Loading
3

0

24

Genre : Religi
Penulis : Zhaeinn
Bab : 32
Dibuat : 22 Agustus 2022
Pembaca : 2
Nama : Afniza Ainur
Buku : 1

Pelangi Terindah

Sinopsis

Buku ini menceritakan tentang kisah-kisah perbedaan yang kita temui dalam kehidupan nyata, baik perbedaan dalam memahami agama, pemikiran, pakaian, budaya, bahkan cerita hidup. karena setiap kita memiliki latar belakang yang berbeda-beda, namun dalam setiap perbedaan tersebut kita tentunya memiliki persamaan, setiap yang terlihat buruk itu ada sisi baiknya. seperti pelangi yang memiliki warna berbeda namun indah banyak yang menunggu kehadirannya, pelangi itu indah begitu juga perbedaan. maka dalam buku ini kita akan menemukan pelangi indah itu di dalam setiap kisahnya, dan beberapa kisah termotivasi dari kisah nyata.
Tags :
#SarapanKata #KMOIndonesia#KelompokB48#Day1#442Kata#SarkatJadiBuku#Revisi

Mereka Bukan Teroris

1 2

Sarapan Kta KMO Bats 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 7

-Jumlah Kata 4294

-Sarkat Jadi Buku

-Revisi

 

2018

Tahun itu tepatnya pada tanggal 13 mei 2018, dimana adanya serangan Bom bunuh diri pada tiga gereja di Surabaya. 14 Orang Tewas, mengegerkan Indonesia, pelakunya ber agama islam. Menggunakan pakain muslim yang baik, menggunakan cadar pelaku perempuannya, dan laki-laki berjenggot, identitas mereka adalah identitas muslim yang baik tapi perilaku mereka bukanlah perilaku seorang muslim yang baik, entah bagaimana mereka memahami agama yang mulia ini, mereka coreng dengan dalih jihad jika mereka muslim yang benar seharusnya mereka paham bagaimana jihad sebenarnya.

Jika yang mereka lakukan adalah Bom bunuh diri, jelas-jelas mereka adalah pembunuh, jika dengan bom bunuh diri mereka mengharapkan surga, apakah mereka tidak sampai mengkaji Al-quran pada ayat bahwasanya yang membunuh dengan sengaja pada orang yang tidak bersalah itu tempatnya adalah neraka. malang sekali nasib mereka merindu surga, tapi akhirnya neraka yang mereka dapatkan.

Begitulah pentingnya berilmu yang benar sebelum bertindak, mereka tidak hanya membunuh  14 orang nyawa tersebut tapi ia juga membunuh nama Islam di negeri ini, mayoritas muslim, bahkan tidak sedikit muslim lainnya juga ikut-ikutan waktu itu mencemooh dengan meneriaki wanita-wanita muslimah lainnya dengan kalimat “teroris”

Untuk saudara ku dimanapun berada jika kalian masih memiliki pemikiran yang sama dengan teroris itu berfikirlah berulang kali, dan buang jauh-jauh pemikiran terlaknat itu. bom bunuh diri bukan lah jihad, dalam berjihad ataupun berperang islam juga memiliki adabnya, adapun jika saudara -saudara kita yang non muslim di indonesia ini selagi tidak menganggu, tidak memerangi kita, maka haram bagi kita untuk membunuh mereka begitu saja.

Jika ingin masur surga, tidak ada cara yang instan begitu saja, perbanyak lagi belajar agama, perbanyak lagi beribadahnya, jangankan melakukan bom bunuh diri, meminta kematian aja ketika hidupmu terasa begitu penuh dengan rasa sesak didada adalah dosa yang besar. Setiap kita punya masanya, setiap kita punya masalah, semua kita menginginkan masuk ke dalam surga tempat berpulang terbaik, maka tempuhlah dengan cara jalan yang baik pula bukan dengan cara aneh seperti itu, kejam.

Islam indah sahabat.. Dunia inipun bisa kau dapati ketenangan bak surga apabila kita menjalankan agama ini dengan benar dan baik, namun  jika jalan yang kau tempuh adalah jalan yang penuh dengan kekejaman maka jalan itu bukanlah jalan yang benar, mana mungkin ada surga di balik kekejaman, mana mungkin ada ketanangan di balik kekejaman, yang ada di balik kekejaman adalah kegelisahan, rasa bersalah yang tak berujung.

Tidak hanya itu, bukan hanya namamu saja yang buruk, tapi nama kedua orang tua mu yang telah mengorbankan hidupnya untukmu akan buruk oleh mereka, sebab itu teroris bukanlah jihad, bom bunuh diri bukanlah jihad ia adalah pembunuhan penuh dengan kekejaman. ulah para teroris itu, banyak sekali saudara -saudari muslim kita yang menjadi korban sosial, terutama mereka para wanita yang menggunakan cadar, niqab.

Saya masih ingat jelas ketika seorang teman, ia gadis yang cantik dan taat sekali dalam beragama, ia memutuskan untuk meneladani jejak para istri Rasulullah dalam berpakaian, ia memutuskan untuk bercadar sejak tahun 2017 lalu, namun kejadian 2018 adanya Bom bunuh diri, kebebasan teman-teman yang bercadar ini pun mulai terusik, ketika itu seorang teman bernama Sarah ingin membeli makan siang, karena sebagai anak kos tidak makan pagi sudah menjadi hal yang biasa begitu pula dengan Sarah.

Ketika Sarah di perjalanan, hampir semua orang melihatnya dengan sinis, ia mencoba untuk tenang, karna baginya wajar hal itu terjadi karna mungkin pada tahun itu cadar masih asing di kalangan masyarakat awam, namun hal yang menyedihkan adalah ketika melewati teman-teman kuliahnya, tak lama salah satu teman laki-lakinya menyorakinya “heh teroris mau kemana..” teriak nya sambil tertawa, teman-temannya pun ikut menyoraki sambil tertawa. Sarah rasanya ingin sekali menangis, dan pulang saja, tapi perutnya lapar ia belum makan dari tadi pagi, akhirnya ia pun memaksakan dirinya untuk tetap melanjutkan perjalanan menuju warung makan.

Wajar memang jika yang berteriak itu adalah seorang awam yang tidak pernah belajar, tidak pernah menempuh pendidikan namun bagaimana mungkin teriakan menyakitkan itu terdengar dari seorang terpelajar, seorang sarjana melontarkan kalimat demikian, apakah dia benar seorang pelajat, atau dia sama sekali tidak belajar, sekalipun ia tidak setuju dengan orang-orang yang bercadar, berteriak sambil tertawa penuh ledekan itu bukannya biasanya kita jumpai di mulut-mulut preman di pasar, bagaimana mungkin pelajar tingkat sarjan bertingkah seperti itu.

Lihatlah wahai teroris, apa yang kalian lakukan telah membuar saudara muslim kalian sendiri tidak nyaman. tidak hanya itu sampai di warung makan, ibu penjual nasi itupun tidak merespon Sarah untuk membeli seporsi nasi si ibu, orang-orang menjaga jarak dengan Sarah sambil memandang sinis, sang ibu penjual nasi pun tidak melayani Sarah, meskipu ia sudah antri, tapi si ibu pura-pura tidak mendengar permintaan Sarah kemudian sibuk melayani pembeli yang lain, karena sudah lama menunggu tidak kunjung mendapatkan nasi yang ia pesan Sarah pun akhirnya memutuskan untuk pulang.

Rasa lapar yang sudah tertahan akhirnya ia pun memutuskan ke Indomaret yang sebenarnya lebih jauh dari warung nasi si ibu tadi, tapi rasa lapar harus membawanya ke mini market itu, sesampainya di Indomaret meskipun pengunjung ada yang melihatnya dengan sinis, tapi syukurnya Sarah masih bisa membeli sepotong roti dan sebungkus mi instan, ia terduduk kemudian memakan roti itu dengan cepat karna perutnya sudah sangat lapar ia tak lagi peduli dengan pandangan orang-orang terhdapnya, begitulah hari pertama Sarah yang menggunakan cadar usai kejadin bom bunuh diri tahun 2018 itu, sungguh terror itu telah menerror kebebasannya bahkan orang -orang memandangnya penuh dengan kebencian, siapa teroris itu? Mengapa begitu kejam, hingga akhirnya tidak hanya 14 mayat itu yang menjadi korban, tapi orang-orang seperti Sarah pun menjadi korbannya.

Hari-hari selanjutnya, hal yang membuat Sarah lebih menyedihkan adalah ketika perkuliahan di mulai, dosennya pun mulai mempertanyakan yang di pakai oleh Sarah, padahal ia berada di kampus Islam, di Indonesia bukan di luar negri yang minoritas muslim, padahal di kampus yang ia tempati pun tidak ada larangan untuk menggunakan cadar, sudah setahun ia menggunakan di kampusnya tidak ada pernyataan yang menyakitkan seperti pagi itu.

Pagi itu ketika perkuliahan di mulai, dosen baru itu mulai masuk, memang dosen itu baru ia temui di kelas itu, panggil saja namanya pak Ahmad. Pak Ahmad mulai masuk kelas, duduk lalu memperkenalkan diri, dan melanjutkan absensi semua mahasiswa hingga sampai lah pada nomor absen Sarah. “Sarah Muhammad?!” panggil pak Ahmad, kemudian Sarah pun mengacungkan tangannya. “Menarik..” ucap pak Ahmad sambil berdiri dari kursinya dan menuju meja Sarah. Pak Ahmad pun kemudian menunjuki cadar yang Sarah pakai “ Kenapa kamu pakai cadar?, emangnya ada dalilnya?, cadar itu budaya Arab!” tegas pak Ahmad. Sarah hanya diam, dan teman-temannya pun mulai berbisik.

Kemudian pak Ahmad melanjutkan ceritanya “ Kamu pasti tidak bakal bisa menjawab pertanyaan saya, mana ada di dalam Alquran bahwa kamu harus menutupi wajah mu begitu!”. Sarah hanya diam, sekalipun ia ingin menjawab dengan pengetahuan yang ia tau, sekalipun Sarah tau bahwasanya ada banyak ulama yang menganjurkan wanita untuk menggunakan cadar, seperti fatwa Imam Syafii yang berpendapat menganjurkan bahkan mewajibkan, dan banyak sekali dalil untuk di jelaskan pada dosen ini, sangat banyak tertulis di kitab-kitab ulama mengenai pakaian perempuan, Sarah hanya diam untuk menghormati dosennya, agar tidak terjadi perdebatan di antara mereka berdua, apalagi Sarah hanyalah seorang Mahasiswa dari Pak Ahmad, Sarah benar-benar hanya ingin diam

Kemudian pak Ahmad melanjutkan ceritany, “ Dulu istri saya juga seperti kamu, menggunakan cadar, awal-awal menikah ketika saya ke pondok istri saya, saya bahkan tidak  bisa mengenali istri saya yang mana. Tapi sekarang istri saya sudah saya larang menggunakan itu”  lanjut pak Ahmad, seisi kelas hanya diam Sarah hanya bisa menundukkan kepala mendengar dengan baik cerita pak Ahmad

Kemudian Pak Ahmad melanjutkan ceritanya “Saya dulu pernah mengajar di sebuah sekolah yang mana santri perempuannya seperti kamu ini menutup wajahnya, tidak hanya itu saya pun yang mengajar di tutupi dengan hijab, sama sekali saya tidak bisa melihat siswa-siswa saya, yaa mana bisa saya ngajar orang-orang yang tidak saya lihat, ya saya berhenti saya mengundurkan diri dari sekolah itu tidak jelas itu sekolahan” ucap Pak Ahmad sambi tertawa, Sarah dan mahasiswa lainnya hanya diam mendengar Pak Ahmad bercerita

“Lagian cadar itu budaya Arab, mereka toh di Arab pakai cadar karna banyak debu, Indonesia ini tidak debu, jadi pakai saja yang sesuai dengan budaya Indonesia” lanjut pak Ahmad sambil tertawa. Sarah hanya diam, bagi Sarah ya mungkin itulah pendapat dari pak Ahmad. ingin sekali Sarah mengatakan jika mereka yang menggunakan cadar karena debu tentu yang bercadar tidak hanya perempuan Arab, tapi laki-lakinya juga, jika cadar hanya budaya Arab maka cadar hanya ada di Arab, tapi faktanya di belahan dunia manapun banyak yang menggunakan karena ketaatannya kepada Allah bukan karena budaya Arab, seperti, Malaysia, China, Thailand, Turki, Eropa, bahkan Amerika pu mereka ada yang menggunakannya, sungguh menyakitkan sekali bagi mereka yang melakukan sesuatu karena bentuk ketaatanya kepada Allah hanya di hukumi sebagai peniru budaya negara lain

Pak Ahmad tercinta mereka jutaan ribu wanita muslimah yang menggunakan cadar bukan karena takut akan debu, bukan karena takut kulitnya terkena sinar matahari, bukan karena mencintai budaya Arab lalu melupakan budaya Indonesi, apakah kecintaan kepada negeri ini bisa di nilai dari pakaian saja pak? berarti setiap wanita yang memakai abaya dan konde lebih mencintai negara ini daripada wanita-wanita berjilbab, tapi tidak mengapa pak Ahmad anda adalah seorang akademis tentu ilmu mu lebih banyak daripada kami hanyalah Mahasiswa mu, tidak mengapa pak, bagaimanapun pendapatmu dengan sehelai kain penutup wajah ini itu urusanmu, namun bagi kami, ini adalah bagian dari ketaatan kami. kira-kira begitulah yang ingin Sarah ingin ucapkan pagi itu, kemudian perkuliahan pun berlanjut hingga pulang.

Pada hari lainnya, sama seperti hari kemaren, beliau adalah seorang dosen perempuan, panggil saja nama Bu Zelly, seorang dosen sekaligus seorang yang berperan dalam penggerak teori Feminisme, sekalipun beliau bukanlah dosen hari pertama perjumpaan antara Sarah denganya tapi tiba-tiba hari itu ketika memperhatikan Sarah “sejak kapan ada Mahasiswa saya yang bercadar” tegas nya sambil berjalan menuju papan tulis, padahal pada pertemuan sebelum nya Bu Zelly tidak mempertanyakan cadar yang Sarah pakai, entah lah mungkin karena baru saja adanya kejadian bom bunuh diri itu, atau hal lain Sarah tidak mengerti, tiba-tiba semua orang mempertanyakan sehelai hijab penutup wajah yang ia gunakan itu.

“Cadar itu bukan budaya kita, itu budaya Arab, ngapain berpakaian seperti teroris gitu” ucap ibu Zelly sambil mengamati mahasiswa nya, Sarah hanya diam lagi, selagi ibunya tidak meminta ia untuk membuka cadar itu ia pun belum akan melepas cadar itu, kecuali jika seisi kelas isinya perempuan semua. Padahal Bu Zelly menggunakan kerudung, padahal kerudung juga bukan budaya Indonesia, hati Sarah berbisik. ingin sekali ia mengatakan pada Bu Zelly, “kenapa ibunya pakai kerudung, kenapa tidak pakai konde saja!, bukannya konde lah yang merupakan budaya Indonesia” tapi ungkapan itu hanyalah sebatas ingin. sama seperti hari sebelumnya Sarah hanya diam dan tidak ingin melanjutkan adu argument dengan dosennya.

Begitulah gambaran yang terjadi pada tahun 2018, usai kasus Bom bunuh diri itu terjadi, padahal Sarah kuliah di sebuah  Universistas Islam, bukan kah seharusnya tempat seperti ini lebih toleransi, apalagi mengenai atribut islam, bahkan lucunya, ada kampus yang melarang secara terang-terangan menggunakan cadar ini, anehnya, berpakaian menor dan menggunakan jeans ketat untuk perempuan sama sekali tidak di permasalahkan, ya mungkin dalih nya adalah HAM.

Bicara soal budaya Arab, Sarah ingat ketika nenek nya bercerita, bahwasanya jilbab atau kerudung yang sekarang mayoritas muslimah Indonesia menggunakan, dulu pada tahun 70 an juga sering ada ungkapan yang sama dengan cadar, dulu ketika ada yang menggunakan jilbab biasanya akan di ledek membawa budaya Arab ke Indonesia. tapi cukup puluhan tahun lihatlah jilbab tidak lagi asing, dan bahkan hampir setiap masyarakat jilbab bukan budaya Arab melainkan syariatn Islam yang wajib di jalankan.

Sebenarnya hal yang wajar apabila ada sebuah Instansi yang membuat aturan tertentu agar seluruh orang  merasakan kenyamanan di dalamnya, seperti hal nya cadar, karena bisa jadi mungkin akan memicu kegelisahan orang-orang karena membuat mereka mengingat kejadian Bom bunuh diri, dengan menggunakan atribut yang sama. tapi jangan sampai menuduh mereka yang menggunakan dengan tuduhan yang menyakitkan seperti di teriaki teroris, di bilang tidak cinta budaya nasional, ke arab-arab dan lainnya. Jika ingin melarang, larang saja dengan cara yang baik, jangan di tambahi dengan tuduhan-tuduhan yang hanya berdasarkan pendat pribadi saja.

Ada banyak orang tidak tau di balik sehelai cadar ini, orang-orang mengira mereka yang bercadar adalah mereka yang tidak cinta negara ini, mereka yang melupakan begitu saja budaya Indonesia, namun setelah saya bertanya langsung dengan Sarah, mereka mengakui mencintai negri ini penuh dengan cinta, bagaimana mungkin mereka tidak mencintai tanah di mana mereka di lahirkan, dimana mereka di besarkan, dan dimana semua orang yang mereka cintai ada di tanah ini. Adapun mengenai kasus teroris ini, mereka sendiri pun bingung siapa mereka, mengapa mereka menggunakan atribut yang sama, pakain ketaatan para istri Rasulullah di gunakan untuk melakukan hal yang tidak ber prikemanusiaan seperti itu.

Bahkan hati mereka terasa sangat sakit, ketika di teriaki teroris padahal mereka sendiri sangat membenci peneror itu, peneror itu telah menghancurkan kemuliaan Islam, ulah para peneror Bom bunuh diri itu, banyak kesulitan sosial yang harus mereka lalui, semua ungkapan negatif terlontar di wajah mereka , tidak cinta budaya lah, tidak cinta tanah air lah. bagaimana hal itu terjadi ketika setiap kali ada teman-teman yang suka membenci pemerintah, mereka yang suka memberontak, demo kesana kemari menghancurkan atribut pemerintah. orang-orang seperti Sarah berusaha menenangkan temannya dan mengingatkan mereka untuk taat kepada pemerintah merupakan salah satu bentuk keimanan kepada Islam selagi aturan pemerintah tersebut tidak memerintahka kemaksiatan. Maka sebenarnya siapa yang tidak cinta tanah air ini, jika kita memang benar mencintai tanah air ini tentunya kita akan menjaga perdamaian di dalamnya.

Banyak sekali kisah pilu yang terjadi pada tahun iu, yang tidak hanya Sarah yang merasakan di deskriminisasi oleh lingkungan sekitar, aturan- aturan Instansi pemerintah seolah semua kompak tidak mengizinkan wanita-wanita bercadar ada di tempat mereka, dengan alasan kenyamanan dan sulit mengenal mereka dengan wajah di tutupi seperti itu. Hal itu wajar dan alasannya masuk akal, tapi kalau para peneror itu tidak menggunakan atribut Islam, mungkin alasan untuk kenyamanan bersama tidak tepat, begitu juga dengan pengenalan identitas, kalau hanya sekedar untuk takut di tipu, atau beda orang, kalau di kampus-kampus bukannya selalu ada absen, kartu Mahasiswa, KTP, banyak katu pengenal lainnya, jika pun sangat mencurigakan bisa men cek nya dengan melihat wajahnya untuk pengenalan identitas, tidak haru dengan melarang mereka menggunakan nya bukan?.

Tidak hanya mahasiwa yang di larang, tapi juga beberapa karyawati, pegawai wanita, harus kehilangan pekerjaan nya hanya karena ia menggunakan cadar, seperti teman pengajian nya Sarah, dia adalah seorang wanita yang menjadi dosen di sebuah Sekolah Tinggi Negri di derah nya, meskipun selama satu tahun, bernama Bu Naya, tidak pernah ada larangan tersebut, tiba-tiba usai kejadian Bom bunuh diri tahun 2018 tersebut, tiba-tiba ia mendapatkan surat pemberhentian menjadi pengajar di kampus tersebut, hanya karena alasan kenyaman, padahal Bu Naya adalah satu-satu nya pengajar wanita yang bercadar selama satu tahun ini, selama ini mengapa semua nyaman-nyaman saja, tidak ada yang merasa tidak nyaman dengan pakaian yang di kenakan oleh Bu Naya.

Sekalipun Bu Naya terkenal sebagai dosen yang sangat baik dan dekat dengan Mahasiswa nya ia pun terkenala ramah pada semua dosen lainnya, sekalipun begitu aturan yang di buat oleh pengelola kampus tempat ia mengajar, tidak siapapun yang bisa mengugat, itu adalah keputusan muktamat yang harus di patuhi.

Bu Naya harus kehilangan pekerjaan nya sebagai dosen, padahal dia adalah seorang ibu yang harus membesarkan tiga orang anak nya sendirian tanpa seorang suami, ia hanya mengandalkan gaji nya sebagai seorang dosen, tapi Bom bunuh diri itu menjadi alasan orang-orang untuk mendeskriminasi nya, dengan air mata yang menghujan di perjalanan ia menangisi nasib nya, ia tidak tau  lagi harus bekerja sebagai apa untuk menghidupi tiga orang anak nya.

Tapi mereka tidak akan peduli dengan tangisan orang-orang seperti Bu Naya, surat pemecatan itu datang begitu tiba-tiba, tanpa ada surat peringatan untuk Bu Naya di hari sebelumnya, di pecat begitu saja  hanya dengan alasan cadar, jika pun begitu, mungkin jika di beri surat peringatan terlebih dahulu, mungkin Bu Naya punya kesempatan untuk melepas kan cadar nya selama mengajar di kampus tersebut demi menghidupi anak-anak nya tapi kesempatan itu nyatanya tidak ada.

Alasan di pecat nya Bu Naya mungkin alasan yang sangat masuk akal, tapi jika mereka yang hidup seperti Bu Naya bukan lah hal yang mudah menerima nya, mereka terusir hanya karena melakukan ketaatan, mereka di usir hanya karena tidak sepemahaman. mereka di kucil kan hanya karena berbeda, sebenarnya apa yang berbeda, apa yang tidak sepemahan jika yang berbeda hanya sehelai kain yang menutupi. kesedihan seperti ini hampir di rasakan oleh semua orang-orang seperti Bu Naya, di usir, ter usir, di tinggal kan, hanya karena pakain mereka, tidak peduli bagaimana latar belakang mereka hidup, tidak peduli bagaimana baik nya kinerja mereka. Mereka semua di pecat, mereka semua di pandang sinis hanya karena penampilan, tapi itu terjadi pada tahun 2018 kala itu.

Saya bingung, sebenarnya mereka benar-benar mengusir orang-orang ini karena aturan kenyamanan saja, atau mereka anti dengan atribut islam yang mereka gunakan, pertanyaan itu bermunculan di benak saya . mengapa di wilayah tetangga, bukan Arab, bukan Eropa, tapi Malaysia, orang-orang yang bercadar sepertinya tidak begitu di permasalahkan, mereka di pandang mulia, di hormati, kadang saya bertanya apa di Negara ini sudah hampir hilang toleransi, bukan kah bercadar merupakan salah satu bentuk ibadah nya mereka para perempuan, seharusnya menjadi bagian dari toleransi beragama bukan?

Apakah Indonesia akan seperti negara-negara liberal, yang anti akan budaya Islam, anti orang islam, meskipun dengan banyak nya kasus kriminasisasi terhadap wanita- wanita muslimah ini, ada beberapa masyarakat muslim yang mengomentari akan hal tersbut, ada yang berjuang agar di berikan keadilan  kepada para wanita muslimah ini untuk mendapatkan hak nya kembali, beberapa masyarakat bahkan ada yang menolak dan aturan tersebut tidak bisa di terima, tapi tidak sedikit juga muslim lainnya merasa sesuai dengan peraturab tersebut, bahkan mereka juga menyatakan sepakat kalau wanita bercadar adalah teroris, sebenarnya lebih miris rasanya ketika saudara kita sendiri menyepakati pakaian mulia di katakan sebagai pakaian kehinaan, teroris itu hina tapi pakaian nya suci, pakaian itu adalah pakaian mereka ibunda kita, istri- istri Rasulullah, pakaian itu pakaian yang setiap hari di pakai oleh Fathimah R.a , putri kesayangan Rasulullah Shallalhu Alaihi Wassalam, apakah mereka teroris? apakah mereka membunuh? apakah mereka menggunakan pakaian itu untuk pakaian Bom bunu diri?.

Kebanyakan saudara muslim kita ketika itu begitu mudah di adu domba, bahkan sesama muslim-muslimahsendiri, berani saling menjatuh kan, mencaci bahkan bermusuhan, meskipun begitu, saya mengagumi mereka para wanita seperti Sarah yang di bully di tempat ia menuntut ilmu, seperti Bu Naya yang ia rela di keluarkan begitu saja dari pekerjaan nya, mereka sama sekali tidak putus asa, mereka terus menggunakan cadar itu mereka tidak berhenti menggunakan pakaian ketaqwaan itu, lalu banyak yang mengagumi mereka, lahir lah wanita- wanita bercadar lainnya hingga hari ini nampak tidak begitu asing lagi.

Bu Naya meskipun ia di pecat dari pekerjaan nya, namun pada akhirnya ia memutuskan untuk berjualan, tidak cukup satu tahun jualan Bu Naya menjadi dagangan yang laris, ia bahkan mendapatkan gaji yang jauh lebih besar di bandingkan dulu ketika ia menjadi Dosen, tidak hanya itu pada awal tahun ia di nikahi oleh lelaki sholeh pengganti suami nya  yang sudah bertahun-tahun meninggalkan nya begitu saja, kini tidak hanya rezeki yang bekercukupan yang di dapatkan oleh Bu Naya, tapi ia juga mendapatkan Ayah yang baik untuk anak-anak nya, begitu lah takdir Allah, kadang memang terasa sangat menyakitkan dan memilukan, tapi kita tidak tau bagaimana takdir Allah bekerja di balik kepedihan itu ada kebahagiaan yang tidak terkira dan tidak di sangka.

Begitu juga dengan Sarah, syukurnya kampus yang di tempati Sarah untuk menuntut ilmu tidak ada larangan terhadap mereka wanita-wanita yang bercadar, kecuali hanya beberapa dosen tertentu saja, meskipusn masih ada beberapa dosen yang masih suka membuat Sarah sedih dengan argument yang mengatakan kalau Sarah hanya lah meniru budaya Arab, meniru teroris dan lainnya, namun lama-kelamaan hal demikian bagi Sarah hal yang biasa saja, karena sering terjadi, jika ada pertanyaan yang sama Sarah tidak lagi sedih.

Berjalan nya waktu Sarah ternyata banyak di kagumi oleh teman-teman nya, meskipun Sarah bercadar, budi nya elok, ia mau berteman dengan siapa saja, bahkan dengan mereka yang sangat minim ilmu agamanya Sarah mampu berteman akrab dengan nya, hingga akhir tahun 2018 waktu itu, ada beberapa teman perempuan nya yang akhirnya mengikuti jejak Sarah, meraka yang awal nya hanya coba-coba kemudian merasa nyaman dengan cadar yang mereka pakai, akhirnya Sarah punya banyak teman yang juga menggunakan cadar di kampus nya, dengan banyak nya mahasiswi yang mulai bercadar dosen- dosen yang awal nya mempermaslahkan cadar sekarang tidak lagi, tampaknya mereka juga mulai memberikan toleransi terhadap mahasiwa nya yang bercadar, bahkan beberapa dosen ada memberikan ungkapan positif kepada Sarah karena telah memberikan teladan yang baik.

Begitulah, dalam ketaatan sekalipun menjalaninya terasa pahit, namun jika di lakukan secara istiqomah maka jalan itu akan terasa mudah, meskipun jalan itu banyak ujian nya, tapi ingatlah ujian orang -orang terdahulu, ujian nya para sahabat, ujian nya Rasulullah . sungguh ujian yang kita lalui akan sekarang ini tidak sebanding dengan mereka.  

Secara tidak langsung Sarah telah membuat amalan jariyah untuk dirinya sendiri meskipun dengan cara berpakaian yang sempurna menurut ajaran Islam, dan sungguh amalan jariyah itu tidak akan pernah terputus pahalanya jika di amal kan oleh orang lai, berjihad tidah harus berperang, tidak harus koar-koar menceramahi orang-orang, menjadi orang baik, ber akhlak mulia sperti yang Sarah lakukan adalah bentuk dari berjihad dalam ber agama.

Sebagaiamana yang juga di lakukan oleh baginda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, beliau menyapaikan ajaran Islam dengan tingkah laku dan Akhlak yang baik membuat orang-orang lebih mudah menerima ajaran Islam, sekalipun dulu diantara mereka ada yang menjadi pembenci Rasulullah namun dengan kebaikan dan mulia nya akhlah beliau mereka pun akhirnya memilih masuk Islam.

Hal yang paling tidak di sangka pu terjadi pada awal tahun 2019, tiba-tiba Virus mematikan datang ke seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali Indonesia, ia diberi nama Covid 19.

Virus yang tidak pernah ada, sekarang menjadi, tidak terlihat tapi mematikan, meskipun awalnya hanya berawal dari satu orang, Virus itu membunuh begitu cepat beberapa minggu saja Virus itu sudah menyerbak kemana-mana, hari-hari yang indah penuh keramaian, kini berubah menjadi hari-hari yang mencekam, orang-orang bisa tertular kapan saja, dimana saja, bahkan tempat-tempat suci sekalipun, sistem pemerintah semua nya mulai mengubah aturan pekerja, kini semua mereka boleh datang ke instansi tempat mereka bekerja hanya dengan menutup mulu mereka dengan masker, meskipun sebelum nya mereka menolak orang yang menutup separuh wajah nya dengan cadar yang bentuk nya tidak jauh beda dengan masker, menutupi separuh wajah bagian mulut dan hidung mereka, kini mereka semua bisa di kenal meskipun tertutup, mereka lupa kalau dulu nya mereka memecat beberpa orang tidak bersalah dengan alasan bercadar tidak bisa melihat identitas mereka, tapi kini malah sebalik nya, semua orang bisa saling mengenal sekalipun di tutup masker.

Sekalipun wabah ini ancaman kepada setiap orang, namun kini semua orang pun merasakan hal yang sama seperti wanita-wanita bercadar yang dulu nya di curigai sebagai teroris dimanapun, di sekolahan, di kantor, di bandara, wanita becadar pernah di curigai tepat satu tahun sebelum wabah itu datang, tapi lihat lah tahun ini semua orang saling curiga, meskipun semua orang menutup separuh wajah nya dengan masker, mereka tetap akan di curigai apa bila batuk , sekalipun cuma sekali, orang-orang akan sinis memandangnya, orang-orang akan menganggap nya sudah ter infeksi, maka orang-orang akan menjauhinya, jika saling mengenal maka akan menyuruhnya untuk tes ke badan kesehatan terdekat, semua orang di curigai apabila sedang batuk meskipun mereka sendiri bukan terinfeksi virus tersbut, sekalipun pilek biasa.

Di curigai, ya begitu lah kira-kira yang di rasakan oleh wanita bercadar ketika di curigai sebagai teroris dulu nya, mereka di selidiki, mereka di pandang sinis, di jauhi hanya karena pakaian mereka. itu hanya lah sedikit hikmah agar semua orang merasakan bagaimana sakitnya di curigai pada sesutu yang tidak ada pada mereka, sesuatu yang mereka sama sekali tidak melakukan.

Meskipun demikian Covid 19 ini membunuh orang-orang begitu cepat, tanpa memandang bulu, strata sosial, bahkan ribuan orang mati begitu saja, tangisann dimana saja, Virus ini  memberi luka dimana-dimana, tangisan di setiap sudut rumah, yang kemarin sore tertawa kadang malam nya meninggal kan keluaga begitu saja, tangisan histeris tetangga menyayat hati, kematian yang membuat anak kehilangan ayah nya, suami kehilangan istri nya, seorang ibu kehilangan anak nya, kecemasan dan takut kehilangan dimana-mana, setiap hari jalanan kota penuh dengan serine ambulan, angka kematian lebih besar daripada angka kesembuhan apabila terpapar Virus tersbut, dunia benar-benar sedang menunjukkan duka nya, karena kasus semakin meningkat semua Instansi, tempat berdagang, pasar, tempat penginapan, semua nya di tutup.

Beberapa dari orang dengan ada nya peristiwa itu ada yang makin mendekat kan diri kepada Allah, meminta pertolongan Allah, karena hanya Dia satu-satu nya tempat mengadu dan meminta pertolongan, mereka mulai memperbanyak ibadah, bertahun kasus itu masih berlangsung, tepat nya tahun 2020 kasus itu meningkat dratis kematian makin meningkat, semua orang berusaha untuk tidak banyak keluar rumah, jikapun harus keluar untuk membeli kebutuhan pokok mereka harus menggunakan pakaian benar-benar tertutup terutama hidung dan mulut mereka harus di tutup masker, jika dulu yang menutup wajah mereka tidak di perbolehkan masuk kedalam sebuah instansi, kini sebaliknya kalau tidak menutup wajah mereka maka mereka tidak di perbolehkan masuk.

Kini wanita-wanita bercadar dengan adanya Virus tersebut tidak lagi di curigai, mereka bisa hidup sama dengan orang-orang lainya, bahkan banyak wanita di Indonesia yang awalnya tidak menggunakan cadar akhirnya mencoba untuk menggunakan cadar, lalu mereka merasakan kenyamanan, bahkan ada yang mengatakan menggunakan cadar lebih nyaman daripada menggunakan masker. akhirnya sejak tahun itu kita menemukan lebih banyak wanita bercadar, bahkan di mall, di pasar. kini tidak ada larangan untuk mereka, kini mereka layak nya wanita pada umum nya, mereka mendapatkan pelayanan yang sama dengan yang lainnya, kini orang-orang sudah menghargai mereka, jarang sekali kini mendengar mereka di teriaki “ teroris”.

Mudah saja bukan, bagi Allah mengubah suatu keadaan, ketika keadaanya buruk berubah menjadi baik, ketika bercadar adalah sesuatu yang asing hingga kini hampir semua orang mengenal tentang cadar, dari yang dulunya di benci, kini di sukai, dari yang dulunya di curigai kini di hormati. begitulah Allah tidak ada yang sulit baginya, jika suatu hendak terjadi maka terjadi lah hal itu, tiada siapapun dapat mengubah nya.


user

26 August 2022 19:41 Ahmad Lutfan Milzam Keren kak Niza karyanya. Typo juga nggal banyak, tapi masih banyak tanda baca yang kurang. Jadinya saya malah sedikit kesulitan baca cerita kak Niza

user

28 August 2022 06:42 Ahmad Lutfan Milzam Untuk tulisan hari ke-6, kalau dari segi ceritanya sudah cukup bagus. Namun permasalahannya masih sama seperti hari-hari sebelumnya, masih banyak kata "di" yang seharusnya sebagai kata depan malah dig

Mereka Bukan Teroris

1 3

-Sarapan kata KMO Batch 48

-Kleompok Imaji Aksara

-Day1

-Jumlah kata 442

-Sarkat Jadi Buku

-Revisi


2018

Tahun itu tepatnya pada tanggal 13 mei 2018, dimana adanya serangan BOM bunuh diri pada tiga gereja di Surabaya. 14 Orang Tewas, mengegerkan Indonesia, pelakunya ber agama islam. menggunakan pakain muslim yang baik, menggunakan cadar pelaku perempuannya, dan laki-laki berjenggot, identitas mereka adalah identitas muslim yang baik tapi perilaku mereka bukanlah perilaku seorang muslim yang baik, entah bagaimana mereka memahami agama yang mulia ini, mereka coreng dengan dalih jihad jika mereka muslim yang benar seharusnya mereka paham bagaimana jihad sebenarnya.

jika yang mereka lakukan adalah bom bunuh diri, jelas-jelas mereka adalah pembunuh, jika dengan bom bunuh diri mereka mengharapkan surga, apakah mereka tidak sampai mengkaji Al-quran pada ayat bahwasanya yang membunuh dengan sengaja pada orang yang tidak bersalah itu tempatnya adalah neraka. malang sekali nasib mereka merindu surga, tapi akhirnya neraka yang mereka dapatkan.

begitulah pentingnya beilmu yang benar sebelum bertindak, mereka tidak hanya membunuh 14 orang nyawa tersebut tapi ia juga membunuh nama islam di negeri ini, mayoritas muslim, bahkan tidak sedikit muslim lainnya juga ikut-ikutan waktu itu mencemooh dengan meneriaki wanita-wanita muslimah lainnya dengan kalimat “teroris”

untuk saudara ku dimanapun berada jika kalian masih memiliki pemikiran yang sama dengan teroris itu berfikirlah berulang kali, dan buang jauh-jauh pemikiran terlaknat itu. bom bunuh diri bukan lah jihad, dalam berjihad ataupun berperang islam juga memiliki adabnya, adapun jika saudara -saudara kita yang non muslim di indonesia ini selagi tidak menganggu, tidak memerangi kita, maka haram bagi kita untuk membunuh mereka begitu saja.

jika ingin masur surga, tidak ada cara yang instan begitu saja, perbanyak lagi belajar agama, perbanyak lagi beribadahnya, jangankan melakukan bom bunuh diri, meminta kematian aja ketika hidupmu terasa begitu penuh dengan rasa sesak didada adalah dosa yang besar. setiap kita punya masanya, setiap kita punya masalah, semua kita menginginkan masuk ke dalam surga tempat berpulang terbaik, maka tempuhlah dengan cara jalan yang baik pula bukan dengan cara aneh seperti itu, kejam.

Islam indah sahabat.. dunia inipun bisa kau dapati ketenangan bak surga apabila kita menjalankan agama ini dengan benar dan baik, namun jika jalan yang kau tempuh adalah jalan yang penuh dengan kekejaman maka jalan itu bukanlah jalan yang benar, mana mungkin ada surga di balik kekejaman, mana mungkin ada ketanangan di balik kekejaman, yang ada di balik kekejaman adalah kegelisahan, rasa bersalah yang tak berujung.

tidak hanya itu, bukan hanya namamu saja yang buruk, tapi nama kedua orang tua mu yang telah mengorbankan hidupnya untukmu akan buruk oleh mereka, sebab itu teroris bukanlah jihad, bom bunuh diri bukanlah jihad ia adalah pembunuhan penuh dengan kekejaman. ulah para teroris itu, banyak sekali saudara -saudari muslim kita yang menjadi korban sosial, terutama mereka para wanita yang menggunakan cadar, niqab.

 


user

28 August 2022 06:17 Ahmad Lutfan Milzam Untuk tulisannya udah bagus kak, tapi masih ada penggunaan kata "di" yang masih salah, contohnya kata "dimana" seharusnya "di mana".

user

28 August 2022 06:17 Ahmad Lutfan Milzam Untuk tulisannya udah bagus kak, tapi masih ada penggunaan kata "di" yang masih salah, contohnya kata "dimana" seharusnya "di mana".

user

28 August 2022 06:19 Ahmad Lutfan Milzam Untuk tulisannya udah bagus kak, tapi masih ada penggunaan kata "di" yang masih salah, contohnya kata "dimana" seharusnya "di mana". Lalu ada juga beberapa kata yang masih typo, seperti "pakain"

Day 1 Mereka Bukan Teroris

0 0

Sarapan Kata KMO Bats 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 1

-Jumlah Kata 535

-Sarkat Jadi Buku

-Revisi

 

2018

Tahun itu tepatnya pada tanggal 13 mei 2018, dimana adanya serangan Bom bunuh diri pada tiga gereja di Surabaya. 14 Orang Tewas, mengegerkan Indonesia, pelakunya ber agama islam. Menggunakan pakaian muslim yang baik, menggunakan cadar pelaku perempuannya, dan laki-laki berjenggot, identitas mereka adalah identitas muslim yang baik tapi perilaku mereka bukanlah perilaku seorang muslim yang baik, entah bagaimana mereka memahami agama yang mulia ini, agama ini mereka coreng dengan dalih jihad jika mereka muslim yang benar seharusnya mereka paham bagaimana jihad sebenarnya.

Jika yang mereka lakukan adalah Bom bunuh diri, jelas-jelas mereka adalah pembunuh, jika dengan Bom bunuh diri mereka mengharapkan surga, apakah mereka tidak sampai mengkaji Al-quran pada ayat bahwasanya yang membunuh dengan sengaja pada orang yang tidak bersalah itu tempatnya adalah neraka. malang sekali nasib mereka merindu surga, tapi akhirnya neraka yang mereka dapatkan.

Begitulah pentingnya berilmu yang benar sebelum bertindak, mereka tidak hanya membunuh  14 orang nyawa tersebut tapi ia juga membunuh nama Islam di negeri ini, mayoritas muslim, bahkan tidak sedikit muslim lainnya juga ikut-ikutan waktu itu mencemooh dengan meneriaki wanita-wanita muslimah lainnya dengan kalimat “teroris”

Untuk saudara ku dimanapun berada jika kalian masih memiliki pemikiran yang sama dengan teroris itu berfikirlah berulang kali, dan buang jauh-jauh pemikiran terlaknat itu. bom bunuh diri bukan lah jihad, dalam berjihad ataupun berperang islam juga memiliki adabnya, adapun jika saudara -saudara kita yang non muslim di Indonesia ini selagi tidak menganggu, tidak memerangi kita, maka haram bagi kita untuk membunuh mereka begitu saja.

Jika ingin masuk surga, tidak ada cara yang instan begitu saja, perbanyak lagi belajar agama, perbanyak lagi beribadahnya, jangankan melakukan Bom bunuh diri, meminta kematian aja ketika hidupmu terasa begitu penuh dengan rasa sesak didada adalah dosa yang besar. Setiap kita punya masanya, setiap kita punya masalah, semua kita menginginkan masuk ke dalam surga tempat berpulang terbaik, maka tempuhlah dengan cara jalan yang baik pula bukan dengan cara aneh seperti itu, kejam.

Islam itu indah sahabat.. Dunia inipun bisa kau dapati ketenangan bak surga apabila kita menjalankan agama ini dengan benar dan baik, namun  jika jalan yang kau tempuh adalah jalan yang penuh dengan kekejaman maka jalan itu bukanlah jalan yang benar, mana mungkin ada surga dibalik kekejaman, mana mungkin ada ketanangan dibalik kekejaman, yang ada di balik kekejaman adalah kegelisahan, rasa bersalah yang tak berujung.

Tidak hanya itu, bukan hanya namamu saja yang buruk, tapi nama kedua orang tua mu yang telah mengorbankan hidupnya untukmu akan buruk, sebab itu teroris bukanlah jihad, Bom bunuh diri bukanlah jihad, melainkan ia adalah pembunuhan penuh dengan kekejaman. Ulah para teroris itu, banyak sekali saudara -saudari muslim kita yang menjadi korban sosial, terutama mereka para wanita yang menggunakan cadar, niqab.

Saya masih ingat jelas ketika seorang teman, ia gadis yang cantik dan taat sekali dalam beragama, dia  memutuskan untuk meneladani jejak para istri Rasulullah dalam berpakaian, dia memutuskan untuk bercadar sejak  tahun 2017 lalu, namun kejadian 2018 adanya Bom bunuh diri, kebebasan teman-teman yang bercadar ini pun mulai terusik, ketika itu seorang teman bernama Sarah ingin membeli makan siang, karena sebagai anak kos tidak makan pagi sudah menjadi hal yang biasa begitu pula dengan Sarah.


Day 2 Mereka Bukan Teroris

0 0

-Sarapan Kata KMO Bats 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 2

-Jumlah Kata 456

-Sarkat Jadi Buku

-Revisi

 

Ketika Sarah di perjalanan, hampir semua orang melihatnya dengan sinis, ia mencoba untuk tenang, karna baginya wajar hal itu terjadi karna mungkin pada tahun itu cadar masih asing di kalangan masyarakat awam, namun hal yang menyedihkan adalah ketika melewati teman-teman kuliahnya, tak lama salah satu teman laki-lakinya menyorakinya “heh teroris mau kemana..” teriak nya sambil tertawa, teman-temannya pun ikut menyoraki sambil tertawa. Sarah rasanya ingin sekali menangis, dan pulang saja, tapi perutnya lapar ia belum makan dari tadi pagi, akhirnya ia pun memaksakan dirinya untuk tetap melanjutkan perjalanan menuju warung makan.

Wajar memang jika yang berteriak itu adalah seorang awam yang tidak pernah belajar, tidak pernah menempuh pendidikan namun bagaimana mungkin teriakan menyakitkan itu terdengar dari seorang terpelajar, seorang sarjana melontarkan kalimat demikian, apakah dia benar seorang pelajat, atau dia sama sekali tidak belajar, sekalipun ia tidak setuju dengan orang-orang yang bercadar, berteriak sambil tertawa penuh ledekan itu bukannya biasanya kita jumpai di mulut-mulut preman di pasar, bagaimana mungkin pelajar tingkat sarjan bertingkah seperti itu.

Lihatlah wahai teroris, apa yang kalian lakukan telah membuar saudara muslim kalian sendiri tidak nyaman. tidak hanya itu sampai di warung makan, ibu penjual nasi itupun tidak merespon Sarah untuk membeli seporsi nasi si ibu, orang-orang menjaga jarak dengan Sarah sambil memandang sinis, sang ibu penjual nasi pun tidak melayani Sarah, meskipu ia sudah antri, tapi si ibu pura-pura tidak mendengar permintaan Sarah kemudian sibuk melayani pembeli yang lain, karena sudah lama menunggu tidak kunjung mendapatkan nasi yang ia pesan Sarah pun akhirnya memutuskan untuk pulang.

Rasa lapar yang sudah tidak tertahan akhirnya ia pun memutuskan ke Indomaret yang sebenarnya lebih jauh dari warung nasi si ibu tadi, tapi rasa lapar harus membawanya ke mini market itu, sesampainya di Indomaret meskipun pengunjung ada yang melihatnya dengan sinis, tapi syukurnya Sarah masih bisa membeli sepotong roti dan sebungkus mi instan, dia terduduk kemudian memakan roti itu dengan cepat karna perutnya sudah sangat lapar dia tak lagi peduli dengan pandangan orang-orang terhdapnya, begitulah hari pertama Sarah yang menggunakan cadar usai kejadin bom bunuh diri tahun 2018 itu, sungguh teror itu telah meneror kebebasannya bahkan orang -orang memandangnya penuh dengan kebencian, siapa teroris itu? Mengapa begitu kejam, hingga akhirnya tidak hanya 14 mayat itu yang menjadi korban, tapi orang-orang seperti Sarah pun menjadi korbannya.

Hari-hari selanjutnya, hal yang membuat Sarah lebih menyedihkan adalah ketika perkuliahan dimulai, dosennya pun mulai mempertanyakan yang dipakai oleh Sarah, padahal ia berada di kampus Islam, di Indonesia bukan di luar negri yang minoritas muslim, padahal di kampus yang ia tempati pun tidak ada larangan untuk menggunakan cadar, sudah setahun ia menggunakan cadar di kampusnya tidak ada pernyataan yang menyakitkan seperti pagi itu.

 


Day 3 Mereka bukan teroris

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 3

-Jumlah Kata 606

-Sarkat Jadi Buku

-Revisi

Pagi itu ketika perkuliahan dimulai, dosen baru itu mulai masuk, memang dosen itu baru ia temui di kelas itu, panggil saja namanya pak Ahmad. Pak Ahmad mulai masuk kelas, duduk lalu memperkenalkan diri, dan melanjutkan absensi semua mahasiswa hingga sampai lah pada nomor absen Sarah. “Sarah Muhammad?!” panggil pak Ahmad, kemudian Sarah pun mengacungkan tangannya. “Menarik..” ucap pak Ahmad sambil berdiri dari kursinya dan menuju meja Sarah. Pak Ahmad pun kemudian menunjuki cadar yang Sarah pakai “ Kenapa kamu pakai cadar?, emangnya ada dalilnya?, cadar itu budaya Arab!” tegas pak Ahmad. Sarah hanya diam, dan teman-temannya pun mulai berbisik.

Kemudian pak Ahmad melanjutkan ceritanya “ Kamu pasti tidak bakal bisa menjawab pertanyaan saya, mana ada di dalam Alquran bahwa kamu harus menutupi wajah mu begitu!”. Sarah hanya diam, sekalipun ia ingin menjawab dengan pengetahuan yang ia tau, sekalipun Sarah tau bahwasanya ada banyak ulama yang menganjurkan wanita untuk menggunakan cadar, seperti fatwa Imam Syafii yang berpendapat menganjurkan bahkan mewajibkan, dan banyak sekali dalil untuk di jelaskan pada dosen ini, sangat banyak tertulis di kitab-kitab ulama mengenai pakaian perempuan, Sarah hanya diam untuk menghormati dosennya, agar tidak terjadi perdebatan di antara mereka berdua, apalagi Sarah hanyalah seorang Mahasiswa dari Pak Ahmad, Sarah benar-benar hanya ingin diam

Kemudian pak Ahmad melanjutkan ceritanya, “ Dulu istri saya juga seperti kamu, menggunakan cadar, awal-awal menikah ketika saya ke pondok istri saya, saya bahkan tidak  bisa mengenali istri saya yang mana. Tapi sekarang istri saya sudah saya larang menggunakan itu”  lanjut pak Ahmad, seisi kelas hanya diam Sarah hanya bisa menundukkan kepala mendengar dengan baik cerita pak Ahmad

Kemudian Pak Ahmad melanjutkan ceritanya “Saya dulu pernah mengajar di sebuah sekolah yang mana santri perempuannya seperti kamu ini menutup wajahnya, tidak hanya itu saya pun yang mengajar di tutupi dengan hijab, sama sekali saya tidak bisa melihat siswa-siswa saya, yaa mana bisa saya ngajar orang-orang yang tidak saya lihat, ya saya berhenti saya mengundurkan diri dari sekolah itu tidak jelas itu sekolahan” ucap Pak Ahmad sambi tertawa, Sarah dan mahasiswa lainnya hanya diam mendengar Pak Ahmad bercerita

“Lagian cadar itu budaya Arab, mereka toh di Arab pakai cadar karna banyak debu, Indonesia ini tidak debu, jadi pakai saja yang sesuai dengan budaya Indonesia” lanjut pak Ahmad sambil tertawa. Sarah hanya diam, bagi Sarah ya mungkin itulah pendapat dari pak Ahmad. ingin sekali Sarah mengatakan jika mereka yang menggunakan cadar karena debu tentu yang bercadar tidak hanya perempuan Arab, tapi laki-lakinya juga, jika cadar hanya budaya Arab maka cadar hanya ada di Arab, tapi faktanya di belahan dunia manapun banyak yang menggunakan karena ketaatannya kepada Allah bukan karena budaya Arab, seperti, Malaysia, China, Thailand, Turki, Eropa, bahkan Amerika yang eksis dengan pemikiran liberalnya pun mereka para muslimahnya ada yang menggunakannya, sungguh menyakitkan sekali bagi mereka yang melakukan sesuatu karena bentuk ketaatanya kepada Allah hanya di hukumi sebagai peniru budaya negara lain

Pak Ahmad tercinta mereka jutaan ribu wanita muslimah yang menggunakan cadar bukan karena takut akan debu, bukan karena takut kulitnya terkena sinar matahari, bukan karena mencintai budaya Arab lalu melupakan budaya Indonesi, apakah kecintaan kepada negeri ini bisa di nilai dari pakaian saja pak? berarti setiap wanita yang memakai abaya dan konde lebih mencintai negara ini daripada wanita-wanita berjilbab, tapi tidak mengapa pak Ahmad anda adalah seorang akademis tentu ilmu mu lebih banyak daripada kami hanyalah Mahasiswa mu, tidak mengapa pak, bagaimanapun pendapatmu dengan sehelai kain penutup wajah ini itu urusanmu, namun bagi kami, ini adalah bagian dari ketaatan kami. kira-kira begitulah yang ingin Sarah ingin ucapkan pagi itu, kemudian perkuliahan pun berlanjut hingga pulang.

 


Day 4 Mereka bukan teroris

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 4

-Jumlah Kata 555

-Sarkat Jadi Buku

-Revisi

Pada hari lainnya, sama seperti hari kemaren, beliau adalah seorang dosen perempuan, panggil saja nama Bu Zelly, seorang dosen sekaligus seorang yang berperan dalam penggerak teori Feminisme di kota tempat sarah kuliah, sekalipun beliau bukanlah dosen hari pertama perjumpaan antara Sarah denganya tapi tiba-tiba hari itu ketika memperhatikan Sarah “sejak kapan ada Mahasiswa saya yang bercadar” tegas nya sambil berjalan menuju papan tulis, padahal pada pertemuan sebelum nya Bu Zelly tidak mempertanyakan cadar yang Sarah pakai, entah lah mungkin karena baru saja adanya kejadian bom bunuh diri itu, atau hal lain Sarah tidak mengerti, tiba-tiba semua orang mempertanyakan sehelai hijab penutup wajah yang ia gunakan itu.

“Cadar itu bukan budaya kita, itu budaya Arab, ngapain berpakaian seperti teroris gitu” ucap ibu Zelly sambil mengamati mahasiswa nya, Sarah hanya diam lagi, selagi ibunya tidak meminta ia untuk membuka cadar itu ia pun belum akan melepas cadar itu, kecuali jika seisi kelas isinya perempuan semua. Padahal Bu Zelly menggunakan kerudung, padahal kerudung juga bukan budaya Indonesia, hati Sarah berbisik. ingin sekali ia mengatakan pada Bu Zelly, “kenapa ibunya pakai kerudung, kenapa tidak pakai konde saja!, bukannya konde lah yang merupakan budaya Indonesia” tapi ungkapan itu hanyalah sebatas ingin di hatinya. Sama seperti hari sebelumnya Sarah hanya diam dan tidak ingin melanjutkan adu argument dengan dosennya.

Begitulah gambaran yang terjadi pada tahun 2018, usai kasus Bom bunuh diri itu terjadi, padahal Sarah kuliah di sebuah  Universistas Islam, bukan kah seharusnya tempat seperti ini lebih toleransi, apalagi mengenai atribut islam, bahkan lucunya, ada kampus yang melarang secara terang-terangan menggunakan cadar ini, anehnya, berpakaian menor dan menggunakan jeans ketat untuk perempuan sama sekali tidak di permasalahkan, ya mungkin dalih nya adalah HAM.

Bicara soal budaya Arab, Sarah ingat ketika nenek nya bercerita, bahwasanya jilbab atau kerudung yang sekarang mayoritas muslimah Indonesia menggunakan, dulu pada tahun 70 an juga sering ada ungkapan yang sama dengan cadar, dulu ketika ada yang menggunakan jilbab biasanya akan diledek membawa budaya Arab ke Indonesia. tapi cukup puluhan tahun lihatlah jilbab tidak lagi asing, dan bahkan hampir setiap masyarakat jilbab bukan budaya Arab melainkan syariatn Islam yang wajib di jalankan.

Sebenarnya hal yang wajar apabila ada sebuah Instansi yang membuat aturan tertentu agar seluruh orang  merasakan kenyamanan di dalamnya, seperti hal nya cadar, karena bisa jadi mungkin akan memicu kegelisahan orang-orang karena membuat mereka mengingat kejadian Bom bunuh diri, dengan menggunakan atribut yang sama. tapi jangan sampai menuduh mereka yang menggunakan dengan tuduhan yang menyakitkan seperti di teriaki teroris, dibilang tidak cinta budaya Indonesia, ke arab-arab dan lainnya. Jika ingin melarang, larang saja dengan cara yang baik, jangan di tambahi dengan tuduhan-tuduhan yang hanya berdasarkan pendat pribadi saja.

Ada banyak orang tidak tau dibalik sehelai cadar ini, orang-orang mengira mereka yang bercadar adalah mereka yang tidak cinta negara ini, mereka yang melupakan begitu saja budaya Indonesia, namun setelah saya bertanya langsung dengan Sarah, mereka mengakui mencintai negri ini penuh dengan cinta, bagaimana mungkin mereka tidak mencintai tanah di mana mereka di lahirkan, dimana mereka dibesarkan, dan dimana semua orang yang mereka cintai ada di tanah ini. Adapun mengenai kasus teroris ini, mereka sendiri pun bingung siapa mereka, mengapa mereka menggunakan atribut yang sama, pakain ketaatan para istri Rasulullah di gunakan untuk melakukan hal yang tidak ber prikemanusiaan seperti itu.


Day 5 Mereka bukan teroris

0 0

Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 5

-Jumlah Kata 713

-Sarkat Jadi Buku

-Revisi

Bahkan hati mereka terasa sangat sakit, ketika di teriaki teroris padahal mereka sendiri sangat membenci peneror itu, peneror itu telah menghancurkan kemuliaan Islam, ulah para peneror Bom bunuh diri itu, banyak kesulitan sosial yang harus mereka lalui, semua ungkapan negatif terlontar di wajah mereka , tidak cinta budaya lah, tidak cinta tanah air lah. bagaimana hal itu terjadi ketika setiap kali ada teman-teman yang suka membenci pemerintah, mereka yang suka memberontak, demo kesana kemari menghancurkan atribut pemerintah. orang-orang seperti Sarah berusaha menenangkan temannya dan mengingatkan mereka untuk taat kepada pemerintah merupakan salah satu bentuk keimanan kepada Islam selagi aturan pemerintah tersebut tidak memerintahka kemaksiatan. Maka sebenarnya siapa yang tidak cinta tanah air ini, jika kita memang benar mencintai tanah air ini tentunya kita akan menjaga perdamaian didalam nya.

Banyak sekali kisah pilu yang terjadi pada tahun iu, yang tidak hanya Sarah yang merasakan dideskriminisasi oleh lingkungan sekitar, aturan- aturan Instansi pemerintah seolah semua kompak tidak mengizinkan wanita-wanita bercadar ada di tempat mereka, dengan alasan kenyamanan dan sulit mengenal mereka dengan wajah di tutupi seperti itu. Hal itu wajar dan alasannya masuk akal, tapi kalau para peneror itu tidak menggunakan atribut Islam, mungkin alasan untuk kenyamanan bersama tidak tepat, begitu juga dengan pengenalan identitas, kalau hanya sekedar untuk takut di tipu, atau beda orang, kalau di kampus-kampus bukannya selalu ada absen, kartu Mahasiswa, KTP, banyak katu pengenal lainnya, jika pun sangat mencurigakan bisa men cek nya dengan melihat wajahnya untuk pengenalan identitas, tidak haru dengan melarang mereka menggunakan nya bukan?.

Tidak hanya mahasiwa yang dilarang, tapi juga beberapa karyawati, pegawai wanita, harus kehilangan pekerjaan nya hanya karena ia menggunakan cadar, seperti teman pengajian nya Sarah, dia adalah seorang wanita yang menjadi dosen di sebuah Sekolah Tinggi Negri di derah nya, meskipun selama satu tahun, bernama Bu Naya, tidak pernah ada larangan tersebut, tiba-tiba usai kejadian Bom bunuh diri tahun 2018 tersebut, tiba-tiba ia mendapatkan surat pemberhentian menjadi pengajar di kampus tersebut, hanya karena alasan kenyaman, padahal Bu Naya adalah satu-satu nya pengajar wanita yang bercadar selama satu tahun ini, selama ini mengapa semua nyaman-nyaman saja, tidak ada yang merasa tidak nyaman dengan pakaian yang dipakai oleh Bu Naya.

Sekalipun Bu Naya terkenal sebagai dosen yang sangat baik dan dekat dengan Mahasiswa nya ia pun terkenala ramah pada semua dosen lainnya, sekalipun begitu aturan yang di buat oleh pengelola kampus tempat ia mengajar, tidak siapapun yang bisa mengugat, itu adalah keputusan muktamat yang harus di patuhi.

Bu Naya harus kehilangan pekerjaan nya sebagai dosen, padahal dia adalah seorang ibu yang harus membesarkan tiga orang anak nya sendirian tanpa seorang suami, ia hanya mengandalkan gaji nya sebagai seorang dosen, tapi Bom bunuh diri itu menjadi alasan orang-orang untuk mendeskriminasi nya, dengan air mata yang menghujan di perjalanan ia menangisi nasib nya, ia tidak tau  lagi harus bekerja sebagai apa untuk menghidupi tiga orang anak nya.

Tapi mereka tidak akan peduli dengan tangisan orang-orang seperti Bu Naya, surat pemecatan itu datang begitu tiba-tiba, tanpa ada surat peringatan untuk Bu Naya di hari sebelumnya, di pecat begitu saja  hanya dengan alasan cadar, jika pun begitu, mungkin jika di beri surat peringatan terlebih dahulu, mungkin Bu Naya punya kesempatan untuk melepas kan cadar nya selama mengajar di kampus tersebut demi menghidupi anak-anak nya tapi kesempatan itu nyatanya tidak ada.

Alasan di pecat nya Bu Naya mungkin alasan yang sangat masuk akal, tapi jika mereka yang hidup seperti Bu Naya bukan lah hal yang mudah menerima nya, mereka terusir hanya karena melakukan ketaatan, mereka di usir hanya karena tidak sepemahaman. mereka di kucil kan hanya karena berbeda, sebenarnya apa yang berbeda, apa yang tidak sepemahan jika yang berbeda hanya sehelai kain yang menutupi. kesedihan seperti ini hampir di rasakan oleh semua orang-orang seperti Bu Naya, di usir, ter usir, di tinggal kan, hanya karena pakain mereka, tidak peduli bagaimana latar belakang mereka hidup, tidak peduli bagaimana baik nya kinerja mereka. Mereka semua di pecat, mereka semua di pandang sinis hanya karena penampilan, tapi itu terjadi pada tahun 2018 kala itu, seolah tidak ada tempat untuk mereka seolah dunia sedang tidak menyukai adanya mereka, mereka adalah orang-orang yang dianggap serupa dengan teroris, tidak peduli baik nya mereka tidak peduli sakitnya mereka, mereka sungguh asing.


Day 6 Mereka bukan teroris

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 6

-Jumlah Kata 828

-Sarkat Jadi Buku

-Revisi

Saya bingung, sebenarnya mereka benar-benar mengusir orang-orang ini karena aturan kenyamanan saja, atau mereka anti dengan atribut islam yang mereka gunakan, pertanyaan itu bermunculan di benak saya . mengapa di wilayah tetangga, bukan Arab, bukan Eropa, tapi Malaysia, orang-orang yang bercadar sepertinya tidak begitu di permasalahkan, mereka di pandang mulia, di hormati, kadang saya bertanya apa di Negara ini sudah hampir hilang toleransi, bukan kah bercadar merupakan salah satu bentuk ibadah nya mereka para perempuan, seharusnya menjadi bagian dari toleransi beragama bukan?

Apakah Indonesia akan seperti negara-negara liberal, yang anti akan budaya Islam, anti orang islam, meskipun dengan banyak nya kasus kriminasisasi terhadap wanita- wanita muslimah ini, ada beberapa masyarakat muslim yang mengomentari akan hal tersbut, ada yang berjuang agar dibeikan keadilan  kepada para wanita muslimah ini untuk mendapatkan hak nya kembali, beberapa masyarakat bahkan ada yang menolak dan aturan tersebut tidak bisa diterima, tapi tidak sedikit juga muslim lainnya merasa sesuai dengan peraturab tersebut, bahkan mereka juga menyatakan sepakat kalau wanita bercadar adalah teroris, sebenarnya lebih miris rasanya ketika saudara kita sendiri menyepakati pakaian mulia di katakan sebagai pakaian kehinaan, teroris itu hina tapi pakaian nya suci, pakaian itu adalah pakaian mereka ibunda kita, istri- istri Rasulullah, pakaian itu pakaian yang setiap hari di pakai oleh Fathimah R.a , putri kesayangan Rasulullah Shallalhu Alaihi Wassalam, apakah mereka teroris? apakah mereka membunuh? apakah mereka menggunakan pakaian itu untuk pakaian Bom bunu diri?.

Kebanyakan saudara muslim kita ketika itu begitu mudah di adu domba, bahkan sesama muslim-muslimah sendiri, berani saling menjatuh kan, mencaci bahkan bermusuhan, meskipun begitu, saya mengagumi mereka para wanita seperti Sarah yang di bully di tempat ia menuntut ilmu, seperti Bu Naya yang ia rela di keluarkan begitu saja dari pekerjaan nya, mereka sama sekali tidak putus asa, mereka terus menggunakan cadar itu mereka tidak berhenti menggunakan pakaian ketaqwaan itu, lalu banyak yang mengagumi mereka, lahir lah wanita- wanita bercadar lainnya hingga hari ini nampak tidak begitu asing lagi.

Bu Naya meskipun ia di pecat dari pekerjaan nya, namun pada akhirnya ia memutuskan untuk berjualan, tidak cukup satu tahun jualan Bu Naya menjadi dagangan yang laris, ia bahkan mendapatkan gaji yang jauh lebih besar di bandingkan dulu ketika ia menjadi Dosen, tidak hanya itu pada awal tahun ia di nikahi oleh lelaki sholeh pengganti suami nya  yang sudah bertahun-tahun meninggalkan nya begitu saja, kini tidak hanya rezeki yang bekercukupan yang di dapatkan oleh Bu Naya, tapi ia juga mendapatkan Ayah yang baik untuk anak-anak nya, begitu lah takdir Allah, kadang memang terasa sangat menyakitkan dan memilukan, tapi kita tidak tau bagaimana takdir Allah bekerja di balik kepedihan itu ada kebahagiaan yang tidak terkira dan tidak di sangka.

Begitu juga dengan Sarah, syukurnya kampus yang di tempati Sarah untuk menuntut ilmu tidak ada larangan terhadap mereka wanita-wanita yang bercadar, kecuali hanya beberapa dosen tertentu saja, meskipusn masih ada beberapa dosen yang masih suka membuat Sarah sedih dengan argument yang mengatakan kalau Sarah hanya lah meniru budaya Arab, meniru teroris dan lainnya, namun lama-kelamaan hal demikian bagi Sarah hal yang biasa saja, karena sering terjadi, jika ada pertanyaan yang sama Sarah tidak lagi sedih

Berjalan nya waktu Sarah ternyata banyak di kagumi oleh teman-teman nya, meskipun Sarah bercadar, budinya elok, ia mau berteman dengan siapa saja, bahkan dengan mereka yang sangat minim ilmu agamanya Sarah mampu berteman akrab dengan nya, hingga akhir tahun 2018 waktu itu, ada beberapa teman perempuan nya yang akhirnya mengikuti jejak Sarah, meraka yang awal nya hanya coba-coba kemudian merasa nyaman dengan cadar yang mereka pakai, akhirnya Sarah punya banyak teman yang juga menggunakan cadar di kampus nya, dengan banyak nya mahasiswi yang mulai bercadar dosen- dosen yang awal nya mempermaslahkan cadar sekarang tidak lagi, tampaknya mereka juga mulai memberikan toleransi terhadap mahasiwa nya yang bercadar, bahkan beberapa dosen ada memberikan ungkapan positif kepada Sarah karena telah memberikan teladan yang baik.

Begitulah, dalam ketaatan sekalipun menjalaninya terasa pahit, namun jika di lakukan secara istiqomah maka jalan itu akan terasa mudah, meskipun jalan itu banyak ujian nya, tapi ingatlah ujian orang -orang terdahulu, ujian nya para sahabat, ujian nya Rasulullah . sungguh ujian yang kita lalui akan sekarang ini tidak sebanding dengan mereka.  

Secara tidak langsung Sarah telah membuat amalan jariyah untuk dirinya sendiri meskipun dengan cara berpakaian yang sempurna menurut ajaran Islam, dan sungguh amalan jariyah itu tidak akan pernah terputus pahalanya jika di amal kan oleh orang lai, berjihad tidah harus berperang, tidak harus koar-koar menceramahi orang-orang, menjadi orang baik, ber akhlak mulia sperti yang Sarah lakukan adalah bentuk dari berjihad dalam ber agama.

Sebagaiamana yang juga di lakukan oleh baginda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, beliau menyapaikan ajaran Islam dengan tingkah laku dan Akhlak yang baik membuat orang-orang lebih mudah menerima ajaran Islam, sekalipun dulu diantara mereka ada yang menjadi pembenci Rasulullah namun dengan kebaikan dan mulia nya akhlah beliau mereka pun akhirnya memilih masuk Islam.


Day 7 Mereka bukan teroris

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 7

-Jumlah Kata 751

-Sarkat Jadi Buku

-Revisi

Hal yang paling tidak disangka pun terjadi pada awal tahun 2019, tiba-tiba Virus mematikan datang ke seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali Indonesia, Virus diberi nama Covid 19.

Virus yang tidak pernah ada, sekarang menjadi ada, tidak terlihat tapi mematikan, meskipun awalnya hanya berawal dari satu orang, Virus itu membunuh begitu cepat beberapa minggu saja Virus itu sudah merebak kemana-mana, hari-hari yang indah penuh keramaian, kini berubah menjadi hari-hari yang mencekam dengan penuh kesepian, orang-orang bisa tertular Virus itu kapan saja, dimana saja, bahkan tempat-tempat suci sekalipun, sistem pemerintah semua nya mulai mengubah aturan pekerja, kini semua mereka boleh datang ke instansi tempat mereka bekerja hanya dengan menutup mulu mereka dengan masker, meskipun sebelum nya mereka menolak orang yang menutup separuh wajah nya dengan cadar yang bentuk nya tidak jauh beda dengan masker, menutupi separuh wajah bagian mulut dan hidung mereka, kini mereka semua bisa di kenal meskipun tertutup, mereka lupa kalau dulu nya mereka memecat beberpa orang tidak bersalah dengan alasan bercadar tidak bisa melihat identitas mereka, tapi kini malah sebalik nya, semua orang bisa saling mengenal sekalipun di tutup masker.

Sekalipun wabah ini ancaman kepada setiap orang, namun kini semua orang pun merasakan hal yang sama seperti wanita-wanita bercadar yang dulu nya di curigai sebagai teroris dimanapun, di sekolahan, di kantor, di bandara, wanita becadar pernah di curigai tepat satu tahun sebelum wabah itu datang, tapi lihat lah tahun ini semua orang saling curiga, meskipun semua orang menutup separuh wajah nya dengan masker, mereka tetap akan di curigai apa bila batuk , sekalipun cuma sekali, orang-orang akan sinis memandangnya, orang-orang akan menganggap nya sudah ter infeksi, maka orang-orang akan menjauhinya, jika saling mengenal maka akan menyuruhnya untuk tes ke badan kesehatan terdekat, semua orang di curigai apabila sedang batuk meskipun mereka sendiri bukan terinfeksi virus tersbut, sekalipun pilek biasa.

Di curigai, ya begitu lah kira-kira yang di rasakan oleh wanita bercadar ketika di curigai sebagai teroris dulu nya, mereka diselidiki, mereka di pandang sinis, di jauhi hanya karena pakaian mereka. itu hanya lah sedikit hikmah agar semua orang merasakan bagaimana sakitnya di curigai pada sesutu yang tidak ada pada mereka, sesuatu yang mereka sama sekali tidak melakukan.

Meskipun demikian Covid 19 ini membunuh orang-orang begitu cepat, tanpa memandang bulu, strata sosial, bahkan ribuan orang mati begitu saja, tangisann dimana saja, Virus ini  memberi luka dimana-dimana, tangisan di setiap sudut rumah, yang kemarin sore tertawa kadang malam nya meninggal kan keluaga begitu saja, tangisan histeris tetangga menyayat hati, kematian yang membuat anak kehilangan ayah nya, suami kehilangan istri nya, seorang ibu kehilangan anak nya, kecemasan dan takut kehilangan dimana-mana, setiap hari jalanan kota penuh dengan serine ambulan, angka kematian lebih besar daripada angka kesembuhan apabila terpapar Virus tersbut, dunia benar-benar sedang menunjukkan duka nya, karena kasus semakin meningkat semua Instansi, tempat berdagang, pasar, tempat penginapan, semua nya di tutup.

Beberapa dari orang dengan ada nya peristiwa itu ada yang makin mendekat kan diri kepada Allah, meminta pertolongan Allah, karena hanya Dia satu-satu nya tempat mengadu dan meminta pertolongan, mereka mulai memperbanyak ibadah, bertahun kasus itu masih berlangsung, tepat nya tahun 2020 kasus itu meningkat dratis kematian makin meningkat, semua orang berusaha untuk tidak banyak keluar rumah, jikapun harus keluar untuk membeli kebutuhan pokok mereka harus menggunakan pakaian benar-benar tertutup terutama hidung dan mulut mereka harus ditutup masker, jika dulu yang menutup wajah mereka tidak di perbolehkan masuk kedalam sebuah instansi, kini sebaliknya kalau tidak menutup wajah mereka maka mereka tidak di perbolehkan masuk.

Kini wanita-wanita bercadar dengan adanya Virus tersebut tidak lagi di curigai, mereka bisa hidup sama dengan orang-orang lainya, bahkan banyak wanita di Indonesia yang awalnya tidak menggunakan cadar akhirnya mencoba untuk menggunakan cadar, lalu mereka merasakan kenyamanan, bahkan ada yang mengatakan menggunakan cadar lebih nyaman daripada menggunakan masker. akhirnya sejak tahun itu kita menemukan lebih banyak wanita bercadar, bahkan di mall, di pasar. kini tidak ada larangan untuk mereka, kini mereka layak nya wanita pada umum nya, mereka mendapatkan pelayanan yang sama dengan yang lainnya, kini orang-orang sudah menghargai mereka, jarang sekali kini mendengar mereka di teriaki “ teroris”.

Mudah saja bukan, bagi Allah mengubah suatu keadaan, ketika keadaanya buruk berubah menjadi baik, ketika bercadar adalah sesuatu yang asing hingga kini hampir semua orang mengenal tentang cadar, dari yang dulunya di benci, kini di sukai, dari yang dulunya di curigai kini di hormati. begitulah Allah tidak ada yang sulit baginya, jika suatu hendak terjadi maka terjadi lah hal itu, tiada siapapun dapat mengubah nya


Day 8 Bab 2, Cadar yang ternoda

0 0

-Sarapan Kata KMO Bats 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 8

-Jumlah Kata 722

-Sarkat Jadi Buku

-Revisi

 

Bab 2

Cadar yang Ternoda

 

2020

Sudah satu tahun melewati masa pahit, Virus mematikan itu terus merebak di negeri tercinta ini, Virus ini membawa kepiluan kepada setiap orang, karena setiap orang harus siap kehilangan, harus siap untuk meninggal dunia kapan saja ketika Virus itu menyerang, dan kemungkinan untuk sembuh masih tidak banyak, namun di balik segala sesuatu pasti ada hikmah nya, sekalipun musibah yang sedang menimpa, orang-orang bijak akan mengambil hikmah di balik setiap kejadian.

Semenjak Virus Covid 19 meningkat, orang-orang lebih banyak beraktifitas di dalam rumah, beberapa keluarga yang dulunya sulit sekali untuk berkumpul, kini Allah kumpulkan mereka bersama-sama di rumah mereka setiap hari, tanpa harus keluar rumah untuk bekerja, seorang Ayah yang jarang pulang ke rumah nya karena alasan pekerjaan kini bisa berkumpul bersama istri dan anak-anaknya, meskipun hal pahitnya mungkin ia harus di pecat dari pekerjaan nya karena menurun nya pendapatan setiap perusahaan, tapi hikmah nya mereka kini berkumpul bersama, banyak menghabiskan waktu bersama bersama keluarga mereka, mereka mulai bersaha kecil-kecilan lewat jualan online, dan banyak pekerjaan baru yang bermunculan yang bisa di kerjakan di rumah masing-masing tanpa harus keluar rumah.

Meskipun penghasilan mereka tidak sebanyak penghasilan mereka sebelum adanya Virus ini, tapi keluarga yang hampir mati karena kesibukan masing-masing yang harus bekerja di luar rumah dengan tempat berbeda di setiap anggota keluarga, sorak canda tawa itu kini mulai ramai kembali gurauan ayah kepada anak-anak nya, hidup dalam kesederhanaan tapi bertemu keluarga tercinta setiap hari, setiap anggota keluarga saling melindungi dan menasehati satu sama lain agar tidak tertular akan Virus yang bertebaran di luar ruangan waktu itu, adanya Virus tersebut benar tidak sepenuh nya mematikan, disisi lain menghidupkan hidup saling melindungi, saling peduli, saling toleransi dan saling menyayangi.

Begitu pula, wanita-wanita bercadar peniti istri dan putri Rasulullah Shalallahu alaihi Wassalam, mereka sungguh sangat pandai menutupi kecantikan mereka daripada ajanabi, tidak semua orang dapat menikmati kecantikan mereka, mereka menutupi wajah mereka agar para lelaki tidak memandang mereka, agar para lelaki menunduki pandangan mereka, agar tidak ada fitnah di antara keduanya.

Andai semua wanita di dunia menjaga diri nya sebaik Istri-istri dan putri Rasulullah, dan para lelaki di dunia menundukan pandangan nya maka dunia ini akan jauh sekali dari kemaksiatan, sungguh Allah akan menjaga orang-orang yang menjaga apa yang seharusnya mereka jaga karena Allah.

Tapi fenomena menyayat hati itu pun terjadi, memang cadar kini tidak lagi begitu asing di negeri ini, banyak wanita yang kini juga ingin menggunakan nya, namun sayang seribu sayang ada juga pihak yang menggunakan cadar bukan untuk niat yang baik, bukan untuk menjadikan nya pakaian ketaatan namun malah sebaliknya, ia menggunakan cadar untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah, mereka melupakan hakikat fungsu  dari cadar tersebut, kemudian mereka menganggap cadar hanyalah sebagai fashion, mereka menggunakan bukan untuk menutupi kecantikan mereka tapi karena mereka merasa cantik apabila bercadar hingga banyak lelaki yang menyukai mereka.

Seperti yang di saksikan oleh Sarah, ketika suatu hari Sarah harus menggunakan angkutan online bersama teman nya ke kampus. tiba-tiba supir menyapa mereka “mba.. emang pakai cadar gitu yaa kuliah nya?” tanya supir.

“Hehe iya pak..” Jawab Sarah

“Ooh saya kira pura-pura seperti teman saya” ucap Bapak sopir itu lagi.

“Pura-pura bagaimana yaa pak?” Tanya Sarah.

“Saya punya lho mbak.. teman berpakaian seperti mbak itu kalau siang-siang, tapi dia pakai seperti itu agar identitasnya tidak di ketahui orang-orang mbak.. biasanya teman saya itu pulang nya pagi dalam keadaan sudah tertutup semua sama kayak mbak-mbak ini, malem nya yaa dugem, ya mabok, ya zina.. hehe” Jawab Bapak supir itu sambil ketawa.

“Ohh gitu yaa pak.. tapi saya memang bercadar karena ingin menjaga diri pak bukan seperti teman bapak itu” Jawab Sarah.

“Bagus lah mbak, semoga istiqomah ya.. ya gegarateman aku itu aku jadi mikir yang sama kalau ada liat orang kayak mbak itu hehe maaf yaa mbak” Jawab sopir itu lagi.

“Hehe iya pak tidak apa-apa” Jawab Sarah mencoba untuk tidak marah.

Akhirnya Sarah pun sampai di kampus nya, meskipun pernyataan supir itu pagi ini sedikit tidak menyenangkan hati Sarah, Sarah tidak percaya akan apa yang di ceritakan pak supir tadi ceritakan, Sarah hanya mengira kalau Bapak Supir itu hanyalah orang-orang yang tidak menyukaiwanita bercadar, sehingga mengarang cerita seperti itu, tapi keterlaluan juga Bapak tersebut mengarang cerita sebegitu jahatnya, mana mungkin orang-orang berbuat demikian pada pakaian suci itu pikirnya.

 


Day 9 Bab 2, Cadar yang ternoda

0 0

-Sarapan Kata KMO Bats 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 9

-Jumlah Kata 916

-Sarkat Jadi Buku

-Revisi

 

Kali ini di kampus seorang mahasisiwi yang pakaian nya mirip dengan Sarah, ia menggunakan niqab berpakaian serba hitam, Sarah sengajak duduk didekat mahasiwi tersebut. “Assalamualaikum” Ucap Sarah sambil menyalami mahasiswi yang baru ia lihat itu.

“Waalaikumussalam” ucap perempuan itu.

“Mahasiswa pindahan ya mbak?” Sarah mencoba memulai percakapan.

“Hehe iya, saya baru pindah ke kampus ini, nama mbak siapa?” tanya perempuan itu

“Ooh iya.. belum kenalan yaa, kenalin saya Sarah dari Prodi Hukum, mbak sendiri namanya siapa?”

“Saya Moana, aslinya saya orang Jakarta, saya juga Hukum tapi masih semester satu mbak..” Jawab perempuan itu.

“Ooh masyaallah, mbak Moana sudah lama berniqab ya?, hehe maaf kalau tiba-tiba nanya” Tanya Sarah

“hehe engga mbak saya baru pakai kok mbak, enam bulanan inilah mbak kira-kira” Jawab Moana

“Wah masa-masa Covid ini yaa mbak Moana?” Tanya Sarah

“Benar mbak..’’Akhirnya Sarah dan Moana pun berkenalan, hingga akhirnya saling bertukar media sosial dan kontak nomor telepon.

Sebenarnya ingin sekali Sarah banyak bebincang dengan Moana, mungkin saling berbagi pengalaman, apalagi tampaknya Moana memakai pakaian lebih tertutup daripada Sarah, Moana tidak hanya menutup separuh wajahnya saja, tapi yang kelihatan hanyalah kedua bola matanya saja. sedangkan Sarah belum bisa seperti Moana, yang mana pakaian yang digunakan Sarah pun belum mampu ia menggunakan pakaian serba hitam yang di gunakan oleh Moana di kampus tadi, Sarah masih menggunakan baju muslimah yang kadang  berwarna-warna indah, meskipun tidak di wajibkan begitu, bagi Sarah melihat penampilan luar biasa sekali, Moana  yang baru enam bulan saja menggunakan niqab sudah bisa begitu zuhud nya ia berpakaian.

Sesampainya di rumah, entah kenapa Sarah begitu penasaran dengan Moana, rasanya Sarah ingin belajar banyak dengan Moana, meskipun Sarah lebih lama dan lebih dulu menggunakan cadar daripada Moana tapi Sarah merasa, tidak ada salah nya saling berbagi ilmu dengan Moana.

Hingga akhirnya Sarah pun menemukan media sosial Moana, namun tidak postingan apa-apa kecuali hanya gambar pohon, gunung, dan tidak ia temukan foto wajah moana di media itu, bahkan foto profilnya pun tidak jelas, hanya foto makanan, kekaguman Sarah bertambah pada Moana, sungguh ia telah meniru ibunda kita Aisyah r.a, dan putri kesayangan Rasulullah. mereka yang meniru adala mereka tidak akan mengumbar kecantikan ke media sosial yang mana semua orang menikmati kecantikan itu bahkan lelaki mana saja bisa melihat nya.

Keesokan nya adalah hari dimana hari adanya majlis ilmu khusus perempuan di mesjid yang tidak jauh dari kampus tempat Sarah menuntut ilmu, Sarah berharap akan bertemu dengan Moana, kemudian berbincang bersamanya, tapi sayang sekali tidak lagi bertemu dengan Moana.

Begitu setiap kali Sarah ada majlis ilmu, tidak pernah menemukan Moana, Sarah hanya bertemu Moana sekali waktu itu hari perkenalan nya itu, hingga aknirnya sarah menghubungi nya lewat whatsapp, senang sekali akhirnya Moana membalas pesannya, Sarah pun mengajak Moana yang ternyata kossan nya tidak jauh dari tempat Sarah tinggal, Sarah mengundang Moana untuk makan malam bersama di tempat tinggal Sarah, Moana setuju dan tanpak senang sekali.

Malam itu Moana datang ke tempat Sarah, merka pun makan malam bersama, sambil mengobrol ringan, meskipun ketika membahas tentang niqab yang digunakan oleh Moana, ia tidak pernah menjawabnya, Moana akan mengalihkan pembahasan mereka, usai makan malam Moana pun pulang sambil di bekali makanan penutup oleh Sarah.

Entah mengapa Moana tanpak terburu-buru ingin pulang, padahal jam baru menunjukkan jam 18:30 malam, namun Sarah hanya mengira mungkin Moana takut kalau pulang malam ia tidak aman untuk pulang, sungguh pandai Moana menjaga dirinya . begitulah persangka baik Sarah pada setiap kali bertemu dengan Moana

Malam itu meskipun Sarah tidak bisa banyak diskusidengan Moana, tapi Sarah senang bisa mengajak Moana makan malam bersama nya, namun Sarah pun sedikit heran ketika tadi melihat Moana membuka niqab nya, heran bukan karena ia begitu cantik ataupu tidak cantik, bukan pula heran karena ada kecatatan di wajah Moana, melainkan Sarah melihat wajah Moana penuh dengan riasan yang sangat menor.

“Ahh sudah lah mungkin memang Moana adalah gadis yang suka merias dirinya, kan tidak dosa kalau berhias untuk diri sendiri, atau mungkin dia sudah bersuami, mengapa harus heran” gumam Sarah sendirian. Sarah pun membereskan meja makan usai mereka gunakan untuk makan malam, kemudian Sarah mencuci semua piring kotr, berwudhu lalu istirahat.

Keesokan harinya seperti biasa Sarah hanya di rumah saja, tidak ada pengajian hari itu, apalagi perkuliahan yang di jalani Sarah masih menggunakan sistem online, hari itu Sarah kemudian kepikiran untuk memasak sedikit lebih banyak lagi agar bisa mengajak Sarah untuk makan siang.

Tapi sayang sekali ketika Sarah menghubungi Moana tidak dapat dihubngi. akhirnya Sarah hanya menghabiskan waktunya sendirian hingga malam tiba.

Malam itu usai shalat Isya, Sarah bersantai sambil menikmati secangkir kopi, karena sedikit membosan kan ia pun membuka media sosial nya, menikmati video lucu yang mengundang tawa, hingga akhirnya ia masuk ke sebuah Live, siaran langsung seorang perempuan yang sedang melakukan hal tidak senonoh, perempuan tidak berpakaian.

“Astaghfirullah…” Ucap Sarah sambil cepat-cepat menutup video Live itu.

namun mengapa Sarah merasa tidak asing dengan wanita itu

“Ah sudah lah, mana mungkin aku punya kenalan seperti itu” gumam Sarah

Ada-ada saja wanita zaman sekarang, kok bisa terang-terangan begitu berbuat dosa seperti itu, bukan kah dosa yang tidak diampuni adalah dosa yang di lakukan secara terang-terangan. lagian yang menonton begitu ramai, kenapa tidak ada yang mengingat kan, bahkan para lelaki asyik menggoda nya, duhai perempuan dimana rasa malu mu, untuk apa  mereka melakukan itu, untuk uang atau untuk kesenangan sementara, miris, semoga Allah mengampuni kita semua, semoga perempuan yang melakukan hal bejat segera mendapat hidayah Nya, Aamiin.

Sarah pun akhirnya istirahat, tidur dengan  pertanyaan siapa perempuan yang sedang tidak berpakaian tadi kenapa ia merasa mengenalnya, ia pun tertidur dengan penuh pertanyaan.


Day 10 Bab 2, Cadar yang ternoda

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 10

-Jumlah Kata 1048

-Sarkat Jadi Buku

-Revisi

 

 

Pagi pun datang, matahari begitu anggun menyapa pagi itu, seperti biasa Sarah melanjutkan aktivitasnya, mulai dari perkuliahan yang masih dilaksanakan secara daring, kemudian lanjut dengan kelas tahsinnya juga secara online, namun satu hal yang menjanggal mengapa dimanapun ia belajar tidak ia temukan Moana yang seharusnya juga ikut kelas itu, ya mungkin saja Moana belum tau pikirnya.

Hari ini Sarah akan kedatangan tamu, ia pun menyiapkan makanan, hari ini Sarah akan dikunjungi oleh Vania teman kelasnya yang baru saja tertarik ingin menggunakan cadar, meskipun Vania belum menggunakannya tapi ia ingin ikut belajar dulu sama Sarah, saling berbagi, mungkin itu pengalaman ataupun pelajaran yang  bisa saja Satah lebih dahulu tau di bandingkan Vania, jadi tugas Sarah adalah menyampaikan apa yang ia tau. Sarah memang terkenal Mahasiswi yang pintar di kelasnya tidak hanya dalam hal akademik, jika di tanya mengenai persoalan agama tentunya Sarah mampu menjawab dengan baik.

Tepat jam makan sian Vania pun datang,  akhirnya mereka pun bersama, makan bersama, sholat bersama, saling berbincang, hingga akhirnya Vania menceritakan pengalaman pribadinya ketika pertama kali mengikuti pengajian di kota Vania tinggal.

“Eh Sar.. aku jadi bingung..” ungkapnya

“Bingung kenapa Vania, kok tiba-tiba bilang bingung” Tanya Sarah

“Gini Lho Sar, kemaren di kota aku, kan ada pengajian,semua orang disana Masayaallah Sar kalem semua pakaian nya, kecuali aku, karena aku emang belum punya kan Sar baju seperti yang kamu punya, yang tertutup dan lebar begitu.. tapi salah ya Sar aku ikut pengajian tidak menggunakan pakaian yang sama dengan mereka?” Jelasnya

“ Engga.. engga salah Vania.. malah bagus kamu udah mau belajar, emang kenapa kok tiba-tiba bilangnya salah begitu..” Ucap Sarah

“Iya.. masak aku pas sampai disana, gak ada yang mau nyapa aku, keculi satu atau dua orang itupun cuma ngucapin permisi doang..” Jelas Vania

“Ooh mungkin karena mereka belum kenal kamu barangkali Van..”

“Tapi aku sedih di saat jam istirahat, mereka pada ngobrol sama teman-temannya yang pakaiannya sama seperti mereka semua, mereka asyik sekali bercanda tertawa, tapi aku sama sekali gak di ajak Sar.. mereka sibuk sama teman-teman nya, aku merasa tidak di anggap ada disana, ya munkin karena belum kenal, tapi aku sedih Sar, aku merasa makin tidak pantas..”

“Duh maafin mereka ya Vania, sebenarnya kalau dalam sebuah majlis itu kita tidak boleh seperti itu, kita harus ramah kesemua orang, tanpa pilih kasih, sabar ya Vania, kalau aku ada disana pasti aku bakal ajak kamu ngobrol juga, hehe” Jelas Sarah

“Apa aku batalin aja kali yaa.. buat ikut belajarnya, takutnya nanti aku di kucilin seperti itu lagi, iya lah kan.. kerudung aku masih kecil belum sepanjang mereka, aku merasa di deskrimisani Sar..” Jawab Vania Lagi

“Eeh gaboleh gitu, masak udah nyerah gitu aja, sudah mereka yang kamu temui kemaren mungkin mereka belum begitu belajar beradab kepada seluruh umat muslim, masa gegara hal sepele itu kamu mau mundur, itu ujian buat Vania, Allah lagi uji Vania itu bakal istiqomah atau engga..” Sarah mencoba menenangkan Vania

“Iya ya Sar, Sepertinya tidak semua mereka seperti itu, kayak kamu misalnya, selalu baik sama aku, nolongin aku, sering banget lagi traktir aku, hehe” Jawab Vania sambil tertawa

“Ya udah kalau gitu nanti aku ajak deh ke tempat aku ngaji, pasti ga bakal nyesel kamu, karena semuanya disana pada ramah dan baik hehe” Jawab Sarah

“Ok siapp bos..” Seru Vania

“ Eh malam ini kamu tidur disini aja ya Van, sambil lanjutin belajar tentang Akhlak nya”
“Boleh deh Sar.. aku  juga bingung di kosan mau ngapain” Jawab Vania.

?Mereka pun akhirnya menghabiskan hari itu bersama, namun Sarah kepikiran tentang apa yang di ceritak Vania tentang pengalamannya mengukuti pengajian untuk pertama kali nya itu, sebuah pelajaran untuk semua muslimah yang merasa dirinya sudah baik dalam berpakaian, sudah lebih dahulu mengikuti pengajian, rangkul lah semua orang, jangan pilih kasih dalam berakhlak yang baik kepada orang lain, jadilah orang baik tanpa merasa lebih baik dari orang lain, beradab baik adalah salah satu cara berdakwah yang di terapkan oleh Rasulullah, apalagi orang tersebut berada di majlis yang mana artinya dia memiliki keinginan untuk menjadi baik, belajar agama juga, seharusnya menjadi aset untuk mendapatkan pahala jariyyah apabila memperlakukan mereka dengan baik.

Namun sungguh sangat disayangkan, apabila karena kurangnya ramah kita kepada orang yang mungkin terihat baru menghadiri pengajian itu, karena ia merasa dikucilkan, dan pada akhirnya ia punya pengalaman buruk tentang majlis itu, pada akhirnya dia pun tidak jadi melanjutkan belajar agama, karena merasa tidak diperlakukan dengan baik.

Berakhlak lah yang baik, tunjukkan kalau kamu memang belajar agama dengan benar kemudian di terapkan kepada masyarakat luas, jangan menjadi orang baik, lalu menganggap orang lain itu tidak baik, kemudian memisahkan diri, menajuhi diri tanpa saling sapa, tanpa adanya silaturrahmi yang baik dengan masyarakat, tanpaknya kesombongan telah mengisi dada orang-orang seperti itu, ingat lah wahai parah ukhty.. Iblis adalah makhluk Allah yang paling baik dalam beribadah kepada Allah tapi karena kesombongannya, iapun akhirnya di keluarkan dari surga dan di pindahkan ke Neraka selama-lamanya.

“Tapi kan memang kita lebih baik dari mereka, lihatlah pakaian nya saja masih membentuk tubuh begitu..” ungkapan demikian mungkin saja membathin di hati orang-orang yang sedang berpenyakit. tapi kita tidak pernah berfikir mengenai niat ikhlasnya ketika hadir dalam pengajian itu, kita tidak tau niatnya yang ikhlas lebih Allah cintai dibandingkan kita yang asyik memperbaiki pakaian tapi lupa memperbaiki niat, maka rangkul lah mereka yang ingin belajar agama, sayangi lah mereka yang nampaknya masih awam dalam ber agama tapi punya semangat bagus ingin belajar agama, apresiasi lah mereka, sebagaimana Allah sangat mencintai orang-orang yang ingin berbuat baik, dan Allah pun paling mencintai orang-orang yang bertaubat, kita tidak tau mungkin saja pakaian yang kini dia pakai adalah pakaian yang belum sesuai dengan syariat tapi kita tidak tau, hatinya sedang penuh penyelasan dan ingin bertaubat namun belum mempunyai baju Syari itu seperti yang terjadi dengan Vania.

“Ingatlah iblis itu merasa kesombongannya itu wajar, karena memang jelas sekali ia lebih baik dari adam, dia dari api, lebih baik dari tanah, dia sudah lebih lama hidup sedangkan adam baru saja tercipta, terlihat wajar bukan kesombongan itu ada padanya tapi Allah sangat membenci sifat ini, hingga akhirnya Iblis dikeluarkan dari surga”

Semoga kita tidak mejadi pengikutnya Iblis, memiliki rasa sombong, hingga mudah merendakan orang lain, merasa diri  sudah baik dan tidak ingin berbuat baik lagi, merasa tidak ingin bersilaturrahmi dengan orang yang kita anggap sebagai pendosa, semoga kita tidak memelihara sifat sombong itu, sekalipun hal itu kita merasa wajar.


Day 11 Bab 2, Cadar yang ternoda

0 0


Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 11

-Jumlah Kata 812

-Sarkat Jadi Buku

-Revisi


Kemudian Sarah mencoba bertanya pada Vania, sambil memperlihatkan siaran langsung itu

“Eh Van.. kira-kira, kamu kenal orang ini gak”
“ Hmm engga pernah lihat deh Sar.. ih tumben banget kamu nanyain orang-orang kek gitu” Jawab Vania

“Kok aku merasa seperti mengenalnya ya, dan video dia selalu muncul di beranda aku selama dua hari ini” Jelas Sarah

“Yang bener kamu Sar.. masak kamu kenal sama orang seperti itu, bukan nya itu pelanggaran ya, tidak hanya di Agama tapi juga di dunia permedsosan bukannya gak boleh ya Sar Live seperti itu” Tanya Sarah

“Nah itu.. tapi siapa yaa kira-kira dia, duh aku kenapa tiba-tiba kepo begini yaa” Jawab Sarah

“Yaudah coba kamu cek aja akunnya, mungkin kamu bisa mengingat orangnya melalui postingannya” Ucap Vania

“Bener juga ya..” . Akhirnya Sarah pun memencet profil akun tersebut, tiba-tiba dibagian akun tersebut ada tulisan  dikontak anda. itu artinya orang tersebut nomornya sedang disimpan oleh Sarah.
“Duh aku makin deg-deg an nih..” Ucap Sarah

“Ya bawa santai aja.. daripada kamu penasaran Sar” Jawab Vania

“Tapi dosa gak sih kita kepo kek gini” Sarah mulai mempertimbangkan

“Ya kan dia yang muncul sendiri di beranda kamu Sar” Jelas Vania

“Iya juga sih”

Kemudian Sarah melanjutkan mengecek akun tersebut, hingga akhirnya dia sampai disebuah highlight story yang membusatnya lebih kaget ternyata itu berada dirumahnya dengan caption “Ditraktir makan siang sama ukhty-ukhty”

“Ya Ampun… ini Moana..Astaghfirullah gak mungkin..” Ucap Sarah pelan

“ Gimana Sar.. kamu kenal?? Tanya Vania

“Sepertinya engga deh Van.. mungkin perasaan aku aja” Jawab Sarah. Sarah tidak ingin Vania tau siapa orang itu sebenarnya apalagi Moana satu kampus dengan Sarah dan Vania, Sarah juga tidak ingin Aib Moana tersebar.

“Kirain kamu kenal, tapi keknya mustahil ga sih orang kek kamu punya temen kek tuh orang” Ucap Vania

“Ya bisa aja kan .. tapi bagusnya aku ga kenal hehe” Jawab Sarah

Tidak ada yang lebih berat dibandingkan mengetahui Aib saudara sendiri dan kita harus menyimpannya sendirian, menjaga Aib saudara kita adalah keharusan Agar diakhirat kelak aib-aib kita juga di tutupi oleh Allah.

Berat bagi Sarah harus menyimpan hal tersebut sendirian, apalagi orang yang punya aib tersebut adalah orang yang pernah Sarah kagumi akan kesholehannya. sekarang Sarah mengerti kenapa tiga hari berturut-turut Video siaran langsung tidak senonoh itu muncul diberandanya, karena tepat tiga hari lalu Sarah baru menyimpan kontaknya Moana, jadi hal tersebut terjadi karena Moana mengaitkan kontaknya dengan akun media sosialnya, secara tidak langsung siapa saja yang menyimpan kontaknya akan muncul Video Moana di beranda mereka.

Ada apa dengan Moana, mengapa ia harus melakukan itu, apakah kepindahannya dari kampus lamanya ada hubungannya dengn hal ini, mengapa Moana harus berpenampilan serba tertutup jika pada akhirnya dirinya menjual dirinya pada banyak lelaki di media sosial, hati Sarah penuh kegelisahan mengetahui fakta yang mengejutkan mengenai Moana.

Apakah Moana kekurangn uang untuk melanjutkan pendidikannya, hal apa yang membuat Moana menjadi demikian, perasaan kekaguman Sarah kepada Moana berganti pada perasaan kasihan, dia kasihan sama Moana yang masih muda harus menghancurkan dirinya seperti itu, apalagi Moana adalah seorang muslim, Sarah mengenalnya dan dia adalah saudara muslimnya wajib bagi Sarah untuk menasehati Moana.

Tapi bagaimana cara agar bisa mengetahui sebab Moana menjadi orang yang seperti itu, apalagi Moana ketika dihubungi sangat sulit sekali, Sarah ingin sekali Moana berhenti melakukan perbuatan keji seperti itu, apalagi di kehidupan sehari-harinya menggunakan niqab, sangat berbanding terbalik dengan apa yang ia lakukan didunia maya.

Malam itu terjawab sudah rasa penasawan Sarah pada wanita yang menggadaikan kehormatannya di dunia maya, namun perasaan baru muncul, kegelisahn baru pun datang. begitu lah, kalau kita terlalu banyak tentang orang lain, maka akan semakin banyak beban di pikiran, maka hal yang baik adalah ketika tidak banyak mengetahui urusan orang lain.

Namun Takdir telah membuat Sarah saling kenal dengan Moana, buruknya Sarahpun harus mengetahui aib nya Moana, entah bagaiamana sebenarnya gadis itu.

Kini Sarah punya tugas baru, bagaimana cara mendekati Moana, agar Sarah mampu menasehatinya, ia ingin Moana menjadi gadis yang ia kagumi sebagaimana awal pertama kali Sarah bertemu dengannya.

Malam hening, tak terasa sudah pukul 23:00 malam, tampaknya Vania pun sudah tertidur, tidak biasanya Sarah begini, belum tertidur selarut in, entah kenapa ia tiba-tiba gelisah dengan apa yang dia tau malam ini, kini ia hanya mampu mendoakan teman barunya itu “Semoga Moana mendapat hidayah, semoga dia segera kembali kepada Allah, semoga ia segera menyadari bahwa yang ia lakukan adalah sesuatu yang di benci Allah.”

Sarah kemudian teringat cerita Supir minggu lalu, tentang temannya yang juga menggunakann cadar tapi kehidupannya penuuh kemaksiatan, Sarah ketika itu tidak mempercayainya, namun kini kisah itu baru saja ia lihat secara langsung dengan dua bola matanya terjadi pada teman baru Sarah sendiri.’

Benar sekali apa yang disampaikan Rasulullah mengenai bahwasnya “ Dunia ini hina, yang bahkan lebih hina dari bangkai..” mungkin yang Sarah lihat belum seberapa dengan kehinaan yang di maksud tapi, hati Sarah sedih ketika seorang yang ia kenal harus terjerumus pada perbuatan keji tersebut, Sarah pun ingat mengapa ketika makan malam itu Moana tanpak sangat menor dandananya. Ah sudahlah “Asataghfirullah” semoga aku pun terhindar dari perbuatad seperti itu ucap Sarah

Sarahpun akhirnya memaksakan dirinya untuk tertidur malam itu, rasanya ingin sekali sarah tidak mengetahui hal ini semua tapi mau bagaimanapun sudah terjadi.


Day 12 Bab 2, Cadar yang ternoda

0 0

Pagi kembali menyapa, Namun dunia masih terasa sepi, kasus-kasus Covid tidak kunjung hilang, tidak semua orang berani keluar rumah, jikapun keluar rumah harus menggunakan keamanan yang lengkap agar tehindar dari Virus. Matahari Indah, Sungai-sungai kembali memperlihatkan keanggunannya, tampaknya alam semakin membaik dengan adanya kasus Virustersebut, karena manusia mulai berkurang mencemari mereka, entahlah Virus itu mungkin membawa petaka bagi manusia, tapi bagi alama nampaknya seperti obat, mungkin saja Virus adalah doa-doa penghuni alam yang sedang Allah kabulkan, sebab dengan datangnya Virus ini, mobil-mobil yang biasanya setiap hari mencemari sungai-sungai, udara, air,pohon, kini mobil-mobil itu tanpak sepi. begitu pula dengan Alam yang dirusaki oleh manusia-manusia serakah dengan dalil kemajuan teknologi namun menyakiti hewan, merusak hutan, menghancurkan pepohonan, kemudian menggantinya dengan pabrik yang penuh dengan gempulan asap.

Lihatlah semenjak Virus itu datang, manusia berdiam diri di rumah-rumah mereka, mereka berhenti menyakiti alam, mereka sibuk mengobati saudara-saudaranya, akankah Alam akan memaafkan keserakahan manusia-manusia itu lalu Virus Covid itu lenyap di Bumi, entah lah tampaknya sudah satu tahun mereka hidup dengan di hantui oleh kematian melalui Virus Covid ini.

Seperti biasa pagi ini Sarah tidak kemana-mana, Sarah hanya menghabiskan hari-harinya di rumah, kecuali ketika ada keharusan bagi Sarah kekampus untuk keperluan berkas-berkas kuliahnya, atau pengajian yang mana dilakukan secara tertutup yang harus mematuhi protokol kesehatan. dan agar tidak begitu ribet di rumah saja bagi Sarah sudah menjadi hal yang nyaman setelah membiasakan diri dengan Virus Covid tersebut.

Hari ini Sarah ingin kembali mengundang Moana makan siang, dan mengajaknya untuk menginap malam ini, apalagi Vania sudah pulang ke kosannya dari tadi pagi, jadi Sarah mungkin bisa menanyai  banyak hal kepada Moana, atau mungkin mendekati Moana agar lebih akrab dan dia lebih tenang ketika ingin menyampaikan apa yang terjadi sebenarnya pada dirinya, sungguh Sarah ingin sekali membantu Moana.

“Assalamualaikum Moana, Apa kabar, hari ini makan siang di tempatku lagi yuk” Sarah mengirimi Moana pesan

“Waalaikumussalam, iya boleh deh” Tumben sekali Moana cepat sekali merespon pesan Sarah

Dengan senang hati, Sarah pun mulai memasak untuk siang nanti makan bersama Moana, Sarah memasakannya Ayam goreng, sayur, dan sambal. “ Hmm pasti moana suka” Ungkap Sarah sambil melanjutkan pekerjaanya.

Sarah usai menyiapkannya jam 10:00 pagi.

“Wah masih bisa untuk shalat duha nih” Ucap Sarah, sambil bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu,. Sarah pun sepeerti hari  biasanya melaksanakan sholat duha agar hatinya lebih tenang, dan Sarah tau doa yang mudah dikabulkan oleh Allah adalah salah satunya doa orang yang istiqomah dalam melakukan shalat duha, minimal 4 rakat setiap harinya. tak lupa Sarah pun mendoakan Moana, agar kembali pada jalan kebenaran, Sarah juga berharap bisa membantu Moana agar meninggalkan kemaksiatan yang tidak sengaja Sarah saksikan beberapa hari ini.

Tak lama kemudian, jam makan siang pun sudah tiba, Moana pun datang.

“Assalamualaikum Sarah..” Ucap Moana

“Waalaikumussalam Moana, masuk” Sarah mempersilakan Moana untuk masuk

Sedikit berbasa- basi, keduanya saling berbincang, namun tanpaknya masih begitu kaku, hingga akhirnya Sarah mengatakan “ Moana.. kamu mau kan sahabatan sama aku, sahabat karena Allah”

“Wah .. ya mau aja Sar, tapi aku belum pernah punya sahabat jadi aku gatau rasanya bagaimana itu bersahabat” Jawab Moana

“Kalau menurut aku, Sahabat itu.. adalah ketika dua orang saling mengingatkan, dan saling menyayangi karena Allah, jika kita melihat sahabat kita berbuat salah, maka kita harus bantu dia dengan mengingatkannya agar kembali pada jalan yang benar” Jelas Sarah

“Hmm gitu yaa..” Jawab Moana

“Yasudah mari kita makan dulu” Ucap Sarah

Meraka pun akhirnya makan bersama, tiba-tiba Moana nyeletuk dengan mata yang berkaca-kaca

“Ini kamu yang masak yaa Sar?”

“Iya Moana.. kenapa kamu kepedesan yaa?, duh maafin aku” Jawab Sarah

“Engga kok.. malah enak banget.. dulu aku waktu kecil di masakin ini sama ibu aku, rasanya mirip banget” Jawab Moana

“Mungkin karena kamu kangen ibu kamu Moana..”

“Iya pas menyuapi makanan yang kamu masak ini aku langsung ingat sama ibu aku” Jawab Moana

“Yasudah usai makan gimana kalau kamu telepon ibu kamu?” Ucap Sarah

“Aku malu Sar.. aku terlalu jahat sama ibu aku” Ucap Moana

“Heh ga boleh gitu Moana, Ibu kamu pasti juga rindu sama kamu” Jawab Sarah

“Aku takut Sar..” Ucap Moana

“Takut kenapa Moana… tidak ada didunia ini seorang ibu yang tidak selalu memikirkan anaknya, merindukan anaknya, meskipun anak nya tersebut berbuat kesalahan” Jelas Sarah

“Tapi aku sudah terlanjur mempermalukan ibuku Sar” Jawab Moana

“ Yasudah.. begini saja, karena aku tidak tau apa yang terjadi padamu, maka kalau di perbolehkan aku siap kok menjadi pendengar yang baik buat kamu” Ucap Sarah

“Kamu kok baik banget sih Sarah padahal kita baru kenal, terimakasih yaa sudah menjadi teman aku disaat semua orang meninggalkan aku” Ucap Moana

“Hah.. jadi gimana maksud nya Moana, aku bingung nih dengan ungkapan kamu dari tadi” Jawab Sarah

“Aku gatau Sar” Ucap Moana sambil meneteskan air mata

“Begini saja, jika rasanya kamu ingin bercerita sama aku, aku mau mendengarkan, jika aku bisa membantu maka aku akan bantu” Jawab Sarah.




Day 13 Bab 2, Cadar yang ternoda

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 13

-Jumlah Kata 821

-Sarkat Jadi Buku

-Revisi

Kalau aku cerita sama kamu Sarah, apa kamu akan masih mau berteman sama aku” Jawab Moana

“Ya Ampun Moana.. Insyallah aku akan selalu manjadi teman mu..santai aja Moana” Jawab Sarah sambil memeberikan senyum ramahnya

Akhirnya hari itu Moana memutuskan untuk tidur di tempat tinggalnya Sarah. Moana juga sebenarnya sudah lelah menyimpan semuanya sendirian, mungkin hari ini adalah waktunya Moana untuk berbagi apa yang sebenaranya terjadi dengan Moana, sekalipun itu orangnya Sarah yang baru saja berapa minggu ini mengenalnya, tampaknya Sarah adalah orang baik dan ikhlas. setidaknya Moana bisa berbagi, meskipun ia harus mengatakan sisi buruknya, bukan untuk menyebarkan aib nya, melainkan Moana pun ingin ada penyelesain dengan masalahnya ini, yang kini ia semakin berlaurut dalam kesalahan tersebut.

Malampun tiba, usai shalat isya berjamaah dengan Sarah, Sarah pun menanyakan “
Jadi bagaimana.. Moana udah siap untuk berbagi dengan masalah yang sedang kamu alamin” Tanya Sarah

“Iya Sar.. aku juga niatnya mau cerita sama kamu sekarang ini” Jawab Moana, sambil melipati mukena dan sajadah dia sholat bersama Sarah.

Kemudian mereka berpindah ke ruang depan, di sofa tempat biasa mereka belajar, dan Sarah pun menyeduhkan the untuk Moana, agar dia lebih santai menceritakan keadaan yang mungkin Sarah bisa membantunya, apalagi Sarah sudah mengetahui tentang Live bugil yang belakangan ini tidak sengaja selalu muncul di beranda media sosialnya Sarah.

“Sarah.. kamu tau gak.. kalau aku baru melaksanakan sholat itu baru hari ini ketika bareng-bareng sama kamu, terakhir dulu ketika masih tinggal bersama orang tuaku” Jelas Moana memulai ceritanya

"Astaghfirullah yang benar Moana?” Tanya Sarah dengan perasaan sulit percaya dengan penampilan begitu tertutupnya

“Panjangnya ceritanya Sar, aku bahkan sempat membencin agama ini”

“Trus kenapa kamu memakai pakaian seperti ini, kamu berlagak seperti muslimah yang alim sekali”

“Jadi begini ceritanya, dulu ketika aku tamat SMA aku sudah di jodohkan oleh ibu aku sama anak seorang ustasz besar di kotaku, lelaki tersebut terkenal karena ayahnya sangat baik dan pandai dalam bergama, namanya harum, memiliki pondok pesantren, anaknya pun tidak berwajah buruk, tampan rupanya, semua wanita banyak yang mengidamkannya, tapi sayang aku lah yang di pilih menjadi istrinya”Jelas Moana

“Kok sayang.. bukannya itu bagus untukmu Moana” Tanya Sarah

“Ya.. pada waktu itu aku mengira, akan begitu, aku akan di bimbing oleh seorang yang sholeh, apalagi aku ini dari sekolah biasa yang tidak ada basis agamanya sedikitpun, dan orang tua aku kebetulan memang memiliki jabatan di Kota itu, akhirnya mereka menjodohkan aku, aku pun dengan senang hati menerima lamaran dari seorang anak Ustadz yang jua terkenal waktu itu.”

“Terus kenapa kamu menyesalinya?” Tanya Sarah lagi.

“Ya pernikahan kami dirayakan nyaris sempurna, semua tokoh bejabat hadir, para orang alim pun hadir, namun indahnya perayaan pernikahan takkan berguna apabila kita salah dalam memilih lelaki untuk mejadi suami kita” Lajut Moana

“Haa kenapa?” Sarah tampaknya begitu penasaran dengan alasan Moana jadi begini hari ini bukannya semua terlihat sangat baik di permulaan.

“Ya baru saja seminggu usia pernikahan kami, panggil saja suami ku itu namanya Alif, dia yang ku kira sholeh, penyayang, lembut, penuh ketenagan ternyata kenyataanya begitu menyakitkan harus aku terima, dia tidak lain adalah lelaki bejat, seminggu usai pernikahan sudah berzina dengan perempuan bayaran. Entah apa yang salah pada diri ku Sarah sehingga dia begitu tega melakukan itu, perzinaanya yang pertama aku memaafkannya, namun hal tersbut terjadi berulang kali, hingga akhirnya aku menceritakan pada ibunya, agar anaknya di nasehati, tapi apa ibunya tidak percaya sedikitpun, karena yang ibu mertua ku tau, anaknya adalah anak yang baik, yang sholeh, tau akan agama , tidak mungkin ia berbuat demikian kepada istrinya.Tidak ada satupun yang mempercayai pernyataanku” Lanjut Moana sambil meminum seduhan the dari Sarah

“Innalillah.. Astaghfirullah.. akupun yang mendengar ceritamu juga latar belakang keluarganya begitu” Jawab Sarah

“Ya begitulah Sar..  tapi kenyataanya emang begitu, aku melihat sendiri dia memesah para wanita bayaran itu lewat pesan online yang dia kirim, dia selalu keluar malam, namun dia izin kepada ayahnya dengan alasan ingin mengikuti pengajian di  mesjid luar, aku tidak diajak karena katanya pengajian itu khsus untuk lelaki saja, padahal kenyataanya dia tidak pernah mengikuti kajian itu, pulang tengah malam dengan aroma wanita yang bergantia setiap harinya, apalagi rumah kami dengan rumah mertuaku walaupun berdekatan tapi masih dibatasi oleh pohon-pohon jadi orang tua mereka sama sekali tidak tau kalau anaknya pulang selarut itu, yaa yang mengetahui hanyalah aku.. aku yang meangisi nasib setiap hari, tanpa dipedulikan oleh siapapun, bahkan dia yang sudah resmi menjadi suamiku.” Lajut Moana

Sarah hanya diam, sambil menahan sesak dengan apa yang diceritakan oleh Moana, entah itu benar faktanya atau tidak, tapi bagaimana jika itu benar, sungguh malang nasib Moana yang baru saja menikah satu minggu, yang seharusnya memandang lautan luas, taman-taman indah, hati berbunga bak pengantin baru, tapi harus hantam oleh realita yang menyayat hati.

Ini baru pembukaan dari cerita pahit Moana, rasanya akan lebih menyakitkan lagi mendengar lanjutan cerita Moana selanjutnya, apalagi kini dirinya pun sudah menjadi wanita sebab tangisannya di awal pernikahan hari itu.




Day 14 , Cadar yang ternoda

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 13

-Jumlah Kata 817

-Sarkat Jadi Buku

 

“Hingga akhirnya aku pun merekam yang di lakukan oleh Amin si anak ustaz ini.. bukan merekam perzinaanya tapi merekam kapan ia keluar rumah, kapan ia memesan wanita-wanita bayaran itu, semua itu aku lakukan agar ibu mertua aku mempercayai bagaimana kebejatan anakanya” Lanjut Moana menceritakan pahitnya kehidupannya.

“Lalu apa mereka percaya dengan bukti-bukti yang kamu kumpulkan?” Tanya Sarah

“Ya mereka awalnya tidak percaya, namun setelah aku diam-diam pulang kerumah ibu ayahku, jikapun aku pulang dengan izin suami maka dia tidak akan mengizinka, sampainya di rumah aku menceritakan semuanya pada orang tuaku, orang tuaku langsung marah dengan apa yang anaknya timpa, mereka dengan spontan membawaku kehadapan mertua, ketika itu situasinya rumit sekali, ayahku yang dadanya penuh dengan kecewa dan ibuku menangis sambil memeluk di perjalanan mertuaku yang katanya orang berilmu, beragama, tapi anaknya penzina sampai lupa telah menikahiku” Lanjut Moana

”Astaghfirullah.. yang sabar yaa Moana, ya beginilah dunia penuh dengan kehinaan, tak di sangka, benar apa yang Rasulullah pernah katakan, bahwasanya Iman itu tidak bisa diwarisi, sekalipun Ayah Ibunya orang yang taat beragama, akan tetap ada kemungkinan anaknya adalah pelaku Maksiat sperti yang kamu alamin, yang sabar ya Moana” Jawab Sarah sambil memeluk Moana

“Ya aku hanya terlambat mengenal orang seperti kamu Sar, waktu itu aku benar-benar tidak kenal siapapun, kecuali teman-teman aku pun itu mereka hanya pintar dalam ilmu duniawi, mereka hanyut akan zaman, sibuk mengikuti trand, ya ketika mereka putus asa yang mereka cari bukan tuhan tapi mengobati nya dengan hiburan penuh dengan kemaksiatan, Ayah ku seorang penguasa di Kota ku tapi ilmu agamanya juga sangat awam, entahlah ayah… begitu menyakitkan menyebutnya sebagai seorang Ayah..” Jelas Moana

“Ada apa dengan ayah mu..” Tanya Sarah

“Ya begitu rumitnya kehidupan yang aku jalani yaa Sar.. sehingga aku menjadi seorang yang menjijikan seperti sekarang ini” Jawab Moana sambil mengelap matanya dengan tisu

“Gapapa semua pasti ada hikmahnya Moana.. semua kita di dunia ini memang sedang di uji.. kalau rasanya kamu sudah tidak sanggup bercerita, gapapa tidak usah di lanjutkan” Ungkap Sarah

“Aku memang dari awal berniat menceritakan semuanya padamu Sar, agar kamu mau membantu aku.” Jawab Moana

“Baiklah semoga aku benar-benar bisa membantumu ya Moana” Jawab Sarah sambil memandang Moana dengan iba

“Baiklah aku lanjutin ya.. jadi ketika malam itu, ketika ayah dan ibuku mendatangi Ibu Bapak mertuaku, disana semua terbongkar kelakuan anaknya, anaknya pun tampaknya tidak begitu merasa bersalah, meskipun malam itu penuh kehebohan, tapi pada akhirnya Ibu Bapak mertuaku pun meminta maaf atas semua perlakuan anaknya, dan anaknya pun minta maaf, namun dia pun menangis menjelaskan, kalau selama meskipun umurnya baru 20 tahun, mantan suamiku Amin menjelaskan kalau dia melakukan itu semua karena merasa sangat tertekan dengan perlakuan orang tuanya yang harus memaksakannya  untuk menuruti  keinginan Bapak dan Ibunya, bahkan memintanya menikah ketika dia belum ingin menikah” Jelas Sarah

“Terus bagaimana Moana apa tanggapan mertua mu?”

“Mereka semua hanya menangis.. entahlah malam itu penuh dengan rasa sesak, penuh tangisan, dan yang paling menyakitkan orang tua ku meminta kami untuk bercerai di usia pernikahn yang masih 1 bulan, dua bulan berikutnya aku resmi menjadi janda dengan usia pernikahan 1 bulan.”

“Astaghfirullah…Moana yang sabar ya” Hanya itu yang mampu keluar dari mulut Sarah

“Ya aku memang sangat terpuruk dengan keadaanku pada saat itu.. aku merasa sangat hancur, pernikahanku yang megah itu berakhir dalam jangka waktu 1 bulan saja, bahkan di usia yang masih sangat muda aku sudah memiliki gelar Janda, waktu itu dunia ku rasanya hancur, di patahkan oleh harapan, berharap akan di jaga dan di didik Agama yang baik namun yang di dapat malah sebaliknya, aku putus asa tidak ingin bertemu siapapapun” Lanjut Sarah

“Subhanallah ya Moana… setiap kita memang punya luka masing-masing ya Moana.. namun aku senang Alhamdulillah aku bisa mengenalmu” Ungkap Sarah sambil memberikannya segelas air putih baru

“Ya.. aku lanjutin ya Sar biar kamu kelar menyaksikan cerita pahit dari seorang Janda muda yang ada di hadapan kamu ini..hehe” Jawab Moana sambil bercanda
?“Udah jam 22:00 malam nih, apa kamu tidak capek, mungkin cerita mau bersambung dulu, kasian tuh mata kita sudah bengkak mendengar cerita kamu yang subhanallah itu hehe” Jawab Sarah sambil kembali memberncandai Moana.

“Ya tidak terasa sudah jam 22:00 yaa.. oiya bagi wanita Shalehah seperti kamu ini sudah larut ya, tapi bagi aku yang jalang ini masih lah pagi hehe” Jawab Moana sambil bercanda lagi meskipun yang dia katakan adalah yang sebenarnya, biasanya Moana jam segini akan memulai siaran langsung bugilnya agar mendapatkan uang dari  penonton di media sosial, tapi malam ini dia sudah memutuskan untuk tidur di tempat Sarah.

Malam itu keakraban mereka di mulai, dua orang yang memiliki latar belakang yang sangat berbeda, seorang wanita sholehah dan soerang yang sedang asyik melakukan kemaksiatn berteman bak sahabat lama tak bertemu, ya begitulah Sarah siapa saja jika bersamanya maka mereka akan merasa nyaman dengannya, malam itu mereka di tutupi dengan canda tawa oleh sahabat baru, tertidur nyenyak dengan harapan baru untuk besok di hari yang baru, kemudian melanjutkan cerita malam ini yang masih tersambung.


Day 15, Bab 2, Cadar yang ternoda

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 15

-Jumlah Kata 848

-Sarkat Jadi Buku

 

Pagi pun datang, burung-burung terbang awan pagi ini indah sekali, dihiasi matahari yang malu-malu menerangi pagi ini, Sarah dan Moana sudah bangun dari tadi subuh, awalnya Moana akan pulang ke kosannya pagi ini, tapi Sarah memintanya untuk menginap semalam lagi di tempatnya, “Ya jangan buru-buru dong pulangnya Moana, kan masih ada cerita yang belum selesai, bagaimana kalau kamu main disini semalam lagi.?” Ajak Sarah
“ Iya juga sih.. sebenarnya aku juga ga kemana-mana semenjak Covid ini. Cuma sendirian trus sibuk dengan dunia maya” Jawab Moana meng iyakan jika dia pun ingin menginap semalam lagi bersama Sarah.

Pagi itu Sarah dan Moana bersih-bersih bersama, masak bersama, Sarah pun mengajarkan Moana memasak masakan daerahnya, kemudian mereka sarapan bersama, usai sarapan mereka kembali duduk di balkon lantai dua tempat tinggalnya Sarah, angin sepoi menemani mereka melanjtukan cerita malam tadi yang belum usai.

“Jadi kamu mau dengar lanjutan cerita aku semalam ga Sar..” Tanya Moana

“Iya dong pastinya, jadi bagaimana selanjutnya usai perceraianmu dengan Amin?” Jawab Sarah

“Ya begitulah, usai perceraian itu aku mulai menutup diri, bahkan pada orang tuaku, hingga akhirnya aku bermain di dunia maya kenal seorang laki-laki, laki tampan, namanya Reyhan, orangnya tinggi, asyik, dia satu-satunya orang yang bisa mengerti keadaanku waktu itu, Rey aku memanggilnya, anaknya baik, hingga akhirnya kami bertemu, ternyaata memang benar anaknya asyik sebaik di dunia maya, aku merasa dia adalah lelaki idamanku, akhirnya aku mulai tertawa, hidupku mulai berwarna semenjak kehadiran Rey. bertahun kami akhirnya bersama, namun di tahun kedua kisah kelamku di mulai dari orang yang aku cintai yaitu Rey” Ucap Moana melanjutkan ceritanya

“Hmm terlihat indah ya kehadiran Rey bagi kamu ya Moana” Ucap Sarah karena melihat wajah Moana yang bercerita full senyum ketika menceritaka Rey

“Yaa memang dia sangat indah kehadirannya Sar, tapi seindah- indahnya oercintaan yang belum halal, akan ada hal haram yang terselip di dalamnya, dia lelaki rupawan, baik, bahkan ia tidak pernag melupakan sembahyangnya Sar, bahkan kita berkomitmen akan menikah.” lanjut Sarah

"Terus bagaiamana Moan” Jawab Sarah penasaran

“Ya bahkan banyak teman-temanku yang mengira kita memang akan menikah karena kita sangatlah cocok, kata mereka bahkan wajah kami mirip, banyak hal yang kami lalui bersama hingga tahun kedua itu datang, ketika itu pertemuan kami kesekian kalinya, selama ini kami bertemu hanyalah pertemuan antara dua remaja yang saling jatuh cinta, makan bersama, cerita, tertawa bersama, tapi tidak dengan malam itu, malam itu kami terpaksa harus menginap karena hujan deras, dan Rey hanya membawa motor ketika itu, hingga kami menginap di sebuah hotel bersama, dan benar saja, Iblis telah berhasil membuat kami berzina, meskipun  kami melakukannya bersama orang yang kami cintai, namun karena kami sesama muslim, rasa bersalah itu tetaplah ada, akupun mulai menyalahkan diriku sendiri, paginya aku hanya menangis dengan apa yang terjadi malam itu, meskipun Rey membujuk ku, tapi aku hanya diam dan menangis, hingga akhirnya aku diantar pulang ke rumah oleh Rey dalam keadaan menangis” Lanjut Moana

“Astaghfirullah ya Moana..  memang begitulah pacaran ya Moana, meskipun terlihat indah tapi membinasakan, gapapap kamu masih punya kesempatan untuk bertaubat kok” Jawab Sarah

“Emang masih bisa ya, orang seperti aku di terima taubatnya, aku merasa aku sangat hina Sar, apalagi menggadaikan kesucianku hanya karena cinta” Jawab Moana sambil menangis

“Udah jangan nangis, Allah pasti bakal terima taubat kamu kalau kamu sungguh-sungguh dan benar-benar tidak mengulang lagi kesalahan yang kamu perbuat,” Jawab Sarah

“Semoga aja begitu,,, namun tidak hanya itu Sar, usai dosa besar itu aku lakukan aku kini menjadi pemaksiat hebat” Jelas Moana

“Ssst sudah-sudah kamu ga usah lanjutin cerita kamu, kalau kiranya itu aib kamu Moana, aku takut menyimpannya sendirian” Jawab Sarah

“Ya biar kamu tau siapa aku sebenarnya dan betapa menyedihkan nya aku ini, kamu tau usai perzinaan itu terjadi, tiba-tiba Rey berubah, dia tidak lagi perhatian seperti sebelumnya, dia mulai menghilang sulit di hubungi, hingga akhirnya aku mengetahui dia bersama orang lain, ketika itu aku akan belanja di Mall senditrian hingga akhirnya melihat Rey bersama seorang wanita, cantik, bahkan kuliah di dunia kedokteran, karena wanita itu mengunakan seragamnya ketika jalan dengan Rey. Aku siapa Sar.. aku hanyalah seorang hina yang terhina, tidak punya apapun untuk aku banggakan, bahkan aku hanyalah lulusan SMA,  waktu itu aku melihat Rey memegang tangan wanita itu layaknya pasangan, mereka tampak bahagia sekali, matanya saling bertatapan penuh kebahagiaan antara satu sama lain, hatiku hancur, duniaku serasa berhenti berputar, aku tau rasanya pahit ketika harus di putuskan menjadi janda, tapi aku merasakan sakitnya lebih ketika orang yang kita cintai bersama wanita lainnya yang lebih dari segi apapun, aku hancur Sar, aku kehilangan diriku, kehilanga cinta, kehilangan orang yang selalu ada untukku, rasanya aku ingin mati saja, tapi aku  juga taku mati Sar..” Lanjut Moana bercerita dengan air mata berurai

“Sabar yaa Moana, kehidupan memang begitu tidak pernah adil, apalagi jalan yang kamu tempuh adalah jalan yang salah, Allah melarang kita pacaran agar patah hati yang kamu rasakan itu tidak di rasakan apabila kita mengindah kan larangan Allah, semoga rasa sakitmu di ganti Allah dengan kebahagiaan yang tidak di sangka ya Moana” Jawab Sarah yang tak sengaja air matanya ikut jatuh membayangkan posisi Moana kala itu, Sarah pun menenangkan Moana, lalu mengajaknya makan es krim bersama.


Day 16

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 16

-Jumlah Kata 1006

-Sarkat Jadi Buku

 

“Terkadang kenyataan yang menyakitkan memang terjadi begitu saja, namun tugas kita sebagai perantau di muka bumi ini adalah untuk menjadikan setiap kepedihan sebagai bekal akhirat maka Sabarlah Sungguh Allah bersama orang yang sabar, bukan sebaliknya ketika terluka kemudian membunuh diri, hingga akhirnya hidup tapi mati, mati tapi masih hidup, jadikanlah luka sebagai alasanmu untuk menjadi lebih kuat, bukan rapuh!”

Tak terasa, sudah dua jam mereka duduk di balkon, mata Moana yang sembab, begitu pula Sarah sebagai perempuan yang memiliki hati yang lembut, tak terasa air matanya pun jatuh, biasanya Sarah hanya menyaksikan cerita seperti itu di flm2  yang di tonton, namun kini ia mendengar cerita dari kisah nyat seorang teman barunya Moana.

Karena waktunya duha masih ada, Sarah mengajak Moana untuk shalat duha bersama, agar Moana lebih tenang, apalagi dia usai menceritkan kesedihan masa lalunya.

“Yuk Moana Shalat duha, nah nanti kamu juga bisa doa sama Allah apa saja, insyaallah qobul..” Ajak Sarah pada Moana

“Aku belum tau bagaimana caranya shalat duha hehe” Jawab Moana

“ Sama kok seperti shalat wajib lainnya, nanti kamu Cuma ubah niat saja, nah jumlahnya boleh dua rakaat saja,, boleh empat rakaat, bahkan boleh 8 rakaat, mungkin 11 rakaat kalo kamu mampu hehe’’ Jelas Sarah

“Kalau kamu nanti berapa rakaat?” Tanya Moana

“Aku biasanya Cuma 4 rakaat hehe” Jawab Sarah

“Yaudah aku ngikutin kamu yaa Sar” Ucap Moana

Dan mereka pun akhirnya shalat bersama, kemudian keduanya berdoa, tak lupa Sarah mendoakan Moana agar menjadi wanita yang sholehah sebagaimana yang pakaiannya yang sudah tertutup sempurna. Moana pun tampaknya berdoa banyak sekali, dan terlihat sesekali ia mengelap pipinya masih basah air mat, tak lupa juga ia mendoakan Sarah karena telah mau menjadi temannya disaat ia merasa di titik terendahnya.

?Usai Shalat duha Sarah pun mengajak Moana untuk mengikuti kajian, meskipun hanya secara online karena keadaan di luar masih pandemi, kajian itu siarang langsung yang membahas tentng taubat, di jelaskan bahwasanya semua orang berhak untuk bertaubat, dan Allah pasti akan menunggu taubat setiap hambanya bahkan hingga titik nafas terakhirnya, nampak sekali Sarah dan Moana dengan serius mendengarkan nasihat yang disampaikan oleh ustadz.

?Usai pengajian, mereka pun makan siang bersama, sambil makan tiba-tiba Moana nyahut

“Sar.. kamu tau gak, kalau aku ini seorang…” Ucap Moana, memulai pengakuannya

“Seorang apa, bidadari hehe”  Jawab Sarah sambil membercandai Moana

“Aku serius, Sar aku tau aku salah, Cuma aku hanya pengen kamu tau, kalau aku selain seorang Mahasiswa aku juga jual diri di dunia maya, bahkan nyata, aku ingin menjadi orang kaya dengan cepat Sar makanya aku melakukan itu semua” Jelas Moana

“Astaghfirullah Moana.. kamu tidak harus menceritakan semua sisi buruk mu padaku, jika kamu ingin bertaubat maka bertaubat saja, tak perlu lagi kau ceritakan aib mu kepada siapapun, biarlah Allah yang menjaga itu semua, kalau kamu cerita ke aku, aku takut tidak bisa menyimpannya sendirian” Jawab Sarah

“Tapi aku yakin kamu bisa bantu aku, aku pengen keluar dari itu semua tapi aku ga tau gimana caranya Sar” Jelas Moana

“Yasudah.. aku boleh nanya kenapa kamu bisa setega itu sama dirimu?” Tanya Sarah

“Ya Usai aku melihat langsung pengkhianatakn Rey kepadaku, aku jadi merasa tidak berharga, aku merasa ya sudah jika sudah begini, aku hancurkan sekalian diriku” Jawab Moana

“Jadi hanya karena Rey kamu jadi seperti ini” Tanya Sar

“Ya sebab terbesar aku adalah dia, karena aku terlalu mencintainya, aku ga siap melihat pengkhianatan ini, ketika aku menjual diriku, aku mendapatkan banyak uang aku bahagia Sar, kini Cuma uang yang bisa buat aku tertawa, cinta itu bohong, sayang itu dusta” Jelas Moana

“Trus kamua ga mikirin perasaan orang tuamu?” Tanya Sarah

“Ya aku sudah lama kabur, apalagi usai pernyataan ayahku, dia berkali-kali meminta maaf padaku”

“Maaf kenapa?, bukannya seharusnya kamu yang minta maaf pada mereka ” Tanya Sarah

“Ya memang.. seharusnya aku yang minta maaf Sar, setelah mengetahui aku pun di khianati Rey bapakku tiba-tiba waktu itu minta maaf, karena Ayahku dulu ketika muda katanya suka menyakiti perempuan, suka mempermainkan perempuan, suka menzhinai perempuan tampa tanggung jawab, terus Ayahku minta maaf katanya mungkin semua yang terjadi padaku adalah Karma dari apa yang sudah di lakukan selama ia muda, dan semua kepedihan wanita itu aku yang menanggung semua”

Jelas Moana

“Astaghfirullah.. lalu mengapa kamu harus kabur begitu saja dari rumahmu,?” Tanya Sarah lagi

“Ketika Ayahku mengatakan kenyataan itu, aku merasa sangat membenci semua laki-laki, mereka semua adalah penjahat, bahkan Ayahku sendiri, ketika aku benci Sar sama Ayahku, mengapa harus aku yang menanggung ini semua sendirian” Jawab Moana kembali sambil menangis

“Benar yang dikatakan Ayahmu, namun di dalam Islam tidak ada istilah Karma, namun setiap perbuata itu memang ada balasannya, termasuk dalam perzhinaan maka apabila Ayahmu pernah menzhinai perempuan maka Allah akan menghukumi anak keturunannya” Jelas Sarah

“Jadi benar kan Sar, aku punya alasan untuk membenci Ayahku..” Ucap Moana

“Bukannya Ayahmu sebelum kamu mengetahui kenyataan masa lalunya, dia adalah Ayah yang sangat baik untukmu, mencintaimu, membesarkan mu dengan kasih sayang, bahkan menjadi pembela untukmi dimanapun kamu berada” Jelas Sarah

“Iya benar..” Jawab Moana Singkat

“Lalu mengapa kamu melupakan begitu saja kebaikan Ayahmu, hanya karena kesalahan masa lalunya, sudahlah Moana kawanku yang baik.. kembalilah pada Ayah Ibumu, bukankah mereka seharusnya sudah begitu merindui mu, kamu tidak khawatir dengan mereka..?” Ucap Sarah

“Iya.. aku ingin pulang, sudah setahun sudah aku menghilang dari mereka” Jawab Moana
“Ya Sudah begini saja, kalau kamu ingin menjadi teman baikku, bolehkah aku meminta sesuatu ?”Ucap Sarah

“Minta apa?” Tanya Moana

“Mulai Hari ini kamu berhenti menjual dirimu, hapus semua akun mu, dan pulanglah kepada Ayah Ibumu” Jawab Sarah

“Trus bagaimana dengan uang-uangku?” Jawab Moana

“Berapa sih uang yang di benci Allah itu, bukankah katanya kamu ingin keluar dari itu semua? Ucap Sarah

“Hmm Ok..” Jawab Moana

“Bismillah ya Moana, mulai lah hidup baru dengan apa yang Allah suka bukan Allah benci” Ucap Sarah

Moana pun mulai menghapus akun-akunnya, dan di saksikan oleh Sarah. mungkin memang terasa berat apalagi di dalamnya terdapat kesenangan dunia, tapi apalah gunanya kesenangan itu jika menipu dan menyeret kita ke Api neraka.

“Sarah.. besok aku mau pulang, kamu mau tidak menemaniku?” Ucap Moana usai menghapusi akun -akunnya

“Hmm naik pesawat?” Tanya Sarah

“Iya..” Jawab Moana

“Duh jauh banget dong ya.. aku tanya orang tuaku dulu yaa” Jawab Sarah


Day 17 Bab 2, Cadar yang ternoda

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 17

-Jumlah Kata 725

-Sarkat Jadi Buku

 

Sayang sekali Orang tua Sarah tidak mengizinkan untuk pergi menemani Moana, mengingat kondisi wabah yang masih belum hilang, meskipun demikian Moana tetap akan pulang sebagaimana permintaan Sarah, dan Moana sendiri juga sudah lama sekali ingin melihat kedaan Ayah dan Ibunya yang dia tinggal begitu saja tanpa kabar, begitu rindu Moana dengan mereka, tak di sangka, yang awalnya Moana berfikir untuk tidak lagi pulang karena merasa sudah terlalu hancur, Moana merasa dia benar-benar hanya akan menghabiskan waktunya untuk uang, tidak peduli apakah itu halal atau haram, bahkan mungkin mengorbankan harga dirinya sendiri.

Tidak disangka pertemuannya dengan Sarah, bisa mengubah keputusan nyelenehnya itu, esok dia akan pulang ke rumah Ayah dan Ibunya, tak disangka pula Sarah telah membuatnya berhenti menjadi wanita penghibur, bahkan atas izin Allah kini Moana benar-benar bertekad untuk menjadi wanita Sholehah, mungkin awalnya Moana menggunakan Niqab karena kebenciannya kepada tuhan, dia ingin membuat citra Islam menjadi buruk, sehingga dulu ia berakhlah seburuk-buruknya namun berpakaian dengan pakaian sebaik-baiknya wanita muslimah, dan kini niat itu telah berganti menjadi bahwa dia memakai niqab atas dasar kecintaanya kepada Allah, menjadi wanita taat sebagaimana yang di ajarkan sahabat barunya Sarah

Begitulah Sarah, begitu mudah hati orang-orang yang dekat dengannya, entah karena eloknya rupa, atau eloknya akhlahnya, sehingga kebencian bisa berubah menjadi cinta, benar saja kebaikan dan kelembutan tentunya akan mendatangkan kebaikan lainnya.

Esoknya Moana pun berpamitan kepada Sarah, Sarah pun mengantar nya ke mobil travel yang akan mengantar Moana ke Bandara, Moana hari itu Moana akan pulang ke Ayah Ibunya, tidak lupa Sarah mendoakan keselamatan untuk Moana, mereka pun berpamitan.

“Sar aku pergi yaa.. doain aku, jangan lupa kamu harus sering-sering hubungi aku nanti yaa..” Ucap Moana sembari berpamitan

“Tentunya ntar aku bakal sering chaat kamu ya.. mana mungkin aku tidak akan merindukan kamu nantinya Moana, semoga selamat sampai tujuan, Fii Amanillah Sahabatku..”  Jawab Sarah

Moana pun pergi bersama Travel nya menuju bandara, kini kembali Sarah sendirian di rumah itu sambil memandangi Moana dari balkon

Menarik sekali cerita Moana, sekalipun penuh air mata, tiba-tiba Sarah juga mengingat masa awal mula dia menggunakan cadar seperti ini, meskipun jalannya tidak serumit Moana tapi ujiannya yang rumit, mulai dari dulu awal mula dia menggunakannya banyak sekali ujiaanya, entah dari lingkungan yang tidak mendukung, bahkan ketika kasus-kasus pengboman Sarah harus menjalani hari-hari yang menyakitkan, entah itu cemooh, entah itu pandangan yang sinis, bahkan hal yang menyakitkan lainnya hingga hari ini ibunya Sarah masih belum begitu suka dengan Sarah menggunakan cadar, karena memang ibunya Sarah sama seperti Moana masih awam tentang ilmu agama, apalagi banyak sekali bersileweran berita yang memonjokkan pengguna cadar.

Banyak sekali yang mempertanyakan Sarah, mengapa harus menggunakan cadar, bukankah dia bisa menggunakan jilbab saja tanpa cadar, bukan kah tidak berdosa, memang tidak salah ungkapan demikian, namun semenjak Sarah menggunakan cadar dia benar-benar merasakan kenyamanan, tak hanya karena mencari ridho Allah dan mengikuti jejak para istri dan anak Rasulullah saja, tapi bagi Sarah memang ada kenyamanan di dalamnya.

Sarah merasakan, meskipun dulu orang-orang memandang sinis karena cadarnya, bahkan di teriaki teroris tapi cadar itu pula yang menjaganya untuk tidak bermudah-mudahan dengan lelaki, karena Sarah merasa malu ketika pakaiannya sudah serba tertutup tapi masih tidak tau batasan dengan laki-laki, bahkan teman-teman lelalakinya pun menyatakan kalau melihat Sarah mereka merasa sungkan untuk menganggu, sekalipun awal-awal mereka mencemooh tapi mereka tidak berani mencolek apalagi melecehkan Sarah

Apalagi Sarah kuliah di tempat umum, yang mana laki-laki dan perempuannya di campur, maka akan sangat mudah antara lelaki dan perempuan berinteraksi, namun semenjak Sarah menggunakan cadar kini teman-temannya semua yang mendekat perempuan semua, Sarah pun merasakan meskipun ia menggunakan cadar namun apabila dia memiliki akhlak yang baik kepada teman-temannya, maka pakai cadar atau tidak teman-teman nya akan tetap memperlakukan baik padanya, sekalipun ia bercadar, mungkin awal-awal teman perempuaanya akan merasa aneh, tapi siapa sangka kini teman-teman nya bahkan mengikuti jejak Sarah, meskipun hanya 1 atau 2 orang saja tapi bukankah itu sudah menunjukan kalau Sarah telah berhasil berjihad dengan akhlaknya, tidak perlu ada kekeraan tidak perlu ada pem bom an, berkahklak baik, berbuat baik saja adalah jihad yang bisa saja apabila Allah mencintai amalan tersebut Allah beri ganjaran surga untuk nya.

Kini yang selalu menjadi doa-doa setiap waktu bagi Sarah adalah bagaimana caranya agar Ayah ibunya memberikan izin kepadanya, agar tidak ada lagi yang di tutupi antara Sarah dan Orang tuanya, apalagi ketika pulang kampung Sarah harus lepas cadarnya padahal Sarah sudah sangat nyaman dengan pakaian tertutupnya itu.


Day 18 Bab 3, Cinta dan Takdir

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 18

-Jumlah Kata 757

-Sarkat Jadi Buku

 

BAB

III

CINTA DAN TAKDIR

 

“Barangsiapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu selain keadaan yang Allah pilihkan untuknya. inilah batasan sikap selalu ridha terhadap semua ketentuan takdir dalam semua keadaan yang Allah berlakukan bagi Hamba-Nya” (Ali bin Abi Thalib)

Menikah, siapa sangka ibadah terpanjang ini sangat menarik perhatian manusia, apalah lagi memang ada dalil perintah untuk melakukan hal tersebut, tak sedikit manuasia berlomba-lomba menginginkan pernikahan idaman, sampai-sampai mereka lupa menyiapkan kematian impian.

Bagaimanapun juga pernikahan memang sebuah kebutuhan antara anak cucu adam, namun untuk menjalani ibadah terpanjang ini, maka kita sebagai manusia yang berakal tidak akan sembarang pilih dalam memilih teman untuk hidup sepanjang hayat kita, ada yang memilih karena kekayaan nya, ada yang menyukai karena ke elokan rupanya, namun hanya orang-orang yang beruntung yang memilih karena ke elokan akhlak dan agamanya.

Tidak ada larangan bagi siapapun untuk menikahi pasangannya karena kekayaan dan jabatannya, tapi jika itu semua tanpa adanya pondasi yang kuat, maka ia akan hanyut dengan fitnahnya harta benta dan jabatan itu, begitu pula tidak ada larangan, atau keharaman seseorang menikah hanya karena ke elokan rupanya tapi tanpa ada landasan agama dan akhlak yang baik yang menyeimbanginya maka tidak jarang kita lihat pernikahan itu hancur berantakan.

Namun hal diatas semua jika dibarengi dengan akhlak yang baik, menikahi seseorang karena menngenal Allah, karena mencintai Allah maka apapun yang menimpa pernikahan mereka maka mereka akan mengembalikan kepada Allah, maka pernikahan yang di dasari rasa takut kepada Allah maka pernikahan ini biasanya kita akan melihat pernikahan penuh dengan keberkahan, ketenangan dan kasih sayang, mereka melakukan itu semua karena ketaatan mereka kepada Allah

Namun menjelang menikah, kita tidak sedikit banyak perjuangan, banyak ujian, yang mungkin harus tertatih-tatih untuk menikah bersama seorang yang menjadi idaman kita .

?Usai berhari-hari mendengar kisah pilu Moana, kini teman lainnya Sarah Vania pun menceritakan kisah-kasihnya yang penuh air mata.

?Hari itu hari dimana Vania dan Sarah tidur di Kosan Vania, tiba-tiba Sarah di kirimi kabar oleh Vania kalau dia sedang sakit, minta ditemani. Sarah pun datang dengan membawa buah dan juga makanan kesukaan Vania. Sesampainya di Kosan Vania, Sarah melihat sendiri kalau Vania tertidur lemas di tempat tidurnya.

?“Vania sakit apa, kok tiba-tiba sakit?” Tanya Sarah

?“Aku cuma demam Sar, tiba-tiba tubuhku lemas sekali” Jawab Vania

?“Tu kenapa mata Vania bengkak sekali, abis nangis ya?” Tanya Sarah lagi

?“Hmm iya..” Jawab Vania singkat

?“Ya sudah bagaimana kalau aku suapin makan dulu” Ucap Sarah

?“Ya Sar..” Jawab Vania lemas sambil menangis

?Sambil menyuapi Vania, Sarah bingung dengan Vania yang tidak biasanya menangis selama itu, sampai matanya sembab sekali

?“Vania cerita ya sama aku kenapa setiap kali aku suapi kamu menangis?” Ucap Sarah
?“Ahmad mau menikah” Jawab Vania singkat

?Ahmad adalah laki-laki yang di sukai oleh Vania semenjak dia duduk di bangku SMA, seorang hafiz Alquran yang berprestasi, bagi Vania Ahmad adalah lelaki yang paling tampan yang dia kenal, ya begitulah ketika seseorang memandang dengan cinta, maka semuanya akan terlihat indah meskipun kenyataannya tidak seindah yang ia saksikan.

?Vania dan Ahmad memang memiliki kedekatan semenjak Vania lulus SMA, jika di hitung tahunnya mungkin Vania sudah 7 tahun menunggu Ahmad untuk menikahinya, Ahmad dan Vania memang pernah saling berjanji untuk menikah, namun sayang sekali di usia ke 7 tahun penantiannya merak harus menerima kenyataan kalau Ahmad di jodohkan ibunya bersama wanita lainnya.

?Lagi-lagi cinta sebelum pernikahan telah menghancurkan hati teman Sarah lainnya, 7 tahun bukanlah waktu yang singkat, jika mungkin mereka telah menikah maka mereka sudah di karunia 2 anak lucu, sayang sekali hubungan mereka tidak di ikat dengan tali pernikahan, akhirnya harus terpisah tanpa arti begitu saja

?Vania memang dari dulu sering sekali menceritakan Ahmad kepada Sarah, jelas sekali di wajahnya betapa ia sangat mencintai Ahmad, bahkan Vania selalu mendoakan Ahmad agar segera menikahinya, namun entah kenapa Ahmad begitu saja meninggalkan Vania dalam keadaan tidak berdaya lalu akan menikah dengan wanita pilihan ibunya. Apakah bagi Ahmad tidak artinya apa yang mereka lalui bersama-sama degan Vania.

?“Jadi kapan menikahnya” Tanya Sarah

?“Besok siang” Jawab Vania sambil menangis

?“Jadi karena dia kamu tidak makan, menangis sepanjang hari?” Ucap Sarah

?“Aku terlanjur mencintainya Sar, aku bingung bagaimana cara melupakannya, 7 tahun bukanlah waktu yang singkat kami lalui, selama 7 tahun juga dia tidak pernah nyakitin aku, tidak pernah melakukan hal yang membuat aku membencinya, hanya saja minggu 2 hari yang lalu tiba-tiba dia akan menikah besok siang, tega banget dia diam-diam mengurusi pernikahannya lalu menagabariku dengan air mata buaya nya” Jawab Vania sambi sesegukan, tanpaknya memang Vania sudah lelah menangis, tapi air matanya terus mengalir karena hatinya yang terluka atas pernikahan Ahmad.


Day 19

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 19

-Jumlah Kata 702

-Sarkat Jadi Buku

“Sudah.. sudah, kamu harus percaya kalau apa yang sedang terjadi adalah pilihan Allah untuk kamu, sudah dong jangan nagis lagi, ingat ada orang tua kamu yang masih sangat menyayangimu, katanya kamu juga punya adik, masak kamu tega lukain diri kamu terus sakit begini, kasian orang-orang yang sayang sama kamu, apalagi kamu begini karena orang yang sama sekali tidak peduli dengan yang kamu rasain, sekarang ini dia sibuk mempersiapkan hari bahagianya bersama orang lain, sedangkan kamu, kamu hancur sendirian, itu artinya dia tidak baik untukmu Vania” Ucap Sarah mencoba menghibur Vania

“Terus yang dia lakuin selama 7 tahun ini apa Sar, mengapa dia seolah-olah juga memberi harapan..” Jawab Vania Lemas

“Ya tidak apa-apa mungkin Allah sedang menunjukkan kalau dia bukan laki-laki baik, InsyaAllah akan Allah gantikan yang lebih baik, apalagi Vania teman cantik begini, hehe” Ucap Sarah

“Aamiin semoga saja begitu..” Ucap Vania sambil memperbaiki tidurnya

“Sudah.. bagaimana kalau kita menonton bersama” Ajak Sarah pada Vania yang anaknya yang suka sekali menonton drama korea

“Tidak mau, aku jadi makin kangen Ahmad, karena selama ini aku selalu nonton bareng dia” Jawab Vania

“Bukannya kalian jarang sekali bertemu?” Tanya Sarah, selama ini Sarah hanya mengetahui Vania dan Ahmad memang dekat tapi kota mereka berbeda, jika harus bertemu mereka harus melakukan perjalanan seharian di kareta, jadi bisa di katakan bahwa mereka akan sulit sekali bertemu.

“Ya lewat telpon lah Sar” Ucap Vania

“Ya Maaf aku gatau kalau bisa lewat telpon” Jawab Sarah

“Kenapa ya sulit banget bagi aku buat lepasin Ahmad..” Ucap Vania

“Mungkin karena hari-harimu di penuhi sama dia, jadi makanya sekarang jadi asing” Tebak Sarah.

“Ya benar sekali, karena memang hampir 24 jam kami saling memberi kabar, apalagi dia sudah mengenalkan aku dengan saudara-saudranya, bahkan saudaranya sangat welcome, bahkan sampai memberikan aku hadiah,, aku seperti tidak percaya kalau dia di jodohkan, aku merasa ada sesuatu yang tidak beres, dan ada yang dia sembunyikan” Jelas Vania

“Iya sih cukup aneh” Ucap Sarah sambil berfikir

“Kenapa dia tidak memberikan penjelasan apa-apa, selain di paksa menikah oleh ibunya, padahal setau aku, ibunya pun tampaknya menyukaiku” Jelas Vania

“Sudahlah.. mungkin memang Ahmadnya yang tidak jelas kepadamu, bukannya kemarin ada yang mau hijrah katanya, mau ikut bercadar seperti aku, nah mungkin Allah sedang memberi kamu jalan untuk nerhijarah yang benar, apalagi mau bercadar, sayang sekali kalau ada ang bercadar tapi pacaran” Jelas Sarah

“Iya sih aku mau hijrah, tapi aku gamau kehilangan Ahmad..” Jelas Vania

“Hmm.. kalau hijrah harus meninggalkan yang haram dong, trus menuju yang halal, aku janji bakal terus berusaha menjadi teman baikmu, tanpa adanya pengkhianatan diantara kita..” Jawab Sarah sambil membercandai Vania

“Ah kamu Sar..” Jawab Vania sambil berusaha duduk

“Ya aku juga yakin, kalau kamu memperbaiki diri kamu lebih baik, kamu pasti mendapatkan lelaki yang lebih baik lagi” Ucap Sarah

“Hm iya Aamiin.. aku berharap bisa mengetahui alasan Ahmad sebenarnya.” Ucap Vania

“Kita tunggu saja, waktu pasti akan menjawab” Jawab Sarah

“Yuk duduknya ke balkon kosan mu saja, biar bisa menghirup udara segar, jangan mendep di kamar terus, yang ada makin stress” Ajak Sarah

Karena memang kosan Vania berada di perumahan yang banyak pohon cemara indah, dan taman-taman kecil, perumahan yang indah dan astri, apalagi udaranya sejuk, tidak ada suara kendaraan berlalu lalang. Mereka pun akhirnya duduk bersama di balkon, sambil menikmat indahnya pemandangan.

Tidak lama tiba-tiba Hp Vania berdering

“Ting”

Ternyata pesan baru milik Vania

“Wah jangan-jangan Ahmad nih..” Ungkap Sarah

“Bukan ini nomor baru” Ucap Vania

“Wah Fans baru nih” Jawab Sarah

“Bukan, ini orang isi pesannya panjang amat ya Sar, yuk baca bareng” Ucap Vania

“Engga deh.. nanti takutnya bukan urusan aku lagi” Ucap Sarah menolak

“Sini deh coba liat, temenin” Ucap Vania

“Hmm ya sudah kalau begitu” Akhrinya Sarah pu melihat layar hp milik Vania

Assalamualaikum, Mba Vania, seorang yang di cintai oleh calon suami saya, pasti hatinya sedang hancur sekali yaa mba, melihat kekasihnya akan menikah, maaf saya menghubungi mba vania bukan untuk memamerkan kemesraan dan kebahaagiaan saya dengan Mas Ahmad, tapi saya sepertinya memiliki kewajiban untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa Mas Ahmad harus menikahi saya, sebelumnya saya minta maaf sudah hadir tiba-tiba di kehidupan kalian, jangan marah sama Mas Ahmad karena dia masih begitu mencintai mba Vania, dia kini hanya menangis dan menyebut nama mba Vania..

 


Day 20

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 20

-Jumlah Kata 826

-Sarkat Jadi Buku

 

Saya mendapatkan nomor Mba Vania dari Mas Ahmad, hanya untuk memberi tau kalau semua ini terjadi ketika Mas Ahmad katanya depresi ketika Mba Vania mau Hijrah, dan mulai mengurangi komunikasi dengannya, hingga akhirnya Mas Ahmad mengisi waktunya di Aplikasi Haram, dan kami akhirnya berkenalan disana, selang seminggu kami pun bertemu, entah apa yang di pikirkan Mas Ahmad akhirnya pada pertemuan itu kami menginap bersama, hingga akhinya melakukan hal yang di haramkan Allah, saya tau saya hanyalah sebagai pelampiasan bagi Mas Ahmad, sebab hingga detik ini dia hanya sering menyebut nama Mba Vania, bagi saya memang terasa menyakitkan, tapi saya tau bagi Mba Vania dan Mas Ahmad lebih menyakitkan, karena di dalam hubungan kami hanyalah aku yang menyukai Mas Ahmad, sedangkan Mas Ahmad masih sibuk memikirkan Mba Vania padahal besok adalah hari pernikahan kami, dan hal yang membuat Ahmad harus menikahi saya adalah karena pertemuan singkat itu rupanya menjadi benih, dan saya hamil, tentu orang tua saya mempertanyakan tentang kehamilan ini, saya pun menjawab siapa sebenarnya pelakunya, akhirnya keluarga saya memaksa Mas Ahmad untuk menikahi saya.

Saya meminta keridhoan Mba Vania atas apa yang telah terjadi antara saya dan Mas Ahmad, saya bersaksi bahwa Mba Vania masih orang yang di cintai Mas Ahmad, Mas Ahmad kesalahan dan keterpaksaan, kasianilah anak yang saya kandung ini Mba Vania.. agar dia lahir dalam keadaan memiliki Ayah.

Inilah cara saya menghormati Mba Vania sebagai kekasih Mas Ahmad, namun pada akhirnya saya dan anak ini merebut mimpi kalian berdua, saya beribu maaf, semoga Mba Vania mendapatkan ganti dari Mas Ahmad lebih baik lagi, semoga Allah mengampuni kami dan semoga Mba Vania juga Ikhlas atas pernikahan Mas Ahmad sekalipun saya tau sekali rasanya sakit sekali.

Sekali lagi Maafkan saya dan Mas Ahmad, katanya dia malu untuk menghubungi Mba Vania, karena dia terlalu besar salahnya hingga dia merasa tidak pantas lagi menghubungi orang yang telah dia khianati yang cintanya masih suci tanpa penhkhianatan, Mba Vania.. Maafkan kami.

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Lita

?Begitulah chattan panjang yang masuk pagi itu ke Vania, Sarah dan Vania hanya membaca tanpa percaya apa yang terjadi, dunia begitu penuh kebohongan dan drama, Vania dan Sarah saling berpandangan

?“Hah..?” Ucap Sarah dengan ekspresi tidak percaya

?“Sesingkat itu ya, tidak pernah terfikir oleh saya Sar, Ahmad seorang penghafal Alquran melakukan ini semua, dia bisa tidak menzhinai aku selama 7 tahun, lalu sama perempuan itu hanya karena perkenalan dalam waktu seminggu dia bisa melakukan itu??” Ucap Vania menambahi rasa tidak percayanya

?“Hmm berarti dia memang bukan laki-laki yang baik Vania, lagian emang banyak kok zaman sekarang, laki-laki penghafal Alqruan tapi tidak menjaga hafalan nya dengan baik, dia penghafal Alquran tapi dia hidup seolah tidak mengenal Alquran, lagian ya Vania.. kalau emang dia laki-laki yang baik pasti dalam 7 tahun ini kamu sudah ia usahain menikahi kamu bukan?” Jawab sarah sambil menambahi jawaban Vania

?“Hmm iya, udah ah biarin sudah, memang kenyataannya dia besok udah nikah sama orang lain, aku ga peduli bagaimana pun prosesnya, aku akan berusaha untuk melupakannya kok, meskipun itu sulit” Ucap Vania

?“Nah gitu dong.. aku yakin Vania pasti bakal akan bertemu lelaki yang lebih baik lagi”

?“Aamiin.. makasii ya Sar, dengan kejadian yang menyakitkan ini mungkin tekad aku lebih kuat lagi untuk menjadi wanita lebih baik lagi kedepannya, bantu aku yaa Sar, aku pengen jadi wanita sholeha seperti kamu” Ungkap Vania sambil memandangi awan

?“Hmm jangan tiru aku deh yang di tiru itu para ulama, istri Rasulululla, Putri Rasulullah,aku mah masih banyak kurangnya Van..” Jawab Sar

?“Wah wah bisa aja nih, pokoknya aku mau seperti kamu Sar ga kenal laki-laki, menjaga diri, asyik dan sibuk belajar agama, bantuin aku yaa Sar” Ucap Vania

?“Iya .. kita sama-sama belajar ya Vania, saling mengingatkan” Jawab Sarah
?“Yaudah yuk masuk, bantu aku mau buang semua barang-barang dari Ahmad, aku mau melupakannya bahkan semua yang berhubungan dengannya ingin aku buang..” Ucap Vania sambil berdiri mengajak Sarah untuk masuk rumah

“Wah.. kalian sampai saling memberi hadiah gitu ya Vania, sweet juga  sayang banget belom halal hehe” Jawab Sarah sambil mebercandai Sarah

?Sarah dan Vania pun masuk ke kamar dan membersihkan barang-barang pemberian Ahmad, ada buku-buku lucu, boneka beruang besar, dan banyak lainnya.

?“Wah sayang banget pada lucu begini” Ucap Sarah

?“Ya Mau bagaiaman lagi Sar, aku udah ga mau lagi nyimpan hal-hal yang membuat aku sakit seperti ini, apalagi semua ini tidak halal bagi aku” Jawab Vania

?Mereka pun akhirnya mengumpulkan semua barang pemberian Ahmad pada Vania, meskipun bagi Vania terasa sakit ketika harus membuang satu persatu hadiah itu apalagi kenangannya, tapu Vania harus menyadari bahwa Ahmad lelaki yang ia sayangi itu esok hari akan menjadi suami dari wanita lain, perasaannya adalah perasaan yang haram, sehingga membuatnya sesakit ini, ia harus membuangnya. meskipun hancur tapi Vania telah bertekad pada dirinya akan menjadi wanita lebih baik lagi, jika selama ini hatinya di isi oleh perasaan cinta dari manuasia yang ternyata adalah racun yang membunuh kemuliaanya setiap detik, maka esok hatinya akan di isi oleh perasaan cintanya kepada Allah.


Day 21

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 21

-Jumlah Kata 704

-Sarkat Jadi Buku

 

Sarah hanya bisa membantu Vania dengan naseht-nasehat yang sekiranya membuat Vania tidak akan melupakan Ahmad tapi setidaknya membantunya untuk bisa mengikhlaskan Ahmad, apalagi kini Vania sudah mengetahui alasan Ahmad tiba-tiba menikahi wanita lain, sekalipun begitu Vania sudah membuang semua hadiah dari Ahmad, tapi kenangan itu letaknya di hati dan pikirannya, kehadiran Sarahlah yang selalu mengingatkan Vania berarti sekali, Vania lebih mudah untuk mengikhlaskan Ahmad.

?Hingga Sarah pun memutuskan untuk menemani Vania beberapa hari menginap di tempatnya, Sarah tak henti-henti mengajak Vania untuk lebih sering belajar Agama bersama, Sarah ingin sekali Vania tidak lagi menagisi Ahmad, Sarah dengan sabar terus menjaga temannya itu hingga keadaannya membaik

?Memang di usia 23 tahun bagi mereka pernikahan sudah menjadi hal yang wajar di bicarakan, di usia remaja yang beranjak dewasa.

?Bicara soal pernikahan sendiri Sarah pun memiliki tawaran untuk menikah dengan seorang lelaki, tapi Sarah merasa tidak pantas dengan lelaki tersebut yang memiliki latar belakang berpendidikan agama yang sangat dalam, lelaki tersebut sedari kecil sudah belajar agama, dia adalah anak pondok yang bahkan juga sebagai dosen agama muda, apalah Sarah bukanlah seorang santri seperti lak-laki itu, dia hanya belajar agama tanpa menempuh duduk di bangku pesantren.

?Lelaki tersebut juga bukan lelaki sembarangan tentunya, dia bahkan dikenal sebagai dosen sekaligus ustadz yang cukup terkenal di kotanya, rasanya Sarah tidak sepadan dengannya, apalah lagi orang tua Sarah bukan orang yang alim dalam ilmu agam, Ibunya saja belum mengizinkannya bercadar, sedangkan lelaki itu mewajibkan Sarah memakai cadar apabila menikah dengannya.

?Meskipun sudah cukup lama lelaki itu menawarkan diri untuk menjadi suami Sarah tapi Sarah selalu mencari-cari alasan untuk menolak lelaki tersebut. Nama lelaki tersebut adalah Muhammad, Indah sama seperti nama Rasulullah, namun semua keindahan itu Sarah merasa tidak pantas untuk medapatkannya.?

?Sarah merasa dia hanya akan menikah dengan orang biasa-biasa saja, bahkn mungkin dia orang yang tidak pernah menjadi santri namun jika belajar dan akhlak nya baik lebih baik bagi Sarah di bandingkan harus menikah dengan lelaki yang terlalu tinggi levelnya dari Sarah

?Meskipun di dunia kampusnya, Sarah adalah wanita yang di kenal akan ke alimannya, tapi di bandingkan dengan dosen yang bernama Muhammad tersebut masih saja sangat jauh perbandingannya, Sarah sadar diri, bahawa orang seperti bapak Muhammad akan lebih baik jika mempersunting wanita yang juga sebanding dengan bapak tersebut, daan Sarah merasa orang yang sebanding tersebut bukanlah Sarah

?Hingga akhirnya Sarah mendengar kalau Muhammad akan di jodohkan dengan dosen wanita yang juga baik, Sarah pu mulai mengikhlaskan karena memang dari awal Sarah tidak menaruh harapan banyak kepada Muhammad, mengenalnya saja sudah hal yang baik bagi Sarah, mengenal orang Sholeh yang berilmu adalah berkah.

?Tapi Muhammad kembali datang kepada Sarah untuk dijadikan pendamping hidupnya, sekali lagi Sarah menolaknya dengan berbagai alasan, Sarah menolaknnya hanya karena sebatas merasa tidak pantas untuk Muhammad yang terkenal banyak pula penggemarnya

?Sarah tidak pernah berfikir untuk hidup dengan lelaki yang penggemarnya banyak sekalipun itu Nabi Yusuf, sebab Sarah memiliki hati yang suci, maka apabila ia menyimpan satu orang lelaki, maka lelaki itu akan memenuhi hatinya tanpa di ganggu oleh lelaki lain

?Kesucian, dan kesetiaan yang di miliki oleh Sarah akan membuatnya cemburu apabila nanti ia menikah dengan lelaki yang banyak di gemari banyak wanita, bagi Sarah tidak ada kebahagiaan di dalam hati yang terusik rasa cemburu di setiap saat, maka Sarah memutuskan untuk menikah dengan lelaki yang tidak banyak penggemarnya

?Usai penolakan Sarah kesekian kalinya, hingga akhirnya Sarah mendapat kabar kalau Muhammad di jojohkan oleh keluarganya dengan orang yang berpendidikan, sholeh, cantik.

kali ini Sarah yakin Muhammad pasti akan menerima lamaran itu maka ia pun akan sama dengan sebelumnya maka ia akan mengikhlaskan Muhammad kemana saja ia berlabuh,

?Meskipun berkali-kali mengetuk pintu Sarah, mengajaknya dan minta di perkenalkan dengan orang tua Sarah, dan Sarah pu masih menolaknya, sekalipun setiap kali Muhammad datang kepada Sarah meninggalkan sedikit demi sedikit bunga di hatinya

?Tapi Sarah tetap menyembunyikannya bahkan Sarah ingin menghapus bunga-bunga itu, ia akan kembali mengosongkan hatinya untuk lelaki sederhana yang beriman saja, apalagi Muhammad memiliki banyak tawaran dari pihak wanita tentu Muhammad hanya tinggal memilih salah satu dari kembang yang menurutnya paling baik

?Sarah hanya mendengar kabar Muhammad dari jauh, sekalipun ia berkali-kali di jodohkan Sarah tidak pernah merasa takut akan kehilangan, karena memang dari awal Sarah menyadari siapa dirinya, dan selalu memberikan penolakan kepada Muhammad.

 


Day 22

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 22

-Jumlah Kata 762

-Sarkat Jadi Buku

 

Hingga suatu pagi, Sarah tiba-tiba di telfon orang tuanya, sedikit berbeda karena pagi itu pagi sekali. biasanya Sarah akan berkomunikasi dengan orang tuanya di waktu-waktu istirahat mereka bekerja. tapi pagi itu pagi sekali, dengan hati yang penuh khawatir Sarah segera menjawap telepon dari ibunya.

?“Assalamualaikum.. Apa kabar nak?” Ucap ibu Sarah dari tanah seberang

?“Waalaikumussalam iya Ibu, Alhamdulillah Sarah baik-baik saja, ibu apa kabar?” Jawab Sarah

?“Alhamdulillah Ibu dan Ayah  juga baik-baik saja, Sarah sibuk tidak nak pagi ini?” Sahut ibunya lagi

?“Engga Bu, Sarah kuliah palingan juga nanti agak siangan, ada apa ya bu?” Jawab Sarah penasaran

?“Jadi begini Ayah sama Ibu mau bicara sama Sarah, Sarah dengar baik-baik yaa” Sahut ibunya lagi

?“Iya bu.. ini kan Sarah dengerin hehe” Jawab Sarah sambil bercanda karena memang Sarah dan Ibunya sering bercanda

?“Jadi begini.. kemarin ada yang datang kerumah ini, seorang laki-laki, nah dia datang untuk meminang Sarah, Ayah dan Ibu tentu tidak akan putuskan hal penting bagi hidup Sarah tanpa sepertujuan Sarah, makanya Ayah sama Ibu ingin mendengar pendapat Sarah..?” Jelas Ibunya Sarah

?“Haa? Meminang bu? Emang Sarah kenal sama orangnya?” Jawab Sarah dengan rasa kaget, entah kenapa tiba-tiba belakangan ini banyak sekali yang membahas soal pernikahan entah itu temanya, lah hari ini orang tuanya pula

?“Ya katanya beliau kenal sama Sarah, beliau kenal Sarah di kampus Sarah, kalau Ibu liat sih dia anak baik”

?“Haa siapa bu.. Sarah perasaan tidak begitu kenal sama teman laki-laki Sarah, apakah dia pengagum rahasia Sarah” Jawab Sarah sambil bercandai Sarah lagi, karena Sarah merasa memang tidak ada laki-laki yang berani mendekati Sarah apalagi penampilan Sarah yang serba tertutup begitu kalau ke kampus.

?“Ya dia memang bukan teman Sarah, tapi dosennya Sarah.” Jawab Ibunya dari seberang sambil terdengar sedang berbisik dengan Ayahnya

?“Haa? Dosen?, Sarah ga mau bu sama dosen apalagi di jadikan istri kedua..” Jawab Sarah

?“Ya dia belum menikah nak, Beliau itu dosen muda di kampus katanya, paling juga jarak umur kalian Cuma 3 tahun” Ucap Ibunya

?“Haa.. namanya siapa?” Tanya Sarah

?“Muhammad namanya nak..” Jawab Ibu Sarah

?“Haa Pak Muhammad?” Tanya Sarah seolah tak percaya bukankah dia tidak pernah memberikan alamat dan nomor telepon orang tuanya pada Pak Muhammad, lalu bagaimana bisa ia menemukan alamat rumah Sarah.

?“Iya katanya Sarah sudah menjadi pilihan hatinya makanya ia ingin menikah dengan Sarah, kalau Sarah setuju maka Ibu dan Ayah terima lamarannya” Sahut Ibunya

?“Hmm tapi Pak Muhammad itu terlalu terkenal di kampus Sarah bu.. dia pasti yang menyukainya, Sarah ga suka”

?Tiba-tiba terdengar ketawa kecil Ayah dan Ibunya

?“Lah kok malah pada ketawa sih..” Jawab Sarah dengan suara kesal

?“Ya sudah nak.. Sarah tidak harus jawab sekarang, tapi Ayah sama Ibu akan memberi waktu tiga hari untuk Sarah berfikir, Silakan Sarah shalat Istikharah dulu banyak minta pertolongan sama Allah, nanti kalau sudah ada jawabannya, dan Sarah yakin dengan keputusan Sarah maka hubungi Ayah dan ibu yaa nak” Ucap Ayah Sarah menggantikan ibu bicara

?“Tapi Yah.. dia bakal suruh Sarah memakai cadar lhoo, apa Ayah sama ibu terima, apa keluarga kita akan terima perbedaan ini nanti.”

?“Gapapa Nak.. kemarin Ayah sama ibu sudah bicara sama nak Muhammad,  sebenarnya Ayah sama Ibu tidak sepenuhnya melarang Sarah memakai cadar, tidak masalah pakai cadar asal pemikiran nya tidak menyimpang apalagi menjadi penjahat seperti teroris “ Jawab Ayahnya

?Deg.. hati sarah berdersir kencang karena baru kali ini Ayah dan ibunya mengizinkannya bercadar secara jelas, jadi kedepannya Sarah tidak perlu lagi diam-diam menggunakan cadar di depan orang tuanya.

?“Hmm iya deh Ayah Ibu, Izin kan Sarah untuk berfikir selama 3 hari dulu, Sarah juga tidak mau mengambil keputusan terlalu tergesa-gesa apalagi pernikahan adalah ibadah seumur hidup” Jawab Sarah

?“Ya Nak. Ibu Cuma mau bilang, kalau orang baik itu tidak datang dua kali, maksud ibu setelah ibu melihat Nak Muhammad hari itu, ibu yakin dia orang yang baik, namun di lain sisi Ayah sama ibu tidak akan memaksa Sarah untuk menerimanya, karena yang akan menjalaninya adalah Sarah.” Jelas Ibunya Sarah

?Entah kenapa Ibunya tanpak setuju sekali dengan Pak Muhammad ini, apalagi kami bukannya beda pulau, bukannya Ibu dari dulu meminta Sarah untuk menikah dengan orang satu pulau saja biar tidak begitu sulit untuk bertemu Ayah Ibu, tapi kenapa tiba-tiba sekarang jadi beda begitu, apalagi kan Ibu biasanya sensitif banget sama orang bercadar tiba-tiba sekarang mengizinkan Sarah

?Hmm jangan-jangan Ayah sama Ibu Sudah di kasih pelet nih, ah tidak mungkin kan Pak Muhammad seorang ustadz, Hati Sarah bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pagi itu

?“Ya sudah Ayah Ibu, tunggu saja jawaban Sarah 3 hari lagi ya..” Ucap Sarah

?“Baik nak.. banyak doa ya, banyak minta pertolongan sama Allah” Ucap ibunya dari seberang.

 


Day 23

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 23

-Jumlah Kata 748

-Sarkat Jadi Buku

?

Selama 3 hari seperti yang diminta orang tua Sarah, Sarah tak henti-hentinya untuk meminta pertolongan Allah, agar apapun pilihannya nanti adalah pilihan Allah, pilihan yang di ridhai oleh Allah.

?Namun dalam setiap ibadah apapun pasti akan selalu saja ada ujiannya, tak terkecuali Sarah dalam masa-masa Istikharahnya tiba-tiba dia mendapat surat. Surat itu adalah dari seorang teman kampusnya bernama Azam, yang mana dia merupakan salah satu teman yang sering membantu Sarah semasa perkuliahannya, selama itu Sarah pun tidak menyimpan perasaan apapun dengan lelaki tersebut, apalagi lelaki tersebut pernah menyatakan kalau dia ingin melamar temannya sekelasnya bernama Lita, gadis pintar di kelasnya. namun entah sebab apa mereka belum jadi menikah.

?Hal yang mengagetkan lagi adalah Azam mengutarakan kalau dia ingin menikahi Sarah, di dalam surat itu Azam menuliskan awalnya memang dia hanya menganggap Sarah sebagai sahabat saja, apalagi Azam dan Sarah adalah seorang yang berasal dari daerah yang sama dengan Sarah, jika ibunya Sarah kalau ada orang yang satu pulau melamar Sarah tentu dia akan sangat menyetujui kami, tapi sekarang posisinya Sarah dalam masa Istikharahnya lamaran dari Pak Muhammad.

?Entah mengapa disaat seperti ini Azam tiba-tiba datang, entah siapa yang seharusnya Sarah pilih, hingga akhirnya Sarah ingat kalau ingin menerima tawaran Azam maka ia harus membatalkan terlebih dahulu lamaran Pak Muhammad sebagaimana yang diatur oleh Alquran dan hadits dalam bab Khitbah.

?Namun untuk menolak Pak Muhammad, Sarah juga tidak punya alasan yang menyelisihi syariat, dia lelaki baik bahkan rela datang ke orang tua Sarah jauh-jauh, jika hanya karena Pak Muhammad seorang yang banyak di impikan oleh perempuan sepertinya bukan alasan yang tepat untuk menolak lamarannya. Sarah terus berfikir terus berdoa, dan mencari alasan agar bisa menolak Pak Muhammad, namun di hari yang kedua ketika itu Sarah masih belum menemukan alasan yang tepat.

?Di Hari ke 3, tiba-tiba Satpam di tempat tinggal Sarah menemui Sarah, katanya ada seorang anak muda mencari Sarah. karena dia adalah lelaki maka Sarah meminta Vania untuk menemaninya bertemu lelaki itu.

?Deg.. ternyata dia adalah Yusuf kakak kelas Sarah semasa SMA dulu, seorang yang pernah mengetuk hati Sarah, seorang penghafal Alquran yang cukup terkenal di sekolahnya, namunperasaan itu hanya sampai tersimpan di hati saja, tidak pernah saling mengungkapkan. Sarah pun sudah melupakan perasaan itu. entah kenapa tiba-tiba Yusuf datang mencarinya hari ini.

?“Assalamualaikum.. Sarah apa kabar?” Ucap lelaki itu

?“Waalaikumussalam, maaf Kak Yusuf ada apa ya?” Ucap Sarah dengan perasaan  penuh heran, tak terasa sudah 7 tahun tidak melihat Yusuf secara langsung.

?Yusuf pun akhirnya menyampaikan tujuan dan maksudnya, ternyata maksud Yusuf adalah hendak menikahi Sarah pula, ternyata selama 7 tahun Yusuf juga menyimpan perasaan yang sama terhadap Sarah. namun dia menyimpannya berharap Sarah masih belum menikah dalam waktu 7 tahun Yusuf menghabiskan waktunya untuk menuntut ilmu di timur tengah, tepat minggu kemaren adalah kelulusan Yusuf, dan hari ini ia telah sampai di Indonesia maka tujuan utamanya adalah Sarah ia ingin melamar Sarah.

?Sebelum pulang ke Indonesia Yusuf mencari-cari informasi tentang Sarah, dimana dia tinggal, dimana ia kuliah. hingga sampailah Yusuf di hadapan Sarah hari ini.

?Yusuf pun menyampaikan bahwa hatinya masih suci dari cinta terhadap wanita karena hanya ingin melamar Sarah. Tak disangka pipi Sarah pun merona, dia kembali mengulang memori masa-masa SMA ketika Yusuf sering di puji-puji teman-temannya, dan idola temannya pula ketika itu, tak di sangka lelaki yang diam-diam Sarah kagumi di waktu SMA kini ada di hadapannya dan mengatakan ingin menikahinya.

?Dengan malu-malu Sarah pun menjawab “Maaf untuk jawabannya Sarah belum bisa menjawabnya sekarang”

?“Tidak apa-apa saya akan memberimu waktu selama 3 hari untuk menjawabnya” Jawab Yusuf dengan senyum di bibirnya

?Setelah itu Sarah meminta Yusuf untuk pulang saja, karena dia juga merasa tidak nyaman harus berlama-lama berbincang dengan Sarah sekalipun di temani Vania dan tujuan Yusuf baik

Sarah dan Vania pun masuk kedalam rumah dan Yusuf pun pulang dengan penuh harap kepada Sarah

?“Wah cakep ya kating kamu Sar.. mirip artis..” Ucap Vania

?“Ssst apasih Vania, istughfar yuk.. tuh kan kamu ga jaga mata” Jawab Sarah membercandai Vania

?“Tapi beneran ganteng banget lho, mirip artis india..” Ucap Vania lagi

?“Ya ampun Vania.. kita menikah bukan karena rupa orangnya, tapi karena akhlak dan bagaimana dia menghormati kita” Jelas Sarah

?Sarah hampir saja lupa kalau besok dia harus membari jawaban untuk Ayah Ibunya tentang lamaran Pak Muhammad, Sarah merasa pilihan yang sangat berat ketika harus di lamar oleh 3 orang dalam waktu bersamaan.

?Azam adalah lelaki yang baik yang sering sekali membantu Sarah, Pak Muhammad adalah lelaki sholeh yang sudah menemui Ayah Ibunya, dan Yusuf adalah lelaki Hafiz Alquran yang pernah ia kagumi.

 


Day 24, Cinta dan Takdir

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 24

-Jumlah Kata 728

-Sarkat Jadi Buku

?

Dalam bab cinta dan takdir memang begitu.. terkadang cinta dan takdir memang sejalan, dan kadang pula takdir dan cinta harus tidak sejalan, ketika itu terjadi ada hati yang harus ikhlas menerima ketetapan itu, satu hal yang harus di ingat selalu, bagaimanapun takdirnya tetaplah di syukuri karena pemilik takdir adalah Allah sedangkan kita hanya memiliki rencana, siapalah kita di banding Allah yang maha tau segalanya.

Bimbang dan ragu pasti yang dirasakan Sarah, entah siapa yang harus ia jawab Iya, jika Sarah meneriman salah satu dari mereka maka akan ada dua orang yang akan terluka. apakah benar Yusuf menyimpan perasaannya selam 7 tahun pada Sarah dan ia menjaga perasaan itu dengan baik?, bagaimana Sarah harus mempercayai ucapan manusia.

7 tahun bukan lah waktu yang sedikit untuk menjaga sebuah hati, apalagi Yusuf adalah lelaki idamapan para perempuan.

Bagaimana dengan Azam yang sudah membantu Sarah dalam banyak hal, dia ada ketika masa-masa sulitnya, namun bukankah Azam awalnya menginkan Lita, kenapa hatinya begitu mudah berubah dan ingin menikahi Sarah.

Hari ini adalah hari diaman Sarah harus memberi jawaban pada Ayah dan Ibunya mengenai lamaran Pak Muhammad. Ya Pak Muhammad, yang rela menolak lamaran wanita lain berkali-kali, dan kemudian menunggu Sarah, dia memang banyak yang mengimpikannya tapu tanpaknya dia serius hanya mengingikan Sarah hingga mau menunggu Sarah dan menolak wanita luar biasa yang lebih dari Sarah, entah lebih cantik, entah lebih kaya ataupun lebih sholehah, Pak Muhammad rela tetap menunggu Sarah sekalipun Sarah menolaknya berkali-kali.

Sebelum menghubungi orang tuanya, Sarah pun shalat duha pagi itu, berharap hatinya makin yakin untuk menjawab siapa yang harus ia katakan pada Ayah Ibunya

Usai shalat dengan tangisan basah di pipinya dia harus menjawab hal terpenting ini, siapa kah dia, Sarah merasa kasian dengan orang-orang yang telah berharap dengan Sarah. mungkin bagi mereka akan terasa sangat sakit sudah berharap dengan Sarah namun pada akhirnya Sarah memilih orang lain.

Namun bagaimanapun juga Sarah hanya boleh mamilih salah satu dari mereka.

Oh Allah.. apakah aku begitu berdosanya hingga harus menjadi fitnah bagi mereka para lelaki yang kukenal baik ini, bagaimana mungkin lelaki menjaga hatinya untukku yang belum halal. ya Allah ampunilah hamba jika semua ini atas kelalaian hamba dalam bersikap.

?Akhirnya waktunya untuk menelepon Ayah dan Ibunya pun datang. Sarah pun menelepon Ibunya, dengan keyakinan memberi jawaban yang akan di persembahkan pada Ayah Ibunya, Sarah memilih karena atas Izin Allah, berharap memang yang ia pilih adalah memang pilihan Allah. Jika pilihannya adalah pilihan Allah maka tentu nya akan banyak hal baik kedepannya dengan bismillah Sarah memulai percakapan dengan Ayah Ibunya.

?“Assalamualaikum Ayah.. Ibu.. bagaimana kabarnya?” Ucap Sarah

?“Waalaikumussalam Nak.. Alhamdulillah kami berdua sehat, Sarah bagaimana?” Jawab Ibu dari tanah seberang

?“Alhamdulillah juga Bu Sarah sehat” Ucap Sarah

?“Hmm bagaimana Nak.. Sarah sudah memiliki jawaban yang kemaren, agar ibu juga bisa menyamnpaikan jawabannya kepada nak Muhammad” Tanya Ibu Sarah

?“Iya Bu, Insyallah Sarah sudah menemukan jawabannya.” Ucap Sarah

?“Jadi bagaimana nak, jawablah sesuai suara hati Sarah, Ayah dan Ibu  tidak akan marah dengan keputusan Sarah..” Ucap Ibunya

?“Iya bu.. Sarah Insyaallah dengan bismillah Sarah setuju di nikahi oleh Pak Muhammad..” Jawab Sarah

?“Alhamdulillah” Jawab Ayah dan Ibu berbarengan

?“Tapi kalau misalnya dalam keadaan begini ada juga lelaki lain yang mengingin kan Sarah untuk menjadi Istrinya bagaimana Bu?” Tanya Sarah memberanikan diri, ia ingin menjelaskan apa yang terjadi

?“Maksudnya bagaimana Nak.. apakah ada orang lain yang ingin menikahi Sarah?” Tanya Ibunya

?“Iya Bu.. tiba-tiba kemaren ada dua orang yang menurut Sarah orang baik juga ketika 3 hari masa-masa Sarah istikharah menghubungi Sarah dan mereka menyampaikan tujuan dan maksudnya, mereka juga ingin menjadikan Sarah istrinya” Jelas Sarah

?“Astaghfirullah.. siapa mereka itu nak?” Tanya Ibu Sarah

?“Satu namanya Azam dia teman kampus Sarah, yang kedua namanya Yusuf dia senior Sarah ketika SMA dulu, kedua orang ini tinggalnya satu pulau dengan kita Bu” Jelas Sarah

?“Subhanallah nak.. kini karena Nak Muhammad yang paling dahulu menghubungi Ayah dan Ibu dan Sarah pun sudah setuju, maka Sarah harus menolak yang dua orang lagi itu, sekalipun ibu sangat senang kalau Sarah menikah dengan orang satu pulau dengan kita, tapi karena Ayah dan Ibu merasa Nak Muhammad adalah lelaki yang baik, jarak bukan lagi alasan untuk kita menolak dia, Insyallah Ibu dan Ayah percaya dengan Muhammad.mungkin mereka yang datangnya belakangan itu adalah ujian bagi Sarah, ujian menjelang pernikahan maka oleh sebab itu Sarah harus segera menolak mereka” Jelas Ibu Sarah


Day 25

0 0


-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 25

-Jumlah Kata 726

 -Sarkat Jadi Buku

Begitulah pagi itu, keputusan Sarah menerima lamaran Pak Muhammad sudah di sampaikan Sarah pada ibunya, dan  mereka akan mengatur bersama acara pernikahan Sarah dan Pak Muhammad.

?Namun di lain sisi, Sarah harus menyampaikan penolakan kepada dua orang lainnya, karena memang tidak mungkin Sarah menerima ketiga laki-laki sekaligus. Sarah tidak ingin sedikitpun untuk membuat orang lain bersedih. Tapi dalam keadaan begini Sarah terpaksa tidak bisa membalas harapan orang yang sedang berharap kepadanya

?Sarah hanya bisa mendoakan keduanya mendapatakan pengganti yang lebih baik, karena banyak orang baik bahkan lebih baik dari Sarah.

?Akhirnya dia pun menyampaikan penolakannya kepada Azam. Azam pun hanya bisa menjawab tidak apa-apa meskipu terlihat sekali kesedihan di wajahnya. Azam pun berlalu begitu memgikhlaskan Sarah yang tidak bisa menerima lamarannya

?Kemudian melakukan hal yang sama pada Yusuf senior Sarah semasa SMA. Meskipun di hati Sarah juga terasa berat untuk mengatakan kalau dia menolak lamaran Yusuf tapi mau bagaimanapun kini dia dalam proses milik orang lain Pak Muhammad pilihannya sendiri dan juga pilihan orang tua Sarah.

?Yusuf mendengar penolakan itu tanpak mengeluarkan air  mata, lelaki menangis. Jarang sekali bahkan hampir tidak pernah Sarah melihat lelaki menangis begitu. Apakah hati Yusuf terlalu tulus untuk Sarah hingga sepertinya ia tidak bisa terima penolakan Sarah hari itu. Meskipun Sarah tidak tega melihat Yusuf menangis, Sarah pun harus pergi meninggalkan Yusuf ia tidak mau semakin lama dia bersama Yusuf ia semakin ragu dengan pilihannya untuk menikah bersama Pak Muhammad

?Sarah memang wanita yang spesial di hati Yusuf, namun meskipun keduanya saling menyimpan perasaan yang sama, namun akan tetap menyakitkan menyimpan seseorang yang belum halal di hati. Keduanya harus saling mengikhlaskan, Yusuf harus ikhlas dengan takdir cintanya yang selama 7 tahun ia jaga dengan baik tapi akhirnya takdir mengatakan kalau satu nama yang ia jaga di hatinya adalah milik lelaki lain.

?Begitu pula dengan Sarah, dia pun harus melupakan Yusuf, sekalipun dulu awal mengenal Yusuf dia menyimpan rasa padanya, ia harus ikhlas melupakan Yusuf kemudian memberikan seluruh perasaanya untuk Pak Muhammad. Sarah tidak  boleh menyimpan nama lelaki lain di hatinya kecuali laki-laki itu halal untuknya.

?Keduanya pun hanya bisa saling mengikhlaskan dan saling mendoakan. begitulah cinta kadang mereka terluka bukan karena cinta mereka tidak bersambut satu sama lain, tapi karena takdir yang tidak sedang memihak pada cinta meraka

?Sarah pun pulang ke rumah, dan sesampainya di rumah ia pun kaget ketika melihar layar hp nya, 7 panggilan tak terjawab dari Moana, Sarah pun mencoba menghubungi Moana kembali tapi tidak ada jawaban namun ada pesan dari Moana

?Assalamualaikum Sarah.. bagaimana kabarnya? kenapa kamu tidak menjawab telepon ku, apakah ada hal buruk yang terjadi? aku harap kamu baik-baik saja. Aku hanya ingin mengabarkan kalau hari ini aku usai periksa di Rumah Sakit, kemudian aku akan di isolasi di Vila milik ibu ku.

?Sarah..

Aku tidak berharap umur yang panjang.. aku hanya berharap ada ketenangan dan itu sudah aku dapatkan sejak menjadi sahabatmu.. terimakasih ya, sudah selalu mengingatkan ku pada hal yang baik. Sarah apabila umurku tidak lagi panjang, dan aku tidak lagi bertemu dengan mu, maka semoga kamu selalu mendoakan aku agar hukuman Allah terhadapku.

Sarah

Aku sedang menikmati hukuman Allah sebagai seorang penzina yang malang, aku dinyatakan terinfeksi virus HIV stadium 4. kemungkinan aku untuk sembuh kecil. sungguh maha baik Allah telah mempertemukan aku dengan mu, jika tidak mungkin aku akan mati dalam keadaan gundukan uang tapi hatiku jauh dari Allah bahkan aku menjadi hamba yang durhaka

Sekarang aku menyadari, seharurnya kesedihan yang menimpaku bukanlah alasan aku untuk menjadi seorang pemaksiat. Tapi aku terlalu kecil untuk memahami itu, benar sekali pepatah itu mengatakan apa yang kita tanam, itu yang akan kita tuai.

Jikapun Sembuh itu kemustahilan bagiku, tapi aku bukanlah orang yang berputus asa atasu apa yang terjadi, orang tuaku mereka sedih Sarah, mereka lah penyemangatku untuk sembuh.

Sarah

?Apakah aku begini jua ulah Ayahku di masalalu nya?

Ahh sudahlah aku tidak lagi peduli, aku harap kamu membantuku sekali lagi bantu aku untuk sembuh dengan do’a-do’amu, aku yakin do’a orang sholehah seperti mu pasti Allah mudahkan

?Terimakasih Sarah Sahabatku

         Moana

?Tak terasa air mata Sarah pun mengalir deras membaca surat Moana, mengapa begitu banyak ujian Moana. Ya Allah… mengapa hari ini terasa begitu menyedihkan. lirih hati Sarah.

Tak disangka Moana harus menerima ujian barunya, sungguh dunia adalah tempatnya ujian bagi hamba-hamba Allah.  Ya Allah.. Ya Allah lirih Sarah sambil menyeka air matanya.

 


Day 26

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 26

-Jumlah Kata 720

 -Sarkat Jadi Buku

 

Ternyata begitu banyak pelajaran yang didapat Sarah mengenal Moana. Sarah pun memenuhi keinginan Moana, tak henti-henti nya Sarah mendoakan kesembuhan untuk Moana, sungguh malang seorang gadis beranjak dewasa seperti Moana harus menerima kenyataan yang menyakitkan bertubi-tubi. Mulai dari pernikahannya yang gagal, kemudian akhirnya ia salah langkah ketika tidak siap menerima kenyataan hingga akhirnya Moana terhanyut dalam keadaan menjadi wanita yang tidak di sukai oleh Allah. Dan kini ketika sedang berusaha menjadi orang yang dicintai oleh Allah. Moana pun  harus menerima kenyataan pahit barunya sebagai penyandang Virus HIV.

Meskipun demikian ujian dari Allah tidak melulu bentuk marahnya Allah, bisa saja bentuk kasih sayang Allah dalam meringankan hukuman untuk hambanya di akhirat kelak, bisa pula sebagai bentuk ujian, bagi siapa yang bersabar dengan ujiannya maka surga sebagai Imbalannya.

Sarah pun menyadari mengenal Moana membuat Sarah menyadari ujian yang ia lewati tak sebanding dengan ujian Moana, benar sekali apa yang dinasehati guru pengajian Sarah yang mengatakan jika hidupmu terasa sulit, maka bersyukurlah karena ada hidup orang lain yang lebih sulit darimu. Apa yang terjadi pada kehidupan ini selalu ada hikmah yang diambil yang bisa kita jadikan pelajaran hidup.

Kemudian Sarah pun di hubungi oleh Pak Muhammad lagi, mengabarkan ribuan terimakasihnya kepada Sarah yang sudah menerima lamaran Sarah. Namun entah apa yang terjadi Sarah tiba-tiba hanya memikirkan Yusuf. Bahkan ketika ditanyakan persoalan menetapkan tanggal pernikahan Sarah, ia hanya menjawab “urus saja semuanya bersama orang tuaku. Dan aku akan menyukai apa saja yang di setujui oleh mereka.”

Mungkin disaat hal seperti ini memang Sarah sedang di uji perasaannya apalagi menjelang pernikahan, yang merupakan ibadah sepanjang hidup. Pastinya pernikahan adalah ibadah yang paling dibenci oleh Iblis. Maka sebab itu akan ada saja ujiannya, entah itu berupa perasaan, harta atau bahkan antara kedua belah pihak keluarga antara laki-laki dan perempuan.

Sarah harus menyingkirkan pikirannya mengenai Yusuf. Yusuf bukanlah lelaki halal untuk ia pikirkan. mengapa harus memikirkannya hanya karena melihatnya menangis hari itu. Bukankah itu bukan kesalahan Sarah. Bagaimanapun Yusuf harus menerima takdirnya. Begitu pula dengan Sarah seharusnya ia hanya fokus pada pernikahannya yang kini tengah di siapkan oleh Ayah dan Ibunya.

Sarah pun berkali-kali Istighfar, meminta pertolongan kepada Allah agar ia bisa melupakan Yusuf. “Astaghfirullah sungguh aku benar-benar telah terfitnah oleh Yusuf bukankah jika pernikahan ini gagal hanya karena perasaan tidak halalku terhadap Yusuf akan melukai dua orang yang sangat mencintaiku, menghancurkan surgaku sendiri, mengkecewakan mereka Ayah Ibuku, bukankah Iblis pun akan sangat senang, pernikahan ini belum saja dimulai tapi telah gagal. Astaghfirullah…..” Ucap Sarah menyesali apa yang hatinya rasakan

Tiba-tiba Vania yang kebetulan hari itu main di tempat Sarah bertanya “Eh Sar gimana kamu sama senior kamu yang ganteng itu, bukannya ini sudah lebih tiga hari yaa.. jangan-jangan udah kamu terima nih, wah wah kalian diam-diam lagi menyiapkan pernikahaya”  Ledek Vania

“Hmm ga tuh.. malah aku tolak” Jawab Sarah singkat

“Hahhh? kok bisa? manusia sesempurna itu kamu tolah Sar?”Ucap Vania tidak percaya dengan jawaban Sarah

“Apaan sih ga ada manusia yang sempurna di dunia ini” Jawab Sarah

“Tapi ini serius kamu tolak, kenapa Sar” Tanya Vania dengan rau wajah tampaknya kecewa dengan apa yang dilakukan Sarah

“Aku akan menikah dengan laki-laki lain” Jawab Sarah

“Hahh yang benar kamu Sar.. bukannya tuh senior kamu sudah berharap sama kamu 7 tahun lho Sar.. apa kamu tidak memikirkan perasaannya” Ucap Vania

“Semua ini sudah menjadi takdir Allah. Itu takdirnya sedangkan takdirku akan menikah dengan laki-laki lain” Jawab Sarah

“Siapa orangnya?” Tanya Vania

“Hmm nanti aku kasih tau kalau pernikahannya sudah fix saja ya Van..” Jawab Sarah

“Hm ya sudah… enak ya Sar, jadi kamu, tiba-tiba banyak orang yang ingin menikahi kamu.. sedangkan aku.. aku di tiggal nikah sama idamanku begitu saja, bahkan setelah janjinya padaku” Ucap Vania dengan wajah sedihnya

“Dimana letak enaknya jadi aku Van.. aku harus menerima salah satu orang dan membuat orang lainnya bersedih, kalau boleh aku tidak ingin membuat siapapun bersedih disebabkan oleh aku. Bahkan aku berharap aku hanya di sukai oleh jodohku saja, akupun ingin menyukai jodohku saja, agar tidak ada yang melukai bahkan terluka.” Jawab Sarah

“Hmm Iya Sar.. benar juga” Ucap Vania

“Ya sudah Vania daripada kita bahas jodoh mulu, mending kita ngerjain tugas kuliah” Ucap Sarah

“Oiya bukannya kita punya tugas bikin proposal tentang Hukum ya Sar” Ucap Vania sambil mengambil laptopnya

“Nah itu yuk kita kerjain” Jawab Sarah. Mereka pun akhirnya sibuk mengerjakan tugas perkuliahan mereka, berusaha melupakan perihal pernikahan.

 

 


Day 27

0 0

Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 27

-Jumlah Kata 704

  -Sarkat Jadi Buku


Hari demi hari Persiapan pernikahan antara Sarah dan Muhammad semakin dekat, kedua keluarga mulai sibuk mempersiapkan. hingga suatu hari Sarah mendengar kabar kalau orang tua Muhammad tidak begitu setuju pernikahan Muhammad dengan Moana, karena mereka ingin menikahkan anak kesayangannya itu dengan seorang wanita yang juga lulusan santri sejak lahir.

Ternyata perihal jodoh dan perjodohan Muhammad dengan wanita lain masih berlanjut, entah mengapa Muhammad tidak memilih saja salah satu pilihan keluarganya, jika begitu dia tidak akan susah payah mengurus pernikahan antara dua pulau ini, jodoh yang di pilihkan oleh orang tuanya tentunya pasti orang-orang baik menurut mereka. Apalagi yang memiliki latar belakang sama denga Muhammad.

Kenyataanya Sarah memang bukanlah seorang santri seperti Muhammad. yang sejak SD sudah kenyang akan ilmu agama. apalah daya Sarah hanya belajar agama beberapa tahun belakangan ini, tentu jika perbandingannya sangat jauh dengan seorang santri dengan seorang yang sama sekali tidak pernah menjadi santri. Sekalipun Sarah sekolah di tempat yang berasrama tetap saja dia bukan seorang santri didepan orang tua Muhammad.

Mendengar kabar itu Sarah semakin ragu untuk melanjutkan pernikahan itu. Pasti akan sangat canggung ketika kita menikah dengan seseorang yang orang tuanya tidak menginginkan kita, begitulah perasaan Sarah waktu itu.

Sarah hanya bisa menangis dan selalu meminta petunjuk kepada Allah, bagaimana dengan pernikahan itu, apakah dia akan melanjutkan atau membatalkan ketika persiapan pernikahan itu sudah mencapai 75% persiapan

Kemudian Sarah menyampaikan apa yang ia rasakan tersebut kepada Ayah dan Ibunya, Ayah dan Ibunya pun menjadi sedih mendengar kabar mengenai Muhammad. Akhirnya Ayah Sarah pun meminta maaf. “Nak maafin kami kalau kami terkesannya tergesa-gesa ingin menikahkan mu. kami hanya ingin menyaksikan pernikahan anak-akan Ayah dan Ibu selagi kami masih hidup. Tapi kalau Sarah merasa pernikahan ini tidak Sarah inginkan, Kami tidak mengapa nak..” Ucap Ayah Sarah dengan suara parau.

Sarah pun merasa bersalah terhadap dirinya yang telah membuat orang tuanya sedih. Sarah berfikir ulang, apakah benar alasan semua itu alasan yang benar bagi Sarah untuk membatalkan pernikahannya dengan Muhammad.

Ayah dan Ibu Sarah pun menyampaikan apa yang di ragukan oleh Sarah kepada Muhammad. dan Muhammad pun memberi jawaban “Ya itu benar jika saya di sarankan beberapa wanita untuk saya nikahi, tapi pilihan saya adalah anak Ibu dan Bapak. Hati saya sudah di pilihkan oleh Allah untuk menikahi anak Ibu dan Bapak yang saya hormati yaitu Sarah. Adapun orang tua saya, keluarga saya yang menyaran kan saya untuk menikah dengan wanita lain, itu hanyalah saran mereka saja. Karena bagi mereka usia saya sudah cukup umur untuk menikah, Tapi saya masih belum menikah karena masih menunggu Sarah anak Bapak dan Ibu.  Meskipun berkali-kali saya mendapatkan penolakan dari Sarah tapi saya masih menunggunya hingga kini pernikahan ini tengah di siapkan.. tenang saja Bapak Ibu.. orang tua saya adalah orang-orang yang baik, Insyallah mereka tidak akan membenci Sarah. Mereka pasti akan menyayangi anak Bapak dan Ibu seperti anak-anaknya sendiri” Jelas Muhammad untuk meyakinkan Ayah dan Ibu Sarah.

Begitu pula yang di sampaikan Ayah dan Ibunya kepada Sarah. Kemudian Ibunya menambahkan “Nak.. pernikahan ini sudah hampir siap bahkan mungkin hanya bersisakan akad saja. Banyak istighfar yaa Nak, kamu harus yakin dan percaya sama Nak Muhammad.. jikapun hatimu ragu-ragu itu hanyalah ujian pernikahan ini Nak. Anakku Sayang yang menjalani pernikahan ini adalah Sarah dan Nak Muhammad, Jika Ibu melihat Nak Muhammad itu seriusnya terhadap Sarah tidak main-main. Jangan sampai kita mempermalukan keluarga orang lain, apalagi membatalkan pernikahan ini hanya karena kesalahan kecil Nak.” Jelas Ibu Sarah

“Astaghfirullah.. Iya Bu Sarah akan melanjutkan pernikahan ini” Jawab Sarah.

Dua hari lagi Sarah akan di jemput orang tuanya menuju tempat upacara pernikahan Sarah dan Muhammad akan di langsungkan. Entah mengapa air mata Sarah terus mengalir. “Ya Allah ada apa dengan hamba, mengapa terus menangis begini, bukankah seharusnya hamba bahagia” Lirih Sarah. Sarah pu berusaha menenagkan hati sendiri, mempersiapka diri untuk dinikahi oleh Muhammad. Ya dua hari lagi Sarah akan pergi dari Kota tempat ia menimba ilmu menuju Kotanya Muhammad.

Tak henti-hentinya Sarah terus menguatkan diri, menepiskan rasa takutnya akan pernikahan itu, menghapuskan kesedihannya entah disebabkan apa. Sarah harus terlihat bahagia karena tiga hari lagi adalah hari pernikahan Sarah dan Muhammad. Sarah harus kuat dan tidak ingin membuat orang tuanya sedih. Tidak pula akan mempermalukan keluarga Muhammad. Kini keyakinan untuk menikah dengan Muhammad harus 100%, tidak ada lagi kata batal.

 

 


Day 28

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 28

-Jumlah Kata 705

  -Sarkat Jadi Buku

 

Hari itu pun akhirnya datang, Hari dimana Sarah akan di jemput Ayah Ibunya menuju rumah Muhammad. dimana akan berlangsung pernikahan antara Sarah dan Muhammad. Namun pagi itu tiba-tiba Yusuf juga datang, ia ingin meminta kesempatan terakhir pada Ayah dan Ibu Sarah. Entah apa yang sedang di pikirkan Yusuf hingga ia harus berbuat senekat itu. Besok adalah hari pernikahan Sarah dengan Muhammad, entah mengapa dia masih seberani itu untuk menemui Ayah dan Ibu Sarah.

Namun kedatangan dan permohonan Yusuf tentu tidak akan mengubah apapun keputusan Ayah Ibunya apalagi Pernikahan itu sudah di depan mata. Namun Ayah dan Ibu Sarah bukanlah orang yang mudah emosi. Hanya saja pagi itu Ayah dan Ibu Sarah meminta maaf pada Yusuf

“Nak maafkan kami, bukan maksud hati untuk tidak memberimu kesempatan, tapi pernikahan ini punya aturan. Kami senang Nak Yusuf memiliki niat yang baik dengan keluarga kami, apalagi kita berada di kepulauan yang sama, Ibu senang sekali tapi Allah sudah mentakdirkan Ayah sama Ibu untuk menikahi Nak Muhammad. Tentu pula kami punya pertimbangan diataranya kami tidak mungkin menerima lamaran seseorang diatas lamaran orang lain. Apalah lagi besok adalah hari pernikahan Sarah. Kita tentunya punya tata krama, tidak mungkin kita akan membatalkan begitu saja pernikahan ini. Kami tentunya pula takut azab Allah Nak. Nak Yusuf harus menerima takdir ini, percayalah ada wanita yang lebih baik dari Sarah. Ayah dan Ibu juga minta maaf ya Nak Yusuf” Begitulah singkatnya nasehat Ayah dan Ibu Sarah untuk Yusuf

Sarah pun berlalu meninggalakan Yusuf. Mobil pun melaju begitu pula takdir Yusuf dengan Sarah mereka tidak di takdirkan bersama. dalam perjalanan Sarah selalu di nasehati Ayah dan Ibunya untuk fokus saja dengan pernikahannya yang akan di langsungkan esok hari.

Ibunya pun mengatakan kalau Yusuf adalah bagian dari ujian sebelum pernikahan, karena memang bermacam-macam ujian sebelum pernikahan, entah itu berbentuk harta benda dan juga berupa bentuk perasaan yang di guncang keyakinan kita pada pernikahan itu, jika hal ini terjadi maka semuanya harus dikembalikan kepada Allah agar diberi kekuatan untuk tetap kokoh dalam kebenaran tidak tumbang dengan ujian tersebut/

?Semakin melaju mobil itu semakin laju juga Sarah meyakinkan dirinya untuk menikah dengan Muhammad, dia harus bahagia di hari esok, dia harus mensucikan hatinya untuk seorang yang pantas untuknya.

?Ayah dan Ibu Sarah pun mengkofirmasi kedatangan meraka kepada Muhammad. Dan kedatangan meraka pun di sambut dengan baik oleh keluarga Muhammad. Melihat perlakuan baik mereka Sarah sedikit lega dengan apa yang ia lihat, sebab selama ini Sarah takut tidak di perlakukan dengan baik oleh keluarga Muhammad karena mungkin bukan Sarah harapan meraka untuk menjadi pendamping Muhammad.

?Tak terasa hanya beberapa jam Sarah dan keluarganya pun sampai di tempat tinggal Muhammad. mereka pun menginap di sebuah penginapan. Malam itu adalah malam terakhir Sarah tidur bersama Ayah dan Ibu  dalam keadaan masih belom menikah.

?Malam itu mereka Sarah bersama Ayah dan Ibunya shalat tahajjud bersama, meminta pertolongan Allah agar diberi kelancaran dan keberkahan untuk esok. Tak lupa Sarah pun meminta maaf kepada Ayah Ibunya atas apa yang dilakukan belakangan ini mungkin telah membuat rasa kecemasan dihati mereka.

?Meraka malam itu penuh kesyahduan, esok adalah pernikahan Sarah dan akan mengubah statusnya menjadi seorang Istri, namun bagi Ayah dan Ibunya Sarah hanyalah anak kecil yang akan terus dimanja dan di sayang, tapi tak terasa tanggung jawab seorang Ayah akan berpindah pada lelaki asing yang akan menjadi suami Sarah. Meskipun berat Ayah Sarah akan menikahkan anaknya esok, hanya saja berharap lelaki itu adalah lelaki yang baik dan bertanggung jawab. tak ada lagi kecemasana seorang Ayah daripada anaknya tidak bahagia.

?Sarahpun malam itu akhirnya mengabarkan Vania dan Moana tentang pernikahan ini, mereka tentunya sangat kaget mendengar kabar dari Sarah yang tiba-tiba ingin menikah. Apalagi Vania tidak percaya kalau Sarah akan menikah dengan dosennya. meskipun awalnya mereka tidak terima dengan kabar mendadak Sarah, tapi akhirnya mereka hanya bisa mendoakan Sarah dari kejauahan.

?Malam pun berlalu. dan hari itupun datang. Yaa Pagi ini Sarah dan Muhammad akan menikah. subuh-subuh sekali semua orang sudah sibuk mengurusi Sarah. tiba-tiba hari itu hati Sarah tidak lagi sedih tanpa sebab, tiba-tiba pula keraguannya terhadap Muhammad hilang. Apalagi ketika akad pernikahan itu tiba, pertama kali Sarah melihat Muhammad dengan jelas, tiba-tiba rasa cinta itu tumbuh di hati Sarah. hilang keraguan, hilang kecemasan berganti kasih sayang. kini Sarah dan Muhammad sah menjadi suami istri.


Day 29

0 0

-Sarapan Kata KMO Batch 48

-Kelompok Imaji Aksara

-Day 29

-Jumlah Kata 843

 -Sarkat Jadi Buku


Pernikahan Sarah dan Muhammad pun berlangsung dengan baik dan lancar, tak terasa keraguan dan ketakutan Sarah untuk menjadikan Muhammad sebagai suami hilang seketika, apalagi perlakuan baik yang diberikan oleh keluarga Muhammad membuatnya lebih lega terhadap apa yang  telah Allah takdirkan untuk mereka.

Sarah kini sudah resmi mejadi seorang Istri, Ayah dan Ibunya pun berpamitan pulang ke tempat kelahiran Sarah. Kini Sarah akan hidup bersama Muhammad yang bahkan pernah menjadi dosennya.

Sarah pun terus memperbaiki niatnya agar pernikahan yang Sarah akan lalui menjadi pernikahan yang diberkahi Allah. Maka Sarah pun memulai pernikahan itu karena Allah. Semua berjalan baik-baik saja, sebagaimana dua orang baik yang telah Allah satukan.

Namun pagi itu Sarah mendapat kabar buruk mengenai temannya Moana. tiba-tiba Ibunya Moana menghubungi Sarah kalau Moana telah berpulang kepada Allah pagi itu, pulang dengan mengucapkan kalimat-kalimat Allah. Ibunya Moana menagisi anaknya yang malang itu tapi dia juga berterimakasih pada Sarah karena sudah mau menjadi teman baik untuk Moana bahkan mengajarinya tentang Agama.

“Moana juga banyak menceritakan Sarah menjelang kematiannya, Ibunya sangat berterima kasih sebab karena permintaan Sarah Moana pulang kerumahnya, meskipunn akhirnya begitu Moana masih bisa bertemu Ayah Ibunya dalam keadaan penuh kasih sayang, meskipun dulu Moana pergi dengan penuh kebencian terhadap Ayahnya, namun pertemuannya dengan Sarah membuatnya pulang menjadi Moana yang baru, Moana anak yang baik bahkan lebh baik dari kami” Ucap Ibunya Moana

“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiu’n.. ya Allah bu.. begitu cepat Moana Allah ambil. Sarah masih ingin bermain dengan Moana Bu..” Jawab Sarah dengan isakan tangisnya. Tak disangka sesingkat itu pertemuan Moana dengan Sarah.

“Iya nak.. apalagi Ibu. Ini ada bingkisan dari Moana katanya ini kado pernikahan untuk Sarah. Moana berpesan “ Sarah jangan pernah berhenti jadi orang baik, meskipun diluar sana banyak orang yang membuat Sarah sakit. Terimakasih sudah menjadi bagian dari risalah cinta untuk Moana untuk lebih dekat kepada Allah. Meskipun akhirnya Moana harus seperti ini tapi Moana bahagia sekali sudah mengenal Allah dengan baik melalui Sarah. Jazakillah khoiran Sarah atas kebaikanmu” Ucap Ibu Moana sambil membacakan isi surat Moana untuk Sarah. sambil menahan tangisnya

“Terimakasih Bu sudah menyampaikan kepada Sarah.. Ibu yang sabar ya bu.. semua yang ada di dunia ini memang akan kembali kepada Allah, kita hanya menunggu giliran, insyallah Moana pasti senang melihat ibunya kalau bahagia” Ucap Sarah mencoba menghibur Ibunya Moana meskipun Sarah begitu sedih mendengar surat dari Moana.

“Iya Nak Sarah.. Terimakasih yaa..” Ucap Ibunya singkat

“Sama-sama bu..” Jawab Sarah

“Nak kalau ada waktu, dan berkunjung ke sini jangan lupa mengabari ya.. Agar ibu bisa melihat Moana lagi, meskipun hanya melihat teman-temannya saja” Ucap Ibunya Moana

“Insyallah Bu.. Sarah usahakan” Jawab Sarah

Kemudian Ibunya Moana dan Sarah pun saling berpamitan, dan berakhirnya percakapan Pagi itu mengenai kematian Moana.

Mata sarah yang sembab pun di saksikan suaminya Muhammad

“Heh ada apa pagi-pagi kok menangis? Kangen Ayah Ibu ya?” Tanya Muhammad

“Hehe engga” Jawab Sarah

Sarah pun menceritakn Moana pada Muhammad. Mulai dari pertemuan mereka dan apa saja yang terjadi pada Moana.

“Kasian Moana ya” Sahur Sarah

“Begitulah takdir Allah, kadang kita harus menerima takdir yang baik, kadang pula kita harus menerima takdri buruk. Tapi sebagai muslim yang baik kita harus mengusahakann kematian yang baik. Dan itu semua harus diusahakan sejak kini, menjadi orang yang baik yang takut kepada Allah, selalu memohon pertolongan kepada Allah” Jawab Muhammad

“Ya benar, tapi aku kasihan sekali dengan Moana. Aku pengen melihat dia bahagia” Ucap Sarah lagi

“Tadi Sarah bilang kalau Moana meninggal dalam keadaan mencintai Allah, maka tidak ada yang lebih membahagiakan daripada meninggal dalam kedaaan mencintai Allah dan di cintai Allah” Jawab Muhammad

“Ya benar.. tapi Sarah ingin melihat Moana bahagia di dunia” Ucap Sarah lagi

“Hmm ada beberapa takdir Allah yang dapat kita ubah tapi ada takdir yang benar-benar tidak bisa kita ubah. Sebagaiamana kejadian itu sudah berlalu. begini saja, Sarah ambil saja hikmah dari pertemuan antara Sarah dan Moana” Jawab Muhammad

“Kesedihan” Jawab Sarah singkat

“Hmm bukan.. tadi Sarah cerita kalau dulu Moana adala seorang pezina, maka Allah itu benar-benar membalas setiap perbuatan maksiat termasuk perzinaan tadi, apa hukumannya di dunia, ya itu berupa penyakit kelamin atau HIV. Sarah mau marah karena Allah tidak toleransi? Bukan karena Allah tidak toleransi kepada hambanya, tapi Allah itu benar-benar Maha adil bahwa semua yang kita lakukan pasti akan dipertanggung jawabkan. Kalau Sarah jawab, tapi kan Moana sudah bertaubat. Benar dia sudah bertaubat.Dan Allah mencintai orang-orang yang bertaubat, tapi adanya hukuman Allah terhadap kemaksiatan lalu pelakunya bertaubat bukan berarti ia tidak di cintai Allah melainkan agar hamba Allah yang lain mengambil pelajaran.” Jelas Muhammad

Sarah hanya tersenyum karena benar sekali Sarah ingin mempertanyakan itu semua. Jika semua di nilai menggunakan perasaan saja maka akan muncul kebencian bahkan kepada Allah jika hanya mengandalkan perasaan semata.

“Hehe iya.. terimakasih ustadz.. nsehatnya.” Jawab Sarah sambim membercandai suaminya.

 


Day 30

0 0

Kebahagiaan Sarah dan Muhammad pun telah dimulai, jika dua orang beriman disatukan dalam ikatan pernikahan maka pernikahan itu akan terasa manis meskipun ujian pernikahan itu pasti ada tapi jika dua orang beriman disatukan maka keduanya akan mengembalikan setiap urusannya kepada Allah.

Kedunya pun mensyukuri pernikahan tersebut, Jika Muhammad telah menunggu Sarah dengan waktu cukup lama. Maka penantian itu kini telah berbuah manis, begitu pula dengan Sarah jika dahulu dia begitu takut menikah dengan Muhammad. Kini pun pernikahan telah membuktikan bahwa apa yang dikhawatirkan itu telah sirna akan kebaikan Muhammad.

Keduanya pun merayakan cinta dengan beribadah ke tanah suci, jika orang-orang usai pernikahannya menghabiskan waktu untuk honeymoon ke pantai, ke vila atau puncak. Maka meraka meraayakan cinta dengan menjadi tamu Allah di tanah suci.

Kebahagiaan itu terus berlangsung, jika dulu Sarah tertatih-tatih sendirian menjaga dirinya bahkan berdiri sendiri ketika semua orang menjatuhkan ketaatan Sarah, kini Muhammad sudah berada disampingnya untuk menjadi penjaga baginya.

Adapun Yusuf dan Azam yang dulu menjadi bagian ujian pernikahan Sarah dan Muhammad dikabarkan pun sudah menikah dengan wanita pilihan mereka masing-masing. Maka tidak ada lagi rass bersalah itu, Sarah menjadi tenang ketika mengetahui tidak ada lagi orang yang sedih disebabkan dirinya.

Begitu juga dengan teman Vania dengan cerita kasihnya yang tidak sampai dengan Ahmad kini pun sudah akan menikah dengan seorang ustadz, ternyata patah hatinya itu membuat Vania lebih rajin memperbaiki diri, dan rajin mengaji meskipun tidak ada Sarah yang menemani. Tak disangka Allah pun mempertemukan Vania dengan Jodohnya seorang ustadz yang sering mengisi kajian ditempat Vania menuntut ilmu.

Sarah pun bahagia mendengar kabar baik tentang Vania. Sarah pun bahagia dengan takdir pernikahannya yang sempat tidak ia inginkan dulunya. Namun Allah memang Maha baik, kini pilihan itu ia pilih karena Allah. Allah pun telah menyempurnakan kegembiraan di hati Sarah Memang begitu takdir yang kita susun memang terlihat indah, tapi takdir Allah jauh lebih indah dari takdit yang kita harapkan. Alhamdulillah


PENUTUP

 

Hiduplah untuk menjadi orang baik. baik karena Allah. Jikapun dalam langkahmu menjadi orang baik harus diuji oleh berbagai macam keadaan tapi tetaplah bangkit kembali untuk menjadi orang baik. Ingat selalu bahwa Allah akan selalu bersama orang-orang beriman dan baik

Untuk saudaraku dimanapun berada, jika kalian melihat orang-orang menggunakan pakaian keislamannya jangan mudah berprasangka buruk padanya, entah itu menganggapnya teroris atau mengira dia telah mempamerkan kebaikannya. sungguh setiap niat itu dihati dan setiap pemikiran itu tidak bisa dilihat dari pakaian diluar saja

Untuk Saudariku yang sedang menggunakan pakaian ketaatan, jadilah muslimah sejati yang mempergunakan pakaian keislaman sebagaimana mestinya, jangan jadikan cadar atau niqab sebagai alat untuk mencoreng agama islam, entah menjadikannya topeng untuk melakukan kemaksiatan. fungsikan lah dengan baik pakaian mulia itu

Jua jika untuk kita yang terkadang merasa sudah baik dalam menjalani Agama ini, jangan jadikan hal ini alasan untukmu merasa lebih baik dari orang lain , lalu memisahkan diri melupakan cara muamalah yang baik terutama pada saudar seiman

Jikapun tidak seiman maka cintailah mereka karena mereka adalah manusia. ciptaan Allah yang paling mulia di muka bumi. maka berlaku baiklah

Untuk orang-orang yang melakukan kejahatan atas nama Islam, berhentilah berlaku seolah sedang menipu Allah, sungguh kalian hanyalah sedang menipu diri sendiri

Untuk saudara ku yang menganggap kekeran adalah jihad maka mari kita belajar lebih banyak lagi mengenai agama ini, bukankah agama ini yang menghapuskan kekerasan. darimana datangnya kau mengatakan kau sedang melakukan atas nama jihad dengan kekerasan, dengan membunuh dengan pemboman

Jangan mau tergoda dengan ungkapan masuk surga secara Instan , tidak ada istilah tersebut didalam Islam. belajar lah lebih banyak lagi, jika dihati bergemuruh dosa yang takut tidak terampuni, belajarlah dengan benar maka kamu akan tau bagaimana cara bertaubat yang sebenarnya bukan dengan melakukan bunuh diri, bukan pula dengan membunuh orang lain

Untuk siapapun yang merasa hidupnya sedang tidak berpihak padamu, maka ingatlah Allah akan selalu berpihak pada, terkadang kita memang harus merasakan banyak kepahitan untuk rasa manis yang tidak terkira yang sedang Allah siapkan

Jika kita merasa dari dulu hidup kita hanya diselimuti oleh luka dan kesulitan, semoga hal tersbut bukan alasan untuk menjauh dari Allah. ketika bersabar makan kesabaran itu akan berhadiah surga.

Sampai jumpa, semoga bertemu lagi ditulisan lainnya yang bisa menyatukan kita dan membawa kebaikan pada diri kita. Semoga kau dan aku tengah memperjuangkan bekal untuk hidup kekal, semoga pula kita bertemu kembali di surga nanti, bersama Rasulullah Shallalahu alaihi Wasssalam dan para sahabat, orang-orang yang di cintai Allah (Aamiin)


Mungkin saja kamu suka

Angels Park
Fallen White Rose
Hilma Khoerunni...
Yang Tak Selesai
Salisatur Rosik...
WASAL
Jannah Azza
Lanjutkan Hidup
Alifia Annisya
Antara Pantai dan Biru

Home

Baca Yuk

Tulis

Beli Yuk

Profil