Loading
11

0

82

Genre : Inspirasi
Penulis : Doris Fitria A.Md
Bab : 31
Dibuat : 18 September 2022
Pembaca : 7
Nama : fitriadoris15@gmail.com
Buku : 1

Pejuang Literasi

Sinopsis

Kayla atau lebih tepatnya Nur Kayla Fitria adalah anak tiga dari lima bersaudara, Kayla terlahir dari keluarga sederhana, ayahnya Riswar bekerja sebagai buruh lepas dan ibunya Fitriani sebagai ibu rumah tangga yang berjualan nasi goreng di rumah untuk meringankan beban ayah. Kayla merupakan anak yang baik, Nilainya hanya biasa saja dan menjadi murid yang baik dan disenangi para guru di SD, MTSN dan di SMK-nya. Kayla tidak memiliki berbagai prestasi yang sangat membanggakan bagi orang tuanya maupun sekolah. Dia hanya seorang siswa biasa dan ramah kepada setiap orang. Kayla memiliki sahabat yang selalu mendukungnya baik dalam susah dan senang namanya Riri, Mel dan Navisah, Kayla dan ke dua sahabat ini sama-sama merantau berada di kota asing yang belum pernah dia kunjungi. Sedangkan Riri anak asli Padang Panjang, mereka jadi sahabat sejati sejak di Padang Panjang. Kayla juga sangat sopan pada semua orang, oleh karena itu para guru sangat menyukai dirinya dan selalu memberikan nilai sikap A+ pada dirinya. Memiliki wajah cantik, pintar dan juga sopan, hal yang dimiliki Kayla ini sudah dapat menghantarkannya menuju kesuksesan. Hal itu juga membuatnya memiliki sedikit teman, karena setiap hari dia hanya bertemu sahabat sejatinya yaitu buku di perpustakaan kota. Kayla Berjuang menjadi tenaga honorer di sebuah SMA negeri di Kota Padang Panjang, dengan gaji Rp.250.000 per bulan selama empat bulan, pada tahun 2007 Kayla mulai merintis kariernya menjadi PNS. Sanggupkah seorang Kayla mewujudkan mimpinya di tengah tantangan hinaan dan cacian terhadap profesinya?
Tags :
#Sarapan Kata #KMO Club Batch 49 #Kelompok 2 Sabda Pujangga #Day 1 #Jumlah kata 955

Masa Kecil

1 0

Sarapan Kata

-KMOClub Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 1

-Jumlah Kata 818 Kata

   

Hai. Aku Kayla. Panggilan akrabku. saat aku  menulis dan ini cerita masa keciku. Namaku Nur Kayla Fitria lahir di Kota Padang, 15 Februari 1980. Aku adalah anak ketiga dari lima, aku memiliki prestasi biasa saja dalam akademik, tetapi aku selalu baik dan ramah pada setiap orang.


Dalam keluarga  satu-satunya sebagai Pegawai Negeri Sipil diangkat pada tahun 2007 dari lima bersaudara, buah pasangan dari Riswar dan Fitriani. 

Aku terlahir sempurna dari keluarga sederhana dan penuh perjuangan untuk bisa menjalani setiap kehidupan luar biasa ini. ibuku bukanlah seorang pekerja kantoran. Dia hanya seorang Ibu rumah tangga  yang sangat luar biasa bagiku serta kesibukan ibu juga berjualan nasi goreng di rumah saja.


Sedangkan ayahku seorang pekerja serabutan buruh lepas. Aku bersyukur dan bahagia memiliki kedua orang  tua  penuh perhatian. Kehidupan sederhana yang dijalani telah mendidikku dalam lingkungan religius. Salah satunya tidak boleh meninggalkan salat lima waktu.


Seorang Ayah yang aku banggakan telah mengantarku hidup bekerja keras. Penghasilan pas-pasan telah membuat kami berlima tumbuh dan berkembang dalam dunia pendidikan.


Ketika berumur 7 tahun, aku mulai bersekolah di SDN 16 Pagambiran Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang. Sedari kecil, Ibu sudah mengajariku menjadi anak yang mandiri.


Waktu pertama sekolah aku pernah berpikir bahkan berharap seperti anak yang lain. Pulang sekolah bisa bermain bersama teman yang lain. Tapi bagiku,  pulang sekolah hari yang berarti bagi ibuku untuk membantunya.

Bagiku masa-masa sekolah dasar memiliki kenangan yang berarti dalam hidupku. Memiliki guru yang baik sahabat yang luar biasa saling membantu dan kerja sama belajar kelompok ketika ada tugas yang diberikan oleh wali kelasku. Berawal dari kelas 3 aku menggemari pelajaran Bahasa Indonesia.


Sosok Ayah dan Ibu yang aku banggakan setiap malam sebelum tidur tidak lupa bercerita tentang sebuah dongeng kehidupan dan cerita islami. Berawal kebiasaan dari ayah dan ibu menceritakan dongeng muncullah minat  suka membaca.


Uang jajan yang tersisa aku sisihkan untuk beli buku yang di gemari. Ada satu buku yang ku beli dari uang jajan berjudul kecil-kecil punya karya. Buku itu tak pernah bosan untuk dibaca. Kemana ku pergi selalu dibawa karena ceritanya memotivasi dan menginspirasi bagi pelajar seusiaku.


Di samping itu perpustakaan sekolahku belum tersedianya bahan bacaan yang menarik sesuai kebutuhanku, kebanyakan hanya buku paket mata pelajaran.


Dorongan yang kuat suka membaca selain dari faktor keluarga, aku suka belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, karena beberapa halamannya juga tersedia cerita dongeng dan tugas mengarang yang sering dibuat sebagai PR dari guru Bahasa Indonesia.


Di sekolah tugas  mengarang jadi kegemaranku sehingga memperoleh nilai yang memuaskan.

Karena ceritanya memotivasi dan menginspirasi bagi pelajar seusiaku.

Aku menyadari kelemahanku selalu mata pelajaran matematika. Aku nggak suka pelajaran hitungan, yang ku suka pelajaran hafalan tanpa adanya hitungan.


Pada suatu hari karena nggak suka belajar matematika hingga lupa mengerjakan tugas matematika. Aku siap menanti risiko yang diberikan oleh guru bagi yang tidak membuat tugasnya yaitu sebuah hukuman berdiri di depan kelas sampai mata pelajaran itu selesai. Aku santai saja, sahabat yang lain begitu tertawa melihatku.


"Kayla, kamu tidak buat PR matekmatika lagi ya, cepat berdiri di depan, angkat satu kaki sampai pulang sekolah."


"Ya bu, maaf bu, Kayla tidak tahu jawabannya, jadi nggak Kayla buat PR nya bu." Jawab ku dengan polosnya pada guru matematika."


"Apa kamu tidak mengerti apa yang sudah ibu jelaskan?"


"Ya bu, Kayla susah mengerinya jika pelajaran matematika, kalau yang bersifat hitungan agak lambat mencernanya bu." Kata ku yang memang lemah dalam bidang hitungan.


"Tapi kenapa pada mata pelajaran yang lain nilai kamu bagus Keyla?" Ucap bu guru.


"Ya bu, Kayla bisa mencerna pelajaran yang sifat hapalan bu, soal nya Kayla sering mengulang pelajaran itu." Ucap ku yang selalu tinggi nilainya dalam bidang hafalan.


Kejadian itu merupakan momen indah tak akan terlupakan bagiku. Hukuman di sekolah tadi aku ceritakan pada ibu, berharap dapat pembelaan nyatanya kena marah juga. Ini adalah momen yang luar biasa bagiku, kalau diingat terasa lucu hingga bikin ketawa sendiri.


"Bu, Kayla tadi di hukum guru Matematika bu Rosma karena tidak mengerjakan PR, aku di suruh berdiri di depan kelas selama jam pelajaran."


"Kenapa Kayla tidak pernah bertanya pada Incim untuk mengerjakan PR dari sekolah?" Ucap ibu pada ku. Incim panggilan sayang untuk kakak ku yang paling besar.


"Ya bu, Kayla nggak tahu jawabannya jadi nggak Kayla buat PR nya, Kayla nggak mau ganggu incim yang lagi sibuk dengan tugas sekolahnya."


"Kayla harus belajar, nggak bisa mengerjakan tugas matematika, Kayla harus bertanya dan minta bantuan incim, Kayla punya kakak yang pintar dan jangan mudah menyerah pada kelemahan kita." Ucap ibu yang sangat protektif pada ku.


Perjalanan waktu kecilku telah memberikan arti penting menjalani hidup, tanggung jawab dan disiplin kunci sukses dalam menjalankan hidup bagiku. Hidup kedepannya lebih keras penuh dengan tantangan. Uang bukan segalanya dalam menjalankan hidup namun, kerja keras yang kuat, niat tulus serta iringan doa dari orang yang kita cintai yaitu kedua orang tua itu yang terpenting.


Goresan masa kecilku telah memberikan arti penting dalam menjalankan hidup secara mandiri dan terus belajar untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, dan masa depan yang cerah.



Masa Sekolah

1 0

Sarapan Kata

-KMOClub Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 2

-Jumlah Kata 1743 Kata


Ketekunan belajar berkat didikan dari kedua orang tua telah mengantarkanku menamatkan pendidikan enam tahun.  Kemudian melanjutkan sekolah ke MTSN 4 Parak Lawas di tahun 1993.  Sekolah di MTSN kurikulum agamanya cukup banyak, apapun itu tugasnya mulai dari menghafal hadis, menghafal tulisan arab dan praktik ibadah tetap dilaksanakan sehingga mendapatkan nilai yang memuaskan.

Namun sikap pesimisku muncul lagi karena terus belajar matematika dan mendapatkan nilai sedang saja.


Selepas tamat sekolah di MTSN tahun 1996 lanjut sekolah kejuruan di SMK swasta. Untuk membantu ekonomi keluarga, selama sekolah dikejuaran aku menjual makanan yaitu kue kroket. Kue kroket yang enak digemari sahabat sekolah ku, bahkan guru pun ikut membeli dan memesan ketika ada acara sekolahan.


Tahun pertama sekolah di SMK, aku sangat senang karena ini betul dunia ku. Terbukti di tahun pertama dan terakhir selalu mendapatkan rangking satu di kelas. Sekolah di SMK begitu banyak momen indah yang tak terlupakan, dapat mengenal dunia kantoran di mulai dengan praktik kerja lapangan salah satu perkantoran di kota Padang yang bernama Biro Kepegawaian.


Selama dua bulan penuh praktik kerja lapangan telah memberikan pengalaman yang luar biasa bagiku, mulai surat menyurat, balasan membuat surat  dan menata surat yang akan diarsipkan. Saat itulah munculnya keberanian dan tumbuhnya percaya diri ketika berkomunikasi dengan orang lain.


Sebagai pelajar abu-abu ku telah menamatkan sekolah kejuruan pada tahun 1999 dengan nilai yang bagus. Otakku berpikir, terlintas di dalam pikiran ku apakah aku bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau sampai di sekolah kejuruan saja.


Mengingat biaya pendidikan cukup tinggi. Apakah ayah dan ibu punya anggaran jika keinginanku untuk melanjutkan ke perguruan tinggi terwujud karena sang kakak juga kuliah di perguruan tinggi  juga.

Diluar dugaan tek Sar adik ibu yang bungsu tiba-tiba mencariku sambil berkata.


"Kayla, harus kuliah ya nak, biar etek yang biayai," etek adalah panggilan khusus orang Minang dari saudara ibu yang kecil. Etek menawarkan ada jurusan baru ilmu Perpustakaan di kampus Universitas Islam Negeri Imam  salah satu di Kota Padang ini cocok buat Kayla, karena nggak ada mata pelajaran hitungan karena ini prospek ke depannya bagus. Etek adalah sosok pribadi yang motivator dalam keluarga. Etek Sar adalah sebagai seorang guru sekolah dasar. Etek selalu bilang.


"Dunia pendidikan menjadi hal yang utama dalam kehidupan kita karena pendidikan membawa kesejahteraan, untuk itu Kayla harus lanjut ke perguruan tinggi." Ujar etek Sar pada ku. Keyla minta pendapat ibunya apakah dia bisa lanjut ke perguruan tinggi UIN IB Padang atau ke UNP.


Ibu pun senang mendengar apa yang disampaikan etek Sar. Kayla masih bingung atas pilihannya.


"Kayla juga bingung bu karena ada juga jurusan baru tahun ini di UIN jurusan Ilmu Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi, tapi Kayla juga mau kuliah di UNP dengan jurusan Administrasi pendidikan."


"Nah ibu menyarankan mana diantara  pilihan itu yang kuat dan prospek kedepannya dibutuhkan atau salat istikharah dulu mana yang terbaik." Ucap ibu pada Kayla.


"Ya bu, Kayla salat istikharah dulu, terima kasih atas sarannya bu, Kayla coba pikir dulu mana yang terbaik.’’ Ucap Kayla pada ibunya.


Malamnya aku coba salat istikharah mana pilihan terbaik untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negri. Keesokan paginya pilihan ku sudah tepat jurusan yang aku ambil adalah Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi. Pilihan itu aku sampaikan ke ibu.


"Bu, Kayla sudah mantap pada pilihan UIN IB Padang jurusan Perpustakaan Arsip Dan Dokumentasi, karena ini jurusan langka dan baru pasti banyak peluang kerjanya nanti setelah tamat." Kata ku pada ibu. Ibu pun mendukung karena jurusan perdana dan prospek kedepannya dibutuhkan.


Keesokan harinya aku datang ke kampus UIN mendaftar sebagai mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Semua yang menjadi persyaratan sebagai mahasiswa sudah di bawa dan dilengkapi mulai dari uang pendaftaran dan administrasi yang lainnya. 

Semuanya sudah selesai tinggal pengumuman penerimaan mahasiswa yang diterima seminggu lagi.


Semangatku menggebu karena terbayang nanti membaca buku-buku yang berkualitas jika sudah bekerja di perpustakaan.

Tak lama kemudian  penerimaan mahasiswa baru ilmu perpustakaan mulai di umumkan, diantara yang lulus salah satunya ada namaku terpajang di mading kampus.

Kelulusanku tersebut langsung disampaikan ke etek dan membuat ke dua orang tuaku bahagia.


Diawali Pada tahun 1999 almamaterku Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang sebagai mahasiswa dengan jurusan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi.


Sebagai mahasiswa baru, aku semangat mengikuti semua bidang studi perkuliahan. Semuanya mempelajari tentang perkembangan dunia perpustakaan dan rancangan  program berbasis teknologi dapat mendukung pemerintah di dunia pendidikan dalam rangka mencerdaskan anak bangsa dengan membaca.


Jurusan Ilmu Perpustakaan Arsip Dokumentasi ini memberikan aura positif dalam jiwa ragaku. Ternyata ini pilihan yang tepat bagiku dengan dosen pengajar yang handal tamatan dari Universitas Indonesia.


Tahun 1999 adalah tahun pertama sebagai mahasiswa baru ilmu perpustakaan di kampus UIN Imam Bonjol Padang. Hari pertama kegiatan OSPEK bersama kakak senior memperkenalkan kegiatan kampus dan ketua senat.


Aku mengambil jurusan ilmu perpustakaan ini tanpa diduga Allah telah mempertemukan ku dengan sahabat MTSN ku bernama Melniarti, sehingga menambah semangat menjalin silaturahmi lagi. Sehingga kami pun melepas rasa kangen yang sudah tiga tahun tidak bertemu.


"Hai Kayla ketemu lagi kita di kampus ya”. Ujar Imel sahabatku di MTSn.


"Iya Mel, jadi kita satu jurusan nih, Alhamdulillah ada sahabatku yang sudah lama tidak bertemu.” Aku memeluk sahabatku karena sudah lama tidak bertemu. Mel adalah sahabat yang baik buatku.


"Gimana kabar Key selama di SMK apa jurusan yang Key ambil dulu?" Ucap Imel pada ku.


"Keyla ambil jurusan perkantoran Mel, kalau Mel tamat dari mana?" Ucap ku sambil memberikan minuman pada sahabatku.


"Terima kasih Key, aku tamat MAN 2 Key, banyak teman kita waktu di MTSn dulu di sana, mereka juga banyak yang lulus di kampus ini, tapi dengan jurusan yang berbeda dari kita." Ucap Imel pada ku.


"Wah, bagus lah Mel kita jadi satu almamater." Ucap Kayla sangat senang ketemu sahabatnya.


Kayla sering membawa gorengan dan keripik demi untuk meringankan biaya sehari-hari ke kampus seperti keripik singkong buatan ibunya tanpa penyedap rasa, camilan gurih keripik singkong ini setiap harinya habis terjual.


Diantara teman-teman mahasiswa juga mau ditawari keripik singkongnya, juga banyak teman-teman yang berada di kos-kosan memesan keripik Kayla buat camilan dan senek sambil belajar. Setiap hari hasil jualan uangnya langsung disetor ke ibu. Begitulah kesibukan kuliah sambil jualan.


Mata kuliah ilmu perpustakaan yang dipelajari semuanya membakar semangatku kunci kecerdasan generasi itu hadirnya sebuah perpustakaan. Perpustakaan gerbang peradaban dan membuka peradaban buat generasi. Ilmu perpustakaan selalu ini yang digemakan oleh dosen kepada kami mahasiswa.


"Kelak jadilah pustakawan yang dirindukan, jadilah pustakawan menghidupkan perpustakaan berbagai inovasi." Ucap dosen yang menjabat sebagai ketua parodi PAD.

Semua mata kuliah per SKS-nya ku garap sehingga memperoleh nilai yang memuaskan per semesternya.


Semester pertama sebagai mahasiswa Ilmu Perpustakaan mendapatkan hasil nilai IPK di atas 3. Nilai ini telah membakar semangatku untuk giat belajar membuat kedua orang tua bangga. Akupun tetap berjualan makanan sambil kuliah.


"Tak lama kemudian tibalah waktunya semua mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan melaksanakan magang seluruh Perpustakaan Perguruan Tinggi Negri maupun Perguruan Tinggi swasta.


Arahan dosen pembimbing lokasi magang ku bertempat di Perpustakaan kampus AMIK Indonesia yang pelaksanaannya selama dua bulan.

Selama magang dua bulan di Perpustakaan Kampus semua ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diimplementasikan sesuai disiplin ilmu perpustakaan.


Di awal magang ku diarahkan oleh kepala Perpustakaan yang menjadi obyek pekerjaan yang dilaksanakan. Hari pertama diarahkan mengolah buku akademik mahasiswa yang akan dilayankan kepada mahasiswanya.


Satu persatu aku olah buku ke dalam buku induk dan memberi klasifikasinya setiap judul bukunya, yang bertujuan memudahkan bagi pemustakanya nanti dalam pencarian informasi sebagai sarana temu kembali informasinya.

Setiap rak buku dikasih kode klasifikasi untuk mengelompokkan satu subjek dari koleksi tersebut. Perjalanan magang memberikan pengalaman yang berharga bagiku. Mulai dari cara melayani mahasiswa sebagai pemustakanya, menuntun mahasiswa mencari bahan koleksi yang dibutuhkan dan pengolahan buku lainnya.


Adanya rasa puas tersendiri sebagai mahasiswa magang dalam melayani pemustakanya dengan ramah dan etika yang baik. Nah dari sanalah kita dapat belajar berbagai tipikal pemustaka yang kita layani setiap harinya.


Layanan prima dan senyuman yang ramah jadi prioritas menarik orang untuk berkunjung ke Perpustakaan. Ketekunan magang dan semua pekerjaan yang dilakukan selama dua bulan magang di perpustakaan Perguruan Tinggi mendapatkan nilai yang memuaskan. Aku tersenyum bahagia hasil nilai yang ku peroleh.

Seiring berjalannya waktu pendidikan Ilmu Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi pada Universitas Islam Negeri selama dua tahun dengan indeks Prestasi sangat memuaskan telah aku raih.


Pendidikan Ilmu Perpustakaan di Sumatera Barat Khususnya di Kota Padang pertama kali hadir di kampus Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang dan kami adalah angkatan ke dua setelah pertama kali di buka tahun 1998 dengan pendidikan Diploma Dua.


Sebagai mahasiswa tamatan jurusan Ilmu Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi ini aku mulai sibuk mencari lowongan pekerjaan.

Semua lamaran telah aku kirim baik Perpustakaan Sekolah maupun Perpustakaan Perguruan Tinggi. Sembari menunggu panggilan kerja, sebagai orang yang giat dan aktif mencoba juga membuka perpustakaan pribadi untuk keluarga saja. Karena aku nggak mau juga jadi mahasiswa pengangguran di usiaku.


Aku coba membongkar buku-buku yang aku miliki untuk di tata kembali untuk membuka perpustakaan pribadi dilingkungan keluarga saja. Ini berawal dari beberapa buku yang ku miliki barangkali buku yang aku tata ini ada yang membutuhkan. Satu persatu buku tersebut mulai aku proses sesuai dengan ilmu perpustakaan.


Beberapa bulan kemudian aku sedang asyik mengelola buku-buku pribadiku. Tiba-tiba panggilan kerja untuk menjadi pustakawan sekolah di SMAN 2 Padang Panjang ditawarkan langsung oleh sahabatku bernama Riri. Riri sahabat dekatku selama dibangku kuliah berasal dari Padang Panjang.


Tawaran itu aku terima, ayah dan ibu mendukung keputusanku. Ke esokkan harinya aku berangkat dari Padang menuju ke SMAN 2 Padang Panjang yang berjarak dua jam perjalanan.

Nggak terasa mobil Travel yang membawaku sesuai dengan tujuan telah sampai. Sekolah yang ku tuju dengan membawa lamaran pekerjaan menemui langsung kepala sekolah.

Kedatanganku disambut hangat oleh kepala sekolah SMAN 2 Padang Panjang. Saat itu juga aku langsung diwawancara, dengan lancar semua pertanyaan dari kepala sekolah dapat aku jawab apa adanya sesuai dengan disiplin ilmu perpustakaan dan kebutuhan. Kepala sekolah tersenyum dengan jawabanku aku pun siap diterima bergabung sebagai pustakawan sekolah di SMAN 2 Padang Panjang.


Tak lama kemudian aku pulang ke Padang dan menyampaikan berita gembira ini kepada ayah dan ibu.


"Assalamu’alaikum."


"Wa'alaikumussalam."


"Ibu, Ayah, Alhamdulillah Kayla diterima bekerja di SMAN 2 Padang Panjang, besok mulai masuk kerja." Ucap ku pada ayah dan ibu.


"Alhamdulillah nak, duduk lah dulu, Kayla kan capak baru pulang dari Padang Panjang." Ucap ibu padaku.


"Ya bu, tapi Kayla senang bisa diterima kerja, tapi Keyla akan meninggalkan ibu dan ayah serta semua keluarga di sini." Ucap ku yang lagi senang sekaligus sedih meninggalkan keluarga ku di Padang.


"Kayla nggak usah sedih, ayah dan ibu selalu mendoakan untuk keselamatan dan kesuksesan Keyla." Ucap ayah sambil tersenyum bahagia, tapi disisi lain aku juga sedih berpisah jauh dengan ayah dan ibu untuk memulai hidup mandiri di rantau orang.


Hari Pertama Bekerja

1 0

Sarapan Kata

-KMOClub Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 3

-Jumlah Kata 1258 Kata


Hari ini adalah hari petama perpisahan dengan ke dua orang tuaku, belajar hidup mandiri di rantau orang antara Kota Padang dengan Kota Padang Panjang. Untuk melanjutkan hidup mandiri ibu ku telah menyiapkan semua peralatan yang mau di bawa. Sebelum berangkat aku pamitan pada ayah, ibu dan kakak semuanya mendukungku, dan mendoakan agar kelak sukses mengabdi di rantau orang.


Aku berangkat ke Padang Panjang pada pagi harinya, diantar oleh sepupuku dari rumah menuju Tabing tempat aku naik mobil bis, Ibu dan Ayah tidak bisa mengantarkan ku, mereka punya kesibukan masing-masing.


Saat aku berangkat ke Padang Panjang bersama sepupuku naik bis NPM. Selama dalam perjalanan air mata ini selalu menetes dipipi ku, ada dua rasa bahagia dan sedih bercampur dalam jiwa ku. Rasa bahagia dapat diterima bekerja, rasa sedih hidup mulai mandiri tanpa ke dua orang tua.


Pada tanggal 2 September 2002 aku mulai mengabdikan diri bekerja sebagai tenaga honorer di sekolah SMAN 2 Padang Panjang sebagai pustakawannya. Padang Panjang salah satu kota dengan luas wilayah terkecil yang ada di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini dijuluki sebagai kota Serambi Mekah, dan juga dikenal sebagai Mesir van Andalas. Padang Panjang juga pernah menjadi pelopor berkembangnya pendidikan Islam modren Sumatera abad ke-20. Sementara wilayah administrasi kota ini dikelilingi oleh wilayah administrasi Kabupaten Tanah. Kota Padang Panjang kota kecil di kaki gunung-gunung raksasa, Ada Singgalang  di Barat ada Marapi di Timurnya, ada Tandikek agak ke barat daya.


Dalam dunia pendidikan ini adalah pertama kali pengalaman terjun kedunia pendidikan sebagai tenaga honorer sebagai pustakawan sekolah. Pustakawan sekolah dengan latar belakang pendidikan perpustakaan. Kedatanganku sebagai pustakawan sekolah disambut hangat oleh kepala sekolah, lalu diperkenalkan kesemua guru yang mengajar di SMAN 2 itu.


“Bapak-ibu hari ini kita kedatangan seorang pustakawan sekolah dari Padang, dia tamatan Ilmu perpustakaan di Universitas Islam Negeri bernama Kayla.” Ucap kepala sekolah.


‘’Assalamu'alaikum, Bapak dan Ibu semua, perkenalkan nama saya Kayla, saya mulai hari ini bertugas sebagai tenaga pustakawan di SMA ini." Aku tersipu malu dan tersenyum sambil bersalaman juga kesemua guru yang hadir. 


"Ini bu Aisyah yang jadi kepala perpustakaan sebagai pimpinan Kayla, nanti Kayla bisa tanya sama ibu Aisyah ya."


"Baik pak, terima kasih ya pak." Ucap kayla. Lalu Kepala sekolah juga mempekenalkan kepala perpustakaan bernama Ibu Asiyah. Ibu Aisyah  profesinya sebagai guru olah raga.

Setelah perkenalan berlangsung, aku di bawa menuju ke ruangan Perpustakaan.


“Ini perpustakaan kita Kayla, Ibu berharap kedatangan Kayla dapat memberikan warna keceradasan buat pelajar kita agar perpustakaan dapat dimanfaatkan.” Ucap bu Aisyah penuh harap.


"Insyaa Allah bu!, Kayla akan berusaha semampu Kayla bu." Ucap Kayla sambil memperhatikan setiap sudut ruang perpustakaan itu."


"Kira-Kira apa yang bisa kita benahi hari ini Kayla?" Timpal bu Aisyah.


"Kalau boleh tahu berapa jumlah buku kita semuanya bu?"


"Jumlah buku kita semuanya 7.000 eksemplar dengan 5.000 judul, Keyla." Ucap bu Aisyah.


"Boleh pinjam buku Iventarisnya bu!, Kayla mau lihat dulu bukunya." Ucap Kayla.


"Ini buku Iventaris kita Kayla, semuanya lengkap di sini." Ucap bu Aisyah sambil menyerahkan buku Inventaris pada Kayla.


"Terima kasih bu, ini masih menggunakan buku folio biasa ya bu, bagaimana nanti kita beli aja buku Inventasis yang sudah di cetak langsung tinggal kita isi saja sesuai data yang ada di buku tersebut." Ungkap Kayla pada bu Aisyah.


"Baik Kayla, ibu usahakan beli bukunya nanti ya." Kata bu Aisyah.


"Buku pendaftaran anggota perpustakaan kita adakan buk?"


"Buku itu kita nggak punya Kayla, karena Ibu belum membuatnya." Ungkap bu Aisyah.


"Untuk siswa baru saja kita buat buku anggotanya lagi ya bu."


"Baik Kayla, semua ibu serahkan pada Kayla ya, untuk melengkapi data kita." Ucap bu Aisyah.


"Untuk memberikan nomor clasifikasinya menggunakan apa buk?, ada kita pakai DDC bu?" Timpal Kayla selanjutnya.


"DDC itu apa Kayla?, baru kali ini Ibu mengenalnya." Ungkap bu Aisyah.


"DDC adalah buku panduan untuk memberikan nomor calsifikasi pada semua buku yang kita olah, yang wajib ada di sebuah perpustakaan bu." Ucap Kayla.


"Selama ini ibu memberikan nomor pada buku sesuai kebijakan kita saja, tidak ada panduannya Kayla." Ucap bu Aisyah memperlihatkan salah satu buku yang sudah diolah oleh bu Aisyah.


"Maaf ya bu, berdasarkan ilmu perpustakaan dan disiplin ilmu perpustakaan kita harus menggunakan buku pedoman DDC karena ini dapat membantu anak-anak kita mencari buku yang dibutuhkan sebagai sarana temu kembali informasi. Anak-anak pun terbantu karena buku di rak sudah terkelompok satu sabyeknya." Ungkap Kayla.


"Oh, begitu ya Kayla, ibu baru paham." Ungkap bu Aisyah.


"Ya bu, maaf bu, kalau Kayla lihat kebanyakan buku yang di pajang di rak tidak sesuai dengan disiplin ilmu perpustakaannya jauh dari panduan pedoman DDC nya bu." Ucap Kayla pada bu Aisyah tanpa malu mengungkapkan kebenaranya.


"Terima kasih Kayla, ibu harap dengan kedatangan Kayla ini perpustakaan sekokah kita bisa maju ke depannya."  Ungkap bu Aisyah penuh harap pada Kayla.


"Ibu persilahkan kepada Kayla mengolah semua buku yang ada dan sesuaikan dengan ilmu perpustakaan baik dari segi pengolahannya, pelayanan, dan teknisinya." Ungkap bu Aisyah lagi.


"Baik bu, terima kasih bu atas sopportnya." Ucap Kayla.


"Sama-sama Kayla, semoga kita bisa kerja sama dengan baik."


Tanya jawab diruangan Perpustakaan bersama Ibu Aisyah selaku kepala Perpustakaan dan guru Olah Raga membuat suasana mencair. Keakraban aku bersama Ibu Aisyah dimulai menutup jam kerja disekolah. Tak lama kemudian Ibu Asiyah masuk ke kelas untuk mengajar.


“Kayla hari ini layani anak-anak yang meminjam buku saja ya. Ibu sebentar lagi mau mengajar di kelas XI.IPS.1. Ungkap bu Aisyah pada Kayla.


“Baik bu." Ucap Kayla sambil menuntun siswa yang mau pinjam buku pelajaran Geografi.


Besar harapanku perpustakaan yang aku kelola ini kelak, menjadi perpustakaan percontohan di lingkungan sekolah Padang Panjang. Aku bahagia sekali dapat diterima dan bergabung disalah satu sekolah ternama di Padang Panjang.


Tak lama kemudian mata ku mengelilingi semua koleksi yang terpajang di rak. Aku amati satu persatu koleksi yang terpajang ternayata nggak satu pun  koleksi yang diolah sesuai dengan disiplin ilmu perpustakaan. Secara perlahan semua koleksi ini diulang untuk diolah sesuai dengan disiplin ilmu perpustakaan.Keasyikan mengelilingi rak, bunyi bel panjang menandakan waktunya siswa istirahat.


Ini adalah pertamakalinya aku melayani siswa. Siswa pun berbondong berkunjung meminjam buku yang mereka butuhkan. Diluar dugaanku semangat anak-anak membaca cukup tinggi. Diantara anak-anak tersebut ada yang meminjam dan membaca, ada yang belajar mengerjakan tugas. Sepertinya perpustakaan ini digemari, yang mana siswa lain asyik dengan dunianya disini ada yang butuh ilmu.


Siang itu ada seorang anak yang beranama Faisal, lalu tersenyum ramah ke arahku sambil berkata.


“Ibu siapa namamya?, ibu guru pustaka yang baru ya?, asal Ibu dari mana?" Tanya Faisal pada ku. 


"Ya nanda, ibu guru pustaka yang baru, nama ibu Kayla, asal dari Padang." Ucap Kayla pada Faisal.


"Kenalkan namaku Faisal bu. Aku siswa kelas X.2." Kata Faisal pada ku.


"Ya Faisal, salam kenal."


"Oh dari Padang ya bu." Sahut Faisal sambil tersenyum.


"Faisal sering ke perpustakaan ya?"


"Ya bu, Karena belajar di Perpustakaan itu nyaman dan lebih fokus."


"Ibu almamaternya di mana bu?"


"Ibu tamatan pendidikan Ilmu Perpustakaan di Universitas Islam Negeri Faisal."


"Mmmm... emangnya ada ya bu jurusan Ilmu Perpustakaan?"


“Ada kok Faisal, satu-satunya di Sumatera Barat di Kota Padang adanya jurusan Ilmu Perpustakaan.


"Apa orang yang bekerja di perpustakaan harus memiliki dasar Ilmu Perpustakaan bu?"


"Ya Faisal, agar perpustakaan tersebut betul hidup dan digemari sesuai dengan falsafahnya bahwa perpustakaan itu jantungnya pendidikan.


Percakapanku dengan Faisal terhenti karena bel masuk untuk pelajaran berikutnya berbunyi. Faisal anak yang ramah dan sopan pertama kalinya diriku melayani siswa. Pekerjaan  melayani siswa ini baru pertama kali ku alami secara pribadi. Berbagai macam karakter siswa yang dilayani serta ngobrol enak bersama siswa, mencari keakraban antara siswa dengan guru. Ini adalah salah satu kiat menarik siswa berkunjung ke Perpustakaan, sekaligus keramahan di saat melayani dan berbagi pengalaman merupakan daya tarik siswa untuk berkunjung lagi.



Ilmu Yang Berharga Part 1

1 0

Sarapan Kata

-KMOClub Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 4

-Jumlah Kata 710 Kata


Langit begitu indah, udara yang sejuk kota dingin serambi mekkah. Diawali  senyuman merekah dalam jiwa, anak-anak begitu sopan dan ramah menyapa. Aku sebagai tenaga pustakawan honorer termuda diantara guru yang lain. Hari ke dua langkah kerja dimulai dengan mengulang semua proses buku agar sesuai dengan standarnya perpustakaan. Perpustakaan yang baik adalah memberikan kenyamanan buat komunitas sekolah agar kehadiran perpustakaan betul dirasakan.


Kehadiranku sebagai pustakawan sekolah memberikan warna buat sekolah ini. Tiba-tiba Ibu Aisyah datang dan mendampingiku


“Kayla apa yang bisa Ibu bantu?"


"Hari ini bagusnya kita perbaiki buku inventaris dulu ya bu karena tidak sesuai dengan disiplin ilmu Perpustakaan.

Oh begitu ya." Sahut Ibu Aisyah.


"Buku inventaris perpustakaan itu apaan sih Kayla?"


"Buku inventaris itu merupakan tahapan awal dalam pengolahan  bahan pustaka dan memberikan manfaat kemudahan bagi pustakawan pengawasan terhadap buku yang dimiliki."


Neeed…Neeeedd.. itu merupakan  bunyi bel istirahat pada jam pertama, kamipun berhenti sejenak melayani siwa yang meminjam buku. Semua anak-anak begitu antusias mencari buku yang dibutuhkan.”Ibu Kayla.. buku Matematika kelas X dimana ya?? sahut “Ani”. Ani seorang anak yang rajin  berkunjung ke Perpustakaan. Sambil tersenyum Ani ku dampingi menuju rak buku yang dibutuhkan. Ternyata bukunya ada. “Wah..wah.. terimakasih bu Kayla..! Sama-sama Ani sahutku..!. Keramahan dan kelembutan disaat melayani adalah kunci menarik pengunjung  mencari informasi yang dibutuhkan.  Itu adalah tekadku, memberikan kepuasaan kepada pengunjung. Tak lama kemudian jam istirahat sudah habis dan siswapun melanjutkan jam belajarnya.


Proses pengolahan inventaris buku bersama Ibu Aisyah selaku kepala Perpustakaan kembali dilanjutkan, kami sama-sama semangat untuk menciptakan perpustakaan yang digemari buat siswa.Hari ke dua ini proses pengolahan buku cukup padat juga. Setelah semuanya selesai mengiventaris  buku yang diolah kamipun, lanjut memperbaiki klasifikasi  buku.


Berbekal pengetahuan sebagai pustakawan buku panduan DDC (Dewy Desimal Klasifikasinya) sebagai pedoman dalam pemberian klasifikasi juga ku bawa, karena gak semua sekolah dapat memilikinya. DDC ( Dewy Desimal Classification)  bertujuan dapat mengelompokkan subyek terhadap buku siap dilayankan memudahkan temu kembali informasi.


Kekompakan bersama Ibu Aisyah, terus berlanjut merapikan buku peminjaman siswa sesuai dengan prosedurnya, mulai adanya tanggal peminjaman siswa,kelas, judul buku, nama pengarang dan tanggal kembali, Karena kelengkapan seperti ini akan memudahkan membuat laporan kerja jumlah buku yang dipinjam dan dikembalikan serta juga merapikan buku kunjungan siswa perkelasnya. Alhamdulillah apa yang dikerjakan membuat kita terus semangat. Walau hari ini kepadatan kerja sebagai orang baru di sekolah ini sangat menyenangkan. Apa yang disarankan dapat diterima bertujuan memberikan kemudahan buat siswa. Keasyikan  jam kerja telah menunjukan pukul 15.00 Wib bersiap untuk pulang.


“Mari Kayla kita pulang jam kerja sudah habis bilang Ibu Aisyah”. 


“Mari bu sahutku.“ Aku pun pulang sambil jalan kaki, karena rumah yang kutempati tidaklah terlalu jauh. Sampai di rumah aku istirahat sejenak. Rasa lelah, dan capek terbayar sudah dengan semangatku ditambah lagi Ibu Aisyah juga semangat, selalu support apa yang disampaikan untuk kemajuan perpustakaan.


Saat itu rumah yang ditepati adalah milik sahabatku bernama Riri karena belum mendapatkan rumah. Keluarga Riri begitu peduli dan sayang samaku, pertemanan seperti keluarga sendiri, Hari-hari tinggal bersama keluarga Riri menambah kebahagian tersendiri, keluarga yang sederhana cukup religius.


Untuk mengisi waktu sore, kebahagiaanku berlanjut barengan jalan-jalan ke pasar, bersama Riri, melihat berbagai macam kuliner yang menggoda selera. Jarak pasar antara rumah Riru tidaklah begitu jauh. Kota  Padang Panjang merupakan kota kecil hidup nyaman dan biaya hidup nggak terlalu mahal. Akhirnya kita pun sampai di pasar Kuliner.


“Ayo Kayla mau beli apa?" sahut Riri.“


"Aku mau makanan sate aja Ri, sate ala yang enak di sini Ri?" Ucap ku melihat makanan yang berjejer di sepanjang jalan.


“Sate Mak Syukur dulu lah Kayla, sate ini enak dan dagingnya besar-besar." Ucap Riri.


“ Sate Mak Syukur? apa enak ya Ri?" Ucap ku pada Riri.


"Ya Kayla, siapa yang datang ke Padabg Panjang pasti cari sate Mak Syukur, nggak lengkap rasanya kalau nggak mencoba rasanya. Kitapun makan sate bersama.


"Ternyata satenya benar-benar enak lo Riri."


"Iya dong, Keyla. Setiap wisatawan berkunjung ke Padang Panjang pasti sate Mak Syukur jadi incarannya."


Nggak terasa azan magrib telah menghentikan langkah kita untuk shoping hari ini. Akupun dapat membeli perlengkapan yang masih kurang. Tak lama kemudian kita pun sudah sampai di rumah dan cepat-cepat menunaikan shalat magrib. Setelah selesai salat, kebiasaanku membaca al-quran sebanyak dua halaman. Tak terasa air mataku mengalir karena ingat ayah dan ibu di Padang. Kebiasaan kami sekeluarga waktu magrib salat berjamaah dan kita kumpul makan bersama. Suasana seperti itu yang ku rindu susah untuk dilupakan. Sambil tidur air mata ini tak hentinya terus mengalir, rindu yang kurasakan pada ayah dan Ibu begitu kuat.


Semoga saja Ayah dan Ibu selalu sehat dalam lindungan allah SWT dan kuat selalu untuk mencari nafkah keluarga. Karena kelelahan siang hari kerja yang begitu padat, akirnya akupun tertidur pulas.


Ilmu Yang Berharga Part 2

1 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 5

-Jumlah Kata 710 Kata


Keyla terlihat sedih karena rindu pada kedua orang tuanya, ketika itu ada terlintas dalam benaknya kalau ingin menelpon orang tua Keyla.


Keyla pun pergi ke wartel (Warung Telepon). Keyla menekan nomor telepon orang tuanya, setelah tersambung Keyla menanyakan kabar orang tuanya.


"Assalamu'alaikum", terdengar suara Keyla memberi salam pada keluarga di rumah.


"Wa'alaikumussalam", terdengar suara Ibu Kayla yang mengangkat telepon.


"Ibu ya, gimana kabar ibu, ayah dan saudara di sana?, ada sehat saja Kayla rindu sama ibu." Ucap Kayla tanpa henti.


"Alhamdulillah ibu sehat sayang, kenapa Keyla telepon?, kan baru dua hari kita berpisah."


"Ya bu, Kayla kangen, rasanya ada yang kurang dalam diri Kayla."


"Wajar sayang, Kayla yang sabar ya, jangan terlalu hanyut dalam kesedihan."


"Ya bu, Insyaa Allah Kayla kuat."


"Ibu dan ayah selalu doa in Kayla, semoga ke depannya Keyla sukses nak."


"Aamiin, terima kasih ya bu, salam buat ayah, kakak dan adik-adik, Kayla rindu sama semuanya."


"Ya, sayang nanti ibu sampaikan."


"Udah dulu ya bu, Kayla tutup teleponnya, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Kayla menutup teleponnya.


"Ya nak, hati-hati di sana ya, Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh." Terdengar ibu menjawab salam Kayla dan mematikan teleponnya.


Kayla keluar dari kabar telepon umumnya dan membayar uang sewa telepon umum itu, kemudian Keyla pulang ke rumah dengan hati yang gembira setelah melepaskan rasa rindu pada keluarga di Padang.

Di hari yang sama, Kayla di tunggu teman sekamarnya,


"Keyla kemana saja, tadi ada orang yang mencari, dia perempuan namanya Mira, apa Kayla ada janji ketamuan sama Mira tadi?" Kata Rita teman sekamar Kayla.


"Ya Rita, aku lupa, kalau ada janji, apa Mira meninggalkan pesan sama Rita?"


"Ada Key, ini dia menitip baju ini sama aku, untuk disampaikan pada Kayla."


"Wah, Alhamdulillah, terima kasih ya Rita, aku mau mencoba baju ini dulu ya."


Kayla masuk ke kamarnya dan menganti pakain baju dinas yang di kasih oleh Mira kepadanya. Kayla sangat senang dan kembali optimis untuk menatap masa depannya.


Rasa rindu Kayla telah terobati, sekarang Kayla hanya memikirkan masa depan yang ceria, Satu bulan berlalu Kayla menerima gaji pertamanya Rp.250.000,- tetapi Kayla tetap bersyukur atas apa yang telah berikan sebuah pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya yaitu pustakawan, kini Kayla tetap optimis menjalani hari-hari yang berat, sampai suatu saat Keyla disuruh untuk memasukan berkas ke Dinas sebagai tenaga kontrak Pemda.


"Kayla, ini ada berita dari Dinas Pendidikan, kalau Kayla disuruh masukkan berkas ke Dinas, ini oersyaratanya." Ucap bu Aisyah, menyerahkan selembar kertas persyaratan untuk kelengkapan berkas.


"Terima kasih bu, Kayla siapkan berkasnya dulu."


"Ya Keyla, lebih cepat lebih baik lengkapu berkasnya, kalau ada yang kurang bisa kita lengkapi."


"Ya bu, terima kasih ya bu." Kayla lalu mencari semua berkas yang di butuhkan, di foto copy rangkap tiga dan memasukkannya ke map transparan.


Kayla bergegas mengantar bahan dan surat pengantar dari kepala sekolah ke Kantor Dinas Pendidikan, kebetulan kantor Dinas itu berada di samping Sekolah Kayla, jadi Kayla hanya berjalan melewati gerbang sekolah langsung sampai di kantor Dinas Pendidikan.



Sahabat Sejati Part 1

1 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 6

-Jumlah Kata 720 Kata


Di pagi yang cerah, ditemani merdunya suara burung, aku terbangun, dilihat matahari telah menunjukkan jati dirinya, terlihat kegelapan telah berganti menjadi cahaya, aku berangkat ke Padang Panjang dengan Bis NPM selama perjalanan aku berfikir di mana aku akan tidur nanti setelah dari tempat kerja nanti. Semalam aku telah menelepon sahabat ku yang ada di Padang Panjang, Riri dia sahabat ketika aku kuliah di UIN IB Padang, katanya untuk sementara Kayla boleh tinggal di rumahnya sampai dapat kos-kosan.


Riri sahabatku telah di terima di perpustakaan ISI Padang Panjang sebagai PNS, sementera aku baru menjadi tenaga honorer di SMAN 2 Padang Panjang. Sesampai di Padang Panjang aku langsung ke rumah Riri, jarak  rumahnya satu kilo meter dari SMA tempak aku bekerja.


“Assalamualaikum.” Ucapku


"Wa'alaikumussalam." Horeeee, akirnya Keyla datang juga.Silahkan masuk  Keyla, ya inilah rumah Riri, bersama keluarga Key." Ucap Riri pada ku.


"Terima kasih Ri, terima kasih bu telah menerima Keyla di sini." Ucapku pada Riri dan ibunya.


Kelurga Riri merupakan keluarga besar yang akur dan baik. Aku senang melihat keakraban mereka bersaudara. Tak lama kemudian kita makan bersama dan makanan yang aku bawa dari Padang juga aku hidangkan di lantai, kami makan dengan duduk bersimpuh di lantai. Rumah Riri masih terbuat dari kayu, jadi susana yang dingin di kota Padang Panjang jadi terasa hangat bila berada di rumah yang lantai dan dindingnya kayu.


Kami pun makan bersama, canda tawa dari keluarga Riri membuat suasana jadi akrab serasa berada di tengah-tengah keluarga sendiri Setelah itu Riri juga melihatkan kamar buatku. Karena kecapean akupun istirahat dikamar dan langsung tertidur.


Suara azan shubuh telah membangunkanku, dan bergegas untuk ke kamar mandi melaksanakan salat subuh. Kesibukan di pagi hari, ku coba membantu Riri membereskan kan piring-piring kotor di dapur, karena gak enak juga, keluarga Riri begitu baik bagiku. Setelah semuanya selesai aku pun langsung mandi bersiap untuk berangkat kerja. Sebelum berangkat kita pun sarapan bersama.


Jam didinding telah menunjukan pukul 07.00 WIB kami bersiap untuk berangkat kerja. Aku dan Riri sama berangkat kerja. Sekolah ku dengan tempat perpustakaan Riri bekerja hanya berjarak 200 m.


Akhirnya ku telah sampai kesekolah dengan senyuman bahagia, sebahagia bersama anak-anak yang akan menungguku di perpustakaan. Setengah jam berada diruangan perpustakaanku, Ibu Mar bendahara gaji tiba-tiba memanggilku.


"Keyla, ada teman ibu bernama Bu Wati, beliau Kepala TK Kartika I kebetulan beliau lagi cari teman, suaminya sudah meninggal, dan punya anak laki-laki dua orang sedang kuliah ke tiganya di  padang, Apa Keyla mau tinggal bersama bu Wati itu, kalau iya biar ibu sampaikan nanti Key." Ucap bu Mar pada ku.


"Terima kasih informasinya bu Mar, saat ini Keyla tinggal bersama Riri sahabat Keyla."


"Nanti Keyla Ibu pertemuakan dengan beliau ya."


Aku bingung, baru hitungan hari tinggal bersama sahabatku Riri, ini ada lagi tawaran untuk tinggal dengan teman bu Mar bendahara gaji di sekolahku. Tak lama kemudian sepulang kerja, informasi tadi aku sampaian ke Riri.


"Riri, tadi di sekolah ada tawaran dari bu Mar, temannya bu Wati Kepala TK Kartika 1 di Sicata B mengajak Keyla untuk tinggal dengannya karena ibu itu suaminya sudah meninggal dan mempunyai anak 3 orang, semuanya lagi kuliah di Perguruan Tinggi di Kota padang.


"Jadi gimana Keyla kalau Keyla mau boleh. Riri gak maksa. Tapi kita gak bisa bersama lagi." Ucap Riri padaku.


"Riri, di sisi lain aku juga sedih meninggalkan kelurga Riri yang begitu baik buatku." Ucap ku pada sahabatku Riri.


"Kapan Keyla mau tinggal disana?" Ucap Riri terdengar sedih mau berpisah dengan ku.


"Secepatnya Ri, soalnya ibu Wati minta Kayla segera pindah ke sana karena Ibu Wati tinggal sendiri."


"Kalau itu pilihan terbaik Keyla, Riri siap untuk mengantarkan kesana." Ucap Riri.


"Kalu begitu Keyla siap-siap dulu beresin semua barang yang mau di bawa." Kata ku pada Riri.


Sebenarnya diriku juga sedih berpisah tinggal bersama sahabat baiku, tapi disisi lain rasa kasihan terhadap bu Wati juga tumbuh, Akirnya aku berangkat diantarin ke rumah bu Wati ,terlebih dahulu juga pamitan dengan orang tua Riri, Satu pesan dari orang tua Riri yang aku ingat, rajin-rajin dirumah orang anggap dia orang tua kita nanti disana ya. Orang tua yang bijak bagiku selalu memberikan nasehat yang baik buat anknya. Kebahagianku bersama keluarga Riri menjadi momen terindah dalam hidup yang tak pernah terlupakan.


Tak berselang beberapa menit akirnya kita sampai kerumah buk Wati bersama Riri. Rumah bu Wati hanya berjarak lebih kurang 500 meter.


"Assalamu'alaikum bu." Sapa ku pada bu Wati pemilik rumah tempat tinggalku  yang baru.


"Wa'alaikumussalam, Oh Keyla,  silakan masuk Keyla. Sambut bu Wati pada ku dan Riri.


"Kenalkan bu ini Riri sahabat Keyla. Selama ini Keyla tinggal bersama Riri bu." Ungkapku memperkenalkan Riri pada bu Wati.


"Oh ya, jadi Riri sahabat yang Keyla ceritakan itu ya." Ucap bu Wati sambil menjabat tangan Riri.


"Ya bu."


"Riri kerja di mana?"


"Riri kerja di Perpustakaan ISI dekat sekolah Keyla bu. Kita sahabatan waktu kuliah dengan jurusan yang sama bu."


"Bagus donk, sahabat sejati susah di cari Riri."


"Oh ya, bu, di foto itu anak ibu ya?"


" Ya Ri, namanya Melki."


"Melki teman Riri waktu SMA 1 dulu bu, melihat poto nya Riri baru ingat."


"Betul, jadi Riri kenal sama Melki. Sekarang Melki kuliah di Padang Ri."


Terjadilah percakapan yang seru di ruang tamu diantara kita ber tiga. Keakraban sore itu menambah suasana nyaman. Gak terasa hari menjelang magrib, Riri pun pamit untuk pulang ke rumah. Ini adalah hari terkhir aku bersama Riri, kita berpelukan erat dan sembari menghapus air mata yang mengalir dipipiku. Selamat, semoga selalu bahagia tinggal bersama di sini. Anggap bu Wati sebagai orang tua  Keyla ya. Akirnya Riri pulang, dari ke jauhan aku melihat dari raut wajah Riri terlihat sedih berpisah denganku. Tetapi kami bisa selalu bertemu karena tempat kerja kami berdekatan.


Tak terasa sudah delapan bulan aku tinggal bersama bu Wati, karena bu Wati anaknya sudah pada tamat kuliah dan aku tak mungkin serumah dengan anak laki-laki bu Wati maka ku putuskan untuk pindah, kebetulan aku diminta sahabatku Imel untuk tinggal di kos-kosan dekat rumah Riri, aku pun mau karena ada kamar yang kosong, aku bahagia karena dapat kembali berkumpul dengan sahabat ku lagi.



Sahabat Sejati Part 2

1 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 7

-Jumlah Kata 929 Kata


Entah harus bersyukur atau kagak. Sekamar sama teman-teman yang bisa diajak gokil dan gila bareng. Awalnya sih jaim-jaiman, termasuk aku. hehe, ye kali aja yah langsung buka identitas. Gengsi dong cuy.


Seminggu pertama, emang masa-masanya penjajakan aku sama kedua teman ku, namanya Navisah dan Imel. Imel adalah sahabat waktu MTSn, kuliah dan di tempat kos. Aku jadi terasa di rumah sendiri, aku kenal dengan Navisah pas mulai honor kerja di Padang Panjang dia seorang guru bantu di SMAN 2 Padang Panjang, ketika aku kos di sini dia juga mau mencari kos-kosan, sekalian aku ajak dia tinggal bareng di kos-kosan ku.

Ibu Kosku sangat baik namanya bu Nur Haida, suaminya pensiunan bea cukai, di rumah bu Ida hanya tinggal bertiga dengan cucunya Fitri yang masih bayi, dia berpisah dengan bundanya karena Papa dan bundanya melanjutkan kuliah di Yogyakarta, jadi ibu Ida yang mengasuh Fitri dari umur lima bulan.


Rumah kos kami bertingkat dua, kamar di atas ada tiga kamar, di bawah ada dua di tambah kamar ibu dan fitri dua jadi ada tujuh kamar. Masing-masing kamar di huni oleh dua orang.

Ibu ida sangat baik pada kami anak kosnya, dia sering buat makanan untuk kami jadi kami sudah merasa memiliki orang tua kandung, yang kos di sini tidak hanya kami yang bekerja, di sini kami gabung dengan anak mahasiswa ISI mereka banyak dari Aceh, Pekan Paru, Solok, Payakumbuh, dan Pasaman. Semua kami akrab terasa saudara sendiri.


Yah kebetulan yang sangat luar biasa, kita ber tiga teman satu kos.

Aku yang notabennya suka jail di kos. Mendadak sekamar sama teman-teman yang baik, solehah gimana gitu kaya mereka, terlebih salah satu teman sekamar aku Imel, dia pernah Jadi guru ngaji. Sedangakan Navisah, dia teman satu sekolah tempat ku bekerja sekaligus teman curhat ku. Dia anaknya asik. Yah bisa dibilang kalo nggak kuat banget imannya, bisa diajak gila kaya aku. Haha.


Persahabatan kami memang dimulai saat kami bertiga memutuskan untuk bekerja dan merantau di Padang Panjang di tempat yang sama dan ngekost bersama.


Untuk bulan pertama semuanya masih tampak normal, semuanya masih berjalan dengan baik. Walau teman-teman ku mulai menyadari bahwa aku mulai aneh. Aneh di sini maksudnya karakter aku yang unik kali yah. Aku yang suka ngaca, yang suka komat kamit sendri, yang pelupa tingkat akut plus aku yang lainnya deh. Aku salut dah ke mereka berdua, soalnya mereka nggak ada tuh niatan ngusir aku dari kamar mereka. Karena liat karakter aku yang abnormal.


Sempat tuh yah beberapa kejadian aku emang kayanya bikin mereka geleng-geleng kepala karena tingakah laku ku. Yang emang panikan, karena pelupa. Tapi seiring berjalannya waktu Navisah dan Imel memakluminya. Oh yah aku di sini dijadiin anak bungsu. Bukan tanpa alasan sih, karena aku itu emang childish, polos imut gimana gitu. haha jadi teman-teman ku mulai manggil aku dede, cuman entah kenapa panggilan itu berubah jadi ‘Deblo or Mbo’.


Sedang Imel, memang sosok yang paling menonjol keibunya, and dia emang dewasa walau badannya paling imut di antara kita berdua. Nah Navisah? layaknya keluarga bahagia lainnya dia berperan jadi kakak ku. Yah mentok-mentok panggilannya teteh tapi sering gue plesetin jadi tetot. Untuk doi nerima-nerima aja.


Hari-hari ku bersama mereka berdua emang penuh warna dan penuh cerita. Dari yang sedih, bahagia sampai gila bareng. Tapi Imel dan Navisah selalu negasin kalo yang paling gila di antara kita bertiga aku. Dan aku selalu protes.


Tapi mereka punya alibi yang lebih kuat, so aku pun legowo aja.

Seperti persahabatan pada umumnya aku dan mereka sering berantem. Tapi nggak jambak-jambakan kaya bocah yah. Berantem kita lebih high level.


Diam-diaman udah kaya kena sariawan yang gede banget yang buat kita bertiga nggak bisa cuap-cuap. Dan pasti udah bisa nebak dong, suasana kamar jadi awkward. Yang biasanya kamar aku paling heboh, berisik dan rame mendadak sepi kaya kuburan. Aku kalo udah gitu suka merasa nggak nyaman. Jadi aku suka kabur-kaburan dah ke ISI tempat Riri cari ketenangan. Tapi kita jarang kok marahan sampai berminggu-minggu paling juga tiga hari normal lagi. Yah, kali kalo kita gondok-gondokan terus kaya anak SD.


Punya teman sekaligus keluarga kayak mereka itu seru. Aku sering banget dibawelin sama si Imel karena aku yang paling jorok mandi jadi tiap hari minggu beliau pasti ngoceh nyuruh aku mandi. Sedang Navisah, dia lebih ngelindungin aku dari orang-orang yang mau manfaatin. Secara aku memang orangnya nggak bisa bedain mana orang yang bener-bener tulus and baik.

Yah pernah sih karena sikap mereka yang kaya gitu. Aku sempet nggak nyaman. Rasanya aku pengen bilang ke mereka.


"Please deh aku udah gede dan aku bisa bedain yang baik and nggak." Tapi percuma sih. Sempet sih gue bilang kaya gitu, and sumpah aku nggak nyaman banget pas bilangnya. Tapi untung mereka paham. Intinya saat kita punya sahabat. Jagalah mereka sebaik mungakin dan mulailah jujur untuk setiap ketidaknyaman yang kamu rasa.


Persahabatan yang indah diantara kami bertiga sangat unik. Ya, sih dalam pertemanan banyak suka dan dukanya, itu tergantung kita yang menyingkapinya.


Semua akan indah kalau kita bisa membawakannya ke arah yang positif. Cerita di antara kita telah membuat warna dalam kamar kost. Disitulah keunikan dan kelucuan dalam bersahabat. Oh indahnya, sahabat yang baik memberikan kebahagian, di saat hati ini rindu dengan keluarga, sahabatku yang baik menjadi obat pelepasnya. Sahabat sejati selalu ada dalam suka dan duka seperti keluargaku sendiri mereka selalu ada untuk berbagi. Semoga persahabatan  kami abadi sampai akhir hayat. Aamiin.



Sahabat Sejati Part 3

1 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 8

-Jumlah Kata 810 Kata


Pagi itu, cuaca amat cerah, sinar surya menampar jendela kaca kamarku, cahayanya menepis pelupuk mata hingga memaksaku untuk membukanya. Kulihat jam dinding menunjukkan pukul 04.00 WIB.

Perlahan berdiri menuju kamar mandi, aku membersihkan diri dan berwuduk untuk salat tahajud, kulihat Imel masih terngelam dalam mimpinya, kemudian perlahan ku bangunkan dia.


"Mel, bangun, ayok kita salat tahajud." Kata ku sembari mengambil mungkenah dan sajadah.


"Ya Key, sebentar lagi ya." Ucap Imel melanjutkan tidurnya.


"Cepat-cepat bangun, sebentar lagi subuh, nggak bisa shalat sunat tahajud nanti, kan yang rugi Imel juga," kata ku membangunkan sahabatku yang susah sekali bangunnya.


"Oke Key, aku sudah bangun." Ucap Imel dan langsung berdiri ke kamar mandi.


"Gitu donk, ayok kita shalat tahajud lagi." Ucap ku pada Imel.


"Siap bos." Kata Imel pada ku.


Kami pun salat sunat tahajud empat rakaat di tambah witir tiga rakaat.

setelah salat, zikir dan berdoa waktu subuh pun masuk, kami bergegas ke mesjid An-Nur yang berjarak cuma 10 meter dari kosanku.



Selesai salat berjamaah kami berzikir dan berdoa kemudian pulang ke rumah, sebelum salat tahajut aku sudah selesai mandi tadi, sekarang hanya berganti pakain kerja saja dan memakai jilbab terus sarapan.


Imel seorang teman baikku yang telah berbagi sejuta kisah denganku sejak MTSN. Kulihat Imel juga telah siap untuk berangkat kerja dan kami pun berangkat bersama dengan berjalan kaki.


Jarak rumah kosku dengan SMAN 2 tempat kerja hanya sekitar satu kilo meter, tapi karena beberapa hari terakhir turun hujan yang amat deras, jalanan, dan trotoar dipenuhi genangan air dan becek sehingga perjalanan sedikit terhambat karena harus berhati-hati. Sedangkan Imel menunggu mobil KUD di simpang SMK Karya, Imel bekerja di SMAN 1 X Koto dekat Koto Baru.


Benar saja. Di tengah perjalanan, mobil angkutan pribadi melintas dan berpapasan dengan kami. Tiba-tiba mobil tersebut melindas genangan air yang letaknya antara kami dan mobil.


Posisiku yang mengarah ke jalan akhirnya menjadi korban lindasan air dan membasahi pakainku sebelah kanan.


Sontak aku dan Imel kaget, kulihat jam menunjukkan pukul 06.45, artinya tidak lama lagi bel masuk akan berbunyi sehingga tidak memungkinkan kembali ke rumah untuk mengganti pakaian.


Aku sedih, begitu juga dengan Imel saat melihatku. Namun, tiba-tiba saja, Imel mengeluarkan selembar saputangan dari dalam tasnya, dan memberikannya kepadaku.


“Nih, kamu pakai sapu tangan ini aja buat lap-in pakaian mu Kayla, nggak apa-apa kok, pakai aja, biar baju kamu kering dan bersih lagi,” ujar Imel dengan tersenyum pada ku.


Akhirnya kain tersebut aku pakai, hingga bersihlah pakaianku, tapi sapu tangan yang diberikan Imel menjadi kotor. Aku merasa sangat bersalah dan benar-benar memberatkan dia.

Apalagi sapu tangan bersih tersebut akan digunakan untuk menutupi mulutnya karena ternyata dia dalam keadaan batuk dan flu.


"Makasih banyak ya, Mel, kamu memang teman terbaik yang pernah aku kenal, aku nggak bakal ngelupain semua kebaikanmu. Semoga kita tetap bersahabat sampai kapan pun," ujarku sambil menatap Imel sahabatku yang selalu alergi setiap paginya karena udara Padang Panjang dingin apa lagi pada saat hujan.


"Udahlah Key, kamu sahabat baikku sejak MTSN, kita telah melalui semuanya bersamaan, enggak mungkin dong aku biarin kamu pergi ke kantor dengan pakaian kotor seperti tadi. Yuk, berangkat lagi," ujarnya sambil tersenyum.


"Aku bangga memiliki sahabat seperti kalian, dan bagiku kalian adalah sahabat terhebat." Ucap Kayla.


"Terima kasih telah menjadi sahabatku, terima kasih telah menjadi bagian terpenting dalam hidupku." Ucap Imel.


Setelah selesai mengobrol, aku dan Imel melanjutkan perjalanan dengan lebih hati-hati lagi. Imel naik mobil KUD ke sekolahnya dan aku tetap melanjutkan perjalanan ke sekolahku dengan jalan kaki.


Aku teringat kutipan yang pernah aku baca di buku.


"Persahabatan tidak butuh sahabat yang bisa mendampingi dari awal, tapi sahabat yang bisa mendampingi kita sampai akhir."


"Percayalah, bukan pengkhianatan yang akan mengakhirkan kita, namun pertemanan abadi yang akan menemani kita hingga akhir hayat."


"Sahabat adalah seseorang yang menari bersamamu di bawah matahari dan berjalan bersamamu di kegelapan."


"Katakan pada sahabatmu, aku tak bisa berjanji bisa mengatasi masalahmu namun akan kujanjikan kita akan selalu menghadapi masalah itu bersama."


"Teman yang baik akan meminjamkan pundaknya untukmu menangis. Tapi sahabat yang baik akan meminjam cangkul untuk memukul orang yang membuatmu menangis."


"Nikmati waktumu bersama sahabat, sebelum datang waktu di mana kamu tidak bisa bertemu dengan sahabatmu lagi."


Dalam hidupku, sahabat seperti keluarga sendiri. Hadir bersama dan   memberikan sejuta kebahagiaan dalam suka dan duka dan menutup kesedihan menjelma kebahagiaan. Sahabat sejati satu profesi sama- sama mengelola dunia perpustakaan mendukung dunia pendidikan mencerdaskan generasi Indonesia. Persahabatan kita terus mengalir memberikan cahaya pengetahuan literasi dengan bekal ilmu yang dimiliki. Aamiin.




Perjodohan Part 1

1 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 9

-Jumlah Kata 721 Kata



Keasyikan dalam bercanda di kamar bersama sahabatku Mel dan Navisah  terhenti seketika, karena ada panggilan telepon yang ditujukan buatku. Sangat jelas suara itu ditelingaku, suara kakak perempuanku. Dia memberitahu bahwa Ibu dan Ayah telah menerima lamaran dari family ibu sendiri yang anaknya bernama da Fahri, profesi da Fahri yang telah kukenal dari kecil sebagai pengrajin emas seperti bikin cincin, gelang, kalung bermacam model telah dihasilkan dan juga da Fahri kepercayaan dari salah satu tokoh ternama di Kota Padang. Aku heran, kenapa Ayah dan Ibu mau saja menerima lamara ini? Lagian kita masih ada hubungan family tanpa memberi tahukan aku terlebih dahulu, sementara kakak perempuan dan laki-lakiku belum menikah, aku anak yang ketiga dari lima bersaudara   kemerin sore belum tahu apa-apanya.

Berbagai macam pikiran yang datang silih bergantian dalam otakku, aku tetap tak bisa menerima perjodohan ini, andaikan nanti kami berjodoh lalu melan jutkan untuk menikah, apabila pernikahannya hanya seumur jagung lalu kami bercerai, tentunya keluarga besarku akan ribut dan putuslah hubungan silaturahmi saudara diantara kita.


"Apa yang harus aku lakukan ya Allah..tuntunlah diri ini ya Rabb agar ada jalan keluarnya." Gumam ku.


Minggu ini harus pulang ke Padang menemui da Fahri sebagai calonku yang sudah dipersipakan Ayah dan Ibu. Tidurku gelisah menerima telepon dari saudara perempuanku tadi. Mataku menerawang dan nggak terasa air mataku menetes di pipi, begitu cepat aku di jodohkan.

Sekarang hari Sabtu, biasanya aku pulang habis jam kerja kisaran pukul 15.00 WIB.


Aku naik bis NPM pulang ke Padang. Begitu banyak pertanyaan dalam otakku, rasa gelisah dan tidak tenang nampak dalam raut wajahku.Tak lama kemudian jam 18.00 WIB aku sampai di rumah.


“Assalamu'alaikum”  ucapku.


“Wa'alaikum Salam. Keyla.


"Alhamdulillah Keyla udah sampai ya nak." Bilang ibu.


"Alhamdulillah, sudah bu."


"Apa lancar di jalan tadi Keyla?" Tanya Ibu.


“Alhamdulillah lancar bu."


“Ibu udah masakin makanan kesukaan Keyla nak. Pasti Keyla makannya lahap"

“Terima kasih Ibuku sayang, Iya donk, Masakan Ibu paling enak sedunia."


sehabis salat isya kami berkumpul semuanya, ada ayah, ibu, saudara semuanya menceritakan tentang perjodohan ku.


"Keyla tadi siang ada keluarga Fahri silaturahmi menemui Ibu dan Ayah."


"Tujuannya silaturahmi apa bu?"


"Orang tua Fahri mau menjodohkan Fahri dengan Keyla. Orang tuanya gak mau Fahri lepas ke orang lain nak. Dia maunya Keyla."


"Jawaban Ibu dan Ayah apa."


"Semuanya tergantung dengan Keyla. Keyla yang akan menjalaninya nanti."


"Sebagai orang tua Ayah dan Ibu gak memaksa nak. Keyla punya pilihan  sendiri."


"Fahri ini anaknya santun, Shalat lima waktunya  gak pernah ditinggalkan, lagian anknya bertanggung jawab, dan telah memiliki penghasilan sendiri. Insyaallah Keyla akan hidup bahagia kelak nak."


"Kami memberikan gambaran dan pandangan buat Keyla. Kalau ada jodoh yang datang dengan baik lalu kita tolak maka tunggu saja lah bala atau musibah."


"Ayah, Ibu, saat ini Keyla belum mau menikah dulu bu, Keyla lagi melanjutin kuliah. Gimana nanti berumah tangga jadi istri orang begitu sibuknya, kuliah ya juga, kerja iya juga. Lagian Kakak kan belum menikah, masa Keyla duluan menikah bu."


"Key, bagi kakak nggak apa-apa kalau dek Kayla duluan menikah, kakak ikhlas, kalau ada yang datang meminang Keyla duluan saja. Jangan ditunda. Mungkin dalam hidup Keyla yang cepat menikah. Itu yang namanya takdir dek. Kasihan juga kita, orang tua Fahri sangat berharap kalau Keyl a jadi mantunya. Kalau menurut kakak sangat cocok buat Fahri berjodoh dengan Keyla. Semua keluarga besar kita sangat mendukung, itu semua tergantung dengan Keyla aja."


"Ayah, Ibu dan kakak  da Fahri itu kan masih saudara kita juga. Gimana Keyla menumbuhkan cinta dan rasa terhadap da Fahri bu?"


"Makanya Keyla bertemu dulu dengan Fahrinya ya nak."


"Betul Key, jalani aja dulu, lagian da Fahri anaknya baik."


"Ya betul Kayla, jalani aja dulu nak."


"Ayah, Ibu Kayla pikir dulu. Kayla takut memberikan harapan buat orang lain bu. Keyla sebagai tenaga honor, dan sekarang masih kuliah."


"Fahri dan orang tuanya paham dengan kondisi Keyla nak. Mereka menunggu kepastian Keyla aja."


Setelah percakapan terjadi di ruang tamu, aku masuk ke kamar dan langsung tidur, karena sudah kelelahan perjalnan panjang dari Padang Panjang ke Kota Padang.


Di hari pagi yang cerah aku bangun dari tidur langsung mandi dan sarapan. Ibu telah menyediakan sarapan kesukaanku. Karena mau bersiap-siap pergi  kepasar dan toko buku mau beli buku untuk perpustakaan buat anak-anak. Toko buku di Kota Padang seperti Sari Anggrek dan Gramedia memiliki buku yang lengkap dan banyak pilihan  bukunya banyak juga yang Best seller.





Perjodohan Part 2

1 0

KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 10

-Jumlah Kata 1012 Kata


Aku tetap kekeh pada pendirian ku bahwa aku tidak mau di jodohkan, suatu malam Jum'at incim menelpon lagi ke kosku, dia menyampaikan bahwa ayah dan ibu menyuruh aku pulang untuk bertemu dengan Da Fahri sekali saja, agar semua bisa jelas, apa tindakan yang akan diambil setelah pertemuan itu. Aku cerita pada sahabatku Imel.


"Mel, tadi incim telepon, katanya ayah dan ibu menyuruh Keyla pulang besok sekesai kerja untuk bertemu Da Fahri sekali gus membicarakan pertunangan kami." Ucap ku pada Imel.


"Ya Key, pulang saja dulu, lihat Da Fahri itu, ceritakan semuanya padanya, kalau Kayla keberatan dengan perjodohan ini, Keyla nggak mau nanti keluarga kita jadi rusak." Ucap Imel memberi supor pada ku agar berani mengungkapkan semua yang ada dalam pikiranku.


"Ya mel, besok Keyla akan pulang ke Padang, mudah-mudahan ayah dan ibu bisa menerima dan Da Fahri juga paham apa yang Kayla cemaskan." Ucap ku penuh rasa cemas.


"Ya Key, siapa tahu setelah bertemu dan ngobrol, Kayla langsung suka sama Da Fahri, karena dia sudah dewasa dan berpikiran bijak." Canda Imel pada ku.


"Ya Mel, Sabtu besok Keyla mau pulang ke Padang, Keyla akan katakan semua perasaan yang menganjal di hati." Terima kasih Mel, telah menenangkan hatiku, sebagai sahabat yang baik, selalu hadir untuk berbagi Kegalauanku teratasi dengan hadirnya dirimu Mel. Semoga diriku siap bertemu dengan da Fahri. Ucap Keyla.


Sekarang hari Sabtu, siswa belajar hanya setengah hari, tepat jam 12 terdengar bunyi bel panjang. Tuuuuuuut...tuuuuuuut...tuuuuuuuut. Itulah bunyi bel panjang bahwa semua anak dipulangkan. Semuanya dalam ruangan sudah beres akupun siap-siap untuk pulang ke Padang. Bus NPM sudah berada di depan mata. Alhamdulillah tempat duduk yang ku tumpangi ada yang kosong. Wah iringan musik membuat aku tertidur. Mungkin kelelahan, Tak lama kemudian bus tadi berhenti karena, sudah sampai ke tujuan. Seorang Ibu telah membangunku.


"Nak kita udah sampai." Ucap Ibu yang duduk di sebelahku.


"Oh ya bu, aku tertidur, terima kasih bu." Ucap ku.


"Ibu duluan ya nak, angkot ibu sudah di depan." Ucap ibu itu.


"Hati-hati, di jalan bu." Ucap ku pada ibu yang berada di sebelah kanan ku.


Angkot menuju rumahku sudah berada di depan. Hatiku deg-degan akan bertemu dengan da Fahri, sebenarnya aku belum siap, rencanaku masih panjang, aku ingin terlebih dahulu melanjutkan kuliah. Tak lama kemudian ku telah sampai di rumah


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam, Keyla sudah sampai ya nak."


"Alhamdulillah sudah bu. hari ini ibu masak apa?"


"Hari ini Ibu lagi buat masakan yang enak buat Keyla, gulai ikan."


"Ya bu, terima kasih Ibuku sayang."


"Keyla cepat mandi ya nak."


"Kenapa bu?"


"Sebentar lagi Fahri datang untuk bertemu dengan Keyla."


"Ibu Keyla belum siap untuk nikah bu, Keyla ingin melanjutkan kuliah dulu.


"Keyla, yang jelas temui aja nak Fahri dulu ya, nanti Kayla jelaskan maksud dan keinginan Kayla di terima oleh nak Fahri, mana tahu ada kecokcokan kalian berdua."


"Baiklah bu, Keyla akan bicara sama da Fahri."


Tak lama kemudian, setelah aku mandi dan menganti pakaian, berselang setengah jam ada motor baru masuk ke teras rumah.


"Assalamu"alaikum."


"Wa'alaikumssalam, silahkan masuk nak Fahri." Ucap ibu sambil mepersilahkan untuk duduk.


"Terima kasih bu, Keyla nya udah pulang bu?"


"Suadah nak Fahri, sebentar ya, ibu panggil Keyla dulu."


"Terima kasih bu."


"Keyla cepat, nak Fahri udah datang tu."


"Ya bu, sebentar lagi, Keyla keluar." Keyla keluar kamar dan membuatkan air teh untuk Fahri.


"Ini air tehnya da, silahkan di minum." Keyla meletakkan air teh untuk Fahri.


"Terima kasih dek Kayla." Fahri meminum air teh yang dibuatkan Kayla

dan memuji kalau air teh yang dibuat Keyla enak.


"Wah, enak juga teh buatan dek Keyla ya, manis kayak orangnya." Canda Fahri mencairkan suasana yang sedikit kaku.


"Ah, da Fahri bisa aja." Keyla tersipu malu.


"Kapan dek Keyla sampai dari Padang Panjang?" Ucap Fahri


"Dari jam 15.00 WIB tadi da Fahri." Ucap Keyla.


"Kayla udah dengar dari ibu, maksud kedatangan da Fahri, apa tanggapan dek Keyla tentang perjodohan kita?" Ucap Fahri.


"Sudah da Fahri, tapi Keyla belum siap untuk nikah cepat, Keyla mau selesaikan kuliah D.3 dulu, terus Kayla belum PNS da, apa Da Fahri mau menunggu Kayla tamat Kuliah dan tunggu Keyla diangkat jadi PNS dulu?" Ucap Keyla dengan tegas.


"Kapan dek Keyla wisuda D.3 nya?"


"Akhir tahun ini mau wisuda da Fahri, kalau tidak ada halangannya."


"Baguslah, semoga cepat selesai kuliahnya dan nilainya bagus semua."


"Aamiin, terima kasih doanya, Insyaa Allah, kalau kita belajar maka semua ujiannya pasti dapat."


"Gimana rencana Keyla setelah tamat nanti?"


"Kalau kita berjodoh pasti bertemu da Fahri. Keyla masih kuliah, jadi belum ada rencana kedepannya, Keyla minta waktu sampai tamat kuliah."


"Sebentar lagi juga dek Keyla tamat, apa kita bisa tunangan dulu, baru setelah wisuda bisa nikah." Ucap Fahri mendesak Keyla.


"Maaf da Fahri, Keyla belum bisa memberi keputusan, Keyla nggak mau diganggu oleh masalah perjodohan ini dulu, Keyla hanya inggin fokus kukiah dulu." Ucap Keyla pada Fahri.


Hari telah menunjukan jam 18.30 waktu magrib telah masuk, kami sekeluarga dan da Fahri melaksanakan salat berjamaah, yang di imamioleh da Fahri, setelah salat kami pun makan malam, bersama di ruang tengah, setelah makan da Fahri dan ayah bercerita ringan, tak lama kemudian da Fahri pamit untuk pulang pada ayah, ibu, dan Keyla, kami pun mengantar da Fahri sampai ke depan rumah.

Tiba-tiba Ibu datang menghampiri aku yang lagi asyik di kamar membaca buku novel.


"Gimana Key, apa Keyla suka dan merasa nyaman dengan nak Fahri?" Kata ibu penuh antusias.


"Sepertinya Da Fahri ingin cepat untuk menikah bu, Keyla belum siap bu."


"Keyla, kalau laki-laki yang baik datang untuk melamar kita, udah mepan, santun itu calon suami yang baik nak, kalau kita tolak, akan tiba bala. Insyaa Allah Fahri bisa menjadi calon suamidan imam yang baik buat Keyla nak." Ucap ibu pada ku.


"Ya bu, tapi Keyla minta waktu sampai tamat kuliah, Kayla hanya ingin fokus saja untuk kuliah biar nilai Kayla tidak jelek bu." Jelas Keyla pada ibunya.


"Apa nak Fahri setuju?"


"Ya bu, da Fahri bisa menerima segala keputusan Keyla, dia mau bersabar menunggu Keyla.


Tak terasa waktu berlalu sangat cepat, enam bulan setelah da Fahri datang ke rumah ku, aku pun wisuda dari Kampus Universitas Islam Negeri Imambonjol Padang untuk diploma tiga Jurusan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi.


Pernikahan Part 1

1 0

KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 11

-Jumlah Kata Kata 700


Langit yang cerah udara segar seolah memberikan dukungan buatku. Perjodohan yang diatur oleh kedua orang tuaku. Berkat arahan dan bimbingan kedua orang tua, sebagai anak yang patuh dan santun tentang sosok da Fahri  calon suami pilihan kedua orang tuaku harus kujalani. Orang tua selalu memberikan yang terbaik buat anaknya. Semua keluarga mendukung kalau aku dan da Fahri pasangan yang cocok kata mereka.


Aku bermohon dan berdoa ke Allah, Agar pilihan ini yang terbaik dan siap untuk dijalani sebagai istri orang yang baik juga. Kedua belah pihak keluarga telah setuju dan menetapkan hari pernikahanku setelah sebulan wisuda. da Fahri calon suamiku siap menunggu setelah siap wisuda diploma tiga, ilmu perpustakaan, sebelumnya hanya diploma dua, karena itu yang ada di kampus Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.


Tepatnya bulan September adalah hari yang ditungggu-tunggu semua almamater UIN berkumpul di aula untuk menghadiri hari wisuda sebagai diploma tiga ilmu perpustakaan. Ini adalah hari terkahir kita berkumpul dan beraktivitas lagi di kampung halamannya masing-masing sebagai pengelola perpustakaan. Sembari di acara wisuda tersebut aku juga mengundang sahabat agar nantinya dapat menghadiri acara pernikahanku.


"Teman-teman yang ada di sini Keyla mau mengundang ke acara pernikahan Keyla bulan depan, jangan lupa datang ya."


"Wah Keyla, bulan besok mau menikah. Selamatlah kalau begitu setelah wisuda baju hitam, langsung wisuda baju marah..hihiiii..Insyaallah aku akan datang di hari pernikahan sahabatku ini. Ucap Yesi.


"Hei, teman-teman, Keyla bulan depan mau menikah kita hadir ya." Ucap Susan sahabatku yang manis dan imut.


"Mari teman-teman, jangan lupa kita datang di hari pernikahan Keyla ya." Ucap Imel.


"Wuih, Keyla mau menikah, mari kita hadir bersama ya teman-teman." Ucap Riri.


"Aku tunggu ya, mari sembari kita reunian juga teman-teman." Ucap Keyla.


Kebersamaan yang indah bersama sahabat almamaterku bahagia sekali. Kami semua yang wisuda mendapatkan nilai yang bagus dan memuaskan. Pendamping wisudaku juga tak lupa da Fahri juga hadir. Sahabatku yang usil mencandai.


"Wah Keyla sudah ada pendampingnya." Ucap Ria.


"Kenalkan ini calon suamiku, da Fahri."


"Salam kenal dari kami sahabat Keyla da Fahri." Ucap Imel.


Pembuka kenalan tadi kita bersama foto bersama lagi sebagai kenangan- kenangan nantinya.


Sebulan berlalu akirnya hari yang ditunggu keluarga, hari yang sakral dalam hidupku tinggal menghitung jari. Rasanya baru kemarin usia remajaku dan sebentar lagi ke pelaminan. 


Tepatnya bulan November tahun 2005 adalah sejarah dalam hidupku. Ucapan ijab kabul yang lantang diucapkan da Fahri menghalalkan sebagai suami istri.


Dinyatakan syah, kucium tangan da Fahri sebagai suamiku. Kedua orang tuaku dan kedua orangtua da Fahri begitu bahagia dan tersenyum, atas rencananya telah menyatukan aku sebagai menantunya. Senyuman mereka merekah sekali. Pernikahanku yang dihadiri oleh semua famili, sahabatku yang setia mendampingi. Ucapan selamat, dan kebahagian penuh dihari yang sakral ini.


Resepsi digelar, sahabat almamater yang jauh-jauh datang berombongan, undangan sebulan yang lalu khusus buat sahabatku dibagikan dan tidak lupa untuk menghadirinya. Temu kangen di pernikahanku menambah syahdu, dan ucapin selamat dan bahagia tak hentinya terucap dari para tamu undangan. Tak lupa mulutku komat kamit mengucapkan syukur dihari pernikahanku. Sampai usai dan tak ada lagi tamu yang datang. Kitapun menuju kamar. Kebahagian kami berdua diiringi malam yang syahdu dan saling melempar senyum.



Pernikahan Part 2

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 12

-Jumlah Kata 810 Kata


Hari masih tidak terlalu malam saat para tamu undur diri. Tamu yang hanya sedikit semakin mempercepat proses dari ramai menuju sepi. Tapi tidak benar benar sepi. Masih kudengar suara suara dari arah ruang belakang yang hampir semuanya berubah fungsi menjadi dapur. Kadang mereka kompak tertawa bersama. Entah apa yang mereka tertawakan.

Sesekali aku mencuri pandang, menyapu wajahmu hanya dalam satu kali lirikan. Aku tahu, kaupun melakukan hal yang sama. Ya benar, ini memang waktu yang tepat bagi sepasang pengantin baru untuk diam diam saling memperhatikan.

Di saat yang lain, kita saling memandang dan melempar Tanya, kemudian menahan tawa. Semakin ditahan semakin membuat bibir kita tak kuasa mengeluarkan instrumen, jadinya malah mirip ringkikan seekor kuda. Ayah yang kebetulan sedang melintas dekat kamarku spontan bertanya, “Ada apa nak?.” Kata kata itu hanya membuat wajah kau dan aku berubah menjadi merah padam.


“Lho ayo ini mantennya istirahat dulu, kok malah begadang.”

Itu adalah suara Tek Sal, adek kandung dari Ibuku. Aku mengangguk dan melempar senyum. Lalu aku berkata, 


“Ayo da Fahri kita ke kamar.” Lagi lagi aku tersenyum (malam itu aku benar benar murah senyum) dan membalas ucapan da Fahri. 


“Iya dek, kamu duluan aja, nanti da Fahri menyusul.” Tak lama kemudian aku beranjak dan melangkah menuju kamar berkelambu yang memang disediakan untuk kita.


Ah, seharusnya tadi aku mengikuti saran bathinku. Dan di sinilah aku sekarang, di ruang tengah di samping kanan televisi. Jarak antara posisiku dengan kelambu kamar hanya beberapa langkah saja, tapi kenapa otak ini begitu sulit meremote dan menggerakkan kedua kaki? Padahal hati kecilku sudah mengirimkan pesan pada otak.


“Fahri, istirahat dulu,” kali ini anjuran dari Tek Sal tidak di sia-siakan Da Fahri. Segera dia bangkit dan menyusulku ke kamar. Butuh keberanian ekstra untuk melangkah, sungguh aku tidak bohong.

Sesampainya di dalam kamar, aku menjumpai dua keindahan. Selain senyuman da Fahri yang teramat manis, ada juga kudapati kain sprai warna ungu muda mengkilat. Perpaduan yang sempurna. Aku masih tersenyum saat da Fahri mendekat. Sayangnya, aku tidak bisa berlama lama di dalam kamar. Da Fahri lebih memilih kembali keluar kamar dan bergabung dengan teman-temannya yang berkumpul di teras depan rumah. Da Fahri tahu ini pilihan yang sulit, tapi setidaknya itu solusi yang baik untuk meredam suara ehem ehem di luar kamar.


Awalnya gelisah, lama lama aku merasa nyaman ada diantara keluarga besar dan beberapa tetangga. Kakak kakak kandung dan sepupu da Fahri pandai sekali memancingnya untuk bercerita. Ada saja yang mereka tanyakan, mulai dari musik sampai masalah kuliner.


“Istirahat dulu Fahri.”


Ayah menyuruh da Fahri istirahat. Dia beranjak dan pamit pada mereka yang masih bertahan begadang. Mereka tersenyum simpul. Senyum yang aneh, tapi nggak ada waktu lagi untuk memikirkannya. Kali ini Da Fahri benar-benar merindukan kain sprai warna ungu muda mengkilat.


Sesampainya di kamar, Da Fahri terkejut, ternyata aku masih terjaga. Tidak seperti sebelumnya, bibirku tak lagi membentuk perahu tampak samping. Kali ini aku hanya mendapati bibir yang kedua ujungnya melengkung ke bawah. Hmmm, ternyata Da Fahri menungguku.


Da Fahri tertidur pulas di samping ku. Sementara aku masih belum memejamkan mata. Menit yang berlalu hanya gunakan untuk berpikir, bagaimana caranya agar aku bisa keluar kamar tanpa suara? Saat aku memutuskan untuk beranjak, Da Fahri terbangun.


“Mau kemana dek Keyla?” aku hanya tersenyum sebelum kemudian kukatakan uneg uneg ini.


" Mau ke kamar mandi, sebentar lagi mau subuh, ayo kita salat subuh ya da."


“Oke dek, duluan saja nanti da Fahri susul.” begitu jawaban da Fahri sambil menarik selimutnya.


Sementara handuk kuselempangkan di bahu kiri, tangan kananku memegang gayung berisi peralatan mandi. Tak lama kemudian, aku sudah mengendap endap menuju kamar mandi, nyaris tanpa suara. Satu satunya yang membuatku berdebar hanyalah saat membuka pintu belakang dan ada suara kriek kriek. Syukurlah, tampaknya tidak ada yang mendengar itu.


Aku tahu, bahkan di dalam kamar mandi pun hati ini masih dag dig dug. Kukerahkan segala kemampuan dan kepandaianku yang pas-pasan untuk melakukan prosesi mandi dengan meminimalisir suara. Dan aku rasa hasilnya cukup baik. Tinggal satu masalah lagi. Keluar kamar mandi dan sesegera mungkin melangkahkan kaki menuju kamar, berbenah dan sholat. Alhamdulillah, lagi lagi sukses. Tuhan benar benar mengabulkan doa mahluk-Nya yang mengikuti jejak Rosul.


Tak lama kemudian da Fahri pun mandi, dan kami pun siap-siap untuk salat subuh berjamaah.


"Dek Keyla hari ini kamu tampil cantik sekali seperti ingin mengalahkan pesona pagi." Goda da Fahri pada ku.


"Da Fahri bisa saja ngengombalnya, aku jadi malu." Ucap Keyla sambil tersipu malu.


Sekuat tenaga aku mengimbangi da Fahri, pagi ini aku ingin terlihat menarik.


Orang-orang menunggu kami di ruang belakang. Dan kesanalah kami melangkah. Pagi itu aju dan da Fahri memang sangat merindukan sebuah kata bernama sarapan.


Sesampainya di ruang belakang, aku mendapati wajah-wajah menyelidik, senyum yang aneh, dan beberapa kalimat yang lebih terdengar menggodam dari pada menggoda. Sungguh, ini seperti uji nyali di acara televisi. Beratnya tiga kali lipat dibanding ketika aku mendaki puncak Marapi.


Saat aku menatap da Fahri, sangat tampak sekali jika dia tak lebih baik dariku. Ingin sekali aku bertanya padanya.


“Sayang, kenapa semua pasang mata sebegitunya memandang rambutku yang masih terlihat basah?”


Di situasi yang seperti itu, kegilaan dengan mudah menghinggapi otakku. Ya, saat itu aku masih sempat sempatnya berpikir gila,


“Andai aku memakai berjilbab keluar kamar untuk sarapan mungkin ceritanya akan berbeda, tidak ada tatapan mata yang penuh kecurigaan."


Kelak pada saat semuanya berlalu, baru kusadari ternyata wajah-wajah itu begitu mencintai aku dan da Fahri dan mereka sedang menciptakan pagi termanis untuk kami.




Punya Anak Part 1

0 0



Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 13

-Jumlah Kata 810 Kata


Dua bulan setelah menikah aku langsung positif hamil, awalnya cemas bahkan sampai menangis karena merasa belum siap, apalagi kondisiku sudah pisah rumah dan jauh dari orangtua. Berfikir apakah kami sudah mampu untuk menjaga, mendidik, membesarkan dan memberikan masa depan yang baik untuk titipan-Nya?

Suamiku mengatakan agar kami sama-sama merubah cara pandang kami mengenai kesiapan untuk memiliki anak.


Setelah menikah aku masih tinggal bersama orang tua. Perjalanan pekerjaanku  dari Kota Padang menuju Kota Padang Panjang setiap hari kujalani berjarak dua jam perjalanan  Fisikku masih kuat. Rasa cinta setelah menikah makin menguatkan. Benih-benih cinta buat suamiku tercinta mulai tumbuh. Da Fahri suamiku begitu sayang dan penuh tanggung jawab. Benar sekali yang disampaikan kedua orang tuaku, apabila ada laki-laki yang baik datang sebagai calon suami kita, apalagi latar belakangnya dan santun, kita akan dicintai dan menuju keluarga bahagia dunia akhirat. aamin. Setiap sore pulang kerja da Fahri sudah menunggu tempat terakhirnya bus NPM berhenti.


Sebagai istri seutuhnya kewajiban sebagai istri tetap kulayani karena sorga istri itu berada ditangan suami. Tiba-tiba malamnya badanku gak enak,mual,dan meriang, setiap lima menit muntah bolak balik kekamar mandi, jangan-jjangan aku hamil ya.


"Keyla kamu kenapa?"


"Mungkin masuk angin da Fahri."


"Nanti kita cek ke dokter ya, sayang, Uda nggak mau kamu kenapa-kenapa."


"Ya da Fahri."


Siangnya aku bersama suami pergi kedokter mau cek kondisi tubuhku.Wah kayaknya aku harus sabar karena, banyak pasien lagi berobat juga harus menunggu antrian. Sembari menunggu antrian pusing dan mual makin menjadi, akhirnya tiba giliranku masuk keruangan.


"Selamat siang dok."


"Ya, gimana kondisinya bu."


"Pusing dok, mual badan meriang."


"Coba ibu kekamar mandi dan pipisnya ditampung dengan kotak ini ya."


"Baik dok."


"Setelah dites dari pipis ibu,ibu positif hamil, kapan terkahir haidnya bu."


"Alhamdulillah, tanggal 20 terkhir dok"


"Kehamilan ibu sudah masuk 3 minggu bu. Ibu harus jaga kondisinya ya karena ini kehamilan pertama, harus bnyak istirahat, tidak boleh kelelahan."


"Baik dok, saat ini saya bekerja dari Kota Padang ke Kota Padang Panjang berjarak dua jam perjalanan."


"Kalau setiap hari seperti ini bu, kehamilan ibu gak baik, goncangan mobil atau kendaraan di perjalanan kita gak tahu bu, jadi agar sehat dan selamat janin dalam kandungan ibu, tinggal saja di sana bu. Hari ini ibu saya kasih vitamin biar bayinya sehat ya."


"Ya dok, Insyaa Allah saya di Padang Panjang saja tinggal mulai besok dok. Terima kasih dok atas sarannya."


Sepanjang jalan suamiku bermohon agar aku tinggal saja di Padang Panjang, nggak usah bolak balik ke Padang, demi keselamatan bayi kita, buah cinta kami berdua. Aku gak mau meninggalkan da Fahri, selama kehamilan aku mau bersamanya, Karena ini anak pertama.Gak kebayang jika aku meninggalkan suamiku. Aku masih kuat.


"Sayang, kamu harus banyak istirahat, tinggal saja di Padang Panjang, gak usah bolak balik, kasihan donk bayi kita."


"Ya sayang, tapi aku gak mau sendiri di tempat kos, aku masih kuat untuk bolak balik ke Padang."


"Pokoknya kamu harus tinggal di Padang Panjang. kamu gak usah mikirin aku, da Fahri bisa urus diri  sendiri. demi anak kita sayang, ikuti aja yang uda sarankan ya."


Ini adalah hari pertamaku tinggal sendiri tanpa suami. Harus mandiri dan kuat menjalani masa kehamilan. Setiap malam selalu ingat suami. Alhamdulillah dimasa kehamilan  dan pekerjaanku lancar. di sekolah guru-gurupun menyayangiku, bahkan kepala perpustakaan  pun sering membawa masakan goreng belut. Goreng belut itu kalsiumnya  cukup tinggi,bagus buat ibu hamil. Kesepianku  selalu  dihibur bersama teman-teman kos. Teman-teman juga suka membawakan buah, makanan kesukaan selama kehamilan.


Hari yang kutunggu sang suamipun datang berkunjung. untuk menyambutnya aku membuat masakan kesukaannya. Tak lama kemudian  bunyi bel panjang sangat jelas terdengar ting... tong...ting... tong...


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam, Wah da Fahri,  Alhamdulillah udah sampai di sini."


"Ya sayang, Uda bawa keaukaan Keyla, ini kesukaan kamu, khusus buat ibu hamil."


"Terima kasih sayang, suamiku tercinta."


"Semoga anak kita selalu sehat ya sayang." Ucap da Fahri sambil mencium perutku.


Tiap minggu suamiku selalu berkunjung melihat kondisiku, rasa cemas dan kesepian terisi dalam satu minggu. Sekarang adalah cek kandungan ke dokter terdekat.


Dasarnya aku selalu menganggap ngidam itu hanya sugest, ketika ibu hamil banyak dilarang makan ini itu, keinginan dia untuk makan makanan yang macem-macem jadi lebih tinggi, itulah yang aku sebut dengan ngidam. Jadi aku selalu memberikan sugest positif buat bayiku. Alhasil nggak ada ngidam-ngidam dari bulan pertama sampai bulan ketiga si suami aman nggak di ribetin sama calon bayi dan istrinya.


Kebetulan aku dan suami type orang yang nggak percaya semua mitos, kita hanya mendengarkan apa yang dokter bilang. Kalau dengerin mitos mah banyak banget pantangannya, pusing kepala Umi nak.


Nah disaat kebanyakan ibu hamil menggunakan mitos bahwa keberadaan bayilah yang buat dia jadi males bebenah, nggak bisa masak, males dandan, ngidam ini itu, aku justru merasa nggak ada yang berubah, aku masih rajin bebenah, masak dan dandan juga makin rajin hahaa.

Alhamdulillah pengalaman pertama hamil nggak dibuat sulit.


Trimester kedua, mulai dari sekitar 13 hingga 27 minggu kehamilan.

Kandunganku sudah masuk usia 25 week, nggak terasa karena kehamilan ini juga memang nggak membuat aku kerepotan, paling hanya sakit pinggang dan itu mah biasa saja. Masuk ke trisemester kedua aku sudah mulai merasakan tendangan-tendangan kecilnya dan sekarang tendangan nya semakin kuat. Anak ku aktif banget di dalam perut, nggak bisa diam dalam waktu lama, sebentar-sebentar gerak, persis aku deh nggak bisa diam hehhe.


Anakku juga sudah bisa diajak ngobrol, dia sudah hafal mana suara mamanya, suara ayahnya dan mana suara kereta hahha, kalau dielus-elus ayahnya sudah bisa memberikan respon, ahh lucu banget deh.


Waktu 17 week di USG anak ku tengkurep nggak mau lihatin muka dan jenis kelaminnya. Kemudian bulan berikutnya pas USG lagi aku dan suami ajak ngobrol “Anak Umi sama Abi mau lihat yah nak muka dan kelamin mu, nanti kakinya dilebarin yah sayang” dan jreng jreng di USG 4D muka nya langsung tuh dilihatin ke kamera dan pahanya juga dilebarin,


"Mirip siapa ya sayang anak kita."


Beneran ampuh loh mengajak ngobrol janin waktu mau di USG. Tapi di usia sekarang kata dokter masih belum fixed jenis kelaminnya, kemungkinan masih bisa berubah, mudah-mudahan bulan depan sudah pasti anak Umi sudah bisa belanja hehhee.



Punya Anak Part 2

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 14

-Jumlah Kata 810 Kata


Sebagai seorang istri buat suamiku  yang baru menikah, aku mempersiapkan kelahiran anak pertama dengan baik dan teliti. Sebelum adanya tanda kehamilan selalu aku persiapin kalsium, minuman dan vitamin, karena aku berkerja dan bolak-balaik naik mobil umum tentunya harus vit kondisi tubuh setiap harinya.


Kebiasaan tersebut kulanjutkan ketika hamil, seorang ibu hamil harus banyak kalsium dan vitamin yang banyak, agar anak dalam kandungan selalu sehat. Besar harapanku anak dalam kandungan ini kelak menjadi anak yang sholeh dan sholeha, setiap malam dua lembar halaman selalu membaca Alquran, bukan hanya vitamin saja yang harus dilengkapi tapi rohani jiwa Islami sudah ku bangun dari dalam kandungan, karena begitu banyak kegiatan positif selama jauh dari suamiku. Begitu seterusnya yang aku lakukan.


Saatnya aku mengusulkan cuti melahirkan ke Kepsek dan kepala Perpustakaan sekolahku. Karena sudah memasuki kandungan sembilan bulan. Aku maunya melahirkan ada suami dan ke dua orang tuaku sebagai calon cucu pertama bagi keluargaku.


Administrasi cuti telah selesai, dan berkumpul bersama keluarga besar menunggu tanda-tanda melahirkakan.

Tak lama kemudian perutku terasa sakit, melilit luar biasa, suami dan kedua orang tuaku langsung membawa ku ke dokter kandungan, ternyata pembukaan kelahiran sudah ada. Dalam ruangan ada suami tercinta hadir melihat perjuanganku melahirkan anak pertama kami. Elusan dan bisikan serta doa suamiku nggak putus-putus dari mulutnya. Sementara di luar ke dua orang tuaku menunggu harap-harap cemas dan berdoa atas kelancaran  keselamatan saat melahirkan.


Tepatnya setelah azan subuh tanggal 15 September anak pertamaku telah lahir ke dunia dengan bentuk tubuh yang sempurna. Rasa sakit yang luar biasa hilang begitu saja melihat kelahiran anakku. Suamiku langsung azan karena jenis kelamin anakku laki- laki. Dekapan bayi ke tubuhku begitu hangat, ucapan syukur kehadirat Allah dan kebahagian aku telah melahirkan anak pertamku dengan sempurna lahir dengan kondisi normal. Ke dua orang tua dan suamiku begitu bahagia, cucu pertamanya telah lahir. Aku menangis bahagia, suamiku membisikan sebuah kata


"Terima kasih sayang, kamu wanita hebat, ibu hebat telah melahirkan dengan normal. Semoga anak kita kelak menjadi anak yang sholeh dan hafiz Qur'an. Aamin."


"Aamiin, ya da Fahri, terima kasih atas doanya." Ucapku.


Sekarang aku telah menjadi seorang ibu aku harus banyak belajar, bagaimana agar anakku selalu sehat dan mendidiknya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


Aku terharu dan bahagia kesempurnaan sebagai seorang wanita setelah melahirkan seorang anak buat suamiku ke dunia atas izin dan rahmat Allah SWT.


Jarak Yang Memisahkan Parta 1

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 15

-Jumlah Kata 810 Kata


Jarak? Aku menyebutnya bukan penghalang. Melainkan penghubung. Sesuatu seperti penguat atau bahkan bisa jadi suatu penghambat. Semua itu tergantung bagaimana jarak berpihak. Aku menjalani hubungan jarak jauh ini selama hampir setahun. Selama itu juga rasa cinta aku dan da Fahri diuji. Seperti kisah-kisah LDR yang lain. Rasa bosan, jenuh, rindu, sakit, iri terus menghantui di setiap detiknya. Tapi aku tidak menjadikannya beban, karena aku tau jarak ini akan menipis suatu saat nanti.Mungkin ini  kehidupan yang terbaik aku jalani. Hidup itu pilihan. Demi buah hatiku aku harus siap menjalaninya. Bukannya Allah telah berjanji, dalam kesulitan pasti ada kemudahan.


Masa cuti melahirkan selama tiga bulan sudah selesai.  Setelah memiliki anak satu aku pun kembali bekerja di Padang Panjang, anak aku bawa ke padang Panjang beserta ibu yang menjaga Rasya, sementara suami masih tinggal di padang, kerjaannya masih banyak yang harus di siapkan dalam waktu dekat.  Jadi aku dan suami terpisah untuk sementara.Ini kesepakatan kita berdua agar Rasya mendapatkan ASI ekslusif sehat seusianya. Karena Gak mungkin juga bolak balik dari Padang ke Padang Panjang makan waktu 2 jam perjalanan.


"Sayang, da Fahri nggak bisa menemani pergi ke Padang Panjang, karena masih banyak kerjaan yang harus Uda kerjakan, nanti setelah selesai Uda akan nyusul ke Padang Panjang."


"Ya nggak apa-apa da, ibu ada menemani Keyla, setiap sabtu da Fahri kan bisa datang ke Padang Panjang."


"Ya sayang, nanti da Fahri usahakan kerjaannya selesai."


"Ya da, kami selalu setia menanti kedatangan Uda."

"Kita komunikasi lewat HP dulu sayang, kondisi yang membuat kita terpisah oleh jarak."


"Nggak apa-apa da, yang penting kita saling dukung satu sama lain dan saling setia."


Begitulah hari-hari pertama ku mulai masuk bekerja lagi setelah cuti melahirkan. Suasana rumah begitu ramai, karena sebagian sahabat kantor belum sempat berkunjung ke Padang saat Rasya sudah lahir,sekarang rombongan kantor berkunjung, terlihat suasana begitu bahagia sekali. Mereka begitu sayang dan menggendong Rasya kecilku.


Walau jarak yang memisahkan kita berdua hanya doa membuat kita selalu dekat.  Demi kesehatan anakku Rasya alternatifnya untuk sementara waktu kita LDR dulu,agar Rasya penuh mendapatkan ASI ekslusifnya. Perkembangan anakku Rasya sangat bagus sekali. Di usianya termasuk anak yang lincah. setipa hari perkembngan Rasya selalu ku beritahukan pada da Fahri.




Jarak Yang Memisahkan Kita Part 2

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 16

-Jumlah Kata 810 Kata

Sampai tiba suatu pagi, Da Fahri membangunkan aku dari tidur dan mengucapkan selamat pagi dengan manisnya.

"Selamat pagi Sayang, udah bangun, ayo kita salat subuh lagi, sebentar lagi azan subuh berkumandang."

"Ya da, sebentar aku bersih-bersih dulu dan wuduk."

"Da Tunggu di sini ya, yang cepat ya sayang."

Aaahhh… aku tidak bisa berhenti jatuh cinta pada da Fahri, rasa bahagia yang da Fahri ciptakan pagi ini. Dia adalah satu-satunya orang yang mampu membuat aku jatuh cinta berkali-kali dengan rasa cinta yang lebih besar dari sebelumnya. Dia membuatku tak berhenti tersenyum sepanjang pagi. Dia juga membuatku tak berhenti bersyukur pada Allah S.W.T atas nikmat dan kebahagiaan ini.


Keesokan paginya ada pengumuman dari pihak Kepala Tata Usaha salah seorang pegawai mengatakan,bahwa kita yang honor berjumlah tiga orang, diantaranya seorang tenaga pustakawan,bendahara gaji,dan caraka sekolah dinyatakan lulus sebagai pegawai Negeri Sipil sebelumnya telah menyelesaikan administrasi. Ini salah satu  program dari bapak Susilo Bambang Yudhoyono seluruh tenaga honor tanpa tes dinyatakan lulus.


Tepatnya di tahun 2007 aku dinyatakan lulus sebagai Pegawai Negeri Sipil pustakawan sekolah. Rasa bahagia dan bersyukur tak hentinya aku mengucapkan alhamdulillah, semua pihak sekolah mengucapkan kata selamat kepadaku. perjuanganku sebagai tenaga honor telah usai . Semua daerah di Indonesia ditahun itu dinyatakan lulus Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan bidang yang ditekuninya


Allah memberikan rezki di,usiaku yang ke 27 tahun aku dinyatakan lulus Pegawai Negeri Sipil yang pada waktu itu umur anakku yang pertama baru menginjak 1 tahun. Allah maha besar rezeki yang diberikan ditengah kebahagian keluargaku. Rezki tak hentinya bagiku, Aku positif hamil anak kedua.telah masuki kehamilan 8 minggu. Kebahagiaan ini mewarnai dalam kehidupan keluargaku. Suamiku begitu bahagia mendengar informasi ini. Walaupun hubungan kami terpisah LDR tetap berjalan dengan lancar tentunya perhatian dan kominkasi yang baik selalu terjalin diantara kami.


Untuk mendapatkan gaji full yang mana semua Calon Pegawai Negeri Sipil harus melakukan kegiatan Diklat Prajabatan. tepatnya bulan Mei minggu kedua semuanya melakukan kegiatan ini. Kondisi hamil disaat diklat tetap terjalani.Selama diklat begitu banyak ilmu pemerintahan yang digarap seluruh peserta yang mengikutinya. Sang tutor memberikan materi membuat kita semangat mendengarkannya mulai dari kegiatan belajar kelompok maupun yang lainnya


Pada suatu hari acara yang lucu bersama kelompok bergabung dengan kelompok yang lainnya permainan kecil outbound sebagai wanita hamil dalam kegiatan tersebut gak ketinggalan juga. perintah dalam permainan itu, semua kelompok harus dapat menutup semua mata air yang keluar dari lobang lobang kecil paralon. Kita semua menutup dengan beberapa benda yang ada,seperti kain, sapu tangan, dan jilbab. Aku juga ikut berpatisipasi menutup dengan jilbab yang telah ku sediakan Tapi gak ada yang tertutupi, kelompok kami kalah. Kegiatan seru dan bersorak sorai selalu jadi kenangan terindah pada waktu itu. Aku termasuk wanita kuat walaupun hamil aktif mengikuti diklat prajabatan tersebut.

Pengorbanan Suami

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 17

-Jumlah Kata 710 Kata


Da Fahri mulai memikirkan kondisi kami yang berjauhan, dia berusaha untuk melakukan pekerjaannya di Padang Panjang saja, setelah anak ke dua kami lahir, Nabila, nggak mungkin ibu saja yang di andalkan, da Fahri sepakat untuk melepaskan salah satu pekerjaannya yang menyita waktu dan lebih memilih anak dan istrinya.


Tiba-tiba suamiku memutuskan mengikuti untuk hidup bersama di Kota dingin Serambi Mekah Kota Padang Panjang. Kota pendidikan yang religius ini. Suamiku menata hidup bersama nggak berjauhan lagi. Pekerjaannya sebagai pengrajin bisa dikerjakan di kota dingin ini juga, pulang  pergi kerja diantar dan dijemput. Kebahagiaan dan bersatunya kami dalam keluarga serasa ingin hidup seribu tahun lagi. Kita sama-sama berbagi tugas dan tanggung jawab buat ke dua anakku.


Kebersamaan bersama suami tercinta memberikan warna dalam keluargaku. Ini adalah hari yang penuh cinta melihat perkembangan buah hati kami berdua. Pekerjaan kami saling bahu membahu.  Tanggung jawabku sebagai istri full buat suami dan anakku.


Rasa syukur tak hentinya kurasakan. Pulang pergi diantar dan dijemput suami. Aku jadi lebih fokus dalam bekerja ke dua anakku dititipkan ke Paud karena ibu tidak bisa menemaniku di Padang Panjang lagi. Anak-anakku bisa bersosialisasi dengan anak yang lainnya agar mendapatkan pendidikan usia dini. Perkembangan motorik anak lebih cepat diarahkan bersama tim pendidiknya. Paud salah satu upaya tempat pilihan penitipan anakku, bahkan banyak juga pegawai yang lainnya menitipkan anak ke Paud. Begitu banyak pembelajaran dan pendidikan yang diterapkan dalam dunia paud.


Untuk memberikan kebahagian bagi keluargaku, mengisi hari libur, kami menghabiskan pergi membawa anak-anak kebun binatang di Bukittinggi. Berbagai wisata yang ada kami ikuti, karena ini kesempatan besar untuk berwisata. Hari esok kita tak akan pernah tahu. Semua dokumentasi dapat kami abadikan untuk dapat dikenang jika kelak anak-anak sudah besar.


Suamiku tetap mendukung disetiap langkah yang ku ambil untuk perkembangan buah hati kami. Aku bahagia bisa berkumpul dengan suami tercinta, beban yang berat selama ini bisa kami jalani bersama walau suamiku tidak bekerja lagi pada beberapa toko emas. Ini pengorbanan yang luar biasa dari suamiku yang mau melepas pekerjaannya demi abak dan istrinya. Semoga Allah selalu melindungi keluarga kita.



Dilema

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 18

-Jumlah Kata 810 Kata


Hidup itu begitu banyak teka teki yang tak pernah tahu kita akhirnya. Perjalanan hidup yang kita tuju akhirnya kita juga tidak mengetahuinya. Apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan yang diharapkan, hanya rasa syukur membuat hidup terasa indah dan terus dijalani. Apapun itu kehidupannya baik buruknya pahit dan manisnya kita jalani Keindahan dunia yang dibayangkan seakan hanyalah sebuah angan. Bahkan, lebih banyak yang tak sesuai harapan di awal. Ya, memang beginilah kehidupan dunia, bukan tempat untuk menaruh mimpi terlalu jauh. Tak hanya aku, tetapi kita semua pun tahu, dunia ini hanyalah sebagai jembatan dan langkah awal untuk menuju akhirat yang abadi.


Begitu banyak langkah dan jalan cerita yang mesti kita lewati untuk bisa sampai ke kehidupan yang abadi itu. Berusaha selalu mempersiapkan diri dengan bekal amalan agar dapat menjadi hamba terbaik, yang kelak siap saat akan berjumpa dengan-Nya. Berbagai ibadah yang telah diperintahkan oleh-Nya pun wajib kita laksanakan sesuai dengan yang telah dicontohkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam.


Kehidupan yang kujalani bersama Suami gak semulus dibayangkan. Pekerjaan suami sebagai pengrajin emas kembali ke Padang. Disaat ini aku harus memilih jalan terbaik di usia yang ke 30 tahun Allah menganugerahkan lagi anak ke 3 seorang putri cantik. Kondisi ini suami mengambil keputusan agar anak- anakku nomor satu dan dua dibawa ke Padang, satu bersama Ibu, satu bersama suami, yang kecil tetap berada dalam pangkuanku.

Ini adalah tantangan yang besar bagiku dalam menjalankan drama kehidupan ini. Karena suami dan orang tuaku tidak tega melihat kondisi ini. Setiap malam selalu merasa sedih karena tanpa suami dan dua orang anakku sudah jauh gak bersama lagi. Untuk melepaskan kerinduan dan perkembangan anakku tiap minggunya pulang ke Padang. Ada kebahagiaan tersendiri berkumpul setiap walau pun setiap minggunya, itu merupakan waktu yang sangat kurang bagiku. Kepuasaan melepaskan rindu bersama keluarga hanya dua hari. Kehidupan ini terus kujalani jelang anakku masuk sekolah.


Aku harus kuat menjalani kehidupan ini. Allah maha tahu yang memberikan ujian sebatas kemampuan hambanya,  bukannya setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Allah tidak pernah tidur melihat kondisi hambanya.Tak ada sesuatu yang dapat dilakukan selain datangnya kekuatan dari Allah Azza wa Jalla. Tanpa pertolongan-Nya pula, tentu diri ini tak akan sanggup menjalani roda kehidupan yang penuh lika-liku ujian, musibah, dan lainnya.


Bahkan tak sampai di situ, kalau bukan atas izin-Nya, barangkali aku sudah tak bisa lagi mengurus semua keluargaku di tengah kesibukan menjadi seorang PNS yang sibuk dan bolak-balik antar daerah sekaligus menjadi ibu rumah tangga yang terkadang begitu melelahkan. Tetapi, atas pertolongan Allah, raga ini masih dapat berdiri kokoh di atas bumi tercinta dengan penuh rasa syukur.


Menjalani peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus sebagai PNS tentunya bukanlah hal yang mudah. Terlebih tanpa bantuan asisten rumah tangga. Beberapa orang mungkin akan mengatakan.


“Aku lelah, mumet, semuanya”, saat rasa lelah itu datang menghampiri, pun termasuk aku. Tapi sepertinya percuma saja, sudah takdir menjadi seorang ibu rumah tangga yang nyatanya harus siap tahan banting baik secara mental dan fisik.


Berbeda halnya dengan sebagian orang. Di sisi lain beberapa wanita sudah terbiasa dengan peran dan rutinitas pekerjaan rumah tangga. Tapi apa daya, tidak denganku saat baru menjadi seorang istri sekaligus yang bertugas dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.


Kondisi keluarga yang berjauhan anakku yang kecil sering sakit,mungkin iklim hingga imun anakku selalu menurun. Hal ini juga sering memicu izin tidak masuk kantor sebagai pustakawan sekolah. Disisi lain anak- sekolah begitu menanti kedatanganku,mereka happy dan senang bahkan ada juga curhat tentang mata pelajaran yang digemari. Anak-  yang rajin berkunjung selalu mendapatkan hadiah dalam seperti jam Beker,pin, buku, jilbab. Hal ini anak- semangat untuk berkunjung ke perpustakaan. Semua kegiatan menghidupkan perpustakaan selalu didorong oleh kepala Sekolah.


semoga kesabaran yang dapat menguatkan, insyaallah Allah akan menjadi ladang pahala di akhirat kelak bagi istri. Hal ini seperti firman Allah Ta’ala: “Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (QS: Al-Baqarah: 177).

Perjuangan Pindah Kerja Part 1

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 19

-Jumlah Kata 810 Kata


Aku sudah lelah dengan kondisi yang membuat aku terpisah dengan ke dua anak dan suami ku, aku harus bisa mengurus pindah kerja ke Padang biar bisa kumpul dengan orang yang aku sayang. Aku ceritakan semua beban yang terasa menumpuk di kepala ini pada suami.


"Da, Keyla mau pindah saja ke Padang ya, biar kita bisa kumpul bersama dan kita tidak terpisah seperti ini lagi."


"Apa bisa Keyla mengurusnya?"


"Insyaallah Allah bisa da, Keyla coba bicara dengan kepala sekolah dulu, semoga diberikan kemudahan sama Allah."


"Ya sayang, coba lah ceritakan kendala yang Keyla hadapi ini dari hati ke hati pada kepala sekolah, semoga Bapak Kepala Sekolah mengerti dan paham kondisi kita."


"Ya da, Keyla sudah capek menjalani kehidupan kita yang terpisah seperti ini."


Keinginan pindah begitu besar harapanku agar dapat berkumpul dengan anak- anak. Rasya anakku yang sulung mau masuk Sekolah Dasar. Kalau kondisi masih berjauhan juga, suamiku akan kerepotan mengurusnya. Apalagi Rasya baru siap operasi hernia, kesehatannya inten untuk diperhatikan. Pindah jalan satu-satunya bisa untuk berkumpul lagi.Semoga niat mengurus pindah dekat dengan keluarga berjalan dengan lancar.


Pagi itu aku coba menemui kepala sekolah menyampaikan maksud untuk pindah. Dengan bismillah niat sudah disampaikan. Apa yang kusampaikan ternyata kepala sekolah tidak mau melepaskan kepindahanku, apapun itu alasannya, karena tenaga pustakawan sangat terbatas dan penerimaanya sangat rumit.


Segala upaya dan usaha meyakinkan kepala sekolah tidak berhasil. Walaupun begitu akupun pantang menyerah, terus berjuang dan mencari jalan keluar agar proses pindahkan dimudahkan. Semuanya punya tantangan kita tinggal menjalankannya saja.


Tiba-tiba ada sahabatku menyarankan menemui seorang yang sangat berpengaruh di kota Padang Panjang yang membuat kepala sekolah bisa langsung menyetujui memberi surat rekomendasi melepas.


"Keyla, sebaiknya temui dulu Bapak Sekda Kota Padang Panjang." Kata sahabatku Titin.


"Apa bisa kita temui langsung Bapak Sekda itu Tin, soalnya Keyla belum pernah ketemu denfan beliau."


"Coba dulu, siapa tahu Bapak Sekda bisa memberikan surat rekomendasi untuk Keyla."


"Besok pagi Keyla akan ke rumah Bapak Sekda dan menceritakan maksud Keyla pindah sama Beliau."


"Semangat Key, jangan mudah menyerah, semoga Allah mempermudah segala urusan Keyla. Aamiin." Ucap Titin memberi suport pada ku.


"Terima kasih Tin, atas suport y, Keyla akan berusaha sebisa mungkin."


Saran itu aku jalankan, kucoba beranikan diri menemui beliau serta menjelaskan alasan untuk pindah bertujuan berkumpul dengan keluarga. Beliau begitu baik sosok yang teduh dekat dengan masyarakat. Pertemuan dengan beliau mencairkan suasana serta memudahkan proses untuk pindah.


Perjuangan ku akirnya membuahkan hasil. Bapak Sekda ternyata beliau orang yang begitu peduli dan merakyat akirnya memo dari Bapak Sekda ku berikan ke Kepala Sekolah dan aku pun bisa melanjutkan berkas Ke BKD.


Perjuangan Pindah Kerja Part 2

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 20

-Jumlah Kata 710 Kata


Perjuangan untuk pindah tidak sampai di sini saja. Aku sudah berusaha untuk kesana kemari sampai anak dan suami tidak terurus lagi, hal itu ku usahakan sampai tiga tahun lamanya. Bahkan bahan yang sudah ku kirim tidak diproses sama sekali. Aku hanya pasrah pada Allah dan selalu berdoa agar diberi kemudahan dalam mengurus pindah tugas ke Padang demi berkumpul dengan suami dan anak-anak.


"Da, apa usaha Keyla ini bisa membuahkan hasil, sudah tiga tahun ini Keyla berusaha, tetapi belum ada jawaban dari BKD Padang."


"Sabar saja sayang, mudah-mudahan ada berita baik dari BKD Padang."


"Coba Keyla cek lagi ke BKD, siapa tahu bahannya tidak diproses."


"Ya da, besok akan Keyla tanya lagi, sampai dimana bahan Keyla."


"Oke sayang, Uda selalu suport Keyla."


Proses pindah kerja yang aku bayangkan tak semudah dilakukan. Begitu banyak kesabaran untuk menunggu hasilnya. Sahabat tercinta ku Gustin, kami sama-sama berjuang memajukan perpustakaan untuk siswa menjadi sangat sedih, karena teman tuk berbagi akan meninggalkannya. Kenangan indah dalam mengembangkan perpustakaan begitu sulit. Suka dan duka dalam dunia kerja begitu banyak yang kita lewati.


"Sebentar lagi kamu akan meninggalkan sekolah ini Key.

Sebagai sahabatmu aku ikhlas kepergianmu demi keluarga, tapi disisi lain kepergiaan mu menjadi dukaku Key.


"Aku tahu Gustin, kondisi yang membuat persahabatan kita sampai disini. Walau kita jauh namun dekat di doa. semoga setelah peninggalanku kelak perpustakaan ini akan lebih maju dan anak- makin banyak berkunjung.


"Gimana aku akan semangat tanpa dirimu Key. Ilmu perpustakaan itu ada padamu, sedangkan aku pendidikan bahasa, itu sangat jauh sekali. cara kita untuk bersatu membangun inovasi selalu hadir sekarang dan nanti itu akan hilang.


Aku berharap kamu bisa walau pun tamatan pendidikan bahasa, orang yang menguasai bahasa akan banyak berinovasi memajukan suatu bidang yang ditekuni.


Percakapanku terhenti, tiba-tiba seorang siswi memelukku dengan erat, siswi begitu dekat denganku, sering mendapatkan hadiah, rajin berkunjung, meminjam buku, siswi yang cerdas juara kelas menangis serta tempat curhat dan berbagi tentang mata pelajarannya. tersedu entah dari mana dia tahu proses pindahku.


Perpisahan

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 21

-Jumlah Kata 810 Kata


Akhirnya penantian dengan perjuangan yang panjang surat pindahku sudah selesai diproses. Tiba-tiba salah seorang pegawai kantor Wali Kota Padang Panjang meneleponku menyatakan surat keputusan pindah segera diambil, sujud syukur langsung kulakukan ucapan syukur atas perjuangan ini Allah  maha besar, Allah maha pengasih buat hambanya.


Dengan semangat dan rasa bahagia langsung menuju ke Kamtor Wali kota mengambil surat keputusan pindahku.

Setelah itu, surat keputusan pindah tersebut ku ajukan  ke Kepala Sekolah. Ada rasa haru terlihat diwajahnya atas kebahagiaanku menerima surat pindah tersebut.


"Selamat buatmu Keyla. Perjuanganmu untuk berkumpul dengan keluarga telah terwujud. Namun disisi lain, pengganti sepertimu sulit juga untuk ditepati disekolah ini. Kamu orangnya sungguh- sungguh memajukan perpustakaan bahkan siswapun begitu dekat denganmu.


"Terima kasih atas perhatian Ibu, Semoga saja ada pengganti Keyla nantinya bu, lebih memajukan perpustakaan kita, membuat anak- anak lebih cinta lagi ke perpustakaan sebagai tempat belajarnya.


Barusan keluar dari ruang kepala sekolah dan guru-guru menyalamiku mengucapkan selamat atas proses pindahku satu persatu guru memelukku, ada rasa haru nggak terasa linangan air mata menetes dipipiku, begitu dekatnya guru terhadapku, kepergian sebentar lagi membuat kecewa sekolah yang telah memberikan warna dalam profesiku, yang pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil dimulai dari sekolah ini.


Diluarpun anak-anak telah menungguku. Mereka histeris karena sudah tahu beberapa hari lagi aku akan meninggalkan sekolah yang mereka cintai ini.


"Ibu Keyla, Ibu...Ibuuuuuuuu mereka memelukku dengan erat Ibu nggak sayang ke kita semuanya, mau meninggalkan sekolah ini, siapa lagi mencarikan buku yang kita butuhkan, siapa lagi yang membuat perpustakaan ini hidup dan ramai berkunjung, siapa lagi teman curhat, kemana lagi kita meminta kumpulan soal-soal ujian yang dibutuhkan ketika mau ujian. Ucapan siswa dan siswi membuat air mataku makin deras keluar.


"Wahai siswa-siswi yang ibu sayangi, kalau nggak ada ibu, ibu Gustin yang baik ada di perpustakaan, Peran ibu Gustin telah mewakili kehadiran Ibu nantinya ya. Apapun itu kebutuhan kalian nantinya akan terpenuhi. Tanpa Ibu Gustin perpustakaan yang kalian cintai ini nggak dapat berjalan dengan lancar. Ibu Gustin orangnya ulet dan banyak kreasinya ya.


"Ya Allah ya Rabbi, begitu dekatnya guru dan siswa terhadap ku disekolah ini. Semuanya kecewa, semuanya peduli dan perhatian terhadap semua yang ku lakukan selama mengabdikan diri sebagai pustakawan sekolah telah berjalan lebih kurang 15 tahun yang silam.


Tepatnya bulan Juni tahun  2014 hari perpisahan siswa SMAN 2 Padang Panjang dilaksanakan. Semua acara telah disusun dengan baik dan lancar, diantaranya perpisahan siswa perpisahan guru yang pensiun dan sekaligus perpisahan pegawai yang pindah khususnya buatku. Tiba giliranku menyampaikan kata sambutan, dengan lantang aku mengucapkan banyak terima kasih terhadap komunitas sekolah atas kerjasama kemajuan perpustakaan dan telah menerima kehadiranku selama puluhan tahun sebagai pustakawan sekolah sebagai awal kesuksesanku. Di pertengahan sambutan kata aku terhenti karena, tiba-tiba datang seorang  siswa yang paling aku kenal memberikan sekuntum bunga sambil menangis dan memelukku, suasana semakin terharu. Diakhir acara guru dan siswa menyalamiku dan mengucapkan sukses untuk menuju ke tempat dunia kerja yang baru. Terlihat terkahir salaman sahabat seperjuanganku Gustin sangat terharu akan kepergainku, yang selam ini kita saling berbagi, saling berinovasi saling memajukan perpustakaan hingga membuat siswa betah dan nyaman di perpustakaan.


Semua acara perpisahan telah usai acara perpisahan bersama keluarga besar SMAN 2 Padang Panjang telah usai juga. Tempat kerja baru di Kota Padang telah siap juga menerimaku dengan senang hati.


Akirnya kebersamaan untuk berkumpul dengan keluarga terwujud. Rasa bahagia dan syukur tak hentinya aku persembahan ke Allah. Perjuangan demi perjuangan, tantangan demi tantangan telah aku jalani. Rasa bahagia itu tak hentinya lagi, sang suami tercinta uda Fahri telah menyiapkan rumah untuk keluarga kami tercinta. Menepati rumah baru yang diidamkan telah terwujud juga. Rumah adalah sorga dalam keluarga membina keluarga sakinah mawadah dan warrahmah.



Dunia Baru Part 1

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 22

-Jumlah Kata 810 Kata


Allah berjanji dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Perjuangan telah menampakan hasil. Hadiah terindah dibalik perjuangan tersebut suami menghadiahkan sebuah rumah buat kita berkumpul, bersatu. Di usia anak-anaku yang masih kecil rumah buat keluarga sudah tersedia. ini planning yang disusun oleh da Fahri kerja pindah ke Padang kita harus mandiri menata rumah mendidik  anak- anak cara kita berdua.


Tepatnya tahun 2014 selepas dari pustakawan sekolah yang biasanya melayani komunitas sekolah sekarang, kerjaku beralih ke Kantor Arsip, Perpustakaan dan Dokumentasi Kota Padang dan melayani masyarakat baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, pegawai, dan Umum.


"Keyla, sebagai pegawai baru pindah berdasarkan Surat Keputusannya dikantor ini kamu bagian bidang perpustakaan ya. Majukanlah perpustakaan sesuai dengan ilmu yang telah dikembangkan ujar Kepala Kantor."


"Insya Allah pak, berkat tim nantinya kita akan tingkatkan promosi perpustakaan untuk gemarkan budaya baca sebagai visi misi dari kantor kota buat masyarakat Kota Padang.


"Bagus terus semangat dan terus gali ilmu perpustakaan buat kantor kita ya."


Hari pertama sebagai pegawai baru di Kantor Perpustakaan Kota Padang sambil perkenalan dan menjalin silaturahmi satu persatu ku salami semua pegawai yang ada dimulai dari bagian sekretariat, bidang pembinaan, bidang kearsipan dan bidang sendiri yaitu bidang perpustakaan. Semua pegawainya baik-baik dan selalu tersenyum setiap ku bertatap muka. Senyuman itu seolah menambah keakraban sebagai orang yang baru.


Dunia kerja kantoran dengan dunia kerja di sekolah sangatlah jauh berbeda. Hari pertama ini bidang Perpustakaan mengadakan briving bersama Kasi Perpustakaan. Berhubung sebagai pegawai baru di kantor aku dibimbing dan dikenalkan bentuk kegiatan kerja yang telah berjalan.Seperti adanya kegiatan layanan sirkulasi layanan perpustakaan keliling, kegiatan pengolah bahan pustaka, lomba bercerita anak dan kegiatan lembur di hari Sabtu dan Minggu.


Pegawai dibidang Perpustakaan berjumlah 5 orang diantaranya ada seorang pustakawan senior usianya sesepuh sebentar lagi mau purna bakhti bernama Ibu Murniati Akas. Dari beliaulah aku dibimbing dan diarahkan tentang seluk beluk pekerjaan  perpustakaan.


Ini adalah hari pertama aku diajak pergi ke lapangan bersama armada mobil Layanan Perpustakaan Keliling bersama Nico. Nico diberi kepercayaan membawa mobil Layanan Perpustakaan Keliling. Tujuan Layanan Perpustakaan Keliling hari ini ke Sekolah, Ke Taman Bacaan Masyarakat dan Perpustakaa Mesjid.


"Tiiiiiiiiiiiiiit...tiiiiiiiiit..." Itu bunyi bel sekolah kita datang tepat waktunya.  Semua anak-anak diarahkan oleh wali kelas masing-masing untuk membaca buku di halaman sekolah karena mobil Layanan Perpustakaan Keliling Kota Padang sudah datang. Anak-anak duduk dengan rapinya. Satu persatu buku bacaan yang tersedia dibaca sesuai buku yang diminati oleh siswa. Pemandangan ini luar biasa sekali. Semua siswa fokus dengan buku yang dibacanya. Antusias siswa tinggi sekali. Kesempatan yang kita sediakan buat siswa di sekolah diberikan selama 1 jam penuh. Kita memberikan kepuasaan buat pelajar menumbuhkan minat dan gemar membaca buat generasi Indonesia. Tujuan kegiatan ini dapat mendukung pemerintah dalam dunia pendidikan.


Untuk meningkatkan literasi bagi siswa Ada seorang anak bernama Aisyah berani tampil kedepan dihadapan kami semua,membacakan kembali buku yang telah dibacanya tadi.


"Perkenalkan namaku Aisyah lho. Hari ini aku membacakan cerita yang sudah ku baca tadi berjudul 'Si Kancil'.

Kancil yang baik suka menolong sahabatnya dalam kesusahan. Kancil pandai bergaul disenangi semua sahabatnya, begitulah cerita yang disampaikan Aisyah panjang lebar."


"Terima kasih Aisyah telah membacakan ceritanya tadi Mari berikan tepuk tangan yang meriah buat Aisyah sahabat kita." Sahut wali kelasnya.



Dunia Baru Part 2

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 23

-Jumlah Kata 510 Kata


Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kota Padang setiap tahunnya melakukan kegiatan pengadaan bahan pustaka sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Sebelum kedatangan buku yang kita proses terlebih dahulu Kasi Perpustakaan mengarahkan seleksi buku -buku terupdate melalui katalog yang dibutuhkan bagi pemustaka.


"Keyla, Ini ada beberapa katalog buku, boleh dibantu kira-kira mana buku yang dibutuhkan pemustaka saat ini.ujar kasi


"Siap pak, Coba dilihat dulu pak sesuai dengan judul dan tahun terbitnya. Karena bahan pustaka yang update menentukan minat dan kunjungan.


Setelah diserahkannya beberapa katalog buku, dengan fokus aku memilih buku sesuai dengan kebutuhan pemustaka, dimulai dari bahan pustaka clasifikasi 000-900. Semua persiapin pembelian bahan pustaka melalui katalog buku diserahkan ke Kasi p

Perpustakaan.


Sebulan setelah itu pemilihan bahan pustaka sudah datang dan siap untuk diproses berdasarkan disiplin ilmu Perpustakaan.Proses ini gak jauh beda dengan proses pengolahan buku yang telah aku lakukan sebelumnya di sekolah puluhan tahun yang lalu,cuman yang membuat bedanya hanya lebih banyak koleksi umumnya.


Dengan semangat bersama tim kita langsung proses bahan pustaka dimulai dari pengolahan seperti memberi stempel buku,menulis kedalam.buku inventaris, pemasangan kantong dan kartu buku, memberikan nomor klasifikasinya sesuai dengan judul dan sabyeknya dan langkah terakhir pengentrian bahan pustaka dengan menggunakan aplikasi INLISLITE untuk dapat online ke OPAC kemudahan buat pemustaka bahan pustaka yang dicari sesuai dengan kebutuhannya dan bahan pustaka siap dilayankan berdasarkan rak dan kelompok sabyeknya masing masing dimulai dari klasifikasi 000-900


Beginilah kesibukan dalam proses pengolahan bahan pustaka yang dilakukan tiap tahunnya. Pekerjaan yang aku lakoni hanya Hitungan bulan ditugaskan pada bidang Perpustakaan karena, kepala Kantor memilihku menarikku sebagai sesprinya. Sespri sebelumnya telah pindah ke kantor yang lainnya. Apa boleh buat semuanya aku jalankan, barangkali ini ilmu baru juga bagiku sebagai pegawai baru.


Sekretaris Pribadi bagi Kepala Kantor mengajariku datang dengan disipin.mengingatkan agenda setiap kegiatan,serta kelengkapan administrasi yang dibutuhkan bagi pimpinan. Selama menjadi sespri bagi pimpinan begitu banyak ilmu yang kudapatkan, pimpinan begitu baik dan perhatian selama menjadi sespinya. Ini pengalaman berharga bagiku dalam dunia baru perkantoran. 


Berbagai macam pekerjaan yang ku handle seperti penerimaan surat mask dan keluar  dan kelengkapan pemberian nomor pada surat berdasarkan sabyeknya masing masing. Pekerjaan sebagai sesprinya  ini hanya hitungan bulan karena dibidang perpustakaan kekurangan tenaga pustakawan. Dengan kebijakan Kepala kantor aku dikembalikan ke bidang Perpustakaan sesuai dengan ilmuku.


Jabatan Pustakawan

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 24,

-Jumlah Kata 1010 Kata


Kebijakan Kepala Kantor mengembalikan aku kembali ke bidang Perpustakaan merupakan kesempatan besar. Jabatan fungsional pustakawan sebagai profesi itu adalah pilihanku.


"Keyla, sekarang ibu mengembalikan ke bidang semula lagi ya, bidang perpustakaan. Karena jumlah jabatan pustakawan di kantor kita ini minim sekali. Ibu berharap kelak Perpustakaan ini maju tumbuh dan berkembang dikelola oleh para pustakawan.


"Terima kasih bu, atas kebijakannya mengembalikan Keyla ke bidang Perpustakaan lagi.

Insya Allah Keyla terus belajar memajukan Perpustakan.


Keesokan harinya aku menghadap ke Bapak  Kasi Perpustakaan karena bergabung lagi di bidang perpustakaan. Mendengar hal ini  bapak Kasipun mendukungku dan memberikan semangat untuk mengusulkan jabatan fungsional pustakawan


"Keyla, segera usulkan jabatan fungsional pustakawannya ya, agar jumlah jabatan fungsional pustakawan kita bertambah, ujar bapak Kasi.


"Siap pak, mohon bimbingannya dari Bapak juga, gimana prosedur dan langkah pengusulan sebagai jabatan fungsional pustakawannya pak?"


"Coba Keyla lihat petunjuk teknis jabatan fungsional pustakawan dalam Perka No 11 tahun 2015. Disana ada pembagian butiran kerja pustakan sesuai dengan pendidikannya"


"Terima kasih pak atas saran informasinya pak."


Mendapatkan dukungan dari bapak Kasi bidang perpustakaan aku langsung membaca dan memahami segala aturan tentang topoksi jabatan fungsional pustakawan sesuai dengan pendidikannya. Saat ini pendidikanku baru  Diploma III, berarti jabatan fungsional pustakawan baru tingkat terampil. Untung saja berkas dokumentasi di tempat kerja sebelumnya masih tersimpan rapi, karena dasar untuk mengajukan jabatan fungsional pustakawan tersebut itu adalah bukti fisik dalam pembuatan DUPAK daftar Usulan penetapan angka kredit.


Berdasarkan juknis tersebut pembuatan DUPAK secara perlahan terselesaikan sesuai dengan aturan butirannya kerjanya.Di kantorku jumlah pustakawan sangat minim sekali belum memenuhi syarat untuk tim penilai dari hasil kerja pustakawan di Kota Padang, maka yang berhak menilai kerja jabatan fungsional pustakawan adalah pihak pustakawan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, karena jumlah pustakawannya telah memenuhi persyaratan.


Lamanya proses penilaian hasil kerja DUPAK yang ku buat dari pustakawan propinsi hitungan 3 bulan dengan jumlah Penetapan Angka Kreditnya memenuhi persyaratan. dan bisa juga untuk tabungan berikutnya.


Berdasarkan PAK yang telah ditentukan dan dinilai oleh pihak pustakawan provinsi langsung diserahkan ke BKSDM Kota Padang untuk segera diproses sesuai dengan aturan dan juknis kepustakawan. Proses demi proses akirnya jabatan fungsional pustakawanku yang ditunggu-tunggu selesai juga.Terhitung mulainya  Surat Keputusan jabatan fungsional pustakawan tingkat terampil tepatnya pada tahun 2015 telah keluar


Berita gembira ini langsung kusampaikan kepada bapak kasi bidang perpustakaan dan Kepala Kantor.


"Selamat Keyla atas jabatan fungsional pustakawannya ya.semangat dan berimovasi terus mengembangkan perpustakaan kita ini.ujar bapak kasiku."


"Selamat buat Keyla ya. Terus gali pengetahuan tentang ilmu kepustakawanan memajukan perpustakaan kita."


"Terima kasih bapak, Ibu, atas doa dan dukungannya buat Keyla ya. Mohon dukungan dan bimbingan bapak, ibu juga."


Semua sahabat kantor mengucapkan selamat buatku atas jabatan fungsional pustakawan. Menjabat sebagai pustakawan ini, merupakan tantangan besar dan PR buatku untuk memajukan perpustakaan menumbuhkan minat dan gemar membaca mencerdaskan generasi Indonesia dengan membaca ditengah kondisi diera digital ini. Yang mana informasi dengan mudah diakses secara bebas  dengan cepat tanpa orang berkunjung  Keperpustakaan


Lomba Pustakawan Berprestasi Part 1

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 25

-Jumlah Kata 810 Kata


Dalam dunia perpustakaan jabatan sebagai pustakawan memiliki peran penting mendukung pemerintah dalam dunia pendidikan. Banyak hal dan cara mengembangkan diri sebagai pustakawan yang kulakoni seperti mengikuti seminar, worshop, dan bintek baik dari Provinsi sendiri maupun dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Satu persatu semua kegiatan dapat diikuti. Acara kepustakawan ini telah menamabah sahabat dari beberapa kabupaten kota dalam provinsi.


Melalui kegiatan ini juga pembekalan demi pembekalan pengembangan diri sebagai pustakawan secara langsung kita terdidik dalam berkominkasi dengan orang lain disegi pelayanan. Seorang pustakawan tidak hanya berkitat dengan buku bukan penjaga buku seperti paradigma yang mengatakan, bahkan seorang pustakawan harus mampu membuka peradaban dalam menumuh kembngkan minat dan gemar membaca.


"Keyla bapak dapat undangan dari Perpustakaan Provinsi tahun ini ada loma Pustakawan Berprestas tingkat Sumbar."


"Ya pak, tetapi Keyla pengalaman jadi pustakawan di Kantor kita ini masih pemula pak."


"Nggak apa-apa Keyla, coba ikuti saja dulu, pelajari hal-hal yang berhubungan dengan kepustakawanan ya, setidaknya cari pengalaman saja."


"Baik pak." Ucap ku pada bapak Kasi.


Bapak Kasi begitu semangat memberikan dukungan terhadapku, ya mungkin ini kesempatan buat ku mengikuti kegiatan bersama pustakawan sekabupaten/kota sambil kita reunian dengan teman pustakawan lainnya. Kucoba mempelajari juknis kepustakawanan dan undang-undang Perpustakaan persiapin dari lomba tersebut.


Ini adalah hari yang ditunggu para pustakawan yang mengikuti lomba. Semua peserta telah memenuhi persyaratan. Jam telah menunjukan pukul 9 pagi lomba telah dimulai. Dalam lomba tersebut ada tiga sesi yang harus diikuti semua peserta diantaranya, ujian mengerjakan soal pilihan ganda, bagi yang lukus akan diambil 10 orang untuk lanjut ujian wawancara dan diambil lagi 6 orang pemilihan untuk menampilkan inovasi dan berbagai slide masing-masing dari peserta.


Semua peserta begitu khusuk dan fokus dalam mengerjakan soal. Satu persatu soal ujian pilihan ganda dapat kuselesaikan. diantara soal tersebuat banyak membahas undang-undang tentang perpustakaan, untung saja soal tersebuat telah kupelajri. Soal ini juga telah menambah ilmu dan pengalaman ku. Semua peserta telah selesai mengerjakan ujian dan terakhir hanya ujian menampilkan inovasi. Salah satunya dari 6 peserta yang terpilih salah satunya ada namaku. Masing- masing kita menampilkan inovasi yang menarik yang terbaik dihadapan juri sebagai tim penilai.Tiba lah waktunya sang juri mengumumkan sang pemenang dari 6 peserta tingkat provinsi dari kabupaten/kota. Untuk tahun ini aku dinobatkan sebagai pustakawan pemenang juara harapan 2 pustakawan berprestasi tingkat Sumbar.


"Selamat Keyla atas prestasinya ya  Semoga tahun depan ikut lagi terus belajar dan belajar pengembangan diri sebagai pustakawan ya."


"Alhamdulillah, terima kasih pak, semuanya atas doa dan suport dari bapak." 


"Semoga tahun depan Keyka bisa menang sebagai pustakawan berprestasi dan dapat mewakili Sumatera Barat tingkat Nasional."


"Aamiin, semoga ya pak."


Semua sahabat kantor memberikan selamat buatku atas prestasi ini. Insya Allah kalau ada kkesempatan aku akan ikut lagi tahun depannya sebagai pengalaman yang berharga buatku.


Lomba Pustakawan Berprestasi Part 2

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 26

-Jumlah Kata 810 Kata


Keberadaan pustakawan tidak hanya kehadirannya di Kantor atau di Dinas Perpustakaan saja. Namun keberadaannya sangat penting dalam dinas pendidikan yaitu baik dimulai dari sekolah SD, SMP, SMK, dan pesantren, maupun perpustakaan khusus. Meningkatkan literasi dalam kehidupan sebagai mana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 mencerdaskan kehidupan bangsa tak lepas dari gebrakan dan aksi dari pustakawan mendukung pemerintah dalam dunia pendidikan.


Saat ini paradigma memandang sebelah mata profesi seorang pustakawan hanya sebatas penjaga buku, pustakawan jutek buku penuh dengan debu. Karena yang mengelola ilmunya jauh dari yang diharapkan sehingga perpustakaan sebagai sumber belajar tidak diminati. Hal ini yang perlu kita luruskan. Berdasarkan Undang-Undang Perpustakaan No 43 Tahun 2007  bahwa Pustajawan adalah Orang yang memiliki skil yang diperoleh dari pendidikan dan pelatihan melakukan kegiatan pengorganisasian dan pelayanan.


sebagai pustakawan aku akan melihatkan pada dunia bahwa pustakawan memiliki potensi dapat sejajar dengan profesi yang lainnya. Terbukti saat melakukan pembinaan terjun kelapangan pengelola perpustakaannya kebanyakantidak dari latar belakang perpustakaan,seperti dari guru,atau tata usaha,sehingga image perpustakaan mendapatkan tanggapan kurang baik. Perpustakan tanpa dikelola oleh orang yang memiliki pendidikan perpustakaan tidak dapat berjalan dengan fungsinya sehingga tujuan pemerintah mewujudkan generasi cerdas tidak tercapai.


Ada rasa puas tersendiri sebagai pustakawan dapat berbagai ilmu dilapangan menata perpustakaan sesuai dengan standarnya,serta dapat memberikan penyuluhan dan pelayanan yang baik sehingga literasi untuk generasi cerdas secara perlahan akan terwujud.


Hari ini ada lagi lomba pustakawan tingkat provinsi sekabupaten/kota.


"Keyla ikut lagi ya lombanya..siapa tahu dengan kerja keras Keyla mendapatkan yang terbaik


"Baik pak, Insya Allah, terima kasih atas doanya buat Keyla."


Lomba ini akan terasa seru, menjalin silaturahmi dan reunian lagi bersama sahabat yang ikut satu almamater. Sorak sorai dari teriakan sahabat mencairkan suasana. Sebelum dimulai kita selfie menjadi kenangan besana di ajang kompetisi ini


Akirnya lomba dimulai. Semua oeserta fokus dengan soal yang dikerjakan. Proses lomba sama dengan tahun kenarin,yang mana tahap pertama bagi yang lolos dipilih 10 orang lanjut ke ujian wawancara. Ternyata diantara 10 salah satunya adalah aku. Kemudian dilanjutkan untuk menampilkan inovasi yang dilih sebanyak 6, orang.  Tahap demi tahap telah dilakukan. Tibalah saatnya pengumuman pemenang juara 1 sanpai 6.  Waktu pengumuman sang juri pada juara 1 jatuh pada peserta dari Kota Padang. Aku gak menyangka ternyata penenang itu adalah aku. merasa tidak puas akupun bertanya pada sang juri kenapa aku terpilih menjadi juara 1. Sang juri menjawab diantara inovasi serta nilai yang lainnya Keyla yang beda karena inovasinya. Rasa puas dan bahagia dari jawaban juri menambah semangat untuk berkarya.


Pengumuman pemenang ini kusampaikan pada pimpinan. Pimpinan memberikan semangat terhadapku. Karena pertama kalinya Kota Padang  menjadi pemenang dan mewakili ke tingkat Nasional Semua sahabat kantor memberikan ucapan selamat atas prestasi yang kuraih.


Perjuangan menjadi pemenang tidak hanya tingkat provinsi saja. Diriku harus mempersiapkan perjuangan yang keras lagi bersaing bersama sesama pustajawan se Indonesia tingkat Nasional. Semua dukungan dan doa dari pihak kantor selalu mengalir, semoga ada kemudahan dalam ajang kompetisi tingkat Nasional beberapa bulan mendatang.


Masa Pandemi

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 27

-Jumlah Kata 400 Kata


Dunia dilanda Musibah berupa virus Corona khususnya Indonesia. Begitu banyak media menayangkan kematian berbagai daerah terhadap serangan virus corona. Virus corona akan berjangkit bagi kita yang memiliki imun yang rendah atau masyarakat memiliki penyakit bawaan, baik diusia anak kecil maupun dewasa. Hal ini sangat menakutkan bagi kehidupan manusia. Virus Corona ini mengakibatkan lumpuhnya perekonomian berdampak semua kehidupan lapisan masyarakat, sehingga masyarakat banyak mengalami kehilangan pekerjaan, bagi pedagang ada yang gulung tikar. Kondisi ini sangat mengerikan bagi kehidupan masyarakat indonesia, kemiskinan makin meningkat.


Virus Corona tidak hanya berdampak terhadap perekonomian saja. Pusat pendidikan dimulai dari pelajar dan mahasiswa proses pembelajaran beralih belajar daring. Kebijakan ini berdasarkan keputusan dari mentri.

Suasana dalam dunia pendidikan mencekam, suasana sorak sorai, kegembiraan anak dalam belajar gak ada lagi begitu juga dengan mahasiswa, pertemuan mereka hanya melalui komunikasi seperti gadget. Karena semua aktivitas dibatasi tidak boleh berkerumun, untuk memutus mata rantai virus corona pemerintah menganjurkan mematuhi protokol kesehatan. Selain itu juga pemerintah menganjurkan semua masyarakat indonesia harus divaksin mulai dari usia dini sampai dewasa bertujuan menangkal virus dan meningkatkan imun.


Kelemahan dari kondisi ini dalam dunia pendidikan seluruh pelajar menggunakan gadjet atau leptop dalam proses  pembelajaran. Guru memberikan materi melalui media dan diakses oleh pelajar. Mau tak mau semua orang tua memfasilitasi kondisi ini buat anak-anaknya serta dapat mendampingi anak-anak saat belajar. Belajar daring melalui gadget membawa dampak yang buruk bagi anak, sehingga mengakibatkan anak-anak kecanduan bermain game, Belajarnya hanya sekian jam pelajaran namun peluang besar kesempatan anak bermain gadget serta melihat konten negatif berakibat fatal. Pelajar secara bebas melihat tayangan-tayangan yang negatif. Karena gak semua orang tua dapat mendampingi apa yang menjadi kebutuhan anak-anaknya.



Rumah Baca Palito

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 28

-Jumlah Kata 700 Kata


Profesi sebagai pustakawan yang ku lakoni tidak hanya melakukan kegiatan rutin seperti pengorganisasian dan pelayanan. Untuk pengembangan  profesi pustakawan menumbuhkan minat dan gemar membaca mendukung pemerintah dalam dunia Pendidikan, ada hal baru membangun  inovasi sebuah rumah baca membuka ruang gerak buat masyarakat lingkungan sekitar.


Berawal dari kondisi pandemi ada rasa prihatin dan gelisah melihat pemandangan anak-anak lingkungan sekitar sibuk dengan gawainya, mulai dari pagi sampai sore. Hal seperti ini sering kulihat. Apalah daya semua  aktivitas pembelajaran beralih ke daring. Kondisi ini telah memunculkan kecanduan terhadap gawai membawa dampak yang negatif. Peran orang tua yang sibuk dan abai telah membuka peluang bagi pelajar memanfaatkan penggunaan gawai secara bebas. Kebebasan ini sangat berdampak terhadap moral seluruh pelajar diusia dini.


Untuk memberikan kegiatan positif buat anak lingkungan sekitar rumah baca salah satu upaya tempat belajar menyambangi setelah sekolah. Dorongan membuka rumah baca didukung penuh oleh suamiku dan anak-anak pun siap membantu. Untuk melakukan kegiatan ini sebagai foundernya terlebih dahulu meminta izin ke Ke lurahan Pak RT, Pak RW. Alhamdulillah ternyata dukungan penuh oleh mereka. Karena ini kegiatan mengedukasi hal yang positif buat masyarakat sekitarnya, dan juga dikelurahan ini baru adanya pertamakali rumah baca.


"Keyla, apa yang bagus kita namakan rumah baca ini biar enak didengar." gumam suamiku.


"Kalau Keyla kasih nama Rumah Baca Palito saja da Fahri."


"Palito, apa sih artinya itu?"


"Palito artinya cahaya jadi Rumah Cahaya Tuntunan Ilmu Pengetahuan."


"Wah, keren umi."


"Itu nama yang bagus umi." sahut putriku Nabila.


"Oh ya, nah itu aja ya dek nama rumah baca kita." Ucap da Fahri pada sibunsu Lutfiana.


"Nanti kalau umi gak ada di rumah, adek Lutfia sama kakak Nabila yang dampingi orang yang membaca ya nak." Ucap ku pada kedua putri ku.


"Baik umi."


Alhamdulillah bahagia sekali punya keluargaku mulai dari suami dan anak- anak ku mendukung niat baikku memberikan cahaya ilmu buat orang lain. nanti semua administrasi akan ku lengkapi sehingga anak- anak gak merasa kerepotan disaat aku bekerja .


Berawal dihari Minggu plang rumah baca dihalaman rumah sudah terpampang. Kali ini anak-anak pulang didikan subuh langsung beraksi dan membaca buku yang digemari. Masa pandemi inilah kesempatan besar mengisi hal positif bagi anak-anak lingkungan sekitar. Buku yang tersedia langsung digarap. Anak begitu serius dan fokus buku yang dibaca. Untuk memunculkan hal yang menarik trik yang kubangun buat anak-anak yang datang berkunjung untuk membaca, semua anak akan menampilkan  kembali cerita dalam buku yang telah dibaca, serta tebak kata, dan berakhirnya dengan kegiatan menulis.


Untuk lebih meriahkan kegiatan dirumah baca ada juga tersedianya permainan edukatif berbagai jenis. Bagi anak yang jenuh membaca bisa beralih dengan permainan edukatif. Keramaian dirumahku telah memberikan semangat dalam hidupku.Rasa lelah dalam raga hilang seketika melihat anak-anak lingkungan sekitar hadir beramai-ramai untuk untuk membaca.


Keseruan Di Rumah Baca

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 29

-Jumlah Kata 700 Kata


Rumah baca Palito yang kuberi nama ini telah memberikan sebagai tempat dinasti kecil buat masyarakat lingkungan sekitar khususnya bagi anak-anak usia dini. Semuanya kegiatan aku bikin menarik agar literasi dengan caraku sebagai pustakawan dapat tumbuh dan berkembang. Barang kali diantara anak-anak tersebut bisa terasah minat dan bakatnya di rumah bacaku. Berbagai perlombaan selalu jadi incaran bagi anak  anak. Karena hadianya dengan dana seadanya juga menarik untuk didapatkan bagi yang ikut.


Dan juga bagi anak-manak yang rajin berkunjung membaca, tampil kedepan membuat hasil karya dari buku yang dibaca akan dibawa di mini market terdekat dengan badget berjumlah Rp 25.000 sebanyak 5 orang tiap bulannya, Anak-anak harus membeli kebutuhan sekolahnya tidak boleh makanan. Kegiatan ini merupakan salah satu  srategi menstimulasi untuk mendorong  dan berikan semangat untuk terus belajar dan rajin membaca.


Anak-anak boleh memakai wifi membaca sambil belajar, mengerjakan tugas disekolah. Keberadaan rumah baca Palito mendapatkan dukungan selalu terutama dari orang tua, karena merasa senang anak-anaknya membaca sambil belajar,setidaknya dapat mengurangi kecanduan main gawainya. Diantara ada juga orang tua mencari bahan bacaan anaknya yang belum lancar membaca. Rasa haru dan bahagia kegiatan positif yang aku bangun dirumah ini selalu bersyukur karena allah telah mengangkat keinginanku mencerdaskan generasi dengan membaca. Impian besar itu dikabulkan allah bagiku. Aku sebagai founder terus berharap anak-anak yang berkunjung membaca datang kerumahku akan menjadi orang yang sukses.


Keseruan, keunikan dan kelucuannya menjadi ramai, saling rebutan mengambil buku menjadi kegemaran mereka. Kegiatan yang telah berjalan dirumah baca Palito selalu aku posting ke medsos. Ternyata postingan tersebut membawa dampak yang positif, banyak yang mengomentari salah satunya memberikan donasi buku cerita anak-anak berbagai kalangan, serta meminta alamat rumah bacaku. Semua buku yang didonasikan bagus semua. Keaktifan dan kegemaran anak-anak datang dan berkegiatan di rumah bacaku  tak sengaja datangnya seorang wartawan yang meliput berita salah satunya wartawan Tribun dari kota sendiri. Sang wartawan begitu senang sekali melihat generasi disaat kondisi ini kumpul melakukan kegiatan positif.


"Assalamu'alaikum bu Keyla."


"Wa'alaikum salam pak."


"Hari ini saya meliput kegiatan yang banyak dirumah baca ibu Keyla. Saya wartawan dari Tribun". Bokeh ya bu ada yang ditanyakan dengan kegiatan rumah


"Oh ya, silahkan."


"Apa dasar ibu membangun rumah baca ini,sehingga begitu digemari buat lingkungan sekitar. Ini kegiatan sangat positif sekali, kalau dilihat kegiatan membaca sangat susah untuk kita hidupkan tetapi di sini, saya lihat ada anak-anak begitu asyik dengan buku yang digemarinya."


"Alhamdulillah pak, membuka rumah baca ini melihat kondisi disekitar anak- anak sibuk dengan gadget, apalagi orang tua yang abai terhadap kebebasan anak-anak memanfaatkan gadgetnya."


"Terus bahan bacaannya dari mana ibu Keyla dapatkan anka-anak begitu menggemarinya."


"Koleksi disini semuanya donasi dari pihak yang peduli buat anak-anak. Koleksinya bagus semua. Ada dari luar kota,sebahagian ada juga dari kerjasama peminjamman buku dari kantor


"Wah keren ya bu Keyla. Bu Keyla begitu menginspirasi kondisi di saat ini,minat baca sangat rendah bu Keyla berusaha menghidupkan dengan membuka rumah baca di sini."


"Saya cuman mengaplikasikan ilmu aja pak buat generasi kita ini pak, agar generasi kita selamat dan literasinya tetap hidup buat masa depannya."


Begitulah percakapan demi percakapan wartawan berkunjung ke rumah bacaku. Dokumentasi yang terpajang menjadi sorotan sebagai bukti  kegiatan yang telah berjalan. Akirnya liputan dari wartawan Tribun keluar juga di media massa. Rumah bacaku menjadi viral dan membuat anak-anak senang. Donasi demi donasi silih berganti datang kerumah bacaku,sehingga menambah koleksi bahan bacaan anak-anak.


Alhamdulilah rasa lelah sebagai pustakawan dan founder rumah bacaku semoga menjadi lillah. Rasa cinta terhadap profesiku berjuta rasa bahagia yang kurasakan. Aku bangga dengan prifesi yang dijalani ini, terus belajar memberikan cahanaya  pengetahuan buat generasi untuk masa depannya.

Sebagai Nara Sumber

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 30

-Jumlah Kata 700 Kata


Sebagai pustakawan dan founder Rumah Baca Palito yang telah kubangun begitu banyak media yang meliput, diantaranya ada beberapa wartawan yang berkunjung dari berbagai kota. Berita ini membuat anak-anak semangat karena ada dokumentasi mereka yang tampil untuk dapat dijadikan informasi tentang literasi.


Berbagai kegiatan literasi di rumah baca, ada juga berbagai tampilan anak-anak di youtube. Postingan demi postingan kegiatan literasi di rumah baca telah membawaku menjadi nara sumber beberapa radio dalam kota maupun luar kota. Pertama kali diriku diundang menjadi nara sumber di Radio Padang FM, RRI dan Radio pendidikan pada SMPN 4 Padang Panjang, serta di kanal youtube Kanal Koeng dengan tema kegiatan literasi menumbuhkan minat baca ditengah pandemi. Semua kegiatan menjadi nara sumber ini terkait dengan literasi, ini merupakan pengalaman baru menggali ilmu bisa berbagi buat masyarakat tentang pengembangan sebuah literasi.


Menghadiri acara sebagai nara sumber kali ini perdana untuk dilakukan. Awalnya ada juga keraguan dan merasa demam panggung, tapi ini kesempatan hal yang baru aku jalani untuk berbagi. Alhamdulillah host begitu simpatik. Diskusi kali ini membahas bagaimana aku sebagai pustakawan bisa membangun rumah baca buat anak lingkungan sekitar, kalau dilihat kondisi mengajak anak untuk membaca bukan lah hal yang mudah untuk dilakukan, tapi sebagai pustakawan dan founder dapat mempengarhui hal yang positif anak-anak untuk kegiatan literasi.


Banyak hal dan cara untuk mengembangkan sebuah potensi kalau itu telah menjiwai dan mencintai apa yang telah kita lakukan. Profesi sebagai pustakawan bukan lah profesi begitu populer tidak sama dengan profesi lainya. Meskipun begitu aku terus berupaya memberikan warna kecerdasan dalam dunia pendidikan dengan cara dan aksiku. Alhamdulillah khazanah ilmu yang dimiliki, aku bangga bisa berbagi membuka ruang gerak masyarakat dengan rumah baca yang telah menjadi dinasti pengetahuan di lingkungan tempat tinggal ku.


Kegiatan dan pengalaman perjalanan sebagai pustakawan dan founder takdir telah membawaku menjadi seorang penulis yang sebelumnya sudah berbagai artikel dan journal telah terbit baik di media maupun di media eletronik.


Semoga stake holder dimanapun berada yang peduli tentang  pendidikan memiliki jiwa literasi mari bersama kita bergerak menyelamatkan generasi sebagai penerus bangsa ini. Karena tantangan diera digital membawa dampak yang sangat berpengaruh dalam kehidupan baik terhadap moral, etika, sosial dan budaya.


Terimakasi Ya Rab, melalui profesi sebagai pustakawan telah memberikan makna hidup yang bermanfaat buat diriku, keluarga dan orang lain. Semoga kehidupan yang aku jalani terus belajar dan menjadi manusia yang bermanfaat buat manusia lainnya.


              Tamat




Sebagai Nara Sumber

0 0

Sarapan Kata

-KMO Club Batch 49

-Kelompok 2 Sabda Pujangga

-Day 30

-Jumlah Kata 700 Kata


Sebagai pustakawan dan founder Rumah Baca Palito yang telah kubangun begitu banyak media yang meliput, diantaranya ada beberapa wartawan yang berkunjung dari berbagai kota. Berita ini membuat anak-anak semangat karena ada dokumentasi mereka yang tampil untuk dapat dijadikan informasi tentang literasi.


Berbagai kegiatan literasi di rumah baca, ada juga berbagai tampilan anak-anak di youtube. Postingan demi postingan kegiatan literasi di rumah baca telah membawaku menjadi nara sumber beberapa radio dalam kota maupun luar kota. Pertama kali diriku diundang menjadi nara sumber di Radio Padang FM, RRI dan Radio pendidikan pada SMPN 4 Padang Panjang, serta di kanal youtube Kanal Koeng dengan tema kegiatan literasi menumbuhkan minat baca ditengah pandemi. Semua kegiatan menjadi nara sumber ini terkait dengan literasi, ini merupakan pengalaman baru menggali ilmu bisa berbagi buat masyarakat tentang pengembangan sebuah literasi.


Menghadiri acara sebagai nara sumber kali ini perdana untuk dilakukan. Awalnya ada juga keraguan dan merasa demam panggung, tapi ini kesempatan hal yang baru aku jalani untuk berbagi. Alhamdulillah host begitu simpatik. Diskusi kali ini membahas bagaimana aku sebagai pustakawan bisa membangun rumah baca buat anak lingkungan sekitar, kalau dilihat kondisi mengajak anak untuk membaca bukan lah hal yang mudah untuk dilakukan, tapi sebagai pustakawan dan founder dapat mempengarhui hal yang positif anak-anak untuk kegiatan literasi.


Banyak hal dan cara untuk mengembangkan sebuah potensi kalau itu telah menjiwai dan mencintai apa yang telah kita lakukan. Profesi sebagai pustakawan bukan lah profesi begitu populer tidak sama dengan profesi lainya. Meskipun begitu aku terus berupaya memberikan warna kecerdasan dalam dunia pendidikan dengan cara dan aksiku. Alhamdulillah khazanah ilmu yang dimiliki, aku bangga bisa berbagi membuka ruang gerak masyarakat dengan rumah baca yang telah menjadi dinasti pengetahuan di lingkungan tempat tinggal ku.


Kegiatan dan pengalaman perjalanan sebagai pustakawan dan founder takdir telah membawaku menjadi seorang penulis yang sebelumnya sudah berbagai artikel dan journal telah terbit baik di media maupun di media eletronik.


Semoga stake holder dimanapun berada yang peduli tentang  pendidikan memiliki jiwa literasi mari bersama kita bergerak menyelamatkan generasi sebagai penerus bangsa ini. Karena tantangan diera digital membawa dampak yang sangat berpengaruh dalam kehidupan baik terhadap moral, etika, sosial dan budaya.


Terimakasi Ya Rab, melalui profesi sebagai pustakawan telah memberikan makna hidup yang bermanfaat buat diriku, keluarga dan orang lain. Semoga kehidupan yang aku jalani terus belajar dan menjadi manusia yang bermanfaat buat manusia lainnya.


              Tamat


Mungkin saja kamu suka

Muhammad Indra ...
Pesan dari Surga
Fitri Fatimah
Pesona Gelang Emas
Sarah Jihan
Tafuna On'nanoko
Hanifah Deriska...
Ayah Ibu, Tolong Baca ini !

Home

Baca Yuk

Tulis

Beli Yuk

Profil