Loading
2

0

15

Genre : Romance
Penulis : Aliya r putri
Bab : 19
Dibuat : 14 Juli 2022
Pembaca : 6
Nama : Aliya Rahma Putri
Buku : 1

VORBEI AN

Sinopsis

"Teleskop itu gratis" seorang gadis cantik yang mempunyai rasa penasaran yang tinggi dan suka berpetualang apapun resikonya. gadis itu keluar dari supermarket dan melihat suatu toko yang misterius, yang menjual barang-barang dan buku-buku antik. toko itu sangat unik, jarang ada pelanggan yang masuk kedalam toko itu. dan juga toko itu hanya buka seminggu 2 kali. barang-barang nya pun sangat antik dan sudah ada yang berkarat dan lain sebagainya. jika di jual ke toko lain barang-barang itu akan sangat mahal. lalu kenapa penjual itu berkata gratis untuk sebuah teleskop emas yang sedikit berkarat? apa hubungan toko itu dengan kedua orang tuanya? penasaran? ayooo ikuti petualangan gadis cantik ituu, maka rasa penasaran kalian akan terbayar kan!!
Tags :
- SarapanKata - KMOindonesia - KMObatch47 - kelompok01 - Penamerah

Bab 1 (day 1)

1 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day1


Seorang wanita yang tengah melakukan tugasnya sebagai seorang kasir di sebuah supermarket. Wanita itu memasukan belanjaan pelanggannya, dan juga seorang gadis berambut cokelat pirang yang mencari-cari bumbu dapur yang ibu nya suruh.


gadis itu ke sana kemari mencari saus pasta kesukaannya, namun gadis itu tak menemukannya. Lyora, nama gadis itu. Lyora berjalan menuju kasir dan bertanya dimana tempat saus pasta berada.


wanita yang ada di kasir itu mengambil sesuatu dari bawah meja kasir. kemudian menaruhnya di meja. " apa saus itu yang kau cari?" tanya wanita itu. Lyora mengangguk kemudian membayar saus pasta itu.


Lyora mendorong pintu supermarket itu, tak sengaja mata nya melihat suatu toko yang membuat gadis cantik ini penasaran, tapi dirinya harus segera pulang ke rumah karena ibunya menunggu.


Namun rasa penasarannya sangatlah tinggi, membuat gadis ini menunda pulang nya.


Lyora melihat kanan kiri nya sebelum menyebrang. Setelah aman dirinya berlari ke arah toko tersebut.


Lyora menatap pintu yang tertutup rapat, dan juga lonceng pintu yang berada di pinggir nya. 'apa aku harus membunyikan lonceng ini?' tanya nya dalam batin.


Gadis itu menggoyangkan loncengnya, kemudian terdiam, menunggu seseorang membuka pintu. Namun tak ada jawaban atau pintu terbuka.


Lyora mencobanya sekali lagi, dan lagi lagi tak ada jawaban dari toko itu.


Namun tiba-tiba "MASUK SAJA TIDAK DIKUNCI".


Seseorang berteriak dari dalam toko itu, Lyora terperanjat kaget dengan teriakan seorang pria itu.


Lyora mendorong pintu itu kemudian masuk kedalam toko itu. Hal pertama yang gadis itu lihat adalah sebuah patung yang ukurannya tidak begitu besar, berada di tengah tengah barang-barang antik yang di tata dengan rapi.


Lyora menatap takjub dengan hal yang ada di depan nya. Kemudian gadis itu berkeliling toko itu, berharap menemukan sesuatu yang bagus.


Tak lama, seorang pria yang sudah beruban, muncul secara tiba tiba dari sebuah rak yang hampir rubuh karena setengah dari rak itu bolong-bolong karena serangga.


Kedua kalinya gadis cantik ini terperanjat. Lyora mengelus dadanya sembari menutup matanya.


Pria itu menatap Lyora dengan tatapan aneh. " Sudah lama tidak ada pelanggan yang datang ke toko ini," ucapnya.


"Mau membeli apa kau?" Tanya pria itu dengan suara seraknya yang menakutkan anak anak kecil.


Lyora menggelengkan kepalanya "a-aku tidak ingin m-membeli sesuatu, h-hanya melihat lihat... Ya melihat lihat," jawab Lyora terbata bata.


Pria itu mengangguk-angguk kepalanya sembari mengelus janggut nya yang juga sudah beruban.


" Yasudah teruskan saja, jika ingin sesuatu datanglah kemeja itu," ucapnya sembari menunjuk ke arah meja yang seperti nya adalah kasir toko itu, Lyora mengangguk tanpa melihat ke arah pria tua itu.








Bab 2 (day 2)

1 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day2


Gadis itu berkeliling, sampai sampai dirinya terhenti ketika melihat suatu benda yang unik di matanya.

Lyora pernah melihat benda ini di suatu film yang pernah dirinya tonton bersama keluarganya.


Matanya berbinar, Lyora mengambil benda itu kemudian pergi ke arah meja yang di tunjukan oleh pria itu.


Tetapi saat sampai di meja kasir, tak ada satu pun orang yang menjaganya. Lyora memajukan kepalanya kemudian menengok ke arah kanan dan kiri.


Tidak ada orang. Tiba-tiba muncul pria tua tadi dari belakang Lyora. Sontak barang belanjaan Lyora terjatuh.


Pria tua itu tertawa sembari memegang perutnya. Melihat itu Lyora mendengus kemudian mengambil barang belanjaan nya yang jatuh.


"Jadi kau ingin membeli teleskop ini?" Tanya pria tua itu menaikan salah satu alisnya dan memegang dagunya.

Lyora mengangguk "berapa harganya?" Tanya gadis itu.


Lyora sebenarnya tahu, bisa saja teleskop itu sangat mahal. Dan karena bahan nya yang terbuat dari emas dan juga sudah ada puluhan tahun.


Tapi Lyora sangat menginginkan nya, harga mahal menurut nya ada murah. Walaupun dirinya bukan orang yang punya uang banyak.


Pria tua itu mengangguk angguk menatap teleskop itu, kemudian mengambil nya dan melihatnya kembali.


Pria itu menempatkan teleskop itu ke salah satu matanya, kemudian menengok kesana kesini untuk melihat menggunakan teleskop itu.


Alis Lyora mengkerut, bingung. Kenapa pria itu menutup mulutnya ketika melihat dirinya. Apa jika melihat menggunakan teleskop tersebut, dirinya akan berubah menjadi hantu? Atau apa?


Pria tua itu menaruh teleskop itu kemudian berbalik badan dan berjalan kebelakang. Lyora hanya melihat pria itu menghilang dari pandangannya.

Kemudian gadis itu menatap teleskop yang akan dirinya beli dengan tatapan seram. Pikirannya tertuju saat pria tua itu melihat menggunakan teleskop itu dan berekspresi terkejut sembari menutup mulutnya.


Tangan Lyora terulur untuk mengambil teleskop yang ada di depannya, namun tiba-tiba sebuah tangan muncul entah dari mana memgambil teleskop tersebut.

Pria tua itu. Tangan yang mengambil teleskop itu.


Kemudian pria yang berkali kali mengejutkan Lyora mengemas teleskop itu menggunakan sebuah kardus.

Pria itu menutup kardusnya kemudian menempelkannya sebuah stiker berbentuk logo toko tersebut dan menempelkan sebuah kertas yang bertuliskan huruf Romawi kuno yang tidak Lyora mengerti.


Kemudian kardus itu di taruh di depan Lyora "teleskop itu gratis," ucap sang pria tua itu.


Lyora yang sedang mengeluarkan uangnya untuk dihitung, dan barangkali uang nya kurang dirinya bisa mengambil dulu ke rumahnya.


Tetapi, saat mendengar pria tua itu, bahwa teleskop itu gratis. Lyora merasa terkejut, kesal dan juga aneh.

Karena yang pasti jika di jual, teleskop itu pasti akan mahal dan tidak mungkin juga gratis, bagaimana bisa toko ini memberikan teleskop ini kepada bocah yang bahkan tidak mengerti barang barang antik.



Bab 3 ( day 3)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day3


Lyora berterima kasih kemudian keluar dari toko itu. Anehnya sang pria tua menutup tokonya.


Bahkan jendelanya juga di tutup rapat-rapat sampai sampai tak ada celah untuk melihat isi toko tersebut.


Tetapi Lyora tak mempedulikan nya dan berjalan pulang dengan perasaan senang dan juga penasaran akan teleskop itu.


Sesampainya di rumah, Lyora segera memberikan barang belanjaannya kepada ibunya dan masuk ke kamarnya untuk memainkan teleskop tersebut.


Gadis itu melempar kan kardus yang berisi teleskop itu ke kasurnya, kemudian dirinya pergi ke kamar mandi untuk mandi dan berganti baju.


Tak lama Lyora muncul dan segera mengambil kardus itu dan membawanya ke meja belajarnya.


Lyora membuka kardus itu dengan pisau kecil yang ibunya belikan untuk berjaga jaga jika ada bahaya datang.


Gadis itu membuka nya dengan asal asalan dan kasar, karena tak sabar untuk mencoba teleskop itu dan berakting sebagai bajak laut yang pernah dirinya tonton di bioskop bersama keluarganya.

Lyora sedari dulu tidak mempunyai teman, kecuali Adam. Adam, dia adalah seorang anak laki laki yang umur nya sama dengan Lyora, 15 tahun.


Adam juga tidak mempunyai teman di sekolah, maka dirinya berteman dengan Lyora. Mereka mempunyai pikiran yang sama tentang dongeng-dongeng di buku.

Namun perbedaannya, Adam lebih tidak percaya bahwa mereka benar benar terjadi atau nyata. Sebaliknya Lyora.

Lyora sangat yakin bahwa dunia yang sebenarnya tidak akan pernah nyata itu ada. Bahkan di umurnya yang sudah menginjak remaja pun tetap yakin dengan pikirannya.


Dahulu Adam percaya, karena mereka masih menginjak sekolah dasar, namun tidak sekarang. Tetapi mereka tetap berteman sampai-sampai saling menanggap satu sama lain adalah saudara kandungnya.


Kedua orang tua Adam dan Lyora pun juga berteman dekat.


Maka dari itu Lyora tak pernah berpergian ke mall dengan teman-temannya. Dan juga jika ingin pergi bersama Adam, kedua orang tua mereka harus ikut. Entah kenapa.


Lyora sejujurnya tidak mempermasalahkan hal itu, namun Adam selalu memaksa Lyora untuk mencari teman selain dirinya agar tidak terlalu kesepian.


Tentu saja Lyora menolak dengan tegas, beralasan teman seperti Adam hanya ada satu di dunia.


Mari kita kembali ke gadis yang sedang mengotak Atik barang yang baru saja dirinya beli.


Barang yang sedari dulu dirinya impikan untuk dibeli, namun orang tua nya tidak mengizinkan karena katanya barang itu tidak berguna untuk nya di umur Lyora.

Dan akhirnya Lyora membelinya tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Lagi pula kedua orang tua nya tidak akan mengecek kamarnya dan mengobrak abrikan kamarnya juga, jadi Lyora tak perlu khawatir jika kedua orang tuanya curiga dengan dirinya.


Lyora memutar mutarkan teleskop itu sembari mengarahkan lensanya ke arah mata. Dan sangat mengejutkan, Lyora melihat



Bab 4 (day 4)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day4


Lyora mengarahkan teleskop itu ke suatu tempat di kamar nya. Namun bukan kamar nya yang dirinya lihat.

Sebuah tempat yang jauh dari kata kumuh. Ruangan tersebut di baluti dengan emas yang jika di jual, harganya bisa mencapai puluhan triliun.


Lyora terjengit kaget. Teleskop itu dirinya lempar, namun tak ada kerusakan sama sekali.


Gadis itu menutup matanya berkali kali, dirinya berpikir bisa saja salah lihat. Atau memang karena teleskop itu sudah tua dan lensanya sudah kotor.


Mungkin saja itu kotoran dari lensa itu dan terkena sinar matahari.

Lyora mengambil teleskop itu dengan tangan yang bergemetar, kemudian dirinya arahkan lagi ke arah kasurnya.

Tidak ada kasur sama sekali di tempat yang di arahkan Lyora. Hanya suatu kotak dengan ukiran yang sangat aneh juga di lapisi dengan emas.


Lyora mencoba untuk berjalan menuju kotak itu, namun bukan nya sampai ke kotak itu. Lyora terjatuh ke kasurnya dengan kepala yang terkena tembok.

Gadis itu meringis sembari memegang kepalanya yang terkena tembok itu, tiba-tiba ponsel nya berdering.


Adam, teman nya yang menelepon Lyora. Lyora bingung, padahal jarang sekali Adam menelepon dirinya. Apa lagi ini siang hari.


Tanpa basa basi, Lyora mengangkat telepon tersebut "halo? Ada apa?" Tanya gadis itu.


Tak ada jawaban, hanya suara orang yang sesak napas. Apa Adam baik baik saja? Lyora mulai berfikir yang tidak-tidak.

"Halo? Adam? Apa kau baik-baik saja?" Tanya lagi, kali ini ada suara barang terjatuh, dan jaraknya tidak terlalu jauh.

Mendengar itu Lyora semakin panik. Dirinya terus bertanya kenapa lawan bicaranya di telepon.


Lalu tiba tiba, ada suara dari telepon. Suara deritan pintu yang mungkin sudah lama tidak di gunakan.

Lyora terdiam, lalu seseorang yang mungkin seorang wanita tertawa dengan jahat. Lyora semakin panik.

Gadis itu mematikan telepon nya lalu menelepon lagi menggunakan vitur video call. Untung saja Adam menerima telepon dari Lyora.


Lyora membuang napas lega, kemudian dirinya melihat, Adam sedang berbaring di kasur entah siapa. Yang penting itu bukan kasur di rumah Adam.

Kemudian seseorang yang menegang ponsel mengarahkan ponsel ke ke arah seorang wanita yang mungkin tadi tertawa.


Lyora terkejut melihatnya. Itu Clara, teman di sekolah nya yang suka mengolok olok dirinya dan Adam.

Lyora merasa marah, apa yang dirinya lakukan kepada Adam "Clara?! Apa yang kau lakukan kepada Adam!!?!" Tanyanya berseru.


Clara yang mendengar itu menoleh ke arah ponsel milik Adam, lalu mengambil nya dari seseorang dan dirinya berpose menjulurkan lidah seolah olah sedang berfoto.


Lyora semakin emosi, melihat Clara yang berpose seperti itu. "Ini tak bisa di biarkan" ucapnya.


Kemudian Lyora beranjak dari kasur dan mengambil teleskop itu. Lalu keluar kamar dan mengambil sepedanya.


Lyora membawa teleskop itu di punggung nya menggunakan tali yang kuat, kemudian Lyora menggowes sepeda itu dengan cepat, seperti nya gadis ini tahu dimana tempat tadi berada.



Bab 5 (day 5)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day5

Lyora menggowes sepeda nya dengan kencang. Dirinya sangat khawatir kepada Adam, apa lagi ada rivalnya yang sangat dirinya tidak suka di sana.


Sesampainya di tempat yang mungkin saja Clara dan teman temannya yang lain, berada di sana.


Lyora mendobrak pintu itu dan berlari dari ruangan ke ruangan yang lainnya, untuk mencari Adam dan juga musuhnya itu. Entah kenapa, Lyora tahu keberadaan mereka saat melihat ruangan itu.


Tiba di saat Lyora mendobrak salah satu pintu besi yang sudah berkarat dan juga sudah berlubang lubang.


Gadis itu melihat Adam yang sedang terduduk lemas di dekat tembok, dan juga Clara yang sedang berjongkok di depannya sembari memegang dagu Adam.


Lyora berteriak kepada Clara, antek-antek Clara segera menghalangi Lyora untuk memukul Clara. Terlihat bahwa Lyora sangat emosi, matanya memerah, tak lupa napas yang tersengal-sengal akibat menggowes sepeda terlalu cepat dan juga emosi.


Clara membalikan badannya, menghadap Lyora yang sedang menatap dirinya penuh emosi. Gadis berambut pirang pendek itu menyeringai, menggoda Lyora agar emosinya memuncak.


//Warning kekerasan//

Karena tak sabar, Lyora mengambil teleskop nya dan memukulkannya ke pada salah satu antek-antek Clara yang menghalangi jalannya.


Perempuan yang dipukul oleh Lyora, meringis kesakitan, dan pingsan seketika, mereka yang menghalang jalan Lyora seketika panik melihat salah satu temannya yang pingsan.


Clara juga panik, dirinya juga takut jika dipukul oleh teleskop yang sangat berat itu, dan pasti sangat sakit.


Antek-antek Clara kabur, berlari dengan gesit keluar ruangan atau keluar bangunan kosong tersebut.


Hanya ada Lyora, Clara, dan juga Adam yang sedang terduduk lemas. Matanya tertutup, bajunya juga tampak seperti sudah di tarik-tarik.


Entah apa yang Clara dan antek-anteknya lakukan kepada sahabatnya itu.


Lyora melihat ke arah Clara "apa yang kau lakukan kepadanya?!?" Marah Lyora . Clara gelagapan melihat ke arah Lyora dan juga Adam.


Kakinya terus melangkah mundung, hampir saja terpojok, namun perempuan itu menendang tulang kering kaki Lyora. Yang membuat Lyora kesakitan dan seketika melepaskan teleskop itu.


Clara segera mengambil teleskop itu dan mengarahkannya kepada Lyora yang sedang memegang kakinya. Tetap perempuan itu tidak memukul nya, hanya mengarahkan nya sebagai perlindungan jika lawan yang ada di depannya akan menyerang dirinya.


Lyora yang melihat itu panik, teleskop nya berada di tangan musuhnya, sungguh Lyora ingin memukul nya, namun kekuatannya tak sekuat jika dirinya memakai teleskop itu untuk memukul.

Tiba-tiba teleskop itu bergetar, Clara yang memegangnya panik, tentu juga dengan Lyora. Tak lama teleskop itu bersinar sangat terang.


Bahkan Adam yang mungkin tadi pingsan, terbangun, karena suara yang keluar dari teleskop tersebut dan juga sinar yang menyilaukan mereka bertiga


Bab 6 (day 6)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day6


Teleskop itu mengeluarkan suara yang benar-benar aneh dan tak pernah mereka dengar selama mereka hidup.


Juga sinar yang keluar dari celah celah teleskop tersebut, membuat mereka mengharuskan menutup matanya dengan tangan mereka.


Lyora menutup telinga nya dengan kedua tangannya dan menutup matanya rapat-rapat. Selang beberapa meniti, sinar dan juga suara itu menghilang.


Berganti dengan suara kicauan burung, juga suara air mengalir. Lyora membuka matanya. Lyora membelalakkan matanya karena terkejut, ini bukan ruangan yang berada di bangunan kosong tadi.


Melainkan sebuah bukit yang indah serta sebuah sungai yang di pinggirnya terdapat angsa-angsa yang sedang berenang. Tak lupa pemandangan indah dari langit.


Lyora melihat sekelilingnya takjub, ada apa ini. Tiba-tiba Clara berteriak histeris "ADA DIMANA AKU?!?" serunya lalu melemparkan teleskop itu ke sembarang arah.


Dan tiba-tiba juga mereka kembali ke ruangan di bangunan kosong tadi, Lyora terdiam. Dan Clara lagi lagi berteriak, benar benar berisik anak ini.


"Bagaimana bisa ini terjadi," gumam Clara.


Lyora juga ikut memikirkan itu, namun dirinya teringat saat di kamarnya tadi. Melihat sebuah ruangan emas di kamar nya juga hal mustahil.


Lyora menyuruh gadis yang sedang ketakutan itu untuk memegang teleskop itu lagi, dan tentu saja Clara menolak mentah-mentah.


Gadis itu tidak mau berpindah tempat lagi, selama ini Clara tak pernah mempercayai hal hal yang memang tidak mungkin terjadi. Tetapi karena kejadian tadi, Clara mulai menyadari dan ketakutan akan hal itu.


Mungkin dirinya akan trauma terhadap sinar yang menyala? Atau hal yang berbunyi seperti tempat tadi?


Lyora tersadar dari lamunannya kemudian menengok ke arah Adam yang sedang memegang perutnya.


Lyora berlari ke arah Adam "kau tidak apa apa? Apa ada yang sakit? Bagian mana?" Tanya Lyora khawatir.


Adam menatap Lyora dengan tatapan yang sayu karena lemas, kemudian menggelengkan kepalanya.


Adam memegang tangan Lyora "aku tidak apa apa," jawab Adam tersenyum lembut. Lyora membawanya berdiri dan keluar dari ruangan dan bangunan kosong itu.

Tak lupa mengambil teleskop itu dan segera pergi dari tempat itu.


Meninggalkan Clara yang seperti nya ketakutan, perempuan itu takut, takut gila.

Matanya terus-menerus mengeluarkan air mata, tangannya juga mengacak acak rambutnya. Benar benar seperti orang gila.


Sesampainya di rumah, Lyora medudukan Adam di kursi, ibu nya yang berada di dapur terkejut dan menghampiri Adam yang lemas di sofa.


"Astaga! Apa yang terjadi padamu?" Tanya ibu Lyora khawatir sembari mengecek tubuh Adam.


Kemudian Lyora mengambilkan minum, dan memberikannya kepada Adam, Adam menerima minum itu.


Ibu Lyora menyuruh Lyora untuk menelpon kedua orang tua Adam. Orang tua Adam adalah orang tua yang sangat sibuk dengan pekerjaan bisnisnya.


Tak heran Adam bisa ke bangunan kosong itu tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.



Bab 7 (day 7)

0 0

-Sarapankata

-KMO Indonesa

-Batch47

-Kelompok1

-Penamerah

-Day7

-Jumlahkata403


Keluarga Adam datang dengan sangat tergesa-gesa, khawatir dengan keadaan anaknya yang masih terduduk lemas di sofa.

Saat tiba, ibu Adam berlari dari pintu ke sofa yang di duduki oleh Adam, kemudian memeluk Adam sembari menangis dan menyalahkan dirinya sendiri.

Ayah Adam memeluk istrinya sembari melihat Adam yang masih dalam kondisi lemas, Adam membuka matanya perlahan saat melihat kedua orang tuanya. Adam memegang tangan ayah dan ibunya.

Singkatnya keluarga Adam membawa Adam ke sebuah rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Lyora tadinya ingin ikut ke rumah sakit yang akan Adam datangi, namun dirinya tidak di izinkan oleh kedua orang tuanya karena keluarga Adam tentu butuh waktu untuk sendiri.

Lyora sudah berusaha untuk tidak bersedih dan selalu memanjatkan doa agar Adam dalam keadaan yang baik-baik saja dan tidak ada luka permanen.

Lyora membawa tubuhnya berbaring, tetapi dirinya hanya memandangi jendela, tidak bisa tidur memejamkan matanya, hatinya sedang dilanda gundah gulana mengingat kondisi Adam.

Tiba-tiba Lyora teringat akan teman alias musuhnya, yakni Clara. Apa yang terjadi dengan musuhnya sekarang, apa masih seperti tadi? Atau sudah dalam kondisi membaik.

'aih, kenapa aku memikirkan anak itu' batin Lyora memalingkan wajahnya ke arah lain.

Pikirannya tertuju pada kejadian yang ia alami tadi, mustahil kejadian tadi terjadi, seperti film film yang selalu tayang di televisi.

Pertama, Lyora melihat ruangan asing di kamarnya, kedua kejadian saat Clara memegang teleskop itu sehingga mengeluarkan suara dan sinar yang terang.

Juga kejadian saat berpindah tempat ke tempat yang sebenarnya indah, namun terlalu tiba-tiba dan pastinya mereka pertama kali mengalami kejadian ini.

Lyora menutup mukanya dengan tangannya, kemudian menggulingkan badannya ke arah kiri.

Kemudian datang ibu Lyora mengetuk pintu kamar Lyora, menyuruhnya untuk makan siang bersama- berdua.

Lyora berjalan ke arah meja makan dengan lemas, singkatnya mereka berdua selesai makan dan kembali melakukan aktivitas masing-masing.

Lyora mengambil jaket kemudian berjalan menuju ke arah garasi dan mengambil sepedanya.

Lyora bersepeda tak tahu jalan, tak tentu arah, mengikuti pikirannya sehingga sampai di sebuah taman yang indah dengan pemandangan matahari terbit.

Tempat yang selalu ingin Adam datangi ketika sedang terpuruk, namun Lyora selalu menolak permintaan Adam untuk menemaninya ke tempat indah ini.

Lyora duduk di antara rumput-rumput dengan sebuah sungai di depannya. Bukankah ini terlalu indah.

Gadis ini teringat dengan tempat dimana mereka berpindah. Ketenangannya sama persis. Lyora mulai curiga dengan toko yang ia datangi itu.

Tekad Lyora untuk menuju toko itu sangat kuat. Tak tahu toko itu sudah tutup atau belum, atau mungkin saja sudah berpindah tempat.

Bab 8 (day 8)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day8


Lyora menggowes sepeda nya ke arah toko itu. Dan benar saja toko itu tutup, mungkin perlu menunggu seminggu lagi.

Lyora memutarkan sepedanya ke lawan arah. Dirinya tentu kecewa.


Lalu tiba-tiba pikirannya tentang Clara muncul. Apa gadis itu masih di ruangan itu? Atau sudah berada di rumahnya?


Lyora menggowes menuju bangunan itu. Dan benar saja musuhnya masih berada di sana, terduduk di pojok sembari memegangi lututnya.


Katanya melotot, Lyora melihat itu merasa prihatin. Gadis yang membawa teleskop itu mendekati musuhnya yang mungkin kedepannya mereka akan terus bersama.

Clara melihat Lyora ketakutan, terus menerus menghindari Lyora, sampai terpojok.


Lyora sedikit kesal, dirinya berniat untuk menenangkan Clara, namun gadis berambut pirang itu malah menghindari nya terus sembari memakinya.


Lyora kesal dan membalikan badannya. Dirinya akan membiarkan Clara tenang, lalu Lyora akan mendekati nya.


Niat Lyora adalah meluapkan rasa penasarannya, jadi Lyora akan menyuruh Clara untuk memegang teleskop itu lagi.

Sangat jahat gadis ini, sangat egois.


Lyora tidak mementingkan dan tidak memperdulikan orang lain, hanya Adam dan dirinya yang harus di pentingkan terlebih dahulu. Menurut Lyora.


Gadis pirang itu masih saja seperti itu, tak ada perubahan. Bukannya Lyora menenangkannya tapi Lyora malah memarahinya. Tentu saja gadis di depannya ketakutan.


Apa lagi saat melihat benda yang berada di belakang Lyora, yaitu teleskop tadi.

Clara menjerit ketakutan, dan menyuruh Lyora untuk menjauh, dan membawa teleskop itu pergi.


Lyora menghela nafas nya, dan mengikuti kemauan Clara. 'apa yang harus ku lakukan, agar Clara mau memegang teleskop lagi' batin Lyora.


Kemudian handphone nya berdering. Ibu Adam menelepon 'ada apa?' Lyora membatin keheranan.


Gadis itu mengangkat handphone nya ke telinga, dan menjawab telepon tersebut.

"Halo? Ada apa?" Tanya Lyora. Di arah sana-ibu Adam- hanya terdengar suara handphone yang di simpan lalu di angkat kembali, tak ada jawaban dari arah sana.


Tiba-tiba "Lyora ini aku, Adam." Adam menjawab, yang akhirnya ada jawaban dari telepon tersebut selain suara tadi.


Suara Adam juga membuat Lyora tenang akan pikiran anehnya. " Ya? Adam? Kau sudah baik baik saja?" Tanya Lyora lagi.


Di sisi Adam, Adam mengangguk " ya aku sudah bangun, tetapi aku belum terlalu pulih," jawab Adam.


Lyora mengangguk. Kemudian menceritakan tentang Clara yang menurut Lyora, menjadi gila karena kejadian tadi.


"Mungkin, karena dirinya tak percaya dengan hal di luar nalar," kata Adam. Lyora setuju dengan pendapat Adam.


Adam pria yang selalu di bully di sekolahnya, Untung saja Lyora. Si gadis pemberani menghalangi orang orang yang membully Adam, sehingga Adam bisa sekolah dengan tenang.


Umur Adam lebih muda dari pada Lyora, namun pemikirannya sangatlah dewasa. Adam juga termasuk anak yang bisa dibilang pintar.




Bab 9 (day9)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day4

- PR

Mereka berdua berbincang hal hal yang menyenangkan. Lyora berjanji jika Adam sudah pulih total akan mengikuti kemauan Adam untuk pergi ke taman yang tadi dirinya kunjungi.


Keesokan harinya. Lyora pergi kesekolah dengan normal, hanya saja tidak ada Adam di samping tempat duduknya.


Adam menasehati Lyora, untuk tidak berperilaku buruk atau menjahili orang lain selama dirinya di rumah sakit.


Lyora dengan ragu, menyetujuinya. Dan hasilnya, berhasil! Lyora hanya mengerjakan tugas sekolahnya selama di sekolah.


Tidak membuat onar atau pun bolos sekolah. Sering kali Lyora mengajak Adam untuk bolos sekolah dan pergi ke taman yang kurang lebih jauh dari sekolahnya.


Tentu Adam menolak mentah-mentah ajakan sahabatnya itu.


Jam pulang pun tiba, Lyora keluar kelas lalu mengambil sepeda nya dan menggowes nya.


Gadis itu sangat ingin memakan mie instan namun ibu nya selalu melarang, jadi karena itu Lyora memutuskan belok ke supermarket yang berhadapan dengan toko teleskop tersebut.


Lyora sama sekali tidak menyadari nya, karena Perutnya yang dari tadi merengek ingin makan.


Lyora memakirkan sepeda nya lalu masuk ke dalam supermarket.


Gadis itu mondar mandir mencari mie instan yang dirinya inginkan, setelah mie instan nya ketemu, Lyora berjalan kekasir lalu membayar mie instan tersebut.


Lyora menyeduh mie instan nya dengan air yang sudah di sediakan di supermarket itu. Kemudian gadis itu keluar supermarket dan duduk di kursi depan supermarket.


Lyora memakan mie instan itu sembari melihat-lihat jalanan, yang di penuhi oleh orang orang yang sedang berjalan mau pun duduk di bangku seperti dirinya.


Lalu pandangannya tertuju pada toko antik itu, pikiran nya tertuju pada 2 kejadian yang dirinya alami.


Gadis itu juga masih menanyakan kabar dari Clara. Karena tadi perempuan itu tidak masuk sekolah dengan alasan sakit.


Lamunan Lyora Buyar karena suara lonceng yang bunyi dari toko antik tersebut.


Mata Lyora sangat fokus terhadap toko antik tersebut. Lyora melihat seorang nenek, yang umurnya mungkin 60 tahun atau lebih.


Lyora melihat nenek itu keluar dengan kotak besar yang dirinya dorong menggunakan troli benda.


Kotak besar itu juga mempunyai kertas yang sama dengan kertas yang di tempelkan oleh pria tua penjual barang-barang di toko itu.


Lyora melahap mie nya dengan cepat, berniat untuk meminta penjelasan tentang teleskop yang dirinya beli kepada pria tua itu.


Tetapi saat gadis itu berdiri, toko itu tertutup. Tertutup sangat rapat seperti pada kala itu.


Lyora mendesah kesal, dan juga sedih. Lyora melemparkan tubuhnya ke bangku yang sebelumnya dirinya sudah duduki.


Karena benar benar penasaran, Lyora bangkit lalu menyebrang jalan, menuju toko itu. Gadis itu menggedor gedorkan pintu.



Bab 10 (day 10)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day10

- PR

Lyora menggedor gedorkan pintu toko itu "apa kalian selalu menutup toko Jika ada satu pembeli?!" Seru Lyora.


"Apa kalian takut rahasia benda itu terbongkar? Apa tulisan di kertas itu mantra?!?!" Seru Lyora berlanjut.

Sampai sampai orang-orang memerhatikan Lyora yang sedang emosi. Mengetuk keras pintu toko itu.


Lyora menendang bawah pintu itu sebagai tanda dirinya benar benar emosi.


Lyora menarik napas panjang dan membalikan badan. Menghembuskan napas nya dengan kasar.


Kemudian Lyora menyebrang lagi dan menaiki sepedanya lalu pergi.


Namun dirinya tak lagi langsung pulang ke rumah. Lyora pergi ke rumah sakit dimana Adam di rawat.


Tak lupa Lyora membeli buah-buahan dan beberapa makanan. Saat sampai di rumah sakit, Lyora segera menanyakan dimana ruangan Adam berada.


Lyora langsung melesat ke ruangan Adam. Gadis itu menaruh buah-buahan dan juga makanan yang dirinya bawa.


Lalu duduk di sebelah kasur rawat Adam. Kata suster, Adam masih tertidur karena obat yang di berikan oleh dokter.


Lyora melihat Adam dengan tatapan yang tulus. Sembari memegang tangan pria di depannya yang sedang terbaring.


Tiba-tiba seorang perawat masuk, membawa alat-alat medis. Perawat itu memeriksa Adam lalu mencatat hasil periksaan tersebut.


Perawat itu mengganti air infus Adam lalu keluar dari ruangan kamar.


Tak kunjung sadar, Lyora akhirnya tertidur duduk dengan posisi memegang tangan.  Adam.


Beberapa jam berlalu, Lyora masih tertidur dengan pulas dengan posisi duduk sembari memegang tangan Adam.


Mata Adam terbuka dengan perlahan. Pria itu merasakan tangannya yang di genggaman oleh seseorang. Adam kira itu adalah ibunya, dan ternyata itu Lyora

Ujung bibirnya naik. Jujur saja selama dirinya berteman dengan Lyora, Adam mempunyai suatu perasaan yang dirinya telah sembunyikan.


Adam memang tidak berniat lebih maju, dan lagi pula Adam sudah nyaman seperti ini. Jika pun dirinya maju, pasti Lyora tidak akan menerimanya karena menurut gadis itu. Menjalin hubungan seperti itu, tidak berguna dan akan memutuskan pertemanan secara langsung.


Adam tersenyum, dan berusaha untuk terbangun. Namun pergerakan nya membangunkan gadis yang tengah memegangnya.


Lyora terduduk dengan rapih "hadir pak!" Seru Lyora yang masih setengah sadar.

Adam menahan tawanya dengan tangan di mulut. Lyora masih saja duduk rapih, namun kepalanya beberapa kali hampir terjatuh.


Melihat itu Adam tak kuasa menahan tawanya. Lyora lagi lagi terkejut dan menoleh ke arah Adam yang sedang tertawa.


Pipi Lyora bersemu malu. Gadis itu mengambil bantal yang ada di sofa lalu hendak memukul kepada Adam.


Lyora lupa bahwa Adam sedang masa perawatan dan dirinya memukulnya.

Seketika Lyora berhenti memukul setelah mendengar Adam merintih kesakitan.


Lyora melempar bantal itu ke sembarang arah dan mengecek apa Adam baik baik saja, karena dirinya.


Bab 11 (day 11)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day11

Melihat itu, Adam menatap Lyora, dan tertawa semakin menjadi-jadi.


Lyora kesal kemudian duduk di kursi lagi sembari menyilangkan tangannya.


"Hahaha, maaf kan aku, maaf kan aku," ucap Adam sembari mengusap matanya yang berair karena tertawa.


Lyora tak berkutik, masih diam. Mereka berdiam diri sampai seorang perawat masuk untuk mengantarkan kan Adam makanannya.


Karena tangan kanan Adam di perban, pria itu kesusahan untuk makan. Lyora dengan ragu membantu Adam, karena ini pertama kali dirinya menyuapi Adam.


Adam dengan senang hati menerima suapan dari Lyora sampai habis dan meminum obat nya.


Lalu mereka berdiam, lagi. Adam sibuk mencorat-coret kertas di depannya. Pria itu gemar sekali menulis atau sekedar menyalurkan pikirannya di sebuah buku ataupun kertas.


Bisa saja, Adam menerbitkan sebuah buku karena pikirannya yang genius itu. Lyora beberapa kali melihat tulisan Adam, namun gadis itu tak ingin bertanya apa itu dan kenapa Adam harus menulisnya.


Lyora beranjak dari kursi lalu mengambil buah buahan yang dirinya tadi bawa untuk Adam.


Lyora mengambil pisau kecil yang tidak Adam gunakan saat makan tadi. Kemudian mengupas buah itu.


Gadis itu mencicipi dulu buah itu sebelum dirinya memberikan buah yang sudah di kupas itu Kepada sahabatnya.


Manis dan segar. Lyora melanjutkan mengupas buah itu. Dan menawarkan nya kepada Adam.


Adam menerimanya, namun mata dan tangan nya fokus kepada tulisannya. Tak ada yang berbicara, mereka seperti itu sampai ibu Adam datang membawa box yang ukurannya tidak terlalu besar.


Bisa di tebak itu adalah kue yang ibunya Adam beli. Marisha-ibu Adam- terkejut melihat Lyora yang sedang mengupas buah.


"Sejak kapan kau disini?" Tanya Marisha sembari membuka jaketnya lalu menyimpannya di sofa kecil.


Lyora mengangkat bahunya "sejak tadi, pulang sekolah aku langsung kesini," jawab Lyora yang masih mengupas buah apel.


Marisha mengangguk, lalu mereka membicarakan apa yang suka mereka bicarakan ketika sedang kumpul bersama keluarga Mereka.


Adam yang sedang fokus menulis, berhenti sejenak untuk beristirahat. Adam memang 'kidal' karena itu tak heran jika tangan kanannya sakit, dirinya masih bisa menulis dengan lancar. Walaupun tulisannya tidak sebagus tulisan tangan kanan.


Mereka mengobrol sampai-sampai hari sudah mulai gelap. Lyora tak ingat pulang karena asik dalam obrolan tersebut.


Lyora berpamitan untuk pulang. Marisha menawarkan untuk mengantarkan Lyora sampai lantai bawah. Namun gadis itu menolak karena, takutnya Adam tiba tiba tidak sadarkan diri.


Lyora menggowes sepeda nya dengan santai, menikmati pemandangan di sore hari ini. Angin berhembus, menerpa wajah cantik dari gadis yang sedang menikmati perjalanan pulang nya.


Lyora berhenti sejenak di salah satu jalan yang sepi, untuk memetik bunga yang bermekaran di sekitar jalan itu. Dan menikmati terbitnya matahari.


Bab 12 (day 12)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day12

Keesokan nya Lyora melakukan kegiatan yang sama. Pulang sekolah dirinya duduk di depan supermarket dan melihat toko itu Berjam jam.


Kemudian pergi ke rumah sakit sembari membawa makanan yang berbeda, menjenguk Adam sekaligus untuk menceritakan apa yang terjadi di sekolah.


Adam mendengarkan nya dengan sangat baik.


Setelah itu Lyora pulang ke rumah dan mengerjakan PR nya. Seperti itu lah kegiatan Lyora 2 Minggu kedepan.


Di Minggu ke tiga, Lyora mengikuti kegiatan di sekolah nya yang tidak memungkinkan untuk menjenguk Adam lagi.


Lyora menidurkan dirinya, gadis itu kelelahan karena kegiatan tambahan di sekolahnya. Lyora mengambil teleskop itu lalu memerhatikan teleskop itu.


Sekarang hari Rabu, hari dimana Lyora membeli teleskop itu.


Dengan cepat dirinya mengubah bajunya dan segera turun kebawah untuk mengambil sepeda.


Tak lupa dirinya membawa teleskop itu di tasnya. Lyora menggowes sepedanya dengan kecepatan sedang.


Lyora berniat untuk menipu toko tersebut dengan berpura-pura berbelanja di supermarket di depan toko itu. Kemudian berdiam diri di supermarket itu sembari memperhatikan toko tersebut.


Sang wanita di kasir memerhatikan Lyora dengan tatapan aneh. Sembari memakan Snack kuaci yang wanita itu ambil di supermarket nya.


Lyora menatap toko itu dengan tatapan tajam. Juga sembari memakan Snack yang dirinya beli untuk memperlama dirinya di supermarket.


Sudah lebih dari 3 atau 2 jam, gadis itu berada di supermarket dengan menghabiskan banyak makanan yang dirinya beli karena menunggu toko itu terbuka.


Tak lama toko itu terbuka, menampilkan pria tua itu menengok ke kanan dan ke kiri melihat takut jika ada gadis yang akan memarahinya, meminta penjelasan.


Lyora melotot melihat itu. Kemudian segera mengambil tasnya dan lari ke toko itu.


Pria tua itu terkejut melihat gadis yang dirinya takuti datang dengan membawa tas besar di punggung nya yang pasti itu adalah teleskop itu.


Pria tua itu menutup pintunya, namun kaki Lyora menahan pintunya dengan kakinya. Lyora menggedor gedor pintu itu sembari berteriak untuk membuka pintunya.


Pria tua itu berusaha untuk menutup pintu toko itu, tak peduli kaki gadis yang berada di depan pintu nya kesakitan.


Karena Lyora mendorong pintu itu sekuat mungkin dan juga kekuatan pria tua itu yang kecil karena sudah tua.


Pintu itu mengeluarkan suara retakan yang berarti pintu itu akan rubuh. Pria tua itu menghindar takut dirinya terkena/tertindih  pintu itu.


Pintu itu terjatuh. Menampilkan Lyora yang melihat pintu itu terjatuh lalu menatap pria tua itu dengan deretan giginya yang putih.


Pria tua itu memutar matanya dan membiarkan Lyora masuk. Lyora dengan senang hati memasuki toko itu, sembari menghindari robohan pintu itu.


Lyora duduk di salah satu kursi yang tersedia di toko itu. Dan pria itu mengangkat robohan pintu itu.


Bab 13 ( day 13)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day13


Lyora terus menerus memerhatikan pria tua itu yang sedang membenarkan pintu itu.


Pria tua itu menatap sebal ke arah Lyora, kemudian melanjutkan kegiatannya. Lyora melihat lihat barang antik yang di gantung. Sungguh aneh barang barang yang ada di sana.


Setelah beberapa menit kemudian, pria itu selesai memasang pintu itu lagi, kemudian membereskan barang-barang nya dan kembali lagi menatap Lyora sembari menyilangkan tangannya.

"Apa mau mu?" Tanya pria tua itu tajam. Lyora menurunkan tas nya lalu membukanya dan mengambil teleskop itu.


"Jelaskan tentang teleskop ini," ucap Lyora, sembari menunjukan teleskop itu. Pria itu menghela nafas nya kemudian menutup matanya.


Lyora menatap datar ke arah pria itu. Dirinya tahu, pasti ada sesuatu yang aneh dari toko tersebut. Apa lagi toko ini tutup setelah ada satu pembeli yang membeli di toko itu.


Kecurigaan Lyora terjawab ketika sebuah buku yang terbuat dari kulit hewan, yang entah apa hewan itu. Tiba-tiba terbuka kemudian mengeluarkan percikan pasir ungu, seperti Glitter.


Lyora loncat terkejut. Kaget karena buku itu tiba-tiba jatuh dari sebelahnya. Lyora membungkuk untuk melihat buku itu lebih dekat. Kemudian jarinya mengambil pasir itu.


Pasir itu berubah menjadi abu, dan menghilang. Terlebih lagi buku itu tiba tiba tertutup rapat, dan tidak bisa dibuka kembali.


Pria tua itu mengambil buku itu kemudian memeluknya dan mengelusnya. Ajaibnya buku itu mendengkur seperti orang tertidur.


"Ini buku pendongeng, namun buku ini sedang rewel atau mungkin error," ujarnya menjelaskan. Lyora tambah bingung dengan penjelasan pria itu.


Alisnya menyatu. Kebingungan dengan apa yang terjadi, setelah pria itu menaruh buku itu ke mejanya. Pria itu meraih teleskop dari tangan Lyora.


"Huh, langsung terjadi ternyata," ucapnya sembari meneliti teleskop tersebut. Lyora juga melihat lihat.


Lyora semakin bingung dengan toko itu. Toko yang dirinya masuki karena setelah membeli pasta yang disuruh ibunya. Kemudian bosan lalu iseng memasuki toko tersebut.


Awalnya Lyora kira, toko ini adalah toko biasa yang menjual segala barang. Namun salah, toko ini toko yang barang barang nya ajaib. Dan Lyora mendapatkan sebuah teleskop yang dapat melihat masa lalu. Mau tempat dan seseorang. Maksudnya, kita dapat melihat orang yang kita kenal, hidup di masa lalu atau tidak. Jika tidak orang itu akan menghilang jika di lihat di teleskop tersebut.


Lyora menghela nafas nya. Ini sulit di cerna oleh otaknya, ya walaupun dirinya percaya pada hal yang tidak mungkin terjadi. Tapi ini tidak mungkin terjadi di kehidupan nya. Melihat masa lalu dari sebuah teleskop menurut nya itu hal luar biasa yang tidak masuk akal.


Dirinya pikir, akan mengalami seperti di film yang dirinya tonton, seperti Narnia, atau Harry Potter.



Bab 14 (day 14)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day14

Pria itu menaruh secangkir teh di meja sebelah dirinya. Mereka sudah berpindah tempat.


Pria tua itu mengajak Lyora untuk masuk ke bagian dalam toko itu, kemudian akan menjelaskannya dengan rinci.


Lyora tentu mengikuti nya kerena rasa penasarannya yang sangat kuat akan teleskop itu dan juga toko ini.


Lyora menatap teh yang ada di cangkir itu dengan ragu. Tadinya gadis itu ingin meminum teh itu karena kehausan, namun dirinya urungkan karena takut teh itu juga ajaib.


Pria tua itu menggeleng, seolah tau apa pikiran Lyora tentang teh itu. Lyora mengangguk lalu mengambil teh itu dan meneguknya dengan cepat karena sudah tak tahan haus.


Pria tua itu menggeleng dan menyeruput teh nya juga. Gadis di depannya mengelap mulutnya kemudian menatap pria tua itu lagi, menanti jawaban yang akan pria tua itu berikan kepadanya.


Pria tua itu terkekeh kecil "kau sangat mirip dengan ya," ucapnya yang membuat Lyora kebingungan.


"Siapa? Aku mirip siapa?" Tanyanya heran. Pria tua itu menggeleng kemudian meraih teleskop itu dari meja.


Mulut pria tua itu terbuka, menandakan awal dari penjelasannya dan juga cerita dari teleskop itu.

"Kau tahu, sebuah dongeng tak akan mungkin nyata karena itu hanyalah imajinasi dari sang penulis," ucapnya sembari menyenderkan punggungnya ke kursi dan menatap langit yang mendung.


"Namun bagaimana jika sang penulis itu ternyata tidak sedang berimajinasi, melainkan menuliskan kisahnya yang orang berpikir tak logis," lanjutnya.


Rintik rintik hujan mulai turun, pria tua itu diam sejenak dan menyeruput kembali tehnya setengah.


"Teleskop itu, seseorang bawa dari sebuah tempat yang waktunya jauh dari kita, sebuah tempat yang mungkin tak akan ada lagi yang bisa mendatangi nya jika sebuah kunci tidak di temukan," ujarnya.


Hujan semakin membesar, Lyora mulai kedinginan, karena dirinya memakai celana pendek juga baju berlengan pendek. Pria tua itu beranjak dan mengambil sebuah selimut kecil lalu memberikan nya ke gadis yang duduk menanti cerita selanjutnya.


Pria tua itu duduk kembali menatap hujan yang sedang turun deras. Lyora berterima kasih lalu memakai selimut kecil itu sembari memegang cangkir teh yang hangat.


"Dan teleskop itu akan menarik perhatian sang pemiliknya. Teleskop itu akan memilih pemiliknya dengan sangat bijak," ucapnya melanjutkan penjelasannya.


" Tapi aku sedikit ragu dengan pilihan teleskop itu sekarang," lanjutnya sembari melihat ke arah Lyora dengan pandangan mengejek.


Lyora mengerutkan dahinya, 'maksudnya teleskop itu memilihku? Kenapa? Aku tidak ada sangkut pautnya dengan hal hal aneh ini' batinnya dalam hati.


Pria tua itu tertawa sembari memegang perutnya. Lyora semakin bingung, kenapa pria tua itu tertawa.


Melihat gadis di depannya kebingungan, pria tua itu berhenti tertawa. " Oh kita belum berkenalan anak muda... Atau ku sebut saja anak muda pemaksa Hahahahahha," ucapnya sembari tertawa lagi.


Bab 15 (day 15)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day15

Lyora memutar matanya "kau bisa sebut pria tua ini, Gardon. Salam kenal anak muda pemaksa," ucapnya sembari tersenyum.


Lyora mengangguk "aku Lyora," ucap Lyora singkat, dirinya tak tahu apa yang harus ia kenal kan kepada pria tua itu.


Pria tua bernama Gardon itu menyuruh Lyora untuk menceritakan apa yang terjadi selama dirinya telah membeli teleskop itu dari tokonya.


Lyora sungguh tak percaya kepada orang didepannya. karena jika dilihat secara fisik, Gardon terlihat sangat menyebalkan dan juga pemarah, ya walaupun benar adanya.


Namun yang sedang mengobrol dengan Lyora kali ini bukanlah seperti pria tua itu. Lyora menceritakan semuanya yang terjadi, mereka saling bercerita seperti sudah kenal lama.


Lyora juga menceritakan Adam yang sedang di rawat di rumah sakit. Pria itu tiba-tiba beranjak lalu kebelakang dan tak lama muncul kembali sembari membawa sebuah mainan jadul yang mungkin sudah punah pada tahun sekarang.


"Berikan ini padanya, sebagai tanda aku menjenguk nya," ucapnya sembari memberikan mainan itu.


Lyora menerimanya, memandang benda yang tidak pernah dirinya lihat sebelumnya. Tak banyak tanya, Lyora memasukan mainan itu ke tasnya.


Mereka berdiam diri di dinginnya hujan. Setelah 1 jam Lyora berpamitan kepada pria tua itu untuk pulang.


Tapi dirinya datang ke rumah sakit. Kemudian memberikan mainan itu kepada Adam, tapi entah kenapa Adam tau mainan itu dan senang mendapatkan mainan itu.


Adam berterima kasih kepada Lyora dan menyuruh Lyora untuk diam di rumah sakit terlebih dahulu. Namun Lyora menolak ingin istirahat lebih cepat.


Adam tidak bisa memaksa karena tahu sahabat nya mempunyai kegiatan yang sangat padat.


Sesudah Lyora pulang. Adam memainkan mainan itu, sembari senyum dengan lebar dari mulutnya.


Mainan ini persis seperti mainan yang diberikan oleh mendiang neneknya saat kecil. Air matanya turun seketika, mengingat neneknya saat merawatnya dulu.


Adam memeluk mainan itu sembari menutup matanya. Dari ujung matanya air mata yang berharga itu keluar secara terus menerus.


Rindu dengan mendiang neneknya yang sudah tiada. Suasana ruangan kamar rawat Adam menjadi sedih, hujan di luar mendukung suasana perasaan Adam.


Di sisi Lyora, Lyora sedang menatap teleskop itu. Mencoba melihat kembali ruangan kamarnya dengan teleskop itu.

Dan terjadi lagi, gadis itu tidak melihat kasurnya, meja belajarnya, lemari bajunya. Melainkan ruangan yang berlapis emas.


Lyora berjalan kesana kesini di ruangan kamarnya. Melihat jika ada sesuatu yang menemukan informasi untuk kunci tersebut.


Lyora menemukan sebuah pintu kecil yang dirinya kira tubuhnya bisa masuk ke pintu itu. Lalu karena dirinya melihat pintu itu di teleskop itu. Jadi dirinya menyangka di dunia nyatanya tidak ada pintu itu, namun dirinya salah. Pintu itu ada di ruangan kamarnya.


Bab 16 (day 16)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day16

Lyora mengucek matanya, apa pintu itu ada di kamarnya. Meraba pintu itu, dirinya tidak memakai teleskop itu!


Lyora menutup mulutnya menggunakan tangannya, kemudian membukanya. Namun dirinya melihat kembali memakai teleskop itu.


Keadaan ruangan dan isi isinya sama persis di teleskop maupun di kamar Lyora. Jantung gadis itu berdegup dengan kencang, lebih dari biasanya.


Lyora terus berjalan, menelusuri jalan dari pintu itu, hanya lurus sampai bertemu dengan tangga yang lumayan panjang.


Lyora berpegangan ke tembok, dirinya menyalakan senter untuk membantu penglihatan nya di bawah ruangan itu.


Sampai dirinya bertemu dengan pintu lagi. Pintu yang lebih besar dengan ukiran ukiran kuno yang seperti nya adalah sebuah kisah dari zaman tersebut.


Tiba tiba dirinya merasa ibunya memanggil, menyuruh nya untuk makan. Lyora bergegas kembali ke atas. Dan menaruh teleskop itu di meja, tak lupa menutup pintu kecil itu dan menutupinya dengan meja.


Lyora berniat untuk mengajak Adam sesudah sembuh untuk menelusuri tempat itu, mungkin saja itu ada hubungannya dengan semua ini. Termasuk dengan Clara.


Mungkin 3 atau 2 hari Clara tak mengunjungi Adam karena dirinya juga sakit karena kelelahan. Dan waktu tidur nya sangat kurang.


Lyora berbaring dengan lemah, memandang langit-langit nya. Tiba tiba telepon nya berdering, panggilan dari Adam.


Mereka berbincang layaknya seorang sahabat. Lalu Adam memberitahukan bahwa dirinya sudah pulang kembali, dan sedih mendengar kabar bahwa Lyora sedang sakit.


Kemudian mereka mengakhiri obrolan telepon nya karena Adam menyuruh Lyora untuk istirahat, tidur.


Lyora menurutinya. Gadis itu membuka matanya, bangun dari tidurnya. Lyora merasa sehat dan segar setelah tidur.

Ternyata dirinya tidur selama sehari, tidak 8 jam seperti biasanya.


Lyora meregangkan tubuhnya kemudian meraih gelas berisi air di samping tempat tidurnya.


Kemudian turun dari kasurnya. Saat berdiri, Lyora hampir saja terjatuh. Karena sakit kepala yang masih sakit.


Lyora memegang kepalanya sembari menyirit, Lyora memegang ke lemarinya dan berdiri. Berjalan sembari memegang tembok.


Menuruni tangga. Kemudian pergi ke ruangan dapur. Lyora duduk lesu di kursi dapur. Ibu nya datang kemudian mengelus rambut Lyora dengan lembut.


Ibunya mengecek suhu tubuh anaknya kemudian menyiapkan makan untuk dirinya beserta Lyora.


Malam nya keluarga Adam datang, datang untuk menjenguk Lyora yang sudah sehat sekarang. Adam membawa banyak makanan untuk Lyora karena tahu bahwa sahabat nya ini suka makan.


Kemudian mereka berbincang dengan Lyora yang tidur di sofa karena sakit kepalanya masih terasa. Bahkan gadis itu jika berdiri akan terjatuh karena terasa seperti gempa yang dahsyat.


Tapi, badannya sudah tidak panas. Dan flu nya sudah sembuh hanya pusing nya saja yang masih terasa. Lyora berbincang sampai sampai tertidur.


Bab 17 ( day 17)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- day17

- jumlahkata431

Ayah Lyora mengangkat Lyora ke kamar nya. Kemudian menutup pintunya, tanpa di sadari, Adam mengikuti ayahnya Lyora ke kamar Lyora.


Adam memasuki kamar Lyora dengan sangat pelan, takut sahabatnya itu terbangun.


Kemudian Adam duduk di sofa kecil di dekat kasur Lyora, menatap Lyora. Dirinya terdiam, tak tahu apa yang harus dirinya lakukan selain menatap Lyora.


Kemudian pria itu teringat akan teleskop yang sahabatnya beli di suatu toko. Adam mencari teleskop itu dan akhirnya menemukan teleskop itu.


Kemudian jari nya meneliti ukiran ukiran kuno yang ada di teleskop tersebut. Seperti nya pria ini tau arti dari ukiran kuno tersebut.


Kemudian Adam mencoba melihat ruangan kamar Lyora menggunakan teleskop tersebut. Dan hasilnya sama seperti apa yang di katakan oleh sahabat nya itu.


Awalnya Adam sedikit tidak mempercayai teleskop itu bisa melihat masa lalu, sesuai yang di katakan oleh Lyora. Namun sekarang dirinya percaya karena apa yang di lihat nya dengan mata nya sendiri.


Adam mencoba memutar mutarkan teleskop itu, ada angka di ujung teleskop itu. Pria itu mencoba memutar nya ke angka 4 yang semulanya adalah angka 2.


Kemudian dirinya melihat kembali ruangan kamar Lyora menggunakan teleskop itu. Dan apa yang dilihat Adam sangatlah mengejutkan.


Ruangan tersebut berubah, walau tidak 100?rubah. Namun ada beberapa perubahan di ruangan yang dilihat Adam di teleskop tersebut.


Adam mencoba memutar mutarkan teleskop itu lagi sampai di angka 10 yang berarti sudah di zaman dirinya dan Lyora sudah lahir.


Ruangan tersebut sama dengan ruangan yang dilihatnya tanpa menggunakan teleskop.


Adam menyimpulkan bahwa angka tersebut adalah angka yang menandakan zaman yang di lihat oleh teleskop tersebut.


Kemudian dirinya beranjak pergi ke luar ruangan. Namun sebelum itu Adam mengelus kepala Lyora yang sedang tertidur dengan lembut. Kemudian menutup pintu dengan pelan.


Adam menghampiri orang tua nya dan meminta untuk pulang dengan alasan dirinya sudah sangat mengantuk, karena ini sudah malam.


Orang tua nya mengiyakan permintaan anaknya kemudian berpamitan untuk pulang kepada orang tua Lyora, dan memberikan doa' agar Lyora cepat Pulih dari sakitnya.


Di perjalanan pulang, Adam mengetik sesuatu di note handphone nya. Berusaha mengigat dan mengartikan semuanya yang ada di teleskop itu.


Adam juga sangat penasaran dengan siapa yang membuat teleskop itu. Kemudian dirinya meraih tasnya lalu mengambil mainan yang diberikan Lyora.


Adam juga mengecek mainan itu, bisa saja ada sesuatu yang sama dengan teleskop itu. Berarti orang yang membuat teleskop itu juga sama dengan orang yang membuat mainan itu.


Adam juga teringat dengan toko yang di ceritakan oleh Lyora. Toko yang dimana sahabat nya membeli teleskop itu dan juga toko yang memberikannya mainan ini. Karena terlalu larut dalam pikiran, Adam tertidur dengan mainan yang ada di tangannya.


Bab 18 (day 18)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

- Jumlahkata406

Kamar yang terasa dingin, dengan suasa yang begitu sepi, hanya suara jam berdenting yang terdengar.


Seorang gadis tengah tertidur di atas ranjang dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Terlihat pergerakan dari gadis tersebut. Matanya mengerjap perlahan, pertanda dia akan segera bangun.


Gadis yang tidak lain dan tidak bukan adalah Lyora, itu terbangun. Dia mengucek matanya, Lyora lantas menatap sekitar.


Dirinya merasa kebingungan karena pada awalnya dia tertidur di sofa ruang tamu. Kenapa sekarang dia ada di dalam kamar?


“Siapa yang memindahkanku?” gumamnya.


Membuka selimutnya, Lyora pun turun dari atas ranjangnya. Kemudian dirinya turun ke bawah, satu persatu undakan tangga dia turuni hingga dia sampai di ruang tamu.


Melihat ruang tamu yang sepi, dan tak ada orang, dingin terasa mengenai kulitnya, Lyora pun mengusap-usap kedua bahunya.


Huft

Menghela nafas, Lyora lantas berjalan ke dapur lalu mengambil minum. Satu gelas air dia habiskan, bangun dari tidur ternyata membuat dirinya begitu kehausan.


Lyora menyimpan gelas bekasnya itu, sesudah itu dirinya terdiam di kursi makan sembari melamun, pikirannya tak karuan.


Tentang teleskop itu lah, lalu Adam, dan juga Clara. Pikiran-pikiran itu berkecamuk memenuhi kepalanya, tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


Apa lagi dengan pintu yang berada di ujung kamarnya. Lalu pikiran nya tertuju pada, apakah Adam melihat pintu itu atau mengecek teleskop itu? Apakah sekarang dia akan percaya dengan ucapannya? Lyora tidak tahu itu, ini semua membuatnya begitu pusing.


Menarik nafas dalam-dalam, Lyora kemudian menghembuskan nya dengan perlahan.


“Tenang Lyora…,” gumamnya.


Kepalanya yang perlahan terasa sedikit sakit, membuat Lyora lekas memijitnya. Bangun dari duduknya, Lyora mengambil segelas air lagi, kemudian menenguknya.


Setelah itu, dia pun pergi menuju kamar mandi, badannya sudah terasa lengket, apalagi dia baru saja bangun dari tidur.

Setengah jam berlalu, Lyora kini terlihat lebih segar dari sebelumnya.


Lyora memilih baju yang ingin dia pakai, lantas memakainya. Menatap cermin, semua pikiran itu kembali membayangi dirinya.


Lyora menatap lurus pantulan dirinya di depan cermin. Dia mengambil sisir, merapikan rambutnya yang basah dengan sisir itu.


Selesai menyisir rambut, Lyora pun keluar dari kamarnya. Dia kembali pergi ke dapur dan menyiapkan makanan untuknya, perutnya sudah berdemo minta diisi.

Berikir terlalu keras membuat dia kelaparan.


Makanan sederhana saja yang dia buat, sebuah telor mata sapi, nasi ditambah kecap di atasnya.


Makanan sederhana, namun membuat dia makan dengan lahap. Mungkin efek lapar, dengan cepat Lyora menghabiskan makannya itu.


Bekas makannya, segera Lyora cuci. Lalu setelahnya pergi ke ruang tamu, duduk di sana dan kembali, pikiran itu menyusup masuk ke kepalanya.



Bab 19 ( day 19)

0 0

- SarapanKata

- KMOindonesia

- KMObatch47

- kelompok01

- Penamerah

-Jumlahkata 412

Lyora menyalakan televisi nya dan menonton serial drama yang ada pada tengah malam. Lalu menonton nya sampai pagi hari, dan memang kebetulan besok adalah hari libur.


Lyora menonton sembari tiduran dan memakan Snack yang sebelumnya dirinya ambil di kulkas.


Jam menunjukkan pukul 4 pagi. Lyora masih saja menonton televisi, dengan sampah Snack dimana mana.


Lyora mematikan televisinya lalu membuah sisa-sisa dan sampah dari Snack itu. Lalu pergi ke kamarnya dan tertidur.


Gadis yang sedang tertidur, tiba-tiba terbangun. Lyora melihat handphone nya lalu menyalakannya, jam 11 pagi.


Bangun siang karena dirinya tidur di pagi hari.


Kemudian gadis itu mandi dan turun ke ruang makan. Ibunya sudah menatapnya sedari dirinya turun dari tangga.


Menatapnya dengan intens "kau tidur jam berapa, Lyora?" Tanyanya tajam

.

Lyora berhenti berjalan, membalikan badannya menatap ibunya dengan takut. Lalu menunduk "4...," Ucap Lyora gugup.


Ibunya menghela nafas nya lalu mengangguk dan membalikan badannya. Ibunya tahu bahwa Lyora kemarin terbangun dan tidak bisa tertidur lagi, kebiasaan itu sudah ada sejak Lyora masih kecil.


Dan Lyora tidak memberi tahukan kebiasaan itu kepada ibunya karena takut di marahi oleh ibunya, dan sebenarnya ibunya tahu namun tidak menanyakannya.


Lyora menyirit Heran, kenapa ibunya tidak memarahinya. Padahal ibunya sering melarang dirinya tertidur lebih dari jam 10 malam.


Di meja makan Lyora memikirkan agar Adam mau menelusuri pintu itu, karena Adam tidak suka pada ruangan yang kotor dan juga gelap. Ya walaupun ada penerangan dari senter tapi tempat itu sangat kotor karena sudah bertahun tahun tidak terbuka dan terawat.


Lyora mengirim pesan kepada Adam, Adam dengan cepat membalas pesan Lyora. Lyora tidak bilang bahwa dirinya akan mengajak Adam untuk menelusuri pintu itu, melainkan menyuruh nya menemani Lyora untuk bermain karena kesepian.


Memang mereka berdua sama sama kesepian, namun orang tua Lyora tidak seorang pekerja keras seperti kedua orang tua Adam.


Setelah menunggu beberapa jam, Adam datang dengan membawa makanan yang Lyora suka. Mereka memang sangat tahu kesukaan satu sama lain.


Lyora berseru senang karena makanan yang dirinya sukai ada di depan matanya.

Mereka bercanda tawa, bercerita tentang segala hal yang mereka temui. Atau pun rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu saja.


Sembari memakan makanan Snack yang Adam bawa, kemudian Lyora mengubah topik menjadi tentang dirinya menemukan sebuah pintu saat menelusuri kamarnya menggunakan teleskop itu.


Bukannya Adam mengalihkan topik, malah pria itu tertarik dengan cerita dari Lyora, bahkan sampai sampai mereka berdekatan.


Lyora kira pria di depannya akan mengalihkan topik pembicaraan mereka, namun tidak. Adam banyak menayakan apa yang dirinya temukan di pintu itu.





Mungkin saja kamu suka

Nurwening FS
Januari di Bulan Juni
Silvia Rif'aini
Bulan Suci di Kampung Damai
Jihan Az-Zahra
Gapai Titik Terang
Sekar Hidayatun...
Hati yang Terpilih

Home

Baca Yuk

Tulis

Beli Yuk

Profil