Loading
1

0

19

Genre : Keluarga
Penulis : Faizatul Rohmah
Bab : 30
Dibuat : 20 Maret 2022
Pembaca : 10
Nama : Faizatul Rohmah
Buku : 1

No More Expectations

Sinopsis

Hidup dalam keluarga yang sederhana yang serba penuh tekanan membuat Asha menjadi tidak percaya diri, selalu menyembunyikan masa depannya setiap ditanya oleh orangtua mau kedepannya seperti apa? Sejak SD, ia selalu di tuntut oleh Sang Ayah mulai dari masuk SMP harus sekolah tempat Kakakku yaitu SMP Negeri favorit di Indonesia, kedua setelah lulus SMP harus ke SMK Kesehatan dengan jurusan Perawat setelah lulus langsung bisa kerja, dan terakhir Ayahku meminta aku harus aktif di berbagai kegiatan di sekolah. Sedangkan Bundanya tidak sama sekali nuntut sana sini hanya saja Bunda ingin nilaiku di harus pas di KKM, karena setiap ulangan aku selalu tidak pernah mendapatkan nilai di KKM. Hari demi hari keinginan Ayah tidak terwujud satupun karena itu bukan fashionku, bukan kemampuanku walau aku sudah berusaha maksimal mungkin tetap hasilnya tidak ada yang berhasil sedikitpun. Apakah aku bisa berjuang menggapai impianku? Apakah Ayah akan melakukan kekerasan terhadapku? 'Ntahlah aku tidak tahu nanti kedepannya seperti apa nantinya.
Tags :
#Keluarga #Impian #PatahHati #JatuhCinta

Prolog

1 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 1

- Jumlah Kata 408

 

Prolog 

***

 

Nama ku Adeeva Afsheen Myesha. Aku anak kedua dari 3 (Tiga) saudara. Dia di panggil sejak kecil Myesha atau Asha, sedangkan teman-temannya memanggil dia adalah Adeeva atau Diva. Dia lahir dengan keluarga yang bisa di bilang cukup sederhana, dia memiliki 1 (Satu) orang kakak laki laki dan 1 (Satu) orang adik laki-laki yang bernama Lutfi dan Syafiq.

 

Dahulu ….

 

Aku percaya, impian dan harapan adalah salah satu dari sekian banyak hal yang membuat seseorang bertahan dan terus berjalan maju.

 

Harapan untuk hari besok, lusa, bulan depan atau bahkan tahun berikutnya.

 

Impian untuk masa depan ku.

 

Aku punya mimpi.

 

Waktu kecil aku memiliki cita-cita menjadi dokter, mengapa? Iya, karena aku ingin memabantu menyembuhkan orang yang sakit dan juga ingin seperti sang kakek atau biasa nya aku panggil beliau ‘Mbah Daud’ tetapi sayangnya dia sudah di panggil Mahakuasa disaat aku duduk kelas 3 SD.

 

Teman-teman ku juga memiliki cita-cita masing masing. Ada yang bercita-cita sebagai polisi,tentara, dan sebagainya. Sekarang mereka sedang mengejarnya impian mereka masing-masing.

 

Tetapi diriku tidak adapun impian yang bertahan, seperti impianku waktu SD kelas 5 ingin... sekali mengikuti lomba Olimpiade Sains Internasional (OSN) dari tingkat kota hingga internasional, tetapi keinginan itu musnah karena aku tidak menang, tidak ada semangat buat bangkit impianku selanjutnya. Selama kurang lebih 1 atau 2 tahun aku selalu Menyendiri lagi, cuek, jutek, judes, tidak perduli sekitar lingkungan, apalagi lingkungan baru susahnya MasyaAllah. Aku baru bisa adaptaso lingkungan baru sekitar 3 tahun dan itu waktu aku SMA. 

 

Dan bukan hanya itu saja melainkan permasalahan keluargaku, jujur aku bingung harus ngapain? Masa depanku bagaimana? Impianku selanjutnya bagaimana? 

 

Apa kabar dengan impian ku yang menjadi seorang dokter?

 

Apakah impian ku bisa tercapai?

 

Bagimana dengan keadaan fisik ku?

 

mengapa, impian orang lain indah? mengapa diri ku tidak?

 

Apakah aku harus nyari impian baru ku? Atau aku menuruti permintaan ayah ku?

 

Tidak ada satu orang pun yang mengetahui tentang impianku, karena kalau aku cerita percuma buat apa? Toh mereka bakal mengekang diriku lagi dan harus menuruti permintaan mereka. I know, yang kalian inginkan untuk masa depanku, tetapi jangan sampai di ancam sana sini aku capek ngikutin kemauan kalian, yang ada impianku yang sudah aku bangun dan memikirkannya dengan susah payah tetapi kalian menghancurkannya seketika bim salap bim udah kayak sulap aja. Jujur aku sakit hati kalau impianku yang sudah di bangun malah hancur oleh kalian, untuk membangunkan lagi susah dan harus putar otak lagi buat nyari jalan keluarnya. 

 

‘ntah lah aku bingung harus bagaimana dengan masa depan ku.

 

 

Masa Kecilku

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 2

- Jumlah Kata 443

 

Masa Kecilku

****

Nama ku Adeeva Afsheen Myesha. Aku anak kedua dari 3 (Tiga) Saudara. Dia dipanggil sejak kecil Myesha atau Asha, sedangkan teman-temannya memanggil dia adalah Adeeva atau Diva. Dia lahir dengan keluarga yang bisa dibilang cukup sederhana, Dia memiliki 1 (Satu) orang kakak laki laki dan 1 (Satu) orang adik laki-laki yang bernama Lutfi dan Syafiq.

 

Sejak aku di dalam kandungan ibundaku hingga aku duduk kelas 3 SD, aku selalu diajak pergi kemanapun dan kapanpun mulai dari pergi ke majelis ta’lim, ke tempat kontrakan orang tuaku dulu, pergi ke kampung halaman ibundaku hanya berdua, hingga ke Bogor tempat tinggal Mbah Daud, bahkan sampai sekarang apabila ibundaku pergi pulang kampung atau jalan-jalan bersama teman ngajinya. 

 

Aku orang nya seperti ceria, bawel, banyak tingkah (Tetapi tingkahku hanya orang tertentu atau yang sudah mengenal diriku yang sangat jauh), aku sejak kecil diajarkan apabila habis pulang sekolah, atau pulang ngaji langsung pulang ke rumah tidak boleh bermain kemanapun agar aku terbiasa akan disiplin, sejak kecil aku jarang bermain bersama teman ku karena tetangga ku tidak suka dengan keluargaku it’s ok tidak apa-apa tidak masalah buatku dan keluarga.

 

Kata keluargaku fisikku lemah, sering sakit-sakitan. Waktu aku berusia 7 atau 8 bulan aku sakit panas dingin,batuk dan flu selama hampir 1 bulan tidak sembuh-sembuh. Aku sudah periksa ke bidan, klinik, bahkan sampai ke rumah sakit tetap saja jawabannya hanya sakit biasa saja tidak ada gejala sampai ambil sampel darahku. 

 

Disaat keluarga kecilku pergi ke Ciledug tempat kontrakan orang tuaku dulu. Aku dibawa oleh ibundaku tempat semacam dukun mungkin? ‘Entahlah itu benar atau tidak aku tidak tahu, aku hanya diceritakan oleh mereka. Sampai disana aku di kasih minuman obat herbal dan minuman obat herbal dari 3 bahan dedaunan ‘ntah daun apa saja aku tidak tahu, aku dikasih satu cup gelas Aqua dan itu harus dihabiskan. Jujur rasanya pahit sekali, dan warna minuman itu hijau pekat sekali. 

 

Bukannya hanya itu saja melainkan kakiku darah manis, sudah periksa mulai klinik hingga dokter spesialis kulit dan jawabannya adalah aku tidak mempunyai alergi atau penyakit apapun di dalam kulit kakiku, hanya saja aku harus bersih dan tidak boleh bermain kotor. Bagaimana mau bermain kotor? Wong orang aku sering bermain kotor seperti lumpur. Hehehe…

 

Sejak kecil aku bercita-cita menjadi dokter, mengapa karena aku ingin membantu menyembuhkan orang yang sedang sakit dan juga ingin seperti sang kakek atau biasa aku panggil Mbah Daud. Tetapi sayangnya beliau sudah di panggil MahaKuasa. 

 

Bismillah semoga impianku terwujud tanpa ada halangan sedikitpun, iya walaupun sebenarnya apapun yang kita kejar pasti ada halangan sana sini. Dan aku sudah buat rencana tiap bulan maupun tahun. Dan aku selalu menyemangati diriku sendiri ‘Bismillah, Asha kamu pasti bisa menjadi dokter. Ganbatte’ Seperti itulah kata semangatku.

Meraih Impian

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 3

- Jumlah Kata 487

 

Meraih Impian

***

“Permisi bu, saya ingin bertemu dengan Afsheen.” Kata Pak Galih

“Silakan, Pak Galih,” ucap Bu Riska

“Sheen, bapak minjam pulpen kamu.” Kata Pak Galih yang sudah di hadapanku yang terhalang oleh meja

“Ini, pak,” Ucapku sambil memberikan pulpen

“Kamu … di bidang mtk,” serunya Pak Galih sambil menceklis pilihan di suatu kertas dan kertas tersebut bertulisan Olimpiade Sains Nasional, “Ini kamu isi formulirnya ssama foto, fotonya 2x3 latarnya merah dan dikumpulin besok.” Kata Pak Galih

“Bapak, maaf, ini saya ikut lomba?” tanyaku kepada Pak Galih dengan secara pelan dan sedikit takut salah atas ucapanku dan teman-temanku kaget atas ucapanku

“Iya, kamu ikut lomba.” Kata Pak Galih

“Maaf, kenapa harus saya? Kenapa nggak yang lain saja, kan saya tidak pintar, tidak juara kelas, terus juga nilai saya saja kecil, Pak,” Ucapku memberitahu kepada Pak Galih 

“Ini disuruh sama Kepala Sekolahmu, kemampuanmu sudah masuk ke kriteria calon lomba Olimpuade. Bapak tahu kemampuan kamu dan teman-teman kamu, tetapi kamu lah cocok dan kamu anaknya mau berusaha dan mau belajar apapun itu yang ada di hadapan kamu, jadi kamu lah terpilih.” Penjelasan Pak Galih sambil meyakinkan dirku

“Tetapi pak, maaf, saya nggak bisa.” Kataku menolak secara halus

“Kenapa, nggak bisa? Afsheen dengerin Bapak, ini adalah kesempatan kamu ikut dan tidak ada lagi selain kamu, masa Kakak kelas kamu? Kan nggak mungkin, Kakak kelas kamu sudah harus fokus ke ujiannya, adik kelasmu? Sebenarnya bisa aja tapi belum ada yang tepat, dan tepatnya itu jatuh di tangan kamu. Jangan mirikin menang atau kalahnya, yang kamu pikirkan kamu harus bisa melakukan apapun yang ada di depan matamu dan tunjukkin atas kemampuanmu” Kata Pak Galih panjang kali lebar untuk meyakinkanku kembali.

 

Akhirnya Asha menerima formulir tersebut dengan berat hati, dia tidak mempedulikan orang-orang nanti bagaimananya. Yang dia pikirkan ini adalah kesempatan emas bagi dia, karena dia sudah menunggu-nunggu ikut lomba Olimpiade Matematika bahkan dia melupakan impiannya. Semoga ini adalah awalannya Asha meraih impiannya.

***

Tibalah hari Olimpiadenya, bismillah semoga Asha bisa mengerjakan soalnya dengan baik. Jujur saat ini Asha deg-degan banget, tidak memiliki pengalaman dalam hal perlombaan apalagi lomba ini. Dia ngeliat saingannya membuat iya jadi pengecut dan rasa semangatnya seketika hilang begitu saja. 

 

Tempat ia berlomba di salah satu sekolah SMK PGRI yang terkenal di Indonesia. Sebelum lombanya di mulai seluruh peserta dan guru masuk ke tempat aula acara perlombaan, akan melaksanakan pembukaan perlombaan. Aku kesana bareng sama 2 temanku yang bernama Fadil (Di bidang IPS) dan Afifah (Di bidang IPA), dan 1 (Satu) guru Bahasa Inggris bernama Miss Cinta. 

 

Akhirnya selesai juga aku mengerjakan soal lomba Olimpiade, aku kira disaat aku keluar tidak ramai masih sepi, ternyata ramai sekali sampai desak-desakkan dan aku bertemu Pak Galih, Pak Raga, dan Bu Rima. 

 

“Gimana, kamu bisa mengerjakannya?” tanya Pak Raga

“Alhamdulillah, Pak,” ucapku, “Sebenarnya mah deg-degan dan mendir dengan lawanku, tetapi bismillah saja.” Batinku

“Kamu, sudah ambil kotak makanan?” tanya Pak Raga, aku hanya menjawab gelengan kepala, “Ambil sana, ikut antre!” perintah Pak Raga

***

Hukuman?

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 4

- Jumlah Kata 491

 

Hukuman? 

***

“Diva, kamu sudah mengerjakan pr mtk?” tanya sahabatnya

“Sudah, kenapa?” kataku

“Boleh liat nggak?” tanya sahabat satu lagi tetapi berbeda orang

“Hmm… gimana, iya?” Kataku sambil memikirkannya

“Ayok dong, please.” Meminta memohon kepada diriku

“ Boleh silakan saja, tapi maaf kalau kalian sampai ketahuan sama Pak Galih aku tidak mau bertanggungjawab iya.” Kataku memberitahukan

“Iya, Adeevaku.” Kata sahabatku dengan penuh gembira

 

Kring … kring …

 

“Prnya di kumpulkan sekarang, yang tidak mengumpulkan maju kedepan!” ucap Pak Galih (Guru matematika)

“Baik, Pak,” seru Teman kelasku

“Eh, ini gimana? Aku belum ngerjain lagi,” seru temanku

“Wahhh… gawat aku belum ngerjain lagi,” ucap temanku satunya 

“Ayokk mana lagi masa segini doang yang ngumpulin?” tanya Pak Galih, “Yang tidak mengerjakan maju kedepan sekarang juga!” perintah Pak Galih dengan penuh amarah

 

Semua teman-temanku yang tidak mengerjakan maju ke depan dan di beri hukuman dari Pak Galih. Disaat Pak Galih mengoreksi tugas darinya tiba-tiba mukanya menjadi merah menahan amarahnya.

 

Brak …

 

“Ini kenapa masih aja kalian nyontek? Padahal ini gampang loh, tinggal kalian pelajari aja dan pahami teteapi kaliannya saja yang tidak mau mempelajarinya. Gimana nggak susah coba? Orang kalian tidak mau berusaha,” ucap Pak Galih dengan penuh amarahnya. 

 

Teman-temanku pada ketakutan karena, ada sebagian dari mereka ada yang menyontek kepada temannya. Sosok Pak Galih adalah orang tegas, dan killer semua orang takut kepada beliau disaat beliau marah, tetapi beliau selalu bilang kepada anak muridnya ‘Ada waktunya serius iya serius, waktunya bercanda iya bercanda’ begitulah perkataan beliau. Tetapi ada 1 (Satu) yang tidak takut atas sikap Pak Galih ialah Adeeva Afsheen Myesha, yaps diriku lah yang tidak takut kepada beliau, karena aku tau beliau seperti apa dan beliau lah yang mendorong kemampuan diriku yang telah aku sembunyikan sangat lama sekali. Kenapa disembunyikan? Kenapa nggak di tonjolkan? Iya, karena aku tidak memiliki keberanian dan percaya diri. Keberanian dan percaya diriku hilang seketika karena Sang Ayah lah yang telah menguburkan kepercayaan diriku. Kenapa Ayahku? Karena, Ayah selalu mengekang diriku untuk menjadi seorang perawat dan setelah SMP aku harus masuk sekolah SMK Kesehatan tetapi aku menolaknya secara pelan-pelan, tetapi Ayahku tidak mau. Setiap Ayah ‘menanyakan aku mau jadi apa nantinya?’ aku tidak pernah menjawab percuma aku menjawab pasti Ayahku selalu marah dan membentak kepadaku. Rasanya aku ingin menyarah saja daripada terus begini.

 

Waktuku SD aku tidak terlalu banyak bergaul dan aku menyendiri, entah kenapa pas di SMP banyak sekali yang mendekatiku mulai dari pertemanan atau hanya ingin memanfaat kemampuan diriku di bidang Matematika, Fisika, dan Kimia entah lah diriku tidak tahu. Bahkan sampai kakak kelasku yang beda 2 (Dua) tahun denganku aja dekat dengan diriku. Aku dari kecil tidak memiliki teman, kalau aku punya teman itu nggak bertahan hanya 1 (Satu) bulan saja habis itu udah nggak satu sama lain. Aku sering di bully oleh teman-temanku, bahkan setiap di bully aku selalu bilang, “Suatu saat diantara kalian yang bully aku cengeng, anak manja, dan sebagainya pasti kalian menrasakan apa aku rasakan.” Batinku dan iya akhirnya berkataanku terkabulkan ternyata ada temanku. 

***

 

Kebahagiaan

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 5

- Jumlah Kata 470

 

Kebahagiaan

***

Hari demi hari tibalah dimana semua kelas 3 SMP mempersiapkan ujian UNBK, ada sebagian orang mencari referensi soal-soal UNBK, ada yang masih santai-santainya, sedangkan diriku mempelajari materi buku UNBK yang di belikan oleh Sang Kakakku. Sebenarnya aku sudah membelinya ‘ntah kemana bukunya aku kurang tahu, sampai akhirnya aku dikasih oleh Bundaku bukunya dikasih ke Sepupuku. 

 

Tibalah di hari wisudaku, disaat sambutan dari Kepala Sekolah, beliau menyampaikan hasil nilai UNBK yang masuk 10 besar. Kata temanku namaku di panggil, aku bingung kenapa namaku dipanggil? Ada apa? Aku melanjutkan nyimak arahan dari Guru TKku. Setelah sambutan dari Kepala Sekolah, dan acara lanjutannya adalah penyerahan kenang-kenangan. Satu persatu di panggil oleh MCnya. Tibalah namaku dipanggil oleh MC

 

“Oh, ini yang namanya Addeva,” ucap Kepala Sekolah

“Iya, Pak.” Kataku

“Jaga kemampuanmu, jangan sampai lengah, dan memperluaskan kemampuanmu,” ujar Kepala Sekolah dan memberikan amanat untukku

“Baik, Pak, InsyaAllah.” Kataku

 

Setelah acara sungkeman bersama orang tua, pihak sekolah telah menyiapkan hadiah untuk anak muridnya yang sedang wisuda yaitu video kenang-kenangan selama kita sekolah disini. 

 

Disaat sedang menonton Bundaku bertanya, “Sha, tadi kamu dengar nggak nama kamu di panggil?” 

“Nggak Bun, tetapi Syifa bilang namaku di panggil. Emangnya kenapa, namaku di panggil?” tanya Asha

“Kamu masuk 10 besar,” ucap Bunda

“Ha? Masuk 10 besar, apa?” Kataku dengan ekspresi kaget

“Nilai UNBK kamu masuk 10 besar.” Kata Bundaku

“Siapa saja yang masuk 10 besar?” tanyaku dengan rasa penasaran

“Yang pertama Dwi, kedua Angel, ketiga Nur, keempat Hafidz, kelima Fadil, keenam dan ketujuh Bunda lupa, kamu kedelapan, kesembilan Rara, kesepuluh Siti.” Kata Bunda smempertahukan

“Gisel, Anggi, Afifah, sama yang lainnya nggak disebut?” tanyaku dengan rasa penasaran, karena mereka lebih pintar dariku

“Nggak, Sha,” ujar Bunda

“Lah kok, nggak?” tanya ku, “Padahal mereka pintar dariku, nilai ulangan aja lebih tinggi dariku, kenapa iya?” Batinku terucap

 

Acara demi acara telah di laksanakan tanpa ada halangan satupun. Waktunya berfoto-foto bareng-bareng mulai dari foto sama guru, Kepala Sekolah, dan teman satu angkatan. 

 

“Mr, saya mau lihat nilainya?” tanya Temanku

“Ini, nilai kamu,” ujar Mr sambil menunjukan nama temanku

“Sheen, kamu nggak mau lihat nilai kamu?” tanya Mr kepadaku sambil nunjuk nilai UNBK

“Boleh deh Mr,” ucapku dengan penuh penasaran

“Ini, nilai kamu.”Kata Mr menunjukkan nilaiku

“Mr, ini nilai saya segini?” tanyaku dengan kaget, “Nggak mungkin kan nilai saya segini?” tanyaku dengan tidak yakin

“Iya ini nilai kamu.” Kata Mr sambil meyakinkan diriku

 

***

 

Pada tanggal 28 Mei adalah hari ambil surat kelulusan dan juga ini adalah hari kelahiranku. Tibaku di sekolah untuk mengambil surat kelulusanku, pas disana masih sepi banget dan aku menunggu teman-temanku. 

 

“Adeeva Afsheen Meysha,” ucap Guru Bahasa Inggrisku yang bernama Miss Rahma

“Saya, Miss,” ujarku

“Kamu, nggak nagihin janji ke Pak Galih?” 

“Nagih apa, Miss?” tanyaku dengan kebingunan

“Nagih janji, katanya yang nilai 100 di traktir,”

“Lha, saya emang dapat nilai 100? Saya nggak dapat nilai 100, Miss.” 

 

 ***

 

 

 

Permasalahan I

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 6

- Jumlah Kata 429

 

Permasalahan I

***

Setelah hari kelulusan banyak yang mendaftarkan sekolah SMA Negeri maupun SMA Swasta, ada yang daftar SMK Negeri maupun SMK Swasta, bahkan ada yang sudah di asmara Pondok Pesantren. Saat ini aku sangat di lema sekali, antara aku harus ikhlas atau nggak terima apa ynga saat ini di kehidupanku, mengapa? Karena, yang pertama hasil pengumuman lomba kemarin gagal, yang kedua aku tidak keterima masuk sekolah SMA yang aku inginkan, yang terakhir jurusan yang aku malah nggak bisa aku jalani karena aku harus mengikuti kemauan Bundaku dengan alasan takut aku ngedrop lagi seperti waktuku SMP. 

 

Bukan hanya itu saja melainkan aku di cuekkin oleh Sang Ayah tercinta, aku di ceukkin hampir 2 tahun gara-gara keinginan Ayahku terhadap anaknya tidak ada yang menurutinya, bahkan bisa di bilang Ayahku tidak suka anaknya masuk sekolah Madrasah apalagi Pesantren, lah kok? I don’t know, padahal di luar sana orangtua menginginkan Sang Anaknya masuk sekolah Pesantren tetapi keluargaku tidak.

 

Aku bingung harus ngapain? Impianku udah hancur sehancurnya seperti debu yang sedang berterbangan, ‘ntah kemana perginya dan susah sekali untuk mengumpulkannya Kembali. Mau nggak mau harus buat lembaran yang baru.

 

Saat ini aku sedang mendaftar di suatu sekolah SMA favorit di Indonesia, ada beberapa temen SMP ikut juga mendaftar bareng denganku, tetapi tidak berlangsung lama temenku tarik berkas dikarenakan mereka tidak mau masuk disana dan mereka takut dengan peraturan yang sangat ketat, alhamdulillah aku masih bertahan disana. Tetapi di balik itu semua ada lika-likunya.

“Ayah, ini ada dataku ada yang salah dan di KK (Kartu Keluarga) namaku kurang satu huruf,” tanya Asha sambil memperlihatkan data yang salah

“Iya sudah nanti Ayah telepon Abang buat ganti datamu” 

 “ Halo” sapa yang di sebrang telpon

“Fi, coba kamu ubah data adikmu, kata Asha datanya ada yang salah, coba kamu benarkan datanya,” ucap Ayah kepada sebrang telpon

“Iya, nanti Lutfi benarkan” 

 

Setelah telpon ditutup oleh Kakakku, tidak lama kemudian Kakakku nelpon lagi

“Yah, data adik nggak bisa di benarkan”

“Lah, terus data adikmu bagaimana?”

“Sebentar, nanti Lutfi kesana, Yah” 

“Iya udah,” kata Ayah sambil menutup telponnya, “Data kamu belum bisa di benarkan sama Mas, ‘ntar Masmu kesini”

“Sebenarnya aku sudah mengetahui dataku salah dari aku Try Out tetapi aku sudah meminta untuk dibenarkan dataku, aku kira datanya sudah dibenarkan ternyata masih salah.” Kataku menjelaskan yang sebenarnya mengenai permasalahan data

 

Setelah selesai mengurus berkas nggak lama Kakakku datang ke tempat pendaftaran SMAku, dan menanyakan bagaiamana cara agar dataku selesai dibenarkan. 

 

Sampai dirumah masih berdebat permasalahan dataku, kenapa bisa sampai salah hingga Kakakku datang ke sekolah untuk menyelesaikan permasalahan dataku, sebelum datang ke sekolah Bundaku menelpon guruku yang bersangkutan dengan dataku. 

***

 

 

Hancur I

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 7

- Jumlah Kata 448

 

Hancur I

***

 

Tahun ini hidup sangat kacau, hancur, sudah tidak tahu lagi dengan ujian kali ini. Ingin menyerah tapi masih ingat harus mengejar impian yang belum bisa di wujudkan, tapi… ternyata ujianku lebih berat. 

 

Impianku yang harusnya sekarang sudah terwujud malah tidak terwujud, seharusnya aku bisa menyusul cita-citaku tapi tidak bisa karena aku harus menuruti permintaan Mas Lutfi dan Bunda untuk masuk jurusan IPS hufffttt. Iya sudah mau tidak mau harus mengikutinya demi kebaikanku, bukan hanya itu saja melainkan data SKHUN SMPku sedang bermasalah yaitu dataku ada yang salah di bagian bulan kelahiranku yang salah.

 

Sifatku sekarang hingga kelas 2 SMA menjadi cuek, jutek, judes, dingin tidak tersentuh sama sekali. Semua impian yang sudah di bangun Kembali hancur lagi yang sekian kalinya, dan aku takut untuk bangun impian baru. 

 

Hari demi hari hidupku semakiin kacau, ‘ntahlah aku bingung. Setiap berangkat ke sekolah aku selalu tidak semangat sama sekali. Jujur aku sama sekali tidak terlalu tertarik untuk masuk sekolah yang sekarang aku menimba ilmu disana, karena yang pertama adalah pilihan Bunda dan Mas Lutfi, kedua bukan sekolah yang aku inginkan, ketiga dalam pertemanan aku tidak suka, keempat dalam pengajarannya tidak suka.

 

Jujur tidak ada satupun yang enak, karena cara ngajar mereka kayak tidak ikhlas. ‘Ntah lah aku tidak tahu itu benar atau tidak yang tahu hanya Tuhan saja aku, aku hanya menjalankan dengan secara ikhlas. Untuk kali ini ikhlas nggak ikhlas harus ikhlas.

 

Hampir 3 tahun aku tidak akrab dengan teman kelasku, aku lebih cenderung berteman dengan beda kelas. ‘Ntah lah kenapa aku susah akrab dengan mereka. Mereka juga tidak menganggap diriku sebagai teman, menganggap diriku sebagai musuh mereka. Tidak ada satupun dari keluargaku yang mengetahui atas bertemanan diriku dengan teman kelasnya. 

Disaat posisi seperti ini aku ingin ada satu orang dari keluargaku mengetahui permasalahan yang aku alami saat ini. Ingin rasanya aku cerita kepada orangtua, tapi percuma orangtuaku pasti selalu bilang ‘Kamunya aja kali yang berbuat salah sama temannya jadi kamunya di jauhin’ lah sejak kapan aku melakukan kesalahan? Aku sama sekali nggak melakukan kesalahan. Kalian lah yang melakukan tindakan yang salah sampai akhirnya aku tidak mau berteman dengan siapapun.

 

Iya sudahlah aku hanya pasrah saja. Terserah mereka mau melakukan apa, aku menurutinya. Untuk saat ini aku sama sekali tidak memiliki gairah untuk mewujudkan impian, sekarang lagi mengikuti permainan orang-orang di sekitar ku. 

 

Jujur aku capek mengikuti kemauan orangtua, tapi apalah dayaku dari kecil sudah mengikuti kemauan orangtua, ingin rasanya untuk tidak mengikuti kemauan mereka tapi hatiku sakit kalau tidak menuruti permintaan mereka kepadaku. Serba salah dengan diri sendiri.

 

Bismillah ini adalah ujianku yang paling terberat buatku saat ini, nggak tau kedepannya apakah ujianku lebih berat dari yang sekarang atau gimana, aku sama sekali tidak tahu yang tahu hanya Allah.

 

***

 

Perjuangan Baru

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 8

- Jumlah Kata 439

 

Perjuangan Baru

***

 

“Div, kamu udah punya kelompok?“ tanya temanku, aku menjawab dengan celengan kepala

“Kenapa, belum” tanya kembali dengan orang yang berbeda 

“Nggak apa-apa” jawabku dengan sederhana

“Iya sudah kalau ada kelompok kamu tanya aja yang lain”

“Hmm”

 

Begitulah diriku menjawab pertanyaan teman sekelas dengan seadanya aja, sakingnya sifat dinginku iya seperti itu. Kecuali, temanku yang sudah aku anggap sebagai sahabat baruku. 

 

“Asha, kamu udah punya pacar?” tanya temanku yang bernama Nabil

“Kenapa?” 

“Udah punya atau belum?”

“Belum, kenapa?”

“Apabila aku suka dan cinta sama kamu, mau jadi pacarku?”

“Ha? Jangan bercanda lah, Bil?” 

“Aku nggak bercanda serius!”

“Kalau suka dan cinta denganku, bisa nggak tunggu aku siap”

“Nggak apa-apa aku siap tunggu”

“Tunggunya, sedikit lama, nggak apa-apa?”

“InsyaAllah nggak apa-apa”

“Iya sudah aku tunggu, iya”

“Kamu, nggak nanya ke Nabil, kenapa suka sama kamu? Tanya teman sebangkunya Nabil

“Nggak, buat apa? Itu haknya Nabil, suka sama siapa terserah aku nggak perduli”

“Kamu sebelumnya udah punya pacar?”tanya Nabil

“Belum, kenapa si tanya pacar? Aku bilang ke kalian sedikitpun aku tidak pernah berpacaran, kalau aku punya pacar buat apa aku sekolah? Yang ada aku di nikahin sama Bunda dan Abang!” penjelasanku kepada Nabil dan teman sebangkunya yang bernama Revan

 

***

 

Dear Diary

 

Impian yang harus terwujud

1.      Masuk perkuliahan yang diinginkan

2.      Membuat karya sastra

3.      Mengajarkan adik hingga SMA 

4.      Kuliah S2 di luar negeri 

5.      Beasiswa penuh

6.      Tidak ingin pacaran, kecuali ta’aruf

 

Itu adalah schedule impianku saat ini, semoga Impianku tercapai. Orang-orang pada bertanya dengan diriku ‘kenapa sikapku berubah jadi cuek, jutek, dingin?’ karena, aku sedang beradaptasi dengan lingkungan baru, beradaptasi dengan permasalahanku. 

 

Bye the way, permasalahan Olimpiade Matematika aku tidak lulus dan cita-citaku sudah tidak bisa terwujud di karenakan aku masuk SMA dengan jurusan IPS dan aku tidak suka pelajaran IPS. Selama kurang lebih 1 tahun aku harus beradaptasi dengan materi IPS. 

 

Guru SMA dan teman SMAku tidak ada satupun yang mengetahui latar belakangku yang sebenarnya, tetapi hanya satu orang saja itupun dia teman TKku hingga sekarang satu sekolah dan satu kelas. Dia bernama Raina, ia adalah teman TK hingga sekarang dulu aku dekat dengan dia tetapi sekarang sudah tidak dekat karena dia bermain dengan teman barunya dan memiliki satu sirkel, aku nggak apa-apa tidak berteman dengan dia. Sekarang aku sudah punya teman yang satu sirkel denganku, semoga aku pertemananku yang baru sampai akhir hayat. 

 

Aku tidak pernah pacaran sedikit, apabila aku pacaran aku langsung di nikahkan oleh Bundaku. Aku juga tidak mau berpacaran terlebih dahulu, apabila ada orang yang datang ke rumah untuk meminta izin mengambil diriku untuk dunia dan akhirat InsyaAllah aku menerimanya dengan ikhlas apabila kedua orang tuaku mengizinkannya bukan hanya orangtua melainkan Kakakku. 

***

 

 

Patah Hati

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 9

- Jumlah Kata 455

 

Parah Hati? 

***

“Mba, tahu ini nggak?” tanya Adikku sambil menunjukkan soal

“Tahu, kenapa?”

“Ajarin mba, aku nggak ngerti”

“Iya sudah, sini mba ajarin,” memerintahkan kepada adikku duduk di sampingmu, “Baca soalnya” kataku.

“Hasil panen seorang petani adalah sebagai berikut.

Gabah 8 ton, singkong 4 kuintal dan jagung 300 kg. Berat panen petani adalah...kg

a. 8800 b. 8700 c. 8600 d. 8500”

“Caranya tuh begini, 1 ton = 1000 kg

1 kuintal = 100 kg

Diketahui :

8 ton = 8000 kg

4 kuintal = 400 kg

Ditanya : Berat panen petani...kg

Jawab :

=8000kg+400kg+300kg

=8700kg (b),” menjelaskan soal Matematika kepada adikku, “Ngerti nggak?” tanyaku

“Iya, ngerti”

***

Hari demi hari aku menjalani kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya, aku semakin kuat dan tabah menghadapi segala ujian. Aku semakin dingin kepada teman kelasku, kecuali sahabat SMAku yang setiap hari bersamaku.

Apa kabar dengan Nabil? Apakah Nabil masih bertahan untuk menungguku? Bagaimana perasaan Nabil masa tetap sama suka kepadaku? Jelas, Nabil masih suka sama diriku, tetapi Nabil tidak kuat menunggu atas jawabanku, karena aku tipikal orang yang susah menerima seorang laki-laki dan aku tidak segampang itu buat jatuh cinta.

Kalian mikir aku nggak pernah jatuh cinta pandangan pertama? Eitsss, kalian salah besar, aku sudah pernah jatuh cinta pada pandangan kepada siapa? Apakah kepada Nabil? Atau dengan yang lain? Aku jatuh cinta kepada anak guru ngajiku yang bernama Fahru.

Sayangnya dia cuek, dingin kepada diriku tetapi kepada orang lain dia sama sekali tidak cuek. ‘Ntahlah diriku tidak tahu alasannya kenapa, dia cuek dengan diriku?

Aku mengharapkan cintaku terbalaskan, tetapi itu tidak akan bisa terjadi karena aku yakin tipikal dia kepada perempuan yang baik, cantik, pinter, dan lain-lain, sedangkan diriku apalah aku masih menjadi anak nakal, banyak tingkah. Setiap sholat dan berdoa selalu aku selipkan nama dia, tetapi do’aku belum ada tanda-tanda yang baik nggak lama aku medapatkan teguran dari Allah kalau aku cintaku tidak di balaskan, iya sudah nggak apa-apa.

Jujur aku sama sekali tidak berbakat dalam hal urusan cinta, tetapi aku sangat bakat apabila temanku sedang patah hati dengan pacarnya aku bisa tenangin dan memberi nasehat kepada temanku. Bahkan temanku bilang ‘Asha, kayaknya kamu sudah mengerti yang namanya patah hati, sudah tahu cara menangani masalah patah hati padahal kamu belum pernah pacaran’ menurut aku pribadi, semua orang pasti memiliki rasa patah hati, tetapi rasa patah hati kebanyakan kepada pacarnya, sedangkan diriku tidak. Aku patah hati dengan keluarga, kecewa dengan keluarga makanya aku bisa di bilang sudah tahu cara menangani masalah patah hati, kecewa dan lain-lain.

Semua orang pasti memiliki rasa kecewa, patah hati, sakit hati, dan lain-lain sebagainya tetapi mereka tidak terlalu bisa menanganinya dalam permasalahan tersebut. Mereka malah meresapi permasalahannya bukan cari cara buat menangani permasalahannya. Itu lah mereka belum terlalu paham untuk memecahkan permasalahannya yang mereka hadapi.

***

 

 

 

 

 

 

 

Cinta

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 10

- Jumlah Kata 456

 

Cinta 

***

Tiada hati tiada yang namanya kehidupan bahagia, pasti memiliki kehidupan yang pahit. Selama kurang hidup aku selalu di buat tidak nyaman yaitu dari kecil aku sudah diarahkan oleh Ayah aku selalu mengikuti arahan Ayah, tetapi itu tidak bertahan lama aku malah tidak mengikuti arahan Ayah saat ini. Karena, aku ingin mewujudkan impian baruku tanpa ada campur tangan oleh orang lain. 

 

Bukan hanya itu saja, melainkan asmara. Setelah aku memutuskan move on dengan Aa Fahru, sekarang belum ada lagi seorang yang buatku jatuh cinta. Sebenarnya ada orang yang cinta kepadaku tetapi orang itu tidak bertahan lama dia menyerah dan mencari wanita lain untuk jadi pacarnya. Disaat aku tidak pernah bertemu dengan teman SMAku, sekarang bertemu kembali disaat pengambilan buku LKS di sekolah, dan aku bertemu dia dengan cewek, aku berpikir itu pasti pacarnya dan ternyata benar itu pacarnya. 

 

“Sha, “ panggilnya Nabil

“Hmm”

“Sha, aku mau ngomong sama kamu”

“Kalau mau ngomong, ngomong aja si Bil disini”

“Nggak disini, Sha”

“Terus mau, dimana?”

“Disana aja, mau?” menunjukan tempat depan ruang Kepsek

“Iya, sudah ayok, La, Prim, Ndi, tunggu iya”

“Iya, Sha,” Jawab mereka bertiga dengan serempak

 

Aku dan Nabil jalan ke tempat depan ruangan Kepsek

 

“Apa kabar, Sha?”

“Alhamdulillah baik, sekarang ke intinya aja iya nggak usah basa-basi”

“Sha, apakah di hatimu sudah diisi oleh orang lain?”

“Kenapa?”

“Sha, jawab dulu ada atau nggak?”

“Untuk saat ini nggak ada, kenapa?”

“Aku masih cinta sama kamu, Sha”

“Ha, yang bener lah? Itu yang di depan sama anak-anak, siapa Bil? Pacarmu kan?”

“Kamu tahu itu pacarku?” tanya balik dengan muka kaget

“Nggak kaget kayak gitu”

“Gimana nggak kaget, Sha, aku sama sekali belum kasih tahu ke kamu tetapi kamu sudah mengetahuinya”

“Bil, aku nggak usah di kasih tahu oleh siapa pun aku tahu sendiri kok, dari sikapnya saja sudah berbeda”

“Sha, jujur aku masih cinta sama kamu, apakah aku boleh memperjuangkan kembali cintaku ke kamu?”

“Bil, aku mohon cinta kamu harus di perjuangkan untuk pacarmu, jangan untukku”

“Tetapi aku cintanya sama kamu, Sha”

“Bil, buat apa kamu punya pacar tetapi kamu masih suka sama aku, buat apa?” dengan tegasnya, “Buat panasin diriku gitu? Kalau kamu sudah punya pacar terus aku cemburu dan aku mengejar cintamu? Iya kayak gitu”

 

Nabil malah diam saja tidak menjawab pertanyaanku

 

“Itu tidak akan bisa, Bil, sekarang aku mohon sama kamu move on dengan diriku dan tolong hargai pacarmu sekarang. Hargailah dia dengan baik, hargai dia dengan secara tulus bukan karena aku menyuruh kamu iya. Aku minta hargailah dia dengan tulus”

“Sha, kalau aku sudah putus, apakah aku masih bisa memperjuangkan cintaku terhadapmu?”

“InsyaAllah kalau Allah mengizinkannya, Bil”

“Terimakasih, telah mengizinkan aku”

“Sudah kan, Bil?” Nabil menjawab dengan anggukan, “Iya sudah aku pamit iya karena aku sudah di telpon oleh abang, permisi, assalamu’alaikum”

“Waalaikumsalam”

 

***

 

 

 

 

 

Seseorang?

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 11

- Jumlah Kata 449

 

Seseorang? 

***

“Eh, kok banyak polisi?” tanya temanku

“Polisi?” tanya temanku dengan berbeda orang

“Yesss, nggak belajar, “ ucap temanku dengan gembira

 

Kelasku menjadi berisik sekali dan banyak teman-temanku yang lain ada keluar kelas ada juga yang di dalam kelas sepertiku di dalam kelas hanya membaca buku novel ‘Pesantren Impian’ karya Asma Nadia. Disaat sedang asik membaca ternyata kakak polisinya sudah masuk ke kelas, teman-temanku pada heboh kecuali aku, aku cuek bebek bodo amat nggak perduli. Ada sebagian temanku sibuk membantu kakak polisi buat presentasi, setelah selesai membantu waktunya perkenalan. Satu persatu perkenalan, disaat diriku perkenalan hanya nama panjang, nama panggilan alumni, tempat tinggal, dan sudah punya pacar atau belum hanya itu saja. Disaat semua sudah perkenalan waktunya presentasi atau mempromosikan kegiatan Akpol (Akademik Kepolisian). 

 

Disaat promosi atau presentasi ada satu kakak Akpol merhatiin aku, jujur aku sedikit risih kalau di liat terus menerus oleh orang yang tidak kenal, rasa ingin sekali aku ngomelin dia masa iya ngomel ke dia hanya ngeliatku nanti aku di bilang ge-er lagi oleh temanku. Iya sudah aku diamkan saja, aku cuekkin hingga akhirnya selesai presentasi dan tanya jawab. 

 

Setelah selesai, kakak Akpol meminta kita untuk foto bersama. Di luar ramai sekali yang sedang berfoto-foto. Selesai foto-foto waktunya istirahat ada yang ke kantin dan ada yang ke masjid untuk sholat Dhuha sepertiku saat ini sholat Dhuha bersama temanku. Disaat menuju ke masjid aku tiba-tiba di panggil oleh seseorang dengan suara yang aku kenal. 

 

“Adeev,” panggilan seseorang yang di panggil tidak menengok

“Adeeva Afsheen Myesha.” Memanggil lagi

 

Aku menengok mencari orang yang memanggil namaku dan ternyata yang memanggil diriku ialah sepupuku dari Ayah. 

 

“Sini”

“La, bentar dulu aku di panggil sama sepupuku”

“Oh iya, Sha” ujar Lala

“Assalamu’alaikum, Mas”

“Wa'alaikumsalam, Mas panggil kamu kenapa nggak tengok?”

“Maaf, nggak kedengeran, Mas”, ucapku dengan jujur, “Ada apa iya, Mas”

“Kamu sekolah disini?”

“Menurut Mas bagaimana?” tanya balikku

“Menurut Mas kamu sedang bermain”

“Oh Oke kalau itu menurut Mas Rizky”

“Ndak-ndak Mas hanya bercanda dek, kamu sekolah disini?”

“Iya, aku sekolah disini, kenapa?”ucapku dengan sedikit judes

“Jangan judes, kenapa dek?”

“Maaf siapa yang judes, iya?”

“Hmm” batuk seseorang

“Eh, bang” ucap sepupuku yang bernama Rizky

“Ini, siapa?”

“Siap ini keponakan saya, Bang”

“Sha” panggilan temanku

“Mas Rizky, Pak, maaf saya mau pergi ke masjid untuk sholat Dhuha”

“Oh iya, silakan saja dek” Kata Mas Rizky

“Silakan, Neng”

“Permisi, assalamu’alaikum”

“Wa’alaikumsalam”

 

***

 

Hari ini aku sedang asik bermain handphone membuka Instagram, tiba-tiba ada Dm masuk aku liat Dm-annya dan ternyata yang Dm-ku kakak Akpol yang waktu aku menfotokan temanku, ia bernama Arsenio Addar Quthni Poldi. Tetapi diriku tidak membaca maupun membalasnya, aku mendiamkan saja, sampai akhirnya aku membaca dan membalas karena ia terus menerus Dm-ku tanpa hentinya. 

 

DM Instagram

 

“Assalamualaikum”

 

***

Cinta II

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 12

- Jumlah Kata 454

 

Cinta II

***

 

Hari ini aku sedang asik bermain handphone membuka Instagram, tiba-tiba ada Dm masuk aku liat Dm-annya dan ternyata yang Dm-ku kakak Akpol yang waktu aku menfotokan temanku, ia bernama Arsenio Addar Quthni Poldi. Tetapi diriku tidak membaca maupun membalasnya, aku mendiamkan saja, sampai akhirnya aku membaca dan membalas karena ia terus menerus Dm-ku tanpa hentinya. 

 

DM Instagram

 

“Assalamualaikum”

“Walaikumsalam”

“Boleh kenalan nggak?”

“?”

“Saya Arsenio, kamu siapa?”

“Adeeva"

“Saya boleh minta tukeran nomor handphone?”

“...”

“Saya nge-Dm kamu memiliki niat baik yaitu ingin ta’aruf kamu, iya saya tahu ini terlalu terburu-buru bagi kamu, nggak apa-apa saya akan menunggu kamu sampai siap”

“Kalau kakak memiliki niat baik untuk ta’aruf saya, lebih baik kakak bertemu langsung kepada keluarga saya saja, kak”

“Apakah hari sabtu keluargamu berkumpul?”

“Kalau pagi Ayah dan Abang saya kerja, Adik saya sekolah. Lebih baik Kakak bertemu keluarga saya di hari Minggu saja”

“Baik, InsyaAllah hari Minggu besok saya akan ke rumahmu untuk bertemu dengan keluargamu”

“Oke”

“Terimakasih atas waktunya saya pamit undur diri, wassalamu’alaikum”

“Wa’alaikumsalam “

 

‘Ya Allah ini aku tidak bermimpikan? Apabila ini mimpi tolong jangan bangunkan diriku. Jujur ini terlalu cepat buatku, Ya Allah apabila dia jodohku tolong di pertemukan kalau tidak jangan di pertemukan denganku’ batinku

 

***

 

Di hari Minggu telah tiba, dimana seorang gadis cantik sedang membantu membereskan rumah dengan keluarga . Disaat sedang beberesih ada 3 orang laki-laki memakai seragam Akpol di depan rumah dan posisiku sedang tidak memakai hijab, langsung aku kabur untuk menggantikan pakaian yang sedikit sopan. 

 

“Assalamu’alaikum”

“Wa’alaikumsalam”

“Ibu, maaf saya mau bertanya, apakah benar ini rumah Adeeva?”

“Iya, benar, masuk dulu Mas”

“Iya bu, terimakasih”

“Asha, ada cari kamu” teriak Bunda, “Silakan duduk, Mas”

“Iya Bun” ucapku

“Itu kamu temuin dulu tamunya”

“Baik Bun,” aku langsung bertemu dengan tamu dan duduk, “Maaf ada perlu apa mencari saya?”

“Saya dan teman saya ingin bersilaturahmi, dan saya bermaksud datang kesini juga untuk meminta izin ke keluargamu untuk ta’aruf”

“Ha? Maksudnya Kakak yang Dm saya?”

“Iya, benar, kamu Adeeva?”

“Iya Kak, Kakak tunggu saja dulu sampai Ayah saya datang baru kakak bicara sama Ayah saya. Saya tinggal ke dapur terlebih dahulu”

“Lah, kamu kok malah tinggalin tamunya?” tanya Bunda

“Tamunya ingin bertemu dengan Bunda dan Ayah”

“Emang itu siapa?”

“Itu Kakak yang tinggi dan putih memiliki niat baik yaitu mau ta’aruf aku Bunda, waktu itu aku sudah kasih tahu Bunda”

“Iya sudah ini kamu bawa ke depan iya, bentar lagi Ayah pulang”

 

Aku membawa nampan yang berisi minuman dan makanan untuk tamu, disaat aku membawa Ayahku pulang

 

“Assalamu’alaikum, eh tamu”

“Wa’alaikumsalam, Ayah ada mau bertemu dengan Ayah”

“Oke baik”

“Ayah aku tinggal ke belakang iya, Kakak saya permisi dulu, Kakak bilang saja kepada Ayah”

 

Nah hayooo mau bilang apa? Sampai disini dulu bikin ceritanya sampai ketemu besok. 

 

 

Di cintai?

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 13

- Jumlah Kata 423

 

Di cintai? 

***

“Ayah aku tinggal ke belakang iya, Kakak saya permisi dulu, Kakak bilang saja kepada Ayah”

“Ada apa Mas, bertemu dengan saya?”

“Bapak maaf sebelumnya, saya Arsenio ini teman-teman saya. Kami kesini ingin silaturahmi dengan keluarga Bapak dan saya ingin meminta izin untuk ta’aruf anak gadis Bapak”

“Mas, kenal anak saya dimana?”

“Saya kenal anak Bapak di sekolah anak Bapak, waktu itu kami sedang berkunjung ke sekolah anak Bapak dari situ saya melihat anak Bapak”

“Mas yakin dengan anak saya?”

“InsyaAllah, Pak, saya yakin”

“Apakah Mas sudah bilang ke anak saya?”

“Sudah Pak”

“Anak saya sudah menerima ajakan dari Masnya?”

“Belum Pak”

“Saya mengizinkannya untuk Mas bertaaruf dengan anak gadis saya, tetapi jawabannya ada di tangan anak saya, sebentar saya panggilkan anak saya,” sambil menyeruput minumannya, “Asha” panggilan Ayah

“Iya Ayah” ucapku sambil menuju ke tempat ruang keluarga

“Sini, Nak, kamu duduk, ngobrol sama mereka, Ayah mau ke lapangan lagi”

“Baik Ayah”

“Saya tinggal dulu iya Mas”

Hmm, Kak, boleh tanya?”

“Boleh, mau tanya apa?”

“Kakak yakin dengan ucapan kakak?”

“InsyaAllah yakin”

“Kakak tahu umur saya masih bisa di bilang labil?”

“Iya, saya tahu”

“Kakak tahu apabila seorang anak gadis yang belum berusia 17 tahun dan di ajak ke jenjang serius dan masih memiliki sifat labil, Kakak tahu cara mengatasinya?”

“InsyaAllah”

“Kakak, kenapa pilih aku? Kenapa, kakak nggak pilih yang lain? Aku masih labil, Kak, dan masih banyak impianku yang harus aku wujudkan saat ini”

“Kenapa saya pilih kamu, karena kamu unik ketimbang dengan wanita lain, InsyaAllah impian kamu akan terwujud, saya akan bebaskan kamu dalam impian selagi itu baik buat kamu”

“Kak, apakah boleh saya minta waktu untuk menjawab doa dan sholat ku”

“Boleh, saya akan menunggunya”

“Terimakasih atas niat Kakak, terimakasih sudah memberi waktu untukku”

“Saya boleh minta no handphone kamu?”

“Boleh, no Handphone ku, 0896xxx”

“Oke, sekarang kamu kelas berapa?”

“Kemarin yang masuk kelas kamu, siapa?”

“Kak Arief dan Kak Meyra, kenapa?”

“Nggak apa-apa, boleh saya tanya lagi”

“Boleh”

“Kamu saat ini sudah punya punya pacar?”

“Belum”

“Kamu sudah pernah pacaran?”

“Belum, Kak, kalau kakak?”

“Saya sebelumnya sudah punya pacar, untuk saat ini saya tidak pacaran saya ingin berkomitmen baik denganmu”

“Apabila aku menerima Kaka, apakah Kakak akan mau mendukung impianku?” tanyaku dengan lesuh 

“InsyaAllah saya akan mendukungnya selagi itu baik buat kamu,” penjelasan Kak Arsenio, “Kalau boleh tahu, impian kamu apa?”

“Maaf, aku tidak bisa kasih tahu disini masalah impianku, karena aku takut”

“Takut, kanapa?”

“Kakak ingin tahu apa yang aku takutkan saat ini?”

“Iya, boleh “

“Nanti aku kasih buku diaryku ke Kakak, buku itu berisi semua impianku”

 

***

 

 

 

 

Menemukan Cinta Sejati

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 14

- Jumlah Kata 452

 

Menemukan Cinta sejati

***

 

Satu bulan sudah ku lalui dengan berbagai rintangan, aku masih belum memberikan atas jawaban dari Kak Arsenio. Setelah kedatangan Kak Arsenio sekarang aku sering di chat ataupun video call, sama seperti sekarang aku sedang video call bersama Kak Arsenio. 

 

“Assalamu’alaikum, Adek”

“Waalaikumsalam, Kak”

“Adek lagi ngapain?”

“Lagi ngerjain tugas sejarah Indonesia”

“Adek sudah makan?”

“Sudah,” sambil mengerjakan tugas, “Kak, ada yang ingin aku sampaikan”

“Kamu mau sampaikan apa?”

“Sebelumnya aku minta maaf sama Kakak, baru ngasih jawaban ke Kak Nio, bismillah aku menerima atas ajakan ta’aruf Kakak”

“Kamu seriusan?”

“Iya, Kak, maaf aku baru ngasih jawaban sekarang”

“Nggak apa-apa, Dek InsyaAllah Kakak akan ke rumah kamu bulan depan bersama keluargaku”

“Baik Kak”

 

***

 

Aku dengan Kak Arsenio sudah memiliki hubungan ta’aruf, Kak Arsenio datang ke rumahku bersama keluarga besarnya. Kak Arsenio memiliki niat baik bukan hanya ta’aruf melainkan ia ingin khitbah diriku, sebelum aku menjawab menerima niat baik Kak Arsenio juga bilang kepada-Ku ia ingin ta’aruf dan khitbah diriku, sampai akhirnya aku mendapatkan jawaban yaitu ‘Iya'. Aku dan Kak Arsenio membuat acara pernikahan setelah aku lulus SMA, karena dari kedua pihak keluarga tidak ingin ada timbul perfitnahan jadi di percepat, jujur aku kaget padahal ada beberapa yang harus aku kejar impianku, tetapi aku sudah keburu menerimanya iya sudah bismillah semoga aku bisa menjalaninya. Selama Kak Arsenio menunggu jawabanku, baik aku atau Kak Arsenio sudah saling tahu menahu tentang kepribadian diri. 

 

Bahkan disaat aku sedang hancur, bertengkar oleh Ayah, Kak Arsenio chatting-ku tidak di bales berhari-hari, telpon tidak di angkat sampai akhirnya Kak Arsenio datang ke rumah dan kebetulan Kak Arsenio sedang cuti bertugas. 

 

“Assalamu’alaikum”

“Walaikumsalam” ucap Syafiq, “Masuk, Mas.”

Syafiq memberikan tamu untuk masuk ke dalam rumah

 

“Mba Asha ada, dek?” tanya Kak Arsenio. Yaps yang datang ke rumah ialah Kak Arsenio. 

“Mbak ada lagi di kamar, sudah beberapa hari ini Mba jarang keluar kamar itupun hanya makan dan ke kamar mandi saja, Mas” penjelasan Syafiq

“Ada apa dengan Mbak-mu”

“Mba lagi sedang bertengkar dengan Ayah, Mas, sampai-sampai mengurungkan diri di kamar”

“Bertengkar karena apa?”

“Bertengkar karena Mba nggak mau mengikuti keinginan Ayah untuk menjadi perawat”

“Sekarang, Mba masih di kamar?”

“Masih, Mas”

“Mas, boleh ke kamar Mba?”

“Boleh,” persetujuan Syafiq, “Kamarnya ada di atas, Mas, yang pintu warna putih.” Memberi tahu kamar Mba Asha. 

 

Tok tok tok

“Mba, nggak mau di ganggu, Dek”

“Ini aku, Dek” ucap Kak Arsenio sambil membuka pintu kamar

“Mas?” kagetku. Yaps aku sekarang manggil Kak Arsenio dengan sebutan ‘Mas' karena Kak Arsenio dari keluarga dan aku dengan Kak Arsenio pernah bermain bareng waktu kecil di kampung halaman Bunda dua (2) fakta yang baru aku ketahui dari keluarga. 

“Ada apa? Aku chatting dan nelpon kamu kok nggak di jawab? Ada masalah apa? Cerita sama Mas”

 

Bersambung

 

***

 

 

 

Hancur II

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 15

- Jumlah Kata 497

 

Hancur II

***

 

“Ada apa? Aku chatting dan nelpon kamu kok nggak di jawab? Ada masalah apa? Cerita sama Mas”

“Mas, aku salah iya kalau menolak permintaan Ayah?”

“Nolak apa dulu?”

“Nolak permintaan Ayah untuk menjadi seorang perawat”

“Menurut Mas, nggak salah tetapi kamu menolak secara pelan pelan nggak?”

“Aku sudah bicara sama Ayah mengenai masa depanku mau menjadi apa, tetapi Ayah kekeh ingin aku jadi perawat”

“Emangnya kamu mau masa depanmu seperti apa?”

“Ingin menjadi seorang penulis, tetapi kata Ayah nanti kalau aku kerja gajinya kkeci,” dengan muka tatapan kosong, “Aku tahu nggak semua perusahaan atau karyawan baru dapat gaji gede, emang Ayah kira menjadi seorang perawat gajinya gede nggak juga, tergantung kerjanya kita, Perusahaan atau RSnya? Benar nggak?”

“Iya benar kata kamu, emang kamu nggak mau berusaha dulu daftar di perawat?”

“Mas, aku sudah berusaha untuk belajar MIPA tetapi nggak bisa”

“Apanya yang nggak bisa?”

“Aku nggak terlalu paham di pelajaran Biologi kelemahanku tuh di pelajaran Biologi”

“Biologi sebenarnya gampang loh”

“I know Mas, tetapi semua orang memiliki berbedaan sedangkan diriku tidak suka Biologi, nilai Biologi aku waktu SMP kecil banget nggak pernah dapat 3, Mas,” penjelasanku dengan sedikit emosi

“Iya sudah sekarang kamu tunjukkan kepada Ayah kalau kamu bisa menjadi seorang penulis yang hebat”

“Hmm”

“Udah sekarang jangan sedih ikut Mas, yuk”

“Kemana?” dengan penuh kebingungan

“Tempat asrama Mas”

“Ngapain?”

“Ngapain aja boleh”

“Ngajak dedek”

“Iya”

 

***

 

Sudah hampir 3 bulan hubungan anak gadis dan Ayahnya sedang tidak baik-baik saja karena beda pendapat hingga saling cuek, jutek, apalagi Sang Ayah tiap hari marahin Anak gadisnya. Anak gadisnya menjadi seorang pemurung, tidak ceria, jutek, cuek, dingin tidak tersentuh sama sekali, dan penyendiri. 

 

Setiap malam ia selalu menangis dan merenung permasalahan ia dengan Ayahnya, dan ia bingung menghadapi semua rintangan. Ia sudah tidak kuat menjalani rintangan yang Allah kasih. Ada seorang laki-laki yang selalu mensuport gadis kecilnya untuk semangat tidak boleh menyerah dan buktikan kalau gadis kecilnya itu bisa Mewujudkannya, seperti saat ini mereka berdua sedang di salah satu tempat makan di sebuah gedung Mall.

 

“Ya Allah aku ingin seperti mereka, tetapi kapan, iya?” ucapku sedang melihat seorang anak gadis bersama Ayah sedang bermain ketawa riang

“Dek”

“Kapan iya, Mas? Aku iri dengan mereka” ucapnya dengan lirih dan matanya sudah berkaca-kaca

“Dek, sudah jangan kayak gitu”

“Kapan iya, Ayah bisa mengerti keadaan dan kemampuan anak gadisnya? Aku capek mengikuti kemampuan Ayah, sampai-sampai impianku yang telah susun hancur dengan seketika” ucapnya dengan keadaan menangis

“Sudah, dek” ucap Kak Arsenio dengan memeluk diriku. 

“Kapan, Mas?”

“InsyaAllah suatu saat kamu pasti bisa”

“Kapan? Aku capek” menangis 

“Sssttt.... udh iya jangan nangis”

 

Kak Arsenio memenangkan diriku yang sudah tidak kuat menjalani kehidupan ini. Ntah aku harus bahagia karena ada Kak Arsenio yang selalu ada atau apa aku susah berkata-kata lagi. 

 

‘Terimakasih Mas, sudah selalu ada buat diriku. Aku sudah tidak tahu lagi selain Mas Nio tidak ada orang lagi. Aku ingin senang atau apa, aku bingung. Mbah maafin cucumu ini iya, tidak bisa menempatin janjinya terhadapmu' batinku sambil di peluk oleh Kak Arsenio

 

Bersambung 

 

***

 

 

 

Cinta pada Pandangan Pertama

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 16

- Jumlah Kata 409

 

Cinta pada Pandangan Pertama

***

 

POV Arsenio

 

Pagi hari ini saya dengan teman-temannya dan guru saya pergi ke suatu sekolah yang cukup terkenal di negara ini. Selama perjalanan, ada yang tidur, ada yang bernyanyi, ada yang bermain game, dan masih banyak lagi. Saya pribadi selama perjalanan, saya mendengarkan musik dan melihat pemandangan. 

 

Tiba di sekolah, bertemu guru-guru dan bertemu siswa-siswi. Banyak siswa-siswi heboh lebih utama para siswi, kami sudah terbiasa kayak gitu. Saya kebagian di kelas 11 IPS 1 yang di temani oleh Kakak Asuh yang bernama Antasena. Di dalam kelas kami bercanda, memberi info tentang Akpol, dan tanya jawab seputar apapun itu. Disaat sudah selesai, saya dan Bang Antasena meminta kepada siswa siswi yang di kelas ini untuk berfoto-foto. 

 

Kami berfoto-foto di luar kelas, saya tidak sengaja melihat seorang gadis yang pendiam, tidak akrab dengan teman-temannya, dan ada satu (1) fakta yang unik dia sama sekali tidak heboh seperti yang lain, dia cuek bebek, tetapi memiliki hati lembut. Dia membantu teman-temannya memfotokan kami, dia sendiri tidak mau berfoto. Biasanya orang-orang akan diberi kesempatan untuk berfoto dengan Akpol atau Akmil atau apapun, tetapi dia sama sekali tidak tertarik. Entah kenapa, saya merasa dia sedang tidak baik-baik saja, dan ada rasa tertarik untuk menjadi belahan jiwanya. Setelah ini saya akan menanyakan kepada Kasuh (Kakak Asuh) dan desuh (Ade Asuh) deh. 

 

Kita semua di suruh baris, disaat kita baris siswa-siswi ke kantin. Disaat berbaris mata saya tidak sengaja melihat gadis kecil itu lagi, gadis kecil membawa mukena bersama temannya, yang kemungkinan ia dan temannya mau sholat Dhuha karena waktunya sudah sholat Dhuha. Tetiba Bang Rizky memanggil seseorang entah itu siapa ia memanggil dengan Panggilan Asha tetapi yang di panggil tidak nengok dan sampai akhirnya ia memanggil dengan nama panjang yaitu Addeva Afsheen Myesha, dan nama itu adalah gadis pujaan hatinya. ‘Ahhh, namanya panggilannya Asha. Hai, gadis kecil tunggu saya menejemputmu' batin Arsenio. Bang Rizky dan gadis kecilnya ngobrol sampai akhirnya gadis kecilnya itu pergi dengan pamitan mau sholat Dhuha. MasyaAllah. 

 

Setelah dari sekolah gadis itu, ia pergi melakukan perjalanan ke Pulau Kalimatan. Selama perjalanan saya selalu memikirkan gadis itu. Ingin rasanya tadi kenalan sama dia tetapi saya melihat wajahnya sedang tidak baik-baik saja dan waktunya sudah terlalu mepet buat kenalan.

 

‘Ya Allah semoga, Hamba bisa ketemu gadismu yang membuat diri Hamba tidak tenang, jagalah dia, apabila dia sedang baik-baik saja tolong jaga dia, tolong siapapun buatlah dia terhibur sebelum Hamba menjemputnya. Hamba mencintai dia karena-mu Ya Allah. Hai, dek InsyaAllah kita akan bertemu kembali.’ Batin Arsenio. 

 

 Bersambung

 

***

 

 

 

 

 

Kepikiran dan Meyakinkan Hati

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 17

- Jumlah Kata 485

 

Kepikiran dan Meyakinkan Hati

***

 

POV Arsenio

 

Selama perjalanan seorang laki-laki selalu memikirkan gadisnya tadi pagi, sampai-sampai Kasuhnya (Kakak Asuh) melihat keanehan ia daritadi bengong terus dan banyak pikiran dan akhirnya Kasuhnya samper dan bertanya.

“Hei, kenapa?” Kasuhnya yang bernama Arief

“Nggak apa-apa, Bang”

“Kayaknya lagi banyak pikiran, ada apa?”

“Nggak ada apa-apa, Bang,” mencoba meyakinkan Bang Arief

“Bang, tadi Abang masuk kelas mana?” bertanya ke Bang Arief

“Kelas 11 IPIPS,” menjawab seadanya, “Kenapa, tumben banget kamu tanyain itu nggak biasanya kamu bertanya hal seperti ini. Jangan-jangan ada seorang wanita yang buat kamu jatuh cinta?” Dengan perasaan penasaran

“Abang kok tahu” dengan nyengiran

“Dari wajahmu aja udah kkeliatan” Arsenio hanya menjawab dengan anggukkan

“Emang siapa wanita yang buatmu jatuh hati?”

“Gadis itu yang tadi di panggil sama Bang Rizky”

“Ahhh, itu toh”

“Pas Abang masuk, dia seperti apa di kelas, Bang”

“Pas saya masuk, dia itu orang nya pendiam, memperhatikan banget, dan satu hal yang buat saya menarik adalah di atas mejanya dia ada buku novel karya Asma Nadia dan kotak pensil”

“Buku novel?”

“Iya buku novel, sedangkan teman-temannya di atas meja benar-benar rapi sekali... hanya handphone aja, handphonenya dia saja ada di kolong meja” Arsenio hanya Mengangguk-anggukan kepalanya yang artinya ia paham yang sedang di jelaskan oleh Bang Arief

“Dan bukan hanya itu saja ia sama sekali tidak heboh yang namanya ketemu artis, laki-laki yang ganteng seperti artis atau K-pop, bahkan ia tidak suka dengan K-pop dan K-Drama” lanjut penjelasan tentang Asha oleh Bang Rizky

“Bang” kagetnya mereka berdua

“Siapa yang cinta dengan keponakan saya?”

“Siap Saya, Bang”

“Kamu suka sama keponakan saya dari apa? Masalahnya keponakan saya itu susah buat dapatkan hatinya”

“Siap, saya suka dari beliau adalah keunikan, murah senyum, dan ia menjaga pandangannya dan tidak mau bersentuhan dengan laki-laki”

“Oke, hanya itu saja yang kamu sukain? Bukannya dari yang lainkan?”

“Siap, bukan”

“Asha adalah keponakan saya, ia memang tidak mau bersentuhan oleh laki-laki, ia jarang akrab dengan temannya apalagi dengan keluarga besar saya. Setiap ia pulang ke Lamongan ia sama sekali tidak bergabung dengan sepupu-sepupunya, ia lebih memilih nempel sama Pakdehnya daripada sepupunya dengan alasan ia tidak mau di cuekkin dan tidak di anggap oleh sepupunya. Bahkan ia di jelekkan oleh sepupunya sendiri, ada satu keponakan saya yang sangat dekat dengannya yaitu Raka. Sosok Raka lah yang membantu ia bergabung dengan sepupunya, dan Raka lahyang selalu ada disaat ia sedang terluka .....”

Selama perjalanan ke Kalimantan saya dan Bang Arief mendengarkan cerita tentang Asha, pas disaat saya mendengarkan cerita tentang gadis kecilnya perasaannya membuat saya sakit hati, ternyata di balik keceriannya ada rasa sedih dan terluka. Saya semakin di buat jatuh hati kepada gadis kecilnya karena ia memiliki keunikan tersendiri, dan saya sudah bertekat untuk meminta izin kepada Yang Maha Kuasa dan meminta izin restu orang tua saya dan orang tua gadis kecilnya.

 

‘Ya Allah, semoga ini adalah pilihan yang terbaik buat Hamba, apabila ia bukan jodoh hamba tolong hilangkan perasaannya kepada ia” do’anya dalam hati

 

 Bersambung

 

***

 

 

 

 

Langkah Baru

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 18

- Jumlah Kata 514

 

Langkah baru

***

 

POV Arsenio

Selama ia bertugas di Kalimantan iya selalu memikirkan omongan Bang Rizky kalau gadisnya susah untuk mendapatkan hatinya, ia bingung selain meminta kepada Allah tetapi iya harus mencari usah agar ia bisa mendapatkan hatinya.

Disaat ia piket di malam hari bersama Bang Rizky, dkk. HP Bang Rizky berbunyi bertanda ada meneleponnya.

“Halo, Assalamualaikum”

“Waalaikumsalam” jawab seberang teleponnya

“Ada apa, Sha”

Menurut saya yang menelepon Bang Rizky pasti anaknya, tetapi bukan anaknya yang menelepon melainkan Asha pujaan hatinya menelepon.

“Mas, dimana?”

“Di Kalimantan, Sha

“Sejak kapan?”

“Apanya?”

“Mas, di Kalimantan”

“Kemarin habis dari sekolahmu, Mas langsung ke Kalimantan”

“Kenapa enggak kasih kabar ke Bapak ku”

“Astagfirullah, maaf dek, Mas lupa”

“Lupa lagi, sekarang habis dari telepon ini Mas telepon Pak Po, awas kalau ndak telepon”

“Iya dek”

“Iya sudah, aku tutup dulu teleponnya, Assalamualaikum”

“Waalaikumsalam” menjawab salam kepada Asha lewat seluler HP

“Astagfirullah, lupa jadinya kan kalau belum hubunginya” ucap Bang Rizky

“Kenapa, Bang”

“Saya lup kabari Ayahnya Asha”

“Iya sudah Abang kabari saja dulu Pak Po, nanti di omeli” kata teman seangkatan Bang Rizky juga melainkan saudara Asha.

Saya baru mengetahui ternyata Asha memiliki saudara di dunia Akpol (Akademik Kepolisian), dan jga Akmil (Akademik Kemiliteran). Pantas saja ia biasa saja pas datang ke sekolah tidak ada perasaan takut atau apa pun, apalagi berbicara dengan nada yang tegas. Ternyata ia sudah terbiasa dalam dunia persenjataan. Saya baru mengetahui tentang Asha dari cerita Bang Rizky.

Disaat ia sedang main HP dan buka Instagram, ada rasa mencari Instagram Asha dan alhamdulillah ia mendapatkan Instagram Asha. Ia memfollow Instagram-Nya, dan nge Dm Asha. Ia nge-Dm Asha di tengah malam. Sebelum ia nge-Dm, ia takut enggak di balas oleh Asha, ia takut di tolak ajakan kebaikannya tetapi kalau ia tidak melakukannya takut kehilangan pujaan hati, dan selalu memikirkan setiap saat.

Hari demi hari, saya selalu menunggu balasan dari Asha lewat Dm Instagram, hampir setiap hari Asha online Instagram, yang artinya ia sedang buka aplikasi Instagram-nya. Ini pertama kalinya ia menunggu balasan chatnya .

Instagram ia banyak sekali yang DM-nya hanya untuk kenalakan atau apa pun tetapi ia tidak menggubrisnya. Waktu di malam hari ia tidak sengaja melihat notifikasi balasan dari Asha, syaa segera membuka dan membalasnya. Jujur setiap ada notifikasi chat ia selalu lama balasnya kecuali orang tua, adik, dan atasannya.

DM Instagram

“Assalamualaikum”

“Walaikumsalam”

“Boleh kenalan nggak?”

“?”

“Saya Arsenio, kamu siapa?”

“Asha”

“Saya boleh minta tukaran nomor handphone?”

“...”

“Saya nge-Dm kamu memiliki niat baik yaitu ingin ta’aruf kamu, iya saya tahu ini terlalu terburu-buru bagi kamu, enggak apa-apa saya akan menunggu kamu sampai siap”

“Kalau kakak memiliki niat baik untuk ta’aruf saya, lebih baik kakak bertemu langsung kepada keluarga saya saja, kak”

“Apakah hari Sabtu keluargamu berkumpul?”

“Kalau pagi Ayah dan Abang saya kerja, Adik saya sekolah. Lebih baik Kakak bertemu keluarga saya di hari Minggu saja”

“Baik, Insya Allah hari Minggu besok saya akan ke rumahmu untuk bertemu dengan keluargamu”

“Oke”

“Terima kasih atas waktunya saya pamit undur diri, wassalamu’alaikum”

“Waalaikumsalam “

 

‘Alhamdulillah satu langkah sudah berhasil, tinggal meminta izin kepada kedua orang tuanya, semoga ini adalah pilihan yang benar' batinnya Arsenio dalam hati.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Go Public

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 19

- Jumlah Kata 514

 

Go Public

***

 

Hari demi hari hubungan Asha dengan Arsenio lancar walau sempat ada pertengkaran. Hingga akhirnya Asha dan Arsenio sedang berada di asrama Arsenio.

Di tempat tinggal asrama Arsenio, ada acara yang namanya Makrab (Malam Akraban) di sana ramai sekali. Banyak yang membawa pasangannya. Jujur ini pertama kali aku ke tempat acara seperti ini bersama pasangan sebelumnya aku hanya bersama dengan Mas Rizky, sekarang bersama Mas Nio.

Sebagian sudah ada yang mengenal diriku, dan ada yang belum mengenal diriku. Aku di bawa oleh Mas Nio berkeliling, walau aku sudah sedikit hafal dengan tempat ini iya sudah lah enggak apa-apa.

Sebelum acara Makrab, aku sempat datang kesini bersama Mas Rizky. Orang-orang mengira aku sama Mas Rizky berpacaran tetapi ternyata tidak hihihi. Kenapa begitu? Karena, aku lah yang sering kesini bersama Mas Rizky dan orang-orang tidak mengetahui kalau aku dan Mas Rizky hanya keponakan yang mereka mengetahui aku adiknya Mas Rizky.

“ky”

“Siap iya, Bang” ucap Mas Rizky, “Sana kamu Arsenio” aku hanya mengangguk kepala

“Itu siapa?”

“Siap izin menjawab, dia keponakan saya, Bang”

“Keponakan, kamu?”

“Siap iya, Bang”

“Saya kira pacar kamu”

“Siap bukan, Bang” ucap Mas Rizky dengan nyengiran, “Saya kan sudah menikah, Bang”

“Saya kira kamu nikah lagi”

“Siap, tidak Bang, apabila saya nikah lagi yang ada keponakan saya marah-marah kepada saya”

“Oh iya iya, itu keponakan kamu ada hubungan apa sama Arsenio?”

“Ta’aruf Bang, sebentar lagi ada keluarga baru Bang”

“Ta’aruf?”

“Siap iya, Bang”

“Lah saya baru mengetahui”

“Siap, karena hubungan mereka masih di rahasiakan oleh mereka berdua”

“Kenapa di rahasiakan? Kasihan Arsenio”

“Karena, Asha lah meminta untuk di rahasiakan dulu... tetapi tadi ia meminta saya untuk jemput ia di sekolah mau kesini katanya ia mau bertemu Arsenio”

“Asha, masih sekolah?”

“Siap, masih”

“Sekarang kelas berapa?”

“Kelas 12”

“Sekolah dimana?”

“Sekolah di SMAN 8 Jakarta”

“MasyaAllah sehebat sekali”

Di sisi lain Asha samper Mas Nio yang sedang latihan untuk acara besok yaitu acara Makrab.

“Assalamu’alaikum” salam Asha kepada teman-teman Mas Nio

“Waalaikumsalam” jawab salam dari Asha bersama teman-teman

“Dek” kagetnya Mas Nio aku hanya tersenyum

“Sama siapa kamu kesini?”

“Sama Mas Rizky Ramadhan, orangnya di sana sedang berbicara” ucapku sambil menunjukkan keberadaan Mas Rizky dengan jari jempolku.

“Kamu, enggak sekolah?”

“Kata siapa enggak sekolah, aku sekolah kok Mas”

“Lah sudah pulang?”

“Karena guru ada rapat”

“Nio, ini adik kamu?”

“Siap i...”

“Bukan, kak Ikhsan”

“Lalu?”

“Apa iya” ucapku sedang perpikir, “Aku sama Ka Arsenio sudah ta’aruf”

“Sejak kapan?”

“Sejak 1 bulan setelah Kak Ikhsan datang ke tempat SMA ku”

“Abang Rizky tahu?”

“Tahu”

“Dek, aku mau bicara sama kamu”

“Iya sudah ayokk, mau dimana tetapi jangan jauh-jauh dari Mas Rizky nanti Mas Rizky nyariin”

“Iya, dek, Mas tahu”

Aku dan Mas Nio pergi ke halaman belakang, untuk berbicara berdua. Aku yakin Mas Nio ingin berbicara mengenai status hubungan kita berdua yang go public olehku. Padahal aku yang dulu meminta untuk tidak di go public kan oleh siapa pun.

 

Fun fact, apabila semua orang sedang menunjukkan sesuatu pasti menggunakan jari telunjuk, sebenarnya kalau menunjukkan sesuatu yang sopan menggunakan jari jempol. Jadi mulai sekarang di biasakan apabila menunjukkan sesuatu harus menggunakan jari jempol jangan jari telunjuk.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Khawatir

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 20

- Jumlah Kata 449

 

Khawatir

***

 

Aku dan Mas Nio pergi ke halaman belakang, untuk berbicara berdua. Aku yakin Mas Nio ingin berbicara mengenai status hubungan kita berdua yang go public olehku. Padahal aku yang dulu meminta untuk tidak di go public kan oleh siapa pun. 

 

 

“Dek”

“Apa”

“Kamu, kesini ada apa?”

“Enggak ada apa-apa hanya ingin bertemu dengan, Mas saja”

“Dek, tadi kamu bilang ke teman-teman Mas kalau kamu sama Mas memiliki hubungan, yang artinya hubungan ini kamu Go Public?”

“Iya, kenapa? Mas enggak suka?”

“Bukan Mas enggak suka dek, tetapi kamu kenapa enggak bilang dulu”

“Maaf Mas”

“Iya sudah ayo kita kembali kesana”

 

 

Disaat aku dan Mas Nio kembali ke tempat aulia tiba-tiba kepalaku pusing, dan refleks aku memegang tangan Mas Nio secara erat. Mas Nio kaget tiba-tiba aku memegang tangan Mas Nio. Selama ini aku tidak pernah bersentuhan dengan Mas Nio. 

 

 

“Arghh.. Sakit”

“Astaghfirullah, Dek” kagetnya Mas Nio, “Are you okay?” tanya Mas Nio penuh kekhawatiran

“Arghh Mas kepalaku sakit” rintihku dan tiba-tiba aku mimisan

“Kita ke klinik iya, Dek”

“Mas Rizky....” teriakku sambil menahan sakit kepala

 

 

Mas Rizky mendengarkan teriakanku dan langsung berlari menemui diriku yang sudah kesakitan

 

 

“Astaghfirullah, Dek”

“Mas Rizky, sakit banget”

“Asha, kita ke RS iya”

“Mas Lutfi... Sakit” rintihanku

“Ar, kamu tunggu disini saya mau ambil mobil” kepanikan Mad Rizky

“Iya, Bang” 

 

 

Aku di bawa ke RS Bhayangkara Jakarta oleh Mas Rizky, Mbak Risa (Istri Mas Rizky), dan Mas Nio, selama di perjalanan menuju RS merintih kesakitan. Aku di pangku oleh Mas Nio, Mas Rizky yang menyetir mobil. 

 

 

“Mas” suara letih dan menahan sakit luar biasa

“Iya” dengan suara kepanikan, “Sha, jangan tidur kamu harus bertahan”

“M-Mas, izinkan aku untuk tidur iya?” meminta izin dengan terbata-bata

“Dek, jangan tidur” Mbak Risa

“Aku enggak kuat Mbak, aku ingin tidur, hanya sebentar saja Mbak”

“Tidurnya hanya sebentar saja iya enggak boleh lama-lama” ujar Mas Rizky

“I-iya Mas, apabila aku tidur lama. Kalian harus ikhlas iya”

“Adek” emosi Mas Rizky

“Maaf, iya Adek hanya tidur sebentar saja” ucap Maafku, “Selamat tidur” ucapku kepada diri sendiri.

 

 

 

Setelah sampai di RS Bhayangkara Jakarta, aku langsung di bawa periksa kondisiku oleh tim RS. Selama di periksa Mas Rizky, Mbak Risa, dan Mas Nio mendoakanku agar aku baik-baik saja. Mas Rizky takut apabila mimpinya buruknya terwujud. Mimpi buruk Mas Rizky adalah aku memiliki penyakit kanker otak yang sudah Berstadium akhir atau stadium 4. Mas Rizky menggelengkan kepala terus menerus. 

 

 

'Ya Allah semoga saja mimpi buruk hamba tidak terwujud, Hamba sangat sayang kepada keponakan Hamba yaitu Asha. Sha, Mas mohon kamu harus berjuang' Batin Mas Rizky. 

 

 

'Dek, Mas mohon harus kuat. Jangan tinggalkan Mas, Mas enggak mau kamu meninggalkan Mas. Kamu sudah berjanji kepada Mas untuk selalu ada buat Mas' Batin Mas Nio dengan air mata mengalir. 

 

 

 

Kabar Buruk

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 21

- Jumlah Kata 439

 

Kabar Buruk

***

Aku di tangan oleh tim RS yang ada di sini. Sedangkan Mbak Mbak Risa, Mas Rizky, dan Mas Nio sedang menunggu aku di tangani oleh dokter. Mas Rizky sudah mengabari keluargaku, keluargaku sedang dalam perjalanan menuju ke RS Bhayangkara Jakarta. Tidak lama kemudian suster keluar dari ruangan UGD.

“Sus, bagaimana keadaan keponakan saya?”

“Bapak maaf, untuk saat ini pasien sedang kami tangani”

Enggak lama dokter pun keluar dari ruangan tersebut.

“Keluarga pasien ada?”

“Saya dok, saya Omnya dok”

“Boleh ikut saya ke ruangan saya”

“Boleh dok”

“Kalau begitu saya ke ruangan terlebih dahulu, mari Pak”

“Dek, kamu di sini saja dulu iya. Ar, kamu jaga in istri saya di sini dan tunggu keluarga Asha datang. Kalau Ayah dan Bundanya sudah datang bilang kalau saya berada di ruangan dokter”

“Baik, bang”

Mas Rizky ke ruangan dokter yang telah menangani keadaan Asha, selama menuju ke ruangan dokter perasaan Mas Rizky tidak karuan dan ia terus berdoa agar tidak kenapa-kenapa.

Tok tok tok

“Masuk”

“Maaf dok, ada keluarga pasien yang ingin bertemu dokter”

“Silakan, duduk Pak”

“Terima kasih” ucap Mas Rizky

“Kalau begitu, saya permisi dulu” ucap Suster

“Bagaimana keadaan keponakan saya Asha, Dok”

“Keponakan anda mengalami gejala awal Kanker Otak. Gejala ini biasanya diawali dengan Sakit kepala, kejang, kehilangan dapat mengalami perubahan sensasi, penglihatan, penciuman, dan/atau pendengaran tanpa kehilangan kesadaran, Kanker otak dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, baik itu sebagian maupun total., dan kanker otak bisa mengalami perubahan kepribadian dan mental. Kondisi ini akan membuat pengidap lebih mudah emosional, terlihat lebih sering kebingungan, atau kehilangan ingatan (memori).

“Lalu, apa yang harus dilakukan selanjutnya, dok?”

“Untungnya, Bapak membawa Keponakan anda segera ke rumah sakit. Kanker Otak sangat fatal akibatnya bila tidak ditangani dengan cepat. Untuk saat ini, pasien lebih baik di rawat di rumah sakit sampai kondisinya lebih baik. Kami sudah memindahkannya di ruang perawatan”

“Syukurlah. Lalu, apakah Keponakan saya bisa sembuh?”

“Kami harap begitu. Sekarang, kami perlu memeriksa kondisi Pasien lebih lanjut. Kami akan melakukan Scan terhadap kondisi otak keponakan bapak untuk memastikan tindakan selanjutnya. Agar dapat melakukan itu, kami butuh izin dari ibu”

“Baiklah, dok. Tolong lakukan apa pun supaya keponakan saya dapat sembuh, dan bisa melakukan aktivitas seperti biasanya”

“Tentu, Pak. Kami akan berusaha semaksimal mungkin”

“Terima kasih banyak, Dok, kalau begitu saya permisi dulu”

“Sama-sama, silakan Pak”

Mas Rizky keluar dari ruangan dokter langsung menuju tempat ruangan inap Asha saat ini. Pikirannya sekarang sangat kacau, ia tidak bisa berbuat apa-apa selain berdoa kepada Allah, dan ternyata mimpi buruknya terjadi walau itu hanya stadium awal bukan stadium akhir. Sama saja si yang punya penyakit kanker, jantung dan sebagai sangat sulit di sembuh secara cepat pastinya ada tahapan-tahapan yang kita lalui.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Asha Sakit

0 0

- Sarapan Kata

- KMO Indonesia

- KMO Batch 43

- Kelompok 6 

- Castarica Ukara

- Day 22

- Jumlah Kata 413

 

Asha sakit

***

 

POV Arsenio

“Assalamu’alaikum”

“Waalaikumsalam”

“Keadaan Asha bagimana, Mas?”

“Kita belum tahu, Mas Rizky sedang berada di ruangan dokter. Kemungkinan sedang menjelaskan keadaannya”

“Sekarang Asha berada dimana?”

“Asha masih berada di dalam, katanya bentar lagi mau di pindahkan ke ruangan rawat inap”

Mas Rizky datang

“Assalamu’alaikum”

“Waalaikumsalam”

“Ky, bagaimana keadaannya” tanya Ayah, Mas Rizky hanya menjawab melalui geleng-geleng kepala

“Ky”

“Kata Dokter Asha punya penyakit Kanker Otak stadium awal Pak Po”

“Kanker?”

“Iya, untuk saat ini Asha di rawat terlebih dahulu. Dokter bilang nanti Asha akan di Scan tumor otaknya berada di mananya dan akan melaksanakan operasi”

Tiba-tiba bankar Asha di dorong keluar, yang artinya Asha akan di pindahkan ke ruangan rawat inap.

“Pak Po, aku ke administrasi iya”

“Iya sudah silakan”

Mas Rizky ke administrasi sedangkan saya, Mbak Risa, Ayah, Bunda dan Adik Syafiq mengikuti ke tempat ruangan rawat inapnya. Selama menuju ke ruangan inap, hati saya sakit mendengar tentang penyakit Asha, Saya tidak tahu kalau selama ini ia selalu mengeluh sakit di kepalanya. Sampainya di ruangan inap saya langsung berpamitan ingin ke kantin.

“Ar, mau ke mana?”

“Ke kantin, Bang”

“Iya sudah Abang ikut sama kamu, sekalian ada yang ingin Abang bicarakan sama kamu”

“Baik, Bang”

Kami berdua berjalan bersama ke arah Kantin, sampai di kantin kami memesankan makanan dan minuman untuk kami berdua. Selama menunggu kami berdua ngobrol mengenai Asha.

“Asha, pernah mengeluh kepadamu enggak?”

“Pernah, Bang”

“Mengeluh, apa?”

“Ia pernah mengeluh kepalanya sakit, dan saya sering melihat ia mimisan, bahkan mukanya pucat sekali”

“Ar, kamu masih suka dan cinta dengan Asha?”

“Masih, Bang”

“Kamu, masih mau menemani Asha dalam keadaan apapun?”

“Masih, Bang”

“Kalau masih, saya minta kepada kamu tolong jaga Asha dengan sekuat tenagamu, tolong jaga hatinya Asha jangan sampai ia menangis karena kesalahan mu atau kesalahan hubungan kalian. Kalau kamu sudah tidak suka dan cinta dengan Asha kembalikanlah Asha kepada saya jangan kepada Ayah”

“Baik, Bang”

“Saya dengan Asha hanya keponakan, tetapi saya sudah menganggap Asha seperti Adik saya bukan hanya Adik melainkan seperti Anak saya sendiri. Asha memiliki karakter berbeda-beda, Asha punya cara agar ia bisa tegar, Asha punya cara agar Ayah senang dalam impian dia, intinya Asha selalu memiliki cara agar keluarganya Happy”

“Insya Allah Bang”

Saya dengan Bang Rizky memakan makanan yang sudah di pesan tadi, setelah selesai makan kami juga memesan makanan lagi untuk Ayah, Bunda, Adik Syafiq dan Istri Bang Rizky. Setelah itu kami berdua kembali ke tempat ruangan inap, disaat depan pintu kamu mendengarkan suara keributan dan kami berdua masuk secara tergesa-gesa.

 

Bersambung

***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berantem

0 0

Sarapan Kata

KMO Indonesia

KMO Batch 43

Kelompok 6 

Castarica Ukara

Day 23

Jumlah Kata 412



Berantem 


Pov Arsenio


 


“Kalian keluar, aku mau sendiri”

“Dek” ucapku

“Kalian keluar, aku mau sendiri jangan ganggu aku”

“Iya sudah kami keluar”

“Ar, coba kamu tenang in Asha” Arsenio hanya menganggukkan kepala

“Adek”

“Kenapa masih di sini?”

“Dek, istigfar”

“Keluar”

“Dek, kamu tenang”

“Mas, lebih baik mas cari wanita lain”

“Dek, kamu berbicara apa?”

“Mas, lebih baik cari wanita lain”

“Enggak, Dek”

“Sekarang aku sudah tidak bisa lagi”

“Dek, kamu pasti bisa”

“Enggak Mas”

“Adek bisa” meyakinkan diri Asha, “Dek dengarkan ucapan Mas”

“Hmm”

“Adek, mau keadaan kamu mau bagaimana Mas selalu ada buat kamu ini adalah risiko Mas. Kita jalani bersama-sama iya, Adek enggak boleh menyerah sedikit pun”


***


POV Asha


Hari demi hari Asha melakukan kemoterapi, selama Asha melakukan kemoterapi sekolah Asha menjadi sekolah homeschooling. Awalnya Asha tidak mau homeschooling tetapi ini permintaan Mas Rizky dan Mas Nio mau tidak mau Asha harus menurutinya. 


Jujur Asha tidak ingin Kak Arsenio melihat keadaan Asha seperti ini, Asha sudah meminta Kak Arsenio untuk mengakhiri hubungan ini dan cari wanita lain yang bisa selalu ada buat ia, tetapi Kak Arsenio tidak mau ia tetap ingin bersama Asha mau bagaimana pun keadaan Asha, ia tetap akan bersamanya. 


Banyak teman-teman Kak Arsenio yang suka dan mengincar Kak Arsenio karena mereka tahu kalau Asha sebentar lagi tidak sudah tidak ada di dunia lagi. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk ini kesempatan mereka mendapatkan hati Arsenio, tetapi Arsenio sama sekali tidak tertarik ia tertarik hanya untuk Asha, hati ia akan selalu untuk Asha. Pada suatu saat Arsenio membawa Asha ke taman agar Asha tidak banyak pikiran setelah kemoterapi, pas disana banyak berbisik-bisik mengenai penyakit diri Asha. 


“Kok Arsenio masih mempertahankan wanita seperti itu si”

“Arsenio sama saya saja iya, tinggalkan wanita itu”

“Iya Nio, tinggalkan saja wanita itu, wanita itu sebentar lagi sudah mati”


Begitulah ucapan orang-orang, dan Asha menjadi murung 


“Kak, lebih baik Kakak cari wanita lain iya”

“Enggak Adek, sudah Mas bilang berapa kali, Mas tidak akan pernah cari wanita lain”

“Kak, umurku Kak”

“Kenapa dengan umurmu?”

“Kak, penyakit ku tidak akan bisa sembuh Kak. Lebih baik Kakak cari wanita lain saja”

“Dek, lebih baik kita pulang saja iya. Kita selesaikan masalah ini di rumah saja”


Kak Arsenio membawa Asha pulang ke rumah karena ia tidak mau ribut di tempat lain dan ia tidak mau Asha makin meminta Arsenio untuk mencari wanita lain selain dirinya. Arsenio sebenarnya capek, setiap saat Asha memintanya untuk mencari wanita lain, tetapi Arsenio tetap ingin bersama Asha dan itu sudah tepatnya Arsenio.

Rindu

0 0

Sarapan Kata

KMO Indonesia

KMO Batch 43

Kelompok 6 

Castarica Ukara

Day 24

Jumlah Kata 546


Rindu


Sudah 2 tahun belakangan ini Arsenio menjadi seorang laki-laki dingin tak tersentuh, jutek, cuek, dan ia hampir tiap hari tidak konsisten sama seperti sekarang. 


“Ar”

“Ky”

“Kenapa? Dari tadi saya melihat dirimu tidak konsisten, ada apa?”

“Asha”

“Ar, berdoa saja agar Asha bisa pulang ke Indonesia”


Asha tidak ada di Indonesia? Yaps, Asha sedang berada di Singapura. Asha di sana tidak liburan melainkan sedang berobat, karena kondisi Asha semakin menurun dan alat-alat di Indonesia tidak memadai hingga akhirnya Asha di bawa ke RS yang di Singapura. Di saat Asha di larikan ke RS Singapura, Arsenio sama sekali tidak mengetahuinya karena Asha tidak ingin merepotkan Arsenio lagi. Asha tahu Arsenio sekarang memiliki jadwal yang padat hingga akhirnya Arsenio jarang menemani Asha kemoterapi bahkan Arsenio sama sekali tidak mengetahui di saat Arsenio dapat tugas di Aceh dan hari itu juga Asha ngedrop. 


“Ar, masih banyak wanita lain selain Asha. Kenapa enggak coba nyari yang lain saja?” ucap teman perempuannya

“Saya tidak akan pernah mencari wanita lain selain dia”

“Apa si yang buat kamu tidak mencari wanita lain? Masih banyak wanita lain yang lebih bagus dari dia, dia enggak akan lama di sini, Ar” teman perempuan satu lagi tetapi berbeda orang 

“Karena, Asha berbeda. Di saat pertama kali bertemu dengan dia, dia sama sekali tidak tertarik sama siapa pun bahkan teman-temannya berfoto-foto sedangkan dirinya tidak mau berfoto-foto. Saya kira, saya tidak akan bertemu kembali dengannya tetapi tidak saya bertemu kembali di Alun-alun Kota Tangerang, dia sedang bermain bersama seorang laki-laki yang berusia 22 tahunan... “

“Pasti itu pacarnya?”

“Saya juga berpikir seperti itu, tetapi pas saya ke rumahnya saya melihat seorang laki-laki itu lagi di rumahnya dia, dan dia tahu dari mimik saya itu siapanya Asha? Dengan dia sendirinya kasih tahu kalau itu Abang kandungnya, belum apa-apa saya sudah memikirkan yang buruk” Arsenio tidak kuat melanjutkan ceritanya, karena ia sadar atas perlakuan ia di awal. 


Flasback


“Sha, belikan larutan” ucap seorang laki-laki yang sedang meminta tolong kepada Asha

“Sama dedek saja, aku ada tamu”

“Syafiq” panggilan seorang laki-laki

“Apa”

“Beli in larutan yang botol dua (2) iya”

“Uangnya?” sambil mengadah kedua tangan seperti sedang memintanya

“Minta sama Bunda”

“Pakai uang Mas saja lah”

“Iya sudah, nih uangnya”

“Oke”


‘Itu bukan laki-laki yang kemarin di Alun-alun sama Adeeva, kenapa dia ada di sini? Apa dia sepupunya? Atau pacarnya?’ batin Arsenio


“Dia bukan sepupu saya, bukan pacar saya atau pun itu. Dia Abang kandung saya iya walau muka Abang saya dengan saya tidak mirip tetapi sifat kami berdua ada yang sama hanya 3 sampai 5 jari. Jadi saya mohon jangan berpikir ke sana, kalau begitu saya permisi dulu ke belakang”


‘Astaghfirullah Ar, kenapa malah suudzon sama keluarganya' batin Arsenio sambil mengusap mukanya secara kasar


Offback


‘Adek, maaf in saya iya kalau saya sering berpikir yang buruk terhadap kamu apalagi kepada keluargamu sendiri. Adek, saya tidak akan pernah mencari wanita lain selama kamu pergi, Adek saya mohon cepat pulang, saya rindu sama kamu. Kamu kenapa tidak kasih tahu kepadaku di saat aku pergi bertugas ke Aceh kondisi kamu ngedrop? Saya tahu kamu tidak kasih kabar ke saya, karena saya duluan yang tidak kasih kabar ke kamu mengenai tugas saya. Maaf, dek, maaf. Cepat pulang lah dek, Mas rindu sama kamu. Beruang pulang iya, Mas akan tunggu kamu pulang' batin Arsenio sambil menangis

Rindu II

0 0

Sarapan Kata

KMO Indonesia

KMO Batch 43

Kelompok 6 

Castarica Ukara

Day 25

Jumlah Kata 546


Rindu II


POV Asha


“Mas Nio, apa kabar, Vin. Aku kangen sama dia, apakah dia sudah mencari wanita lain selain diriku? Kalau sampai itu terjadi enggak apa-apa deh seneng”

“Dev, kamu jangan berpikir seperti itu” seorang laki-laki bernama Alvin sedang memberi nasehat, “Kalau kamu kangen kenapa enggak kamu kabari dia saja”

“Aku enggak mau, Vin”

“Sudah sekarang jangan berpikir ke situ, sekarang yang kamu harus pikirkan adalah cepat sehat, kembali ke Indonesia, dan kembali aktivitas seperti dulu”

“Iya”


Sudah 2 (Dua) tahun belakangan ini aku berada di Singapura bersama Alvin. Alvin ialah Sepupunya Kak Arsenio dan temanku, aku tinggal di apartemen milik Kakaknya Alvin. Selama aku di Singapura Alvin dan keluarganya lah yang membantu pengobatanku disini. 


Sebelum aku pergi ke Singapura untuk berobat, hubunganku dengan Kak Arsenio sedang tidak baik-baik saja, karena aku baru mengetahui 1 (Satu) fakta yang cukup mengejutkan buat diriku adalah alasan Kak Arsenio untuk bertaaruf diriku, karena yang pertama Kak Arsenio mau memanaskan mantan calon tunangannya, yang kedua aku mirip dengan mantan calon tunangannya. Jujur aku sakit hati dan kecewa atas berbuatan Kak Arsenio. 


Aku dan Kak Arsenio sama sekali tidak kontakkan lagi setelah kejadian tersebut hingga sekarang. Bahkan Kak Arsenio dapat tugas di Aceh dan mengharuskan pergi dan tinggal di Aceh, aku sama sekali tidak mengetahui hal itu, aku di kasih tahu oleh Alvin sendiri. Disaat dengan bersamaan Kak Arsenio pergi ke Aceh, tubuh aku ngedrop kembali dan rasa sakit di kepalaku tambah sakit banget kayak di tusuk oleh pisau dengan sebanyak ribuan pisau yang di tusuk di kepalaku, setelah dokter memeriksa keadaanku, dokter meminta aku berobat di Singapura karena alat-alat medisnya lengkap di bandingkan di sini. 


Iya sudah akhirnya aku memutuskan untuk berobat disana, tetapi aku meminta keluargaku untuk tidak memberikan masalah ini ke Kak Arsenio, dan Keluarga Ayah. Kenapa? Karena aku takut kalau keluarga Ayah mengetahui ini yang ada mereka bakal kasih info ke Kak Arsenio, aku tidak mau. Selama aku di sana, aku jarang pakai buat pergi jalan-jalan. Di hari Senin aku kemoterapi di salah satu rumah sakit terbaik di Singapura, tidak sengaja bertemu Alvin dan aku shock banget enggak tahu harus jawab apa nantinya. 


“Dev?”

“Oh, hai”

“Kamu ngapain disini? Kamu kesini sama siapa? Kak Arsen tahu kalau kamu disini?”

“Aku kesini hanya menemani Omku yang sedang berobat, untuk Kak Arsenio aku sudah kasih kabar” ucap bohongku

“Oh iya, apa kabar, Dev?”

“Alhamdulillah baik, kamu sendiri apa kabar, Vin?”

“Alhamdulillah baik” dengan senyumamnnya, “By the way, kamu sekarang lagi sibuk enggak?”

“Hmm, kayaknya enggak deh Vin, kenapa?”

“Mau ajak kamu keliling Singapura, mumpung kamu ada di sini”

“Keliling?”

“Yaps, oh iya aku minta no Hp kamu masih yang lama kan?”

“Masih, Vin”


Dari semenjak aku bertemu dengan Alvin, Alvin sering mengajak aku pergi jalan-jalan. Awal ketemu Alvin disini aku sama sekali tidak memberi kabar tentang kesehatan diriku, bahkan Alvin belum mengetahui tentang penyakit kanker ku, tetapi tidak lama Alvin mengetahuinya dan Alvin marah besar terhadap diriku karena tidak berkata jujur kepadanya, aku meminta maaf kepadanya karena tidak jujur dan meminta Alvin untuk memberi tahukan Kak Arsenio aku sedang di Singapura untuk berobat. Selama aku berobat Alvin lah menemani diriku setelah Omku dan setiap waktu aku selalu memikirkan keadaan Kak Arsenio dan Alvin selalu kasih tahu keadaan Kak Arsenio kepadaku, padahal aku tidak memintanya, tetapi dia tahu kalau aku merindukannya. 


Bersambung


***

Kejutan Untuk Asha

0 0

Sarapan Kata

KMO Indonesia

KMO Batch 43

Kelompok 6 

Castarica Ukara

Day 26

Jumlah Kata 404



Kejutan Untuk Asha


POV Arsenio


“Jadi, selama ini Asha di Singapura?” kaget Arsenio melalui telepon selulernya

“Iya, Bang” 

“Kenapa, kamu tidak bilang ke Abang Alvin?”

“Maaf, Bang” dengan nada lesu Alvin, “Besok Abang sudah mulai cuti, sekarang aku mohon Abang kesini kasihan Asha Bang. Asha selalu ke pikiran Abang terus, sekarang aku mohon Abang kesini keadaan Asha semakin menurun”

“Iya sudah sekarang Abang beli tiketnya, besok Abang berangkat”

“Terima kasih, Bang”

“Seharusnya Abang yang bilang Terima kasih ke kamu, karena kamu sudah menemani Asha disana, tetapi Abang takut Asha enggak terima Abang disana” lesu Arsenio

“Bang, setiap hari bahkan setiap menit saja dia selalu liat foto Abang dan bertanya apakah Abang sudah mendapatkan wanita lain? Abang sedang apa disana, Asha selalu bilang begitu, Bang. Jadi aku mohon Abang kesini, selesai permasalahannya Bang, kasihan Asha”

“Iya sudah iya nanti Abang ke sana, sudahkan dulu iya Abang mau beres-beres baju”

“Iya Bang”


‘Sha, ternyata kamu selama 2 tahun lebih ada di Singapura. Kenapa kamu tidak kasih tahu aku? Maaf in Mas, Dek, maaf. Mas tahu Mas duluan yang cuek ke kamu, maaf Mas tidak jujur kepada kamu yang sebenarnya, tetapi yang harus Adek tahu Mas sayang sama Adek, Adek tuh unik di mata Mas. Adek, kenapa kamu berpikiran Mas sudah dapat wanita lain? Dan kenapa kamu mencari wanita buat Mas? Padahal Mas sudah bilang, Mas akan tetap bersamamu, Mas tidak akan pernah menyia-nyiakan kamu. Adek tunggu Mas disana iya, Adek harus kuat ???? enggak boleh nyerah, tunggu Mas Dek' batin Arsenio sambil menangis. 


Arsenio segera memesan tiket pesawat ke Singapura untuk bertemu dengan Asha, ia sudah rindu sekali dengan gadis kecilnya, sekarang ia sedang menyiapkan barang apa saja yang akan dibawa dan tidak lupa membawa hadiah untuk Asha. 


***


‘Bismillah, semoga berjalan kali ini aman dan ingin bertemu dengan Asha dan menjalankan hubungan ini dengan baik. Adek Tunggu Mas, iya' batin Arsenio


Iya, hari ini adalah hari dimana Arsenio berangkat ke Singapura. Arsenio berangkat dari Aceh ke Singapura, ia transit 2 kali bandara Soekarno-hatta dan bandara Kuala Lumpur hingga ke bandara Singapura yang bernama Bandar Udara Internasional Changi Singapura. Setelah sampai disana, ia langsung ke tempat hotel yang sudah ia pesan, ia sampai disana jam 11 malam waktu Singapura. Arsenio langsung beberes pakaiannya dan langsung tidur agar besok pagi dengan keadaan fresh, dan bertemu Asha. 


Asha, Mas sudah sampai di tempat keberadaan mu sekarang. Sha, tunggu Mas besok iya. Semoga kamu senang iya disaat Mas datang kesana' batin Arsenio

Dingin

0 0

Sarapan Kata

KMO Indonesia

KMO Batch 43

Kelompok 6 

Castarica Ukara

Day 27

Jumlah Kata 427


Dingin


“Assalamualaikum” ucap salam Arsenio


“Wa’alaikumsalam” 


“Abang, baru datang?”


“Iya”


“Abang, masuk saja iya. Aku mau ke kantin mau sarapan, Abang sudah sarapan?”


“Sudah”


“Iya sudah aku kantin dulu iya”


 


Arsenio masuk ke ruang inap Asha, sebelumnya masuk ia ragu untuk masuk dan bertemu Asha. Ia mengambil dan membuang napasnya secara perlahan, dan dengan membaca bismillah, ia buka pintu dan masuk. 


 


“Assalamualaikum”


“Wa.. Waalaikumsalam”


“Hai, Dek”


“Kak” dengan suara kaget, “Ha, Kak Arsenio datang? Siapa yang memberitahu aku ada disini? Aku harus apa?” batin Asha


“Dek, ini buat kamu” memberi tote bag yang berisi buku novel, alat tulis dan alat gambar, iya Asha menyukai hal perbukuan dan gambar


“Kakak, ngapain ke sini?”


“Menggantikan Alvin”


“Ha?”


“Menggantikan posisi Alvin saat ini”


“Maksudnya? Enggak mengerti”


“Menjaga kamu di sini sampai sembuh” Asha hanya Menganggukkan kepala sebagai jawaban iya


“Adek, sudah sarapan?”


“Sudah”


“Kalau sudah ini, kenapa makanannya masih utuh dan di segel?” dengan nada lesu, “Makan iya, Dek”


“Enggak, terima kasih. Saya masih kenyang”


“Dek, kamu masih marah?”


“Enggak, kata siapa?”


“Dek, maafkan kesalahan Mas”


“Hmm”


“Adek, Mas minta maaf ke kamu yang tidak jujur. Tapi, Dek, Mas taaruf kamu dengan tulus dan maaf sayang sama kamu, bahkan alasan Mas itu tidak ada yang benar”


 


Asha mengacuhkan Arsenio


 


“Adek, Mas mohon jangan ceuki Mas. Berbicaralah sama Mas, Dek. Mas Mohon” permohonan Arsenio kepada Asha


“Kalau kamu tidak mau iya sudah tidak apa-apa, sekarang makan iya”


“Enggak”


“Adek, makan iya nanti yang ada kamu tidak sembuh-sembuh”


“Biarkan saja”


“Dek, jangan menyiksa dirimu, kalau kamu kesal dan benci sama Mas Silakan enggak apa-apa. Mas mohon jangan siksa dirimu, siksa diri Mas saja” menahan air mata, “Aaa..” Arsenio sedang menyuapi Adha tetapi Asha menolaknya


“Biar saya saja”


“Bisa”


“Bisa, tangan saya masih bisa di gerakkan”


“Iya sudah kalau begitu, yang penting sekarang kamu makan. Di habiskan iya kalau bisa”


 


Selama Asha makan, Arsenio melihat Asha tanpa henti dan tanpa berkedip. Hati Arsenio sakit sekali lihat keadaan Asha, ia tidak apa-apa di cuek in sama gadis kecilnya yang penting iya bisa bertemu dengan gadis kecilnya. Ia sudah berjanji kepada diri sendiri dan Tuhan untuk selalu menjaga gadis kecilnya. 


 


‘Dek, Mas ingin melihat senyum dan ceria kamu seperti dulu tetapi Mas bingung bagaimana caranya agar kamu bisa tersenyum. Maafkan, Mas, Dek, maaf ????. Mas sangat rindu terhadapmu, Mas rindu senyuman dan ceria kamu, tetapi kamu malah bersikap dingin sama Mas. Enggak apa-apa itu sudah konsekuensi Mas karena Mas telah menyakiti mu. Mas, melihat kamu saja sudah senang banget. Kamu harus kuat iya, Dek, agar kamu bisa beraktivitas kembali seperti dulu' batin Arsenio dengan mata berkaca-kaca.

Kejutan Untuk Asha II

0 0

Sarapan Kata

KMO Indonesia

KMO Batch 43

Kelompok 6 

Castarica Ukara

Day 28

Jumlah Kata 551



Kejutan Untuk Asha II


Hari demi hari kita lalui, Arsenio kembali aktivitasnya yaitu menjalankan tugasnya di Aceh. Setelah menyelesaikan tugasnya ia kembali ke tempat kelahirannya yaitu Semarang, Jawa Tengah tetapi ia tidak pulang kesana melainkan ke Singapura untuk menemani Asha berobat disana. Kenapa, Asha berobat lama? Padahal di Singapura alat-alat sudah canggih? Karena, setiap waktu pemeriksaan atau kemoterapi sesudahnya tubuh Asha ngedrop kembali. Arsenio setiap hari Sabtu Minggu, cuti ia menemani Asha bahkan setiap waktu cek up Asha, ia selalu meminta kepada atasannya untuk pergi ke Singapura menemani Asha. 


Ke mana, keluarga Asha? Keluarga Asha masih ada tetapi, setiap Bunda mau kesana untuk menemani Asha tetapi Ayah tidak mengizinkannya untuk menemani Asha. Jujur hatiku sakit, kenapa Ayah tidak mengizinkannya padahal ia sedang butuh dukungan dari keluarganya. Tidak ada satu pun keluarganya yang menemani Asha disini, makanya selama Asha disini yang selalu menemaninya yaitu Alvin Sepupunya Arsenio dan sekarang Alvin pergi ke US untuk berpendidikan hingga akhirnya Arsenio lah menjaganya dan rela mengorbankan waktu ia.


Beberapa bulan Arsenio telah menyelesaikan tugasnya di Aceh, sekarang ia mendapatkan tugas kembali di Papua tetapi Arsenio tidak menjalankan tugasnya dan Arsenio meminta kepada atasanya untuk di pindahkan tugasnya di Batam dengan alasan agar ia bisa ke Singapura tanpa harus naik pesawat dan memakan waktu puluhan jam. Kalau di Batam hanya 40 menitan, tidak sampai 1 jam. Arsenio rela menghabiskan waktu untuk menemani Asha selamanya. 


Setiap malam ia selalu murung, dan memikirkan keadaan keluarganya. Ia ingin bertemu keluarganya, ingin di peluk dan kasih sayangnya tetapi kemungkinan itu tidak akan terjadi.


“Ya Allah aku rindu keluargaku, kabar mereka bagaimana? Pasti sehat dong, kenapa, mereka tidak datang kesini? Aku sedang butuh dukungan dari kalian, kenapa Ayah tega sekali kepada diriku? Apakah aku harus mati dahulu agar kalian datang menemuiku? Kalau iya, kenapa Ayah menyetujui saran dari Dokter? Kenapa, Ayah.....? Teriaknya Asha sambil menangis

“Ssstttt... sudah jangan nangis, kamu harus kuat dan kamu harus bisa sembuh” Arsenio menenangkan hati Asha

“Buat apa aku kesini berobat kalau Ayah tidak mengizinkan Bunda kesini? Buat apa? Buat apa Ayah menyetujui saran Dokter? Buat apa, Kak?” teriak Asha sambil menangis histeris

“Sstttt, Adek kan ada Mas disini yang akan menemanimu” menenangkan Asha

“Kak, aku rindu keluargaku. Kapan aku bertemu mereka Kak? Aku rindu Ayah dan Bunda????” ucap Asha sambil dengan keadaan Asha tertidur

“Adek, Mas janji akan selalu menemani dan menjaga kamu. Mas minta sama kamu kalau ada apa-apa bilang ke Mas, Dek. Setelah kamu sembuh, Mas akan menikahi kamu” ucap Arsenio


‘Ya Allah, Hamba tidak kuat melihat keadaan gadis kecil Hamba. Tolong kuatkan hati gadis kecil Hamba, kuatkan fisik gadis kecil hamba, sembuhkan gadis kecil Hamba. Tolong jauhkan orang-orang yang menyakiti hati gadis kecil Hamba. Izinkan, Hamba untuk menemani dan menjaga gadis kecil Hamba saat ini.’ Batin Arsenio sambil menenangkan Asha


***


Hari yang dimana Asha telah dinyatakan sembuh total dari penyakit Kankernya, Asha sangat gembira akhirnya perjuangan ia tidak sia-sia begitu pun Arsenio juga tidak kalah senangnya. Sekarang Arsenio mengajak Asha ke suatu tempat yang sangat indah dan Arsenio juga memiliki kejutan untuk Asha. 


“Kak, kita mau kemana?”

“Rahasia”

“Kak” kesalnha Asha dengan posisi mata Asha di tutup oleh Syalnya 


Sesampai disana Arsenio menuntut Asha keluar dari Mobil dan berjalan ke tempat yang telah Arsenio siapkan


“Sekarang kamu buka matanya dalam hitungan 3”


Satu 


Dua 


Tiga


Jreeng jreeng apa iya kejutannya? Kita liat besok oke ????

Trauma

0 0

Sarapan Kata

KMO Indonesia

KMO Batch 43

Kelompok 6 

Castarica Ukara

Day 29

Jumlah Kata 492


Trauma



“MasyaAllah, ini ...” ucap Asha yang benar-benar takjub

“Suka?” 

“Suka, ini Kakak yang siapkan?”

“Iya”


Arsenio membawa Asha Dinner romantis di Parkroyal on Pickering dan bukan hanya itu saja melainkan Arsenio melamar Asha dengan sesuai janjinya setelah Asha selesai berobat dan dinyatakan sembuh total ia akan melamarnya. 


Apakah Asha menerima lamarannya? Tentu, saat ini Asha meminta waktu untuk menjawab karena ia masih kecewa kepada Arsenio dan Arsenio tidak mempermasalahkannya, karena Arsenio mengetahuinya ini terlalu cepat buat Asha. Posisinya Arsenio dengan Asha beda 6 tahun dan Asha tidak terbiasa dengan yang namanya kehidupan abdi negara, walau ia mempunyai sepupu di dunia Permiliteran tetapi tetap saja ia tidak terbiasa, Asha juga usianya masih bisa di bilang umurnya sudah merajak kedewasaan dan juga masih labil.


Sebenarnya Asha memiliki rasa traumanya jadi ia bingung untuk menjawabnya. Trauma, apa? Trauma waktu Asha berusia sekitar 9-12 bulan sedang belajar jalan dan untuk posisi sekarang ia sedang berada di kampung halaman Ayah yaitu di Lamongan, Jawa Timur. Saat itu Asha sedang belajar jalan, Asha belajar jalan jatuh bangun jatuh bangun hingga akhirnya ia bisa jalan dengan lancar, disaat itu ada maling yang melarikan diri dan Asha di ambil oleh penculik buat ancaman para polisi, polisi tetap mempertahankan untuk menyelamatkan Asha dan mengamankan pencuri. Ada satu polisi yang menembaknya entah lah bagian mana yang di tembak, dan pisau yang maling pegang tidak sengaja menggores leher Asha. Asha kaget, menangis dan kesakitan karena goresan di lehernya dan Asha jatuh pingsan. 


Asha di obati oleh keluarganya, keluarga Ayahnya Asha panik apalagi Bunda karena melihat Asha tak bangun dari pingsannya. Hingga akhirnya Asha bangun setelah pingsan selama 2 jam, disaat Asha bangun, Asha histeris dan menyebutkan ‘Takut itu, takut itu' seperti itu terus disaat Asha melihat senjata termasuk pisau, keluarganya bingung harus ngapain. Pihak polisi melakukan memukul kepala Asha dengan keras hingga Asha pingsan kembali. Kenapa di lakukan seperti itu, agar Asha tenang dan tidak takut. 


Tetapi percuma saja tetap tidak bisa, Asha di bawa ke Rumah Sakit Citra Medika Lamongan dan di tangani. Dokter menyarankan kepada keluarga Asha untuk ke dokter Psikiater, karena dokter takut salah prediksi tentang Asha. Dokter yang menangani Asha bilang kalau Asha trauma dengan kejadian yang dialami dan keluarga Asha menyetujuinya dan mereka kembali lagi kesana keesokan harinya. Asha di tangani oleh dokter psikiater dan mengatakan sama seperti dokter sebelumnya. Jadi selama ini Asha selalu menghindar apabila ia melihat ada orang yang membawa senjata, seperti pistol, kalau pisau ia tidak terlalu takut awalnya ia sangat takut sekali yang namanya pisau tetapi seiring berjalan Asha tidak terlalu takut dengan pisau Apabila tangannya tidak sengaja ke potong sama pisau ia bakal histeris san mengingat kejadian seperti dulu. 


Kenapa, tidak di hilangkan rasa traumanya melalui hipnotis? Karena, tidak semua bisa di hipnotis dan hipnotis tidak secara 100% melupakan kejadiannya tidak sama sekali. Dan usia Asha waktu itu sangat belia sekali jadi tidak di hipnotis dan akan menghilang traumanya secara alami jadi pihak keluarga Asha harus benar-benar memberi Asha kekuatan lebih lagi.

Sampai Jumpa Kembali

0 0

Sarapan Kata

KMO Indonesia

KMO Batch 43

Kelompok 6 

Castarica Ukara

Day 30

Jumlah Kata 658


Sampai Jumpa Kembali


Pada hari ulang tahun Arsenio tahun ini ada kejutan yang telah di siapkan oleh asramanya Arsenio, keluarga Arsenio, dan Asha sendiri juga ikut buat bikin kejutan untuk dia. By the way, atas niat baiknya Arsenio setelah taaruf yaitu khitbah sampai sekarang Asha belum kasih jawabannya, tepat hari ini ulang tahunnya Arsenio ia akan menjawab pertanyaan Arsenio yang sudah lama sekali hampir 1 tahun tidak ada jawabannya , bahkan Arsenio rela menunggunya padahal keluarga besarnya beliau sudah menawarkan wanita-wanita kepadanya tetapi sama beliau di hempaskan saja seperti debu hehehe. 


Arsenio hanya tahu ia akan di kasih suprise sama Kasuh dan Desuh saja sisanya ia sama sekali tidak mengetahuinya. Disaat ia di suprise sama teman-teman asramanya, seniornya kasih surat ke Arsenio. Awalnya dia bingung ini apa? Pas dia liat dan disitu ada kata perintah mengikuti petunjuknya, hingga akhirnya Arsenio mengikutinya hingga akhir.


“Lah ini benarkan sesuai dengan petunjuknya? Kok arahnya ke aula?” bingungnya Arsenio


Enggak lama layar proyektornya menyala dan menampilkan sebuah video kenang-kenangan terindah mulai dari Arsenio kecil hingga sekarang. Di akhir video ada ucapan-ucapan dari berbagai kalangan mulai dari keluarganya, teman, sahabat dan mereka yang ada di video mengumpul di belakang Arsenio, Arsenio terharu banget atas suprise nya. 


“Terima kasih atas kejutannya”


“Ettss, tunggu dulu, masih ada lagi” Teman kecilnya


“Apalagi?”


“Liat saja” sambil memberikan kode kepada Arsenio


Kejutannya terakhirnya adalah sebuah video dan di dalam video itu adalah Asha. Di video tersebut Asha di tanya-tanya seputar sosok Arsenio di mata Asha sendiri, sampai ada satu (Satu) pertanyaan yang Arsenio tunggu-tunggu, tetapi video itu malah error. Padahal itu sengaja di buat error agar Arsenio kesal. 


‘Dek, apakah kamu tidak mau bersama denganku? Kalau memang iya, iya sudah lebih baik Mas mundur. Maafkan Mas yang telah berbuat kasar sama kamu, kamu gadis kecil yang terindah buat Mas, Dek. Mas rindu sama kamu, terima kasih sudah mau masuk ke dalam kehidupan Mas. Mas sangat mengharapkan kalau kamu masih mencintai Mas dan ada 1 (Satu) kalimat yang mau Mas sampaikan yaitu I Love You, Dek' batin Arsenio sambil mengelap air mata yang sudah turun ke bawah


“Yah, ada yang mau menerimanya dan memberikan kesempatan , tetapi orangnya malah mau menyerah enggak jadi lah kalau begitu” ucap Asha sambil berjalan ke arah Arsenio dan Arsenio kaget atas kedatangannya Asha


“Hai, Kak” sapanya Asha kepada Arsenio dengan senyumannya, “Ini buat Kakak, semoga suka” memberikan bunga dan paper bag kepada Arsenio


“Terima kasih” dinginnya Arsenio


“Maaf, kalau aku sudah mengecewakan Kakak dan maaf aku enggak bisa lama-lama” ucap Asha dengan lesu. 


Asha sudah tahu Arsenio kecewa kepada dirinya dan Asha lebih kecewa lagi, karena Arsenio tidak merespon atas jawaban khitbahnya. Asha sudah berpikir kalau Arsenio hanya main-main sama perasaannya Asha. 


“Sebelum saya pulang, Kak atas perkataan saya tadi enggak bercanda kok ini benar apa adanya tetapi dari mimik muka Kakak tidak terimanya. Iya sudah tidak apa-apa toh salah saya juga yang lama kasih jawabannya kepada Anda. Terima kasih telah datang dalam kehidupan saya, terimakasih sudah selalu menemani saya disaat saya membutuhkan kasih sayang keluarga terutama orang tua. Maafkan atas kesalahan saya terhadap anda, kalau begitu saya pamit mengundurkan diri. Assalamualaikum”


Asha pergi meninggalkan mereka semua di aula, semua orang yang berada di dalam aula sudah tidak bisa berkata-kata lagi atas perbuatan Arsenio terutama teman kecilnya


“Bro, kamu ini bagaimana dah” teman kecilnya bernama Galih


“Tahu” Teman kecilnya beda orang Bernama Akbar


“Saya sudah terlalu kecewa”


“Saya tahu itu, tetapi yang buat semua kejutannya itu Asha, bro” Galih membocorkan semuanya kepada Arsenio


“Tahu bro, Asha yang siapkan ini semua dan Asha merelakan tidak masuk kuliah hari ini, padahal mata kuliah dia dosennya Dekan bro. Kamu ini bagaimana si” kesalnya Akbar


Hati Arsenio sakit pas teman kecilnya memberi tahukan semuanya kepada dirinya, dan Arsenio lari mengejarnya dan sayangnya tidak berhasilnya. 


“Adek, maafkan Mas” batin Arsenio sambil menangis tersedu-sedu


‘Jangan pernah meninggalkan orang dengan sia-sia dan jangan pernah menyerah dalam kehidupan yang rumit. Tuhan selalu ada dan sayang buat kita, kita harus ikhlas dan tabah'


The End

Mungkin saja kamu suka

Prasetyaningsih
Slice of Life
Alfina Rizqi Kh...
Nikmati Jalani Syukuri

Home

Baca Yuk

Tulis

Beli Yuk

Profil