Loading
0

0

0

Genre : Romance
Penulis : Annida Najwa S
Bab : 2
Dibuat : 14 Juli 2022
Pembaca : 2
Nama : Annida Najwa Salsabila F
Buku : 1

Masih tentang kamu

Sinopsis

Ternyata benar kata orang-orang, tinggalkan lalu ikhlaskan adalah sebaik baiknya cara yang tak mudah dilakukan oleh setiap insan. Namun, jika ia kembali kepada mu maka ia ditakdirkan untuk mu. - Faza Salsabila Faza seorang gadis yang terjebak oleh masa lalu nya. Lebih tepatnya kepada laki-laki yang ia cintai sejak 5 tahun lamanya. Laki-laki tampan dan sederhana dalam sikapnya. Kesederhanaan dalam bersikap mampu membuat Faza tidak tertarik kepada siapapun selain dia. Namun ia sadar, perasaan itu tidak seharusnya ia simpan terlalu lama hingga membuat nya menutup hati kepada siapapun. Sebanyak apapun orang yang ia temui, tetaplah hati nya selalu tertuju kepada nya. Akankah Faza terus berjuang dalam doa atau harus mengubur paksa perasaan nya dalam dalam?
Tags :
#romance #religi #Sarapankata #Kelompok11 batch 47

Mimpi

0 0

Sunyi. Hembusan angin dimalam itu sangat terasa sekali menusuk ke kulit tubuh nya yang terbalut oleh switter hangat nya. Gadis itu terdiam sambil menggerakkan ke kanan dan ke kiri pena nya. Menggoreskan tinta hitam pada sebuah buku tebal berwarna putih itu. Malam itu selalu mengingatkan dirinya kepada sosok laki-laki yang menjadi cinta pertama nya. Sosok laki-laki yang baik, Soleh, dan tampan. Namun, tak lama setelah ia selesai menuliskan tentang dirinya. Ia merutuki dirinya, sambil menatap layar handphone nya menunggu notif dari seseorang yang ia cintai. Namun, tak ia temui disana.

Huft...

Ia mendengus pasrah.

"Kenapa susah banget sih harus bisa lupain kamu, semakin aku paksa untuk melupa namun semakin sulit" Batinnya.

Lamunannya itu berhasil terbuyarkan oleh suara ketukan pintu dari kamarnya.

Tok...tok..tok...

"Faza.."

"Ia mah, masuk!" Ujar Faza. "Kenapa mah?."

"Kamu belum tidur sayang?" Ucap mamahnya sambil duduk disampingnya. "Belum ngantuk mah!" Ucap Faza. "Kamu jangan dibiasakan bergadang malam malam sayang, gak baik buat kesehatan kamu" ucap mamahnya. "Iya udah nih aku mau tidur mah" ucap Faza sambil menarik selimutnya. "Ya udah, jangan lupa baca doa ya sebelum tidur, mamah mau kekamar dulu" ucap mamahnya sambil mencium kening Faza.

Alasan aku selalu tidur tengah malam, karena aku selalu nunggu notif chat dari kamu ga, tapi ternyata gak ada, batinnya.

Arga Winata, sosok laki-laki baik, Soleh, dan sederhana dalam sikapnya. Arga adalah teman sekelasnya Faza sejak duduk di bangku sekolah dasar. Namun, ketika ia lulus dari sekolahnya itu sosok Arga yang selalu menjadi motivasi bagi Faza mampu membuat dirinya terkagum kagum akan sosoknya. Sosok laki-laki yang selalu mengajarkan Faza tentang Islam. Hingga ia bisa menjadi dirinya yang lebih baik dari dulu berkat motivasi yang selalu Arga berikan kepada Faza. Namun, semenjak Faza masuk pesantren ia hilang kontak karena ketika itu alat komunikasi pada saat itu melalui messenger dan pesan SMS, ketika itu memang belum ada WhatsApp untuk saling mengirim pesan singkat.

  ____________****_____________

"Arga, kamu juga sekolah dipesantren ini?" Tanya Faza saat melihat Arga sedang berjalan menuju masjid. "Ia za, aku pindah ke pesantren ini karena pengen bareng aja sama kamu, biar ada temennya hehe" ucap Arga. Mengetahui itu Faza sangat senang sekali karena sosok yang ia rindukan saat ini berada didekatnya. Hal ini menambah semangat Faza untuk menuntut ilmu dipesantren.

"Kamu kemana aja ga, gada kabar tiba tiba lost kontak gitu aja?" Tanya Faza penasaran. "Ia maaf ya, hape aku dijual semenjak masuk pesantren karena aku pengen lebih fokus aja nyari ilmu dipesantren" ucap Arga. Laki laki itu ternyata masih sama seperti dulu yang ia kenal sejak 5 tahun lama nya menjadi teman dekat. Bahkan, Arga yang sekarang jauh lebih baik lagi dibandingkan Arga yang dulu.

"Maasya Allah... " Batin Faza.

"Ya udah za, aku mau sholat duha dulu, kamu jangan lupa solat Dhuha dan murojaah hapalan katanya mau jadi hafidzoh hehe" ucap Arga kepada Faza.

"Iyaa ini mau ngambil wudhu dulu. Semangat pejuang Qur'an Arga" ucap Faza menyemangati dirinya dan juga Arga. Arga pun meninggalkan Faza yang berdiri tak jauh dari hadapan Arga.

"Yuk semangat ngapal Qur'an," batin Faza sambil melangkahkan kaki menuju tempat wudhu akhwat. Dan setelah itu ia pun bergegas masuk ke dalam masjid untuk murojaah hapalan nya. Tak lupa sebelumnya ia membaca ta'awudz dan basmalah.

Wal mukhsonaatu minannisaa i illaa maa malakat aimaanukum...

Kitaaballahi 'alaikum..

Uhilla lakummaa Warooaa dzaalikum...


___________***____________


Kriiingggg.... Kriiinggg...

Suara bunyi alarm Faza berbunyi sangat nyaring bahkan suaranya pun sangat keras bak toak masjid dirumahnya. Namun, suara itu tak mempan bagi Faza untuk membangunkan dari tidurnya. Mendengar suara itu sang mamah pun langsung menuju kamar Faza untuk membangun kan nya menunaikan solat subuh.

Ceklekk...

Melihat Faza yang masih memejamkan matanya sambil bibirnya mengucapkan ayat Qur'an yang ia hapal, membuat mamah nya heran sekaligus kagum kepada anaknya.

"Bisa bisanya nih anak lagi tidur tapi sambil murojaah hapalan. Faza... Fazaa... Bangun sayang" ucap mamah membangunkan Faza.

Saat Faza membuka matanya, ia sontak terkejut melihat mama nya yang berada didepan wajahnya.

Wuaahhh....

Ucapnya refleks.

"Mamah ngagetin aja ih" ucap Faza sedikit kesal. "Bangun solat subuh, ternyata suara alarm yang sekeras toak masjid aja gak mempan bangunin kamu ya" ucap mama nya. "Ya mana aku denger kalo alarm nya bunyi" ucap Faza sambil memanyunkan bibirnya. "Dah bangun, langsung solat subuh abis itu jangan lupa murojaah, kamu bisa bisanya lagi tidur aja mulutnya sambil ngapal" ucap mamahnya sambil meninggalkan kamar Faza.

"Hah, emang tadi mulutku sambil ngapal ya? Perasaan tadi aku lagi mimpi" batinnya mengingat akan mimpi apa ia ketika sedang tidur tadi.

"Ouh iya aku mimpiin Arga tadi," ujarnya sambil menepuk jidat nya. "Ish, coba aja tadi mamah ga usah bangunin aku, kan aku lagi kangen kamgenan ketemu Arga" ucapnya sambil bangkit dari tempat tidur untuk menunaikan solat subuh.


Delete

0 0

Pagi itu masih terlihat sangat sejuk, bahkan matahari pun belum terlalu jelas menampakkan cahaya hangatnya pada dunia. Udara masih terasa sangat dingin, dan juga tak lupa awan kabut yang menambah suasana dipagi itu menjadi tambah indah. Suara ayam berkokok dan juga burung yang terbang diantara bentangan langit yang biru membuat Faza selalu terkagum kagum dan bersykur akan ciptaan Allah yang indah ini. Bagaimana tidak, dialah yang maha kuasa dan maha besar dalam menciptakan dan mengendalikan seluruh alam semesta.

Semua memang sudah jelas diterangkan didalam Al Qur'an, sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 29, "Huwalladzi khalaqa lakum maa fil-ardhi jami'an tsumma-stawa ilassamaa-I fasawwahunna sab'a samawaatin wa huwa bikulli syai-in alim."

Yang artinya, "Dialah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit. Lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

Pagi itu setelah solat subuh, seperti biasa Faza melanjutkan murojaah hapalan quran nya. Ia memilih menghapal di balkon kamarnya sambil memandangi terbitnya matahari. Kalau saja Allah yang maha kuasa mengendalikan seluruh alam semesta, maka nggak ada yang gak mungkin akan takdir bertemu nya dua insan yang saling mencintai meskipun tidak saling bertegur sapa, ataupun mengirim kabar. Namun, hati tak akan salah menemukan alamatnya.

Ia kembali teringat akan mimpi nya semalam. Mungkin bisa terhitung, itu ke enam kalinya ia memimpikan sosok Arga. "Kata orang kalo sering mimpiin yang kita suka, tandanya dia juga lagi rindu sama kita. Masa iya sih?" Ucapnya sambil menutup mushaf nya yang ia pegang. Lalu ia kembali masuk kamar untuk mengambil handphone nya yang terletak diatas meja belajarnya.

Kembali ia buka chatannya dengan Arga yang terlihat beberapa tahun lamanya. Terlintas dipikiran nya untuk menghapus semua pesan terakhirnya dengan Arga demi ia bisa lupa dan tidak melulu mengingat tentang Arga. Namun, ia tetap tak tega, dan dibuat bimbang dengan pikirannya sendiri.

"Hapus jangan ya?" Ujarnya.
"Eh tapi nanti kalo dihapus aku nggak bisa liat chatan sama dia lagi dong,"

Ia berpikir sejenak, kali ini ia harus berpikir dengan logika ketimbang perasaan nya. Demi tidak berlarut larut dengan perasaan nya itu dan agar cepat mudah melupakan sosoknya.

"Bismillah, aku hapus" ucapnya.

Semoga usaha ku untuk tidak berlarut larut sama perasaan ini berhasil, batinnya.

Waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB. Hari itu ia memiliki janji kepada Syifa untuk pergi ke sebuah seminar Qur'an yang diadakan di masjid Al Hidayat, yang letaknya tak jauh dari rumahnya. Faza pun langsung bergegas masuk kamar mandi untuk bersiap siap menghadiri seminar tersebut. Setelah mandi, ia pun tak lupa untuk menunaikan solat Sunnah duha dua rakaat, karena Faza menanamkan prinsip bahwa jika kita ingin pergi ke suatu tempat, atau ingin melakukan suatu urusan maka dahuluilah Allah, agar segala urusan kita selalu dimudahkan dan dilancarkan. Begitulah yang pernah dikatakan Arga.

Flashback...

"Arga, kekantin yuk!" Ajak Faza. "Kamu duluan aja kesana ya" jawab Arga. "Loh kenapa gak bareng aja?" Ucap Faza. "Aku mau solat duha dulu za," ucap Arga. "Kamu rajin banget deh solat duha padahal itukan Sunnah."
"Iya memang Sunnah, tapi aku biasa menerapkan kebiasaan ini, setiap kita ingin melakukan sesuatu itu biasakan dahulukan Allah, libatkan Allah dalam setiap urusanmu" ucap Arga. "Ouh gitu, ya udah deh aku duluan ke kantin ya ga nanti kamu nyusul" ucap Faza meninggal kan Arga.

____________________________

Setelah solat Dhuha, Faza langsung berangkat ke masjid Al hidayah.

Sesampainya disana ternyata peserta yang hadir pada seminar tersebut sangat banyak, dan yang berdatangan bukan hanya dari kalangan remaja atau pemuda/i saja melainkan orang tua pun ada. Sebelum ia memasuki pintu masjid Al hidayah, peserta diwajibkan untuk mengisi data kehadiran terlebih dahulu.

"Syif, elo tau gak, Kalo kita sering mimpiin seseorang itu tanda nya apa sih?" Tanya Faza kepada sahabat nya yaitu Syifa. "Hm, setau gue kalo mimpiin orang berkali kali itu tandanya dia kangen sama Lo, tapi gue juga Gatau ini cuma mitos atau bukan," jawab Faza.

"Gitu toh"
"Emang Lo mimpiin siapa?" Tanya Syifa. "Arga," jawab Faza. "Masih dia?" Tanya Syifa tersenyum kepada Faza. Memang itu bukan pertama kalinya ia menceritakan tentang Arga kepada Syifa. "Gue harus pake cara apalagi coba, buat bisa lupain dia" ujar Faza. "Padahal gue juga udah hapus hapusin semua chatan sama dia, sesuai yang Lo saranin"

Memang cara itu Syifa yang mengusulkan kepada Faza. "Ya udah Lo doain aja dia, minta yang terbaik sama Allah kalo dia jodoh elu pasti bakalan balik lagi sama elo" ucap Syifa.

"Hm iya deh."

Mereka pun sampai didalam masjid Al hidayah. Acara dimulai dengan pembacaan tilawah Quran yang akan dibacakan oleh Qori terbaik di Indonesia. Yang mana Qori tersebut memiliki ciri khas suaranya yang menyerupai imam masjid Madinah yaitu Abdur Rahman Al huthaify.

Lantunan ayat demi ayat yang dibacakan oleh sang Qori menyentuh hati bagi para pendengar nya.

Mungkin saja kamu suka

Susi Khotimah
Penantian Sharleta
Sindi setiyadi
segitiga cinta
Urfany Izuha
Lantern

Home

Baca Yuk

Tulis

Beli Yuk

Profil