Loading
1

0

14

Genre : Keluarga
Penulis : Tita Tristiyani Eka Wardhani
Bab : 30
Pembaca : 6
Nama : Tita Tristiyani Eka Wardh
Buku : 1

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda

Sinopsis

Terinsipirasi sebagian dari 99 nama indah Allah (Asmaul Husna) yang ada diri manusia dalam kitab Tazkiyatun Nafsu karya Ihya Ulumuddin dan Buku Parenting with Love Asmaul Husna. Buku ini berisi tentang sifat-sifat manusia sebagai orangtua yang sebagiannya melekat sifat-sifat Allah seperti Ar Rahman, Ar Rahiim dan semua nama indah Allah. Sebagian sifat Allah ini bisa kita manfaatkan untuk mendidik anak agar anak-anak kelak menjadi anak yang bahagia dunia dan akhirat sebagaimana Allah mendidik hamba-Nya. Keunggulan Buku : buku ini menjelaskan secara rinci dengan bahasa yang ringan mengenai sifat-sifat Allah yang sebagiannya terdapat pada diri manusia.
Tags :
#Sarapan Kata

BAB 1 Ar Rahman

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #JumlahKata496

Abang/Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi

PJ : Kang Guno Ketua Kelas : Semuthitam

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda (psikologi parenting berdasar Asmaul Husna) BAB 1 Ar Rahman Kasih-Mu Lebih dari Sang Surya, yang tak letih menyinari meski tiada yang menemani. Kasih Ibu Kasih Ibu kepada beta Tak terhingga sehingga sepanjang masa Hanya memberi tak harap kembali Bagai sang surya Menyinari dunia Penggalan lagu anak itu terngiang begitu saja. Bagaimana Bunda yang tanpa lelah mengasihi. Tak pernah sedikitpun kulihat keluhannya, meski malam hari aku menangis ingin ASI. Dengan sabar memberi ASI sampai aku kenyang. Bunda kau pula orang yang paling pandai berbohong. Kau bilang telah makan duluan, saat di meja terhidang ayam goreng Upin Ipin pemberian tetangga. Aku tahu kau berbohong agar aku bisa makan ayam goreng Upin Ipin kesukaanku. Ingatkah kisah penciptaan manusia? Allah menciptakan Nabi Adam a.s manusia pertama, kakek moyang seluruh umat manusia di surga. Bahkan Allah memberi kelebihan pada manusia dibanding makhluk lainnya, yaitu akal. Inilah pembeda antara manusia dengan hewa, manusia dengan tumbuhan, manusia dengan syetan, bahkan dengan malaikat sekalipun. Kehidupan Nabi Adam di surga penuh dengan kenikmatan, semua yang diinginkan tersedia, dimanja, dan penuh kesenangan. Namun, karena akal pula lah Nabi Adam pada akhirnya ceroboh dan tidak taat pada perintah Allah untuk menjauhi dan tidak memakan buah larangan yaitu buah khuldi. *** Allah menciptakan manusia dari 3 unsur pembentuk yaitu tubuh, akal dan iman. Pertama, tubuh sebagai casing atau cover atau dengan kata lain bingkai yang menghiasi sehingga setiap manusia memiliki postur tubuh yang berbeda dengan manusia lainnya, begitu pula dengan wajah, bentuk hidung, telinga, mata, rambut dan suara yang tidak sama. Perbedaan tubuh inilah yang membuat manusia berbeda dengan yang lainnya. Maha Besar Allah yang telah menciptakan kita manusia dengan sempurna. Unsur kedua adalah akal. Akal yang telah disinggung diatas sebagai pembeda antara Adam a.s dengan semua makhluk ciptaan Allah. Dengan dibekali akal manusia bisa berfikir, berbeda dengan malaikat yang Allah ciptakan dari nur atau cahaya. Karena ketiadaan akal-lah sehingga malaikat tidak memiliki nafsu, selalu taat kepada Allah. Begitu juga dengan binatang, meski memiliki nafsu seperti rasa haus, lapar dan nafsu biologis lainnya, namun berbeda dengan manusia. Hewan mendapatkan makanan dengan cara merampas, saling membunuh, saling mengancam hewan lainnya, sementara manusia memiliki norma dalam hidup, bersosialisasi dengan baik sesuai nilai yang berlaku, memiliki aturan baik yang tertulis ataupun tidak sehingga kehidupan lebih tertata dan nyaman. Mendapatkan makanan dengan cara barter, jual beli tanpa rasa takut dan penuh ancaman, memiliki kebutuhan akan rasa aman sehingga saling membantu, saling menolong dan memiliki tempat tinggal. Dengan akal-lah manusia bisa berfikir. Dengan akal pula manusia bisa membedakan mana yang baik dan tidak, membedakan yang hak dan bathil, membedakan yang halal serta haram, membedakan kepantasan terhadap suatu hal. Bahkan iblis sampai iri pada manusia. Namun, akal pulalah yang kelak bisa menggelincirkan manusia menuju jalan yang sesat. Manusia membutuhkan unsur lain. Unsur terakhir adalah, ruh atau jiwa. Unsur ini tidak terlihat, namun jelas keberadaannya sangat berpengaruh terhadap seseorang. Ruh ini membutuhkan isi, yaitu iman. Dengan imanlah ketiga unsur pemberian Allah ini bisa seimbang. Ruh yang berisi iman pula yang bisa menyelamatkan manusia untuk sampai pada penciptanya yaitu Allah SWT.

BAB 1 Ar Rahman Part 2

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #JumlahKata456 #Day2 Abang/Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi PJ : Kang Guno Ketua Kelas : Semuthitam BAB I AR RAHMAN Part 2 Begitu indah Allah menciptakan manusia dengan sangat sempurna. Ini adalah bukti bahwa Allah memiliki sifat Ar Rahman. Ar Rahman dapat diartikan sebagai Allah yang Maha Pengasih, mengasihi siapapun tanpa membedakan. Allah mengasihi orang yang berbuat durhaka pada-Nya dengan memberi kesempatan bertaubat dan mengampuni kesalahannya. Allah mengasihi makhluk-Nya dengan memberi nikmat pada semua makhluk tanpa terkecuali, tanpa memandang kemuliaan, kedudukan atau pangkat yang dimiliki. Semua sama mendapat kenikmatan berupa cahaya, makanan, udara, air, kesempatan atau waktu yang sama 24 jam setiap hari, 60 menit setiap jamnya dan 60 detik setiap menit. Subhanallah, Maha Suci Allah. Ayah Bunda, nyatanya sebagian sifat Ar Rahman Allah ada dalam sikap manusia. Sebagai orangtua, kita pun memiliki rasa kasih pada anak, misalkan memaafkan anak saat melakukan kesalahan atau ketidaksesuaian dengan harapan Ayah Bunda. Andai orangtua tidak memiliki kasih, maka sudah bisa ditebak bagaimana jadinya kelak anak-anak. Jiwanya yang masih bersih suci, diisi dengan sikap tidak baik dari orangtuanya maka akan dengan mudah membentuk pribadi yang tidak baik pula di masa yang akan datang. Ini sama dengan orangtua memasang bom waktu, yang suatu hari siap diledakan. Sadarkah Ayah Bunda, bahwa sifat Ar Rahman ini sangat berarti bagi anak? Kesalehan atau kejahatan seorang anak bergantung pada sikap orangtua dalam mendidik buah hatinya. Rasulullah saw bersabda, “Hadiah terbaik yang diberikan seorang Ayah kepada anaknya adalah Pendidikan akhlak dan adab”. Pendidikan akhlak dan adab akan lebih mudah kita berikan melalui contoh sikap orangtua dalam keseharian. Sikap Ayah yang baik akan membekas dalam ingatan anak sampai kelak ia dewasa pun demikian, sikap Ibu yang mudah emosi, tidak peka dan mengasihi anak misalnya akan membekas dan membentuk pribadi tidak baik pada anak kelak hingga dewasa. Orangtua yang ingin berhasil mendidik anak, hendaklah memperhatikan akhlak dan perilakunya sendiri, karena anak adalah peniru ulung orangtuanya. Jadilah orangtua yang mengasihi, sebagaimana Allah yang memiliki nama indah Ar Rahman. Allah memberi kasih sayang kepada manusia yang lalai dengan cara mengajak mereka untuk beribadah. Begitupula seorang Ibu, memberi kasih sayang pada anak yang kurang patuh dengan memberi nasihat, wejangan, petuah dengan cara yang lemah lembut. Pun seorang Ayah memberi kasih sayang pada anaknya yang kurang soleh dengan cara berusaha menghilangkan ketidaksolehan itu dengan sikap yang baik sesuai dengan kemampuannya. Cara terbaik untuk mengingatkan anak dan menjauhkan dari ketidaksolehan adalah dengan memberikan kasih sayang sebagai bentuk dari menghindarkan diri dari murkanya Allah swt. Rasulullah saw bersabda, “Semoga Allah memberkahi orangtua yang mendidik anak – anak mereka untuk berkelakuan baik terhadap mereka”. Bukan hanya orangtua yang mendidik anak dengan kasih sayang, namun sikap lucu dan menggemaskan anak menciptakan kasih sayang itu sendiri. Anakku maafkan orangtuamu atas kekesaran dan kurang lembutnya kami dalam mendidikmu. Keindahan tidak diciptakan begitu saja Butuh perjuangan dan kewarasan Bahkan, Saat akal tak lagi membendung letupan amarah Maka Iman harus tetap diselamatkan

BAB 2 Ar Rahim Part 1

0 0

#Sarapankata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #JumlahKata523 #Day3

Abang/Neng Jaga: Midah Sang Pemimpi PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semuthitam

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda

BAB 2 Part 2 Ar Rahiim

Ayah Bunda Sayangi Aku “Sudah Papa bilang berapa kali belajar yang bener di sekolah. Kerjaannya main games aja !!”. Suara Ayah menggelegar. Mamah pun berlari tergopoh dari dapur, “Ada apa sih ini Pah? Kenapa teriak – teriak?” “Nih anakmu, ajari yang bener!”, timpal Papa sengit pada Mamahku. “Aku malu anak teman-teman Papa di kantor semuanya berprestasi. Bagaimana dengan anak kita Mah. Makanya Mamah urus tuh anak didik yang baik, Papa cape tau kerja seharian cari duit”. Hardik Papa. Aku tak berani menjawab, yang bisa kulakukan hanya marah pada diri sendiri dan pada Papaku. Dia tak pernah ada untukku, tapi dia selalu menuntut banyak dariku. Aku benci Papa. Astaghfirullahal’Adziim… ** Seringkah menemui hal seperti ini? Satu pihak menyalahkan pihak lain? Istri menyalahkan suami yang terlampau sibuk tak mau membantu dan campur tangan dalam mendidik anak? Begitu pun suami, merasa telah cukup berlelah mencari nafkah, sehingga tak mau ambil pusing dengan urusan internal rumah tangga termasuk dalam mendidik anak. Wahai Ayah Bunda yang baik hati, Mari kita Bersama kembali merenungi Firman Allah SWT QS. Al A’rof ayat 189 : ‘Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sholih, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur’. Pertama, anak soleh. Ayah Bunda siapakah kalian? Apakah kalian presiden, pejabat, dokter, insinyur, guru, penceramah, karyawan? Tak inginkah memiliki anak yang soleh? Mari kita bercermin kedalam diri kita sendiri? Ingin anak soleh, tapi sudah solehkah kita? Ingin anak baik yang nurut, sudah menjadi orangtua yang baikkah kita? Ingin anak yang lembut hatinya, mengasihi sesama, sudahkah kita memberi contoh terlebih dahulu? Ingin memilki anak yang sukses dunia selamat di akhirat, pantaskan dulu kita sebagai orangtua untuk menjadi teladan terbaik bagi anak-anak kita. Ribuan tahun yang lalu, Rosulullah memberikan contoh perilaku baik. Melalui suri tauladan beliau-lah, sukses membawa agama Islam sampai ke seluruh dunia. Bahkan Al-Qur’an pun mengabadikan perilaku baik beliau dalam sebuah ayat yang artinya : ‘Dan tidaklah Allah mengutus Muhammad kecuali sebagai suri tauladan.’ Maka alangkah lebih bijak bila orangtua pun memberi keteladanan yang baik pada anak terlebih dahulu, menjadi orangtua yang memiliki Sifat Allah Ar Rahman. Ar Rahman diartikan sebagai Maha Penyayang, menyayangi siapapun yang Dia kehendaki tanpa batasan. Memberi kasih sayang tanpa pilih kasih, bahkan Allah malu pada hamba-Nya yang taat pada-Nya, Allah senantiasa memberikan sayangnya sebagai balasan kebaikan hamba-Nya. Tidakkah kita malu sebagai manusia, kasih saying Allah kita sia-siakan? Anak yang menjadi amanat-Nya seringkali kita marahi, bentak bahkan tak jarang kita memukul mereka hanya karena kesalahan kecil. Mereka yang masih usia belia, akal mereka pun belum sampai pada pemahaman salah dan benar, sudah dijejali dengan teriakan dan makian. Sudah adilkah kita terhadap mereka? Allah yang menitipkan mereka pada kita, bukan hanya sekedar membesarkan tubuh mereka dengan memberi makanan dan minuman saja. Tetapi, beri anak-anak nutrisi hati terbaik berupa kasih saying. Tidak akan merugi orang yang menyayangi, akan dituai kebaikan kita kelak. STOP ! sekali lagi STOP! Berperilaku tidak baik pada anak. Saat amarah memuncak, ingat kembali bagaimana perjuangan Bunda saat Lelah mengandungnya selama 9 bulan 10 hari, saat kesakitan melahirkannya. Ingatlah saat detik-detik Ayah menunggui Bunda melahirkan, bagaimana Ayah yang panik dan harap-harap cemas menunggu datangnya buah hati ke dunia. Maa Syaa Allah, sayangi anak-anak sebagaimana Allah telah menyayangi Ayah dan Bunda.

BAB 2 Ar Rahim Part 2

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day4 #JumlahKata357 Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semuthitam

BAB 2 AR RAHIM Part 2

Kedua Bersyukur. Hal yang jarang kita lakukan. Seringkali kita bersyukur akan hal besar yang diperoleh namun lupa untuk mensyukuri hal yang setiap hari Allah sajikan pada kita. Ingat-ingatlah pada hal manis yang dilakukan buah hati kita, misal membawakan minuman saat mereka melihat gurat elalh di wajah kita. Atau mereka yang sok tahu ingin membantu kita membersihkan air tumpah dengan baju yang baru saja diangkat dari jemuran. Ah Ayah Bunda, jadikan itu sebagai momen termanis bersama buah hati, syukuri momen itu karena masa kecil mereka tak akan terulang untuk kedua kali. Beri pelukan hangat, ucapkan di telinga mereka, ” terimakasih Nak udah bantu Bunda, I love You”. Kebaikan kecil mereka akan berulang sampai mereka besar nanti, karena pengharagaan yang telah kita berikan. Rasa percaya diri pun semakin membaik, anak yang diberi penghargaan akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, bersemangat untuk membantu sesama, memiliki empati terhadap kekurangan oranglain. Bersyukur bisa dilakukan dengan mengucap hamdalah pada Allah juga dengan sikap kita sebagai orangtua. Sikap menerima segala apapun kelebihan dan kekurangan buah hati dengan ikhlas dan bahagia. Terima mereka apa adanya bukan ada apanya. Bahagiakan mereka dengan semampu kita, bukan dengan melebihi kemampuan kita. Kita hanya diminta untuk memberi sebatas kemampuan bukan melebihi kemampuan. Hal yang tidak baik akan menghampiri disaat anak terbiasa menerima segala sesuatu melebihi kemampuan orangtuanya. Jadilah kita adil pada mereka, maka buah hati kita pun akan menjadi peribadi baik yang menghargai apapun yang diterimanya tanpa menuntut banyak pada orangtua. Firman Allah dalam QS. Ibrohim ayat 7 yang artinya : ‘Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih’. Syukurilah apapun yang kita terima sebagai bagian dari diri kita, maka kelak akan Allah tambahkan dengan nikmat yang lebih banyak pada kita. Allahu ‘alam. Semalaman sudah kau mendesak Meski hanya kau temui jalan yang kecil juga sempit Kau terus berusaha untuk menemui Bunda yang kala itu selalu bersenandung ria menantiku Pun ingin bersua dengan Ayah yang takjub dengan tendangan pertamaku di perut. Dan saat ini aku telah bersama kalian Sayangi aku Ayah Bunda Nyamankan aku dengan peluk dan ciummu. Ayah Bunda You’re my Everything.

BAB 3 Al Malik Part 1

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #JumlahKata314 #Day5 Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semuthitam

BAB 3 Al Malik Part 1

Sore itu, kala rintik – rintik hujan kudengar alunan lagu indah yang sedang dinikmati bungsuku. Lagu kerinduan yang mendalam pada Baginda Rosulullah Muhammad saw yang dibawakan oleh grup Nasyid Raihan. Syairnya kurang lebih adalah . . . Alangkah indahnya hidup ini Andai dapat kutatap wajahmu Kan pasti mengalir airmataku Karna pancaran ketenanganmu Alangkah indahnya hidup ini Andai dapat kukucup tanganmu Moga mengalir keberkahan dalam diriku Yaa Rosulallah Yaa Habiballah Tak pernah ku tatap wajahmu Yaa Rosulallah Yaa Habiballah Kami rindu padamu Allahumma sholli ‘ala Muhammad Yaa Robbi sholli ‘alaihi wa sallim Lagu ini memang lagu lawas yang disenandhngkan oleh grup nasyid Raihan. Namun, setiap bait syairnya tak akan pernah lekan oleh waktu, mewakili setiap insan yang merindu. ** Nangis saking rindunya pada sosok mulia Nabi tercinta Muhammad saw. Allah mengutus sosok hebat Rosulullah Muhammad saw, beliau adalah seorang utusan, guru, ayah, bahkan beliau pun seorang pemimpin. Maa Syaa Allah. Sebagai seorang Ayah, Rosulullah adalah sosok yang penuh kasih sayang, bahkan dengan kedudukan sebagai seorang utusan tidak menjadikan beliau menjadi semena-mena terhadap anak atau istrinya. Sosok Rosulullah begitu hangat, membuat siapapun orang yang ada di dekatnya merasa nyaman, tenang dan bahagia. Begitupun saat beliau menjadi pemimpin perang misalnya, tidak pernah sekalipun berbuat atau memerintah orang lain dengan semena-mena. Beliau adalah pemimpin yang adil, mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya. Dengan sikap mulianya inilah Rosulullah begitu dicintai, bukan hanya oleh para sahabat pada masanya namun juga oleh ummatnya sampai kini. SIkap pemimpin yang hangat, mengayomi, adil adalah sebagian dari sikap manusia dalam nama indah Allah Al Malik. Al Malik dapat diartikan sebagai penguasa, raja atau pemilik. Pemimpin pada jaman terdahulu telah dicontohkan dan sejarah mencatatnya sebut saja Salman Al Farisi sang Penakluk Konstantinopel pada usianya yang masih sangat muda. Selanjutnya ada Bagida Raja Nabi Sulaiman a.s yang diabadaikan kisahnya dalam Al-Qur’an, begitu sederhana dan bersahajanya Nabi Sulaiman bahkan hingga seluruh hewan dan jin juga menjadi rakyatnya. Allahu Akbar.

BAB 3 Al Malik Part 2

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day6 #JumlahKata340 Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semuthitam

BAB 3 Ar Rahim Part 2

Sejarah Allah sengaja sampaikan kepada ummat generasi selanjutnya, agar menjadi pelajaran dan bisa diambil hikmahnya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai orangtua alangkah baiknya bila kita juga bisa meneladani kisah para pemimpin terdahulu. Al Qur’an mengajarkan kita ilmu parenting melalui kisah Nabi Ibrahim a.s dan kisah Lukman al Hakim. Dari semua kisah parenting dalam Al-Qur’an, Allah memberi teladan sosok Ayah dalam mendidik anak. Semua yang diceritakan Al-Qur’an sebagai pendidik adalah Ayah, bukan berarti mengesampingkan sosok ibu karena tetap ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Sebagai orangtua, Ayah dan Bunda mungkin saja merasa ‘memiliki’ anaknya, sehingga merasa bebas untuk mengatur kehidupan anak sesuai dengan kehendaknya dan sesukanya. Misalnya saja, saat muda Ayah belum berhasil menggapai impiannya menjadi dokter sehingga terobsesi untuk menjadikan anaknya untuk sukses menjadi seorang dokter. Padahal sang anak kurang mumpuni dalam bidang tersebut dan memiliki kemampuan lain. Namun karena obsesi masa mudanya sehingga menggelapkan mata dan hatinya. Ayah mengesampingkan kemampuan yang dimiliki anak, bahkan menghalalkan segala cara dan mendikte anaknya agar menjadi sesuai dengan obsesi orangtua. Atau kasus lain, seorang ibu yang merasa berkuasa di rumah sehingga menguasai anaknya. Anak tidak diberi kebebasan untuk mengekspresikan diri, hidupnya diperbudak oleh sang Ibu, segala sesuatu harus dengan kesepakatan dan keinginan ibunya. Hal ini bukannya menjadikan hal positif bagi anak, namun malah sebaliknya anak menjadi sosok yang tidak memiliki confidence atau rasa percaya diri dalam mengambil keputusan karena terbiasa diatur oleh ibu. Dan akan lebih parah bila anak memberontak karena merasa terkekang di dalam rumah. Ayah Bunda, sebagai orangtua kita memang memiliki sebagian sifat Al Malik yaitu menjadi pemimpin bagi anak, boleh mengatur anak selama masih dalam batas kewajaran. Saat masih kecil misal usia anak balita atau di bawah usia 6 tahun. Sifat memimpin dan mengatur anak untuk mengarahkan ke arah yang Allah ridhoi. Namun saat anak sudah beranjak besar, sifat “mengatur” orangtua mulai dikurangi, berikan keleluasaan dan kebebasan pada anak untuk memilih sendiri tapi tetap dengan kontrol dan izin dari orangtua. Beri arahan pada anak untuk memilih sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan yang dimiliki untuk selanjutnya bisa mempertanggung jawabkan pilihannya.

BAB 3 Al Malik Part 3

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #JumlahKata386 #Day7 Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semuthitam BAB 3 Al Malik Part 3 Pemimpin yang bijak adalah seorang pemimpin yang dekat dengan orang dia pimpin. Tanpa melihat kekurangannya, semua sama diberi hak yang sama untuk diayomi, diberi perhatian dan diberi cinta yang sama rata. Begitu juga dengan orangtua, berusahalah menjadi pemimpin yang bijak untuk anak-anak. Berikan kualitas pertemuan yang berkesan bagi anak, bukan banyaknya waktu yang kita berikan namun hanya sekedar dekat tanpa adanya kebersamaan. Namun, jika waktu yang dimiliki terbatas maka bisa Ayah Bunda maksimalkan waktu tersebut untuk membersamai anak. Belilah hati anak dengan perhatian, cinta serta penuhi semua hak mereka. Apalah artinya Ayah Bunda dekat dengan anak tapi tidak bersama anak. Yang dekat bukan hanya sekedar jasad saja tetapi hati-lah yang dekat. Meski raga berjauhan karena pekerjaan, aktivitas anak yang padat atau hal lainnya hati tetap terpaut, sehingga derasnya rindu saat tidak bersama akan sangat terasa. Berikan pelukan hangat saat Bersama, berbagi cerita, berbagi kebahagiaan dan hal lain yang meski sederhana namun bermakna dan akan selalu diingat anak. Kunci kebahagiaan sebuah keluarga adalah adanya kedekatan hati antara anggota keluarga. Beri kesempatan anak untuk berbicara, ajak ngobrol, perdalam dunianya agar kita ga ketinggalan dengan jaman dan dunia mereka. Anak yang tidak diberi kesempatan untuk berbicara cenderung tidak bahagia, mereka tertekan secara batin, suudzon terhadap orangtua dan merasa tidak nyaman berlama-lama dekat dengan orangtua. Sebaliknya, anak yang diberi kesempatan u ntuk berbicara, ngobrol dengan Ayah Bunda mereka memiliki hati yang besar, happy, percaya diri dengan diri sendiri dan merasakan damai serta nyaman untuk senantiasa dekat dengan orangtuanya. Ayah Bunda, kepada siapakah anak akan mengadukan semua ceritanya selain kepada orangtua setelah curhat pada Allah tentu saja. Mari bentengi anak kita dari kenyamanan terhadap dunia luar atau gadget yang mudharatnya lebih banyak dibanding manfaat. Jadilah pemimpin yang bijak dengan membuat perisai bagi anak dari kemudharatan lingkungan luar. Anak kita ditentukan dari bagaimana sifat kepemimpinan orangtuanya. Kita hanyalah sang pendusta yang sedang bermain peran Hidup begitu dinikmati seolah akan selamanya berada di dunia Anak sebagai pewaris, dijadikan ‘boneka percobaan’ Waktu yang singkat disia-siakan, seolah tak akan ada hari akhir Berhentilah berdusta wahai diri Berhentilah pura-pura tuli Berhentilah tak meilhat Bentangkan sayap-sayap cinta Bangkit dan maknai setiap alur waktu kebersamaan Tak akan lama . . . Kelak saat mereka dewasa Maka kita yang akan merindu Wahai Al Maliik Anugerkanlah kebijaksanaan dalam memimpin diri, hati dan keluarga Enyahkan rasa “memiliki’ Semua hanya titipan yang kelak harus dipertanggungjawabkan.

BAB 4 Al Qudus Part 1

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23Dandelion #Day8 #JumlahKata301 Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semuthitam Al Quddus Part 1 “ Ayah aku ijin pulang agak malam” “Mau kemana Nak?” “Selepas sekolah temanku ada yang berulang tahun, dan dia mengundang kami di rumahnya.” “Lebih baik agar kamu tidak bercampur dengan teman laki-laki. Jika teman yang diundang hanya perempuan saja dan bisa mengusahakan pulang lebih sore, Ayah mengijinkan.” “Tentu saja semua teman sekelas, laki-laki dan perempuan. Dan aku malu jika harus pulang duluan”. Ayah menghela nafas panjang. Tidak ada yang lebih menghkhawatirkan seorang Ayah kecuali memiliki anak gadis yang mulai beranjak remaja. Allah memiliki nama yang indah Al Quddus yang artinya Maha Suci. Allah Maha Suci dan bersih dari syahwat dan bersifat duniawi yang tidak bermanfaat. Begitulah Allah karena berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya. Namun, ada bagian manusia yang terdapat dalam nama Allah Al Quddus, yaitu berusaha membersihkan dari syahwat yang bersifat duniawi, membersihkan diri dari kotoran dzahir (bersuci). Berusaha membersihkan diri dari syahwat yang bersifat duniawi Syahwat adalah keinginan, kesenangan , kelezatan yang hanya sesaat dan bersifat dunaiwi. Seperti senang ketika berdua-duaan dengan lawan jenis, kesenangan disaat sedang bernyanyi, karaoke, menghamburkan uang untuk berbelanja, makan makanan mahal, senang ngumpul dengan teman dan asyik ngobrol yang kurang manfaat (ghibah, gossip, nyinyirin orang). Seluruh kesenangan itu hanya bersifat sementara dan tidak akan kekal. Sebagai orangtua maka hal yang sepatutnya jika kita berusaha membersihkan diri dari hal yang besifat duniawi tersebut. Akan sangat baik bila kita tidak hanya sekedar memberi nasihat panjang dan lebar kepada anak untuk menjauhi berkhalwat (pacaran), menghamburkan uang, jalan-jalan dengan lawan jenis tanpa ada mahrom, bercampur dengan kawan yang berbeda lawan jenis, berfoya-foya serta kesenangan lainnya. Namun jadilah oraangtua yang memberikan keteladanan, jadilah yang pertama berusaha memperbaiki diri. Berkomitmen pada diri sendiri dan pasangan untuk menjauhkan diri dari kesenangan yang bersifat duniawi yang melenakan. Bukan tidak boleh untuk menikmati karunia Allah, tetapi berusaha untuk tidak terlena didalamnya dan menikmatinya secukupnya saja.

BAB 4 Al Qudus Part 2

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day9 #JumlahKata329

Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semuthitam 99

Cahaya di Hati Ayah Bunda BAB 4 Al Qudus Part 2

Berusaha membersihkan diri dari syahwat yang bersifat duniawi Syahwat adalah keinginan, kesenangan , kelezatan yang hanya sesaat dan bersifat dunaiwi. Seperti senang ketika berdua-duaan dengan lawan jenis, kesenangan disaat sedang bernyanyi, karaoke, menghamburkan uang untuk berbelanja, makan makanan mahal, senang ngumpul dengan teman dan asyik ngobrol yang kurang manfaat (ghibah, gossip, nyinyirin orang). Seluruh kesenangan itu hanya bersifat sementara dan tidak akan kekal. Sebagai orangtua maka hal yang sepatutnya jika kita berusaha membersihkan diri dari hal yang besifat duniawi tersebut. Akan sangat baik bila kita tidak hanya sekedar memberi nasihat panjang dan lebar kepada anak untuk menjauhi berkhalwat (pacaran), menghamburkan uang, jalan-jalan dengan lawan jenis tanpa ada mahrom, bercampur dengan kawan yang berbeda lawan jenis, berfoya-foya serta kesenangan lainnya. Namun berikanlah keteladanan, jadilah yang pertama berusaha memperbaiki diri. Berkomitmen pada diri sendiri dan pasangan untuk menjauhkan diri dari kesenangan yang bersifat duniawi yang melenakan. Bukan tidak boleh untuk menikmati karunia Allah, tetapi berusaha untuk tidak terlena didalamnya dan menikmatinya secukupnya saja. Beberapa orangtua menyadari tidak baiknya berpacaran dan sangat mengharapkan anaknya menjauhi pergalan bebas, maka akan sangat bagus bila hal ini dimulai oleh Ayah Bunda terlebih dahulu ntuk menjauhi diri dari perilaku tidak baik itu. kalaupun Ayah Bunda sudah terlanjur, saat sebelum menikah berkhalwat, berdua-duaan dengan lawan jenis dan sebagainya, maka mohonlah ampun kepada Allah. Sucikanlah diri kita dihadapan Allah sambil memohon agar anak serta seluruh keturunan kita dijauhkan dari perbuatan tidak baik tersebut. Pernahkah Ayah Bunda melihat atau sekedar mendengar cerita bagaimana pergaulan anak sekarang? Bukan hanya anak remaja yang terjangkiti bahaya berpacaran, namun anak usia SD pun sudah mengenal ‘cinta monyet’. Dan yang lebih parah lagi gaya mereka dalam berhubungan layaknya suami dan istri, mulai berani bersentuhan, memanggil dengan panggilan yang tidak pantas sebagai anak kecil. Na’udzubullah. Bagaimana tidak mengkhawatirkan pergaulan saat ini? Derasnya arus informasi yang tak terbatas. Bukan hanya orang dewasa yang bisa dengan mudah mengakses berbagai konten di internet, anak pun bisa dengan mudah menekan tombol hp dan menemukan hal yang belum diketahuinya tanpa filter.

BAB 4 Al Qudus Part 3

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day10 #JumlahKata302

Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semut Hitam

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda Penulis : Tita Tristiyani Eka Wardhani

BAB 4 Al Qudus Part 3

Ahhhh, jika sudah begini siapa yang bisa disalahkan? Sudahlah sekarang bukan saatnya untuk menyalahkan, mau tidak mau kita butuh teknologi dan tetap pilihan ada pada kita sendiri. Apakah kita yang dikuasai teknologi ataukah kita menguasai teknologi? Tentu saja meski membutuhkan teknologi tersebut, tetap jangan sampai kita dikuasai. Syahwat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus kita batasi, ambillah secara adil dan sesuai kebutuhan saja.  Anak adalah peniru ulung, jika yang terekam oleh indrawi anak, Ayah atau Bundanya terlalu sibuk dengan gadget maka jangan marahi anak jika anakpun merasa nyaman saat sedang asyik berselancar di dunia maya dengan gadgetnya.  Ambillah sesuatu seperlunya dengan tidak berlebihan, ada waktunya anak pun dikenalkan dengan teknologi, asal tetap beri kesepakatan di awal tentang berapa lama dia menggunakan gadget dan konten apa saja yang boleh diakses. Kontrol dan proteksi terus anak, jangan biarkan kita lengah dan anak kecanduan dengan gadget.  Anak hanya diberi “pinjam” gadget, bukan diberi fasilitas dengan “memiliki” gadget sampai usia 17 tahun. Begitu yang dikatakan salah satu pakar parenting. Idealnya memang seperti itu, di usia 17 tahun anak sudah memiliki tanggung jawab, bisa dipercaya dan telah dewasa dari segi berfikir. Namunnkondisi saat ini, orangtua merasa terlalu lama jika harus menunggu anak sampai pada usia 17 tahun, sehingga di usia 9 atau 10 tahun pun saat anak berulang tahun, anak merengek minta hadiah gadget, malu sama teman alasannya. Subhanallah Maha Suci Allah. Jaman yang serba canggih, jika dahulu untuk menyantap makanan enak kita harus berlelah-lelah mencari tempat dimana yang menjual makanan tersebut. Sekalinya dapet, eeh antriannya panjang mengekor bak ular naga. He he he Coba bandingkan dengan saat ini, ketika lapar melanda kita tidak perlu ke luar rumah, tinggal pilih menu di aplikasi di gadget, tekan pesan tunggu beberapa menit tak lama makanan yang kita inginkan pun datang. Maa syaa Allah begitu Allah memudahkan urusan kita. 

BAB 4 Al Qudus Part 4

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Bach40 #Kelompok23 #Dandelion #Day11 #Jumlahkata338

Neng jaga: Midah Sang Pemimpi

PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semuthitam

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda Penulis : Tita Tristiyani Eka Wardhani

Bab 4 Al Qudus Part 4

 

Namun, kembali lagi dengan kemudahan tersebut hendaknya membuat kita sebagai orang dewasa dan orang tua menjadi semakin bijak. Jangan terjebak dengan arus hedonisme, syahwat duniawi. Awal dapat gaji, tanggal 5 sudah bersih karena dipakai untuk membeli barang atau makanan sesuka hati. Bayangkan dengan anak kita pada jamannya nanti, sudah pasti akan lebih canggih dan modern hidup mereka, akan lebih praktis dan mudah untuk memperoleh apa yang mereka inginkan semudah menjentikkan jari. Namun, lupakah kita dengan dampak negatif dari sifat konsumtif? Bukankah Allah telah berfirman yang artinya : “Sesungguhnya mubazir itu adalah temannya setan”. Nah lho, maukah kita menjadi teman setan karena mengikuti hawa nafsu yang tak kunjung usai? Belum pula, saat anak ditinggal sebentar oleh Bunda untuk keperluan mendesak pengasuh dengan entengnya mengiming-imingi anak pergi ke warung untuk jajan. Tidak mengapa sekali-kali jajan, hanya saja bila jajan menjadi jurus terakhir untuk membuat anak tenang dan ga rewel saat Ayah Bunda nya pergi bekerja, maka akan menjadi kebiasaan yang tidak bagi anak. Setiap kali anak menangis, tantrum, mereka akan berulang seperti itu sampai orangtuanya mengabulkan apa yang mereka inginkan, jajan, beli mainan yang sekarang beli besok rusak ataupun beli makanan yang akhirnya ga dihabiskan. Memanglah benar, Rasulullah, sahabat dan para tabiin terdahulu dalam mendidik anak tidak cukup hanya dengan ucapan juga perlu keteladanan. Sifat Al Quddus nya Allah, melekat dalam diri manusia. Namun, bisakah kita mengaktifkannya? Berusaha mensucikan diri dari berbagai nafsu, syahwat dan hedonisme dunia? Maka, mohon ampunlah kepada Allah, mulailah merealisasikan sebagian sifat Al Quddus ini dalam kehidupan kita. Mulailah membersihkan diri dari semua perbuatan dosa yang telah dilakukan. Mohon ampun atas perilaku tidak baik saat muda dan berproses memperbaiki diri dengan tak lupa mendoakan anak kita agar Allah menjaga fitrah kesucian mereka. Berusaha membersihkan diri dari kotoran dzahir (bersuci) Siapa yang senang melihat orang dengan wajah kumal, baju bau apek dan rambut acak-acakan? Secara normal, ga ada manusia satupun yang senang melihat penampilan seperti itu. Begitulah sebagian dari Asma Allah Al Quddus, Maha Suci melekat pada diri manusia. Secara lahiriah manusia menginginkan tubuh yang bersih dan

BAB 4 Al Qudus Part 5

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day12 #JumlahKata398

Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi

PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semut Hitam

99 Cahaya Di Hati Ayah Bunda Penulis : Tita Tristiyani Eka Wardhani

BAB 4 Al Qudus Part 5

Ayah Bunda, pengajaran tentang bersuci pada anak sebetulnya bukan tugas guru di sekolah, karena yang dimintai pertanggung jawaban amanah mendidik anak kelak di hari perhitungan bukanlah guru tapi Ayah dan Bundanya.  “Saya udah bayar mahal sekolah, jadi wajarlah jika itu menjadi tugas guru di sekolah”. Kurang lebih mungkin ini adalah jawaban Ayah atau Bunda. Memilih sekolah dan guru terbaik adalah kewajiban orangtua dalam rangka mendidik anak, hanya saja jangan lupa bahwa al ummu madrosatul ulaa (ibu adalah sekolah pertama) serta sejarah menulis bahwa pendidik terdekat bagi anaknya adalah Ayah ada Nabi Ibrahim a.s yang mendidik putranya Nabi Ismail juga ada sosok Lukman al Hakim. Kesemuanya adalah para pendidik sekaligus Ayah yang dengan sengaja Allah cantumkan dalam Al-Qur’an untuk menjadi teladan bagi para Ayah muslim. Jika Nabi dan orang soleh saja mau turun tangan mendidik putra dan putrinya? Apalah kita, nabi bukan orang soleh juga masih belajar. Maa Syaa Allah Wahai Ayah, jangan malu membantu istri memandikan anak saat istri kerepotan mengerjakan pekerjaan. Malulah jika Ayah bahkan tidak pernah sekalipun menyentuh anak. Wahai Bunda janganlah tunggu sampai anak sekolah untuk diajarkan wudhu di sekolah, namun ajaklah anak untuk mengenal pentingnya bersuci sejak dini. Ajaklah anak berwudhu saat bunda pun hendak berwudhu, beri tahu anggota tubuh apa saja yang harus dibasuh. Jadikanlah itu sebagai aktifitas yang menyenangkan bagi anak, belajar wudhu sambal bermain air Ajarkan anak jika telah tiba usianya untuk istinja (bersuci selepas hadas kecil atau besar atau dengan bahasa sederhananya membersihkan diri setelah buang air). Jangan abai akan hal ini, kesucian diri dari hadas sangatlah penting. Anak akan terbiasa beristinja dengan sendiri. Atau jika belum mampu melakukan sendiri, biasakan untuk meminta tolong pada Ayah atau Bunda. Anak akan merasa tidak nyaman jika tidak dibersihkan selepas buang air, dan hal inilah yang terkadap dianggap remeh. Tak jarang anak laki-laki pipis sambil berdiri kemudian melanjutkan bermain tanpa merasa rishi atau tidak nyaman karena tidak membersihkan diri. Jika kita telah membiasakan diri untuk menjaga kebersihan dan kesucian diri. Maka akan berdampak baik pula bagi kesehatan tubuh. Maha Suci Allah, semua perintah Allah tidak ada yang sia-sia, jika kita mengerjakan sesungguhnya itu akan bermanfaat untuk kita sendiri. Sesaat setelah kau bersuci dan memakai wewangian Jangan biarkan kesucian dan bau harummu hanya dinikmati sendiri Tebarkanlah bau harummu hingga ke pelosok negeri Agar seluruh negeri mencium begitu semerbak wangi dirimu Agar bukan hanya orang terdekat saja yang merasakan harummu Begitulah Rasulullah memberi teladan.

BAB 5 As Salaam Part 1

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day13 #JumlahKata325 Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semuthitam

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda Penulis : Tita Tristiyani Eka Wardhani

As Salaam Part 1

“Kaka berapa kali ibu bilang, kalo bangun tidur itu langsung ke kamar mandi. Tuh lihat kan jadinya pipis di celana”, teriak ibu pagi itu. “Hu hu hu”.. tangisan kakak pun meledak “Udah jangan nangis ! Makanya denger kalo orangtua ngasih tahu itu”, ibu semakin berteriak. Wajah ibu pun karena kemarahannya. ** Pernahkah Ayah Bunda mengalami hal serupa? Marah pada anak, karena merasa tidak sesuai perilaku anak dengan harapan Ayah dan Bunda. Tahukah Ayah dan Bunda saat kita sedang marah, secara biologis darah kita naik sehingga wajah kita memerah dan mata pun merah. Bila hal ini terjadi secara sering, maka akan mengakibatkan berbagai penyakit bagi Ayah dan Bunda. Itu baru dari sisi biologis. Saat sedang marah, berbicara pun dengan teriak-teriak padahal orang yang sedang kita marahi ada di depan mata. Hal ini karena saat sedang marah, hati kita berjauhan meski raga kita dekat secara kasat mata. Sehingga lengkingan suara kemarahan semakin terdengar, anak pun tak mau disalahkan anak ikut berteriak dan membela diri atau jika masih kecil dia menangis meraung-raung. Saat besar nanti, anak akan menjadi seorang yang tidak sabar mudah marah dan tersinggung. Dan orang tualah yang telah menciptakan bom waktu pada anak. Karena anak meniru apa yang terasa oleh inderawinya. Apa yang dilihatnya, apa yang dirasa dan apa yang terdengar oleh telinganya. Belum dari segi psikologis, kemarahan akan menghapuskan rasa cinta pada hati. Sering kita dengar di berita seorang anak yang menghajar ibunya yang sudah tua, atau seorang Ayah yang menyiksa anaknya. Ini diakibatkan karena saat kemarahan menguasai diri, rasa cinta sudah hilang dalam hati. Ayah Bunda banyak orangtua yang marah pada anaknya tanpa terkendali karena beberapa hal : Anak yang belum mudah dinasehati Anak yang bangun kesiangan Anak yang makannya lama Anak yang belum mau merapikan mainannya setelah bermain Anak yang tidak mau berbagi dengan temannya atau saudaranya Adik dan kakak yang bertengkar Anak yang mendapat nilai kurang baik saat belajar di sekolah Dan banyak kejadian lain yang tidak sesuai dengan kehendak orang tua

BAB 5 As Salaam Part 2

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day14 #JumlahKata308

Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi

PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semut Hitam

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda Penulis : Tita Tristiyani Eka Wardhani

BAB 5 As Salaam Part 2

Dari berbagai hal di atas, seringkali meletupkan amarah Ayah dan Bunda. Amarah yang tidak terkendali ini yang kemudian akan menumbuhkan sifat tidak baik pada anak. Ada sebagian anak yang menjadi pemurung dan kurang percaya diri, ada anak yang di kemudian hari menjadi tempramen dan mudah marah, ada pula anak yang membully teman sebayanya karena ingin balas dendam pada orang lain atas ketidakadilan yang dirasakannya Bersama orangtua. Namun seringkali kemarahan orang tua tidak berdampak baik bagi anak. Amarah yang meletup tidak lantas membuat anak berubah menjadi pribadi baik sesuai dengan kehendak orang tua. Marah juga tidak lantas membuat keadaan menjadi lebih baik. Secara umum gambaran orang yang sedang marah adalah mata melotot, suara keras, berkata-kata kasar, membentak orang yang dimarahi bahkan sampai memukul dan menyakiti. Jika cara mendidik kita seperti ini, bukan cinta yang sebetulnya yang sedang kita hantarkan namun kebencian yang sedang kita tumbuhkan di hati anak. ** Ayah Bunda, Allah yang memiliki nama indah As Salaam yang berarti Maha Pemberi Keselamatan. Begitupun Ayah Bunda, hendaknya memberi keselamatan pada anak, memberi kedamaian pada seluruh anggota keluarga dan senantiasa menjaga hatinya dari kecurangan, kemarahan, kedengkian dan melakukan perbuatan tercela lainnya. Saat Ayah Bunda sebetulnya adalah hal yang wajar jika kita merasa kecewa pada anak jika perilaku anak tidak sesuai dengan kehendak kita. Karena Allah memberi emosi pada diri dan ini adalah sunatullah yang berlaku bagi setiap manusia. Pakar psikologi menyebutkan ada 4 jenis emosi dasar yaitu pada manusia yaitu rasa bahagia, sedih, takut dan marah. Kita tidak hendak menghilangkan keempat jenis emosi dasar tersebut, namun tugas kita adalah mengendalikan diri. (Bunda Wening dalam buku Marah yang Bijak). Pengendalian diri terhadap emosi mempengaruhi tingkat kematangan seseorang. Semakin dia bisa mengendalikan diri saat ingin marah, maka semakin ia matang dalam bersikap. Saat ingin marah, maka bicarakanlah apa yang membuat hati kita tidak nyaman, bukan dengan bentuk lain seperti kekerasan, membentak dan sebagainya.

BAB 5 As Salaam Part 3

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day15 #JumlahKata346

Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi

PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semuthitam

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda Penulis : Tita Tristiyani Eka Wardhani

As Salaam Part 3

Kematangan sangat berkaitan dengan kepribadian seseorang. Kepribadian inilah yang akan dibawa hingga dewasa. Allah sang Pemilik naman indah As Salaam, telah menitipkan empat jenis emosi dasar kepada manusia. Dan tugas kita sebagai manusia untuk tetap menjaga keselamatan dengan tetap mengendalikan diri. Saya teringat satu jurus efektif yang dikemukakan oleh pakar parenting Ustadz Abah Ihsan. Menurut Abah Ihsan kunci untuk tetap menjaga keselamatan diri dan keluarga yaitu dengan berbicara. Yaa, memang sesimpel itu hanya berbicara. Bayangkan anak kita lebih nyaman berlama-lama dekat orangtua berbicara banyak hal seperti pengalamannya di sekolah, pengalaman ia saat rekreasi Bersama teman-teman dan gurunya bahkan berbicara pada orangtua untuk megadukan berbagai hal yang kurang menyenangkan. Atau malah sebaliknya, anak merasa tidak nyaman berlama-lama duduk dekat dengan orangtua. Jangankan untuk ngobrol banyak hal, berbicara pun seperlunya jika ditanya. Masih menurut Ihsan, begitu dahsyatnya jurus sederhana ini mengubah ritme keharmonisan keluarga. Anak yang sering diajak ngobrol Bersama Ayah Bunda akan tumbuh menjadi pribadi yang humble, periang, senang berteman dan memiliki pergaulan yang sehat. Sebaliknya anak yang tidak terbiasa diajak berbicara oleh orangtuanya, cenderung memiliki kepribadian yang kurang baik serta pergaulan yang kurang sehat. Maka, Ayah Bunda yuk mulai saat ini ajak ngobrol anak ! Luangkan waktu sejenak dari padatnya waktu kita berbisnis atau pun bekerja. Tanyakan hal-hal kecil. Bisa jadi hal kecil yang kita tanyakan itu adalah saat-saat yang ditunggu oleh anak. Mungkin anak ingin sekali mendapat perhatian kecil dari Ayah Bunda, hanya tidak berani mengutarakan. Jadikan anak nyaman Bersama dengan kita. Jadikan anak lebih nyaman berada di rumah berkumpul dengan keluarga dibanding keluyuran main dengan teman-temannya. Tanamkan perasaan damai pada anak saat sedang we time, kumpul bareng dan ciptakan momen-momen indah bersama anak yang suatu hari kelak akan dirindukan. Rindu rindu rindu kalbu Memanggil manggil namamu Seperti terbang di langitmu Tenggelam di lautan cintamu Lantunan lagu rindu mengalun indah, membersamai di senja yang indah ini, Ayah Bunda sebelum rindu menguasai diri di penghujung usia tidak ada salahnya jika saat ini kita penuhi jiwa-jiwa kecil anak-anak dengan memori penuh kebahagiaan. Biarlah hanya rasa bahagia yang ada dalam ingatan mereka tanpa tercederai oleh sikap kurang baik kita.

BAB 6 Al Mu'min Part 1

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day16 #JumlahKata319

Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semut Hitam

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda Penulis : Tita Tristiyani Eka Wardhani

BAB 6 Al Mu’min Part 1

Rasulullah saw bersabda : ”Barangsiapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka berilah rasa aman kepada tetangganya dari kejahatan” Dengan memberikan rasa aman kepada orang yang berada disamping kita, memberi ketenangan pada dari rasa takut, memberi nasihat anak pada jalan keselamatan (Tazkiyatun Nafs). Ini merupakan tugas orangtua pada anak-anaknya. dan inilah bagian dari manusia dalam nama Allah Al Mu’min. ** Beberapa hari terakhir berseliweran berita baik di media online, media cetak maupun televisi tentang pembunuhan seorang ibu terhadap bayinya. Dia adalah seorang ibu muda yang berpendidikan, namun setan lebih berhasil membujuk sang ibu untuk menganiaya bahkan menghilangkan nyawa bayinya sendiri. Hal yang sangat ironis dilakukan oleh seorang ibu. Berbagai pakar psikolog menyuarakan suaranya melihat dari berbagai segi kejiwaan. Begitupun masyarakat mendadak menjadi ahli kejiwaan. Tak sedikit pula yang mendadak menjadi ustadz dan ustadzah. Allahu akbar. Tiadalah sesuatu hal terjadi tanpa ijin-Mu. ** Pernahkan Ayah Bunda mendengar berita diatas? Di jaman yang katanya serba canggih ini, kejahatan seseorang seolah ditampakkan dengan jelas di khalayak umum tanpa filterisasi. Sehingga jika terjadi hal serupa sebenarnya bukan hanya satu orang saja sebagai pelaku yang bertanggung jawab. Pihak yang memborbardir dengan berita kejahatan itu pun ikut andil dan bertanggung jawab. Aaahhh…. Rasanya dada ini sesak, dimanakah bagian manusia yang memiliki sifat memberi keamanan itu? Bukankah telah Allah kabarkan dengan nama indahnya AL Mu’min itu? Bukankah pula telah Allah utus seorang manusia yang memberikan teladan kebaikan pada umatnya? Telah hilangkah rasa itu? Atau merasa puaskah telah merampas ketenangan, kedamaian dan keamanan seorang manusia? Ayah Bunda, tugas kita terasa berat dengan dihadapkan persoalan ini. Namun akan terasa ringan jika Ayah Bunda mau bekerja sama untuk memberikan keamanan, kedamaian dan ketenangan pada anak. Biarkan anak-anak bahagia dengan hidupnya, biarkan mereka bertumbuh menjadi pribadi soleh dan  solehah, biarkan mereka terbentuk menjadi pribadi kuat, tangguh namun tetap memiliki perilaku yang elok serta tetap berikan nasihat dan teladan terbaik sebagai bekal mereka sebagaimana yang dicontohkan oleh tauladan kita Rasulullah SAW.

BAB 6 Al Mu'min Part 2

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day17 #JumlahKata316

Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semut Hitam

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda Penulis : Tita Tristiyani Eka Wardhani

BAB 6 Al Mu’min Part 2

Hal terindah bagi anak salah satunya adalah merasakan aman dan damai dalam hidupnya, terhindar dari kejahatan dan intimidasi baik dari orangtua atau pun dari lingkungan luar, terbebas dari kekerasan baik berupa kekerasan fisik maupun kekerasan psikis dan menjadikan anak tumbuh menjadi pribadi yang Tangguh, kokoh dan kuat (Setyawan, Angga dalam Buku Anak Juga Manusia) Kekuatan yang dibangun anak bisa diakibatkan oleh berbagai faktor, baik faktor internal dalam dirinya maupun karena dorongan dari luar (faktor eksternal). Namun, secara umum penyebab kekuatan anak bisa diklasifikasikan menjadi dua yaitu  kuat dan Tangguh karena tekanan dan kedua kuat, tangguh, dan kokoh karena melimpahnya cinta kasih dan perasaan aman serta damai selama ia bertumbuh. Kuat dan Tangguh karena tekanan Allah SWT menciptakan semua di alam semesta ini berpasangan dan ini adalah sunatullah yang berlaku dan tidak bisa kita hindarkan. Pun begitu, atas dasar cinta Allah memperingatkan kita untuk berhati-hati dalam hidup dan jika kita tidak mengikuti aturan Allah maka ancamannya adalah neraka Jahannam. Adapula orangtua yang menerapkan strategi Pendidikan model ini sah-sah saja dilakukan, selama tujuan Ayah Bunda adalah baik dan dengan catatan telah disepakati antara anak Bersama Ayah dan Bundanya. Sebagai contoh adalah saat anak bangun kesiangan dan akhirnya tidak masuk sekolah, secara naluri manusia kita kecewa pada anak dan ingin meluapkan kekecewaan tersebut. Namun, kita bisa sejenak menahan emosi dan melakukan strategi mendidik dengan ‘ancaman’ yang membangun.  Misalnya adalah saat sedang diskusi dengan anak, kasusnya adalah anak bangun kesiangan dan akhirnya tidak masuk sekolah, maka Ayah Bunda bisa memberi peringatan atau kata lain “ancaman’ pada anak. Saat anak tidak masuk sekolah artinya dia tidak melakukan kewajibannya maka secara otomatis hak anakpun dicabut, seperti nonton TV, bermain bersama teman atau jatah bermain gamesnya ditiadakan dsb. Hal seperti kasus diatas bisa saja dilakukan oleh Ayah Bunda agar tujuan mendidik anak tercapai.  Hanya saja bila porsi mendidik anak dengan ancaman dan tekanan lebih sering, maka akan berdampak kurang baik bagi perkembangan anak.

BAB 6 Al Mu'min Part 3

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day18 #JumlahKata317

Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semuthitam

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda Penulis: Tita Tristiyani Eka Wardhani

BAB 6 Al Mu'min Part 3

Kuat dan tangguh karena berlimpahnya cinta dalam hidup anak Di suatu Desa terpencil hidup keluarga sederhana. Sang Ayah adalah penarik becak dengan penghasilan yang sangat pas. Jangankan untuk membeli makanan enak atau jalan-jalan bahkan bisa dibilang untuk memenuhi keluarga pun kurang. Namun, Indonesia bahkan dikejutkan dengan seorang wisudawati yang diantar oleh Ayahnya naik becak. ** Hal sebaliknya terjadi. Terlahir dari Ayah tentara dan Ibu seorang guru. Kehidupannya sungguh nyaman, uang menjadi cara orangtua untuk mendidik anaknya. Semua kemauan dituruti. Teman-teman sangat segan dan bahkan takut pada anak tersebut. Sehingga saat dewasa, sang anak memutuskan untuk pergi merantau dari tanah kelahiran untuk ‘memperlihatkan pada dunia kehebatannya’. Yaa.. Ia ingin menjadi sang jagoan dengan menguasai sebuah terminal besar di kota besar yang terletak di Jawa Barat. Hidupnya hanya untuk menjadi jagoan saja bukan untuk menjadi kebanggaan orangtua. Hidupnya merasa lebih berarti saat di jalanan, dibanding bisa berkumpul dan menyenangkan orangtua di hari tuanya. Ini adalah cerita nyata seorang teman, meski saat ini Allah berikan kesempatan ia untuk bertaubat. Dari dua cerita diatas, bisa kita bandingkan begitu cinta orangtua yang melimpah bisa membawa dampak positif bagi anak. Meski terlahir dari keluarga sederhana, namun orangtua tetap bersemangat menghantarkan anak sampai jenjang Pendidikan tinggi. Meski harus tertatih dalam mengais rezeki, akhirnya sang Ayah dengan bangga membonceng putrinya menuju tempat wisuda. Ayah Bunda mari kita berikan cinta yang banyak pada anak. Mencintai bukan berarti membeli kebahagiaan anak dengan uang. Mencintai adalah memberi segenap hati untuk kekasih hati, amanat terindah dari-Nya ialah anak kita. Ada banyak anak cerdas tumbuh dari keluarga paham bagaimana cara mendidik anak-anaknya. Namun tidak sedikit orangtua yang gagal mendidik anak karena minimnya pemahaman mereka terutama dalam memberikan cinta, ketulusan dan kasih sayang. Begitu banyak anak kaya raya terlahir sejak bayi, karena memiliki orangtua kaya raya juga. Akan tetapi, tidak semua anak hebat lahir dari orangtua yang hebat pula. Anak hebat hanya lahir dari orangtua yang memberi stok cinta penuh pada anaknya.

BAB 7 Al Muhaimin Part 1

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day19 #JumlahKata432

Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semuthitam

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda Penulis : Tita Tristiyani Eka Wardhani

BAB 7 Al Muhaimin Part 1

“Assalamu’alaikum. Ayah, sekarang masih dimana?”, tanya seorang ibu terdengar di ponsel suaminya. “Wa’alaikumussalam.Ayah masih di perjalanan pulang menuju rumah Bu. Dari suara ibu terdengar seperti sedang khawatir. Ada apa Bu?”, tanya ayah. “Kakak belum pulang, tadi saat adzan ashar Kakak ijin ke mushola untuk sholat dan sampai sekarang belum pulang”, jawab ibu sambil terisak menangis. “Astaghfirullah, bagaimana ibu ini sebentar lagi adzan maghrib”, sahut ayah di seberang telepon. “Apakah ibu sudah mencarinya ke mushola?”, tanya ayah kembali. “Belum, adik sedang tidur. Ibu tidak berani meninggalkan adik sendirian di rumah. Ibu juga bingung hendak minta tolong ke siapa, karena ga ada anak-anak atau tetangga yang lewat satu orang pun”. Ibu menjawab masih dengan kekhawatiran. “Ayah lekas pulang ya, tolong bantu ibu mencari Kakak”, pinta ibu. “InshaaAllah Bu, tunggu ya sebentar lagi Ayah sampai rumah. Ibu yang tenang dan banyak berdoa dan dzikir, semoga Allah menjaga anak kita”. Ayah berusaha menenangkan ibu agar tidak panik. “Baik, hati-hati ya ibu tunggu di rumah. Assalamu’alaikum Ayah”. “Wa’alaikumussalam”, jawab ayah sambil menutup telepon genggamnya. Selang lima menit kemudian ayah tidak langsung pulang ke rumah melainkan berhenti di depan mushola untuk mencari kakak. Benar saja dugaan ayah bahwa kakak masih di mushola, belajar mengaji bersama Pa Ustadz. Seketika ayah menitikkan air mata karena rasa haru dan segera menelpon ibu. “Assalamu’alaikum Bu, Ayah sedang di mushola. Kakak ternyata masih di mushola sedang ikut mengaji bersama teman-temannya pada Pa Ustadz”. “Alhamdulillah, ibu cemas karena kakak tidak meminta izin dulu”, sahut ibu di seberang. “Iya Bu, lain kali kita nasehati kakak untuk meminta izin terlebih dahulu agar ibu tidak khawatir”, ayah memberikan solusi agar ibu tetap tenang. “Alhamdulillah Allah yang Maha Menjaga dengan izin Allah menjaga anak kita ya Bu”, lanjut ayah. “Ayah pun ikut terharu karena kakak sudah berani untuk mengaji bersama teman-temannya. Semoga Allah selalu melindungi anak kita”, pungkas ayah. “Aamiin. Terimakasih ya Allah. Baik kalau begitu ibu hendak menyiapkan dulu air untuk Ayah mandi. Assalamu’alaikum.” Ibu menutup telepon. ** Allah sebagai pemilik nama indah Al Muhaimin yang artinya memelihara, menjaga dan senantiasa mengawasi makhluknya setiap waktu. Tidak sedetik pun yang Allah lewatkan kecuali segala sesuatu Allah ketahui. Saat kecil dulu, pernahkah dalam hati terbetik pertanyaan atau pernah terlontar pada orangtua Allah dimana tinggalnya? Allah sebesar apa? Mengapa Allah bisa tahu aku lagi apa padahal kan aku ngumpet? Allah sang pemilik Al Muhaimin, tidak memerlukan kamera pengintai untuk mengawasi dan menjaga makhluknya, tidak memerlukan CCTV untuk tahu apa yang kita lakukan meskipun kita berada di tempat tersembunyi juga tak perlu menggunakan drone untuk meliput seluruh aktivitas kita. Saat itu satu hal yang ada dipikiran saya, Allah kereeen..

BAB 7 Al Muhaimin Part 2

0 0

#SarapanKata

#KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day20 #JumlahKata398 Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi

PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semuthitam

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda Penulis : Tita Tristiyani Eka Wardhani

BAB 7 Al Muhaimin Part 2

Sebagian sifat manusia dalam nama indah Allah Al Muhaimin adalah bahwa manusia memiliki kewajiban memelihara. Seorang raja memelihara rakyat dan wilayahnya agar tercipta kedaulatan rakyat. Seorang pimpinan perusahaan memelihara karyawan dan perusahaannya agar tetap berjalan lancar perusahaannya dan menghasilkan omset besar. Seorang kepala sekolah memelihara guru, siswa, kelas agar lingkungan sekolah tetap terjaga kondusifitasnya. Seorang bos memelihara anak buahnya, agar tetap bisa bertahan dan sukses. Begitupun menjadi orangtua, Ayah dan Bunda memiliki kewajiban untuk mengawasi anak-anaknya. Tugas kita menjaga anak agar berjalan di rel kehidupan yang Allah ridhoi. Allah berfirman dalam QS. At Tahrim ayat 6 ??????????? ?????????? ????????? ?????? ???????????? ?????????????? ?????? ???????????? ???????? ?????????????? ????????? ???????????? ??????? ??????? ???? ?????????? ??????? ???? ?????????? ?????????????? ??? ???????????? Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Subhanallaah, Maha Suci Allah. Bahkan Allah telah mengingatkan kita untuk menjaga, mengawasi, memelihara anak dan keluarga kita dari siksa api neraka. Telah banyak sekolah-sekolah Islam yang menjadikan ayat diatas sebagai kurikulum dasar dalam mendidik anak-anak agar sukses kehidupannya, terjaga fitrah kesuciannya. Hal ini bukan tanpa alasan, mendidik anak bukanlah hal yang bisa disepelekan. Tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orangtua, namun peringatan Allah dalam surat At Tahrim ayat 6 bukan hanya sekedar peringatan namun lebih dari itu Allah telah memberi tahu keadaan masa depan manusia jika tidak terjaga kehidupan kita di dunia. Dengan dasar ayat ini, tanggung jawab Ayah Bunda sebagai orangtua ternyata bukan hanya membesarkan tubuh anak, bukan hanya sekedar memberikan makanan untuk anak bertumbuh. Namun tanggung jawab orangtua lebih besar, bukan hanya sekedar urusan dunia, bukan hanya sekedar urusan kebutuhan hidup di dunia. Tanggung jawab orangtua adalah menanamkan dalam diri anak untuk meyakini akan ada dunia lain setalah dunia ini. Bahwa kita akan lebih lama dan Panjang kehidupan kita di akhirat dibanding kehidupan di dunia. Maka tugas kitalah untuk menjaganya dengan cara memberikan pengawasan, mendatangkan guru terbaik, memilihkan komunitas dan lingkungan yang sehat. Fase untuk anak balita, cara penjagaan kita terhadap anak adalah mendidiknya dengan baik. Ajarkan adab sejak dini, adab yang baik saat makan, adab saat akan hendak ke kamar mandi, adab terhadap orangtua (salam, senyum saat bertemu orang dewasa). Menjadi teman yang menyenangkan bagi anak, belajar sambil seru-seruan sehingga berkesan di hati anak.

BAB 7 Al Muhaimin Part 3

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day21 #JumlahKata313

Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi PJ : Kang Guno Ketua Kelompok : Semut Hitam

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda Penulis : Tita Tristiyani Eka Wardhani

BAB 7 Al Muhaimin Part 3

Fase untuk anak 7 tahun ke atas, pilihkan sekolah yang baik untuk anak bukan untuk alasan prestis tapi untuk kebutuhan mendidik anak agar terjaga fitrah dan kemuliaan hidupnya. Bila ada pilihan sekolah misalnya sekolah moderen yang mengedepankan tekonologi dan sekolah dengan berbasis agama, sekolah mana yang akan Ayah Bunda pilih? Pilih secara bijak sekolah terbaik untuk anak, karena bukan hanya sekolah yang kita bayar saat Ayah Bunda memilih namun juga sekaligus gurunya, pilih guru dengan ilmu yang terbaik. Kita pun secara tidak langsung sedang memilihkan lingkungan terbaik untuk anak. Bayangkan selama 6 tahun ke depan saat SD anak kita diajari oleh guru dengan pemahaman agama yang bagus, berada dalam lingkungan agama yang baik, teman yang soleh solehah, akan terasa adem hati Ayah Bunda terjauh dari rasa khawatir dari tergelincir pergaulan. Menurut Said Hawa dalam Buku Tazkiyatun Nafs, saat Allah memberikan kekuasaan pada seseorang maka ia wajib untuk menjalankan kekuasaannya tersebut untuk kesejahteraan di dunia dan menegakkan ajaran agama. Hal ini tidak akan kita peroleh kecuali dengan pengawasan yang baik serta kewibawaan yang sempurna yang tidak bertentangan dengan syariat dan menghilangkan harga diri. Begitulah adanya peranan kita sebagai orangtua, mengawasi dan menjaga anak-anak mulai dari bayi hingga dewasa sampai anak siap dengan kehidupan luar. Mengawasi agar selalu bahagia hidupnya, mengawasi agar apapun kebutuhannya terpenuhi, mengawasi bagai singa sang raja hutan yang bertanggung jawab pada seluruh kawanannya, menjaga dan tetap memberikan rasa aman, menjaga dari ketidakyamanan, menjaga dari orang lain yang tidak senang pada kita, menjaga dari godaan syetan yang selalu membisikan perasaan was-was, kecemasan, dan terus mengajak manusia untuk ingkar pada Allah. Peran selanjutnya masih menurut Said Hawwa adalah wajib memberikan kesejahteraan, kelayakan hidup, tempat tinggal yang nyaman, pakaian yang nyaman dan menutup aurat, makanan halal dan baik, memberi rizki halal untuk anak, memilihkan kawan dan lingkungan tepat untuk anak-anak. Peranan ini tidak akan bisa dijalankan bila tidak ada kesadaran dari dalam diri sendiri.

BAB 8 Al Aziz Part 1

1 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day22 #JumlahKata323

Ketua Kelompok : Kang Guno

Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi

PJ : Semut Hitam

Al Aziiz Part 1

Entah angin apa yang datang menyapa, sore hari saat hujan menemani anak-anak asyik mengikuti gerakan senam Ruhul Jadid. Mereka tertawa Bersama, saat adik ada gerakan salah mereka tertawa, saat ada gerakan yang tidak mudah pun mereka tertawa. Asyik sekali melihat mereka akur. Saat ditanya kenapa tiba-tiba ingin senam, jawabannya pengen aja biar pinter dan kuat. Kaya Allah Maha Kuat, lucu sekali jawabannya. Tau aja bocah kalo olahraga bisa bikin tubuh kuat dan meningkatkan semangat, biar semangat mencari ilmu, pinter deh. Maa syaa Allah ???? “Dek cape ga?”, tanya Kakang, panggilan ala ala sunda untuk sulung. “Yuk sholat dulu, nanti berdo’a. Hayu Dek sholat, wudhu”, meski sedikit memaksa tapi terenyuh sekali meilihat adegan kakang dan adek. ** Allah memiliki nama indah Al Aziiz yang artinya Maha Perkasa, Maha Kuat. Allah memiliki kemuliaan sehingga benar-benar diperlukan oleh seluruh makhluk. Tidak ada satu makhluk pun yang tidak membutuhkan Allah. Mulai dari makhluk hidup dan makhluk tak hidup, semua memerlukan Allah, sebagai yang Maha Menciptakan, yang Maha Perkasa. Sempat ingat jaman SD dulu seneng banget kalo udah hari Minggu, giliran nonton bareng sama temen. Maklum saat itu di desa hanya ada beberapa yang sudah memiliki televisi. Program acara yang ditunggu adalah Winspektor, Satria Baja Hitam, Power Ranger dan Dragon Ball. Mulai dari pagi udah mandi, sarapan, nyamper teman untuk nonton bareng. Kami punya cita-cita yang hampir sama ingin seperti Power Ranger bisa berubah dan jadi pahlawan mengalahkan penjahat raksasa. Ada juga yang ngebet ingin seperti spiderman, berkhayal suatu hari bisa memanjat bangunan tinggi dan mengamankan kota dengan kekuatan laba-labanya. Seru kayanya ya andai itu benar-benar ada. Hehehe . . . . Beranjak besar logika mulai jalan nih, kalo memang iya ada superhero dan pahlawan yang jagoan, tapi kok mereka hanya ada di satu kota saja, lantas bagaimana kalo ada kejahatan di kota atau negara lain. Belum pula kalo power ranger dan winspektor berubah dari manusia biasa menjadi superhero lamaaa banget deh. Keburu deh kota dihancurin sama raksasa dan penjahat. ????

BAB 8 Al Aziz Part 2

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day23 #JumlahKata306

PJ : Kang Guno Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi Ketua Kelompok : Semut Hitam

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda Penulis : Tita Tristiyani Eka Wardhani

Al Aziz Part 2

Kalo superhero di TV ada keterbatasan ruang dan waktunya, lalu siapa sebetulnya yang lebih jagoan dan yang paling kuat dan tidak memiliki keterbatasan sama sekali? Yuppsss… Allah lah Sang Pemilik Kekuasaan, paling perkasa dari semua hal yang ada di dunia. Tidak ada yang bisa mengalahkan ke Maha Perkasaan Allah SWT. Allah memiliki nama indah Al Aziiz yang artinya Maha Perkasa, Maha Kuat. Allah memiliki kemuliaan sehingga benar-benar diperlukan oleh seluruh makhluk. Tidak ada satu makhluk pun yang tidak membutuhkan Allah. Mulai dari makhluk hidup dan makhluk tak hidup, semua memerlukan Allah, sebagai yang Maha Menciptakan, yang Maha Perkasa. Sempat ingat jaman SD dulu seneng banget kalo udah hari Minggu, giliran nonton bareng sama temen. Maklum saat itu di desa hanya ada beberapa yang sudah memiliki televisi. Program acara yang ditunggu adalah Winspektor, Satria Baja Hitam, Power Ranger dan Dragon Ball. Mulai dari pagi udah mandi, sarapan, nyamper teman untuk nonton bareng. Kami punya cita-cita yang hampir sama ingin seperti Power Ranger bisa berubah dan jadi pahlawan mengalahkan penjahat raksasa. Ada juga yang ngebet ingin seperti spiderman, berkhayal suatu hari bisa memanjat bangunan tinggi dan mengamankan kota dengan kekuatan laba-labanya. Seru kayanya ya andai itu benar-benar ada. Hehehe . . . . Beranjak besar logika mulai jalan nih, kalo memang iya ada superhero dan pahlawan yang jagoan, tapi kok mereka hanya ada di satu kota saja, lantas bagaimana kalo ada kejahatan di kota atau negara lain. Belum pula kalo power ranger dan winspektor berubah dari manusia biasa menjadi superhero lamaaa banget deh. Keburu deh kota dihancurin sama raksasa dan penjahat. ???? Kalo superhero di TV ada keterbatasan ruang dan waktunya, lalu siapa sebetulnya yang lebih jagoan dan yang paling kuat dan tidak memiliki keterbatasan sama sekali? Yuppsss… Allah lah Sang Pemilik Kekuasaan, paling perkasa dari semua hal yang ada di dunia. Tidak ada yang bisa mengalahkan ke Maha Perkasaan Allah SWT.

BAB 8 Al Aziz Part 3

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day24 #JumlahKata305

PJ : Kang Guno Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi Ketua Kelompok : Semut Hitam

Al Aziz Part 3

Seseorang yang menyadari bahwa ada sebagian nama Al Aziiz dalam dirinya adalah ia yang dibutuhkan oleh orang lain, memberikan banyak hal yang diperlukan orang baik berupa bantuan tenaga, pikiran, materi, bahkan memberikan solusi untuk orang banyak. Ia yang berkontribusi untuk orang banyak tanpa pamrih bahkan hingga rela mengorbankan apa yang dimiliki untuk membuat orang lain terbantu. Apa yang diberikannya tidak hanya terfokus pada urusan dunia saja tetapi juga memberi solusi untuk kehidupan akhirat. Ayah Bunda, kita adalah bagian dari itu. Saat anak terlahir ke dunia, ia tidak memiliki apapun kecuali orangtuanya, ia tidak memiliki kemampuan apapun kecuali pertolongan dari orangtua dan orang dewasa sekitarnya, ia tidak membawa apapun dari perut ibunya kecuali membawa harapan, ia pun tidak memiliki keinginan apapun kecuali kasih dan sayang orangtua dan orang dewasa sekitarnya. Saat anak kita bayi semua perhatian kita terpusat pada bayi yang lemah, seluruh kemampuan, energi tercurah bagaimana caranya agar bayi yang lemah bisa hidup, bertumbuh dan kelak bahagia dalam hidupnya. Kita berusaha memenuhi semua kebutuhannya, mulai dari kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan makanan, kebutuhan pakaian yang nyaman, kebutuhan tempat tingga dan tak lupa kebutuhan akan perhatian orang tuanya, kasih dan sayang dari orang sekitar dan keluarga. Semua orang berbahagia akan kelahiran bayi yang lucu, bahkan saat mulai dari dalam kandungan ibunya semua orang menanti kelahirannya ke dunia ini. Maka sangatlah wajar, jika setelah kelahirannya Ayah Bunda dan seluruh keluarga semakin bahagia, tangisan pertama yang sangat dinanti, senyuman manis yang menggemaskan semakin membuat Ayah Bunda merasa dibutuhkan sebagai orangtua. Pun ketika beranjak besar, saat anak mulai merasa memiliki keinginan Ayah Bunda semakin merasa memiliki anak sehingga semua kebutuhannya dipenuhi dan mengesampingkan keinginan dan kebutuhan Ayah Bunda sendiri. Sebagai orangtua yang memiliki sebagian nama Al Aziiz, bukan hanya keinginan anak yang dipenuhi tetapi kebutuhan untuk masa depannya juga harus diberikan. Anak mulai diberikan solusi untuk bekal masa depannya.

BAB 8 Al Aziz Part 4

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day25 #JumlahKata300

PJ : Kang Guno Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi Ketua Kelompok : Semuthitam

99 Cahaya di Hati Ayah Bunda

Penulis : Tita Tristiyani Eka Wardhani

BAB 8 Al Aziz Part 4

Kenalkan adab kepada anak sedikit demi sedikit, kenalkan aturan agar hidupnya mengikuti aturan dan yang sesuai dengan syariat agama dan nilai yang berlaku. Rosulullah pun telah memberikan nasihat pada kita melalui sahabat-sahabat terdahulu untuk mengajarkan adab terlebih dahulu. Al ‘adab qobla ‘ilmu. Belajar adab dulu baru ilmu, begitulah yang Rosulullah katakan dan ini terbukti kebenarannya. Orang yang memiliki adab dan ilmu, ia akan menjadi pribadi yang baik, santun dan berakhlak mulia namun seseorang yang hanya memiliki ilmu tanpa adab, ia hanya terdidik secara keilmuan tetapi tidak memiliki sopan santun, rasa hormat kepada orang lain, tidak memiliki aturan, hidup semaunya sendiri, sombong, merasa paling pintar dan memiliki ilmu. Tugas orangtualah untuk menstop dari awal agar perilaku tidak baik anak tidak tercipa dan terinstal dalam kepribadiannya. Jika anak telah diinstal adab yang baik sejak kecil, maka ia akan terbiasa untuk melakukan hal baik dan lama kelamaan akan menjadi habbit atau kebiasaan. Awalnya terpaksa, lama kelamaan menjadi terbiasa dan selanjutnya akan membudaya. Jika merasa belum ringan dalam menginstal adab baik pada anak, maka ingat janji Allah sesuatu yang terasa berat maka buah yang dipetik pun akan besar dan terasa manis kemudian. Tugas Ayah Bunda tidak berhenti disini, saat anak berusia 7 tahun mulai kenalkan Allah dengan cara mengenali ciptaanNya. Lihat lebih dalam tentang diri sendiri, anggota tubuh dan fungsinya masing-masing serta tidak lupa disertai dengan penjelasan ayat-ayat Al-Qur’an. Ajak anak untuk sholat dan ajarkan anak untuk bergantung hanya kepada Allah dengan cara berdo’a. ajarkan anak saat menginginkan sesuatu, misalkan ingin mainan mobil-mobilan ajarkan anak untuk berdo’a terlebih dahulu. Ingin jalan-jalan berdo’a dulu, ingin makan berdo’a dulu bahkan saat haus pun berdo’a dulu meminta air. Meskipun airnya sudah tersedia di rumah, namun yang menyediakan air minum untuk kita adalah Allah, yang menggerakkan tangan untuk mengambil air dan memerintahkan tenggorokkan untuk merasakan haus adalah Allah.

BAB 8 Al Aziz Part 5

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day26 #JumlahKata302

PJ : Kang Guno Neng Jaga :Midah Sang Pemimpi Ketua Kelompok : Semut Hitam

BAB 8 Al Aziz Part 5

Libatkan Allah dalam setiap kondisi sesederhana apapun. Kelak saat anak terbiasa untuk berdo’a dan meilbatkan Allah untuk sesuatu hal yang sederhana, maka saat ada urusan yang lebih besar tetap Allah yang akan menjadi sandaran pertama dan utama. Saat anak kecil juga mulai perkenalkan anak dengan hari akhir atau akhirat, bahwa setelah kehidupan saat ini akan ada kematian kemudian hidup kembali untuk bahagia selamanya di surga dengan syarat selama hidup di dunia mengikuti seluruh aturan yang berlaku dari Allah SWT. Yang paling tidak mudah adalah menanamkan sejak dini untuk anak mentaati semua perintah Allah. Ada beberapa perintah Allah yang seperti tidak masuk akak dan penuh tantangan. Seperti kenapa harus sedekah, setelah kita cape mencari rizki tapi malah dikasihkan kepada orang lain, belum pula perintah sholat dan puasa. Maa syaa Allah semoga Allah mudahkan Ayah Bunda untuk menghantarkan anak-anak menjadi anak soleh soleha yang mentaati semua perintah dan aturan Allah. Jika Ayah Bunda merasa tugas terakhir ini lebih sulit, tantangannya lebih banyak maka sebetulnya semakin kita kuat untuk mendobrak tantangan tersebut semakin dekat janji Allah untuk memberikan kebahagiaan hakiki kelak di hari akhir. Semakin besar tantangannya maka akan semakin besar pula hadiahnya. Jangan pernah risau dan merasa sendiri saat ketidakmudahan menghampiri, selalu ingat akan Allah Sang Al Aziiz yang Maha Perkasa. Semakin terasa berat tugas yang diemban Semakin badai besar menantang Semakin tembok besar menghalangi Semakin tenaga terkuras Semakin peluh bercucuran Semakin kuat pengorbanan Biarkanlah…. Tetap taburi dengan kasih cinta Berikan sentuhan sedamai surgawi Penuhi hatinya dengan cinta Tambal kekosongan hatinya dengan kelembutan dan kasih sayang Yakinlah…. Semua yang telah dikorbankan tak akan sia - sia Semakin besar pula anugerah yang sedang menanti Semakin besar pula kebahagiaan yang akan diraih Semakin besar keridhoan Allah Semakin dekat pula dengan surga-Nya. Wahai Al Aziiz Bersamai kami dalam mengahadapi tantangan zaman Rengkuh kami dalam mengemban tugas mulia ini

BAB 9 Al Jabbar Part 1

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day27 #JumlahKata300 PJ : Kang Guno Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi Ketua Kelompok : Semut Hitam

Al Jabbar Part 1

“Neng, Ibu mah dari kecil ga ada yang ngajarin ngaji, jadinya ibu sekarang ga bisa ngaji. Tapi ibu paksain diri buat bisa”, cerita seorang ibu suatu hari. Saya mengenalnya sebagai seorang ibu dan istri yang baik. Sehari-hari ia berjualan sayur mayur dan bahan masakan lainnya. Setiap kali belanja sayur selalu saja kebagian kebaikannya, dibawakan kangkung, wortel, ikan atau pernah juga dibawain ayam begitu seterusnya. Ia begitu baik pada setiap pelanggannya. Bukan hanya kepada saya ia berbuat baik. "Ibu jangan sering bagi-bagi, kan ini untuk berjualan", kataku pagi itu. "Gapapa neng, kan ibu ingin berbuat baik. Jualan mah hanya jalan aja untuk ibu bisa berbuat baik", jawabnya. MaasyaaAllah, semoga Allah menjaga ibu dan keluarga. ** “Neng, mau ya ajarin ibu ngaji, tapi ibu mah ngajinya pelan-pelan aja ga bisa cepet kaya orang lain, maklum ibu juga kan udah tua”. Maa syaa Allah terharu sekali rasanya masih ada orang yang ingin belajar meski usia sudah tidak lagi muda. Apalagi yang dipelajarinya adalah Al-Qur’an, kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah s.a.w. Seminggu tiga kali jadwal mengaji ibu setiap ba’da maghrib tidak hingga ba’da isya. Saya sangat menghargai keinginan kuat ibu untuk belajar tak mengapa banyak yang salah dalam makhrojnya, tajwidnya serta mengajinya yang masih terbata-bata. Terkadang jika ibu tidak bisa mengicapkan huruf sesuai makhroj ibu tertawa dan tidak pernah merasa malu. “Ibu hanya ingin bisa baca Al-Qur’an biar bisa do’ain orangtua ibu dengan baik”, begitu penuturannya. Memang begitulah seharusnya, kita harus memaksa diri untuk belajar, jangan ingin terus dalam kebodohan. Tidak apa-apa terbata-bata, bahkan jika kita salah saat belajar maka setiap kali kita mengulanginya setiap kali itu pula dapat ganjaran pahala. Maka dari itu jangan malu untuk belajar Al-Qur’an, kelak Al-Qur’an yang akan menjadi sahabat kita, yang akan menolong kita di dalam kubur dan di hari akhir.

BAB 9 Al Jabbar Part 2

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day28 #JumlahKata316

PJ : Kang Guno Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi Kuat Kelompok : Semut Hitam

BAB 9 Al Jabbar Part 2

Allah Al Jabbar Yang Maha Melaksanakan Kehendak, dengan kehendak-Nya lah kita hari ini bisa melakukan berbagai aktivitas. Allah jualah yang menghendaki ibu untuk belajar Al-Qur’an, belajar bukanlah milik anak-anak atau pemuda tetapi milik semua manusia. Sesuai dengan hadist Rasulullah s.a.w yang artinya : “Tuntutlah ilmu mulai dari lahir hingga masuk liang lahat”. Jelas sudah Allah menghendaki kita untuk senantiasa menuntut ilmu, karena dengan ilmulah kita bisa memudahkan segala urusan, ilmu pula yang dapat menuntun manusia menuju jalan yan benar bisa membedakan mana yang haq (benar) dan yang bathil (salah). Maka belajar adalah jalan menuju adalah menuju kemuliaan dan perjalanan dari kegelapan menuju cahaya. Disaat Rasulullah s.a.w sedang berada di Gua Hira mendapatkah wahyu pertama yang disampaikan oleh Malaikat Jibril, yaitu QS. Al Alaq ayat 1-5. Dalam ayat pertama ayat diterima Rasulullah adalah Iqra’ yang artinya bacalah. Manusia hendaknya banyak membaca sesuai dengan perintah Allah dalam wahyu pertama. Membaca adalah gerbang ilmu pengetahuan, dengan banyak membaca kita bisa menjelajahi dunia meskipun kita belum pernah menginjakkan kaki di seluruh tempat di seluruh dunia. Artinya kita dengan membaca kita bisa mengetahui apa yang terjadi di suatu negeri meski belum pernah mengunjungi negeri tersebut. Banyak membacamebuat kita semakin banak pengetahuan, menggali ilmu yang bahkan tak mudah tersentuh sekalipun. Ketiadaan ilmu adalah berbahaya, karena ketiadaan ilmu membuat manusia menjadi tersesat bahkan dapat bisa membuat celaka kelak di hari akhir. Selagi memiliki kesempatan dan jatah usia, maka banyak-banyaklah menuntut ilmu, belajar dan banyak membaca. Jangan pernah merasa malu untuk menuntut ilmu, karena ketiadaan ilmu justru membuat kita malu dan celaka. Begitulah Al Jabbar, Yang Maha Melaksanakan Kehendak, Dia bisa memaksa hamba-Nya untuk melaksanakan kehendak-Nya justru untuk keselamatan hamba-Nya bukan untuk sesuatu yang tanpa alasan. Allah menyayangi seluruh makhluk-Nya dengan cara terbaik-Nya. Duhai Al Jabbar Bila harus terpaksa aku merangkak untuk menyembah-Mu Maka akan aku lakukan Karena tanpa-Mu aku bukanlah apa-apa Karena tanpa-Mu aku bukanlah siapa-siapa Terimalah sembah sujudku ini

BAB 10 Al Mutakabbir Part 1

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day29 #JumlahKata349

PJ : Kang Guno Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi Ketua Kelompok : Semut Hitam

BAB 10 Al Muttakabbir Part 1

Tuhan ku tak sanggup lagi Menjalani sisa kehidupanku, sungguh terasa sesak dadaku Kian hari kian terasa menyesakkan kalbu Tuhan, aku tak ingin kepongahanku membuatmu murka Akan kubiarkan Engkau yang menyelesaikan semua urusan Karena aku hanya ingin Engkau-lah satu-satunya yang merajai hati Memang tak mudah untuk meninggalkan semua yang tlah diperjuangkan Bila semua yang kuperjuangkan akhirnya hanya sebuah kesia-siaan Yang hanya membuatmu tambah cemburu padaku Tuhan Maafkan atas ketidak tahuanku Aku yang terlampau angkuh Merasa semua adalah kerja kerasku Merasa semua adalah milikku Ampuni aku Tuhanku *** Sepandai apapun manusia, tetaplah Allah yang Maha Mengetahui apapun bahkan sampai yang tersembunyi. Sebesar apapun kemampuan kita, ingatlah diri semua ini hanyalah pinjaman dari Allah, atas kebaikannyalah kita memiliki kemampuan berfikir, kemampuan melakukan ini dan itu, kemampuan mendapatkan ilmu, pengetahuan dan bahkan materi yang banyak. Ingatlah wahai diri, jangan sombong dengan semua yang kita miliki saat ini. Hanya Allah-lah yang pantas untuk memiliki pakaian kebesaran, hanya Allah satu-satunya yang memiliki nama indah Al Mutakabbir. *** Saat anak terlahir ke dunia, ia begitu lemah tak berdaya. Kulitnya masih merah, pandangan matanya masih lemah, pendengarannya pun belum sebaik orang dewasa. Hal pertama yang dilakukan bayi saat lahir adalah menangis, karena ini adalah kemampuan pertama yang Allah berikan sebagai stimulus sekaligus respon terhadap lingkungan. Kemudian, ibu memberi memberikan ASI untuk pertama kalinya kepada sang buah hati dengan penuh kebahagiaan dan bayi pun berhenti menangis. Maa Syaa Allah, jika kita renungkan siapa yang mengajarkan bayi yang lemah untuk menstimulan lingkungan agar memberi respon terhadap tangisan tersebut? Siapa pula yang memberikan ibu yang baru melahirkan air susu yang begitu melimpah. Andai tidak sampai pada perenungan ini, mungkin kita merasa bahwa tangisan bayi adalah hal yang wajar, karena begitulah tabiat seorang bayi yang belum mampu melakukan aktifitas apapun selain menangis sebagi bentuk mempertegas kehadirannya di muka bumi. Begitu pula saat seorang ibu memberikan air susu (ASI) kepada bayinya, bisa saja kita merasa bahwa ini adalah hal yang wajar. Seringkali kita lebih senang meneliti dan memperdalam ini dari sisi ilmu pengetahuan, bahwa jika seorang perempuan setelah melahirkan secara otomatis ia akan memproduksi ASI dengan dipengaruhi oleh hormon oksitosin dan prolaktin.

BAB 10 Al Mutakabbir Part 2

0 0

#SarapanKata #KMOIndonesia #Batch40 #Kelompok23 #Dandelion #Day30 #JumlahKata317

PJ : Kang Guno Neng Jaga : Midah Sang Pemimpi Ketua Kelompok : Semut Hitam

BAB 10 Al Mutakabbir Part 2

Begitulah manusia, memang memiliki sebagian dari sifat AL Mutakabir (Maha Memiliki Segala Kebesaran), namun perlu digaris bawahi hanya sebagian kecil saja. Jangan sampai hal ini membuat kita sebagai orangtua jatuh terhadap sifat sombong, merasa hebat, merasa bisa. Padahal disebalik kemampuan orangtua tersebut sejatinya adalah karena sifat sejati Allah SWT yang Maha Memiliki Segala Kebesaran (Al Mutakabir). Air susu yang diminum oleh bayi, keluar dengan seizin Allah. Allah-lah yang menghendaki dengan segala kebesaran-Nya untuk hormon didalam tubuh memproduksi air susu, Allah pula yang menghendaki dengan kasih sayang-Nya memberikan banyak sekali manfaat pada ASI yang dihasilkan dari seorang ibu setelah melahirkan dan bahkan ASI tidak bisa tertandingi oleh susu formula termahal sekalipun. Maa Syaa Allah walhamdulillah. *** Pun demikian dalam mendidikan anak-anak, sebagai orangtua hendaknya kita menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Sebagaimanapun kita memiliki sebagian sifat Al Mutakabbir, yang dengan sebagian sifat inilah yang membuat anak takut jika dimarahi Ayah atau Ibunya atau merasa segan jika melakukan perilaku tidak baik. Dalam suatu saat, kita melihat seorang anak usia 4 tahun sudah hafal Al-Qur’an juz 30. Kita begitu terpesona melihat seorang anak usia 4 menjelang 5 tahun sudah berani tampil di layar kaca mengikuti acara lomba hafalan Al-Qur’an. Seringpula kita melihat anak usia 6 tahun yang sudah pandai berhitung hingga ratusan bahkan ribuan. Mungkin, ada saja perasaan bangga bagi orangtua yang berhasil mendidik anak-anaknya cerdas di usia dini sudah mahir berbagai keterampilan, kemudian timbul perasaan sombong bahwasannya ini adalah berkat kerja keras Ayah dan Ibu nya dalam mendidik anak. Kita bahkan lupa bahwa Allah-lah yang menggenggam kehidupan semua ummat manusia termasuk anak-anak kita. Meski kita telah melakukan ikhtiar dunia dalam mendidik anak-anak, jangan lupa untuk melakukan ikhtiar langit yaitu membawa nama anak kita dalam setiap rintihan do’a agar senantiasa Allah lembutkan hatinya, Allah lapangkan hatinya, Allah terangi pikirannya untuk menerima berbagai ilmu dan nasihat yang baik dan bermuara pada sholih dan sholihahnya anak-anak menjadi qurrota ‘ayun (menenangkan pandangan mata) orangtuanya.

Mungkin saja kamu suka

Erna yulianti
Kilometer asa
Nur Aulia
Maafkan Nisa, Ayah
Tri Sumenda
Dandelion
ERLAN JAELANI
Thank You Ramadhan
Ihat Sutihawati
Di Ujung Rasa Ku
Rai Sasda
Quinnsha

Home

Baca Yuk

Tulis

Beli Yuk

Profil