa memberikan manfaat buat kehidupan manusia. Batu dapat berguna dalam membangun sebuah rumah sampai gedung bertingkat dan mewah. Namu terkadang batu pun dapat melukai orang lain, tetapi ingat sekeras-kerasnya batu masih bisa bolong dan hancur ketika iya terus menerus di tetesi oleh air.
Nah, kita sebagai manusia kan bukan batu ya … kita manusia di ciptakan Allah dengan sesempurna mungkin bahkan Allah menciptakan mahliknya yang paling sempurna adalah manusia. Namu mengapa kebanyakan manusia sangat susah sekali menerima masukan dari orang lain, padakan masukan tersebut bisa menjadi sangat bermanfaat untuk kehidupan kita. Atau kenapa sih, terkadang ada saja manusia yang lebih keras dari batu untuk bisa berubah, padahal banyak sekali ayat-ayat Allah yang tersirat maupun tersurat yang dapat kita jadikan pelajaran? Telinga kita belum tuli bukan? Sampai telinga kita tak mendengar dan hati kita tak terusik bergetar ketika ayat-ayat Allah itu di bacakan? Masak sih, apa kah hati kita sudah begitu membatunya hingga kita tidak mau bersyukur atas segala nikmat yang sudah allah berikan kepada kita?
Disini ego kita di mainkan, si gengsi ini selalu terdepan. Padahal kita tahu bahwa kita salah, tetapi untuk meminta maaf kepada orang lain kita sama sekali tidak memiliki keberanian. Atau bahkan terkadang kita tahu cara untuk keluar dari permasalahan kita, tetapi ketika kita harus memulai dari nol, kita merasa gengsi. Sebelum hati kita benar-benar membatu, kita masih punya kesempatan untuk berubah. Kita yang dapat merubah diri kita sendiri, bukan orang lain. Karena Allah itu bagaimana kita percaya.

Air
Berkacalah pada air, jangan berkaca pada yang lain apa lagi berkaca pada batu yang begitu keras. Karena jika kita salah berkaca maka kita akan salah untuk mengenali diri kita sendiri. Kisah si buruk rupa yang berubah menjadi angsa yang cantik, karena ia bercermin pada air danau yang jernih. Tetapi janganlah sekali-kali kamu berkaca pada air yang keruh, bisa jadi buruk rupa lagi ya bahkan tidak terlihat bentuk wajahnya … he he.
Mengapa kita dianjurkan bercermin pada air, karena sifat air itu mampu membersihkan sesuatu dan air tersebut mampu membersihkan dirinya sendiri. Air juga memiliki unsur terbanyak dalam tubuh manusia. Sejak kita belajar di SD, SMP, SMA, sampai kita kuliah, kita bersama sepakat bahwa air akan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Inilah yang disebut hokum alam atau di sebut juga sunatullah, yang meliputi ketentuan Allah.namun asal kalian tau bentuk mengalirnya air dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah adalah bentuk bertasbihnya ia kepada sang penciptanya.
“Sesungguhnya yang ada di langit dan yang ada di bumi, telah bertasbih kepada Allah. Dan Dialah yang maha perkasa dan bijaksana.” (QS As Shaf [61] : 1).
Bayangkanlah bagaimana kehidupan manusia jika tidak ada air? Jika air saja selalu bersyukur dan bisa banyak memberikan manfaat buat orang lain? Air yang dengan segala fungsinya bisa membantu manusia, masa iya kiya yang katanya derajatnya lebih tinggi dari mahluk bahkan melebihi malaikat dan iblis, kalah dengan air? Gengsi dongggg!

Alam Yang Kaya

Allah Swt, mengajarkan manusia dengan banyak cara. Ketika manusia belajar dari mahluk allah yang kecil seperti cacing, ia bisa menggali tanah dan dapat mengambil berbagai kekayaan yang ada di perut bumi. Ketika ia belajar dari ikan, maka ia pun dapat berenang. Ketika ia belajar dari burung, maka ia pun bisa membuat pesawat terbang. Bahkan pengusaha kecil bisa kaya raya karena seekor hewan yang kecil yaitu nyamuk. Manusia mampu terinspirasi kemudian membuat obat nyamuk sehingga ia dapat menghasilkan berjuta juta uang karena ciptaan Allah yang kecil itu. 

Pembelajaran yang kita dapat dari alam atau yang sering kita kenal dengan tafakur alam, adalah cara yang peling jitu ketika kita hidup seolah tak berarti dan terpuruk.

Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Nah, ini sering kali menjadi persoalan dalam diri kita. Ketika kita sedang di hadapkan masalah yang sangat serius kita merasa seperti berada dalam ujung tombak. Baru gagal sekali sudah merasa hidup tak berguna. Please deh, belajarlah berfikir dengan lebih jauh lagi kenapa ya? Yakinlah saja, Allah sudah mengatur segala rezeki, jodoh, bahkan maut sekalipun. Jadi tidak usah bersedih!

Yuk kita sama-sama sadar dari bahwa kita pun masih berarti, sekarang mari kita mulai petualangan diri. 

Yok, kita bayangkan, ketika kita sedang camping di tengah hutan. Nah kira-kira, apa saja yang akan kita temukan, mari kita bahas satu persatu …!


Batu

Bisakah kamu rasakan bagaimana kerasnya batu tersebut, kalo tidak percaya dengan kerasnya batu cobalah adu batu tersebut dengan kepalamu. Mana yang akan pecah? Jangan pernah lakukan ya … jika kamu masih ingin melanjutkan petualanganmu. 

Sekalipun batu itu keras, tetapi ia tetap bisa memberikan manfaat buat kehidupan manusia. Batu dapat berguna dalam membangun sebuah rumah sampai gedung bertingkat dan mewah. Namu terkadang batu pun dapat melukai orang lain, tetapi ingat sekeras-kerasnya batu masih bisa bolong dan hancur ketika iya terus menerus di tetesi oleh air.

Nah, kita sebagai manusia kan bukan batu ya … kita manusia di ciptakan Allah dengan sesempurna mungkin bahkan Allah menciptakan mahliknya yang paling sempurna adalah manusia. Namu mengapa kebanyakan manusia sangat susah sekali menerima masukan dari orang lain, padakan masukan tersebut bisa menjadi sangat bermanfaat untuk kehidupan kita. Atau kenapa sih, terkadang ada saja manusia yang lebih keras dari batu untuk bisa berubah, padahal banyak sekali ayat-ayat Allah yang tersirat maupun tersurat yang dapat kita jadikan pelajaran? Telinga kita belum tuli bukan? Sampai telinga kita tak mendengar dan hati kita tak terusik bergetar ketika ayat-ayat Allah itu di bacakan? Masak sih, apa kah hati kita sudah begitu membatunya hingga kita tidak mau bersyukur atas segala nikmat yang sudah allah berikan kepada kita?

Disini ego kita di mainkan, si gengsi ini selalu terdepan. Padahal kita tahu bahwa kita salah, tetapi untuk meminta maaf kepada orang lain kita sama sekali tidak memiliki keberanian. Atau bahkan terkadang kita tahu cara untuk keluar dari permasalahan kita, tetapi ketika kita harus memulai dari nol, kita merasa gengsi. Sebelum hati kita benar-benar membatu, kita masih punya kesempatan untuk berubah. Kita yang dapat merubah diri kita sendiri, bukan orang lain. Karena Allah itu bagaimana kita percaya.


Air

Berkacalah pada air, jangan berkaca pada yang lain apa lagi berkaca pada batu yang begitu keras. Karena jika kita salah berkaca maka kita akan salah untuk mengenali diri kita sendiri. Kisah si buruk rupa yang berubah menjadi angsa yang cantik, karena ia bercermin pada air danau yang jernih. Tetapi janganlah sekali-kali kamu berkaca pada air yang keruh, bisa jadi buruk rupa lagi ya bahkan tidak terlihat bentuk wajahnya … he he.

Mengapa kita dianjurkan bercermin pada air, karena sifat air itu mampu membersihkan sesuatu dan air tersebut mampu membersihkan dirinya sendiri. Air juga memiliki unsur terbanyak dalam tubuh manusia. Sejak kita belajar di SD, SMP, SMA, sampai kita kuliah, kita bersama sepakat bahwa air akan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Inilah yang disebut hokum alam atau di sebut juga sunatullah, yang meliputi ketentuan Allah.namun asal kalian tau bentuk mengalirnya air dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah adalah bentuk bertasbihnya ia kepada sang penciptanya.

“Sesungguhnya yang ada di langit dan yang ada di bumi, telah bertasbih kepada Allah. Dan Dialah yang maha perkasa dan bijaksana.” (QS As Shaf [61] : 1).

Bayangkanlah bagaimana kehidupan manusia jika tidak ada air? Jika air saja selalu bersyukur dan bisa banyak memberikan manfaat buat orang lain? Air yang dengan segala fungsinya bisa membantu manusia, masa iya kiya yang katanya derajatnya lebih tinggi dari mahluk bahkan melebihi malaikat dan iblis, kalah dengan air? Gengsi dongggg!


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#SARAPANKATA
#KMOINDONESIA
#KMOBATCH48
#KELOMPOK6
#BASWARAAKSA
#SARKATJADIBUKU
#DAY-19

Udara
Nah, yuk kita sama sama keluar ruangan sebentar saja, ketika diluar coba kamu pandangi sekelilingmu, dan cobalah Tarik nafas sedalam-dalamnya tiga kali, dan rasakan bagaimana perasaanmu saat ini? Menjadi baik kah? Atau sesak nafas he he he. Sekarang coba kedua hidungmu di tutup kalua mau lebih berasa tutup lima menit saja, apa yang kamu rasakan? Sesak kah dadamu? Atau baik kah perasaanmu?.
Itulah nikmat yang selalu kita lupakan. Kita selalu menganggap nikmat yang paling besar adalah ketika kita mempunyai banyak harta. Kita akan bahagia bila kita dihormati orang, tapi jika kamu tidak bernafas apakah kamu akan bahagia?
Itulah yang hilang dalam hidupmu. Kamu sering kali lupa bersyukur. Kamu merasakan kesombongan hakiki dalam dirimu. Kamu merasakan bahwa kamu bisa seperti sekarang ini karena usahamu sendiri. Jangan sombong yaaaa.
Kamu bisa merasakan segala karunia tersebut tanpa harus membayar. Bahkan jika kamu mau merasakan sejuknya udara kamu kamu harus jauh-jauh pergi ke puncak. Tapi sekaran jika kamu merasakan segala bentuk karunia Allah, kamu bebas menikmatinya tanpa membayar. Kamu bebas menggunakan tanganmu, tetapi kamu juga jangan lupa bahwa ketika hari perhitungan kelak, segala yang menjadi anggota tubuhmu akan dipertanyakan tentang apa saja yang sudah kamu kerjakan.
Hartamu, masa depanmu, umurmu, waktu sehatmu, semua akan dipertanyakan oleh Allah Swt. Inilah pertanggung jawaban yang sesungguhnya dihadapan sang Malik, rajanya manusia.
Bersyukur adalah kata yang semakin hilang dalam pembendaharaan kehidupan kita. Padahal dengan bersyukur, Allah akan semakin menambahkan nikmat-nikmat-Nya untuk kita.
Jangan salah lho, bersyukur bukan hanya sekedar mengucapkan “Alhamdulillah”, salat juga merupakan ungkapan bersyukur seorang hamba kepada Tuhanya. Selain itu, memaksimalkan potensi yang kita miliki untuk kebaikan juga menjadi cara bersyukur yang paling oke.
Semisalkan kamu mempunyai bakat untuk menulis dan kamu mengembangkanya bahkan memaksimalkan semua tulisanmu untuk mengajak orang lain semakin mencintai Allah, itu juga bisa dikatakan sebagai bentuk bersyukur. Nah, untuk bersyukur yang seperti itu, kamu berani tidak?
Semua makhluk bertasbih kepada Allah dengan caranya sendiri, pohon, air, gunung, tanah, semuanya memuji Allah atas segala kenikmatan yang telah di berikan-Nya. Coba saja, jika seandainya, air protes kepada Allah bahwa ia bosan untuk mengalirdari atas kebawah dan menginginkan berubah arah dari bawah ke atas, yang ada malah bencana yang kita lihat di negeri ini. Akan tetapi semua bencana yang terjadi di muka bumi ini tak lain dan tak bukan adalah cara Allah untuk menyadarkan manusia atas segala kehilafanya. Seperti yang tertuang dalam firman-Nya :
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut di sebabkan oleh tangan-tangan manusia. Dan Allah memberikan peringatan agar manusia kembali ke jalan yang benar.” (QS Ar Ruum [31] : 41).
Air saja mau mengikuti perintah, masa manusia yang di bekali dengan potensi justru menjadi pembangkang yang nyata! Jangankan dengan air, iblis saja yang mengingkari ayat Allah hanya karena tidak mau sujud kepada Adam dipecat dari surge? Lantas, coba kita hitung sudah berapa ayat yang kita langgar?

Tempatnya Orang Sakit
Nikmatnya bisa bernafas tanpa harus membayar. Coba saja jika udara harus di beli, bisa habis tabyngan kita hanya untuk membeli oksigen. Ini terkadang sering kali di lupakan, nikmat sehat, kita anggap yang namanya mendapatkan kebahagiaan atau kenikmatan hanyalah sebatas kekayaan dan pangkat terhormat saja, sampai jika kita berlimpah harta namun jantung kita mengalami masalah, apakah kita tetap dapat menikmati kebahagiaan?
Kita renungkan bersama, di Indonesia penyakit kanker termasuk penyaki yang begitu mematikan, dan untuk bisa sembuh dari penyakit itu membutuhkan biaya yang banyak dan waktu yang cukup lama. Terkadang operasi pengangkatan sel kanker pun belum tentu menjadi solusi kesembuhan yang tepat dalam menyelamatkan diri dari kematian.
Harus sering kita ingat, bahwa maut, jodoh, dan rezeki semua itu adalah rahasia Allah. Dan hanya Allah yang kuasa menentukan segala ketetapan takdir bagi makhluknya. Ada pasien kanker yang divonis adan mati dalam hitungan tahun bahkan bulan, akan tetapi atas ijin Allah ia masih dapat hidup dan menghirup udara segar dari batas vonis yang diberikan olrh dokter. Namun tidak sedikit orang yang meninggal mendadak tanpa mengalami sakit sebelumnya. Satu hal yang harus di ingat, salah satu obat yang mujarab bagi penderita sakit adalah S E M A N G A T. ya semangat. Semangat yang yang harus dihadirkan dengan rasa syukur pada diri sendiri.
Semangat menjalani kehidupan, semangat untuk tidak terkungkang oleh rasa sakit yang di derita. Semangat untuk mempersiapkan kematian, karena biasanya orang-orang yang sudah divonis oleh dokter akan merasa sangat berharganya detik demi detik kehidupanya. Atau ia akan merasakan berartinya setiap aktivitas yang dilakukanya, mereka melakukan itu semua semata-mata mereka mencoba menjadi orang sehat dan tidak mau di bebani oleh penyakitnya.

Udara

Nah, yuk kita sama sama keluar ruangan sebentar saja, ketika diluar coba kamu pandangi sekelilingmu, dan cobalah Tarik nafas sedalam-dalamnya tiga kali, dan rasakan bagaimana perasaanmu saat ini? Menjadi baik kah? Atau sesak nafas he he he. Sekarang coba kedua hidungmu di tutup kalua mau lebih berasa tutup lima menit saja, apa yang kamu rasakan? Sesak kah dadamu? Atau baik kah perasaanmu?. 

Itulah nikmat yang selalu kita lupakan. Kita selalu menganggap nikmat yang paling besar adalah ketika kita mempunyai banyak harta. Kita akan bahagia bila kita dihormati orang, tapi jika kamu tidak bernafas apakah kamu akan bahagia?

Itulah yang hilang dalam hidupmu. Kamu sering kali lupa bersyukur. Kamu merasakan kesombongan hakiki dalam dirimu. Kamu merasakan bahwa kamu bisa seperti sekarang ini karena usahamu sendiri. Jangan sombong yaaaa.

Kamu bisa merasakan segala karunia tersebut tanpa harus membayar. Bahkan jika kamu mau merasakan sejuknya udara kamu kamu harus jauh-jauh pergi ke puncak. Tapi sekaran jika kamu merasakan segala bentuk karunia Allah, kamu bebas menikmatinya tanpa membayar. Kamu bebas menggunakan tanganmu, tetapi kamu juga jangan lupa bahwa ketika hari perhitungan kelak, segala yang menjadi anggota tubuhmu akan dipertanyakan tentang apa saja yang sudah kamu kerjakan. 

Hartamu, masa depanmu, umurmu, waktu sehatmu, semua akan dipertanyakan oleh Allah Swt. Inilah pertanggung jawaban yang sesungguhnya dihadapan sang Malik, rajanya manusia. 

Bersyukur adalah kata yang semakin hilang dalam pembendaharaan kehidupan kita. Padahal dengan bersyukur, Allah akan semakin menambahkan nikmat-nikmat-Nya untuk kita.

Jangan salah lho, bersyukur bukan hanya sekedar mengucapkan “Alhamdulillah”, salat juga merupakan ungkapan bersyukur seorang hamba kepada Tuhanya. Selain itu, memaksimalkan potensi yang kita miliki untuk kebaikan juga menjadi cara bersyukur yang paling oke. 

Semisalkan kamu mempunyai bakat untuk menulis dan kamu mengembangkanya bahkan memaksimalkan semua tulisanmu untuk mengajak orang lain semakin mencintai Allah, itu juga bisa dikatakan sebagai bentuk bersyukur. Nah, untuk bersyukur yang seperti itu, kamu berani tidak? 

Semua makhluk bertasbih kepada Allah dengan caranya sendiri, pohon, air, gunung, tanah, semuanya memuji Allah atas segala kenikmatan yang telah di berikan-Nya. Coba saja, jika seandainya, air protes kepada Allah bahwa ia bosan untuk mengalirdari atas kebawah dan menginginkan berubah arah dari bawah ke atas, yang ada malah bencana yang kita lihat di negeri ini. Akan tetapi semua bencana yang terjadi di muka bumi ini tak lain dan tak bukan adalah cara Allah untuk menyadarkan manusia atas segala kehilafanya. Seperti yang tertuang dalam firman-Nya :

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut di sebabkan oleh tangan-tangan manusia. Dan Allah memberikan peringatan agar manusia kembali ke jalan yang benar.” (QS Ar Ruum [31] : 41).

Air saja mau mengikuti perintah, masa manusia yang di bekali dengan potensi justru menjadi pembangkang yang nyata! Jangankan dengan air, iblis saja yang mengingkari ayat Allah hanya karena tidak mau sujud kepada Adam dipecat dari surge? Lantas, coba kita hitung sudah berapa ayat yang kita langgar?


Tempatnya Orang Sakit

Nikmatnya bisa bernafas tanpa harus membayar. Coba saja jika udara harus di beli, bisa habis tabyngan kita hanya untuk membeli oksigen. Ini terkadang sering kali di lupakan, nikmat sehat, kita anggap yang namanya mendapatkan kebahagiaan atau kenikmatan hanyalah sebatas kekayaan dan pangkat terhormat saja, sampai jika kita berlimpah harta namun jantung kita mengalami masalah, apakah kita tetap dapat menikmati kebahagiaan?

Kita renungkan bersama, di Indonesia penyakit kanker termasuk penyaki yang begitu mematikan, dan untuk bisa sembuh dari penyakit itu membutuhkan biaya yang banyak dan waktu yang cukup lama. Terkadang operasi pengangkatan sel kanker pun belum tentu menjadi solusi kesembuhan yang tepat dalam menyelamatkan diri dari kematian.

Harus sering kita ingat, bahwa maut, jodoh, dan rezeki semua itu adalah rahasia Allah. Dan hanya Allah yang kuasa menentukan segala ketetapan takdir bagi makhluknya. Ada pasien kanker yang divonis adan mati dalam hitungan tahun bahkan bulan, akan tetapi atas ijin Allah ia masih dapat hidup dan menghirup udara segar dari batas vonis yang diberikan olrh dokter. Namun tidak sedikit orang yang meninggal mendadak tanpa mengalami sakit sebelumnya. Satu hal yang harus di ingat, salah satu obat yang mujarab bagi penderita sakit adalah S E M A N G A T. ya semangat. Semangat yang yang harus dihadirkan dengan rasa syukur pada diri sendiri.

Semangat menjalani kehidupan, semangat untuk tidak terkungkang oleh rasa sakit yang di derita. Semangat untuk mempersiapkan kematian, karena biasanya orang-orang yang sudah divonis oleh dokter akan merasa sangat berharganya detik demi detik kehidupanya. Atau ia akan merasakan berartinya setiap aktivitas yang dilakukanya, mereka melakukan itu semua semata-mata mereka mencoba menjadi orang sehat dan tidak mau di bebani oleh penyakitnya.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#SARAPANKATA
#KMOINDONESIA
#KMOBATCH48
#KELOMPOK6
#BASWARAAKSA
#SARKATJADIBUKU
#DAY-20

Saya terharu ketika melihat seorang bapak yang sudah berumur, dengan tanganya yang hanya tinggal satu ia tetap semangat untuk mencari rezeki sebagai penjual kayu bakar. Dalam keadaan normal saja memikul kayu di pundaknya saja itu merupakan hal yang sangat sulit, apalagi memikul nya menggunakan taangan yang hanya tinggal sebelah, namun ia yang jelas jelas cacat mampu menjalankan tugas bahkan kewajibanya untuk mencari rezeki guna menafkahi kwluarganya dengan baik.
Terkadang kita sebagai manusia yang masih lengkap anggota tubuhnya bahkan bisa di katakana normal, kita kalah oleh orang yang sakit. Sementara kita yang masih sehat dan mampu melakukan yang lebh dari yang dapat mereka kakukan, justru terpuruk dalam kenangan kejayaan atau bahkan semangat yang tak bisa lagi di pisah. Kita hidup namun tak ubahnya seperti menjadi mayat berjalan.
Untuk dapat kembali berdiri tegak dari kehancuran dan dari keterpurukan itu bukanlah hal yang mudah, kita membutuhkan semangat yang besar, kita membutuhkan nyali yang berlapis baja bahkan kita membutuhkan amunisi keyakinan yang lebih dasyat, dari mana semua itu bisa kita dapatkan? Semuanya itu kita memintanya kepada yang maha kaya, Allah Azza wa jalla.
Tidak ada alasan untuk terus terpuruk bahkan mati dalam keadaan mencadi seorang pecundang. Percayalah, Allah itu bagaimana kita.

Memulai Berjalan Melawan Arah
Kita simulasi sejenak ya … ikuti petunjuk dari saya ya, cobalah siapkan selembar kertas dan pulpen di atasnya. Kemudian tulislah nama, hobi, dan impianmu yang paling besar dan ingin kamu raih. Apa yang kamu rasakan ketika kamu menulisnya. Tuangkanlah di dalam garis di bawah ini:
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Dengan hal yang sama ayo cobalah kamu menulisnya dengan tanganmu yang lain. Jika tadi kamu menggunakan tangan kanan, sekarang coba tulis menggunakan tangan kiri. Tulis dengan perintah seperti di atas, tulis nama, hobi dan dan cita-citamu. Apa yang kamu rasakan?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….....
Inilah yang di maksud. Ketika kita melawan kebiasaan , di awal memulainya pasti sangat sulit karena apa? Karena kita tidak terbiasa. Namun ketika kita sudah mulai terbiasa, tidak ada lagi yang menjadi penghalang.
Selalu ada awal untuk segala sesuatu. Memang awalnya akan sangat sulit. Namun lama kelamaan akan mulai terbiasa. Begitu pula ketika kita ungin berubah menjadi manusia yang lebih baik, awalnya pasti akan sangat sulit. Tapi kalua di biasakan maka semuanyapun akan tersa mudah dan dimudahkan. Inilang yang di sebut proses, kamu membutuhkan keberanian yang besar untuk berubah. Maka lakukanlah perubahan untuk dirimu sendiri. Jika berubah untuk dirimu saja masih sulit, maka berubahlah untuk orang lain, dalam arti motivasi berubah lahir dari dalam diri sendiri untuk orang lain. Namun jika masih sulit juga, maka berubahlah demi orang lain yang kamu cintai, maksudnya motivasi untuk berubah kamu yang di dapat dari orang lain.

Melihat dari Segala Kebaikan dan Keburukan
Dalam analisis SWOT yaitu analisih yang digunakan untuk melihat kekuatan sebuah perusahaan, kelemahan, peluang, dan tantangan. Metode ini adalah salah satu metode jitu yang di gunakan oleh menejemen sebuah perusahaan, namun bisa juga digunakan untuk mengidentifikasi diri kita sendiri.
Ini adalah sebuah langkah jujur yang bisa dilakukan ketika kita membutuhkan cambukan yang lebih tajam untuk dapat berlari lebih cepat. Ini juga dapat digunakan ketika kita membutuhkan obat untuk kesembuhan sakit kita. Qouliyqhnyq kita memanjatkan doa kepada Allah, sedangkan kauniyahnya inilah cara kita mengidentifikasi diri.
Mari kita renungkan sebuah ayah yang pertama kali diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Saw:
“bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpl darah. Bacala, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq [95] : 1-5)
Dalam sejarah perjuangan Rasulullah saw, ketika beliau menerima wahyu pertama itu tubuh beliau menggigil kedinginan. Dalam kegelapan gua hira, jibril sangmalaikat penyampai wahyu membimbingnya menerima kebenaran allah Swt. Sebagai manusia biasa iapun merasa takut, tapi kasih sayang Allah lah yang telah menunjukan jalan menuju kemenangan.
Sejak peristiwa itulah ia di angkat menjadi Nabi oleh Allah Swt. Sejak itu pula beliau mulai mengidentifikasi siapa dirinya, bagaimana lingkunganya, dan siapa saja orang-orang yang dapat membantunya dalam penyebaran islam di tanah arab itu.
Segala sesuatu yang Allah berikan dalam kehidupan manusia memiliki kadar baik dan buruk. Manusia selain memiliki sisi positif juga memiliki sisi negative, karena memang tidak ada manusia yang sempurna. Mengapa seperti itu? Karena Allah selalu mengajarkan bagaimana kita menghargai orang lain. Bagaimana kita membutuhkan orang lain. Seorang motivator andal sekalipun ia masih membutuhkan adanya semangat lain dari orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Saya terharu ketika melihat seorang bapak yang sudah berumur, dengan tanganya yang hanya tinggal satu ia tetap semangat untuk mencari rezeki sebagai penjual kayu bakar. Dalam keadaan normal saja memikul kayu di pundaknya saja itu merupakan hal yang sangat sulit, apalagi memikul nya menggunakan taangan yang hanya tinggal sebelah, namun ia yang jelas jelas cacat mampu menjalankan tugas bahkan kewajibanya untuk mencari rezeki guna menafkahi kwluarganya dengan baik. 

Terkadang kita sebagai manusia yang masih lengkap anggota tubuhnya bahkan bisa di katakana normal, kita kalah oleh orang yang sakit. Sementara kita yang masih sehat dan mampu melakukan yang lebh dari yang dapat mereka kakukan, justru terpuruk dalam kenangan kejayaan atau bahkan semangat yang tak bisa lagi di pisah. Kita hidup namun tak ubahnya seperti menjadi mayat berjalan. 

Untuk dapat kembali berdiri tegak dari kehancuran dan dari keterpurukan itu bukanlah hal yang mudah, kita membutuhkan semangat yang besar, kita membutuhkan nyali yang berlapis baja bahkan kita membutuhkan amunisi keyakinan yang lebih dasyat, dari mana semua itu bisa kita dapatkan? Semuanya itu kita memintanya kepada yang maha kaya, Allah Azza wa jalla. 

Tidak ada alasan untuk terus terpuruk bahkan mati dalam keadaan mencadi seorang pecundang. Percayalah, Allah itu bagaimana kita.


Memulai Berjalan Melawan Arah

Kita simulasi sejenak ya … ikuti petunjuk dari saya ya, cobalah siapkan selembar kertas dan pulpen di atasnya. Kemudian tulislah nama, hobi, dan impianmu yang paling besar dan ingin kamu raih. Apa yang kamu rasakan ketika kamu menulisnya. Tuangkanlah di dalam garis di bawah ini:

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Dengan hal yang sama ayo cobalah kamu menulisnya dengan tanganmu yang lain. Jika tadi kamu menggunakan tangan kanan, sekarang coba tulis menggunakan tangan kiri. Tulis dengan perintah seperti di atas, tulis nama, hobi dan dan cita-citamu. Apa yang kamu rasakan?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….....

Inilah yang di maksud. Ketika kita melawan kebiasaan , di awal memulainya pasti sangat sulit karena apa? Karena kita tidak terbiasa. Namun ketika kita sudah mulai terbiasa, tidak ada lagi yang menjadi penghalang.

Selalu ada awal untuk segala sesuatu. Memang awalnya akan sangat sulit. Namun lama kelamaan akan mulai terbiasa. Begitu pula ketika kita ungin berubah menjadi manusia yang lebih baik, awalnya pasti akan sangat sulit. Tapi kalua di biasakan maka semuanyapun akan tersa mudah dan dimudahkan. Inilang yang di sebut proses, kamu membutuhkan keberanian yang besar untuk berubah. Maka lakukanlah perubahan untuk dirimu sendiri. Jika berubah untuk dirimu saja masih sulit, maka berubahlah untuk orang lain, dalam arti motivasi berubah lahir dari dalam diri sendiri untuk orang lain. Namun jika masih sulit juga, maka berubahlah demi orang lain yang kamu cintai, maksudnya motivasi untuk berubah kamu yang di dapat dari orang lain.


Melihat dari Segala Kebaikan dan Keburukan

Dalam analisis SWOT yaitu analisih yang digunakan untuk melihat kekuatan sebuah perusahaan, kelemahan, peluang, dan tantangan. Metode ini adalah salah satu metode jitu yang di gunakan oleh menejemen sebuah perusahaan, namun bisa juga digunakan untuk mengidentifikasi diri kita sendiri.

Ini adalah sebuah langkah jujur yang bisa dilakukan ketika kita membutuhkan cambukan yang lebih tajam untuk dapat berlari lebih cepat. Ini juga dapat digunakan ketika kita membutuhkan obat untuk kesembuhan sakit kita. Qouliyqhnyq kita memanjatkan doa kepada Allah, sedangkan kauniyahnya inilah cara kita mengidentifikasi diri.

Mari kita renungkan sebuah ayah yang pertama kali diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Saw:

“bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpl darah. Bacala, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq [95] : 1-5)

Dalam sejarah perjuangan Rasulullah saw, ketika beliau menerima wahyu pertama itu tubuh beliau menggigil kedinginan. Dalam kegelapan gua hira, jibril sangmalaikat penyampai wahyu membimbingnya menerima kebenaran allah Swt. Sebagai manusia biasa iapun merasa takut, tapi kasih sayang Allah lah yang telah menunjukan jalan menuju kemenangan.

Sejak peristiwa itulah ia di angkat menjadi Nabi oleh Allah Swt. Sejak itu pula beliau mulai mengidentifikasi siapa dirinya, bagaimana lingkunganya, dan siapa saja orang-orang yang dapat membantunya dalam penyebaran islam di tanah arab itu.

Segala sesuatu yang Allah berikan dalam kehidupan manusia memiliki kadar baik dan buruk. Manusia selain memiliki sisi positif juga memiliki sisi negative, karena memang tidak ada manusia yang sempurna. Mengapa seperti itu? Karena Allah selalu mengajarkan bagaimana kita menghargai orang lain. Bagaimana kita membutuhkan orang lain. Seorang motivator andal sekalipun ia masih membutuhkan adanya semangat lain dari orang-orang yang ada di sekelilingnya.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#SARAPANKATA
#KMOINDONESIA
#KMOBATCH48
#KELOMPOK6
#BASWARAAKSA
#SARKATJADIBUKU
#DAY-21

Melihat dari segala kebaikan dan keburukan kita harus dapat lebih bijak dalam menghadapi segala fase kehidupan ini.
Terkadang baik menurut kita belum tentu baik menurut orang lain. Begitupula sebaliknya. Jangankan dengan penilaian orang lain, baik menurut kita pun belum tentu baik menurut Allah. Akan tetapi jika baik menurut Allah sudah tentu itu baik pula untuk mahluk ciptaanya.
Ini terkadang membuat keyakinan kita terhadap Allah goyah. Misalnya, ketika kita mencintai seseorang namun ia bukan jodoh kita padahal kita merasa sudah sangat yakin bahwa dengan nanti bersamanya kita akan bisa bahagia. Satu hal yang harus senantiasa kita ingat, Allah yang menciptakan kita maka Allah akan selalu memberikan sesuatu yang terbaik untuk kita. Jikalaupun kita tidak berjodoh kita harus selalu berfikir positif bahwa Allah mempunyai rencana yang lebih indah dari yang sudah kita rencanakan. Allah yang telah menciptakan kita dengan kasih sayang, maka Allah tidak akan pernah menzalimi hamba-Nya.
Semua hal yang terjadi dalam kehidupan kita, membutuhkan pertimbangan yang matang termasuk menentukan mana yang dpat memberikan manfaat dan mana yang akan memberikan mudarat atau kerugian. Mungkin dugem atau clubbing ada sih manfaatnya, kita dapat tahu tentang pergaulan, dapat menambah teman, dapat menghilangkan penat, dan mengurangi beban masalah ketika sedang menghadapi masalah dan ujian besar, tetapi cobalah kita lihat bersama sisi keburukanya. Jika kita mengunjungi tempat-tempat tersebut berapa banyak uang yang harus kita rogoh dari kantong, berapa uang yang harus kita hambur-hamburkan, sementara jika kita menengok saudara-saudara kita yang masih banyak mengalami kesulitan untuk makan? Jika kita lakukan kesenanga yang seperti itu … apakan masalah kita akan selesai? Memang ketika saat kita masih bersenang-senang kita akan dapat melupakan namun semua itu seolah-olah hanya sebuah kesenangan sesaat, sedang kita kembali kedunia nyata, masalah pun kembali menerjang dan butuh penyelesaian. Setidaknya kita harus lebih bijaksana untuk melihat bagaimana cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah.

Think Of The Box
Di era jaman kemajuan berpikir kreatif sangat dibutuhkan oleh kita, untuk itu kamu harus mengetahui bagaimana cara berfikir agar dapat menghasilkan ide yang baru dan cemerlang.
Dari cara berfikir out of the box biasanya kita akan mendapatkan ide baru dan cemerlang. Dengan begitu ada kemungkinan ide yang kita dapatkan itu mendapat apersepsi dari rekan-rekan kita.
Bagaimana caranya berfikir out of the box? Yuk kita menyelesaikan sebuah masalah. Sebelum melaluinya yuk kita bersama melafalkan “Bismillahirroohmaanirrohiim.”
Kita selesaikan tugas satu, kita perhatikan baik-baik titik-titik di bawah ini. Kita buat Sembilan titik lalu kemudian kita garis dengan menggunakan penggaris lurus.

 
             
 
       
             
Sebelum mengerjakan tugas menggunakan pemikiran out of the box, berfikir out of the box atau biasa orang sebut berfikir di luar kebiasaan, berfikir yang seperti ini adalah berfikir di luar batas maslah yang ada ataupun cara berfikir menggunakan perspektif yang baru. Berfikir yang di maksud di sini adalah perumpamaan pembatasan diri seseorang pada saat melihat suatu permasalahan.
Yuk kita muali ya, bagaimana bisa? Mudah loh … kuncinya adalah pergunakan cara yang sudah di sebutkan tadi. Berfikir keluar dari kebiasaan atau berfikir keluar dari kotak yang terkadang membuat kita menjadi kurang krearif atau bahkan merasa selalu berada dalam aturan-aturan yang membosankan bahkan membuat potensi yang kita punya terkuburyuk mulai beratih

 
 
             
 
       
             


                                     
Nah coba kita lihat bersama, dalam usaha menyambungkan kesembilan titik di atas kita membutuhkan empat garis lurus dengan jarak yang lebih panjang. Ini adalah simulasi yang unik bahwa untuk mencapai sebuah tujuan, menyambungkan keempat titik tersebut, kita harus keluar dari kotak yang membuat kekakuan kita dalam mencapai sebuah tujuan. Tujuanya kan menyambungkan ke Sembilan titik yang ada, namun jika kita terlalu kaku dalam melakukan sesuatu, bisa jadi tujuan tersebut tidak akan kita capai.
Begitupun dengan hidup, terkadang kita harus melakukan hal baru yang mungkin lebih bisa memaksimalkan kehidupan kita. Bukan hanya terpuruk dalam kotak sempit yang hanya dapan menghambat aktifitas dan kreatifitas yang kita miliki.
Sekalipun jika kamu kuliah di bidang hokum, toh kamupun tidak harus menjadi pengacara kan, atau praktisi hokum? Kamu bisa menjadi pengusaha sukses karena kamu mengetahui tentang hokum. Begitupun juga dengan yang lainya. Sekalipun kamu lulusan universitas ternama bahkan lulusan luar negeri, kamu tidak harus merasa bangga untuk langsung menjadi menejer tanpa mau berusaha dan susah payah terlebih dahulu.
Terkadang kita merasa ijazah kita lebih berharga dari apapun, sehingga kalaupun kita bekerja kita harus sesuai dengan jurusan kuliah kita. Namun tak sedikit dari banyak mahasiswa yang “terpaksa” kuliah di jurusan yang sebenarnya tidak dia suakai, bisa jadi itu juga karena factor keinginan orang tua atau karena faktus biaya.

Melihat dari segala kebaikan dan keburukan kita harus dapat lebih bijak dalam menghadapi segala fase kehidupan ini. 

Terkadang baik menurut kita belum tentu baik menurut orang lain. Begitupula sebaliknya. Jangankan dengan penilaian orang lain, baik menurut kita pun belum tentu baik menurut Allah. Akan tetapi jika baik menurut Allah sudah tentu itu baik pula untuk mahluk ciptaanya.

Ini terkadang membuat keyakinan kita terhadap Allah goyah. Misalnya, ketika kita mencintai seseorang namun ia bukan jodoh kita padahal kita merasa sudah sangat yakin bahwa dengan nanti bersamanya kita akan bisa bahagia. Satu hal yang harus senantiasa kita ingat, Allah yang menciptakan kita maka Allah akan selalu memberikan sesuatu yang terbaik untuk kita. Jikalaupun kita tidak berjodoh kita harus selalu berfikir positif bahwa Allah mempunyai rencana yang lebih indah dari yang sudah kita rencanakan. Allah yang telah menciptakan kita dengan kasih sayang, maka Allah tidak akan pernah menzalimi hamba-Nya.

Semua hal yang terjadi dalam kehidupan kita, membutuhkan pertimbangan yang matang termasuk menentukan mana yang dpat memberikan manfaat dan mana yang akan memberikan mudarat atau kerugian. Mungkin dugem atau clubbing ada sih manfaatnya, kita dapat tahu tentang pergaulan, dapat menambah teman, dapat menghilangkan penat, dan mengurangi beban masalah ketika sedang menghadapi masalah dan ujian besar, tetapi cobalah kita lihat bersama sisi keburukanya. Jika kita mengunjungi tempat-tempat tersebut berapa banyak uang yang harus kita rogoh dari kantong, berapa uang yang harus kita hambur-hamburkan, sementara jika kita menengok saudara-saudara kita yang masih banyak mengalami kesulitan untuk makan? Jika kita lakukan kesenanga yang seperti itu … apakan masalah kita akan selesai? Memang ketika saat kita masih bersenang-senang kita akan dapat melupakan namun semua itu seolah-olah hanya sebuah kesenangan sesaat, sedang kita kembali kedunia nyata, masalah pun kembali menerjang dan butuh penyelesaian. Setidaknya kita harus lebih bijaksana untuk melihat bagaimana cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah.


Think Of The Box

Di era jaman kemajuan berpikir kreatif sangat dibutuhkan oleh kita, untuk itu kamu harus mengetahui bagaimana cara berfikir agar dapat menghasilkan ide yang baru dan cemerlang.

Dari cara berfikir out of the box biasanya kita akan mendapatkan ide baru dan cemerlang. Dengan begitu ada kemungkinan ide yang kita dapatkan itu mendapat apersepsi dari rekan-rekan kita.

Bagaimana caranya berfikir out of the box? Yuk kita menyelesaikan sebuah masalah. Sebelum melaluinya yuk kita bersama melafalkan “Bismillahirroohmaanirrohiim.”

Kita selesaikan tugas satu, kita perhatikan baik-baik titik-titik di bawah ini. Kita buat Sembilan titik lalu kemudian kita garis dengan menggunakan penggaris lurus. 


               

         

              

Sebelum mengerjakan tugas menggunakan pemikiran out of the box, berfikir out of the box atau biasa orang sebut berfikir di luar kebiasaan, berfikir yang seperti ini adalah berfikir di luar batas maslah yang ada ataupun cara berfikir menggunakan perspektif yang baru. Berfikir yang di maksud di sini adalah perumpamaan pembatasan diri seseorang pada saat melihat suatu permasalahan.

Yuk kita muali ya, bagaimana bisa? Mudah loh … kuncinya adalah pergunakan cara yang sudah di sebutkan tadi. Berfikir keluar dari kebiasaan atau berfikir keluar dari kotak yang terkadang membuat kita menjadi kurang krearif atau bahkan merasa selalu berada dalam aturan-aturan yang membosankan bahkan membuat potensi yang kita punya terkuburyuk mulai beratih


               

         

              



                                       

Nah coba kita lihat bersama, dalam usaha menyambungkan kesembilan titik di atas kita membutuhkan empat garis lurus dengan jarak yang lebih panjang. Ini adalah simulasi yang unik bahwa untuk mencapai sebuah tujuan, menyambungkan keempat titik tersebut, kita harus keluar dari kotak yang membuat kekakuan kita dalam mencapai sebuah tujuan. Tujuanya kan menyambungkan ke Sembilan titik yang ada, namun jika kita terlalu kaku dalam melakukan sesuatu, bisa jadi tujuan tersebut tidak akan kita capai.

Begitupun dengan hidup, terkadang kita harus melakukan hal baru yang mungkin lebih bisa memaksimalkan kehidupan kita. Bukan hanya terpuruk dalam kotak sempit yang hanya dapan menghambat aktifitas dan kreatifitas yang kita miliki. 

Sekalipun jika kamu kuliah di bidang hokum, toh kamupun tidak harus menjadi pengacara kan, atau praktisi hokum? Kamu bisa menjadi pengusaha sukses karena kamu mengetahui tentang hokum. Begitupun juga dengan yang lainya. Sekalipun kamu lulusan universitas ternama bahkan lulusan luar negeri, kamu tidak harus merasa bangga untuk langsung menjadi menejer tanpa mau berusaha dan susah payah terlebih dahulu.

Terkadang kita merasa ijazah kita lebih berharga dari apapun, sehingga kalaupun kita bekerja kita harus sesuai dengan jurusan kuliah kita. Namun tak sedikit dari banyak mahasiswa yang “terpaksa” kuliah di jurusan yang sebenarnya tidak dia suakai, bisa jadi itu juga karena factor keinginan orang tua atau karena faktus biaya.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#SARAPANKATA
#KMOINDONESIA
#KMOBATCH48
#KELOMPOK6
#BASWARAAKSA
#SARKATJADIBUKU
#DAY-22

Disini ada yang harus kita yakini, jika kita sudah memilih sesuatu maka belajarlah bertanggung jawab atas apa yang sudah kita pilih. Terlepas dari apakah itu keinginan orang tua atau factor yang lain.
Jika ketika kalian menyukain suatu bidang pendidikanm, cobalah diskusikan dengan baik kepada orangtua. Kuncinya itu kan komunikasi. Bukan berarti pilihanmu itu paling benar dan orangtuamu salah, namun bisa jadi orangtuamu sendang menguji sejauh mana kamu serius dengan pilihanmu.
Sekali lagi saya perjelas, bahwa orangtuamu hanya ingin kamu menjadi “apa-apa” yang dalam artian tidak fokus menjadi apa yang kamu inginkan.
Kesuksesan bukan berarti kamu harus menjadi dosen atupun menejer. Tetapi kesuksesan adalah ketika kamu mampu fokus pada apa yang sudah kamu pilih dan sudah menjadi tanggung jawabmu.
Atau, kalua kita sudah sukses dalam bekerja, buat apa kita kuliah, nah pertanyaan seperti itupun sering melintas di telinga kita bukan?
Jika kalian mempunyai kemambuan untuk sekolah, dan orangtua masih mampy membiayainya, fisik kamu masi yes … masak iya kalah sama kakek-kakek penjual kayu bakar yang hanya mempunyai tangan sebelah, fikiran kamu masih fres, anggota tubuhmu masih lengkap, badanmu pun masih sehat karena kalian belum memikirkan maslah liku-liku kehidupan, belum memikirkan utang, pembayaran pajak, listrik, air PAM dan sebagainya. Karena apa? Karena hamper di setiap hal di Indonesia masih di lihat dari secercik kertas ijazah.
Boleh kalian lihat para PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang sudah memiliki jabatan namun masih lulusan SMA, mau tidak mau mereka harus melanjutkan sekolah sampai pada tingkat perguruan tinggi. Jangankan buat kenaikan pangkat, buat nikah saja kadang gelar di belakang nama kamu akan di pertanyakan oleh calon mertua! Masak iya sih mau jadi orang sukses ijazahnya nembak? Kalo kena pelurunya bisa wassalam ya he he he. Malu lah!
Nah jika kalian bisa kuliah tetapi kalian tidak memanfaatkan dengan baik, berarti kamu stupid alias bodoh, sebab apa? Sebab pendidikan di Indonesia itu masih sangat mahal nak, dan beberapa banyak anaknegeri ini yang pintar tetapi mereka tidak mempunyai kesempatan untuk bersekolah! Berapa banyak anak Indonesia yang harus berhenti sekolah karena tidak bisa bayar uang bangunan.belajarlah bersyukur atas segala nikmat yang sudah kamu miliki, dengan cara memanfaatkan semua fasilitas yang ada dengan baik sehingga bisa memberikan manfaat di kemudian hari. Buatmu, orangtuamu dan juga buat orang lain serta buat negeri ini.
Ketika kamu mencoba memilih sesuatu, kamu pasti membutuhkankeberanian yang sangat besar. Dari mana kamu mempunyai nyaliuntuk memperjuangkan pilihanmu itu? Kuncinya ada pada keyakinan.

Langkahkan Kaki Eratkan Gandengan
Ada hadis yang mengatakan, menjalin silaturahmi akan memudahkan rezeki. Benar bukan … karena ketika kita bersilaturahm, maka kamu akan bertemu dengan orang lainyang tanpa sengaja ia pun akan membantumu membuka pandanganmu mengenai sesuatu hal. Jangankan kamu yang baru mengumpulkan keberanian untuk sukses, para pengusaha besar pun mempunyai persatuan atau perkumpulan untuk sama-sama memperluas bisnisnya.
Terkadang kita dapat mempunyai patner bisnis dengan menjalin silaturahmi. Kita juga bisa menghilangkan penat dan setres kita melalui reoni dengan teman kuliah, SMA, SMP, bahkan teman SD kita yang bisa menyegarkan mata dan pikiran kita yang suntuk dengan mengingat kelakuan para teman-teman kita yang konyol bahkan kita bisa tertawa sendiri mengingat kelakuan kita di masa itu. Bahkan melalui jaringan kita bisa dan mampu membuka peluang rezeki yang lebih luas.
Terkadang orang lain menilai kita dari teman kita. Bukankah jika kita bertemu dengan seorang perokok kita akan kecipratan baranya, jika kita berteman dengan sejumlah penjual minyak wangi makan kita akan kebagian wanginya. Betul kan?
Ketika kamu memperluas jaringanmu kamu pun secara tidak sadar sedang menanamkan nilai baikkepada orang laintentang siapa kamu. Bagaimana sikapmu, bagaimana wawasanmu, dan bagaimana etikamu. Secara tidak langsung kamu menilai kamu pun di nilai oleh orang lain.
Jangan heran jika suatu saat kamu bertemu dengan orang yang satu hobi denganmu, atau orang lain yang mempunyai kecenderungan bisnis dengan kamu, atau bahkan mungkin melalui orang lainlah kamu bisa menggali potensi kamu. Itulah keajaiban dari sebuah silaturahmi.
Yok, kita sama-sama membuang sifat malas kita untuk mengunjungi orang lain. Untuk dating ke reoni sekolahmu, untuk banyak mendatangi majelis-majelis taklim, atau hanya sekedar mengunjungi sahabat lamamu. Jaringan adalah modal terbesar juga untuk bisa melebarkan sayapmu menjadi lebih kuat.
Silaturahmi disini bukan hanya menjaga hubungan yang berlangsung saja, tetapi pada hubungan yang sedang merenggang, walaupun ada kerabat, teman dan sahabat yang berbuat buruk, rosulullah tetap memerintahkan untuk menjaga hubungan erat yaitu hubungan silaturahmi.
Disinlah silaturahmi memiliki peran penting, dalam menyambung kembali apa-apa yang telah putus.

Disini ada yang harus kita yakini, jika kita sudah memilih sesuatu maka belajarlah bertanggung jawab atas apa yang sudah kita pilih. Terlepas dari apakah itu keinginan orang tua atau factor yang lain.

Jika ketika kalian menyukain suatu bidang pendidikanm, cobalah diskusikan dengan baik kepada orangtua. Kuncinya itu kan komunikasi. Bukan berarti pilihanmu itu paling benar dan orangtuamu salah, namun bisa jadi orangtuamu sendang menguji sejauh mana kamu serius dengan pilihanmu.

Sekali lagi saya perjelas, bahwa orangtuamu hanya ingin kamu menjadi “apa-apa” yang dalam artian tidak fokus menjadi apa yang kamu inginkan.

Kesuksesan bukan berarti kamu harus menjadi dosen atupun menejer. Tetapi kesuksesan adalah ketika kamu mampu fokus pada apa yang sudah kamu pilih dan sudah menjadi tanggung jawabmu.

Atau, kalua kita sudah sukses dalam bekerja, buat apa kita kuliah, nah pertanyaan seperti itupun sering melintas di telinga kita bukan? 

Jika kalian mempunyai kemambuan untuk sekolah, dan orangtua masih mampy membiayainya, fisik kamu masi yes … masak iya kalah sama kakek-kakek penjual kayu bakar yang hanya mempunyai tangan sebelah, fikiran kamu masih fres, anggota tubuhmu masih lengkap, badanmu pun masih sehat karena kalian belum memikirkan maslah liku-liku kehidupan, belum memikirkan utang, pembayaran pajak, listrik, air PAM dan sebagainya. Karena apa? Karena hamper di setiap hal di Indonesia masih di lihat dari secercik kertas ijazah.

Boleh kalian lihat para PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang sudah memiliki jabatan namun masih lulusan SMA, mau tidak mau mereka harus melanjutkan sekolah sampai pada tingkat perguruan tinggi. Jangankan buat kenaikan pangkat, buat nikah saja kadang gelar di belakang nama kamu akan di pertanyakan oleh calon mertua! Masak iya sih mau jadi orang sukses ijazahnya nembak? Kalo kena pelurunya bisa wassalam ya he he he. Malu lah!

Nah jika kalian bisa kuliah tetapi kalian tidak memanfaatkan dengan baik, berarti kamu stupid alias bodoh, sebab apa? Sebab pendidikan di Indonesia itu masih sangat mahal nak, dan beberapa banyak anaknegeri ini yang pintar tetapi mereka tidak mempunyai kesempatan untuk bersekolah! Berapa banyak anak Indonesia yang harus berhenti sekolah karena tidak bisa bayar uang bangunan.belajarlah bersyukur atas segala nikmat yang sudah kamu miliki, dengan cara memanfaatkan semua fasilitas yang ada dengan baik sehingga bisa memberikan manfaat di kemudian hari. Buatmu, orangtuamu dan juga buat orang lain serta buat negeri ini.

Ketika kamu mencoba memilih sesuatu, kamu pasti membutuhkankeberanian yang sangat besar. Dari mana kamu mempunyai nyaliuntuk memperjuangkan pilihanmu itu? Kuncinya ada pada keyakinan.

 

Langkahkan Kaki Eratkan Gandengan 

Ada hadis yang mengatakan, menjalin silaturahmi akan memudahkan rezeki. Benar bukan … karena ketika kita bersilaturahm, maka kamu akan bertemu dengan orang lainyang tanpa sengaja ia pun akan membantumu membuka pandanganmu mengenai sesuatu hal. Jangankan kamu yang baru mengumpulkan keberanian untuk sukses, para pengusaha besar pun mempunyai persatuan atau perkumpulan untuk sama-sama memperluas bisnisnya. 

Terkadang kita dapat mempunyai patner bisnis dengan menjalin silaturahmi. Kita juga bisa menghilangkan penat dan setres kita melalui reoni dengan teman kuliah, SMA, SMP, bahkan teman SD kita yang bisa menyegarkan mata dan pikiran kita yang suntuk dengan mengingat kelakuan para teman-teman kita yang konyol bahkan kita bisa tertawa sendiri mengingat kelakuan kita di masa itu. Bahkan melalui jaringan kita bisa dan mampu membuka peluang rezeki yang lebih luas. 

Terkadang orang lain menilai kita dari teman kita. Bukankah jika kita bertemu dengan seorang perokok kita akan kecipratan baranya, jika kita berteman dengan sejumlah penjual minyak wangi makan kita akan kebagian wanginya. Betul kan? 

Ketika kamu memperluas jaringanmu kamu pun secara tidak sadar sedang menanamkan nilai baikkepada orang laintentang siapa kamu. Bagaimana sikapmu, bagaimana wawasanmu, dan bagaimana etikamu. Secara tidak langsung kamu menilai kamu pun di nilai oleh orang lain.   

Jangan heran jika suatu saat kamu bertemu dengan orang yang satu hobi denganmu, atau orang lain yang mempunyai kecenderungan bisnis dengan kamu, atau bahkan mungkin melalui orang lainlah kamu bisa menggali potensi kamu. Itulah keajaiban dari sebuah silaturahmi.

Yok, kita sama-sama membuang sifat malas kita untuk mengunjungi orang lain. Untuk dating ke reoni sekolahmu, untuk banyak mendatangi majelis-majelis taklim, atau hanya sekedar mengunjungi sahabat lamamu. Jaringan adalah modal terbesar juga untuk bisa melebarkan sayapmu menjadi lebih kuat.

Silaturahmi disini bukan hanya menjaga hubungan yang berlangsung saja, tetapi pada hubungan yang sedang merenggang, walaupun ada kerabat, teman dan sahabat yang berbuat buruk, rosulullah tetap memerintahkan untuk menjaga hubungan erat yaitu hubungan silaturahmi.

Disinlah silaturahmi memiliki peran penting, dalam menyambung kembali apa-apa yang telah putus. 


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#SARAPANKATA
#KMOINDONESIA
#KMOBATCH48
#KELOMPOK6
#BASWARAAKSA
#SARKATJADIBUKU
#DAY-23

Syukur, Amal, Nikmat
Syukuri apa yang sudah kalian miliki, jangan sampai kita di cap kufur karena kita sebagai mahluk Allah yang sempurna tidak paantas melakukan hal seperti itu, orang-orang yang kufur adalah orang yang mengundang kemurkaan Allah. Udah jelk di murkai Allah namu jangn juga mentang-mentang ganteng lalu coba coba untuk melakukan hal-hal yang di murkai-Nya.
Apa yang sudah Allah berikan kepada setiap hamba-Nya sudah ada ukuran dan kadarnya. Masih ingat dan hafal bukan rukun iman yang sering kali di hafal oleh anak TK? Awas … jangankan enam nanti jika ditanya apa rukun iman yang kesatu? Nah bingung untuk menjawabnya kan malu loh sudah besar ditanya hal yang mudah tidak bisa menjawabnya!
Kita ulah lagi ya biar memorinya nyambung lagi ….
Rukun iman ada enam.
1. Percaya kepada Allah
2. Percaya kepada Malaikat
3. Percaya kepada Kitab-Kitab Allah
4. Percaya kepada Nabi-Nabi Allah
5. Percaya kepada hari kiamat
6. Percaya kepada Qoda dan Qodar
Nah perhatikan dan simak baik baik tuh, baca berulang-ulang rukun iman yang ke enam adalah percaya kepada Qoda dan Qodar. Qada itu ketetapan dan Qadar adalah ukuran.
Setiap manusia yang Allah ciptakan sudah dengan ketetapan dan ukuranya masing-masing. Coba saja, tidak ada manusia yang sempurna di bumi Allah ini, karena Allah menciptakan kekurangan dan kelebihan pada suatu makhluk setiap kali ia (makhluk) diciptakan, kerena apa, karena kesempurnaan dan tiada cela hanya milik Allah Swt.
Jadi yang perlu kita lakukan adalah mensyukuri semua yang sudah Allah berikan kepada kita. Misalnya janganlah kita selalu menatap ke atas dalam hal materi, tentu saja kepala kita akan sakit jika kita tidak mampu menatap sampai keatas seperti apa yang kita lihat. Cobalah sesekali lihat kebawah, agar kita bisa mensyukuri bahwa banyak sekali orang yang tidak seberuntung kita. Kalua kita bertanya “hari ini mau makan apa?” mereka justru bertanya “hari ini bisa makan atau tidak?”. Bersyukur adalah bentuk ibadah yang paling baik, dan shalat adalah bentuk rasa syukur kita pada Allah Swt.
Jadi jika kamu hanya bisa mengucap “Alhamdulillah” sementara kamu sering meninggalkan shala, berarti kamu hanya baru beriman kepada Allah melalui lisan saja, sementara hati dan perbuatan belum menunjukan bentuk syukur. Kan katanya iman itu diyakini dalam hati, diucap dengan lisan dan di tunjukan dengan perbuatan, bukan kata saya loh itu he he ….
Setelah kamu bersyukur, maka kamu harus menjalaninya. Jalani dengan penuh keikhlasan. Menjalani dengan penuh keyakinan, dan lakukan dengan usaha yang maksimal. Kalo kamu sudah bekerja keras dari pagi pulang sore bahkan ketemu pagi lagi, dari matahari belum bangun sampai matahari tertidur kembali, namun hasil yang kamu dapatkan hanya cukup buat kebutuhan hidup, terima saja ya … insya Allah yang terbatas itulah yang menjadi berkah buat kita. Disitulah kalian akan bisa menikmati kehidupan kamu, yang tidak di pusingkan masalah yang bukan masalahmu.

Allah Itu Bagaimana Prasangka Hambanya
  Allah itu bagaimana kita, bagai mana prasangka hambanya, yang harus kita tanamkan dalam hati bahwa Allah itu bagaimana makhluknya. Yuk kita cermati kisah berikut! Seorang pencopet yang memang pekerjaan yang dia lakukan itu salah, tetapi jika usahanya benar maka akan Allah berikan rezekinaya sekalipun dengan cara yang tidak halal. Intinya, kalaupun ushanya benar, pasti aka nada hasilnya.
Mari kita renungkan, kita hanya di perintahkan untuk berdoa dan berusaha, hasilnya tinggal bagaimana Allah mengaturnya. Jika kita hanya berdoa tanpa berusaha, begitupun sebaliknya, bukankan kita sudah membudaki Allah? Memangnya kita ini siapa? Raja??? Oh tidak ya sang maha raja adalah Allah jadi kita tidak bisa membudaki-Nya karena kita yang menta segala sesuatunya hanyalah pada Allah sang maha raja yang menguasai langi dan bumi serta seisinya.
Allah itu bagaimana hamba-nya. Allah melihat usaha makhluknya “man jadda wajada”
Barang siapa berusaha maka adan dapatlah ia. Nah barag siapa yang mau berusaha dengan bersungguh-sungguh maka akan berhasil. Kuncinya itu adalah usahanya. Yang sudah berusaha keras dan penuh kegigihan juga masih banyak mengalami kegagalan apa lagi yang tidak mau berusaha?.
Disinilah peran masa lalu. Masa lalu mengajarkan kepada kita apa yang harus kita lakukan dana pa yang tidak boleh di lakuka di masa sekarang. Jadi masa lalu adalah sebuah pembelajaran jangan sampai kita melakukan hal yang salah untuk berulang kalinya.
Surat Al - 'Ankabut ayat 69 : Allah Bersama Orang-orang yang Berbuat Baik. "Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."

Syukur, Amal, Nikmat

Syukuri apa yang sudah kalian miliki, jangan sampai kita di cap kufur karena kita sebagai mahluk Allah yang sempurna tidak paantas melakukan hal seperti itu, orang-orang yang kufur adalah orang yang mengundang kemurkaan Allah. Udah jelk di murkai Allah namu jangn juga mentang-mentang ganteng lalu coba coba untuk melakukan hal-hal yang di murkai-Nya.

Apa yang sudah Allah berikan kepada setiap hamba-Nya sudah ada ukuran dan kadarnya. Masih ingat dan hafal bukan rukun iman yang sering kali di hafal oleh anak TK? Awas … jangankan enam nanti jika ditanya apa rukun iman yang kesatu? Nah bingung untuk menjawabnya kan malu loh sudah besar ditanya hal yang mudah tidak bisa menjawabnya! 

Kita ulah lagi ya biar memorinya nyambung lagi ….

Rukun iman ada enam.

1. Percaya kepada Allah

2. Percaya kepada Malaikat

3. Percaya kepada Kitab-Kitab Allah

4. Percaya kepada Nabi-Nabi Allah

5. Percaya kepada hari kiamat

6. Percaya kepada Qoda dan Qodar

Nah perhatikan dan simak baik baik tuh, baca berulang-ulang rukun iman yang ke enam adalah percaya kepada Qoda dan Qodar. Qada itu ketetapan dan Qadar adalah ukuran.

Setiap manusia yang Allah ciptakan sudah dengan ketetapan dan ukuranya masing-masing. Coba saja, tidak ada manusia yang sempurna di bumi Allah ini, karena Allah menciptakan kekurangan dan kelebihan pada suatu makhluk setiap kali ia (makhluk) diciptakan, kerena apa, karena kesempurnaan dan tiada cela hanya milik Allah Swt.

Jadi yang perlu kita lakukan adalah mensyukuri semua yang sudah Allah berikan kepada kita. Misalnya janganlah kita selalu menatap ke atas dalam hal materi, tentu saja kepala kita akan sakit jika kita tidak mampu menatap sampai keatas seperti apa yang kita lihat. Cobalah sesekali lihat kebawah, agar kita bisa mensyukuri bahwa banyak sekali orang yang tidak seberuntung kita. Kalua kita bertanya “hari ini mau makan apa?” mereka justru bertanya “hari ini bisa makan atau tidak?”. Bersyukur adalah bentuk ibadah yang paling baik, dan shalat adalah bentuk rasa syukur kita pada Allah Swt.

Jadi jika kamu hanya bisa mengucap “Alhamdulillah” sementara kamu sering meninggalkan shala, berarti kamu hanya baru beriman kepada Allah melalui lisan saja, sementara hati dan perbuatan belum menunjukan bentuk syukur. Kan katanya iman itu diyakini dalam hati, diucap dengan lisan dan di tunjukan dengan perbuatan, bukan kata saya loh itu he he ….

Setelah kamu bersyukur, maka kamu harus menjalaninya. Jalani dengan penuh keikhlasan. Menjalani dengan penuh keyakinan, dan lakukan dengan usaha yang maksimal. Kalo kamu sudah bekerja keras dari pagi pulang sore bahkan ketemu pagi lagi, dari matahari belum bangun sampai matahari tertidur kembali, namun hasil yang kamu dapatkan hanya cukup buat kebutuhan hidup,  terima saja ya … insya Allah yang terbatas itulah yang menjadi berkah buat kita. Disitulah kalian akan bisa menikmati kehidupan kamu, yang tidak di pusingkan masalah yang bukan masalahmu.


Allah Itu Bagaimana Prasangka Hambanya

  Allah itu bagaimana kita, bagai mana prasangka hambanya, yang harus kita tanamkan dalam hati bahwa Allah itu bagaimana makhluknya. Yuk kita cermati kisah berikut! Seorang pencopet yang memang pekerjaan yang dia lakukan itu salah, tetapi jika usahanya benar maka akan Allah berikan rezekinaya sekalipun dengan cara yang tidak halal. Intinya, kalaupun ushanya benar, pasti aka nada hasilnya. 

Mari kita renungkan, kita hanya di perintahkan untuk berdoa dan berusaha, hasilnya tinggal bagaimana Allah mengaturnya. Jika kita hanya berdoa tanpa berusaha, begitupun sebaliknya, bukankan kita sudah membudaki Allah? Memangnya kita ini siapa? Raja??? Oh tidak ya sang maha raja adalah Allah jadi kita tidak bisa membudaki-Nya karena kita yang menta segala sesuatunya hanyalah pada Allah sang maha raja yang menguasai langi dan bumi serta seisinya.

Allah itu bagaimana hamba-nya. Allah melihat usaha makhluknya “man jadda wajada”

Barang siapa berusaha maka adan dapatlah ia. Nah barag siapa yang mau berusaha dengan bersungguh-sungguh maka akan berhasil. Kuncinya itu adalah usahanya. Yang sudah berusaha keras dan penuh kegigihan juga masih banyak mengalami kegagalan apa lagi yang tidak mau berusaha?.

Disinilah peran masa lalu. Masa lalu mengajarkan kepada kita apa yang harus kita lakukan dana pa yang tidak boleh di lakuka di masa sekarang. Jadi masa lalu adalah sebuah pembelajaran jangan sampai kita melakukan hal yang salah untuk berulang kalinya. 

Surat Al - 'Ankabut ayat 69 : Allah Bersama Orang-orang yang Berbuat Baik. "Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#SARAPANKATA

#KMOINDONESIA

#KMOBATCH48

#KELOMPOK6

#BASWARAAKSA

#SARKATJADIBUKU

#DAY-24

Don’t Depend On Others If You Wont To Be Successful
Kesuksesan ada di tanganmu. Itu yang harus selalu di ingat baik-baik. Kesalahan terbesar ketika kita ingin sukses adalah ketika kita bergantung kepada orang lain. Contoh yang sering terjadi dalam kehidupan kita, kita sering kali berhayal dan memiliki keinginan akan menjadi kaya namun kita selalu bergantung kepada orangtua, bergantung mengharapkan warisan darinya. Lah iya sih kalo di warisi harta namun jika di warisi masalah bagaimana?
Jika kamu ingin sukses kuncinya adalah ada pada dirimu sendiri. Jika kamu ingin membangun sebuah usaha yang besar, kamu harus memiliki tiga modal. Modal awal, modal produksi dan modal produksi cadangan. Modal awal kamu gunakan untuk membuka sebuah usaha, membeli berbagai kebutuhan yang di perlukan dalam usaha yang kamu igin bangun. Modal kedua adalah untuk membeli bahan baku yang di butuhkan sebagai pelengkap usahamu. Modal ketiga adalah modal cadangan ketika ada kebutuhan tak terduga dalam pemasaran barang yang sudah kamu buat atau kebutuhan yang memang tidak masuk dalam rincian. Juka kamu dalam usaha hanya memiliki modal dua lapis, maka usahamu akan berhenti di modal kedua. Nah di modal ketiga lah kamu sambal menunggu bahan produksi yang sudah siap di pasarkan terjual itu habis terjual. Dan kamu harus memproduksi kembali sambal menunggu modal awal kembali.
Jika kita menginginkan kesuksesan modal yang harus kita miliki pun harus berlapis. Modal keyakinan yang di dapat dengan doa, modal keyakinan dalam berusaha, dan modal keyakinan melalui ibadah ritual kita.
Ingat … kesuksesan yang kita kejar bukan hanya kesuksesan dunia saja tetapi lebih kepada kesuksesan akhirat yang artinya terhindar dari api neraka. Kekayaan di dunia kalua hanya mengundang kemurkaan Allah tidak akan pernah memberikan kebaikan kepada manusia.
Kita harus ingat yang memiliki masalah itu bukan hanya kita. Yang mempunyai urusan bukan hanya kita, akan tetapi ada keterlibatan orang lain di dalamnya. Karena itu kita harus menyelesaikan masalah hidup kita. Jangan malah kita menjadi beban untuk orang lain. Tanamkan dalam diri bahwa hidup untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya.
Seorang muslim harus kaya, karena kalua tidak kaya bagai mana bagaimana ia akan menunaikan ibadah haji? Bagaimana ia bisa berzakat? Bagaimana ia bisa menyatukan saudaranya? Kecenderungan manusia memang kepada dunia, tapi sekali lagi keindahan dunia hanya sarana bukan tujuan. Sarana untuk meraih keridhaan Allah, sarana untuk merebut kasih sayang Allah, dan sarana untuk dapat dekat dengan Allah. Sementara tujuan kita adalah kecintaan Allah yang dimana ketika kita mendapatkan cinta dari Allah, jaangankan sudah berdoa baru mengangkat tangan mau berdoa saja, Allah memberikan yang kita minta. Subhanallah, maha suci Allah, indahnya hidup dengan cinta-Nya.
“berpeganglah pada suatu yang tidak membutuhkan pegangan. Bersandarlah pada sesuatu yang tidak membutuhkan sandaran. Karena hidup adalah mozaik kekecewaan ketika kita berharap pada selain-Nya.”

Rubah Kiblat
Rubah pandangan dan orientasi kita dalam meniti kesuksesan. Jika kita menginginka kesuksesan dari apa yang kita cita-citakan kita butuh yang namanya usaha dan doa yang selalu kita panjatkan kepada Allah Swt. Kunci sukses disini ada tiga, doa, ibadah, dan ikhtiar alias usaha. Doa adalah kekuatan seorang muslim, dan ketika tidak ada hamba yang mau berdoa kepada Allah maka ia adalah hamba yang sombong. Dalam berdoa ada satu hal yang harus selalu kita ingat bahwa doa itu harus jujur. Kenapa? Karena doa yang tidak di sertai dengan kejujuran hanya akan membuat kebingungan dalam hidup.
Kita di ciptakan oleh Allah, Allah juga sudah membuat rencana dalam hidup kita, kenapa juga sih kita kita masih sembunyi atau bahkan menipu Allah. Jangankan kita meminta melalui lisan, memikirkan dalam otak saja Allah sudah tahu. Baru terucap salam hati saja Allah sudah tahu. Nah, jadi jika kita tidak mau menjadi orang kebingungan dalam hidup, maka mulailah untuk jujur pada Allah, apa sebenarnya yang kita inginkan dalam hidup.
Selain itu juga egois dalam berdoa. Biasanya jika kita mendoakan untuk diri kita, kita akan sangan ambisi kepada Allah bahwa apa yang kita inginkan harus tercapai. Ya ngak boleh begitu juga kali … kan kita hanya di perintahkan untuk meminta melalui doa, masalah hasil mah biarkan Allah yang maha pemberi.
Maka dari itu jika berdoa jangan minta kekayaan, tetapi minta diberikan kecukupan rezeki. Cukup buat beli mobi, cukup buat beli rumah, dan cukup buat naik haji, he he he.
Kenapa seperti itu? Karena sifat manusia adalah makhluk yang tidak pernah merasa cukup. Terkadang gaji sudah besar masih pun merasa kekurangan itulah yang namanya manusia. Jika di lihat dan di hitung secara nominal maka kekayaan itu tidak akan pernah ada cukupnya untuk manusia.

Don’t Depend On Others If You Wont To Be Successful

Kesuksesan ada di tanganmu. Itu yang harus selalu di ingat baik-baik. Kesalahan terbesar ketika kita ingin sukses adalah ketika kita bergantung kepada orang lain. Contoh yang sering terjadi dalam kehidupan kita, kita sering kali berhayal dan memiliki keinginan akan menjadi kaya namun kita selalu bergantung kepada orangtua, bergantung mengharapkan warisan darinya. Lah iya sih kalo di warisi harta namun jika di warisi masalah bagaimana? 

Jika kamu ingin sukses kuncinya adalah ada pada dirimu sendiri. Jika kamu ingin membangun sebuah usaha yang besar, kamu harus memiliki tiga modal. Modal awal, modal produksi dan modal produksi cadangan. Modal awal kamu gunakan untuk membuka sebuah usaha, membeli berbagai kebutuhan yang di perlukan dalam usaha yang kamu igin bangun. Modal kedua adalah untuk membeli bahan baku yang di butuhkan sebagai pelengkap usahamu. Modal ketiga adalah modal cadangan ketika ada kebutuhan tak terduga dalam pemasaran barang yang sudah kamu buat atau kebutuhan yang memang tidak masuk dalam rincian. Juka kamu dalam usaha hanya memiliki modal dua lapis, maka usahamu akan berhenti di modal kedua. Nah di modal ketiga lah kamu sambal menunggu bahan produksi yang sudah siap di pasarkan terjual itu habis terjual. Dan kamu harus memproduksi kembali sambal menunggu modal awal kembali.

Jika kita menginginkan kesuksesan modal yang harus kita miliki pun harus berlapis. Modal keyakinan yang di dapat dengan doa, modal keyakinan dalam berusaha, dan modal keyakinan melalui ibadah ritual kita.

Ingat … kesuksesan yang kita kejar bukan hanya kesuksesan dunia saja tetapi lebih kepada kesuksesan akhirat yang artinya terhindar dari api neraka. Kekayaan di dunia kalua hanya mengundang kemurkaan Allah tidak akan pernah memberikan kebaikan kepada manusia.

Kita harus ingat yang memiliki masalah itu bukan hanya kita. Yang mempunyai urusan bukan hanya kita, akan tetapi ada keterlibatan orang lain di dalamnya. Karena itu kita harus menyelesaikan masalah hidup kita. Jangan malah kita menjadi beban untuk orang lain. Tanamkan dalam diri bahwa hidup untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya.

Seorang muslim harus kaya, karena kalua tidak kaya bagai mana bagaimana ia akan menunaikan ibadah haji? Bagaimana ia bisa berzakat? Bagaimana ia bisa menyatukan saudaranya? Kecenderungan manusia memang kepada dunia, tapi sekali lagi keindahan dunia hanya sarana bukan tujuan. Sarana untuk meraih keridhaan Allah, sarana untuk merebut kasih sayang Allah, dan sarana untuk dapat dekat dengan Allah. Sementara tujuan kita adalah kecintaan Allah yang dimana ketika kita mendapatkan cinta dari Allah, jaangankan sudah berdoa baru mengangkat tangan mau berdoa saja, Allah memberikan yang kita minta. Subhanallah, maha suci Allah, indahnya hidup dengan cinta-Nya.

“berpeganglah pada suatu yang tidak membutuhkan pegangan. Bersandarlah pada sesuatu yang tidak membutuhkan sandaran. Karena hidup adalah mozaik kekecewaan ketika kita berharap pada selain-Nya.”


Rubah Kiblat

Rubah pandangan dan orientasi kita dalam meniti kesuksesan. Jika kita menginginka kesuksesan dari apa yang kita cita-citakan kita butuh yang namanya usaha dan doa yang selalu kita panjatkan kepada Allah Swt. Kunci sukses disini ada tiga, doa, ibadah, dan ikhtiar alias usaha. Doa adalah kekuatan seorang muslim, dan ketika tidak ada hamba yang mau berdoa kepada Allah maka ia adalah hamba yang sombong. Dalam berdoa ada satu hal yang harus selalu kita ingat bahwa doa itu harus jujur. Kenapa? Karena doa yang tidak di sertai dengan kejujuran hanya akan membuat kebingungan dalam hidup.

Kita di ciptakan oleh Allah, Allah juga sudah membuat rencana dalam hidup kita, kenapa juga sih kita kita masih sembunyi atau bahkan menipu Allah. Jangankan kita meminta melalui lisan, memikirkan dalam otak saja Allah sudah tahu. Baru terucap salam hati saja Allah sudah tahu. Nah, jadi jika kita tidak mau menjadi orang kebingungan dalam hidup, maka mulailah untuk jujur pada Allah, apa sebenarnya yang kita inginkan dalam hidup.

Selain itu juga egois dalam berdoa. Biasanya jika kita mendoakan untuk diri kita, kita akan sangan ambisi kepada Allah bahwa apa yang kita inginkan harus tercapai. Ya ngak boleh begitu juga kali … kan kita hanya di perintahkan untuk meminta melalui doa, masalah hasil mah biarkan Allah yang maha pemberi. 

Maka dari itu jika berdoa jangan minta kekayaan, tetapi minta diberikan kecukupan rezeki. Cukup buat beli mobi, cukup buat beli rumah, dan cukup buat naik haji, he he he.

Kenapa seperti itu? Karena sifat manusia adalah makhluk yang tidak pernah merasa cukup. Terkadang gaji sudah besar masih pun merasa kekurangan itulah yang namanya manusia. Jika di lihat dan di hitung secara nominal maka kekayaan itu tidak akan pernah ada cukupnya untuk manusia.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#SARAPANKATA

#KMOINDONESIA

#KMOBATCH48

#KELOMPOK6

#BASWARAAKSA

#SARKATJADIBUKU

#DAY-25

Banyaknya jumlah dalam hitungan manusia itu sulit di ukur. Terkadang bekerja banting tulang, banting stir, mereka lupa kepada bersyukur kepada yang memberi rezekikuncinya adalah bukan berapa banyak kita mempunyai harta, tapi untuk apa harta itu kita gunakan. Tidak sedikit harta yang banyak tetapi hanya habis untuk foya-foya dan bahkan untuk biaya pengobatan.
Disamping itu doa harus spesifik loh, artinya jika kita ingin punya rumah dalam berdoa itu kita harus menyebutkan tipe rumah secara detail, kemampuan kita bermimpi akan selalu di uji oleh Allah. Impian, kekuatan impian adalah keberanian untuk berlari dan berani untuk meraih apa yang kita inginkan. Ingat! Allah mengikuti prasangka hambanya. Tapi kitapun harus realistis, artinya jika kita menginginkan rumahyang seperti apa yang kita mau, kita juga harus mengukur kemampuan kita berusaha untuk meraih impian itu. Jangan sampai impian tidak sesuai dengan usaha yang membuat kita menjadi orang gila karena tidak tercapai impian yang kita inginkan.
Ingatlah! Allah mengabulkan impian kita dengan tiga cara:
1.   Allah menjawab “iya” artinya Allah berika apa yang kita inginkan
2. Aallah menjawab “tunggu” artinya Allah memberikan sesuatu yang lebih baik
3. Allah menjawab “tidak” artinya Allah memberikan yang terbaik untuk kita.
Pernah terdengar cerita seorang pendoa yang meminta di beri sebuah bunga yang indah, tetapi apa yang di dapatkan justru bunga kaktus yang tajam dengan duri-durinya. Ketia ia meminta agar diberi seekor kupu-kupu, tetapi apa yang ia terima? Ulat bulu yang membawa bisa gatal yang ia dapatkan. Ketika ia hamper menyerah dan putus asa dalam berdoa, tiba-tiba dari kaktus yang berduri itu keluarlah sebuah bunga yang indah berwarna putih, sementara ia melihat ulat bulu yang menjijikan ia berubah menjadi kepompong dan akhirnya berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik.
Ingatlah Allah memberikan apa yang kita butuhkan buka apa yang kita inginkan.
Disitulah Allah mengajarkan betapa indahnya sebuah proses. Kamu semua di ajarkan untuk amanah, untuk bisa bertanggung jawab, dan di didik secara matang melalui berbagai tamparan. Bukankan jika Allah menyukai seorang hamba ia akan mengujinya? Sesungguhnya kasih sayang Allah ada pada berada dalam setiap tumpukan masalahmu. Maka bersyukurlah cintanya begitu indah dalam mengasuh hidupmu. Pohon yang kuat dalam menghadapi angina besar adalah pohon yang berasal dari biji, bukan yang cangkikan. Kalian tahu kenapa? Karena akarnya sudah menghujam kuat pada tanah dan dia mempunyai daya cengkram yang hebat. Itulah kehidupan. Allah melatih diri kita untuk dewasa.
Mulai Menjadi Pendengar Yang Baik
Salah satu kiat sukses adalah membiasakan diri untuk menjadi pendengar yang baik.kelemahan orang biasanya adalah, mereka lebih senang di dengarkan dari pada mendengarkan. Padahal ketika ia mendengarkan setidaknya ia sedang mengumpulakan modal berdasarkan pengalaman orang lain. Kita selalu mengatakan learning by doing artinya kita belajar sambal melakukan.
Bayangkan saja jika kita memulai usaha kemudia kita di uji dengan kebangkrutan. Itu bisa di jadikan sebuah pelajaran, tetapi setidaknya kalua sebelum memulai kita mencoba untuk mendengarkan pengalaman orang terlebih dahulu. Setidaknya kita punya jawaban punya ilmu yang lebih matang tentang bagaimana memulai sebuah usaha, bagaimana bangkit dari keterpurukandan bagaimana kita nelajar dari pengalaman orang lain tanpa harus merasakan keterpurukan yang sama dengan yang di alami.
Yang namanya manusia itu punya sifat penasaran yang begitu tinggi, artinya sebelum merasakan jatuh dan kejedot batu kita tidak akan tahu seperti apa rasanya kita terjatuh. Tetapi jika bisa diantisipasi untuk tidak terjatuh, itu lebih baik untuk diri kita. Maka dari itu hati-hati dan jangan sampai kita mengalam hal buruk dalam usaha yang kita jalankan.
Nah, disini penting bagi kita untuk dapat mendengarkan pengalaman orang lain. Pentingnya kita menerima masukan dari orang lain, bahkan kita jangan pernah merasa bangga dengan pujian biasanya pujian bisa membuat manusia yang di puji itu terlena. Tetapi kita pun harus menghargai cibiran orang yang di tujukan kepada kita, karena secata tidak langsung hal yang seperti itu akan membantu proses identifikasi diri kita melalui orang lain.
Sering-seringlah meminta pendapat dari orang lain. Tetapi tetap DENGARKAN! Jangan pernah mencoba memotong pembicaraan orang lain ketika ia sedang memberikan cerita pengalamanya. Jangan pernah menyela pembicaraan, cukup di dengarkan. Kalaupun masukan dan cerita dari seseorang itu tidak benar, cobalah untuk tetap menjadi pendengan yang baik. Tetapi kebenaran tidak terjadi pada saat itu, tetapi kebenaran akan dating seiring berjalanya waktu atau bahkan kita merasakan keputusasaan yang seolah tak berujung. Jadi cobalah untuk mendengarkan bahwa tidak ada ruginya untuk kita sebagai pendengar.setiap orang yang Allah hadirkan dalah hidup kita adalah guru yang baik untuk kehidupan, yaitu pengalaman.

Banyaknya jumlah dalam hitungan manusia itu sulit di ukur. Terkadang bekerja banting tulang, banting stir, mereka lupa kepada bersyukur kepada yang memberi rezekikuncinya adalah bukan berapa banyak kita mempunyai harta, tapi untuk apa harta itu kita gunakan. Tidak sedikit harta yang banyak tetapi hanya habis untuk foya-foya dan bahkan untuk biaya pengobatan. 

Disamping itu doa harus spesifik loh, artinya jika kita ingin punya rumah dalam berdoa itu kita harus menyebutkan tipe rumah secara detail, kemampuan kita bermimpi akan selalu di uji oleh Allah. Impian, kekuatan impian adalah keberanian untuk berlari dan berani untuk meraih apa yang kita inginkan. Ingat! Allah mengikuti prasangka hambanya. Tapi kitapun harus realistis, artinya jika kita menginginkan rumahyang seperti apa yang kita mau, kita juga harus mengukur kemampuan kita berusaha untuk meraih impian itu. Jangan sampai impian tidak sesuai dengan usaha yang membuat kita menjadi orang gila karena tidak tercapai impian yang kita inginkan.

Ingatlah! Allah mengabulkan impian kita dengan tiga cara:

1. Allah menjawab “iya” artinya Allah berika apa yang kita inginkan

2. Aallah menjawab “tunggu” artinya Allah memberikan sesuatu yang lebih baik

3. Allah menjawab “tidak” artinya Allah memberikan yang terbaik untuk kita.

Pernah terdengar cerita seorang pendoa yang meminta di beri sebuah bunga yang indah, tetapi apa yang di dapatkan justru bunga kaktus yang tajam dengan duri-durinya. Ketia ia meminta agar diberi seekor kupu-kupu, tetapi apa yang ia terima? Ulat bulu yang membawa bisa gatal yang ia dapatkan. Ketika ia hamper menyerah dan putus asa dalam berdoa, tiba-tiba dari kaktus yang berduri itu keluarlah sebuah bunga yang indah berwarna putih, sementara ia melihat ulat bulu yang menjijikan ia berubah menjadi kepompong dan akhirnya berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik.

Ingatlah Allah memberikan apa yang kita butuhkan buka apa yang kita inginkan. 

Disitulah Allah mengajarkan betapa indahnya sebuah proses. Kamu semua di ajarkan untuk amanah, untuk bisa bertanggung jawab, dan di didik secara matang melalui berbagai tamparan. Bukankan jika Allah menyukai seorang hamba ia akan mengujinya? Sesungguhnya kasih sayang Allah ada pada berada dalam setiap tumpukan masalahmu. Maka bersyukurlah cintanya begitu indah dalam mengasuh hidupmu. Pohon yang kuat dalam menghadapi angina besar adalah pohon yang berasal dari biji, bukan yang cangkikan. Kalian tahu kenapa? Karena akarnya sudah menghujam kuat pada tanah dan dia mempunyai daya cengkram yang hebat. Itulah kehidupan. Allah melatih diri kita untuk dewasa.

Mulai Menjadi Pendengar Yang Baik

Salah satu kiat sukses adalah membiasakan diri untuk menjadi pendengar yang baik.kelemahan orang biasanya adalah, mereka lebih senang di dengarkan dari pada mendengarkan. Padahal ketika ia mendengarkan setidaknya ia sedang mengumpulakan modal berdasarkan pengalaman orang lain. Kita selalu mengatakan learning by doing artinya kita belajar sambal melakukan. 

Bayangkan saja jika kita memulai usaha kemudia kita di uji dengan kebangkrutan. Itu bisa di jadikan sebuah pelajaran, tetapi setidaknya kalua sebelum memulai kita mencoba untuk mendengarkan pengalaman orang terlebih dahulu. Setidaknya kita punya jawaban punya ilmu yang lebih matang tentang bagaimana memulai sebuah usaha, bagaimana bangkit dari keterpurukandan bagaimana kita nelajar dari pengalaman orang lain tanpa harus merasakan keterpurukan yang sama dengan yang di alami.

Yang namanya manusia itu punya sifat penasaran yang begitu tinggi, artinya sebelum merasakan jatuh dan kejedot batu kita tidak akan tahu seperti apa rasanya kita terjatuh. Tetapi jika bisa diantisipasi untuk tidak terjatuh, itu lebih baik untuk diri kita. Maka dari itu hati-hati dan jangan sampai kita mengalam hal buruk dalam usaha yang kita jalankan. 

Nah, disini penting bagi kita untuk dapat mendengarkan pengalaman orang lain. Pentingnya kita menerima masukan dari orang lain, bahkan kita jangan pernah merasa bangga dengan pujian biasanya pujian bisa membuat manusia yang di puji itu terlena. Tetapi kita pun harus menghargai cibiran orang yang di tujukan kepada kita, karena secata tidak langsung hal yang seperti itu akan membantu proses identifikasi diri kita melalui orang lain. 

Sering-seringlah meminta pendapat dari orang lain. Tetapi tetap DENGARKAN! Jangan pernah mencoba memotong pembicaraan orang lain ketika ia sedang memberikan cerita pengalamanya. Jangan pernah menyela pembicaraan, cukup di dengarkan. Kalaupun masukan dan cerita dari seseorang itu tidak benar, cobalah untuk tetap menjadi pendengan yang baik. Tetapi kebenaran tidak terjadi pada saat itu, tetapi kebenaran akan dating seiring berjalanya waktu atau bahkan kita merasakan keputusasaan yang seolah tak berujung. Jadi cobalah untuk mendengarkan bahwa tidak ada ruginya untuk kita sebagai pendengar.setiap orang yang Allah hadirkan dalah hidup kita adalah guru yang baik untuk kehidupan, yaitu pengalaman. 


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#SARAPANKATA

#KMOINDONESIA

#KMOBATCH48

#KELOMPOK6

#BASWARAAKSA

#SARKATJADIBUKU

#DAY-26

PD Aja yuk
Terkadang modal sudah tersedia. Baik itu modal kemauan maupun modal secara finalsial. Namun lgi-lagi yang menjadi kendala adalah nyali. Banyak orang sudah memiliki semuanya untuk memulai usahanya namu dia tidak PD alias tidak percaya diri adalah bagian dari krisis nyali.
Cobalah buat daftar alasan yang membuat kita menjadi tidak PD. Jika kamu menginginkan kesuksesan maka kamu harus PD. Jika kamu saja tidak percaya diri maka bagaimana orang lain mau percaya padamu? Kamu saja tidak percaya akan kemampuan dirimu sendiri.
Sering kali saya mendengarkan tentang keluhan dan di minta memberikan masukan serta sosuli dari apa yang sedang ia alami, bagaimana supaya dalam diri ini dapat timbul rasa percaya diri? Saya jadi teringat masa kecil dulu, saya pun termasuk orang yang mengalami krisis percaya diri yang amat dasyat, dengan apa yang ada pada diri saya, saya termasuk orang yang serba pas-pasan. Namun saya terus belajar dan selalu mengasah keberanian agar saya dapat melakukan sesuatu hal dengan percaya diri. Dan saya tersadar bahwa percaya diri itu akan dapat timbul tergantung dengan niatnya. Jika kita mempunyai niat yang baik, kenapa juga kita tidak jadi PD alias krisis dalam kepercayaan terhadap diri kita sendiri.
Agar percaya diri kita semakin terarah saya kasih beberapa tip ya.
1. Bercerminlah pada kaca.
2. Berusahalah menemukan sesuatu yang menarik dari dirimu yang dengan “sesuatu” itu kamu merasa bahwa itulah keunikanmu.
3. Katakana pada dirimu “Aku Bisa!”
4. Mulailah berlatih berbicara di depan kaca untuk melatih keberanianmu.
Hadapi Hidup Selesaikan Masalah
Kita telah sepakat bahwa hidup itu masalah dan kamu tidak harus membuat lubang panjang untuk bisa melewati masalah tersebut. Kamu hanya harus, kudu, mesti, wajib berusaha melewati tantangan dari tumpukan masalahmu yang menggunung tersebut. Jika kamu ingin mendaki berarti kamu harus menjadi pendaki terlebih dahulu, dalam teori menejemen ada tiga teori mendaki yang dapat dijadikan inspirasi, yaitu:
1. Quinters, yaitu pendaki yang mudah sekali menyerah dan mencari jalan aman.
2. Campers, adalah pendaki yang sudah menyerah dan merasa cukup dengan semua kenangan pendakianya. Tipe ini adalah tipe yang menyerah dengan keadaan dan pasrah pada masalah.
3. Climbers, adalah tipe pendaki yang sesungguhnya. Ia tidak akan menyerah dengan semua masalah yang menghadang hidupnya, buatnya hidup dan masalah adalah sebuah tantangan yang harus bisa di taklukan.
Menjadi pendaki yang sesungguhnya itu adalah jawaban yang paling tepat untuk dapat menjadi pemenang yang sesungguhnya. Ia tidak akan pernah menyerah dengan keadaan, tidak pernah merasa terbentur dan berhadapan dengan putus asa, dia akan selalu mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah.
Untuk dapan menjadi pendaki yang handal dan yang tak mudah menyerah, itu bukan hanya membutuhkan segunung nyali akan tetapi ia harus memiliki keyakinan yang tinggi bahwa semua yang terjadi dalam kehidupan adalah rencana yang terbaik dari sang pemilik kehidupan. Ia yakin bahwa Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuan manusia tersebut. Kalaupun dihadang dengan masalah, ia selalu menyerahkan kembali semua permasalahanya kepada Allah Azza waa jalla. Laahawlaa walaaquwwata illaabillah. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah.

Rancang perencanaan jangka pendek, menegah, dan jangka panjang.
Dalam tiori menejemen, kita selalu diajarkan tentang perencanaan. Perencanaan dapat dijadikan panduan dalam melangkah, dan perencanaan tersebut juga dapat dijadikan ukuran berhasil atau tidaknya suatu tujuan yang di inginkan. Selain itu ternyata perencanaan juga merupakan antisipasi dalam menghadapi stress yang dapat membuat orang menjadi gila.
Kita contohkan dari kenyataan yang ada, ada seorang pemuda yang terlah lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan suwasta. yang merencanakan pernikahan namun gagal menikah itu adalah rencana jangka pendek. Jangka menengah si pemuda tersebut menginginkan di usianya yang sebelum tua sebut saja usia 35 tahun ingin menjadi seorang yang sukses dan menyandang jabatan dan gaji yang tinggi dalam jumlah rupiah. Jangka panjangnya ia menginginkan hidup bahagia dan berhenti bekerja dan dapat membuka perusahaan sendiri. Namun pada kenyataanya, selesai kuliah ia belum juga menemukan seorang wanita yang cocok untuk dijadikan pelabuhan terakhirnya. Bahkan sampai memasuki usia yang ke 35 tahun. Di usia ke 35 tahun pun pemuda tersebut belum juga mempunyai jabatan yang di inginkanya dan gajinya pun masih sangat kecil. Melewati usia 38 tahun, semua belum berubah, gaji belum bertambah, jabatan belum naik, dan calon pendampingpun belum ada. Namun si pemuda tersebut tidak menyerah dan putus asa. Ahirnya si pemuda memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan dan memulai usaha sendiri membuat bimbingan belajar, bisnisnya maju pesat dan saat itu pulalah ia berkenalan dengan seorang wanita yang akhirnya menjadi istrinya.
Itulah gunanya perencanaan. Setidaknya perencanaan tersebut dapat membantu kita untuk selalu optimis dalam menjalani hidup.

PD Aja yuk

Terkadang modal sudah tersedia. Baik itu modal kemauan maupun modal secara finalsial. Namun lgi-lagi yang menjadi kendala adalah nyali. Banyak orang sudah memiliki semuanya untuk memulai usahanya namu dia tidak PD alias tidak percaya diri adalah bagian dari krisis nyali. 

Cobalah buat daftar alasan yang membuat kita menjadi tidak PD. Jika kamu menginginkan kesuksesan maka kamu harus PD. Jika kamu saja tidak percaya diri maka bagaimana orang lain mau percaya padamu? Kamu saja tidak percaya akan kemampuan dirimu sendiri. 

Sering kali saya mendengarkan tentang keluhan dan di minta memberikan masukan serta sosuli dari apa yang sedang ia alami, bagaimana supaya dalam diri ini dapat timbul rasa percaya diri? Saya jadi teringat masa kecil dulu, saya pun termasuk orang yang mengalami krisis percaya diri yang amat dasyat, dengan apa yang ada pada diri saya, saya termasuk orang yang serba pas-pasan. Namun saya terus belajar dan selalu mengasah keberanian agar saya dapat melakukan sesuatu hal dengan percaya diri. Dan saya tersadar bahwa percaya diri itu akan dapat timbul tergantung dengan niatnya. Jika kita mempunyai niat yang baik, kenapa juga kita tidak jadi PD alias krisis dalam kepercayaan terhadap diri kita sendiri.

Agar percaya diri kita semakin terarah saya kasih beberapa tip ya.

1. Bercerminlah pada kaca.

2. Berusahalah menemukan sesuatu yang menarik dari dirimu yang dengan “sesuatu” itu kamu merasa bahwa itulah keunikanmu.

3. Katakana pada dirimu “Aku Bisa!”

4. Mulailah berlatih berbicara di depan kaca untuk melatih keberanianmu.  

Hadapi Hidup Selesaikan Masalah

Kita telah sepakat bahwa hidup itu masalah dan kamu tidak harus membuat lubang panjang untuk bisa melewati masalah tersebut. Kamu hanya harus, kudu, mesti, wajib berusaha melewati tantangan dari tumpukan masalahmu yang menggunung tersebut. Jika kamu ingin mendaki berarti kamu harus menjadi pendaki terlebih dahulu, dalam teori menejemen ada tiga teori mendaki yang dapat dijadikan inspirasi, yaitu:

1. Quinters, yaitu pendaki yang mudah sekali menyerah dan mencari jalan aman.

2. Campers, adalah pendaki yang sudah menyerah dan merasa cukup dengan semua kenangan pendakianya. Tipe ini adalah tipe yang menyerah dengan keadaan dan pasrah pada masalah.

3. Climbers, adalah tipe pendaki yang sesungguhnya. Ia tidak akan menyerah dengan semua masalah yang menghadang hidupnya, buatnya hidup dan masalah adalah sebuah tantangan yang harus bisa di taklukan. 

Menjadi pendaki yang sesungguhnya itu adalah jawaban yang paling tepat untuk dapat menjadi pemenang yang sesungguhnya. Ia tidak akan pernah menyerah dengan keadaan, tidak pernah merasa terbentur dan berhadapan dengan putus asa, dia akan selalu mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah.

Untuk dapan menjadi pendaki yang handal dan yang tak mudah menyerah, itu bukan hanya membutuhkan segunung nyali akan tetapi ia harus memiliki keyakinan yang tinggi bahwa semua yang terjadi dalam kehidupan adalah rencana yang terbaik dari sang pemilik kehidupan. Ia yakin bahwa Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuan manusia tersebut. Kalaupun dihadang dengan masalah, ia selalu menyerahkan kembali semua permasalahanya kepada Allah Azza waa jalla. Laahawlaa walaaquwwata illaabillah. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah.


Rancang perencanaan jangka pendek, menegah, dan jangka panjang.

Dalam tiori menejemen, kita selalu diajarkan tentang perencanaan. Perencanaan dapat dijadikan panduan dalam melangkah, dan perencanaan tersebut juga dapat dijadikan ukuran berhasil atau tidaknya suatu tujuan yang di inginkan. Selain itu ternyata perencanaan juga merupakan antisipasi dalam menghadapi stress yang dapat membuat orang menjadi gila. 

Kita contohkan dari kenyataan yang ada, ada seorang pemuda yang terlah lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan suwasta. yang merencanakan pernikahan namun gagal menikah itu adalah rencana jangka pendek. Jangka menengah si pemuda tersebut menginginkan di usianya yang sebelum tua sebut saja usia 35 tahun ingin menjadi seorang yang sukses dan menyandang jabatan dan gaji yang tinggi dalam jumlah rupiah. Jangka panjangnya ia menginginkan hidup bahagia dan berhenti bekerja dan dapat membuka perusahaan sendiri. Namun pada kenyataanya, selesai kuliah ia belum juga menemukan seorang wanita yang cocok untuk dijadikan pelabuhan terakhirnya. Bahkan sampai memasuki usia yang ke 35 tahun. Di usia ke 35 tahun pun pemuda tersebut belum juga mempunyai jabatan yang di inginkanya dan gajinya pun masih sangat kecil. Melewati usia 38 tahun, semua belum berubah, gaji belum bertambah, jabatan belum naik, dan calon pendampingpun belum ada. Namun si pemuda tersebut tidak menyerah dan putus asa. Ahirnya si pemuda memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan dan memulai usaha sendiri membuat bimbingan belajar, bisnisnya maju pesat dan saat itu pulalah ia berkenalan dengan seorang wanita yang akhirnya menjadi istrinya. 

Itulah gunanya perencanaan. Setidaknya perencanaan tersebut dapat membantu kita untuk selalu optimis dalam menjalani hidup.

?

NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#SARAPANKATA

#KMOINDONESIA

#KMOBATCH48

#KELOMPOK6

#BASWARAAKSA

#SARKATJADIBUKU

#DAY-27

Gagal dalam berencana itu gagal dalam merencanakan
Alquran memerintahkan kepada kita untuk melakukan persiapan.
“Dan siapkanlah untuk menghadapi merekakekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang di tambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu mengantarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahui; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya. (dirugikan).” (QS. Al-Anfal [8] : 60).
Kalua direncanakan saja sudah gagal, apa lagi tanpa perencanaan? Yang ada kita ibarat tentara yang akan pergi berperang tanpa memiliki perbekalan apa-apa.
Terkadang ada orang yang mengatakan “Hidup itu mengalir saja seperti air.” Saya sih sepakat dengan kalimat tersebut! Tetapi yang mengalir seperti air itu bukanlah pasrah pada keadaan. Ingat dengan kata “Mengalir” arti di sini adanya pergerakan. Ada perubahan. Lihatlah, bagaimana air mampu menyusup melewati bebatuan. Ligatlah bagaimana air membawa dedaunan. Lihatlah bagaimana air bisa membersihkan bahkan bisa mensucikan. Nah, seperti itulah hakekat hidup yang mengalir seperti air, bukan air yang berada dalam bejana atau sebuah genangan yang bukanya memberikan manfaat justru akan menimbulkan penyakit dan sarang nyamuk.
Mengalir seperti air setidaknya dalam menjalani hidup tetap ada pencapaian dalam hidup. It’s matter not how long we live, but haw? Bukankan berapa lama kita hidup?
Ketika kita gagal di perencanaan jangka pendek, kita akan berfikir positif dan yakin bahwa perencanaan menengah yang telah di buat akan tercapai. Namun jika masih juga belum berhasil, maka tetaplah optimis bahwa akan tercapai di masa depan kan kita masih mempunyai perencanaa jangka panjang yang sudah di buat. Itulah keyakinan yang harus di tanamkan. Atau jika kita belum berhasil juga, berarti kita harus menggunakan akal kita, apakah ini yang terbaik atau harus mencoba membuat sesuatu yang lebih baik?

Slaw dalam menjalani hidup
Jangan buat hidupmu tertekan. Jangan kaku dalam menjalaninya. Ingat, menejemen adalah pola pengaturan, pengelolaan yang di dalamnya ada kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, ada langkah yang nyata dalam meraih tujuan, dan ada proses evaluasi yang menggunakan seni di dalamnya. Terkadang seni kita dalam menjalani hidup ini pun berbeda, buktinya setiap orang kesukaanya dan tujuanya serta hobi dan cita-citanya berbeda, artinya kita fleksibel dalam menjalani kehidupan. Banyak jalan loh menuju roma. Untuk sampai kesana toh banyk cara dan banyak jalanya ya.
Kita hanya butuh fokus pada tujuan, masalah mau pakai apa, naik apa, bagaimana caranya, itu semua kembali keselera masing-masing. Akan tetapi jangan sampai sarana yang sudah ada itu justru berubah menjadi tujuan. Itu yang terpenting.

Hidup dalam keraguan
Hindarilah keraguan, karena keraguan adalah bisikan dari setan yang selalu siap sedia dan terus menggoda. Setan akan selalu menggoda manusia dengan segala caranya … setan adalah makhluk ciptaan Allah yang paling kreatif dalam menjalankan misinya. Jangankan menjalani kehidupan, bahkan tak terkecuali ketika melakukan shalat lima waktu (subuh, dzuhur, asar, magrib dan isa), ketika kita tidak yakin dalam jumlah rakaatnya, maka jangan membiarkan diri dalam kebingungan berlama-lama. Segera putuska “ini rakaat kedua”, atau ini rakaat ketiga”, dan rakaat lainya segera putuskan jika kita sedang dalam keraguan tersebut. Maka lakukanlah sujud syahwi sebagai sujud kesalahan dalam shalat.
Sebahai remaja muslim yang masa kini dan keren, mestinya kita tidak perlu bingung atau bimbang menghadapi semua hal, yang membuat kita ragu-ragu dalam melangkah. Bukankah Allah mengajarkan kita untuk melakukan shalat istikharoh ketika kita sedang mengalami kebimbangan terhadap banyaknya pilihan?
Terkadang kita membutuhkan orang untuk kita ajak shering atau curhat untuk keluar dari kebingungan dalam masalah yang kita hadapi, namun sekali lagi kita jangan pernah bergantung kepada manusia, kenapa? Karena manusia juga membutuhkan sandaran. Manusiapun membutuhkan orang lain bahkan seorang motivator sekalipun membutuhkan motivasi dari orang lain. Oleh karena itu, bersandarlah pada sesuatu yang tidak membutuhkan sandaran. Berpeganglah pada sesuatu yang tidak membutuhkan pegangan dan bergantunglah kepada pada sesuatu yang tidak membutuhkan gantungan. Bergantunglah hanya pada Allah azza wajalla.

Mencontoh dari seekor keledai
Banyak kisah yang bisa kita jadikan pelajaran berharga buat hidup kita. Salah satu kisah inspirasi dari seekor keledai.
Suatu hari ketika sedang berjalan bersama dengan seorang petani tua, seekor keledai tua terperosok kedalam lubang yang sangat dalam. Petani tua tersebut menjadi kebingungan karena tidak tahu harus berbuat apa untuk bisa membantu keledai itu naik. Keledai tua itu ketakutan dan mulai menangis. Petani pun putus asa, karena tidak menemukan cara untuk membantu keledai tersebut. Ahirnya dengan berat hati, sang petani itu memutuskan untuk mengubur hidup-hidup sang ketedai tersebut.

Gagal dalam berencana itu gagal dalam merencanakan

Alquran memerintahkan kepada kita untuk melakukan persiapan.

“Dan siapkanlah untuk menghadapi merekakekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang di tambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu mengantarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahui; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya. (dirugikan).” (QS. Al-Anfal [8] : 60).

Kalua direncanakan saja sudah gagal, apa lagi tanpa perencanaan? Yang ada kita ibarat tentara yang akan pergi berperang tanpa memiliki perbekalan apa-apa.

Terkadang ada orang yang mengatakan “Hidup itu mengalir saja seperti air.” Saya sih sepakat dengan kalimat tersebut! Tetapi yang mengalir seperti air itu bukanlah pasrah pada keadaan. Ingat dengan kata “Mengalir” arti di sini adanya pergerakan. Ada perubahan. Lihatlah, bagaimana air mampu menyusup melewati bebatuan. Ligatlah bagaimana air membawa dedaunan. Lihatlah bagaimana air bisa membersihkan bahkan bisa mensucikan. Nah, seperti itulah hakekat hidup yang mengalir seperti air, bukan air yang berada dalam bejana atau sebuah genangan yang bukanya memberikan manfaat justru akan menimbulkan penyakit dan sarang nyamuk.

Mengalir seperti air setidaknya dalam menjalani hidup tetap ada pencapaian dalam hidup. It’s matter not how long we live, but haw? Bukankan berapa lama kita hidup?

Ketika kita gagal di perencanaan jangka pendek, kita akan berfikir positif dan yakin bahwa perencanaan menengah yang telah di buat akan tercapai. Namun jika masih juga belum berhasil, maka tetaplah optimis bahwa akan tercapai di masa depan kan kita masih mempunyai perencanaa jangka panjang yang sudah di buat. Itulah keyakinan yang harus di tanamkan. Atau jika kita belum berhasil juga, berarti kita harus menggunakan akal kita, apakah ini yang terbaik atau harus mencoba membuat sesuatu yang lebih baik? 


Slaw dalam menjalani hidup

Jangan buat hidupmu tertekan. Jangan kaku dalam menjalaninya. Ingat, menejemen adalah pola pengaturan, pengelolaan yang di dalamnya ada kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, ada langkah yang nyata dalam meraih tujuan, dan ada proses evaluasi yang menggunakan seni di dalamnya. Terkadang seni kita dalam menjalani hidup ini pun berbeda, buktinya setiap orang kesukaanya dan tujuanya serta hobi dan cita-citanya berbeda, artinya kita fleksibel dalam menjalani kehidupan. Banyak jalan loh menuju roma. Untuk sampai kesana toh banyk cara dan banyak jalanya ya. 

Kita hanya butuh fokus pada tujuan, masalah mau pakai apa, naik apa, bagaimana caranya, itu semua kembali keselera masing-masing. Akan tetapi jangan sampai sarana yang sudah ada itu justru berubah menjadi tujuan. Itu yang terpenting. 


Hidup dalam keraguan

Hindarilah keraguan, karena keraguan adalah bisikan dari setan yang selalu siap sedia dan terus menggoda. Setan akan selalu menggoda manusia dengan segala caranya … setan adalah makhluk ciptaan Allah yang paling kreatif dalam menjalankan misinya. Jangankan menjalani kehidupan, bahkan tak terkecuali ketika melakukan shalat lima waktu (subuh, dzuhur, asar, magrib dan isa), ketika kita tidak yakin dalam jumlah rakaatnya, maka jangan membiarkan diri dalam kebingungan berlama-lama. Segera putuska “ini rakaat kedua”, atau ini rakaat ketiga”, dan rakaat lainya segera putuskan jika kita sedang dalam keraguan tersebut. Maka lakukanlah sujud syahwi sebagai sujud kesalahan dalam shalat.

Sebahai remaja muslim yang masa kini dan keren, mestinya kita tidak perlu bingung atau bimbang menghadapi semua hal, yang membuat kita ragu-ragu dalam melangkah. Bukankah Allah mengajarkan kita untuk melakukan shalat istikharoh ketika kita sedang mengalami kebimbangan terhadap banyaknya pilihan?  

Terkadang kita membutuhkan orang untuk kita ajak shering atau curhat untuk keluar dari kebingungan dalam masalah yang kita hadapi, namun sekali lagi kita jangan pernah bergantung kepada manusia, kenapa? Karena manusia juga membutuhkan sandaran. Manusiapun membutuhkan orang lain bahkan seorang motivator sekalipun membutuhkan motivasi dari orang lain. Oleh karena itu, bersandarlah pada sesuatu yang tidak membutuhkan sandaran. Berpeganglah pada sesuatu yang tidak membutuhkan pegangan dan bergantunglah kepada pada sesuatu yang tidak membutuhkan gantungan. Bergantunglah hanya pada Allah azza wajalla.


Mencontoh dari seekor keledai

Banyak kisah yang bisa kita jadikan pelajaran berharga buat hidup kita. Salah satu kisah inspirasi dari seekor keledai.

Suatu hari ketika sedang berjalan bersama dengan seorang petani tua, seekor keledai tua terperosok kedalam lubang yang sangat dalam. Petani tua tersebut menjadi kebingungan karena tidak tahu harus berbuat apa untuk bisa membantu keledai itu naik. Keledai tua itu ketakutan dan mulai menangis. Petani pun putus asa, karena tidak menemukan cara untuk membantu keledai tersebut. Ahirnya dengan berat hati, sang petani itu memutuskan untuk mengubur hidup-hidup sang ketedai tersebut.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#SARAPANKATA

#KMOINDONESIA

#KMOBATCH48

#KELOMPOK6

#BASWARAAKSA

#SARKATJADIBUKU

#DAY-28

Keledai itu ketakutan dan tak mau mati saat itu. Dengan berlinangan air matai a menatap petani tua dengan tatapan memohon. Terapi sang petani tua tidak juga bisa melakukan apa-apa. Akhirnya dengan berat hati, petani tua mulai menggaruk tanah untuk menimbun si keledai.
Keledai ketakutan. Ia terus berteriak memanggil si petani tetapi petani tua itu seolah tak memperdulikanya. Ia terus melemparkan tanah ke badan si keledai. Ia tidak ingin mati, Cuma itu yang ada dalam benaknya. Maka dengan tenaga yang tersisa, ia mencoba mengerak-gerakan badanya yang kotor karena tanah. Ia terus melompat-lompat, menginjak-injak tanah yang di lemparkan oleh petani itu. Ia terus bergerak dan tak juga menyerah oleh keadaan. Tak terasa sudah semakin banyak tanah yang di masukan ke dalam lubang itu oleh sang petani, tetapi tidak mengubur si keledai tersebut. Tanah-tanah itu justru menjadi pijakan keledai tua untuk naik ke atas lubang dan si keledai melompa kemudian mencium petani tua yang justru telah membantunya naik ke atas. Mereka berpelukan sambal menangis.
Kita bisa belajar dari kisah keledai tua.
• Jika si keledai tua berfikiran negative kepada si petani tua, maka ia akan merasa dendam dengan si petani yang justru ingin menguburnya hidup-hidup. Tetapi si keledai tetap berfikir positif. Terkadang manusia kalah dengan keledai. Manusia banyak sekali yang berfikiran negative kepada orang yang menjatuhkanya, padahal jika kita dapat mengambil sikap positif cemoohan yang bisa menjatuhkan kita, justru bisa menjadi motivasi kita untuk meraih kesuksesan. Semua kembali ke diri masing-masing. Bukankah kebahagiaan adalah kita yang menentukan? Sebenarnya bukan kata-kata orang lain yang menyakiti kita, tetapi sikap kita yang menyakiti diri kita sendiri. Setidaknya kita masih mempunyai pilihan, apakah kata-kata penghinaan itu akan membuat kita terpuruk,atau justru akan membuat kita semakin semangat untuk membuktikan bahwa kita pun bisa menjadi yang terbaik buat hidup kita.
• Berdiri tegak di atas puing kehancuran. Ingat, bagaimana sang petani melemparkan tanah untuk mengubur si keledai? Terkadang tanah ibarat puing-puing kehancuran impian kita. Yang kalua saja kita tidak mau bergerak maka puing itulah yang akan membenamkan diri kita. Tetapi kalu kita berani dan kita punya kemauan untuk hidup, maka kita bisa melakukan gerakan yang lebih cepat agar puing-puing tersebut tidak menjadi alat untuk mengubur kita, tetapi malah menjadi pijakan untuk bisa berdiri kokoh menyongsong masa depan.
• Tidak semua orang melakukanya. Dan itu pun bukan lah hal yang mudah. Untuk bisa berdiri diatas puing-puing kejayaan yang sudah hancur, kita bukan hanya butuh persiapan mental yang banyak. Kita butuh waktu yang bisa melupakan semua kenangan yang tidak menyenangkan, dan kita membutuhkan Allah untuk membantu kita mengiklaskan. Cuma itu modal yang kita punyai di samping doa dari semua orang yang mengingatkan kita untuk kembali bangkitmenatap masa depan. Jadi jangan pernah mau kalah dengan kisah si keledai tua itu.
Lihatlah pohon mangga
Jadilah kalian pohon manga yang sering di lempari anak-anak yang sedang berjalan, mereka melemparimu dengan batu, tetapi kamu membalasnya dengan buah.
Sebuah pohon manga yang banyak buahnya. Setiap orang pasti ingin mengambil buahnya. Ada yang melemparinya, ada yang menggunakan galah bahkan ada yang memanjat diam-diap untuk mendapatkan si buah manga tersebut. Tetapi juga tak sedikit untuk mengambil buahnya mereka melemparinya menggunakan batu.
Begitupun dengan kehidupan kita. Terkadang banyak orang yang merasa iri bahkan kagum dengan kesuksesan yang kita raih, ada yang mendekat dan ada pula yang mempunyai niat jahat. Tetapi kita tetap manusia biasa yang tak punya kuasa atas diri kita. Yang perlu kita lakukan hanya lah memberikan hal terbaik yang kita bisa, kepada siapapun.
Lihatlah bagaimana Rosulullah saw. Beliau mencontohkan ketika ada seorang nenek yang selalu meludahinya setiap kali beliau melintas, tetapi Rosulullah tidak menyimpan dendam sedikitpun. Bahkan ketika nenek itu sakit, Rosulullah justru merasa kehilangan bahkan menjenguknya. Di sinilah keindahan islam. Apabila sikap buruk yang kita terima kita balas dengan keburukan pula, bukankah kita menjadi sama jahatnya dengan orang yang ingin menjahati kita.
Kita hanya makhluk yang berlindung kepada Allah Tuhan yang Esa. Allah lah yang mempunyai kekuasaan terhadap hidup dan kehidupan kita. Kalua kita baik sama orang lain saja kita masih sering mendapat perlakuan tidak baik dari orang lain, apalagi kalua kita bersikap tidak baik kepada orang lain? Begitu loh logikanya.
Kebahagiaan itu dating bagi orang yang berbuat kebaikan. “ Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-otrang yang berbuat baik.”(QS. Al-A’raf:56)
Rahmat allah senantiasa ada bagi siapapun yang tulus menyebarkan kebaikan kepada orang-orang di sekitarnya.
Berbuat baik akan mendatangkan kasih sayang Allah Saw, di dunia maupun di akhirat. Melakukan perbuatan baik akan membukakan pintu kebahagiaan, kesehatan, dan ketenangan hati. Berbuat baik bisa di artikan satu langkah lebih dekat untuk meraih rahmat Allah.

Keledai itu ketakutan dan tak mau mati saat itu. Dengan berlinangan air matai a menatap petani tua dengan tatapan memohon. Terapi sang petani tua tidak juga bisa melakukan apa-apa. Akhirnya dengan berat hati, petani tua mulai menggaruk tanah untuk menimbun si keledai. 

Keledai ketakutan. Ia terus berteriak memanggil si petani tetapi petani tua itu seolah tak memperdulikanya. Ia terus melemparkan tanah ke badan si keledai. Ia tidak ingin mati, Cuma itu yang ada dalam benaknya. Maka dengan tenaga yang tersisa, ia mencoba mengerak-gerakan badanya yang kotor karena tanah. Ia terus melompat-lompat, menginjak-injak tanah yang di lemparkan oleh petani itu. Ia terus bergerak dan tak juga menyerah oleh keadaan. Tak terasa sudah semakin banyak tanah yang di masukan ke dalam lubang itu oleh sang petani, tetapi tidak mengubur si keledai tersebut. Tanah-tanah itu justru menjadi pijakan keledai tua untuk naik ke atas lubang dan si keledai melompa kemudian mencium petani tua yang justru telah membantunya naik ke atas. Mereka berpelukan sambal menangis.

Kita bisa belajar dari kisah keledai tua.

Jika si keledai tua berfikiran negative kepada si petani tua, maka ia akan merasa dendam dengan si petani yang justru ingin menguburnya hidup-hidup. Tetapi si keledai tetap berfikir positif. Terkadang manusia kalah dengan keledai. Manusia banyak sekali yang berfikiran negative kepada orang yang menjatuhkanya, padahal jika kita dapat mengambil sikap positif cemoohan yang bisa menjatuhkan kita, justru bisa menjadi motivasi kita untuk meraih kesuksesan. Semua kembali ke diri masing-masing. Bukankah kebahagiaan adalah kita yang menentukan? Sebenarnya bukan kata-kata orang lain yang menyakiti kita, tetapi sikap kita yang menyakiti diri kita sendiri. Setidaknya kita masih mempunyai pilihan, apakah kata-kata penghinaan itu akan membuat kita terpuruk,atau justru akan membuat kita semakin semangat untuk membuktikan bahwa kita pun bisa menjadi yang terbaik buat hidup kita.

Berdiri tegak di atas puing kehancuran. Ingat, bagaimana sang petani melemparkan tanah untuk mengubur si keledai? Terkadang tanah ibarat puing-puing kehancuran impian kita. Yang kalua saja kita tidak mau bergerak maka puing itulah yang akan membenamkan diri kita. Tetapi kalu kita berani dan kita punya kemauan untuk hidup, maka kita bisa melakukan gerakan yang lebih cepat agar puing-puing tersebut tidak menjadi alat untuk mengubur kita, tetapi malah menjadi pijakan untuk bisa berdiri kokoh menyongsong masa depan.

Tidak semua orang melakukanya. Dan itu pun bukan lah hal yang mudah. Untuk bisa berdiri diatas puing-puing kejayaan yang sudah hancur, kita bukan hanya butuh persiapan mental yang banyak. Kita butuh waktu yang bisa melupakan semua kenangan yang tidak menyenangkan, dan kita membutuhkan Allah untuk membantu kita mengiklaskan. Cuma itu modal yang kita punyai di samping doa dari semua orang yang mengingatkan kita untuk kembali bangkitmenatap masa depan. Jadi jangan pernah mau kalah dengan kisah si keledai tua itu. 

Lihatlah pohon mangga

Jadilah kalian pohon manga yang sering di lempari anak-anak yang sedang berjalan, mereka melemparimu dengan batu, tetapi kamu membalasnya dengan buah.

Sebuah pohon manga yang banyak buahnya. Setiap orang pasti ingin mengambil buahnya. Ada yang melemparinya, ada yang menggunakan galah bahkan ada yang memanjat diam-diap untuk mendapatkan si buah manga tersebut. Tetapi juga tak sedikit untuk mengambil buahnya mereka melemparinya menggunakan batu.

Begitupun dengan kehidupan kita. Terkadang banyak orang yang merasa iri bahkan kagum dengan kesuksesan yang kita raih, ada yang mendekat dan ada pula yang mempunyai niat jahat. Tetapi kita tetap manusia biasa yang tak punya kuasa atas diri kita. Yang perlu kita lakukan hanya lah memberikan hal terbaik yang kita bisa, kepada siapapun.

Lihatlah bagaimana Rosulullah saw. Beliau mencontohkan ketika ada seorang nenek yang selalu meludahinya setiap kali beliau melintas, tetapi Rosulullah tidak menyimpan dendam sedikitpun. Bahkan ketika nenek itu sakit, Rosulullah justru merasa kehilangan bahkan menjenguknya. Di sinilah keindahan islam. Apabila sikap buruk yang kita terima kita balas dengan keburukan pula, bukankah kita menjadi sama jahatnya dengan orang yang ingin menjahati kita.

Kita hanya makhluk yang berlindung kepada Allah Tuhan yang Esa. Allah lah yang mempunyai kekuasaan terhadap hidup dan kehidupan kita. Kalua kita baik sama orang lain saja kita masih sering mendapat perlakuan tidak baik dari orang lain, apalagi kalua kita bersikap tidak baik kepada orang lain? Begitu loh logikanya. 

Kebahagiaan itu dating bagi orang yang berbuat kebaikan. “ Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-otrang yang berbuat baik.”(QS. Al-A’raf:56)

Rahmat allah senantiasa ada bagi siapapun yang tulus menyebarkan kebaikan kepada orang-orang di sekitarnya. 

Berbuat baik akan mendatangkan kasih sayang Allah Saw, di dunia maupun di akhirat. Melakukan perbuatan baik akan membukakan pintu kebahagiaan, kesehatan, dan ketenangan hati. Berbuat baik bisa di artikan satu langkah lebih dekat untuk meraih rahmat Allah.


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#SARAPANKATA

#KMOINDONESIA

#KMOBATCH48

#KELOMPOK6

#BASWARAAKSA

#SARKATJADIBUKU

#DAY-29

Tanamkan Keyakinan Pada Diri
Keyakinan akan membuat terkabulnya doa. Keyakinan bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Keyakinan yang bisa membuat orang yang putus asa menjadi punya kepercayaan diri.
Keyakinan yang membuat segala rintangan menjadi terbuka. Jadi dsekarang bagaimana caranya kita mendapatkan keyakinan itu?
Keyakinan bisa kita peroleh apa bila kita yakin kepada Allah Swt. Yakin bahwa Allah selalu memantau kita. Kita yakin bahwa Allah-lah yang melihat usaha kita. Kita yakin bahwa Allahlah yang akan menugaskan Malaikat-Nya untuk menolong kita. Bukankah sudah terbuktikan oleh sejarah, bagaimana keyakinan rosulullah dalam perang badar padahal jumlah pasukanya lebih sedikit jumlahnya dari pasukan musuh. Di mana Allah menurunkan pasukan debu untuk menolong beliau.
Keyakinan Abdul Mutollib (kakek Rosulullah Saw) telah mengundang pertolongan Allah dengan mengirimkan pasukan Ababil yang menghancurkan pasukan Abrahah ketika akan meluluhlantahkan ka’bah.
Keyakinan Bilal bin Rabbah-lah yang tidak lekang oleh panas, sekalipun tubuhnya di tindi batu besar beralaskan panasnya pasir Jazirah Arab, hingga tak putus lidahnya mengucap “Ahad, Ahad, Ahad.”
Keyakinan itulah yang harus kita miliki bahwa Allah satu-satunyapenolong dan penjaga yang paling baik.
Allah akan menolong orang-orang mukmin dan akan Allah teguhkan di muka bumi. Itulah janji Allah yang tidak yang tidak pernah diingkari-Nya. Dalam (QS. Muhammad [47]:7) di jelaskan bahwa Allah akan menolong orang-orang yang menolong agama-Nya. Jadi jika ingin mendapatkan pertolongan Allah, kita pun harus mau mensyiarkan agama Allah. Menyebarkan ilmu, dan mendakwahkanya walaupun hanya beberapa ayat sesuai apa yang kita ketahui. Tujuanya sangat simple, hanya mengajak mereka dan orang-orang yang kita sayangi untuk mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

Bercermin Pada Diri dan Berdamai Dengan Keadaan
Saya percaya bahwa kalian telah siap menjadi sosok seseorang yang memiliki nyali besar dan berani menjalani hidup dengan segala kekuatan yang kamu miliki. Namun kita tengok dulu kawan-kawan kita yang terlahir dalam keadaan tidak sempurn, yang menyebabkan mereka sulit untuk hidup dengan nyali besar. Namun, subhanallah, kekurangan yang mereka sandang tak lantas menyurutkan keberanian mereka untuk menjalani hidup.
Cacat fisik bukan halangan bagi orang-orang ini untuk bersinar dan berkarya. Kekurangan yang mereka miliki malah membuat mereka semakin kuat. Bahkan bisa dibilang, kita yang diberi tubuh sempurna saja kalah. Gak percaya? Ini buktinya!
Achmad Zulkarnain, Fotografer
Achmad dilahirkan tanpa lengan dan kaki. Tapi, keterbatasan fisiknya itu enggak membuatnya berhenti mengejar mimpi menjadi seorang fotografer. Pria asal banyuwangi ini berhasil mendirikan usaha fotografi yang diberi nama DZOEL.
Dengan sebuah kendaraan sejenis Go-Kart yang dia rancang dan rakit bersama kerabat, Achmad bahkan berhasil mencapai puncak Gunung Ijen untuk mengambil foto. Salut!
Mulyana, Atlet Renang
Dengan keterbatasannya sebagai seorang tunanetra, Slamet enggak henti menorehkan prestasi di bidang olahraga tenis meja. Pada 2013, Slamet menyabet juara 1 tingkat nasional Pekan Olahraga Pelajar Cacat Nasional (Popcanas).
Lalu, mewakili Yogyakarta pada 2015, Slamet juga berhasil menjadi juara 1 dalam Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Bandung. Selanjutnya pada tahun yang sama, Slamet
meraih juara 1 pada Kejuaraan Nasional Tenis Meja untuk tunanetra di Solo, Jawa Tengah. Keren!
Angkie Yudistia, Penulis dan CEO
Angkie mulai kehilangan pendengarannya sejak usia 10 tahun karena kesalahan penggunaan obat. Meski awalnya merasa minder dengan keterbatasannya, Angkie kemudian mulai menemukan kekuatan untuk bangkit menjalani hidup.
Pada 2008, dia berhasil menjadi salah satu finalis Abang None Jakarta. Dia juga udah menerbitkan dua buku berjudul “Perempuan Tunarungu Menembus Batas” dan “Setinggi Langit”. Bahkan kini Angkie sukses menjadi founder dan CEO Thisable Enterprise.
Organisasi untuk menampung para penyandang disabilitas yang kemudian dibina dan dilatih keterampilan dasar agar bisa bersaing dalam dunia kerja.
Subhanallah, coba renungkan baik-baik bagaimana jika kita dilahirkan dalam ketidaksempurnaan seperti kisah kisah contoh diatas? Yang di lahirkan tanpa tangan, tanpa kaki, yang sempurna yang mungkin ada dalam fikiran kita adalah untuk apa menulis menbbeberkan kisah hisup orang lain? Atau menceritakan kisah kehidupanya, dan meminta orang untuk dapat merasakan apa yang ia rasakan?
Jawabanya adalah sebuah alasan. Alasan bagi kamu untuk lebih berani dan bernyali. Mengapa? Karena dalam kondisimu yang sempurna secara fisik, saya berharap kamu mulai menyadari, bahwa menjadi penakut dan pengecut dengan segala kesempurnaan yang kamu miliki adalah hal yang sebaiknya mulai kamu hindari. Kenapa? Karena rasa tak pantas kalaukeberanian dan nyalimu di kalahkan oleh orang-orang yang lebih tidak beruntung di bandingkan kamu.
Dengan mata yang sempurna, mungkin kamu masih suka bermalas-malasan untuk membaca atau belajar. Dengan tangan yang lengkap, mungkin kita masih enggan memakainya untuk menulis atau bersedekah.

Tanamkan Keyakinan Pada Diri

Keyakinan akan membuat terkabulnya doa. Keyakinan bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Keyakinan yang bisa membuat orang yang putus asa menjadi punya kepercayaan diri.

Keyakinan yang membuat segala rintangan menjadi terbuka. Jadi dsekarang bagaimana caranya kita mendapatkan keyakinan itu?

Keyakinan bisa kita peroleh apa bila kita yakin kepada Allah Swt. Yakin bahwa Allah selalu memantau kita. Kita yakin bahwa Allah-lah yang melihat usaha kita. Kita yakin bahwa Allahlah yang akan menugaskan Malaikat-Nya untuk menolong kita. Bukankah sudah terbuktikan oleh sejarah, bagaimana keyakinan rosulullah dalam perang badar padahal jumlah pasukanya lebih sedikit jumlahnya dari pasukan musuh. Di mana Allah menurunkan pasukan debu untuk menolong beliau.

Keyakinan Abdul Mutollib (kakek Rosulullah Saw) telah mengundang pertolongan Allah dengan mengirimkan pasukan Ababil yang menghancurkan pasukan Abrahah ketika akan meluluhlantahkan ka’bah.

Keyakinan Bilal bin Rabbah-lah yang tidak lekang oleh panas, sekalipun tubuhnya di tindi batu besar beralaskan panasnya pasir Jazirah Arab, hingga tak putus lidahnya mengucap “Ahad, Ahad, Ahad.”

Keyakinan itulah yang harus kita miliki bahwa Allah satu-satunyapenolong dan penjaga yang paling baik.

Allah akan menolong orang-orang mukmin dan akan Allah teguhkan di muka bumi. Itulah janji Allah yang tidak yang tidak pernah diingkari-Nya. Dalam (QS. Muhammad [47]:7) di jelaskan bahwa Allah akan menolong orang-orang yang menolong agama-Nya. Jadi jika ingin mendapatkan pertolongan Allah, kita pun harus mau mensyiarkan agama Allah. Menyebarkan ilmu, dan mendakwahkanya walaupun hanya beberapa ayat sesuai apa yang kita ketahui. Tujuanya sangat simple, hanya mengajak mereka dan orang-orang yang kita sayangi untuk mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.


Bercermin Pada Diri dan Berdamai Dengan Keadaan

Saya percaya bahwa kalian telah siap menjadi sosok seseorang yang memiliki nyali besar dan berani menjalani hidup dengan segala kekuatan yang kamu miliki. Namun kita tengok dulu kawan-kawan kita yang terlahir dalam keadaan tidak sempurn, yang menyebabkan mereka sulit untuk hidup dengan nyali besar. Namun, subhanallah, kekurangan yang mereka sandang tak lantas menyurutkan keberanian mereka untuk menjalani hidup.

Cacat fisik bukan halangan bagi orang-orang ini untuk bersinar dan berkarya. Kekurangan yang mereka miliki malah membuat mereka semakin kuat. Bahkan bisa dibilang, kita yang diberi tubuh sempurna saja kalah. Gak percaya? Ini buktinya!

Achmad Zulkarnain, Fotografer

Achmad dilahirkan tanpa lengan dan kaki. Tapi, keterbatasan fisiknya itu enggak membuatnya berhenti mengejar mimpi menjadi seorang fotografer. Pria asal banyuwangi ini berhasil mendirikan usaha fotografi yang diberi nama DZOEL.

Dengan sebuah kendaraan sejenis Go-Kart yang dia rancang dan rakit bersama kerabat, Achmad bahkan berhasil mencapai puncak Gunung Ijen untuk mengambil foto. Salut!

Mulyana, Atlet Renang

Dengan keterbatasannya sebagai seorang tunanetra, Slamet enggak henti menorehkan prestasi di bidang olahraga tenis meja. Pada 2013, Slamet menyabet juara 1 tingkat nasional Pekan Olahraga Pelajar Cacat Nasional (Popcanas).

Lalu, mewakili Yogyakarta pada 2015, Slamet juga berhasil menjadi juara 1 dalam Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Bandung. Selanjutnya pada tahun yang sama, Slamet

meraih juara 1 pada Kejuaraan Nasional Tenis Meja untuk tunanetra di Solo, Jawa Tengah. Keren!

Angkie Yudistia, Penulis dan CEO

Angkie mulai kehilangan pendengarannya sejak usia 10 tahun karena kesalahan penggunaan obat. Meski awalnya merasa minder dengan keterbatasannya, Angkie kemudian mulai menemukan kekuatan untuk bangkit menjalani hidup.

Pada 2008, dia berhasil menjadi salah satu finalis Abang None Jakarta. Dia juga udah menerbitkan dua buku berjudul “Perempuan Tunarungu Menembus Batas” dan “Setinggi Langit”. Bahkan kini Angkie sukses menjadi founder dan CEO Thisable Enterprise.

Organisasi untuk menampung para penyandang disabilitas yang kemudian dibina dan dilatih keterampilan dasar agar bisa bersaing dalam dunia kerja. 

Subhanallah, coba renungkan baik-baik bagaimana jika kita dilahirkan dalam ketidaksempurnaan seperti kisah kisah contoh diatas? Yang di lahirkan tanpa tangan, tanpa kaki, yang sempurna yang mungkin ada dalam fikiran kita adalah untuk apa menulis menbbeberkan kisah hisup orang lain? Atau menceritakan kisah kehidupanya, dan meminta orang untuk dapat merasakan apa yang ia rasakan? 

Jawabanya adalah sebuah alasan. Alasan bagi kamu untuk lebih berani dan bernyali. Mengapa? Karena dalam kondisimu yang sempurna secara fisik, saya berharap kamu mulai menyadari, bahwa menjadi penakut dan pengecut dengan segala kesempurnaan yang kamu miliki adalah hal yang sebaiknya mulai kamu hindari. Kenapa? Karena rasa tak pantas kalaukeberanian dan nyalimu di kalahkan oleh orang-orang yang lebih tidak beruntung di bandingkan kamu. 

Dengan mata yang sempurna, mungkin kamu masih suka bermalas-malasan untuk membaca atau belajar. Dengan tangan yang lengkap, mungkin kita masih enggan memakainya untuk menulis atau bersedekah. 


NYALI KU TAK SEBESAR KEINGINAN KU

0 0

#SARAPANKATA

#KMOINDONESIA

#KMOBATCH48

#KELOMPOK6

#BASWARAAKSA

#SARKATJADIBUKU

#DAY-30

Dengan kaki yang sempurna, mungkin kita masih suka mengeluh hingga lupa memakainya untuk melangkah ke tempat-tempat yang baik. Dengan mulut yang masih mampu mengeluarkan suara, mungkin kita masih suka alpa untuk memakainya melantunkan ayat-ayat Al-Quran atau memuji kebesaran Allah. Selebihnya renungkanlah pada dirimu sendiri yang memiliki kelengkapan diri dan kesempurnaan yang telah Allah berikan pada dirimu. Kesempurnaan yang tidak di miliki oleh orang lain, dan rekan rekan penyandang cacat.
Untuk melengkapi buku ini saya sampaikan ulang tentang berani dan nyali, berani dan nyali adalah dua sumber kekuatan yang harus selalu bergandengan untuk di gunakan dalam mengatasi segala rintangan dan cobaan hidup. Tentu saja jika berani dan nyali itu di dasari oleh keimanan kepada Allah. Sebuah sikap syukur dan pantang menyerah yang di lembari kebersamaan Allah akan menjadikan kamu sosok tangguh yang paling hebat.
Dalam kesempurnaan ini, yuk kita bersama untuk berani menerima siapapun dirimu. Lengkap dengan kekurangan dan kelebihanya. Bersyukurlah, karena kondisi kita jauh lebih beruntung di bandingkan mereka …. Semoga pemahaman hal tersebut mampu menambah amunisi bagimu untuk menjadi manusia yang bernyali besar, dan semoga dengan hadirnya tulisan ini siapa yang membacanya dapat bangkit dalam keterpurukan menjalani kehidupan.
Ada lima hal yang harus dilakukan untuk memastikan diri terus berada dalam jalur
menuju sukses.
1. Refleksi diri
Luangkan waktu untuk benar-benar mengenali kekuatan dan kelemahan diri selama ini, dan yang dapat Anda lakukan untuk mengubahnya. Tuliskan tujuan, baik yang pribadi maupun profesional, dilanjutkan dengan menuliskan langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk mencapai tujuan tersebut. Kemudian, tempatkan catatan itu di sebuah tempat yang gampang terlihat, baik di rumah maupun di kantor. Sebab, Anda membutuhkan pengingat setiap saat untuk menjadi penggenjot semangat.
2. Berhenti mencoba melakukan semuanya sendiri
Banyak pengusaha yang akhirnya kewalahan karena berusaha melakukan terlalu banyak hal. Mulai sekarang, cobalah untuk mencari bantuan. Buat daftar kekuatan dan kelemahan Anda, dan lihat mana saja yang kira-kira butuh bantuan orang lain. Kemudian, carilah orang yang ahli dalam bidang itu. Bantuan terkadang diperlukan sehingga Anda bisa fokus kepada hal lain yang juga penting.
3. Cari mitra bisnis
Banyak orang bercita-cita menjadi penguasa tunggal bisnisnya. Tetapi terkadang, bermitra dalam bisnis juga diperlukan demi kemajuan bisnis. Terutama bermitra dengan orang yang ahli dalam bidang yang tidak Anda kuasai.


4. Merencanakan pola hidup lebih sehat
Kesehatan sangatlah penting bagi siapa saja. Termasuk bagi Anda para pebisnis, karena tanpa tubuh yang sehat, tentu pekerjaan juga akan sangat terganggu. Hidup sehat bukan hanya berarti berat badan turun atau daftar keanggotaan gym, tetapi butuh disiplin yang tinggi. Tetapkan tujuan untuk makan lebih baik, berolahraga lebih banyak dan mendapatkan lebih banyak tidur. Jika Anda merawat tubuh dan kesehatan Anda, Anda akan memiliki lebih banyak energi dan fokus untuk menuangkan ke dalam bisnis Anda.
5. Terus belajar
Salah satu cara terbaik dan paling mudah untuk terus menimba ilmu adalah membaca. Luangkan waktu untuk membaca tentang topik yang Anda minati. Mendedikasikan satu sampai dua jam per minggu hanya untuk membaca, merupakan hal yang bagus untuk memulai. Ada banyak orang yang telah sukses dan ingin berbagi pengalaman mereka. Pelajarilah saran mereka. Tak peduli, bila Anda saat ini termasuk yang andal dalam bidang Anda, selalu ada pengetahuan advance, atau skill tambahan yang bisa di-upgrade ke level sebelumnya.
“Apa yang telah yang telah berlalu biarlah berlalu. Dan harapan di masa depan hanyalah misteri. Bagimu hanyalah masa depan yang sedang kau jalani saat ini. Karunia Allah pasti dating walau terasa lama, tetapi sungguh ia laksana kedipan mata ketika harus berkedip. Apakah engkau berputus asa karena tidak pernah menemukan jalan keluar? Jika memang demikian, maka dimanakah Allah dan takdir-Nya.? (la Tahzan innallaha ma’ana).
"Allah tahu persis apa yang harus diberikan kepadamu untuk membantumu kembali kepada-Nya. Peristiwa dalam hidupmu memiliki tujuan." . "Allah tahu persis apa yang harus diberikan kepadamu untuk membantumu kembali kepada-Nya. Peristiwa dalam hidupmu memiliki tujuan."
"Sukses dan gagal keduanya adalah ujian bagi umat Islam dan mereka mencoba yang terbaik untuk melakukan yang terbaik dalam ujian mereka yang Allah berikan."
"Jika kamu tidak pernah bisa bersyukur kepada Allah atas setiap kebahagiaan yang kamu terima, maka kamu juga tidak berhak menyalahkan Allah atas setiap kesedihan yang kamu alami."
"Selalu mencari bantuan dari Allah Yang Maha Kuasa saja. Yakinlah dengan teguh bahwa hanya Allah yang menyediakan segalanya di alam semesta ini."
"Kesuksesan saya hanya karena Allah." - (Quran 11: 88)
"Bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal." - (Q.S Ali-Imran: 159)

Dengan kaki yang sempurna, mungkin kita masih suka mengeluh hingga lupa memakainya untuk melangkah ke tempat-tempat yang baik. Dengan mulut yang masih mampu mengeluarkan suara, mungkin kita masih suka alpa untuk memakainya melantunkan ayat-ayat Al-Quran atau memuji kebesaran Allah. Selebihnya renungkanlah pada dirimu sendiri yang memiliki kelengkapan diri dan kesempurnaan yang telah Allah berikan pada dirimu. Kesempurnaan yang tidak di miliki oleh orang lain, dan rekan rekan penyandang cacat.

Untuk melengkapi buku ini saya sampaikan ulang tentang berani dan nyali, berani dan nyali adalah dua sumber kekuatan yang harus selalu bergandengan untuk di gunakan dalam mengatasi segala rintangan dan cobaan hidup. Tentu saja jika berani dan nyali itu di dasari oleh keimanan kepada Allah. Sebuah sikap syukur dan pantang menyerah yang di lembari kebersamaan Allah akan menjadikan kamu sosok tangguh yang paling hebat.

Dalam kesempurnaan ini, yuk kita bersama untuk berani menerima siapapun dirimu. Lengkap dengan kekurangan dan kelebihanya. Bersyukurlah, karena kondisi kita jauh lebih beruntung di bandingkan mereka …. Semoga pemahaman hal tersebut mampu menambah amunisi bagimu untuk menjadi manusia yang bernyali besar, dan semoga dengan hadirnya tulisan ini siapa yang membacanya dapat bangkit dalam keterpurukan menjalani kehidupan. 

Ada lima hal yang harus dilakukan untuk memastikan diri terus berada dalam jalur

menuju sukses.

1. Refleksi diri

Luangkan waktu untuk benar-benar mengenali kekuatan dan kelemahan diri selama ini, dan yang dapat Anda lakukan untuk mengubahnya. Tuliskan tujuan, baik yang pribadi maupun profesional, dilanjutkan dengan menuliskan langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk mencapai tujuan tersebut. Kemudian, tempatkan catatan itu di sebuah tempat yang gampang terlihat, baik di rumah maupun di kantor. Sebab, Anda membutuhkan pengingat setiap saat untuk menjadi penggenjot semangat.

2. Berhenti mencoba melakukan semuanya sendiri

Banyak pengusaha yang akhirnya kewalahan karena berusaha melakukan terlalu banyak hal. Mulai sekarang, cobalah untuk mencari bantuan. Buat daftar kekuatan dan kelemahan Anda, dan lihat mana saja yang kira-kira butuh bantuan orang lain. Kemudian, carilah orang yang ahli dalam bidang itu. Bantuan terkadang diperlukan sehingga Anda bisa fokus kepada hal lain yang juga penting.

3. Cari mitra bisnis

Banyak orang bercita-cita menjadi penguasa tunggal bisnisnya. Tetapi terkadang, bermitra dalam bisnis juga diperlukan demi kemajuan bisnis. Terutama bermitra dengan orang yang ahli dalam bidang yang tidak Anda kuasai.



4. Merencanakan pola hidup lebih sehat

Kesehatan sangatlah penting bagi siapa saja. Termasuk bagi Anda para pebisnis, karena tanpa tubuh yang sehat, tentu pekerjaan juga akan sangat terganggu. Hidup sehat bukan hanya berarti berat badan turun atau daftar keanggotaan gym, tetapi butuh disiplin yang tinggi. Tetapkan tujuan untuk makan lebih baik, berolahraga lebih banyak dan mendapatkan lebih banyak tidur. Jika Anda merawat tubuh dan kesehatan Anda, Anda akan memiliki lebih banyak energi dan fokus untuk menuangkan ke dalam bisnis Anda.

5. Terus belajar

Salah satu cara terbaik dan paling mudah untuk terus menimba ilmu adalah membaca. Luangkan waktu untuk membaca tentang topik yang Anda minati. Mendedikasikan satu sampai dua jam per minggu hanya untuk membaca, merupakan hal yang bagus untuk memulai. Ada banyak orang yang telah sukses dan ingin berbagi pengalaman mereka. Pelajarilah saran mereka. Tak peduli, bila Anda saat ini termasuk yang andal dalam bidang Anda, selalu ada pengetahuan advance, atau skill tambahan yang bisa di-upgrade ke level sebelumnya. 

“Apa yang telah yang telah berlalu biarlah berlalu. Dan harapan di masa depan hanyalah misteri. Bagimu hanyalah masa depan yang sedang kau jalani saat ini. Karunia Allah pasti dating walau terasa lama, tetapi sungguh ia laksana kedipan mata ketika harus berkedip. Apakah engkau berputus asa karena tidak pernah menemukan jalan keluar? Jika memang demikian, maka dimanakah Allah dan takdir-Nya.? (la Tahzan innallaha ma’ana). 

"Allah tahu persis apa yang harus diberikan kepadamu untuk membantumu kembali kepada-Nya. Peristiwa dalam hidupmu memiliki tujuan." . "Allah tahu persis apa yang harus diberikan kepadamu untuk membantumu kembali kepada-Nya. Peristiwa dalam hidupmu memiliki tujuan."

"Sukses dan gagal keduanya adalah ujian bagi umat Islam dan mereka mencoba yang terbaik untuk melakukan yang terbaik dalam ujian mereka yang Allah berikan."

"Jika kamu tidak pernah bisa bersyukur kepada Allah atas setiap kebahagiaan yang kamu terima, maka kamu juga tidak berhak menyalahkan Allah atas setiap kesedihan yang kamu alami."

"Selalu mencari bantuan dari Allah Yang Maha Kuasa saja. Yakinlah dengan teguh bahwa hanya Allah yang menyediakan segalanya di alam semesta ini."

"Kesuksesan saya hanya karena Allah." - (Quran 11: 88)

"Bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal." - (Q.S Ali-Imran: 159)


Mungkin saja kamu suka

Aiko mushuri
Teruntuk engkau Ibuku
DIAN ANGRAINI
Jaga Kewarasan Istrimu
Annisa Nurrahma...
Mak Asih
Rasti Yulia
Ramadhan Berkesan
Fatma Emalia
Pelangi yang Kurindu

Home

Baca Yuk

Tulis

Beli Yuk

Profil